Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Like this document? Why not share!

Penerimaan USO

on

  • 610 views

 

Statistics

Views

Total Views
610
Views on SlideShare
610
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
12
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Penerimaan USO Penerimaan USO Document Transcript

  • Pengukuran Penerimaan dan Pemanfaatan USO pada Desa Berdering di Indonesia dengan Menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology Oleh: Riza Azmi, S.Kom. Staf Pusat Penelitian dan Pengembangan Pos dan Telekomunikasi Abstrak Universal Service Obligation atau Kewajiban Pelayanan Universal di Indonesia sampai dengan Semester I 2010 telah mencapai prosentasi pencapaian pembangunan 78.39% untuk Desa Berdering. Program multiyear ini dibangun dalam rangka komitmen Indonesia terhadap pertemuan WSIS tahap II di Tunis yaitu mengurangi kesenjangan digital. Seiring dengan terselesaikannya sebagian besar proyek ini, penelitian ini mencoba menganalisis bagaimana penerimaan dan pemanfaaran fasilitas USO dikaitkan dengan teori penerimaan dan pemanfaatan UTAUT. Penelitian ini menggunakan teori UTATUT dengan asumsi Desa Berdering dalam definisinya sebagai desa yang baru menerima teknologi telekomunikasi. Analisis yang digunakan menggunakan Component Based SEM dengan metode analisis Partial Least Square. Kata-Kata Kunci: Unified Theory of Acceptance and Use of Technology, USO, Partial Least Square 1. PENDAHULUAN Universal Service Obligation adalah kewajiban yang dapat dikenakan pada operator telekomunikasi dominan (biasanya incumbent). Kewajiban ini mencakup permintaan untuk memenuhi permintaan untuk penyediaan layanan telekomunikasi tertentu kepada siapa saja di dalam negeri. Tujuan memiliki kewajiban tersebut adalah untuk memastikan cakupan nasional layanan telekomunikasi tertentu juga di daerah pedesaan yang terpencil, dimana penyediaan layanan telekomunikasi mungkin menjadi kurang menguntungkan (ICT Regulation Toolkit Section 1740). Definisi USO sendiri dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yaitu Kewajiban Pelayanan Universal yang merupakan kewajiban yang dibebankan kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi untuk memenuhi aksesibilitas bagi wilayah atau sebagian masyarakat yang belum terjangkau oleh penyelenggaraan jaringan dan atau jasa telekomunikasi; (ketentuan umum pasal 1 nomor 13). Lebih lanjut, sebagaimana yang disebutkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No:32/PER/M.KOMINFO/10/2008 Tentang Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi bahwa Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal (KKPU) Telekomunikasi adalah kontribusi yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus dibayar oleh penyelenggara telekomunikasi dan yang dikelola oleh BTIP (ketentuan umum pasal 1). Pada perkembangannya, program pelaksanan USO ini dibagi menjadi 2 yaitu Desa Berdering dan Desa PINTER. Pada program USO desa berdering ditujukan kepada desa yang sama sekalil tidak 1
  • terakses telekomunikasi, sementara untuk kategori desa PINTER ditujukan pembangunannya untuk memperkenalkan akses Internet. Wilayah pembangunan infrastruktur desa berdering sendiri dibagi kedalam wilayah pelayanan universal teknologi atau disingkat WPUT yang dibagi kedalam 11 blok area. Pada kondisi sekarang, terhitung hingga September 2010 telah tersedia akses telfon berdering untuk sebanyak 26.039 desa di seluruh Indonesia dari target sebanyak 31.800 desa yang semula sama sekali tidak terakses telekomunikasi (Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2010). Proyeksi pembangunan fasilitas USO ini direncanakan dapat