Konsep Dasar Pemrograman (2)
Operasi dan Operator Pengolahan dapat dilakukan pada tipe data  sejenis, misalnya sebuah integer dapat  ditambahkan denga...
OperatorBerdasarkan jumlah operan, maka operator dapat  dibagi atas : Unary operator ; menggunakan satu operan Binary op...
Operator Aritmetika Operator yang digunakan untuk pengolahan aritmetika seperti penjumlahan dua buah bilangan (bulat atau ...
Operator RelasiOperator yang digunakan untuk membandingkan duanilai sejenis. Kedua nilai tersebut dapat berupakonstanta at...
Operator LogikaOperator yang berkaitan dengan operasilogika, seperti negasi (ingkaran), konjungsi(dan) dan disjungsi (atau...
Tabel kebenaran dua variabelA       B       !A      A&&B    A||BTrue    True    False   True    TrueTrue    False   False ...
Operator Bitwise    Operator bitwise berbeda dengan operator logika.    Pada operator logika, operan-operannya merupakan  ...
Operator Koma Operator koma digunakan untuk memisahkan sederetan nama variabel dalam sebuah deklarasi, memisahkan argumen...
Operator Bertingkat Operator bertingkat (nested operator) merupakan beberapa operator yang dikenakan dalam sebuah ekspres...
Urutan pelaksanaan ekspresi pada slide  sebelumnya : Melakukan pemanggilan terhadap fungsi standar  getchar(), return val...
Operator Bersyarat Operator bersyarat merupakan satu-satunya  operator yang bersifat triadic (ternary operator)  yang mem...
Contoh operator bersyarat Contoh pemakaian operator bersyarat : minimal = x < y ? x : y; maksimal = x > y ? x : y; absx =...
Operator Cast Dalam sebuah program, pengkonversian tipe  data secara otomatis (implicit type conversion)  sedapat mungkin...
Operator Penugasan(Assignment) Assignment adalah pemberian suatu nilai kepada  variabel. Assignment menggunakan simbol s...
 Jika operan kiri sama dengan operan kiri pada ekspresi sebelah kanan maka penulisan assignment dapat dipersingkat. conto...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab 6 konsep dasar pemrograman (2)

662 views
515 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
662
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
13
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 6 konsep dasar pemrograman (2)

