• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content

Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Like this presentation? Why not share!

M O D U L P E R B A N K A N S Y A R I A H

on

  • 4,653 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,653
Views on SlideShare
4,653
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
381
Comments
4

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

14 of 4 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    M O D U L  P E R B A N K A N  S Y A R I A H M O D U L P E R B A N K A N S Y A R I A H Presentation Transcript

    • SKEMA AKAD-AKAD TRANSAKSI SOSIAL AKAD TABARRU’
      • QARDH
      • RAHN
      • HIWALAH (AP)
      • WAKALAH (KU)
      • WADIAH(GR)
      • KAFALAH (GB)
      • SHARF(VA )
      TRANSAKSI KOMERSIAL AKAD TIJARAH MURABAHAH IJARAH SALAM ISTISHNA’ MEMILIKI KEPASTIAN KEUNTUNGAN / NCC Natural Certainty Contracts TIDAK MEMILIKI KEPASTIAN KEUNTUNGAN MUSYARAKAH MUDHARABAH MUZARA’AH MUSAQAH MUKHABARAH TIDAK MEMILIKI KEPASTIAN KEUNTUNGAN Natural Uncertainty Contracts WA’AD MARGIN BAGI HASIL akad Teori Pertukaran Teori Percampuran
    • PERTANYAAN
      • Jika ada nasabah yang memerlukan sepeda motor, saya akan membawanya ke dealer anda
      • Saya akan membelikan anda sepeda motor dan anda boleh membayarnya dengan cara menyicil selama 2 tahun
      • Saya akan mentraktirmu nanti siang
    • PERTANYAAN
      • Jika ada nasabah yang memerlukan sepeda motor, saya akan membawanya ke dealer anda
      • Saya akan membelikan anda sepeda motor dan anda boleh membayarnya dengan cara menyicil selama 2 tahun
      • Saya akan mentraktirmu nanti siang
      WA’AD AKAD WA’AD
    • Qardh Qardh adalah pinjaman uang yang diberikan kepada nasabah (muqtaridh) yang memerlukan. Penerima pembiayaan hanya diwajibkan mengembalikan pokok pembiayaan pada saat jatuh tempo dan Bank hanya membebani nasabah atas biaya administrasi dan biaya lainnya untuk keperluan pembuatan akad.
    • Ar-Rahn
      • Ar-Rahn adalah akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak lain, dengan uang sebagai gantinya.
      • Dalam teknis perbankan, akad ini dapat digunakan sebagai tambahan pada pembiayaan yang beresiko & memerlukan jaminan tambahan.
      • Akad ini juga dapat menjadi produk tersendiri untuk melayani kebutuhan nasabah guna keperluan yang bersifat jasa & konsumptif, seperti pendidikan, kesehatan dan sebagainya.
      • Bank atau lembaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang yang digadaikan tersebut
    • Hiwalah
      • Hiwalah adalah alih utang piutang
      • Tujuan fasilitas Hiwalah adalah untuk membantu supplier mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan roduksinya. Bank mendapat ganti biaya atas jasa pemindahan piutang
    • Wakalah
      • Wakalah atau wikalah berarti penyerahan, pendelegasian , atau pemberian mandat.
      • Al-Wakalah adalah akad perwakilan antara dua pihak, dimana pihak pertama mewakili suatu urusan kepada pihak kedua untuk bertindak atas nama pihak pertama.
      • Aplikasinya dalam perbankan, wakalah digunakan untuk Kliring, inkaso, Transfer, Commercial Documentary Collection ,
      • (Seperti transaksi yang berkaitan dengan jasa penagihan atas dokumen-dokumen ekspor-impor sehubungan dengan pembukaan Leeter of credit impor oleh nasabah suatu bank)
    • Al-Wadiah 1. Al-Wadi’ah Prinsip titipan / simpanan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum yg dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki. Al-Wadi’ah dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu : a. Al-Wadi’ah Yad al-Amanah Pihak yang yang menerima titipan tidak boleh menggunakan dan memanfaatkan barang yang dititipkan. Pihak yang menerima titipan dapat membebankan biaya. Contoh dalam dunia perbankan : Safe Deposit Box
    • b. Al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah Pihak yang yang menerima titipan dapat menggunakan/ mengoperasikan dana/barang yang dititipkan. Pihak yang menerima titipan dapat memberikan insentif dengan catatan tidak dipersyaratkan sebelumnya dan jumlahnya tidak ditetapkan dalam nominal atau persentase (betul-betul kebijakan bank). Mengacu pada pengertian al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah Bank dapat memanfaatkan untuk tujuan : - Current Account - Saving Account Al-Wadiah
    • Kafalah
      • Al-Kafalah merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung.