mencapai 26.039 desa pada bulan Oktober 2010, dan bulan Desember 2010 sebanyak 31.800 desa. Sementara itu, pada proyek Desa berdering juga mengalami revisi target, yaitu diharapkan menjadi 33.187 desa di bulan Juni 2011 (Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2010). Sejalan dengan tercapainya sebagian besar target pembangunan USO tersebut, maka untuk mengetahui bagaimana penggunaan/pemanfaatan fasilitas USO terutama pada Desa Berdering yang telah dibangun, maka penelitian ini mencoba melihat kondisi penerimaan dan penggunaan masyarakat kepada masyarakat disekitar lokasi pembangunan fasilitas USO dengan perumusan masalah sebagai berikut: “Bagaimana Penerimaan dan Penggunaan USO oleh masyarakat terkait dengan teori Penerimaan dan Penggunaan Universal Theory of Use and Acceptance of Technology” 2. LANDASAN TEORI a. Konsep Universal Theory of Acceptance and Use of Technology Gambar 2 Model Unified Theory of Acceptanceand Use of Technology (UTAUT) Sumber :Konstruk UTAUT (Venkatesh et. Al., 2003, hal.447) 2
  • Fasilitas USO pada Desa Berdering merupakan fasilitas yang dipasang pada Desa yang baru menggunakan Telekomunikasi. Sehingga pada penelitian ini diasumsikan bahwa fasilitas USO adalah suatu teknologi baru bagi masyarakat di wilayah perdesaan yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi. Penerimaan teknologi baru oleh masyarakat akan dapat diketahui dengan menggunakan teori penerimaan teknologi informasi Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Teori UTAUT dikembangkan oleh Venkatesh et al yang menyatakan bahwa penerimaan seseorang terhadap teknologi informasi (User Intention) dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu Performance expectancy (tingkat keyakinan seseorang percaya bahwa menggunakan sistem akan membantu dia menghasilkan kerja yang maksimal), Effort Expectancy (tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan sistem) dan Social Influence (kesadaran seseorang adanya orang lain atau lingkungan yang menggunakan sistem). Sementara tingkat penggunaan dipengaruhi oleh faktor penerimaan serta Facilitating Conditions (fasilitas yang mendukung). Pada model ini Gender, Age, Experience, serta Voluntary of Use sebagai elemen penengah dalam mengemukakan dampak dari empat kunci pada penggunaan konstruk User Intention serta perilaku turunan tersebut (Venkatesh et. Al., 2003). 3. METODE PENELITIAN a. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan diambil bersifat kuantitatif karena akan melakukan peramalan berdasarkan model matematis atau statistik terkait teori UTAUT. b. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini meliputi sembilan wilayah propinsi yang dipilih secara purposive dengan dengan alasan agar fokus terhadap desa yang telah dibangun dan dioperasikannya fasilitas USO. Berikut adalah data desa yang disurvey pada masing-masing propinsi: Tabel 2 Lokasi Survey PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN DESA Cibatu Wanawali Jawa Barat Purwakarta Pasawahan Margasari, Warung Kadu, Pasawahan Anyar Jawa Timur Bangkalan Klampis Trogan, Polongan, Larangan Sorjan, Tolbuk Bandar Rejo, Gunung Serawan, Bandar Silou, Bandar Sumatera Utara Simalungun Bandar Silam Marsilam II Sumatera Barat Anak air Padang, Kuranji, Kayu Kalek, Kacah Biteh Sungai Manau Sungai Jering Jambi Merangin Muara Siau Sekancing Bangko Bedeng Rejo, Aur Berduri Bengkulu Rejang Lebang Besmani Ulu Pal 100, Taba Terujam, Taba Pasma, Malabro Kalimantan Barat Landak Mandor Mengkunyit, Keramas, Bebatung, Simpang Kasturi NTT Kupang Nekamese Tasikona, Oelomen, Oepaha, Bone 3
