K3

  • 7,886 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
7,886
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
422
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Mendeskripsikan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
  • 2. 1. Undang – undang Keselamatan Kerja Dasar-dasar keselamatan kerja yang ada di Indonesia antara lain telah diatur dalam Undang-Undang RO No. 1 Th 1970. Pada pasal satu ayat lima misalnya, dikemukakan bahwa ahli keselamatan kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya UU No. 1 Th 1970. Organisasi keselamatan kerja dalam administrasi pemerintah di tingkat pusat diwadahi dalam bentuk Direktorat Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Direktoral Perlindungan Perawatan Tenaga Kerja. Fungsi Direktorat ini antara lain: melaksanakan pembinaan, pengawasan, serta penyempurnaan dalam penetapan norma keselamatan kerja di bidang mekanik, bidang listrik, uap dan kebakaran.
  • 3. 2. Undang – undang Yang Berhubungan dengan Keselamatan Kerja UU No 1 Tahun 1970 : Tentang Keselamatan Kerja Memuat ketentuan-ketentuan antara lain tentang : a) Mencegah—Mengendalikan : Penyakit akibat kerja dan keracunan. b) Akibat : suhu, debu, kotoran, asap/uap/gas, angin, cuaca, sinar, radiasi, getaran, kebersihan. c) Pemeriksaan kesehatan d) Menyediakan alat perlindungan diri. e) Pembentukan P2K3 f) Menyelenggarakan P3K.
  • 4. UU Kerja tahun 1951Memuat ketentuan tentang Hak cuti, peraturan kerja, dan syarat tempat kerja. a. UU No 14 Tahun 1969 : tentang ketentuan-ketentuan pokok mengenai tenaga kerja. b. P.M.P No. 7 Tahun 1964 tentang syarat kesehatan, kebersihan, serta penerangan tempat kerja. c. Per.Men No. 01 Tahun 1976 tentang kewajiban latihan hyperkes bagi dokter perusahaan. d. Per.Men No. 01 Tahun 1979 tentang kewajiban latihan hyperkes bagi Paramedis perusahaan. e. Per.Men No. 03 Tahun 1985 tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja tentang pemakaian Asbes. f. Per.Men No. 01 Tahun 1981 tentang kewajiban melapor penyakit akibat kerja. g. Per.Men No. 03 Tahun 1982 tentang pelayanan kesehatan kerja. h. Per. Men. No. 03 Tahun 1986 tentang keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja yang mengelola pestisida.
  • 5. Menerapkan Keselamatan Kerja Berdasarkan OSHA ( Occupation Safety and Health )
  • 6. Organisasi Keselamatan KerjaTujuan utama dibentuknya organisasi keselamatan kerja ialah untukmengurangi tingkat kecelakaan, sakit, cacat dan kematian akibat kerja,dengan lingkungan kerja yang bersih, sehat, aman dan nyaman.Organisasi bisa dibentuk di tingkat pemerintah, perusahaan atau olehkelompok atau serikat pekerja. Di Amerika Serikat, organisasikeselamatan kerja bagi pekerja swasta dibentuk dibawah Departementenaga kerja dan disebut OSHA (Occupational Safety and HealthAdministration) OSHA membuat peraturan-peraturan yang berkaitandengan keselamatan dan kesehatan kerja.
  • 7. Organisasi ini terdiri dari 4 bagian:1. Bagian Perencanaan,2. Bagian Operasi,3. Bagian Logistik4. Bagian keuangan.
  • 8. Didalam OSHA yang akan dibahas antara lain:1. Aktivitas Manual Material Handling Aktivitas Manual Material Handling merupakan sebuah aktivitas memindahkan beban oleh tubuh secara manual dalam rentang waktu tertentu. Berbeda dengan pendapat di atas menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA) mengklasifikasikan kegiatan Manual Material Handling menjadi lima yaitu :
  • 9. 1. Mengangkat/Menurunkan (Lifting / Lowering) Mengangkat adalah kegiatan memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi yang masih dapat dijangkau oleh tangan. Kegiatan lainnya adalah menurunkan barang.2. Mendorong / Menarik (Push / Pull) Kegiatan mendorong adalah kegiatan menekan berlawanan arah tubuh dengan usaha yang bertujuan untuk memindahkan obyek. Kegiatan menarik kebalikan dengan itu.
