Your SlideShare is downloading. ×
0
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
CPO & BIOdiesel
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

CPO & BIOdiesel

6,826

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
6,826
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
265
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1.  
  • 2. <ul><li>CPO merupakan bahan baku utama biodiesel . Biodiesel merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan, selain itu energinya dapat terus dikembangkan. </li></ul><ul><li>Konsumsi CPO dari tahun ke tahun terus menunjukkan tren meningkat. Indonesia merupakan negara yang paling banyak menyerap CPO dunia. Uni Eropa termasuk konsumen besar pengkonsumsi CPO dunia. </li></ul>
  • 3. <ul><li>Para pembeli CPO Indonesia antara lain, India, Pakistan, Cina dan Eropa. Ekspor CPO ke India sekitar empat juta ton, Pakistan 740 ribu ton, Cina sebesar 2-2,5 juta ton, sisanya Eropa. </li></ul>
  • 4. <ul><li>Jika tingkat pajak ekspor masih dibawah 5%, maka ekspor CPO Indonesia akan tumbuh dengan laju 4 – 8% / thn pada periode 2005-2010. </li></ul><ul><li>Saat ini Indonesia dan Malaysia merupakan produsen utama CPO dunia dengan menguasai lebih dari 80 % pangsa pasar. Negara-negara produsen lainnya, seperti Nigeria, Kolombia, Thailand, Papua Nugini, dan bahkan Pantai Gading, boleh dibilang hanya menjadi pelengkap </li></ul>
  • 5. &nbsp;
  • 6. &nbsp;
  • 7. <ul><li>Sebagai produsen terbesar dunia, Indonesia menikmati kenaikan harga CPO yang terdongkrak harga minyak dunia. </li></ul><ul><li>Dari puncaknya, harga CPO terguncang naik turun di level 3.300 RM-3.900 RM per ton sepanjang Mei-Juli 2008. Hingga awal bencana mengintai ketika harga minyak dunia jatuh di US$60 per barel dan mengempas harga CPO di titik terendahnya 1.300 RM per ton pada Oktober 2008. </li></ul>
  • 8. &nbsp;
  • 9. <ul><li>Turunnya harga CPO diharapkan bisa dimanfaatkan oleh industri turunan (hilir) CPO untuk menggenjot produksi yg telah menurun drastis. </li></ul><ul><li>Potensi paling prospektif untuk dikembangkan disaat harga CPO turun adalah bahan bakar nabati (BBN) atau BIOFUEL </li></ul>
  • 10. <ul><li>Biodiesel merupakan modifikasi dari minyak goreng. Biodiesel biasanya dibuat pada ester asam lemak dari minyak goreng cair yang mempunyai sifat lebih encer tidak mudah membeku terutama jika dipergunakan dinegara ‘dingin’. Sedang kekurangan adalah bahan ini dapat melarutkan atau merusak karet yang biasanya tahan terhadap minyak diesel. Pembuatan biodiesel sedikit sulit karena memerlukan methanol, katalis (soda api, KOH) dan pemisahan gliserin yang berasal dari reaksi samping. Sehingga biodiesel mempunyai harga yang lebih mahal dibanding minyak goreng pada pemakaian langsung </li></ul><ul><li>Biodiesel dimanfaatkan untuk mengurangi konsumsi solar. Bahan dasarnya minyak nabati, yaitu minyak kelapa sawit dan jarak pagar </li></ul>
  • 11. <ul><li>proses pembuatan biodiesel dari minyak nabati disebut transesterifikasi. Transeterifikasi merupakan perubahan bentuk dari satu jenis ester menjadi bentuk ester yang lain. Dalam proses transesterifikasi diperlukan katalis untuk mempercepat proses. Untuk mempercepat reaksinya digunakan katalis methanol dan ethanol. </li></ul><ul><li>biji kelapa sawit diperas dan disaring. Dari CPO proses berikutnya bisa digunakan untuk minyak goreng, yaitu melalui pemurnian terlebih dulu. Karena warna asli CPO itu gelap sekali. Sedangkan untuk menjadi bahan bakar, CPO akan diproses lebih lanjut dalam proses transesterifikasi. </li></ul>
  • 12. &nbsp;
  • 13. &nbsp;

×