      • Dalam pengertian ini, al-Kafalah juga berarti mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai penjamin.
      • Penerapan dalam Perbankan adalah Bank Garansi
    • Sharf
      • Sharf adalah transaksi pertukaran antara emas dengan perak atau pertukaran valuta asing, di mana mata uang asing dipertukarkan dengan mata uang domestik atau dengan mata uang asing lainnya .
      • Bank Islam sebagai lembaga keuangan dapat menerapkan prinsip ini, dengan catatan harus memenuhi syarat-syarat yang disebutkan dalam beberapa hadits, antara lain:
      • 1. Harus tunai
      • 2. Serah terima harus dilaksanakan dalam majelis kontak
      • 3. Bila dipertukarkan mata uang yang sama harus dalam jumlah /
      • kualitas yang sama.
    • PEMBIAYAAN MURABAHAH Pembiayaan Murabahah adalah Akad jual/beli antara Bank dengan Nasabah dimana Bank membeli barang yang diperlukan nasabah dan menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati bersama
    • SKEMA MURABAHAH Bank Syariah Negosiasi & persyaratan 1 Wakalah Nasabah Akad Murabahah 3 5 Bayar secara cicilan Beli Barang Secara tunai 2 Kirim Barang 4
      • Murabahah Muajjal (secara cicilan/angsuran)
      • 2. Murabahah Muajjal (secara lumpsum diakhir)
      • 3. Murabahah Naqdan (secara tunai)
      CARA PEMBAYARAN DALAM MURABAHAH Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp Rp
        • Bpk. Agus berniat memiliki mobil Avan z a seharga Rp.120 jt, dan hanya memiliki dana Rp.30 jt.
        • Untuk mengatasi permasalahannya Bpk. Agus ke BNI Syariah untuk mencari solusi. Bagaimana pembiayaan yang akan diterima oleh Bpk.Agus. Untuk mengatasi permasalahan diatas, BNI Syariah memberikan solusi dengan pembiayaan Murabahah Konsumtif Kendaraan (asumsi ekspektasi keuntungan Bank 12% / tahun, dengan jangka waktu 2 tahun).
      CONTOH PEMBIAYAAN MURABAHAH
    • Perhitungan Bank: - Harga Mobil : Rp.120 juta - Porsi nasabah : Rp. 30 juta - - Porsi Bank : Rp. 90 juta - Margin Keuntungan : Rp. 90 juta x 12% x 2 th = Rp.21,6 juta Pembiayaan untuk Nasabah - Harga beli mobil : Rp.120 juta - Margin Keuntungan : Rp. 21,6 juta + - Harga jual Bank : Rp.141,6 juta - Angsuran pertama : Rp. 30 juta - - Sisa angsuran : Rp.111,6 juta Angsuran perbulan : Rp. 4,65 juta (Rp.111,6 juta/24 bulan).
    • Sistem Distribusi Usaha Dalam LKS Fatwa DSN No. 14/DSN-MUI/IX/2000, tgl 16 Sept 2000
      • Pada prinsipnya, LKS boleh menggunakan sistem Accrual Basis maupun Cash Basis dalam administrasi keuangan.
      • Dilihat dari segi kemaslahatan ( al-ashlah ), dalam pencatatan sebaiknya digunakan sistem Accrual Basis ; akan tetapi dalam distribusi hasil usaha hendaknya ditentukan atas dasar penerimaan yang benar-benar terjadi ( Cash Basis )
      • Penetapan sistem yang dipilih harus disepakati dalam akad.