  • c. Populasi dan Sampel Populasi untuk penelitian adalah masyarakat disekitar pembangunan fasilitas USO telekomunikasi pada Desa Berdering dengan n=392. Teknik pengambilansampel dengan simple random sampling sampel acak sederhana), dengan asumsi responden yang ada disekitar lokasi adalah homogen. Perlakuan untuk missing value pada kuesioner dengan menggunakan Mean Substitution (Bastien, et al. dan Vinzi, et al.). d. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik kuesioner. e. Teknik analisis data Teknik analisis data dengan menggunakan analisis SEM dengan PLS (menggunakan tools SmartPLS 2.0). Penggunaan PLS digunakan karena PLS mengabaikan beberapa asumsi parametrik yaitu data berdistribusi normal (Ghozali, 2008). Gambar 4: Path Diagram Penelitian PE1 Performance PE2 Expectancy PE3 BI13 UB14 UB15 UB16 UB17 Ha EE4 Effort Expectancy EE5 Hb Behavioral Intention Use SI6 Hc Behavioral Social H1a SI7 Influence H2a H1b SI8 Hd H3b H2b H2c H3c H4c H1c FC9 H3d Facilitating H2d FC10 Condition FC11 FC12 Voluntary of Gender Age Experience Use gender age experience VU17 Secara rinci elemen diatas dalam penelitian ini dijabarkan sebagai berikut: 1. Performance Expectancy atau Harapan Kinerja diwakili oleh3 indikator yaitu PE1, PE2, dan PE3. 2. Effort Expectancy / Ease of Use diwakili oleh 2 indikator yaitu EE4 dan EE5. 3. Social Influences diwakili oleh 3 indikator yaitu SI6, SI7, dan SI8. 4. Facilitating Condition diwakili oleh 4 indikator yaitu FC9, FC10, FC11 dan FC12. 4
  • 5. Behavioral Intention diwakili oleh 1 indikator yaitu BI13. 6. Use Behavioral yaitu perilaku yang ingin dicapai dalam penggunaan teknologi diwakili oleh 3 indikator yaitu UB14, UB15, dan UB 16. 7. Sedangkan faktor gender dikategorikan laki-laki dan wanita, usia dikategorikan Muda (15-35) dan Tua (36-55), pengalaman dikategorikan pernah dan belum pernah menggunakan, dan kesukarelaan dikategorikan sebagai niat atau tidak ada niat menggunakan. Adapun langkah-langkah analisis data yaitu: Gambar 3: Tahapan Analisis Data 1 2 3 4 Merancang Indikator Model Menterjemahkan indikator ke Uji Normalitas dengan Estimasi Model dengan UTAUT dalam butir-butir kuesioner Kolmogorov-Smirnov Loading Factor 5 6 7 8 Pengujian hipotesis dengan Uji reliabilitas dan validitas Evaluasi Goodness of Fit Penarikan kesimpulan Bootstrapping data f. Hipotesis Penelitian Pada penelitian ini, setiap model hubungan menjadi suatu hipeotesis dalam penelitian ini yaitu dirumuskan 16 hubungan hipotesis: 1. Ha: Harapan performancy kerja (Performance Expectation) berpengaruh terhadap Niat membiasakan diri untuk menggunakan (Behavioral Intention) 2. Hb: Harapan usaha (Effort Expectancy) berpengaruh terhadap Niat membiasakan diri untuk menggunakan (Behavioral Intention) 3. Hc: Pengaruh lingkungan sosial/masyarakat (Social Influence) berpengaruh terhadap kebiasaan menggunakan (Use Behaviour) 4. Hd: Niat membiasakan diri untuk menggunakan (Behavioral Intention) berpengaruh terhadap kebiasaan menggunakan (Use Behaviour) 5. He: Kondisi yang memfasilitasi (Facilitating condition) berpengaruh terhadap kebiasaan menggunakan (Use Behaviour) 6. H1a: Hubungan antara Harapan performancy kerja (Performance Expectation) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating gender 5
