Makalah Amal sholeh

  • 19,505 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
19,505
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
219
Comments
0
Likes
4

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. AMAL SHALEH Amal berarti perbuatan baik atau buruk. Istilah amal hanya dihubungkan dnegan manusia karena hanya manusai yang dapat mengerjakan amal. Hal itu disebabkan amal merupakan suatu perbuatan yang dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan, pilihan atau kesadaran sendiri, dan kesengajaan atau niat. Adapun amal shaleh memiliki beberapa pengertian. Menurut Muhammad Abduh, shaleh adalah segala perbuatan yang berguna bagi pribadi, keluarga, kelompok, dan manusia secara keseluruhan. Menurut Az-Zamakhsyari, amal shaleh adalah segala perbuatan yang sesuai dengan akal rasional, Al-Quran dan sunah Nabi Muhammad. SAW. Dari dua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa amal shaleh akan memberi manfaat, baik bagi orang yang mengerjakan maupun bagi orang lain. Kebalikan dari amal shaleh yaitu amal sayyi’ah atau anal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun bagi orang lain. 1. Macam-Macam Amal Shaleh Amal shaleh terdiri dari duamacam, yaitu amal shaleh terhdap sesama ma nusia dan makhluk lain serta amal shaleh terhadap Allah SWT. a. Amal shaleh terhadap Allah SWT adalah beribadah, yaitu menjalankan semua yang diperintahkan Allah SWT dan meninggalkan serta menjauhi semua yang dilarang Allah. b. Amal shaleh terhadap manusia dan makhluk lain adalah menjalankan hak dan kewajiban dalam kehidupan antarsesama manusia dan makhluk, yaitu siikap tengganag rasa, ramah, santun, bertutur kata yang baik, berakhlak mulia, menjaga kelestarian alam, menolong orang yang tidak mampu, dan lain sebagainya. Orang yang melaksanakan amal shaleh adalah orang yang menjadi kekasih Allah SWT, karena Allah sangat menyayangi orang-orang yang beramal shaleh. 2. Syarat sah amal shaleh Adapun syarat sah amal shaleh adalah sebagai berikut : a. Amal shaleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya. b. Amal shaleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah. c. Amal shaleh itu hendaknya dilakukan secara sah sesuai dengan petunjuk syarak (Al-Quran dan Hadist). 3. Contoh Perilaku Amal Shaleh Amal shaleh merupakan salah satu syarat seseorang mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Diantara contoh perilaku amal shaleh yaitu : a. Melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. b. Membantu orang lain y6ang membutuhkan pertolongan, baik berupa moril maupun material. c. Menengok teman atau saudara yang sakit. d. Menyumbang dana bagi pembangunan masjid, madrasah, pondok pesantren, ataupun fasilitas umum lainnya. e. Turut bekerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. f. Mendonorkan darah untuk keperluan kemanusiaan dab sebagainya. Semua perbuatan tersebut, tentunya harus didasari keimanan dan keikhlasan sehingga dihadapan Allah swt. Dapat digolongkan amal shaleh. Perilaku amal shaleh merupakan perbuatan atau daya upaya manusia untuk melakukan suatu perbuatan yang sangat mudah demi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat
  • 2. bagi dunia dan akhirat. Perilaku manusia tidak hanya shalat dan ibadah saja, tetapi secara duniawi seorang manusia harus menggunakan akal agar tidak menyia-nyiakan waktunya. Keperluan manusia, makanan misalnya, apabila diusahakan dengan tangannya sendiri akan lebih baik daripada hanya mengharapkan pemberian orang lain tanpa melakukan apapun. Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya “Dari Miqdam r.a. diterangkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Tiadalah seseorang yang makan makanan sekali-kali lebih baik daripada makanan dari hasil tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah Daud a.s. memakan makanan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR Bukhari) Ayat dari hadis tersebut merupakan morivasi, bahkan perintah bahwa manusia harus produktif agar rezeki di dunia ini dapat diperoleh. Tiga hal berikut ini perlu dilakukan dalam menjalankan amal shaleh demi kesejahteraan umat manusia, yaitu sebagai berikut : A. Selalu Menggunakan Akal Manusia yang produktif adalah manusia yang selalu menggunakan akalnya. Ia diberi kepercayaan oleh Allah SWT. untuk mengolah bumi. Oleh karena itu, melalui akal pikiran, manusia dapat menciptakan alat-alat usaha, baik pertanian, peternakan, industri, bahkan teknologi yang mengagumkan yang telah dapat dibuat oleh manusia. Akal pikiran harus senantiasa digunakan jika ingin senantiasa produktif dan diridai Allah SWT. karena Dia amat murka kepada orang-orang yang tidak menggunakan akalnya. B. Tumbuhkan Sikap yang akan Membawa Kemajuan dan Sukses Sikap yang membawa kemajuan dan sukses antara lain semangat untuk terus mencoba, mengetahui sesuatu lebih dalam, dan tidak suka membuang-buang waktu, senang membantu pekerjaan orang lain yang membutuhkan bantuan tanpa mengaharapkan pujian atau imbalan yang berlebihan, kasih sayang, pantang putus asa, dan menjadikan setiap kesalahan sebagai pelajaran untuk tidak diulang kembali dan menggantinya dengan keberhasilan. C. Manfaatkan Indra yang Dikarunai Allah SWT. untuk Berkarya Rezeki yang berupa indra adalah karunia besar dan rahmat yang sangat berharga bagi manusia untuk dapat berkarya. Manusia tidak akan sejahtera bila ia tidak bekerja, berkarya, dan berusaha. Oleh karena itu, manusia yang senantiasa berkarya harus berusaha menggunakan indranya semaksimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik dari dirinya. Manusia harus senantiasa mengingat Allah SWT dan bersyukur terhadap betapa berharganya karunia Allah SWT tersebut. (QS Al-Baqarah/2:152- 153) Artinya : Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah)
  • 3. dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al- Baqarah/2:152-153). Dalam beramal shaleh kita dituntut untuk selalu mempertimbangkan keseimbangan antara kehidupan duniawi maupun ukhrawi. Dunia adalah ladang dari akhirat. Oleh karena itu, selagi kita hidup di dunia hendaknya kita senantiasa menanam amal shaleh sehingga kelak diakhirat dapat memuai panen dari kebajikan tersebut. Mengelola waktu merupakan salah satu aspek paling penting untuk bekerja secara efektif dan efisien. Kita harus mengelola waktu, memegang tanggung jawab, dan mengatur kegiatan dengan baik serta terencana agar pekerjaan tidak terbengkalai. Tidak sedikit manusia yang mengalami kerugian dalam hal waktu. Allah SWT berfirman : Artinya : Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran (QS. Al-Ashr : 1-3) Dalam Kitab Ar Riqaq (Hamba Sahaya), Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Absar bahwasanya Rasulullah saw menyatakan ada dua kenikmatan yang sering membuat manusia tertipu, yaitu kesehatan dan waktu kosong. Oleh karena itu untuk menghindarinya kita perlu mengisi waktu luang tersebut dengan perilaku-perilaku positif agar menjadi efisien, diantaranya sebagai berikut : 1. Membaca buku yang bermanfaat 2. Zikir kepada Allah SWT 3. Memanfaatkan waktu luang untuk mempererat tali persaudaraan atau silaturrahmi.