    • Sistem Distribusi Angsuran 1 1 1 Z Z Z Rp X Rp X X % Cash Basis Accrual Basis Accrual Basis FLAT ANUITAS EFFEKTIF Diskon Pinalty Pinalty * )
    • IJARAH/SEWA Adalah perjanjian antara Bank (Muajjir = yang menyewakan) dengan nasabah (Musta’jir) sebagai penyewa suatu barang milik Bank dan Bank mendapatkan imbalan jasa atas barang yang disewakannya. BAI UT TAKJIRI Adalah perjanjian antara Bank dengan nasabah sebagai penyewa. Nasabah setuju akan membayar uang sewa selama masa sewa yang diperjanjikan dan bila masa sewa berakhir, nasabah mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa tadi yang disebut dengan istilah Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT) atau Ijarah Bai Ut Takjiri (IBT) . Dengan demikian IMBT atau IBT mempunyai 2 (dua) ikatan akad, yaitu Akad sewa dan Akad Jual Beli diakhir masa sewa yang telah disepakati bersama. PEMBIAYAAN IJARAH
    • SKEMA IJARAH Penjual/ Supplier/ Pemilik Bank Syariah (Muajjir) Nasabah (Musta’jir) Obyek Sewa B. Milik A. Milik Menyewa/membeli obyek Pengajuan permohonan Sewa beli Bayar/cicilan Kirim Obyek Sewa 1 3 5 4 2
    • Bpk. Ahmad hendak menyewa sebuah ruang perkantoran disebuah gedung selama 1 tahun mulai dari tanggal 1 Mei 2002 sampai 1 Mei 2003. Pemilik gedung menginginkan pembayaran sewa secara tunai dimuka sebesar Rp.240 juta. Dengan pola pembayaran tersebut, kemampuan keuangan Bpk.Ahmad tidak memungkinkan . Bpk.Ahmad hanya dapat membayar sewa secara angsuran perbulan. Untuk memecahkan masalah ini, Bpk. Ahmad mendatangi sebuah bank syariah untuk meminta pembiayaan, dengan memaparkan kondisi kebutuhan dan keuangannya. ( required rate of profit bank sebesar 20%). CONTOH PEMBIAYAAN IJARAH
      • Analisa Bank
      • Harga sewa 1 tahun (tunai dimuka) : Rp.240.000.000,-
      • Required rate of profit bank (20%) : Rp. 48.000.000,-
      • Harga sewa kepada nasabah : Rp.288.000.000,-
      • Periode pembiayaan : 12 bulan (=360 hari)
      • Besarnya angsuran nasabah per bulan : Rp.24.000.000,-
      • Dengan analisa tersebut diatas, maka pembiayaan yang diberikan oleh Bank kepada Bpk.Ahmad adalah :
      • Pembiayaan Ijarah, dengan harga sewa Rp.288.000.000,-
      • Jangka waktu 12 bulan
      • Angsuran Rp.24.000.000,-/bulan
      Lanjutan.....
    • Bank Syariah (Shahibul Maal) KEUNTUNGAN BAGI HASIL Sesuai porsi kontribusi modal (nisbah) MODAL Nisbah X % Nisbah Y% SKEMA MUDHARABAH 4 1 2 2 3 3 Nasabah ( Mudharib) Diangsur/sekaligus Proposal Proyek/Usaha Tenaga/Keahlian Modal 100% Pengembalian Modal Pokok
    • Prinsip Distribusi Hasil Usaha
      • Loss and Profit Sharing,
      • Profit Sharing,
      • Revenue Sharing.
    • Prinsip Distribusi Hasil Usaha Dalam LKS Fatwa DSN No. 15/DSN-MUI/IX/2000, tgl 16 Sept 2000
      • Pada dsarnya, LKS boleh menggunakan sistem Bagi Hasil (Revenue Sharing) maupun Bagi Untung (Profit Sharing) dalam pembagian hasil usaha dengan mitra (nasabah)-nya.
      • Dilihat dari segi kemaslahatan ( al-ashlah ), pembagian hasil usaha sebaiknya digunakan sistem Bagi Hasil (Revenue Sharing).
      • Penetapan prinsip pembagian hasil usaha harus disepakati dalam akad.
