• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Makalah pai batasan aurat menurut al qur'an
 

Makalah pai batasan aurat menurut al qur'an

on

  • 700 views

Semoga dapat bermanfaat :)

Semoga dapat bermanfaat :)

Statistics

Views

Total Views
700
Views on SlideShare
700
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
25
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Makalah pai batasan aurat menurut al qur'an Makalah pai batasan aurat menurut al qur'an Document Transcript

    • MAKALAH BATASAN AURAT MENURUT AL-QUR’AN Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam Yang Dibimbing oleh Bapak Ahmad Muhasim, S.Ag., M.HI DISUSUN OLEH : Rahmatia Azzindani (A1C211123) Gita Paranata (A1C211047) Dedi Muslihadi (A1C011027) Andi Sri Wulandari (A1C011009) Baiq Ika Sufriawati (A1C011023) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MATARAM NOVEMBER 2011Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 1
    • KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmatdan karuniaNya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.Di mana tugas ini penulis sajikan dalam bentuk buku yang sederhana. Adapun judulpenulisan Makalah, yang penulis sajikan adalah sebagai berikut : BATASAN AURAT MENURUT AL-QUR’AN Tujuan penulisan makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat memenuhi tugas matakuliah Pendidikan Agama Islam program S1 Akuntansi. Sebagai bahan penulisan diambilberdasarkan beberapa sumber literatur yang mendukung penulisan ini. Penulis menyadaribahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka penulisan makalah ini tidakakan lancar. Oleh karena itu pada kesempatan ini, izinkanlah penulis menyampaikan ucapanterima kasih kepada bapak Ahmad Muhasim, S.Ag., M.HI yang telah memberi bimbinganberupa materi, orang tua, serta teman-teman yang telah memberi saran, sehingga penulisdapat menyelesaikannya. Serta semua pihak yang terlalu banyak untuk disebut satu persatu sehingga terwujudnyapenulisan ini. Akhir kata penulis mohon saran dan kritik yang membangun demikesempurnaan penulisan di masa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagipara pembaca terutama bagi pemakalah. Mataram, November 2011 PenulisMakalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 2
    • DAFTAR ISIKATA PENGANTAR………………………………........................................... iiDAFTAR ISI................................................................................................................. iiiBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 1 1.3 Tujuan Makalah..................................................................................... 2BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Aurat.................................................................................... 3 2.2 Manfaat Menutup Aurat....................................................................... 3BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pandangan Islam Terhadap Aurat Wanita.......................................... 4 3.2 Hukum Menutup Aurat Bagi Wanita................................................... 4 3.3 Dalil-Dalil yang Mendasari Perintah Untuk Menutup Aurat............ 4 3.4 Batasan Aurat Laki-laki dan Wanita Menurut Al-Qur’an................ 8 3.5 Batasan Aurat Laki-Laki dan Wanita Menurut Empat Madzhab... 10BAB IV PENUTUPAN 4.1 Kesimpulan............................................................................................. 15 4.2 Saran........................................................................................................ 15DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 19Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 3
