Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Kekuatan Asam Basa dan pH Larutan (Kimia Kelas XI)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Kekuatan Asam Basa dan pH Larutan (Kimia Kelas XI)

  • 12,141 views
Published

Kimia :D

Kimia :D

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
12,141
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
236
Comments
0
Likes
6

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Kekuatan Asam Basa dan pH Larutan Kelompok 3 Anggota : Febrian Herbert Harsya Naufaldy Lestari Octavia Nadia Fadila
  • 2. Kekuatan Asam Basa Kekuatan Asam Basa Derajat Ionisasi Tetapan Ionisasi
  • 3. Derajat Ionisasi Banyak sedikitnya zat yang terion dinyatakan dalam derajat ionisasi ( ), yaitu perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat mula-mula. Nilai α dapat ditentukan dari persamaan berikut: • Jika zat mengion sempurna, derajat ionisasinya= 1 • Jika tidak ada zat yang mengion, derajat ionisasinya= 0 • Jadi, batas-batas harga derajat ionisasi adalah 0< <1
  • 4. Derajat ionisasi menyatakan kekuatan relatif asam atau basa. • Jika nilai α =1 , digolongkan asam atau basa kuat, sedangkan jika nilai α < 1, digolongkan asam atau basa lemah.
  • 5. Asam Basa Kuat dan Asam Basa Lemah • Asam kuat dan basa kuat dalam air dapat mengion sempurna sehingga reaksi ionisasinya merupakan reaksi berkesudahan/ tidak dapat balik (irreversible reaction) • Asam lemah dan basa lemah akan terion sebagian sehingga reaksinya merupakan reaksi kesetimbangan. • Mengapa asam lemah dan basa lemah terionisasi sebagian? Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa zat-zat yang bersifat asam lemah dan basa lemah, di dalam larutan membentuk kesetimbangan antara molekul-molekul asam lemah dengan ionionnya
  • 6. Tetapan Ionisasi • Tetapan Ionisasi Asam HA(aq)⇄ H+(aq) + A-(aq) Ka = [H+][A-] [HA] • Tetapan Ionisasi Basa LOH ⇄ L + + OHKb = [L+][OH-] [LOH] Nilai tetapan ionisasi (Ka dan Kb ) menentukan kekuatan asam dan basa , semakin besar nilai tetapan ionisasi semakin kuat asam atau basa tersebut. Semakin kuat suatu asam, semakin besar nilai Ka. Oleh karena itu, harga Ka mencerminkan kekuatan asam. Harga Kb merupakan ukuran kekuatan basa, semakin kuat basa semakin besar harga Kb nya, dan sebaliknya.
  • 7. Hubungan Derajat Ionisasi dan Tetapan Ionisasi Ionisasi Asam Ionisasi Basa = Jika kemolaran (M) semakin kecil maka derajat ionisasi akan semakin besar
  • 8. Contoh Contohnya, jika asam lemah HA dilarutkan dalam air, larutan tersebutakan terionisasi membentuk ion-ion H+ dan A–. Akan tetapi pada waktu bersamaan ion-ion tersebut bereaksi kembali membentuk molekul HA sehingga tercapai keadaan kesetimbangan. Persamaan reaksinya: HA(aq)⇄ H+(aq) + A-(aq) Karena HA membentuk keadaan kesetimbangan, pelarutan asam lemah dalam air memiliki nilai tetapan kesetimbangan. Tetapan kesetimbangan untuk asam lemah dinamakan tetapan ionisasi asam, dilambangkan dengan Ka. Rumusnya sebagai berikut:
  • 9. • Jika nilai tetapan ionisasi asam diketahui, konsentrasi ion H+ dan ion sisa asam lemah dapat ditentukan. Perhatikan reaksi kesetimbangan asam lemah HA dengan konsentrasi awal misalnya, [C] M. Oleh karena HA adalah asam monoprotik (asam yang dapat melepaskan 1 ion hidrogen per molekul dalam larutan) , [H+] = [A–] sehingga C atau M = konsentrasi asam (M) Ka = tetapan konsentrasi asam