  • 10. 3. Memutar (Twisting) Kegiatan memutar merupakan kegiatan MMH yang merupakan gerakan memutar tubuh bagian atas ke satu atau dua sisi, sementara tubuh bagian bawah berada dalam posisi tetap. Kegiatan memutar ini dapat dilakukan dalam keadaan tubuh yang diam.4. Membawa (Carrying) Kegiatan membawa merupakan kegiatan memegang atau mengambil barang dan memindahkannya. Berat benda menjadi berat total pekerja.
  • 11. 5. Menahan (Holding) Memegang obyek saat tubuh berada dalam posisi diam (statis)
  • 12. 2. Berat Beban Pekerjaan Dalam rangka untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan sehat maka perlu adanya suatu batasan angkat untuk operator. Berikut ini dijelaskan beberapa batasan angkat secara legal dari berbagai negara bagian benua Australia yang dipakai untuk industri. Batasan angkat ini dipakai sebagai batasan angkat secara internasional.
  • 13. Batasan angkat tersebut, yaitu: 1. Pria dibawah usia 16 tahun, maksimum angkat adalah 14 kg. 2. Pria usia 16 – 18 tahun, maksimum angkat 18 kg 3. Pria usia lebih dari 18 tahun, tidak ada batasan angkat. 4. Wanita usia 16 – 18 tahun, maksimum angkat 11 kg 5. Wanita usia lebih dari 18 tahun, maksimum angkat 16 kgBatasan angkat ini dapat membantu untuk mengurangi rasanyeri, ngilu pada tulang belakang bagi para wanita (back injuriesincidence to women). Disamping itu akan mengurangiketidaknyamanan kerja pada tulang belakang, terutama bagioperator untuk pekerjaan berat.
  • 14. Mengidentifikasi Gejala Kejutan Listrik ( electric shock )
  • 15. Kejutan ListrikSengatan listrik (electrocution, electrical shock) terjadi jika tubuh kitadialiri arus listrik, dan itu terjadi jika tubuh kita menjadi penghubungantara dua titik yang memiliki beda potensial listrik (dinyatakandengan Volt). Misalnya tangan kita memegang dua kabel beda fasa,atau kabel fasa dan kabel netral, atau salah satu tangan memegangkabel fasa sementara kaki telanjang kita menginjak tanah atau lantai.Saat itulah arus listrik mengalir dari kabel ke kabel atau dari kabel ketanah melewati tubuh kita dan kita pun merasakan apa yang seringkita sebut sebagai "tersengat listrik atau kesetrum"
  • 16. Selain dengan cara memegang langsung kabel yang beraliran,kesetrum juga bisa terjadi jika kita menyentuh benda-benda bersifatkonduktif/penghantar listrik -misalnya casing dari suatu alat listrik-yang tanpa sengaja teraliri listrik. Alat-alat listrik normalnya memilikisistem insulasi untuk mencegah mengalirnya listrik dari kabel atausirkuitnya ke bagian lain dari alat itu. Namun terkadang sistem insulasiini gagal menjalankan tugasnya karena mengalami kerusakan atauketidaknormalan yang disebabkan berbagai hal, misalnya pemakaianyang kasar, umur alat yang sudah tua, atau memang kualitas insulasidari alat itu sendiri yang memang buruk. Arus listrik yang mengalirkeluar dari sirkuit alat itu disebut arus bocor. Arus bocor ini merupakanpenyebab nomor satu orang tersengat listrik atau kesetrum.