    • BAB 1 PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Telah kita ketahui bahwa aurat wanita alaha dari ujung kepala hingga ujung kaki kecuali,wajah dan telapak tangan. Tetapi banyak wanita yang menyalah gunakan aturan itu. Banyakdiantara mereka yang enggan menutup seluruh bagian dari aurat mereka karena beberapaalasan. Kita tahu bahwa salah satu ciri yang dapat ditunjukkan wanita muslimah adalah menjagaaurat atau menutup aurat. Tetapi dijaman sekarang ini banyak wanita yang enggan memakaijilbab baik menutup kepala atau aurat. Mereka sudah terpengaruh oleh dunia model yangsemakin lama semakin mencemaskan bagi kaita semua. Oleh karena itu, kondisi yang demikian ini merupakan suatu kemunduran bagi akhlakwanita muslimah. Dalam masalah berjilbab atau menutup aurat ini para wanita banyak yangmencari-cari alasan agar bisa terlepas dari syariat atau mennemukan pembenaran bahwa tidakberjilbab itu boleh. Perlu kita sadari bahwa menggunakan jilbab dan hijab untuk menutupi aurat bagi wanitamuslimah adalah wajib dan merupakan perintah Allah SWT. Tapi, banyak diantara wanitayang enggan menggunakannya.1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada, maka kami dapat merumuskanbeberapa permasalahannya, diantaranya sebagai berikut:  Bagaimana pandangan Islam terhadap aurat wanita?  Bagaimana hukum menutup aurat bagi wanita?  Dalil-dalil apa saja yang mendasari perintah untuk menutup aurat?  Apa saja batasan aurat laki-laki dan wanita menurut Al-Qur’an?  Apa saja batasan aurat laki-laki dan wanita menurut empat Madzhab?Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 4
    • 1.3 Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah di atas, penulis mencoba merumuskan beberapa tujuan,yaitu sebagai berikut:  Untuk mengetahui pandangan Islam terhadap aurat wanita  Untuk mengetahui hukum menutup aurat bagi wanita  Untuk mengetahui dalil-dalil yang mendasari perintah untuk menutup aurat  Untuk mengetahui batasan aurat laki-laki dan wanita menurut Al-Qur’an  Untuk mengetahui batasan aurat laki-laki dan wanita menurut empat MadzhabMakalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 5
    • BAB II LANDASAN TEORI2.1 Pengertian Aurat Aurat secara bahasa bermakna “An-Naqsu” yang berarti kurang atau aib adapun secaraistilah sesuatu yang tidak diboleh dilihat atau dipertontonkan. Menutup aurat wajibhukumnya dan ini telah menjadi kesepakatan para ulama baik klasik maupun kontemporer. Hal ini berdasarkan hadist Nabi: “Aisyah meriwayatkan, bahwa saudaranya yaitu Asma’binti Abubakar pernah masuk di rumah Nabi dengan berpakaian jarang sehingga tampakkulitnya. Kemudian beliau berpaling dan mengatakan: “Hai Asma’! Sesungguhnya seorangperempuan apabila sudah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya, melainkanini dan sambil ia menunjuk muka dan dua tapak tangannya”. (HR. Abu Daud dalam FiqihIslam Wa Adillatuh). Adapun pengertian lain tentang aurat yaitu, Aurat diambil dari perkataan Arab Aurahyang bererti keaiban. Manakala dalam istilah feqah pula aurat diartikan sebagai bahagiantubuh badan seseorang yang wajib ditutup atau dilindungi dari pandangan. Aurat adalah kemaluan dan semua hal yang dapat menimbulkan rasa malu apabilaterlihat. Aurat merupakan perhiasan yang wajib ditutupi dari orang-orang yang tidak berhakuntuk melihatnya dan atau menikmatinya. Rasulullah SAW. pernah mengingatkan kepadakita bahwa, ‫اﻟﺷﯾْـطَﺎنُ ﻓﮭَﺎ اﺳْ َﺗﺷْـرَ َﺑ ْﯾﺗِـﮭَﺎ ﻣِنْ ﺧَ رَ ﺟَ تْ إِذَا وﺑﺄ ﱠَﻧﮭَﺎ ﻋ ْورَ ةٌ، ا ْﻟﻣَرْ أَة‬ ُ َ ِ َ َ ‫ﱠ‬“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir, dari Ibnu Mas’ud RA.)2.2 Manfaat Menutup Aurat Manfaat menutup aurat, diantaranya yaitu: • Agar dapat menjaga diri dari laki-laki yang bukan mahram • Memelihara wanita dan masyarakat dari kerusakan dan tindakan yang kejih • Untuk menutupi aurat wanita • Untuk memuliakan wanita • Untuk menjalankan perintah Allah SWT.Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 6
    • BAB III PEMBAHASAN3.1 Pandangan Islam Terhadap Aurat Wanita Banyak wanita muslimah yang dengan sengaja atau lupa sehingga dengan mudahmelepaskan pakaian islami. Atau ada sebagian dari mereka mengenakan jilbab jika keluarrumah, sedangkan jika didalam rumah ia berpakaian yang dapat memperlihatkan auratnya.Padahal dalam al-qur’an di jelaskan bahwa wanita wajib memakai jilbab dan menutup auratkepada lelaki yang bukan mahram baik didalam maupun diluar rumah. Sesungguhnya banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan perintah berjilbab bagiwanita muslimah. Banyak pula hadits nabi yang meninggung masalah itu. Semua itu demikepentinagn mereka sendiri, yakni agar selamat dan terpelihara dari gangguan dunia danselamat dari ancaman neraka kelak.3.2 Hukum Menutup Aurat Bagi Wanita Dalam Islam, meutup aurat bagi wanita muslimah adalah wajib. Dalam keadaan apapunmaka wanita harus menutup auratnya kepada laki-laki yang bukan mahram.3.3 Dalil-Dalil yang Mendasari Perintah Untuk Menutup Aurat1) Firman Allah SWT., - Surat An-Nuur, ayat 31:                                                                              Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 7