  • 10. Menentukan pH larutan pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman suatu larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7, larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7, sedangkan larutan netral mempunyai pH= 7. pH merupakan fungsi logaritma negatif dari konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dan dirumuskan sebagai berikut : pH = – log [H+] Dengan analogi yang sama untuk menentukan harga konsentrasi OH- dalam larutan dapat digunakan rumusan harga pOH: pOH = – log [OH-] Dalam keadaan kesetimbangan air terdapat tetapan kesetimbangan: Kw = [H+] [OH-] Pada suhu kamar: pKw = pH + pOH = 14
  • 11. pH larutan Asam Untuk air murni (25oC): [H+] = [OH-] = 10-7 mol/l pH = - log [H+] pH = - log 10-7 = 7 pOH = - log [OH-] pOH = - log 10-7= 7 Atas dasar pengertian ini, ditentukan: - Jika nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat netral - Jika nilai pH < 7, maka larutan bersifat asam - Jika nilai pH > 7, maka larutan bersifat basa - Pada suhu kamar: pKw = pH + pOH = 14
  • 12. Menentukan pH larutan pH Asam Kuat Nilai pH asam kuat ( = 1), maka menyatakan nilai pH larutannya dapat dihitung langsung dari konsentrasi asamnya (dengan melihat valensinya). Dengan rumus: [H+] = M x valensi asam Untuk mencari pH asam kuat di gunakan rumus : pH = - log [H+] dengan: M= kemolaran (M) n = valensi asam
  • 13. Contoh 1. Hitunglah pH dari larutan 0,001 M HCl Jawab: HCl(aq)→ H+aq)+ Cl-(aq) [H+] = [HCl] = 0.001 = 10-3M Jadi [H+]= 10-3M pH = - log 10-3 M = 3 2. Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0.1 mol asam sulfat (H2SO4) Jawab: H2SO4(aq)→ 2H+ (aq)+ SO42+ (aq) Cari M: [H+] = 2[H2SO4] = 2 x 0.05 = 0,1M pH = - log 10-1 = 1
  • 14. pH Asam Lemah • Bagi asam-asam lemah, karena harga derajationisasinya α ≠ 1, yaitu (0 < α < 1) maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara langsung dari konsentrasi asamnya. Langkah awal yang harus ditempuh adalah menghitung besarnya [H+] dengan rumus : [H+]= Dengan Ka = tetapan ionisasi asam M = kemolaran / konsentrasi asam
  • 15. pH Asam Polivalen Asam polivalen adalah asam yang mengion secara bertahap. Untuk asam polivalen lemah, menggunakan rumus: pH= Hitunglah pH larutan H2S 0,01 M jika diketahui = 8,9 x 10-8 dan = 1,2 10-13
  • 16. Jawab [H+] = = 8,9 x 10-8 = 3 x 10-5 pH = - log 3 x 10-5 = 5 – log 3 = 4,52
  • 17. pH Basa Kuat Untuk menentukan pH basa-basa kuat (a = 1), maka terlebih dahulu dihitung nilai pOH larutan dari konsentrasi basanya. pOH = – log [ OH-] pKw = pH + pOH = 14 Jadi pH = 14 - pOH Contoh: a. Tentukan pH dari 100 ml larutan KOH 0.1 M ! b. Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0.01 M ! Jawab: a. KOH(aq) ⇄ K+(aq) + OH-(aq) [OH-] = [KOH] = 0.1 = 10-1 M pOH = - log 10-1 = 1 pH = 14 - pOH = 14 - 1 = 13 b. Ca(OH)2(aq) ⇄ Ca2+(aq) + 2 OH-(aq) [OH-1] = 2[Ca(OH)2] = 2 x 0.01 = 2.10-2 M pOH = - log 2.10-2 = 2 - log 2 pH = 14 - pOH = 14 - (2 - log 2) = 12 + log 2
  • 18. pH Basa Lemah Bagi basa-basa lemah, karena harga derajat ionisasinya ¹ 1, maka untuk menyatakan konsentrasi ion OH- digunakan rumus: [OH-] = pOH = - log dimana: M = konsentrasi basa lemah Kb = tetapan ionisasi basa lemah Contoh: Hitunglah pH dari 100 ml 0.001 M larutan NH4OH, jika diketahui tetapan ionisasinya = 10-5 ! Jawab: [OH-] = = 10-3 . 10-5 = 10-4 M pOH = - log 10-4 = 4 pH = 14 - pOH = 14 - 4 = 10
  • 19. Soal 1. Apa perbedaan asam kuat dan asam lemah? 2. Apa yang di maksud dengan asam polivalen? 3. Berapa konsentrasi OH– dan H+ dalam larutan NaOH 0,2 M? 4. Suatu larutan basa mempunyai konsentrasi OH– = 5 x 10–3 M, tentukan harga pOH dan pH dari larutan tersebut. 5. Tentukan pH larutan basa kuat, Larutan NaOH 0,1 M.