LAPORAN I

PRAKTEK INSTALASI JARINGAN DAN
KOMPUTER
“Instalasi Software - Windows”

Oleh:
Nama
NIM
Prodi

: Riyo Syaputra
:...
A. Tujuan
a) Memahami fungsi dan peranan system operasi pada computer.
b) Mampu melakukan format dan partisi harddisk.
c) ...
4) Pustaka-pustaka yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar
yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain.
5) Dr...
penyimpanan data dimana semua computer modern membutuhkannya. Sebuah
hard drive penyimpanan informasi dengan menempatkan s...
sedangkan pada non direktori sebesar 65.335, tidak mendukung long file
names (hanya format 8.3)dan file security.
2) VFAT ...
Dalam sebuah harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu:
a)

Partisi Primary
Partisi primary merupakan partisi utama p...
D. Langkah Kerja
1.

Siapkan master windows XP, masukan kedalam CD/DVDROOM. Sebelumnya,
restar terlebih dahulu komputer an...
19. Mengisi nama computer dan password administrator local, proses pengisian
password bisa dilewati, kemudian pilih next u...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Lap2 instalasi

205
-1

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
205
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Lap2 instalasi

  1. 1. LAPORAN I PRAKTEK INSTALASI JARINGAN DAN KOMPUTER “Instalasi Software - Windows” Oleh: Nama NIM Prodi : Riyo Syaputra :1102087 : Pendidikan Teknik Elektronika TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG PADANG 2013
  2. 2. A. Tujuan a) Memahami fungsi dan peranan system operasi pada computer. b) Mampu melakukan format dan partisi harddisk. c) Dapat menginstall system operasi windows. B. Alat dan Bahan 1. Komputer multimedia. 2. Software system operasi Windows XP bootable. 3. CD Driver C. Teori Singkat 1. Sistem Operasi System operasi atau Operating System adalah perangkat lunak yang bertugas untuk melakukan control dan manajement perangkat keras serta operasi-operasi dasar system, termasuk manajemen software aplikasi seperti program-program pengolahan kata dan browser web. Secara umum system operasi adalah software pda lapisan pertama yang ditaruh pada memori computer pada saat computer dinyalakan. Sedangkan software-software yang lainnya dijalankan setelah system operasi berjalan, dam system akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, scheduling tesk dan antar muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh system operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu system operasi. System operasi terdiri dari beberapa bagian : 1) Mekanisme boot, yaitu meletakkan kernel kedalam memory. 2) Kernel yaitu inti dari sebuah system operasi 3) Command Interpreter atau Shell, yang bertugas membaca input dari pengguna
  3. 3. 4) Pustaka-pustaka yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain. 5) Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka. Sebagian system operasi hanya mengijinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu, tetapi sebagian besar aplikasi secara simultan pada waktu yang sama. System operasi seperti itu disebut Multi-tasking Operating System. Beberapa system operasi berukuran sangat kompleks dan besar, serta inputnya bergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekeja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS System operasi utama yang digunakan computer system umum (termasuk PC, computer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar: a) Keluaran Microsoft Windows yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (windows 95,98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 7 (seven), Window Orient (yang akan dirilis pada tahun 2014). b) Keluaran Unix yang menggunakan antarmuka system operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD, GNU/LINUX, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd. c) Mac OS, adalah system operasi untuk computer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. System operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). 2. Hard Drive Hard drive sering juga disebut harddisk merupakan sebuah piranti penyimpanan (storage) yang merekam data secara cepat menjadi pulsa magnetic pada sebuah platter/disk metal yang berputar. Hard drive nenyediakan