  • 17. A. Dampak Sengatan Listrik Bagi Manusia Dampak sengatan listrik antara lain adalah: Gagal kerja jantung (Ventricular Fibrillation), yaitu berhentinya denyut jantung atau denyutan yang sangat lemah sehingga tidak mampu mensirkulasikan darah dengan baik. Gangguan pernafasan akibat kontraksi hebat (suffocation) yang dialami oleh paru- paruKerusakan sel tubuh akibat energi listrik yang mengalir di dalam tubuh,Terbakar akibat efek panas dari listrik.Sakit dan kontraksi pada ototEpilepsi/ayanKesemutan dan rasa geliTidak sadar/pingsan
  • 18. B. Tiga faktor penentu tingkat bahaya listrik Ada tiga faktor yang menentukan tingkat bahaya listrik bagi manusia, yaitu tegangan (V), arus (I) dan tahanan (R). Ketiga faktor tersebut saling mempengaruhi antara satu dan lainnya yang ditunjukkan dalam hukum Ohm. Tegangan (V) dalam satuan volt (V) merupakan tegangan sistem jaringan listrik atau sistem tegangan pada peralatan. Arus (I) dalam satuan ampere (A) atau mili amper (mA) adalah arus yang mengalir dalam rangkaian, dan tahanan (R) dalam satuan Ohm, kilo Ohm atau mega Ohm adalah nilai tahanan atau resistansi total saluran yang tersambung pada sumber tegangan listrik. Sehingga berlaku:
  • 19. Bila dalam hal ini, titik perhatiannya pada unsur manusia, maka selain kabel(penghantar), sistem pentanahan, dan bagian dari peralatan lain, tubuh kitatermasuk bagian dari tahanan rangkaian tersebut (lihat gambar dibawah ini).Tingkat bahaya listrik bagi manusia, salah satu faktornya ditentukan oleh tinggirendah arus listrik yang mengalir ke dalam tubuh kita. Sedangkan kuantitasarus akan ditentukan oleh tegangan dan tahanan tubuh manusia serta tahananlain yang menjadi bagian dari saluran. Berarti peristiwa bahaya listrik berawaldari sistem tegangan yang digunakan untuk mengoperasikan alat. Semakintinggi sistem tegangan yang digunakan, semakin tinggi pula tingkat bahayanya.Jaringan listrik tegangan rendah di Indonesia mempunyai tegangan seperti yangditunjukkan pada Gambar di bawah. dan sistem tegangan yang digunakan diIndonesia adalah: fasa-tunggal 220 V, dan fasa-tiga 220/380 V dengan frekuensi50 Hz. Sistem tegangan ini sungguh sangat berbahaya bagi keselamatanmanusia.
  • 20.  Kecelakaan Kecelakaan adalah kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsurkesengajaan) dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian,baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya.Kerugian akibat kecelakaan kerja.Kecelakaan kerja dapat mengakibatkan 5 kerugian (5K):1. Kerusakan2. Kekacauan organisasi3. Keluhan dan kesedihan4. Kelainan dan cacat5. Kematian
  • 21. KLASIFIKASI KECELAKAAN, ANTARA LAIN:1. Menurut jenis kecelakaan:a. Terjatuhb. Tertimpa benda jatuhc. Tertumbuk atau terkena benda lain kecuali benda jatuhd. Terjepit oleh bendee. Gerakan yang melebihi kemampuanf. Pengaruh suhu tinggig. Terkena sengatan arus listrikh. Tersambar petiri. Kontak dengan bahan-bahan berbahayaj. Terkena radiasi, dan lain-lain
  • 22. 2. Menurut sumber atau penyebab kecelakaana. Dari mesin : pembangkit tenaga, mesin-mesin penyalur, pengerjaan logam, mesin pertanian, pertambangan, dan lain-lain.b. Alat angkut dan alat angkat : kereta, mobil, pesawat terbang, kapal laut, crane, dan sebagainya.c. Alat lain : bejana bertekanan, instalasi dan peralatan listrik, dan sebagainya.d. Bahan/zat berbahaya & radiasi : bahan peledak, radiasi sinar UV, radiasi nuklir, debu dan gas beracun, dan sebagainya.e. Lingkungan kerja : di dalam/ di luar gedung, di bawah tanah
  • 23. 3. Menurut sifat luka atau kelainan Patah tulang, memar, gegar otak, luka bakar, keracunan mendadak, akibat cuaca, dan sebagainya. Dari hasil penelitian, sebagian besar kecelakaan (80%-85%) disebabkan oleh kelalaian manusia. (Dr. Suma’mur, 1981, hal 9). Kesalahan tersebut bisa disebabkan oleh perencana, pekerja, teknisi pemeliharaan & perbaikan mesin atau alat lainnya, instalatir listrik, dan bisa juga disebabkan oleh pengguna.