    • Pembiayaan Mudharabah adalah pembiayaan yang dilakukan melalui kerjasama usaha antara dua pihak dimana pemilik modal/Bank (Shahibul maal) menyediakan modal 100% sedangkan Mudharib/nasabah bertindak selaku pengelola usaha dalam bentuk dan jenis usaha serta pembagian keuntungan yang telah disepakati dalam kontrak. PEMBIAYAAN MUDHARABAH
    • CONTOH PEMBIAYAAN MUDHARABAH Bpk.Ahmad memiliki usaha pengadaaan gula untuk beberapa pasar swalayan dan restauran dengan omzet Rp.50 jt/bulan dan berniat menambah modal Rp.250 juta. Untuk meningkatkan volume usaha hingga mencapai omzet yang diharapkan sebesar Rp.75 juta/bulan Untuk mengatasi hal tsb. BNI Syariah memberi solusi dengan pembiayaan Mudharabah (dengan asumsi ekspektasi keuntungan Bank 20%).
    • Perhitungan Bank : - Porsi Bank : Rp.250 juta - Keuntungan diharapkan Bank : 20% x Rp.250 juta = Rp.50 juta atau Rp.600 jt/thn - Omzet usaha selama 1 thn : Rp.75 juta/bln x 12 bln : Rp.900 juta/tahun - Maka nisbah bagi hasil Bank : Rp.600juta / Rp.900juta : 66,67% - Nisbah bagi hasil nasabah : 33,33% Lanjutan.......
    • PEMBIAYAAN MUSYARAKAH
      • Pembiayaan Musyarakah adalah suatu kesepakatan antar Bank dengan nasabah untuk membiayai suatu proyek dimana masing-masing pihak secara bersama-sama menyediakan dana dan berpartisipasi dalam kerja
      • Masing-masing pihak berhak atas segala keuntungan dan bertanggung jawab atas segala kerugian yang terjadi sesuai dengan pernyataannya masing-masing.
    • KEUNTUNGAN BAGI HASIL Sesuai porsi kontribusi modal (nisbah) Proyek/Usaha Modal & Tenaga/Keahlian Modal Nasabah diangsur Bank Syariah Proposal 4 1 2 2 3 3 SKEMA MUSYARAKAH
    • Perusahaan Kontraktor PT.ABC mendapatkan proyek pembangunan BTS di PT.Telkom dengan nilai kontrak Rp.3,7 Milyar. PT.ABC mengajukan pembiayaan ke BNI Syariah sebesar Rp.2,6 Milyar untuk jangka waktu 7 bulan PT.ABC mengestimasi keuntungan Rp.630 jt Untuk mengatasi hal tsb. BNI Syariah memberi solusi dengan pembiayaan Musyarakah (dengan asumsi ekspektasi keuntungan Bank 20 %). CONTOH PEMBIAYAAN MUSYARAKAH
    • Perhitungan Bank - Proyeksi keuntungan : Rp.2,6 M x 7/12 x 20% = Rp.303 juta - Bagi hasil bank : nasabah = Rp.303 juta/Rp.630 juta - Nisbah bagi hasil untuk bank : 48,10% - Nisbah bagi hasil nasabah : 51,90% Lanjutan .....
      • Berdasarkan tingkat kepastian hasil yang diperoleh, kontrak dapat dibedakan menjadi
      • Natural Certainty Contracts
      • Natural Uncertainty Contracts
      TEORI PERTUKARAN DALAM ISLAM
      • Natural Certainty Contracts /teori pertukaran, adalah kontrak dalam bisnis yang memberikan kepastian pembayaran, baik dari segi jumlah maupun waktu. Dalam bentuk ini:
      • Cash-flownya pasti atau sudah disepakati di awal kontrak
      • Obyek pertukarannya juga pasti secara jumlah, mutu, waktu maupun harganya
    • TEORI PERTUKARAN OBYEK PERTUKARAN ‘ AYN (aset riil) BI ‘AYN (aset riil) ‘ AYN (aset riil) BI DAYN (aset keuangan) DAYN (aset keuangan) BI DAYN (aset keuangan) WAKTU PERTUKARAN NAQDAN (Sekarang/Tunai) GHAIRU NAQDAN (Masa YAD)
    • TEORI PERTUKARAN ‘ AYN BI DAYN Barang Al-Bai’ Jasa Al-Ijarah Ijarah Ju’alah Naqdan Order Mu’ajjal Salam Istishna’ real asset (‘ayn) dengan financial asset (dayn)
    • TEORI PERTUKARAN ‘ AYN BI DAYN Barang Al-Bai’ Jasa Al-Ijarah Ijarah Ju’alah Naqdan Order Mu’ajjal Salam Istishna’ real asset (‘ayn) dengan financial asset (dayn)
    • TEORI PERTUKARAN DAYN BI DAYN Uang Non-Uang Surat berharga Jenis sama Jenis Beda Pertukaran financial asset (dayn) dengan financial asset (dayn) Sawa-an bi sawa-in (sama jumlahnya) Yadan bi yadin (diserahkan saat itu juga) Yadan bi yadin (diserahkan saat itu juga)
    • MATRIK PERTUKARAN No No Ok Dayn for Dayn No Ok Ok ‘ Ayn for Dayn No Ok Ok ‘ Ayn for ‘Ayn Defered for Defered Now for Deferred Now for Now Time Object
    • TEORI PERCAMPURAN DALAM ISLAM
      • Natural Uncertainty Contracts /teori percampuran adalah kontrak dalam bisnis yang tidak memberikan kepastian pendapatan, baik dari segi jumlah maupun waktunya. Tingkat returnnya bisa positif, negatif maupun nol.