  • 7. H2a: Hubungan antara Harapan performancy kerja (Performance Expectation) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating age 8. H1b: Hubungan antara Harapan usaha (Effort Expectancy) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating gender 9. H2b: Hubungan antara Harapan usaha (Effort Expectancy) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating usia (age) 10. H3b: Hubungan antara Harapan usaha (Effort Expectancy) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating pengalaman menggunakan fasilitas atau sistem (experience) 11. H1c: Hubungan antara Pengaruh lingkungan sosial/masyarakat (Social Influence) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating gender 12. H2c: Hubungan antara Pengaruh lingkungan sosial/masyarakat (Social Influence) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating age 13. H3c: Hubungan antara Pengaruh lingkungan sosial/masyarakat (Social Influence) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating experience 14. H4c: Hubungan antara Pengaruh lingkungan sosial/masyarakat (Social Influence) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan (behavioral Intention) dipengaruhi oleh moderating voluntariness of use 15. H1d: Hubungan antara Kondisi yang memfasilitasi (Fasilitating Condition) terhadap kebiasaan menggunakan (Use Behaviour) dipengaruhi oleh moderating age 16. H2d: Hubungan antara Kondisi yang memfasilitasi (Fasilitating Condition) terhadap kebiasaan menggunakan (Use Behaviour) dipengaruhi oleh moderating experience Dengan model UTAUT tersebut , hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran faktor-faktor yang signifikan berpengaruh terhadap penerimaan telepon oleh masyarakat di pedesaan. 4. HASIL PENELITIAN Dari hasil penyebaran kuesioner terisi kuesioner untuk pengguna Desa Berdering n=392 responden. a. Uji Normalitas Langkah pertama adalah melakukan pengujian terhadap data, apakah berdistribusi normal atau tidak. Jika data berdistribusi normal, maka data diolah dengan Covariant Based SEM, namun jika tidak memenuhi asumsi parametrik, maka menggunakan Component Based SEM dengan PLS. Data kemudian diolah untuk melihat apakah data telah memenuhi asumsi parametrik. Pada tabel dibawah, dapat dilihat 6
  • bahwa data sebagian besar data tidak terdistribusi normal, atau dengan kata lain tidak memenuhi asumsi parametrik, sehingga pengolahan data harus dengan Component-Based SEM. Tabel 3: Uji Kolmogorov-Smirnov Asymp. Asymp. Variabel N Sig. (2- Keterangan Variabel N Sig. (2- Keterangan tailed) tailed) PE1 392 0 Tidak Normal FC11 392 0 Tidak Normal PE2 392 0 Tidak Normal FC12 392 0 Tidak Normal PE3 392 0 Tidak Normal UB13 392 0 Tidak Normal EE4 392 0 Tidak Normal UB14 392 0 Tidak Normal EE5 392 0 Tidak Normal UB15 392 0 Tidak Normal SI6 392 0 Tidak Normal UB16 392 0 Tidak Normal SI7 392 0 Tidak Normal VOLUNTARY 392 0 Tidak Normal SI8 392 0 Tidak Normal GENDER 392 0 Tidak Normal FC9 392 0 Tidak Normal AGE 392 0 Tidak Normal FC10 392 0 Tidak Normal EXPERIENCE 392 0 Tidak Normal b. Pengujian Outer Model (Measurement Model) Pengujian Outer Model untuk menguji validitas dan reliabilitas suatu model dengan melihat Internal Consistency dan Discriminant Validity dari suatu model. Adapun internal consistency dinilai dengan melihat loading factor, dan Discriminant Validiti dilihat dengan AVE dan Composite Reliability. 1. Menilai Loading Factor Nilai Loading Factor untuk melihat apakah indikator valid dalam menilai variabel. Loading Factor yang disarankan dengan cut-off 0.7 (Vinzi, et al., 2009), dimana indikator PE1 tidak valid dalam menilai konstruk karena dibawah 0.7 (walaupun dalam batas marginal: 0.656), sehingga dihilangkan kemudian model di running ulang. Sehingga, menghasilkan path diagram seperti pada gambar. 2. Validitas dan Reliabilitas Penilaian validitas dengan melihat AVE (Average Variance Extracted), yaitu untuk melihat seberapa besar konstruk dalam menilai indikator-indikatornya. Selain itu, discriminant validity dilihat dengan nilai akar AVE yaitu dengan membandigkannya dengan nilai crossloading nilai lainnya. Batas cut-off untuk AVE adalah 0.5 (Vinzi, et al., 2009). Pada tabel dapat dilihat AVE mampu menjelaskan konstruk terkecuali variabel moderating Experience pada facilitating Condition dan Use Behavioral, sehingga dikeluarkan dari model kemudian di running 7