  • 24. Kecelakaan-kecelakaan akibat kerja dapat dihindari dengan:a. Menerapkan peraturan perundangan dengan penuh disiplinb. Menerapkan standarisasi kerja yang telah digunakan secara resmi, misalnya standar tentang konstruksi, standar higene, standar instalasi peralatan industri & rumah tangga, menggunakan baju perlindungan kerja (kacamata las, jas-lab, sepatu karet untuk menghindari barang- barang tajam, pecahan kaca atau paku, dan zat cair bernahaya lainnya).c. Melakukan pengawasan dengan baik.d. Memasang tanda-tanda peringatane. Melakukan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran tentang pentingnya menghindari kecelakaan baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
  • 25.  Mendemonstrasikan Penggunaan Fasilitas Peralatan Keselamatan Kerja
  • 26. A. ALAT PENGAMAN MCB (MINIATURE CIRCUIT BREAKER) Miniature Circuit Breaker adalah alat pemutus yang sangat baik digunakan untuk mendeteksi besaran arus lebih. Seperti halnya pada Thermostat Load Relay (dipelajari dalam motor control) MCB mempuyai Bimetalic; elemen jika terkena panas akan memuai secara langsung maupun tidak langsung yang diakibatkan dengan adanya arus mengalir, alat Bimetalic ini dibuat dan direncanakan sesuai dengan ukuran standar (arus nominal MCB), dimana dalam waktu yang sangat singkat dapat bekerja sehingga rangkaian beban terlindungi, MCB juga dilengkapi dengan magnet triping yang bekerja secara cepat pada beban lebih atau arus hubung singkat yang besar, juga dioperasikan secara manual dengan menekan tombol.
  • 27. B. ALAT PENGAMAN ELCB (EARTH LEAKAGE CIRCUIT BREAKER) Instalasi suatu bangunan biasanya telah dilengkapi dengan pengaman arus hubung singkat dan pembatas arus. Apabila terjadi hubungan singkat maka pengaman sekering akan putus dan bila pada rangkaian terjadi beban lebih maka pembatas arus (MCB) akan terbuka rangkaian sehingga aliran arus kerangkaian bagian dalam bangunan jadi terputus.
  • 28. Cara Kerja Rangkain ELCB Rangkaian ELCB terdiri dari kumparan magnet dan sakelar. Sakelar inidapat dikendalikan secara manual dan magnet listrik. Apabila kedudukansakelar penghubung ELCB dalam keadaan tertutup, maka sumber teganganlistrik akan mengalir kebagian beban. Kumparan magnet yang akan membukarangkaian bekerja apabila ada arus listrik yang mengalir, pada kumparannya.Kumparan magnet yang akan membuka rangkaian, bekerja apabila ada aruslistrik yang mengalir, pada kumparannya. Kumparan magnet ELCB disebutjuga z. Travo, yang dalam keadaan normal tidak mendapatkan tegangan.Apabila ada arus bocor maka z. Travo akan bekerja membuka rangkaiandengan menarik sakelar rangkain utama harus diset terlebih dahulu untukdigunakan kembali demikain seterusnya.
  • 29. C. FIRE DETECTORInstalasi Bel Panggil Tanda Bahaya Kebakaran pada Gedung BertingkatSistem alarm tanda bahaya yang banyak dipasang pada gedung-gedungbertingkat adalah bel panggil alarm tanda bahaya gedung bertingkat.Cara kerja rangkaian bel panggil alarm tanda bahaya ini ialah:Bel (alarm) di pasang pada setiap tingkat/ruanganseluruh bel (alarm) terhubung jajar berbunyi semuapada setiap tingkat (ruangan) terpasang saklar yang terhubung jajar (saklaryang manapun di tekan seluruh bel akan berbunyi)saklar di tempatkan pada suatu kotak khusus sehingga tangan-tangan jahiltidak mudah menekan saklar.
  • 30. Tujuan pemasangan sistem bel panggil tanda bahaya gedungbertingkat ini, adalah apabila pada suatu tingkat atau suaturuangan ada bahaya kebakaran, maka dengan mudah seluruhpenghuni gedung bertingkat tersebut diberi tanda supaya segerameninggalkan gedung.Keuntungan lain dari sistem ini adalah tidak hanya untuk bahayakebakaran saja yang dapat diberi tahu, tapi bahaya-bahaya,seperti gempa, dan adanya keretakan bangunan.
