• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Methode of Successive Interval
 

Methode of Successive Interval

on

  • 7,933 views

Prosiding Methode of Successive Interval - Seminar bidang Kominfo - Hotel Cemara, 14 Agustus 2009

Prosiding Methode of Successive Interval - Seminar bidang Kominfo - Hotel Cemara, 14 Agustus 2009

Statistics

Views

Total Views
7,933
Views on SlideShare
7,916
Embed Views
17

Actions

Likes
5
Downloads
0
Comments
2

1 Embed 17

http://cvrahmat.blogspot.com 17

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Methode of Successive Interval Methode of Successive Interval Document Transcript

    • Methode Konversi Ordinal – Interval (Method of Successive Interval) Prabowo PudjoWidododo, 14 Agustus 2009 Dalam sesi seminar Methode Konversi Ordinal – Interval ini, ada beberapa item yang dibahas yaitu: 1. Statistika 5. Paradigma Penelitian 2. Data 6. Hipotesis 3. Variabel 7. Pengujian Hipotesis 4. Proses Penelitian 8. Method of Succesive Interval 1. STATISTIKA PERANAN STATISTIKA • Statistika adalah : Ilmu dan atau seni yang berkaitan dengan cara (metode) pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil a nalisis untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan dan penarikan kesimpulan. MACAM-MACAM STATISTIKA • Statistika: Statistika adalah ilmu dan atau seni yang berkaitan dengan cara (metode) pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan dan penarikan kesimpulan. • Metoda Statistika Deskriptif: Metoda statistika deskriptif adalah metoda statistika yang digunakan untuk mendiskripsikan atau membuat gambaran terhadap obyek yang diteliti tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan. • Metoda Statistika Inferensial: Metoda statistika inferensial adalah metoda statistika yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan membuat kesimpulan terhadap obyek yang diteliti. • Metoda Statistika Parametrik Inferensial : Metoda statistika parametrik inferensial adalah metoda statistika inferensial yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan membuat kesimpulan terhadap obyek yang diteliti, utamanya data sampel yang mempunyai skala pengukuran interval atau rasio yang berdistribusi normal.
    • • Metoda Statistika Non Parametrik Inferensial: Metoda statistika non parametrik inferensial adalah metoda statistika inferensial yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan membuat kesimpulan terhadap obyek yang diteliti, utamanya data sampel yang mempunyai skala pengukuran nominal atau ordinal atau rasio yang terbebas dari distribusi normal. STATISTIKA vs. STATISTIK Pengertian statistika berbeda dengan statistik dan, Pengertian statistik berbeda dengan parameter • Statistika adalah : Ilmu dan atau seni yang • Statistik adalah : berkaitan dengan cara (metode) Ukuran-ukuran yang berkaitan dengan pengumpulan data, analisis data, dan sampel. interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna pengambilan • Parameter adalah : Ukuran-ukuran yang berkaitan dengan keputusan dan penarikan kesimpulan. populasi. • Jenis ukuran-ukuran yang terkait dengan sampel sama dengan jenis ukuran-ukuran yang terkait dengan populasi 1. Ukuran pemusatan meliputi : mean, median, dan modus 2. Ukuran pencaran (dispersi) : range,varians,standar deviasi, danstandar error 3. Ukuran distribusi : skewness, dan Kurtosis 2. DATA Kata data merupakan bentuk jamak dari kata datum (bahasa Latin) yang artinya kurnia atau pemberian atau penyajian. • Data merupakan kumpulan angka, fakta, fenomena atau keadaan atau lainnya yang merupakan hasil pengamatan, pengukuran, atau pencacahan terhadap variabel dari suatu objek kajian, yang berfungsi untuk membedakan objek yang satu dengan lainnya pada variabel yang sama. • Berdasarkan skala ukurunnya, data dapat dibedakan menjadi : 1. Data Nominal: data yang hanya mengandung unsur penamaan (Bahasa Latin, nomos = nama). Skala ukuran nominal hanya digunakan untuk melakukan kategori data saja. 2. Data ordinal adalah: data yang selain mengandung unsur penamaan atau kategorisasi, juga memiliki unsur urutan/peringkat (order = urutan). 3. Data interval adalah: data yang selain mengandung unsur penamaan (kategorisasi) dan urutan (peringkat), juga memiliki sifat interval (selang) yang bermakna.