    • “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, danjanganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka,atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atauSaudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yangmereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadapwanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah merekamemukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlahkamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS.An-Nuur: 31)Keterangan:Ayat ini menegaskan empat hal, yaitu:a. Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah SWT.b. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.c. Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak. Para ulama mengatakan bahwa ayat ini juga menunjukkan akan haramnya menampakkananggota badan tempat perhiasan tersebut. Sebab jika perhiasannya saja dilarang untukditampakkan apalagi tempat perhiasan itu berada. Sekarang marilah kita perhatikanpenafsiran para sahabat dan ulama terhadap kata “…kecuali yang biasa nampak…” dalamayat tersebut. Menurut Ibnu Umar RA. yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan. Begitu pula menurut ‘Atho,’ Imam Auzai dan Ibnu Abbas RA. Hanya saja beliau (IbnuAbbas) menambahkan cincin dalam golongan ini. Ibnu Mas’ud RA. mengatakan maksud katatersebut adalah pakaian dan jilbab. Said bin Jubair RA. mengatakan maksudnya adalahpakaian dan wajah. Dari penafsiran para sahabat dan para ulama ini jelaslah bahwa yangboleh tampak dari tubuh seorang wanita adalah wajah dan kedua telapak tangan. Selebihnyahanyalah pakaian luarnya saja.d. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalambahasa kita disebut jilbab. Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasukaurat yang harus ditutup. Berarti tidak cukup hanya dengan menutupkan jilbab pada kepalaMakalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 8
    • saja dan ujungnya diikatkan ke belakang. Tapi ujung jilbab tersebut harus dibiarkan terjuntaimenutupi dada. - Surat An-Nuur, ayat 60:                         “Dan perempuan-perempuan tua yang Telah terhenti (dari haid dan mengandung) yangtiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian[1050] merekadengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baikbagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nuur 60)[1050] Maksudnya: Pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat. Ayat ini menunjukkan bahwa bagi para pemudihukumnya berkabalikan (tidak bolehbuka-bukaan). - Surat Al-Ahzab, ayat 33:                          “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[1215] dan janganlah kamu melakukan tabarruj[1216]sebagaimana tabarrujnya orang-orang Jahiliyah yang dahulu[1217] dan Dirikanlah shalat,tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendakmenghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait[1218] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Qs. Al-Ahzab: 33)[1215] Maksudnya: isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila adakeperluan yang dibenarkan oleh syara. perintah Ini juga meliputi segenap mukminat.[1216] Tabarruj adalah perilaku mengumbar aurat atau tidak menutup bagian tubuh yangwajib untuk ditutup. Fenomena mengumbar aurat ini adalah merupakan perilaku jahiliyyah.Bahkan diriwayatkan bahwa ritual haji pada zaman jahiliyyah mengharuskan seseorangthawaf mengelilingi ka’bah dalam keadaan bugil tanpa memandang apakah itu lelaki atauperempuan.Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 9