  • 31.  Mengoperasikan Alat Dan Perlengkapan Pemadam
  • 32. Beberapa jenis alat pemadam kebakaran1. PEMAKAIAN HALON SEBAGAI PEMADAM API Siapapun yang berkecimpung dibidang proteksi kebakaranpasti mengenal Halon terutama Halon 1211 dan halon1301, Halon banyak digunakan baik dilingkunganbangunan, komersial, penerbangan, industri danmiliter, pemakaiannya luas, misalnya untuk perlindunganterhadap kebakaran pada peralatan listrik dantelekomunikasi, peralatan computer dan pemprosesdata, perkapalan, industri perminyakan, permuseuman sertadibidang pertahanan dan keamanan (HAMKAM).
  • 33. Ada dua jenis Halon yang banyak digunakan yakni Halon 1211(Bromochlorodifluoromethane) yang lebih dikenal sebagai BCFdan Halon 1301 (Bromotrifluoromethane) dikenal sebagai BTM,ada pula Halon 1202 (Dibromodifluoromethane) yang banyakdigunakan dibidang militer.
  • 34. 2. ALAT PENYEMPROT AIR (WATER SPRINKLER)a. Sistem Pengkabutan Air (Water Mist Sistem) Sistem pemadaman dengan menggunakan media air merupakan cara tradisional dan telah lama diterapkan, antara lain melalui system sprinkler otomatis. Penghapusan gas Halon semakin meningkatkan perhatian terhadap media air mengingat unsur-unsur positif-nya seperti bersih lingkungan, relative murah, mudah didapat serta efektif dalam memadamkan api.
  • 35. b. Sistem CO2 Alternatif lain bagi pangganti Halon adalah pemakaian system CO2. Bahan ini digunakan untuk memadakan api dengan menyingkirkan atau mengencerkan komposisi udara normal hingga kandungan oksigen melorot turun dari 21% ke 15% atau kurang. System pemadam CO2 memiliki sifat penetrasi yang baik serta meminimasi kerusakan sekunder pada bahan maupun peralatan yang dilindungi.
  • 36. Penggunaan sistem CO2 harus dilakukan secara cermatkarena pada konsentrasi desian 34-75% volume,merupakan kondisi yang kurang aman bagi penghuniruangan, sehingga umumnya dipakai pada daerah atauruang-ruang yang tidak dihuni secara terus-menerus,seperti pada ruang-ruang mesin, ruang trafo, genset, PABXdan ruang penyimpanan data.
  • 37. c. Sistem Bubuk Kimia Kering (Dry Chemicals) Sistem pemadaman api dengan bubuk kimia kering atau powder sangat efektif untuk memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh cairan mudah terbakar, seperti minyak tanah, alkohol, bensin, eter, dll. Bahn ini banyak digunakan di industri pertambangan dan sebagai media pemadam kebakaran logam seperti sodium, lithium, dan magnesium. Selain itu dry chemichal powder ini sering digunakan untuk perlindungan peralatan memasak direstauran dan hotel kitchen, serta untuk perlindungan kebakaran pada cerobong pembuangan residu lemak (grease exhaust system).
  • 38. d. Sistem Foam Pada fixed foam system terjadi proses pencampuran air dengan foam concentrate sehingga terbentuk foam. Karena sifat ringannya, foam mampu menyelimuti lidah api dan melumpuhkan kebakaran cairan flammable disamping kemampuannya untuk mendinginkan permukaan panas karena ada efek air-nya. Selimut foam yang terjadi dipermukaan api mengurangi penimbulan gas-gas flammable sehingga penjalaran api dapat dicegah.