  1. 1. Konsep Dasar Pemrograman (2)
  2. 2. Operasi dan Operator Pengolahan dapat dilakukan pada tipe data sejenis, misalnya sebuah integer dapat ditambahkan dengan sebuah integer, sebuah float dapat dibagi dengan sebuah float. Pengolahan ini disebut dengan operasi Setiap jenis tipe data mempunyai jenis-jenis operasinya masing-masing. Simbol untuk jenis operasi disebut operator Data (variabel atau konstanta) yang dioperasikan disebut operan.
  3. 3. OperatorBerdasarkan jumlah operan, maka operator dapat dibagi atas : Unary operator ; menggunakan satu operan Binary operator ; menggunakan dua operan Ternary operator ; menggunakan tiga operan.Berdasarkan jenis operasinya, dibagi atas : Operator Aritmetika Operator Relasi Operator Logika Operator Bitwise
  4. 4. Operator Aritmetika Operator yang digunakan untuk pengolahan aritmetika seperti penjumlahan dua buah bilangan (bulat atau pecahan), pengurangan dua buah bilangan (bulat atau pecahan), perkalian dua buah bilangan, sisa bagi dua bilangan bulat, dll. FungsiSimbol Contoh+ Penjumlahan y+6- Pengurangan 2004 – tahunlahir* Perkalian 3.14*diameter/ Pembagian Jumlahdetik/3600% Modulo n%6++ Increment x++ ++x-- Decrement z-- --z
  5. 5. Operator RelasiOperator yang digunakan untuk membandingkan duanilai sejenis. Kedua nilai tersebut dapat berupakonstanta atau variabel. Jika hasil perbandingan benarmaka akan dikembalikan angka 1 , jika salah makaakan dikembalikan angka 0.Simbol Fungsi Contoh== Sama dengan grade==„A‟!= Tidak sama dengan pilih!= „x‟< Lebih kecil dari Nilai < 65> Lebih besar dari Nilai > 64<= Lebih kecil atau sama Usia <=17 dengan>= Lebih besar atau sama Ip>=2.0 dengan
  6. 6. Operator LogikaOperator yang berkaitan dengan operasilogika, seperti negasi (ingkaran), konjungsi(dan) dan disjungsi (atau)Simbol Fungsi Contoh! NOT !a&& AND (a>84)&&(a<101)|| OR (n<0)||(n>100)
  7. 7. Tabel kebenaran dua variabelA B !A A&&B A||BTrue True False True TrueTrue False False False TrueFalse True True False TrueFalse False True False False
  8. 8. Operator Bitwise Operator bitwise berbeda dengan operator logika. Pada operator logika, operan-operannya merupakan sebuah nilai tunggal sedangkan operan pada bitwise merupakan sebuah kuantitas yang terdiri dari bit-bitSimbol Fungsi Contoh Penjelasan& AND A&B AND bitwise dari A dan B| OR A|B OR bitwise dari A dan B^ XOR A^B Bernilai 1 jika bit-bit A dan B berbeda~ Compelement 1 ~B Mengubah bit 1 menjadi 0 dan juga sebaliknya>> Shift right A>>3 A digeser ke kanan sebanyak 3 posisi bit<< Shift left B<<2 B digeser ke kiri
  9. 9. Operator Koma Operator koma digunakan untuk memisahkan sederetan nama variabel dalam sebuah deklarasi, memisahkan argumen fungsi, menyatukan dua ekspresi menjadi sebuah pernyataan, dan memungkinkan pemberian lebih dari satu ekspresi pada inisialisasi nilai awal dan langkah penaikan nilai suatu struktur perulangan. Contoh : int cacah, total; /*pemisah nama variabel*/ printf(“Nilai : %fn”, nilai); /*pemisah argumen fungsi*/ t=a, a=b, b=t; /*menyatukan ekspresi*/
  10. 10. Operator Bertingkat Operator bertingkat (nested operator) merupakan beberapa operator yang dikenakan dalam sebuah ekspresi. Masing-masing operator di dalam ekspresi tersebut memberikan sebuah nilai yang kemudian dapat digunakan oleh ekspresi yang lebih besar. Contoh : while ((c=getchar()) !=„027‟) Operator penugasan pada c=getchar() berada di dalam ekspresi lain yang memuat operator relasi !=.
  11. 11. Urutan pelaksanaan ekspresi pada slide sebelumnya : Melakukan pemanggilan terhadap fungsi standar getchar(), return value-nya adalah nilai karakter. Menyimpan hasilnya pada variabel c, dan Membandingkan isi variabel c dan „027‟, yang akan memberikan hasil berupa nilai true atau false.
  12. 12. Operator Bersyarat Operator bersyarat merupakan satu-satunya operator yang bersifat triadic (ternary operator) yang membutuhkan tiga buah operan dan dikenal juga sebagai ekspresi bersyarat (conditional expression). Ketiga buah operan yang diperlukan terdiri dari satu ekspresi yang akan diuji dan dua ekspresi pilihan. Bentuk Umum : Kondisi ? ekspresi1 : ekspresi2;• Operator bersyarat akan menghasilkan satu dari dua buah pilihan.
  13. 13. Contoh operator bersyarat Contoh pemakaian operator bersyarat : minimal = x < y ? x : y; maksimal = x > y ? x : y; absx = x < 0 ? –x : x; Keterangan : apabila nilai variabel x lebih kecil daripada nilai variabel y maka variabel minimal bernilai sebesar nilai x. Sebaliknya, apabila nilai variabel y lebih kecil daripada nilai variabel x, maka variabel minimal akan bernilai sebesar nilai variabel y. Apabila variabel x bernilai lebih kecil dari nol (x bernilai negatif) maka nilai ini akan dikali dengan minus satu sehingga menjadi positif dan disalin ke variabel absx.
  14. 14. Operator Cast Dalam sebuah program, pengkonversian tipe data secara otomatis (implicit type conversion) sedapat mungkin hendaklah dihindarkan, karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya terjadi pemotongan nilai (truncation). Metode untuk melakukan pengkonversian tipe data secara eksplisit disebut dengan tipe casting, menggunakan operator berupa sepasang tanda kurung biasa. Contoh : usia = 32.3 + 1.5; /*tanpa tipe casting*/ usia = (int)32.3 + (int) 1.5; /*dengan tipe casting*/
  15. 15. Operator Penugasan(Assignment) Assignment adalah pemberian suatu nilai kepada variabel. Assignment menggunakan simbol sama dengan (=) Operan di sebelah kiri variabel operator harus berupa variabel. Operan di sebelah kanan harus berupa ekspresi. contoh : luas = 3.14*radius*radius; Contoh Assignment yang salah : 0 = x; /*sebelah kiri tidak berupa sebuah variabel*/
  16. 16.  Jika operan kiri sama dengan operan kiri pada ekspresi sebelah kanan maka penulisan assignment dapat dipersingkat. contoh : Assignment Dapat diganti dengan a = a + b; a+=b a= a – b; a - = b; a = a * b; a * = b; a = a/b; a / = b; a = a% b; a % = b; a = a << b; a << = b; a = a >> b; a >> = b; a = a & b; a & = b; a = a | b; a |= b; a = a ^ b; a ^ = b;

×