  • ulang. Sedangkan akar AVE lebih besar daripada crossloading nilai lainnya yang menjelaskan variabel dapat menjelaskan variabel. Tabel 4: Uji Validitas Variabel Laten AVE Akar Ket. Variabel Laten AVE Akar Ket. AVE AVE Age 1 1 Valid Performance Expectancy 0.91 0.95 Valid Behavioral Intention 1 1 Valid Performance Expectancy 0.92 0.96 Valid * Age Effort Expectancy 0.85 0.92 Valid Performance Expectancy 0.90 0.95 Valid * Gender Effort Expectancy * 0.85 0.92 Valid Social Influence 0.70 0.84 Valid Age Effort Expectancy * 0.89 0.94 Valid Social Influence * Age 0.53 0.73 Valid Experience Effort Expectancy * 0.87 0.93 Valid Social Influence * 0.74 0.86 Valid Gender Experience Experience 1 1 Valid Social Influence * Gender 0.69 0.83 Valid Facilitating Condition 0.59 0.77 Valid Social Influence * 0.79 0.89 Valid Voluntary of Use Facilitating Condition 0.62 0.78 Valid Use Behavioral 0.70 0.84 Valid * Age Facilitating Condition 0.35 0.59 Tidak Voluntary of Use 1 1 Valid * Experience valid Gender 1 1 Valid Untuk uji reliabilitas dengan melihat tabel Composite Reliability. Composite Reliability mengukur Internal Consistency. Nunnally (1978) dikutip dalam Vinzi, et al., (2009) menyarankan cut-off sebesar 0.7. Sehingga, seperti terlihat pada tabel dibawah variabel moderating Experience pada facilitating Condition dan Use Behavioral, tidak reliabel dalam menjelaskan hubungan dan di-exclude dalam model. Tabel 5: Uji Reliabilitas Variabel Composite Ket Variabel Composite Ket Reliability Reliability Age 1.00 Reliable Performance Expectancy 0.95 Reliable Behavioral Intention 1.00 Reliable Performance Expectancy * Age 0.96 Reliable Effort Expectancy 0.92 Reliable Performance Expectancy * 0.95 Reliable Gender Effort Expectancy * Age 0.92 Reliable Social Influence 0.88 Reliable Effort Expectancy * 0.94 Reliable Social Influence * Age 0.75 Reliable Experience Effort Expectancy * Gender 0.93 Reliable Social Influence * Experience 0.89 Reliable Experience 1.00 Reliable Social Influence * Gender 0.87 Reliable Facilitating Condition 0.85 Reliable Social Influence * Voluntary of 0.92 Reliable Use Facilitating Condition * Age 0.86 Reliable Use Behavioral 0.88 Reliable Facilitating Condition * 0.63 Tidak Voluntary of Use 1.00 Reliable Experience reliable Gender 1.00 Reliable 8
  • c. Pengujian Inner Model 1. Evaluasi Goodness of Fit Evaluasi Goodness of Fit dengan melihat nilai R2. Pada penelitian ini, nilai Goodness of Fit dari variabel endogen behavioral intention yaitu 0.66 dan use behavioral yaitu 0.53, yang berarti model ini memiliki model fit yang moderat (Ghozali, 2008), sehingga model layak untuk diinterpretasi. Nilai R2 Behavioral Intention sebesar 0.66 ini berarti bahwa variabel Performance Expectancy, Effort Expectancy dan Social Influence mampu menjelaskan Behavioral Intention sebesar 66%, sementara 34% nya dijelaskan oleh faktor-faktor yang berada diluar pertanyaan penelitian. Demikian pula dengan nilai R2 Use Behavioral sebesar 0.53 ini berarti bahwa variabel Facilitating Condition dan Behavioral Intention mampu menjelaskan Behavioral Intention sebesar 53%, sementara 37% nya dijelaskan oleh faktor-faktor yang berada diluar pertanyaan penelitian. Tabel 6: Nilai R-Square Variabel Endogen R-Square Behavioral Intention 0.669526 Use Behavioral 0.525248 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dengan melakukan resample data dengan metode bootstrapping. Dari hasil bootstrapping, didadapat beberapa hipotesis yang