    • 4. Data rasio adalah: data yang memiliki unsur penamaan, urutan, interval yang bermakna dan angka nolnya mutlak, sehingga rasionya mempunyai makna. Sedangkan, macam skala pengukuran dalam penelitian bisnis meliputi 1. SKALA LIKERT • Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial. • Jawaban setiap item yang menggunakan skala Likert mempunyai tingkatan dari sangat positif sampai dengan sangat negatif. • Setiap item diberi sejumlah pilihan respon yang sifatnya tertutup. • Banyaknya pilihan respon dalam suatu penelitian sangat beragam. Namun yang paling banyak digunakan adalah 5 pilihan respon. Jika respon terlalu sedikit maka hasilnya terlalu kasar, namun sebaliknya jika respon terlalu banyak responden akan sulit membedakan antara pilihan respon yang satu dengan pilihan respon yang lain. Guna menghindari pemusatan jawaban, digunakan jumlah pilihan respon genap (4, 6, dan seterusnya) • Tingkat pengukuran data dalam skala Likert adalah ordinal sehingga apabila akan dianalisis dengan statistik parametrik harus dinaikkan terlebih dahulu menjadi skala interval. • Contoh skala Likert : Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan harapan saudara.  Sangat setuju skor 5  Setuju skor 4  Tidak ada pendapat skor 3  Tidak Setuju skor 2  Sangat tidak setuju skor 1
    • 2. SKALA Guttman • Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas dan terdiri dari dua alternatif. • Jawaban yang diperoleh dari skala Guttman, dapat dilakukan dengan memberi nilai 0 pada jawaban terendah dan nilai 1 pada jawaban tertinggi. • Contoh skala Guttman : Ya Tidak Baik Buruk Pernah Belum Pernah Punya Tidak Punya 3. Skala Semantic Differential (Beda Semantik) • Skala Semantic Differential digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinu, nilai yang sangat negatif terletak di sebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak di sebelah kanan. • Responden dapat memberikan jawaban diantara nilai yang sangat positif dengan nilai yang sangat negatif sesuai dengan persepsinya masing-masing. • Skala yang diperoleh dalam pengukuran dengan menggunakan skala Semantic Differential berskala interval. Karena skalanya bersifat interval, maka nilai rata-rata dan simpangan bakunya dapat dihitung. • Contoh skala Semantic Differential : Bagaimana tanggapan saudara terhadap pelayan rumah sakit ini ? Responden diminta menjawab dengan memberikan tanda tertentu pada garis kontinum sesuai dengan tanggapannya, misalnya dengan cara memberi tanda X. 3. VARIABEL Variabel adalah karakteristik atau sifat dari suatu objek kajian yang relevan dengan topik yang sedang dibicarakan (diteliti), dapat diamati, diukur, dan dicacah Macam-macam variabel menurut keberadaan, keterkaitan dan struktur pengaruhnya di dalam hipotesis (permasalahan) penelitian : 1. Variabel tergantung (dependent variables) adalah suatu variabel penelitian yang keragamannya (variabilitasnya) ditentukan atau tergantung atau dipengaruhi oleh variabel lainnya.
    • 2. Variabel bebas (independent variables) adalah suatu variabel penelitian yang keragamannya diatur sebagai akibat dari campur-tangan peneliti; atau suatu kondisi yang ingin diselidiki, diteliti, atau dikaji pengaruhnya terhadap variabel tergantung. 3. Variabel antara (intervene variables) adalah variabel yang bersifat menjadi perantara dari hubungan variabel bebas ke variabel tergantung. Sebagai perantara, variabel antara dapat membentuk pengaruh langsung atau tak langsung pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. 4. Variabel moderator adalah variabel penelitian yang dapat memperlemah atau memperkuat pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. 5. Variabel pembaur (confounding variables), adalah suatu variabel penelitian yang tidak tercakup dalam hipotesis penelitian, akan tetapi muncul dalam penelitian dan berpengaruh terhadap variabel tergantung atau berbaur dengan variabel bebas. 