  4. 4. penyimpanan data dimana semua computer modern membutuhkannya. Sebuah hard drive penyimpanan informasi dengan menempatkan sebuah medan magnetic melalui permukaaan sebuah disk berlapis amteril bermagnet yang bergerak berputar. Prinsip utama sebuah harddisk sangat mirip dengan perekam tape atau video. Sebuah harddisk menyimpan data digital sebagai titik magnetic pada permukaan sebuah disk. Sebuah bit data menyatakan nilai 0 saat disk dimagnetik pada satu arah dan bernilai 1 bila arahnya berlawanan. Hard drive menggunakan sebuah perangkat yang dinamakan “head” untuk menulis dan membaca data dari setiap permukaan platter. Drive memposisikan sebuah head, bergantung pada sebuah lengan yang dapat bergerak, dengan jarak mikrokospis di atas permukaan platter pada setiap sisinya, jadi untuk hard drive yang memilikim lima platter akan memiliki sepulih buah head yang bergantung pada sepuluh lengan motoric. Elemen lainnya didalam head membaca data yang direkam dengan merasakan medan magnet pada setiap bit magnetis yang disebutkan saat melewati elemen yang dibaca. Drive merekam data pada sebuah lingkaran konsentris yang disebut “track” dan membagi setiap track menjadi segmen yang dikenal sebagai “sector”. Bila sebuah system operasi membutuhkan sebuah file yang berlokasi pada track dan sector tertentu, maka ia akan mengirimkan permintaan tersebut kepada hard drive untuk mendapatkan data tersebut berdasarkan alamat tertentu. 3. File System File system merupakan metode penyimpanan dengan pengorganisasian file atau media penyimpanan computer dalam mengatur lokasi file tersebut. Beberapa jenis system operasi file: 1) FAT (File Allocation Table) atau FAT16 Digunakan pada file dengan kapasitas Win 3x. hanya mampu menyimpan dan membaca file dengan kapasitas 2 Gigabyte (1 gigabyte = 1024 Megabyte). Jumlah file yang mampu dibaca pada root directory: 512 file,
  5. 5. sedangkan pada non direktori sebesar 65.335, tidak mendukung long file names (hanya format 8.3)dan file security. 2) VFAT (Virtual File Allocation Table) Digunakan pada Win95, mampu menyimpan dan membaca file dengan kapasitas 4 Gb. Jumlah file yang mampu dibaca pada root directory:512 file, sedangkan pada non directory tak terbatas, mendukung long file names dan memilliki file security. 3) FAT 32 Digunakan pada windows98, mampu menyimpan dan membaca file dengan kapasitas 4 Terabyte (1 Terabyte = 1024 Gigabyte). Jumlah file yang mampu dibaca pada root directory dan nondirectory tak terbatas, untuk fasilitas long file names dan file security sama dengan VFAT, memiliki keunggulan perbaikan otomatis file. 4) NTFS (New Technology File System) Digunakan pada win2000, XP, Vista, mampu menyimpan dan membaca file dengan kapasitas 16 Exabyte (1 Exabyte = 1024 Terabyte). Fasililtas jumlah file yang mampu dibaca pada root directory dan nondirectory, long file names sama dengan FAT, memiliki keunggulan perbaikan otomatis file, file security, file level compression, serta mendukung dual file fork (macintosh) dan POSIX. 4. Partisi Harddisk Partisi Harddisk ialah proses member bagian atau memecah ruang harddisk yang tersedia menjadi beberapa bagian. Contoh, jika kita mempunyai harddisk sebesar 40 GB yang belum dipartisi, maka jika kita membuka windows explorer maka akan terbaca sebagai Local Disk (C:) namun terkadang kita melihat di computer lain dengan besar harddisk yang sama tetapi terbaca 2 bagian yaitu Local Disk ( C: ) dan Local Disk (D: ), inilah yang dimaksud harddisk di partisi menjadi 2 bagian yang besarnya masing-masing bagian itu bisa kita sesuaikan.