diterima. Batas cut-off uji hipotesis yaitu dengan tingkat kepercayaan 10% (t-statistik >= 1.64). Tabel 7: Uji Hipotesis Original T Statistics Hipotesis Keterangan Sample (O) (|O/STERR|) Behavioral Intention -> Use Behavioral 0.564916 24.716998 Diterima * Effort Expectancy -> Behavioral Intention -0.0539 2.481741 Diterima ** Effort Expectancy * Age -> Behavioral Intention -0.033512 1.514371 Ditolak Effort Expectancy * Experience -> Behavioral Intention -0.03569 1.68369 Diterima *** Effort Expectancy * Gender -> Behavioral Intention 0.030224 1.358068 Ditolak Facilitating Condition -> Use Behavioral 0.201881 7.69111 Diterima * Facilitating Condition * Age -> Use Behavioral 0.098134 4.033533 Diterima * Performance Expectancy -> Behavioral Intention 0.744367 39.675011 Diterima * Performance Expectancy * Age -> Behavioral Intention 0.071227 3.427506 Diterima * Performance Expectancy * Gender -> Behavioral Intention -0.06529 2.281327 Diterima ** Social Influence -> Behavioral Intention -0.257275 2.303856 Diterima ** Social Influence * Age -> Behavioral Intention -0.007202 0.336761 Ditolak Social Influence * Experience -> Behavioral Intention 0.394453 3.227688 Diterima * Social Influence * Gender -> Behavioral Intention 0.102062 3.832564 Diterima * Social Influence * Voluntary of Use -> Behavioral Intention 0.014831 0.641759 Ditolak Keterangan: *:sig 1%; **:sig:5%; ***:sig 10% 9
  • Sehingga hipotesis yang diterima yaitu hipotesis Ha, Hb, Hc, Hd, He, H1a, H2a, H1b, H2b, H3b, H1c, H2c dan H3c 5. KESIMPULAN PENELITIAN Pada penelitian penerimaan dan penggunaan fasilitas USO pada Desa Berdering dengan menggunakan teori UTAUT ini, dikenali bahwa: 1. Pada penelitian ini teori UTAUT mampu menjelaskan hubungan antara penerimaan dan penggunaan USO dengan tingkat kesesuaian Behavioral Intention sebesar 66.95% dan Use Behavioral sebesar 52.53% dimana penerimaan uso dipengaruhi oleh faktor-faktor Performance Expectancy, Effort Expectancy dam Social Influence; sementara pada penggunaan dipengaruhi oleh faktor Behavioral Intention dan Facilitating Condition. 2. Terdapat faktor-faktor yang mempegaruhi variabel hubungan penerimaan dan penggunaan fasilitas USO yaitu Gender, Age, Experience, dimana: a. Faktor jenis kelamin, terutama pada jenis kelamin laki-laki mempengaruhi hubungan antara i. Harapan Kinerja (Performance Expectation) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan USO (behavioral Intention) ii. Kemudahan (Effort Expectancy) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan USO (behavioral Intention) iii. Pengaruh lingkungan sosial/masyarakat (Social Influence) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan USO (behavioral Intention) b. Faktor usia, terutama pada usia yang lebih muda mempengaruhi hubungan antara i. Harapan performancy kerja (Performance Expectation) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan USO (behavioral Intention) ii. Harapan usaha (Effort Expectancy) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan USO (behavioral Intention) iii. Pengaruh lingkungan sosial/masyarakat (Social Influence) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan USO (behavioral Intention) c. Faktor pengalaman, terutama pada pengguna yang telah memiliki pengalaman menggunakan sebelumnya mempengaruhi hubungan antara i. Harapan usaha (Effort Expectancy) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan USO (behavioral Intention) ii. Pengaruh lingkungan sosial/masyarakat (Social Influence) terhadap Niat membiasakan diri menggunakan USO (behavioral Intention) 10