6. Variabel kendali (control variables) adalah variabel pembaur yang dapat dikendalikan pada saat riset desain. Pengendalian ini biasanya dilakukan dengan cara eksklusi (mengeluarkan objek yang tidak memenuhi kriteria) dan inklusi (menjadikan objek yang memenuhi kriteria untuk diikutkan dalam sampel penelitian) atau dengan blocking, yaitu mengelompokkan objek penelitian menjadi kelompok-kelompok yang relatif homogen. Dalam hal dilakukan dengan cara pengelompok-an, maka pada tahap analisis data pengaruh blocking harus dihilangkan dengan ANOVA two way. 7. Variabel penyerta (concordant variables) adalah variabel pembaur (confounding) yang tidak dapat dikendalikan saat riset desain. Karena tidak dapat dikendalikan, jenis variabel ini tetap menyertai (terikut) dalam proses penelitian, dengan konsekuensi pengaruh baurnya harus dieliminir. Pengaruh baur tersebut dapat dihilangkan (dieliminasi) pada tahap analisis data, misalnya dengan ANCOVA dan MANCOVA. 4. PROSES PENELITIAN Secara deduktif, proses penelitian terdiri atas 4 tahap : (1) Masalah atau pertanyaan penelitian (2) Telaah teoritis (3) Pengujian fakta (4) Kesimpulan
    • 5. PARADIGMA PENELITIAN Paradigma Penelitian adalah skema rumusan pola pikir yang diacu dalam penelitian. Paradigma penelitian dapat digunakan sebagai panduan dalam merumuskan masalah penelitian, merumuskan hipotesis, dan menentukan teknik statistik yang akan digunakan untuk menguji hipotesis yang telah di rumuskan. Ragam Paradigma Penelitian Deduktif : hubungan kausal • Paradigma Regresi Sederhana • Paradigma Regresi Sederhana Bagi Dua Variabel Dependen Menunjukan hubungan antara satu variabel independen (X = kinerja) • Paradigma Jalur Sederhana dengan satu dependen (Y = produktivitas kerja) • Paradigma Jalur Ganda • Paradigma Jalur dalam SEM • Paradigma Regresi Ganda • Paradigma Regresi Sederhana • Paradigma Penelitian Berjenjang • Analisis Faktor Konfirmatori Menunjukan hubungan antara satu • Diagram Jalur variabel dengan variabel yang lain secara berurutan. • Paradigma Penelitian Induktif
    • 6. HIPOTESIS • Hipotesis adalah pernyataan (dugaan mengenai nilai dari satu parameter populasi atau lebih), yang dilakukan dalam rangka pengambilan keputusan suatu kajian/penelitian terhadap problem tertentu. • Hipotesis dirumuskan dan dinyatakan berdasarkan paradigma penelitian yang diajukan peneliti. • Pernyataan hipotesis dapat dirumuskan dalam format : pernyataan jika-maka1), hipotesis statistik alternatif. 7. PENGUJIAN HIPOTETIS Gambar: bentuk hipotesis • Pengujian hipotesis adalah suatu prosedur pengambilan keputusan yang mempertimbangkan teori probabilitas dan bukti yang direfleksikan berdasarkan data sampel untuk menentukan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak • Hipotesis yang diajukan merupakan pernyataan/dugaan yang benar sehingga hipotesis tersebut harus diterima atau merupakan pernyataan/dugaan yang salah sehingga hipotesis tersebut harus ditolak.
    • 8. METHOD OF SUCCESIVE INTERVAL PIRANTI UJI HIPOTESIS DALAM STATISTIK PARAMETRIK DAN NON-PARAMETRIK • Dalam analisis statistika parametrik disyaratkan bahwa data yang diolah minimal berskala interval. • Data skala ordinal (skala Likert) yang diperoleh dari jawaban responden atas kuesioner yang diberikan kepada mereka perlu ditransformasikan menjadi skala interval. • Cara untuk menaikkan skala pengukuran adalah Metode Interval Berurutan (Method of Successive Interval). • Penaikan skala pengukuran dari skala ordinal (Likert) ke skala interval dilakukan untuk setiap item (indikator, pertanyaan) pada setiap dimensi dari variabel laten eksogen maupun variabel laten endogen. • Tahapan-tahapan Method of Successive Interval : 1. Menentukan frekuensi setiap respon (skala pilihan jawaban). 2. Menentukan proporsi setiap respon dengan membagi frekuensi dengan jumlah responden. 3. Menjumlahkan proporsi secara berurutan untuk setiap respon sehingga diperoleh proporsi kumulatif. 4. Menentukan nilai Z untuk masing-masing proporsi kumulatif yang dianggap menyebar mengikuti sebaran normal baku. 5. Menghitung scale value (SV) untuk masing masing respon