    • [1217] yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelumnabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan,yang terjadi sesudah datangnya Islam.[1218] Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.Keterangan: Konteks ayat di atas adalah ditujukan untuk istri-istri Rasulullah SAW. Namunkeumuman ayat ini mencakup seluruh wanita muslimah. Kaidah ilmu ushul fiqh mengatakan:“Yang dijadikan pedoman adalah keumuman lafadz sebuah dalil dan bukan kekhususansebab munculnya dalil tersebut (al ibratu bi umumil lafdzi la bikhususis sabab). - Surat Al-Ahzab, ayat 55:                                “Tidak ada dosa atas isteri-isteri nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapakmereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudaralaki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan yang beriman danhamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai isteri-isteri Nabi) kepadaAllah. Sesungguhnya Allah Maha menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 55) Ibnu Katsir berkata: “ketika Allah memerintahkan kewajiban berhijab bagi perempuan didepan laki-laki bukan muhrim, maka kamudian Allah menjelaskan bahwa berhijab di depatkerabat terdekat itu tidak wajib.” - Surat Al-Ahzab, ayat 59:                       “Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteriorang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka".yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)[1232] Jilbab ialah sejenis pakaian kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, mukadan dada.Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 10
    • Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiapmukminah dan merupakan tanda keimanan mereka, serta menjauhkan mereka dari perbuatanyang keji.. - Surat Al-A’raaf, ayat 22:                             “Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkalakeduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, danmulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan merekamenyeru mereka: "Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu" danAku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamuberdua?"” (QS. Al-A’raaf: 22) - Surat Thaahaa, ayat 121:                 “Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya danmulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepadaTuhan dan sesatlah ia[949].” (QS. Thaahaa: 121)[949] yang dimaksud dengan durhaka di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, dengan tidaksengaja dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. kesalahan Adam AS..meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, Karenatingginya martabat Adam AS. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agarmenjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang bagaimanapun kecilnya.2. Hadis Rasulullah SAW., bahwasanya beliau bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yangtangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain danwanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanyabergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula menciumMakalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 11
    • baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dansekian.” (HR. Muslim)Keterangan: Hadis ini menjelaskan tentang ancaman bagi wanita-wanita yang membuka danmemamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. Ini menunjukkan bahwa pamer aurat dan“buka-bukaan” adalah dosa besar. Sebab perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT.atau Rasul-Nya dan yang diancam dengan sangsi duniawi (qishas, rajam, potong tangan dll)atau azab neraka adalah dosa besar.3. Hadis riwayat Aisyah RA., bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpaiRasulullah SAW. dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah SAW. berpaling darinya danberkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akilbaligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dantelapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi)Keterangan: :Hadis ini menunjukkan dua hal, yaitu:a. Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.b. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat.Dari kedua dalil di atas jelaslah batasan aurat bagi wanita, yaitu seluruh tubuh kecuali wajahdan dua telapak tangan. Dari dalil tersebut pula kita memahami bahwa menutup aurat adalahwajib. Berarti jika dilaksanakan akan menghasilkan pahala dan jika tidak dilakukan makaakan menuai dosa. Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat solat sajanamun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada laki-laki lain bisa melihatnya.3.4 Batasan Aurat Laki-laki dan Wanita Menurut Al-Qur’an Islam telah menggariskan batasan aurat pada lelaki dan wanita.Aurat asas pada lelakiadalah menutup antara pusat dan lutut. Manakala aurat wanita pula adalah menutup seluruhbadan kecuali muka dan telapak tangan. Aurat lelaki pada bila-bila masa dan apabila bersama-sama sesiapa pun adalah sama iaituantara pusat dan lutut. Tetapi bagi wanita terdapat perbedaan dalam beberapa keadaan antaralain, yaitu:Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 12
    • 1. Aurat Ketika Shalat Aurat wanita ketika sembahyang adalah menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan. 2. Aurat Ketika Sendirian Aurat wanita ketika mereka bersendirian adalah bahagian anggota pusat dan lutut. Ini bererti bahagian tubuh yang tidak boleh dilihat antara pusat dan lutut. 3. Aurat Ketika Bersama Mahram Pada asasnya aurat seseorang wanita dengan mahramnya adalah antara pusat dan lutut. Walau pun begitu wanita dituntut agar menutup mana-mana bahagian tubuh badan yang boleh menaikkan syahwat lelaki walaupun mahram sendiri. Perkara ini dilakukan bagi menjaga adab dan tatsusila wanita terutana dalam menjaga kehormatan agar perkara-perkara sumbang yang tidak diingini tidak akan berlaku. Oleh itu, pakaian yang labuh dan menutup tubuh badan dapat menutup syahwat lelaki. Pakaian yang digalakkan walaupun semasa bersama mahram adalah pakaian yang lengkap dan labuh. 4. Aurat Ketika Di Hadapan Lelaki Bukan Mahram Kewajipan menutup aurat dihadapan lelaki bukan mahram adalah amat penting dan perlu dilaksanakan oleh setiap wanita, bagi mengelak berlaku perkara yang tidak diingini seperti rogol dan sebagainya. Perkara ini terjadi disebabkan memuncaknya nafsu para lelaki akibat dari penglihatan terhadap wanita yang memakai pakaian yang tidak senonoh dan mendedahkan sebahagian tubuh badan mereka. Wanita yang bersuami pula, dengan terlaksanakan kewajipan ini, akan dapat membantu suami, yang mana dosa seorang isteri yang membuka aurat akan ditanggung oleh suami. Oleh itu, wanita-wanita perlulah memahami batas-batas aurat ketika berhadapan dengan orang-orang yang tertentu dalam keadaan yang berbeda-beda. 5. Aurat Ketika Dihadapan Wanita Kafir Aurat wanita apabila berhadapan atau bergaul dengan wanita bukan islam adalah tutup keseluruhan tubuh badan kecuali muka dan tapak tangan. Rasulullah SAW. bersabda dalam sebuah hadis yang bermaksud: Abdullah bin Abbas ada menyatakan, Rasulullah SAW. pernah bersabda yang maksudnya : " Tidak halal kaum wanita islam itu dilihat oleh kaum Yahudi dan Nasrani".Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 13
    • 6. Aurat Ketika Bersama Suami Apabila seorang isteri bersama-sama dengan suaminya di tempat yang terlindung dari pandangan orang lain, maka islam telah memberi kelonggaran dengan tiada membataskan aurat pada suaminya. Ini bererti suami dan isteri tiada sebarang batasan aurat terhadap mereka berdua. Isteri boleh mendedahkan seluruh anggota badannya bila berhadapan dengan suaminya. Muawiyah bin Haidah mengatakan : "Aku pernah bertanya : Ya rasulullah, bagaimanakah aurat kami, apakah boleh dilihat oleh orang lain?". Baginda menjawab: "Jagalah auratmu kecuali terhadap isterimu atau hamba abdi milikmu". Aku bertanya lagi :" Ya rasulullah , bagaimanakah kalau ramai orang mandi bercampur-baur di satu tempat? " Baginda menjawab : "Berusahalah seboleh mungkin agar engkau tidak melihat auratmu". Aku masih bertanya lagi: " Ya rasulullah, bagaimanakah kalau orang mandi sendirian?" Baginda menjawab : " Seharuslah ia lebih malu kepada allah daripada malu kepada orang lain". (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud)3.5 Batasan Aurat Laki-Laki dan Wanita Menurut Empat Madzhab a. Madzhab Hanafi Batasan aurat Menurut Mazhab Hanafi, aurat laki-laki mulai dari bawah pusar sampai bawah lutut, hal ini berdasarkan ma’sur (perkataan sahabat): “Aurat laki-laki apa yang ada diantara pusar dan lututnya atau apa yang ada dibawah pusar sampai lutut. Sedangkan aurat perempuan seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan”. Firman Allah: “Janganlah orang-orang perempuan menampakkan perhiasannya, melainkan apa yang biasa tampak dari padanya” (QS. An Nur :31). Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Umar maksud perhiasan yang biasa nampak dalam ayat ini adalah wajah dan telapak tangan. Dalam kitab Almansukh karangan As-Syarkasyi dikatakan “dan kepala wanita itu aurat” dan disebutkan pula disana “wanita yang berikhram tidak boleh menutup wajahnya” oleh karenanya wanita hanya memakai pakaian berjahit yang menutup kepala namun tidak menutup wajahnya. Dan disebutkan pula dalam Kitab Fathul Qadir karangan Kamal bin Humam dikatakan bahwa perbedaan antara laki-laki pada kepalanya sehingga harus membukanya. Dan ihram wanita padaMakalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 14
    • wajahnya hingga ia harus membukanya. Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa imam madzhab hanafi berpendapat bahwasannya aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan b. Madzhab Maliki Mazhab Maliki, membagi aurat lelaki dan wanita ketika shalat dan diluar shalat kepada dua bagian. Pertama, aurat berat (mughallazah) dan aurat ringan (mukhaffafah). Aurat berat pada lelaki adalah kemaluan dan dubur, sedangkan aurat ringan selain dari kemaluan dan dubur adalah Fahd (paha) menurut mazhab ini bukanlah aurat, mereka berdalil dengan hadist nabi yang diriwayatkan oleh Aisyah RA.: “Pada perang Khaibar tersingkaplah pakaian Nabi dan nampaklah pahanya”. (HR. Bukhori dan Ahmad). Namun pendapat ini di rodd oleh para ulama lain karena banyak dalil lain yang lebih kuat dan tsiqoh. Aurat berat wanita seluruh badan kecuali ujung-ujung badan dan dada. Yang dimaksud ujung badan adalah anggota ujung badan seperti tangan, kepala dan kaki. Semua ujung badan itu tidak dianggap aurat berat ketika sembayang. Mazhab Maliki membataskan apa yang dianggap aurat ringan pada wanita termasuk dada, lengan, leher, kepala dan kaki. Sedangkan muka dan dua tapak tangan tidak dianggap aurat langsung pada mazhab ini, pendapat mazhab ini banyak diikuti negara-negara Arab di Afrika Utara dan negara-negara Afrika. Termuat dalam Almuwattha, suatu ketika Imam Malik ditanya, “bolehkah wanita makan bersama pria yang bukan mahromnya atau pembantu laki-laki?”, lalu imam Malik menjawab, “tidak apa-apa kalau hal itu dilakukan dengan cara yang dikenal wanita untuk makan bersama laki-laki.” Beliau berkata dan kadang wanita makan bersama suaminya dan orang lain teman suaminya Menurut Abul Qasim: “perkataan ini membolehkan wanita menampakkan wajah dan kedua telapak tangannya kepada lelaki asing, sebab tidak tergambarkan keadaan makankecuali dengan menampakkan wajah dan tangan.” Disebutkan dalam kitab Almudhawanatul Kubro Imam Malik berkata: “jika wanita melakukan shalat sedangkan rambutnya tampak atau dadanya tampak, atau punggung kakinya tampak maka hendaklah ia mengulang selama masih dalam waktunya”. Pernyataan imam malik yang tidak menyebutkan wajah termasuk anggota tubuhmenunjukkan bolehnya menampakkan wajah. c. Madzhab Syafii Menurut Mazhab Syafi’i, aurat pada laki-laki terletak di antara pusat dan lutut, baik dalam shalat, thawaf, antara sesama jenis atau kepada wanita yang bukan mahramnya,Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 15
    • hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abi Said Al Khudri; “Aurat seorang mukmin adalah antara pusar dan lututnya". (HR Baihaqi). Dalam hadist lain dikatakan; "Tutuplah pahamu karena paha termasuk aurat”. (HR Imam Malik). Batas aurat wanita termasuk seluruh badan kecuali muka dan dua tapak tangan di bagian atas dan bagian bawahnya. Dalil mazhab ini adalah firman Allah: “Janganlah orang-orang perempuan menampakkan perhiasannya, melainkan apa yang biasa tampak dari padanya” (QS: An Nur :31). Hadist Nabi mengatakan: "Rasulullah melarang wanita yang sedang ihrom memakai qofas (sarung tangan) dan niqob (tutup muka)". (HR Bukhari). Disebutkan