  • 39. 3. PRINSIP PENGENDALIAAN ASAPSeringkali aliran asap mengikuti gerakan udara menyeluruh dalambagunan meskipun suatu kebakaran dimungkinkan dikurung dalamkompartemen tahan api, asap dapat menyebar kedaerah yangbersebelahan melalui bukaan seperti konstruksi yang retak, tembusanpipa, dan pintu yang terbuka.Faktur prinsip yang menyebabkan asap menyebar kedaerah luarkompartemen dalah sebagai berikut:Efek cerobongEfek temperature kebakaranKondisi cuaca, khususnya angina dan temperatureSistem pengolahan udara mekanik
  • 40.  Mengidentifikasi Bahan Kimia Polychlorinated Biphenyls ( PCBs)
  • 41. POLYCHLORINATED BIPHENYLSPolychlorinated biphenyls (PCBs) adalah suatu substansi kimia organiksintetis yang dikenal sebagai hydrocarbon chlorinated. PCBs bersifatpersisten jika dilepaskan ke lingkungan karena ketahanannya terhadapproses metabolisme yang dapat memecahkan mereka ke bentukkomposisi kimia yang lebih sederhana. Solubilitasnya yang rendah diair menyebabkan PCBs terkamulasi dalam jaringan lemak manusia danhewan. PCBs dikenal menyebabkan efek kronik pada organreproduksi, kekacauan pencernaan, dan luka pada hewanlaboratorium/percobaan. Sebagai tambahan EPA mencurigai PCBssebagai karsinogen pada manusia.
  • 42. Untuk mengurangi potensi efek balik terhadap kesehatan manusia,Kongres memberikan TSCA (Toxic Substance Control Act) yang secaraketat mengatur penggunaan dalam semua aspek PCBs dan substansilainnya. TSCA juga mengurangi produksi PCBs sebagai suatu produkyang tidak murni.
  • 43. Dalam dokumen ini diberikan cara pengaturan untuk LawrwnceLivermore National Laboratory (LLNL) sendiri pada : A. Identifikasi, pemberian label, dan manajemen PCBs dan material yang terkontaminasi PCBs B. Respon terhadap tumpahnya PCBs C. Penggunaan PCBs dalam program penelitian D. Pemeliharaan penyimpanan PCBs dan material yang terkontaminasi PCBs
  • 44. Tempat PCBs DitemukanSebelum peraturan federal mengurangi produksi dan penggunaan PCB, PCBsumumnya banyak digunakan dalam beberapa produk komersial, termasuk : Adhesives Transformers Large, high- and low-voltage capacitors Liquid-cooled electric motors Hydraulic systems Heat-transfer systems Fluorescent light ballasts Electromagnets Liquid-filled cableGasketing and dampening felt
  • 45. Microscopy mounting media and immersion oilSwitchesVoltage regulatorsVacuum pumpsMicrowave ovensElectronic equipment
  • 46.  Identifikasi Material PCB Ada lebih dari 200 isomer PCB dan senyawa-senyawanya yang beraneka ragam dari yang bergerak, cairan berminyak ke putih, padatan kristalin dan resin keras. PCBs akan sulit untuk dibedakan tanpa menggunakan metode analitik. Teknik screening dapat dipakai untuk menguji kehadiran klorin, tapi analisis laboratorium diperlukan untuk mengidentifikasi PCBs dan konsentrasi PCB. Kesulitan dalam identifikasi PCBs ditekankan pada pentingnya labeling alat dan material-material yang terkontaminasi olehnya dari awal. Material PCB dibagi kedalam dua kelompok dengan peraturan : PCBs dan barang-barang PCB. Barang-barang PCB selanjutnya dibagi lagi ke dalam empat kelompok, yaitu :
  • 47. 1. Barang PCB2. Kontainer PCB3. Barang-kontainer PCB4. Peralatan PCB
  • 48. Mengelola Peralatan PCBPeraturan mengharuskan pengelolaan PCB secara berbedatergantung pada jenis peralatan. Peraturan membagi peralatanPCB dalam berbagai tipe :a) Transformerb) Kapasitorc) Ballast Lampu Listrikd) Electromagnet,saklar, dan pengatur voltasee) Lain-lain
  • 49.  Menghindari Kontaminasi Radioaktif Pada Peralatan PCBPemakai peralatan PCB disarankan untuk melaksanakan semuapencegahan yang perlu untuk mencegah kontaminasi radioaktifdari PCB. Ada beberapa pilihan cara pembuangan termasukuntuk PCB radioaktif.