Menjadi pribadi yang berpengaruh

2,784 views
2,603 views

Published on

Menjadi Pribadi Yang berpengaruh

Di sampaikan di Sekolah GAMAIS ITB 2008

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,784
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
16
Actions
Shares
0
Downloads
381
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Menjadi pribadi yang berpengaruh

  1. 1. MENJADI PRIBADI YANG BERPENGARUH SEKOLAH GAMAIS ITB-2008
  2. 2. Perkenalan <ul><li>Ridwansyah Yusuf Achmad </li></ul><ul><li>Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung </li></ul><ul><li>Kepala GAMAIS ITB 2007-2008 </li></ul><ul><li>Calon Presiden KM ITB 2009-2010 </li></ul><ul><li>[email_address] </li></ul><ul><li>http://ridwansyahyusufachmad.wordpress.com </li></ul><ul><li>0812 8420 120 </li></ul><ul><li>Hobi : wisata kuliner, jalan-jalan, foto-foto </li></ul><ul><li>Buku : berpikir dan berjiwa besar </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Karena mereka mempunyai keunggulan yang khas… </li></ul>Tahukah kamu mengapa mereka berpengaruh ?
  4. 4. Mahmoud Ahamadinejad
  5. 5. Barrack Obama
  6. 6. Newton
  7. 7. Sir Alex Ferguson
  8. 8. Alexander Agung
  9. 9. Mahatma Gandhi
  10. 10. Bill gates
  11. 11. Hasan Al Banna
  12. 12. <ul><li>Mental korban : sebagai lawan dari mental pemenang yang tentu saja mencerminkan keunggulan kepribadian </li></ul>Victim Mental
  13. 14. Mental Selalu Menyalahkan <ul><li>Jika banyak orang gagal (tidak menjadi pribadi unggul) karena penyakit yang mematikan otak. Penyakit ini adalah selalu mencari “kambing hitam” dalam setiap permasalahan yang mendera kehidupan kita. Agaknya kita harus mengakui kalau sebagian besar dari kita tak bisa lepas dari mental seperti ini. Banyak pejabat yang selalu ramai melempar opini ke publik untuk meyakinkan kita akan berbagai alasan yang intinya hanyalah “kambing hitam” dari ketidakmampuan pejabat tersebut mengatasi masalah. </li></ul><ul><li>David J. Schwartz “The Magic of Thinking Big” </li></ul>
  14. 15. Mental Selalu Minta Dimengerti dan Dimaklumi <ul><li>Apabila sudah tidak ada “kambing hitam” yang dapat dipersalahkan lagi, ada mental negatif selanjutnya yaitu selalu minta dimengerti dan dimaklumi. Kebiasaan ini tentu saja akan menumbuhkan benih-benih mudah pasrah, hingga ke mudah putus asa yang akan menjadi mental block bagi keberhasilan seseorang. </li></ul>
  15. 16. Mental Selalu Menyangkal <ul><li>Mental yang satu ini adalah mental yang menjengkelkan. Saya bisa memastikan kalau pribadi yang memiliki mental seperti ini tidak akan bisa menjadi pemimpin sejati di komunitasnya, kalaupun menjadi karyawan tentu saja akan menjadi karyawan yang akan menggerogoti produktivitas perusahaan. Mental menyangkal inilah yang terkadang membuat kita tidak mengetahui potensi diri kita secara optimal. Tak jarang, sangkalan menjadi bumerang bagi individu yang gemar mempraktikkannya. </li></ul>
  16. 17. <ul><li>Steven Covey </li></ul>Empat peran manusia unggul
  17. 19. Peran menjadi panutan (modelling) <ul><li>Keteladanan atau uswah- hasanah (modelling). Peran ini sangat meniscayakan arti pentingnya setiap orang untuk terlebih dahulu bisa menemukan dulu suara atau panggilan jiwanya, dan kemudian memilih sikap untuk berinisiatif. </li></ul><ul><li>Covey menyebut peran pertama dan utama ini sebagai &quot;kemudi kecil&quot; (trim-tab) yang mampu menggerakan kemudi besar. Peran ini menjadi sangat penting dalam rangka membangun kepercayaan rakyat yang dipimpinnya. </li></ul>
  18. 20. Peran untuk menjadi perintis jalan (pathfinding) <ul><li>Dengan cara mengarahkan hidup dengan visi. Perwujudan peran ini mesti dimulai dengan diri sendiri, dan baru kemudian mengilhami orang lain untuk melakukan hal yang sama. Itu sebabnya, peran perintisan ini akan mampu menciptakan visi dan nilai-nilai bersama sebagai arah yang akan menunjukaan jalan ke mana para pemimpin dan pengikutnya bergerak, </li></ul>
  19. 21. Peran penyelaras (aligning) <ul><li>Intinya, bagaimana dengan nilai disiplin yang tinggi seseorang atau pemimpin bisa membangun sekaligus memelihara sebuah sistem, proses atau mekanisme agar tetap mengarah kepada tujuan organisasi yang telah ditentukan. </li></ul>
  20. 22. Peran pemberdayaan (empowering) <ul><li>Intinya, bagaimana membantu orang lain agar bisa menggali dan mengembangkan potensi dirinya. </li></ul><ul><li>Kepemimpinan adalah seni untuk memberdayakan. </li></ul>
  21. 23. <ul><li>7 habits of great people </li></ul>Pribadi Unggul
  22. 24. Ciri Pribadi Unggul
  23. 25. <ul><li>melampaui batas dengan cara menunjukkan potensi kehebatan yang dimilikinya – greatness ( the eight habits ) </li></ul><ul><li>Temuilah suaramu, lalu ilhamilah orang lain untuk menemukan suaranya. </li></ul><ul><li>Itulah suara jiwa. </li></ul>

×