Landasan Pendidikan      Disusun oleh :       Riswanda Anhar         12.422.005 FKIP/ PEND. MATEMATIKA
landasan pendidikan adalah asumsi-asumsi yang  menjadi dasar pijakan atau titik tolak dalam rangka  praktek pendidikan da...
   Landasan pendidikan terbagi atas delapan macam    yaitu landasan hukum, landasan fisiologis, landasan    sosiologis, l...
   Landasan hukum dapat diartikan peraturan    baku sebagai tempat sandaran dalam    melaksanakan suatu kegiatan/ proses ...
   Ada aliran utama filsafat di dunia sampai    sekarang:    a. Materialisme: mengajarkan bahwa hakikat    realitas semes...
b. Idealisme/Spiritualisme: mengajarkanbahwa ide atau spirit manusia yangmenentukan hidup dan pengertian manusia,subyek ma...
c. Realisme: mengajarkan bahwa materialismedan idealisme tidak sesuai dengan kenyataan:tidak realistis. Realitas kesemesta...
   Landasan sosiologis mengandung norma dasar    pendidikan yang bersumber dari norma    kehidupan masyarakat yang dianut...
   Landasan kultural mengandung makna norma    dasar pendidikan yang bersumber dari norma    kehidupan berbudaya yang dia...
   Landasan psikologis mengandung makna norma    dasar pendidikan yang bersumber dari hukum-    hukum         dasar    pe...
   Landasan ilmiah dan teknologi pendidikan    mengandung makna norma dasar yang    bersumber    dari      perkembangan  ...
   Landasan Historis pendidikan Indonesia    adalah cita – cita dan praktek-praktek    pendidikan masa lampau. Dilihat da...
2.    Pendidikan     kolonial   Barat, yaitupenyelenggaraan pendidikan di nusantarayang dipengaruhi oleh pemerintahan kolo...
Berdasarkan sudut pandang pedagogik,sebagaimana dikemukakan M.J. Langeveld(1980) dapat disimpulkan bahwa pendidikanatau me...
   Pendidikan      berusaha    menegembangkan    potensi individu agar mampu berdiri sendiri.    Untuk itu individu perlu...
   Aspek lain yang dikembangkan adalah    kehidupan susila. Hanya manusialah yang    dapat menghayati norma-norma dan nil...
   Daftar pustaka : chaliq-chemistry.blogspot.com
Landasan pendidikan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Landasan pendidikan

11,350

Published on

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
11,350
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
170
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Landasan pendidikan