      • Kontrak-kontrak investasi ini secara sunatullah tidak menawarkan :
      • Return yang tetap dan pasti. `
      • Sifatnya tidak fixed dan predetermined.
      Dalam kontrak jenis ini, pihak-pihak yang bertransaksi saling mencampurkan asetnya (baik real asset maupun financial assets ) menjadi satu kesatuan, dan kemudian menanggung risiko bersama-sama untuk mendapatkan keuntungan.   Dalam kontrak demikian ini, keuntungan dan kerugian ditanggung bersama.
    • TEORI PERCAMPURAN OBYEK PERCAMPURAN ‘ AYN BI ‘AYN ‘ AYN BI DAYN DAYN BI DAYN WAKTU PERCAMPURAN NAQDAN GHAIRU NAQDAN
    • ‘ AYN BI ‘AYN TEORI PERCAMPURAN Menyumbangkan keahlian Syirkah ‘Abdan Jasa/keahlian (real asset) dicampur dengan uang (financial asset) Bentuk percampuran ini disebut syirkah mudharabah Seorang penyandang dana memberikan dana dan yang lain memberikan reputasinya Bentuk percampuran ini disebut syirkah wujuh ‘ AYN BI DAYN Percampuran financial asset (dayn) dengan financial asset (dayn) Jika percampuran antara uang dengan uang dengan jumlah sama disebut syirkah mufawadah; atau jumlah uang yang dipercampurkan jumlahnya berbeda disebut syirkah ‘inan. DAYN BI DAYN
    • PRINSIP DAN LANDASAN PENGEMBANGAN PRODUK BISNIS ISLAMI
      • LIMA AKAD DASAR TRANSAKSI SYARI’AH :
      • TITIPAN (WADI’AH)
        • Giro Wadi’ah
        • Tabungan Wadi’ah
      • BAGI HASIL (SYIRKAH)
        • Funding
          • Giro Mudharabah
          • Tabungan Mudharabah
          • Deposito Mudharabah
      • BAGI HASIL (SYIRKAH)
        • Financing
          • Pembiayaan Mudharabah
          • Pembiayaan Musyarakah
      • JUAL-BELI (TIJAROH)
        • Pembiayaan Murabahah
        • Pembiayaan Salam
        • Pembiayaan Istishna’
      • SEWA (IJARAH)
        • Ijarah
        • Ijarah Muntahia Bittamlik
      • JASA/FEE( AL UJROH)
        • Wakalah, Kafalah, Hiwalah, Rahn, Qard
    • PRODUK DAN PRINSIP KERJA BANK SYARIAH POOLING DANA Mark up based : - Jual beli - Sewa beli
      • Bagi Hasil :
      • Mudharabah
      • Musyarakah
      Margin Bagi Hasil PORSI NASABAH PORSI BANK Aktivitas treasury : - SWBI, Obligasi, dll
      • Jasa-Jasa:
      • Kiriman Uang
      • Inkaso
      • Garansi Bank
      100% pendapatan Bank Prinsip bagi hasil baik profit sharing ataupun revenue sharing merupakan bagian terbesar dari operasional bank syariah Pend. Lain
      • SUMBER DANA :
      • GIRO WADIAH
      • TABUNGAN MUDHARABAH
      • DEPOSITO MUDHARABAH
      • EQUITY
      Revenue Distribution