  • DAFTAR PUSTAKA Bastien, Philippe dan Tenenhaus, Michel. PLS Regression and Multiple Imputation. [Document] s.l. : L’Oréal Research, HEC School of Management,. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. 2005. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Siaran Pers No. 33 /DJPT.1/KOMINFO/VII/2005 Urgensi Pembangunan Telefon Perdesaan. [Online] Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, 25 Juli 2005. [Dikutip: 21 Oktober 2010.] http://www.postel.go.id/webupdate/humas/uso-humas.htm. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. 2006. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Siaran Pers No. 136/DJPT.1/KOMINFO/12/2006 Status Kelanjutan Rencana Pembangunan Pelayanan Telekomunikasi Pedesaan (USO) Setelah Terbitnya Peraturan Menkominfo No. 35/PER/M.KOMINFO/11/2006 Tertanggal 30 November 2006. [Online] Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, 1 Desember 2006. [Dikutip: 21 Oktober 2010.] http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=520. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. 2006. Siaran Pers No. 05/DJPT.1/KOMINFO/I/2006 Persiapan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi Pedesaan Melalui Program USO Tahun 2006. Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. [Online] Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, 12 Januari 2006. [Dikutip: 21 Oktober 2010.] http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=249. Imam, Ghozali. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : BAdan Penerbit Universitas Diponegoro, 2009. 979.704.300.2. Imam, Ghozali. 2008. Structural Equation Modeling Methode Alternatif dengan Partial Least Square. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2008. 979.704.250.9. International Telecommunication Union. 2010. ICT Regulation Toolkit. Universal Service Obligation. [Online] InfoDev and the International Telecommunication Union, 16 September 2010. [Dikutip: 21 Oktober 2010.] http://www.ictregulationtoolkit.org/en/Section.1740.html. Kementerian Komunikasi dan Informatika. 2010. Kementerian Komunikasi dan Informatika. Siaran Pers No. 102/PIH/KOMINFO/9/2010 tentang Uji Publik Terhadap 2 RPM Dalam Rangka Penyempurnaan Regulasi Eksisting Yang Terkait Penyediaan Jasa Akses Internet Kecamatan. [Online] Kementerian Komunikasi dan Informatika, 20 September 2010. [Dikutip: 21 Oktober 2010.] http://www.depkominfo.go.id/berita/siaran-pers- no-102pihkominfo92010-tentang-uji-publik-terhadap-2-rpm-dalam-rangka-penyempurnaan-regulasi-eksisting- yang-terkait-penyediaan-jasa-akses-internet-kecamatan/. Kementerian Komunikasi dan Informatika. 2010. Kementerian Komunikasi dan Informatika. Siaran Pers No. 111/PIH/KOMINFO/10/2010 tentang Daftar Panjang Satu Tahun Tingkat Pencapaian Program Unggulan Kementerian Kominfo. [Online] Kementerian Komunikasi dan Informatika, 19 Oktober 2010. [Dikutip: 21 Oktober 2010.] http://www.depkominfo.go.id/berita/siaran-pers-no-111pihkominfo102010-tentang-daftar- panjang-satu-tahun-tingkat-pencapaian-program-unggulan-kementerian-kominfo/. Kementerian Komunikasi dan Informatika. 2008. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No:32/PER/M.KOMINFO/10/2008 Tentang Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi . Jakarta : Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2008. Kepala BTIP. 24 April 2010. Kesiapan Infrastruktur Indonesia Bagian Timur untuk Menghadapi Masalah Kesenjangan Digital dan Peningkatan E-Literacy. [Power Point] Manado : BTIP, 24 April 2010. 2000. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yaitu Kewajiban Pelayanan Universal . s.l. : Republik Indonesia, 2000. Vinzi, V. Esposito, et al. 2009. Handbook of Partial Least Square - Concept, Methode and Applications. Newyork : Springer, 2009. 978-3-540-32825-4. 11