  1. 1. Landasan Pendidikan Disusun oleh : Riswanda Anhar 12.422.005 FKIP/ PEND. MATEMATIKA
  2. 2. landasan pendidikan adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar pijakan atau titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.
  3. 3.  Landasan pendidikan terbagi atas delapan macam yaitu landasan hukum, landasan fisiologis, landasan sosiologis, landasan kultural, landasan psikologis, landasan ilmiah dan teknologi, landasan historis, dan landasan padagogik (pendekatan fenomenologis).
  4. 4.  Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat sandaran dalam melaksanakan suatu kegiatan/ proses tertentu, dalam hal ini proses pendidikan. Tetapi tidak semua proses pendidikan dilandasi oleh aturan-aturan, contohnya aturan cara mengajar, cara membuat persiapan.
  5. 5.  Ada aliran utama filsafat di dunia sampai sekarang: a. Materialisme: mengajarkan bahwa hakikat realitas semesta, termasuk mahluk hidup, manusia, hakikatnya ialah materi. Semua realitas itu ditentukan oleh materi dan terikat oleh hukum alat: sebab akibat yang bersifat obyektif.
  6. 6. b. Idealisme/Spiritualisme: mengajarkanbahwa ide atau spirit manusia yangmenentukan hidup dan pengertian manusia,subyek manusia sadar atas realitas dirinya dansemesta, karena ada akal budi dan kesadaranrohani. Hakikat diri adalah akal dan budi (ide,spirit).
  7. 7. c. Realisme: mengajarkan bahwa materialismedan idealisme tidak sesuai dengan kenyataan:tidak realistis. Realitas kesemestaan, terutamakehidupan bukan materi semata-mata. Realitaadalah perpaduan materi dan non materi(spiritual, ide, rohani); terutama pada manusianampak adanya gejala daya pikir, cipta, danbudi. Jadi realisme merupakan sintesis jasmanidan rohani, materi dan non materi.(Laboratorium Pancasila IKIP MALANG,hal.14)
  8. 8.  Landasan sosiologis mengandung norma dasar pendidikan yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa. Untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai, terciptalah nilai-nilai sosial yang dalam perkembangannya menjadi norma-norma sosial yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan harus dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat.
  9. 9.  Landasan kultural mengandung makna norma dasar pendidikan yang bersumber dari norma kehidupan berbudaya yang dianut oleh suatu bangsa. Untuk memahami kehidupan berbudaya suatu bangsa kita harus memusatkan perhatian kita pada berbagai dimensi.
  10. 10.  Landasan psikologis mengandung makna norma dasar pendidikan yang bersumber dari hukum- hukum dasar perkembangan peserta didik. Hukum-hukum dasar perkembangan peserta didik sejak proses terjadinya konsepsi sampai mati manusia akan mengalami perubahan karena bertumbuh dan berkembang. Pertumbuhan itu bersifat jasmaniah maupun kejiwaannya. Jadi sepanjang kehidupan manusia terjadi proses pertumbuhan yang terus-menerus. Proses perubahan itu terjadi secara teratur dan terarah, yaitu ke arah kemajuan, bukan kemunduran.
  11. 11.  Landasan ilmiah dan teknologi pendidikan mengandung makna norma dasar yang bersumber dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengikat dan mengharuskan pelaksana pendidikan untuk menerapkannya dalam usaha pendidikan. Norma dasarnya yang bersumber dari ilmu pengetahuan dan teknologi itu harus mengandung ciri-ciri keilmuan yang hakiki
  12. 12.  Landasan Historis pendidikan Indonesia adalah cita – cita dan praktek-praktek pendidikan masa lampau. Dilihat dari kondisi social budaya , pendidikan masa lampau Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga tonggak sejarah, yaitu: 1.  Pendidikan Tradisional , yaitu penyelenggaraan pendidikan di nusantara yang dipengaruhi oleh agama-agama besar di dunia Hindu, Budha, Islam dan Nasrani (katolik dan protestan).
  13. 13. 2. Pendidikan kolonial Barat, yaitupenyelenggaraan pendidikan di nusantarayang dipengaruhi oleh pemerintahan kolonialbarat, terutama kolonial Belanda.3. Pendidikan kolonial Jepang, yaitupenyelenggaraan pendidikan di nusantarayang dipengaruhi oleh pemerintahan kolnialJepang dalam zaman perang dunia II.
  14. 14. Berdasarkan sudut pandang pedagogik,sebagaimana dikemukakan M.J. Langeveld(1980) dapat disimpulkan bahwa pendidikanatau mendidik adalah suatu upaya orangdewasa yang dilakukan secara sengaja untukmembantu anak atau orang yang belumdewasa agar mencapai kedewasaan.
  15. 15.  Pendidikan berusaha menegembangkan potensi individu agar mampu berdiri sendiri. Untuk itu individu perlu diberi berbagai kemampuan dalam pengembangan berbagai hal, seperti: konsep, kreativitas, tanggung jawab, dan keterampilan. Dengan kata lain perlu mengalami perkembangan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Demikian pula individu juga makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan lingkungan sesamanya. (DR. Nanang Fattah; 2008)
  16. 16.  Aspek lain yang dikembangkan adalah kehidupan susila. Hanya manusialah yang dapat menghayati norma-norma dan nilai-nilai dalam kehidupannya, sehingga manusia dapat menentukan tingkah laku mana yang baik dan mana yang buruk serta tidak bersifat susila. Aspek lain adalah kehidupan religius dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa dapat menghayati dan mengamalkan ajarannya sesuai dengan agamanya. Semua itu dapat terwujud melalui pendidikan. (DR. Nanang Fattah; 2008).
  17. 17.  Daftar pustaka : chaliq-chemistry.blogspot.com
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×