  6. 6. Dalam sebuah harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu: a) Partisi Primary Partisi primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses computer untuk booting. b) Partisi Extended Partisi Extended juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pambagian partisi. Partisi extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. c) Partisi Logical Partisi logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data. 5. Format Harddisk Format harddisk merupakan suatu cara pemberian file system pada harddisk agar harddisk dapat digunakan seefisien mungkin dengan mengetahui terlebih dahulu system operasi apa yang akan digunakan. Format harddisk dilakukan setelah kita selesai mempartisi harddisk. File system yang diberikan pada harddisk kita kenal dengan istilah FAT ( file allocation), disinilah kunci dari seluruh pengelolaan informasi pada harddisk atau istilah lainnya File Sistem. File system bertugas untuk mengalokasikan ruang data informasi dalam harddisk serta mengatur ruang-ruang yang masih kosong. File system juga bertanggung jawab untuk merawat nama-nama file dan direktori serta dimana file-file tersebut 3 bagian penting, yaitu: Boot record dan system informasi Direktori, dan File-file.
  7. 7. D. Langkah Kerja 1. Siapkan master windows XP, masukan kedalam CD/DVDROOM. Sebelumnya, restar terlebih dahulu komputer anda. Dan masuk ke BIOS dengan cara menekan F2, F12, ESC, atau delete. 2. Pada bios set up utility, pilih menu pilihan Boot, dan pilih Boot Device Priority. 3. Ubah CDROM pada posisi 1st Boot Device untuk boot melalui CDROM dengan menggunakan tombol +- di keyboard. Lalu menekan F10 untuk menyimpan konfigurasi. 4. Setelah itu melakukan restart lagi pada komputer dan tunggu sebentar lalu tekan sembarang tombol dengan cepat pada saat keluar boot from CD. 5. CPU akan melakukan proses mendeteksi hardware. 6. Terjadi proses Windows Setup, menunggu beberapa saat. 7. Menekan Enter untuk melakukan proses Setup Windows 8. Menekan Enter untuk melakukan format pada partisi yang telah ada atau tekan C untuk membuat partisi pada tempat yang kosong, dengan catatan harddisk masih ada ruang harddisk untuk melakukan partisi baru. 9. Proses formatting. Memilih salah satu jenis format yang diinginkan, seperti NTFS. 10. Menunggu proses formatting harddisk. Tunggu proses ini sampai selesai. 11. Proses copy files system, menunggu sampai selesai. 12. Proses Inisialisasi windows, menunggu beberapa saat sampai proses selesai 13. Proses reboot, tunggu proses ini sampai selesai 14. Proses masuk pertama window XP. Dengan terlihat logo windows pada monitor 15. Proses installasi windows, menunggu beberapa saat sampai proses selesai 16. Regional setting, merubah sesuai dengan region tempat berasal dengan memilih tab customize setelah selesai pilih next. 17. Software personalisasi setting. Ketik nama dan organisasi , organisasi dapat dilewati, kemudian pilih next untuk proses selanjutnya. 18. Registrasi code. Mengisi nomor serial atau nomor product key, pilih next untuk proses selanjutnya.
  8. 8. 19. Mengisi nama computer dan password administrator local, proses pengisian password bisa dilewati, kemudian pilih next untuk proses selanjutnya. 20. Mensetting tanggal dan waktu, setting tanggal dan waktu sesuai dengan zona kita berada, pilih next untuk proses selanjutnya. 21. Proses setup windows. Tunggu sampai selesai 22. Proses inisialisasi windows, menunggu sampai proses selesai. 23. Proses masuk operating windows untuk pertama kalinya, kemudian next untuk melakukan proses selanjutnya. 24. Akan tampil kotak dialog informasi user, mengisi nama user atau pemakai computer, nama user harus lebih dari enam karakter. Kemudian next untuk proses selanjutnya. 25. Setelah itu keluar informasi bahwa anda telah berhasil menginstall windows XP. Pilih next untuk proses selanjutnya. 26. Maka akan muncul tampilan akhir proses installasi windows XP. Dengan demikian proses installasi telah selesai. E. Kesimpulan 1. Dalam menginstalisasi komputer, OS yang dipakai oleh komputer harus diketahui terlebih dahulu. 2. Kondisi CD/DVD instaler juga mempengaruhi proses penginstalan. 3. Booting priority harus diatur dengan benar supaya tidak terjadi keslahan pada saat penginstalan komputer. 4. Pada saat menginstal ulang komputer, lebih baik partisi hard disk di delete terlebih dahulu, tapi ingat, jika itu dilakukan, semua data yamg ada pada hard diak akan hilang.

×