dalam kitab Al-Umm, “dan tidak boleh pria dan wanita melakukan shalat kecuali dengan menutup aurat. Aurat laki-laki ialah apa yang ada dalam pusar hinggalutut dan wanita harus menutup seluruh tubuhnya ketika shalat selain kedua telapak tangan dan wajahnya. Disebutkan pula dalam kitab Al-Muhadzadzab karangan Asy-Syairozi “adapun wanita merdeka maka seluruh tubuhnya adalah aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan,mengingat firman Allah yang menyatakan:                “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An-Nuur: 31) Ibnu Abbas berkata maksud daripada kata disamping, yang dimaksud dengan “yang nampak darinya” adalah wajah dan kedua telapak tangan. Karena itu nabi melarang wanita yang berihram memakai cadar dan kaus tangan. Dan keran kebutuhan, mendorong untuk menampakkan wajah dalam jual beli, dan telapak tangan untuk mengambil danmemberi, maka yang demikian itu tidak dijadikan aurat. Dan pada tempat lain disebutkan, “jika seorang hendak menikahi seorang wanita, maka bolehlah ia melihat wajah dan telapak tangannya. Dan tidak boleh melihat selain keduanya, karena kedua hal itu aurat.Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 16
    • d. Madzhab Hanbali Menurut Mazhab Hambali, aurat pada laki-laki terletak di antara pusat dan lutut dalil mazhab ini sama dengan yang digunakan oleh mazhab hanafi dan mazhab syafii. Adapun aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, hal ini berdasarkan firman Allah dan hadist-hadist diatas. Disebutkan dalam Almukhtasor karangan Al-Khiraqi mengatakan: “maka jika adasesuatu selain wajah yang terbuka dari wanita maka ia harus mengulang shalatnya.” Disebutkan pula dalam kitab AlHidayah karangan AlKhaludzani “aurat wanita merdeka adalah seluruh badannya kecuali wajahnya, sedangkan mengenai kedua telapak tangan ada dua riwayat. Dalam kitab Alifshah An ma’anis hadish shahih karangan Ibnu Hubirah “dan Ahmad berkata dalam salah satu dari dua riwayatnya, “semuanya adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangannya”. Dalam riwayat lain disebutkan “semuanya adalah aurat kecuali wajahnya saja”. Dan itulah yang masyhur dan pendapat inilah yang dipilih oleh Al-Khiraqi. Dan tidak ada perselisihan diantara para ahli ilmu fiqih tentang bolehnya melihat wajah, yang demikian karena wajah bukan aurat dan merupakan pusat keindahan dan termpat pandangan, ibnu Qudamah mengemukakan hadits “sesungguhnya wanita itu jika sudah dewasa, tidak boleh dilihat darinya kecual ini dan ini(nabi Muhammad SAW berisyarat ke wajah dan kedua telapak tangan)”. Kemudian Imam Ahmad bin Hambali akhirnya berhujjah kepada ini.Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 17
    • BAB IV PENUTUP4.1 Kesimpulan Setelah memperhatikan hasil pembahasan tersebut di atas, maka dapat disimpulkanbahwa menutup aurat baik bagi laki-laki maupun wanita hukaumnya wajib. Baik dalamkeadaan yang mendesak sekalipun. Karena dengan menutup aurat kita dapat terhindarkan darikemaksiatan dunia dan neraka di akhirat kelak. Selain itu, dengan menutup aurat kita dapat menjaga kehormatan diri kita sebagai umatIslam.4.2 Saran Sebagai umat Islam, khususnya wanita muslimah, kita harus selalu menutupi aurat kitadengan mengenakan pakaian yang sopan dan layak untuk dipakai. Meskipun dalam keadaanapapun kita harus tetap menutup aurat kita dan tidak memperlihatkan aurat kita kepada lelakiyang bukan mahram. Oleh karena itu, untuk penulis khususnya dan pembaca pada umumnya selalu menutupaurat dimanapun dan kapanpun kita berada. Karena itu dapat menjaga kehormatan kita.Makalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 18
    • DAFTAR PUSTAKA  Internet :  http://fashihah-11.blogspot.com/2011/02/makalah-islami.html  http://assunah.wordpress.com/2008/09/05/menutup-aurat-yuk/  http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/batasan-aurat-laki-laki-dan- perempuan.html  http://www.acehforum.or.id/showthread.php/104-Batas-batas-aurat-dalam- Islamhttp://muslimah.or.id/fikih/aurat-wanita-di-depan-mahramnya-bagian-2.html  Al-Qur’an Terjemahan  Yayasan Pondok Pesantren Abu Hurairah MataramMakalah Agama Islam “Batasan Aurat menurut Al-Qur’an” 19