• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
285
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
8
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. ISLAMIC FINANCIAL MANAGEMENT BAB 7 PERSIAPAN ANALISIS PEMBIAYAAN Prof.Dr.H. Veitzhal Rivai, M.B.A. Andria Permata Veitzhal. B.Acct., M.B.A.
  • 2. A. Persyaratan Analisis  Kegiatan ini meliputi aktivitas termasuk pengumpulan informasi dan data yang diperlukan untuk bahan analisis.
  • 3. Faktor Penentu Kualitas Hasil Analisis Pembiayaan 1) Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) Analisis pembiayaan dilaksanakan oleh seorang Account Officer (AO) yang harus mempunyai keterampilan yang bersifat teknis maupun pengetahuan yang bersifat teoretis, di samping mempunyai mental yang kuat. 2)Faktor Data Analisis Informasi dan data yang diperlukan harus lengkap, dapat dipercaya, dan akurat. Hal tersebut dilakukan, yaitu: a. Melakukan penelitian secara fisik (on the spot). b. Untuk laporan keuangan (neraca dan daftar rugi/laba) bisa dengan cara meminta bantuan kantor akuntan. 3) Tehnik analisis Tehnik analisis meliputi dua macam, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.
  • 4. Account Officer harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. Sudah biasa dengan formulir analisis dan cara menganalisis. Mengetahui spread sheet program untuk analisis pembiayaan. Memiliki pengetahuan tentang pengertian yang tepat mengenai prinsip-prinsip pembiayaan. Mengetahui praktik/kebiasaan dalam perdagangan/perusahaan. Mempunyai wawasan luas dalam bidang keuangan/permodalan, manajemen, akuntansi, dan ekonomi. Memiliki mental yang kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh.
  • 5. Account Officer harus mengetahui:      Ketentuan dan larangan yang berlaku atas pembiayaan yang dimohon. Besar pembiayaan yang diminta dan untuk apa pembiayaan tersebut dipergunakan. Bagaimana rencana pembiayaan dan pelunasan oleh nasabah, serta dari mana sumber dana pelunasan pembiayaan atau Cash Flow usaha nasabah. Informasi dan data utama yang diperlukan sehubungan dengan pembiayaan yang diminta. Informasi dan data tambahan apa yang perlu dilengkapi.
  • 6. B. Informasi dan Data yang Diperlukan  Ini mencakup semua keterangan dan data yang diperlukan untuk bahan analisis sehubungan dengan permohonan pembiayaan yang diajukan oleh pemohon.
  • 7. Informasi dan Data yang Harus dipenuhi untuk Setiap Permohonan Pembiayaan. 1. 2. 3. Informasi dan Data Umum Tentang Nasabah Informasi dan Data Khusus untuk Pembiayaan Modal Kerja Informasi dan Data Khusus untuk Pembiayaan Investasi
  • 8. 1. Informasi dan Data Umum Tentang Nasabah          Surat permohonan pembiayaan dari nasabah. Akta pendirian dan perubahan-perubahannya serta pengesahan dari instansi berwenang Izin untuk mengajukan permohonan pembiayaan Surat kewarganegaraan. Izin usaha dan tanda daftar perusahaan (TDP) dari Departemen Perdagangan. Izin Undang-Undang Gangguan sesuai ketentuan Pemda setempat (HO/Hinder Ordo-nantie); bila diperlukan, untuk proyek-proyek tertentu, adanya AMDAL. Neraca dan daftar rugi/laba dua tahun terakhir (jika mungkin 3 tahun terakhir) dan neraca tahun yang sedang berjalan. Akan tetapi, apabila pemohon pembiayaan adalah atas nama pribadi yang tidak wajib melampirkan laporan keuangan pada SPT tahunan PPh, maka yang bersangkutan hanya diwajibkan menyampaikan foto copy SPT Tahunan PPh. Realisasi usaha minimal 12 (dua belas) bulan atau minimal 6 (enam) bulan terakhir (produksi dan penjualan dalam kuantum dan nilai).
  • 9.         Rencana penggunaan pembiayaan Proyeksi L/R minimal selama jangka waktu pembiayaan yang diminta (penjelasan lebih lanjut mengenai rencana biaya dan pendapatan sesuai jenis pembiayaan) lihat halaman berikutnya. Cash budget (Cash Flow Projection) untuk periode selama jangka waktu pembiayaan yang diminta disertai rencana penarikan dan pelunasan pembiayaan. Curriculum vitae dari para pengurus meliputi antara lain umur, pendidikan, pengalaman serta pasfoto para pengurus dan komisaris. Rekomendasi dan atau referensi dari pihak ketiga. Copy surat tanda pembayaran pajak perseroan tahun terakhir (surat fiskal), PBB, dan NPWP yang telah dilegalisasi. Daftar jaminan yang menunjukkan jenis barang, jumlah/ukuran, lokasi, nilai (utama, tambahan, sumber penilaian), status kepemilikan dan copy bukti kepemilikan. Jika barang jaminan bukan milik pemohon, maka harus disertakan surat kuasa notariil yang tidak dapat dicabut kembali dari pemilik untuk menjaminkan barang tersebut. Keterangan mengenai hubungan dan atau jabatan setiap anggota pengurus dengan perusahaan lain (jika ada).
  • 10. 2. Informasi dan Data Khusus untuk Pembiayaan Modal Kerja a. b. c. d. e. Pembiayaan Ekspor Pembiayaan Perdagangan Lokal (Dalam Negeri) Pembiayaan Industri Pembiayaan Modal Kerja Hotel, Kontrakan, dan Sebagainya
  • 11. 3. Informasi dan Data Khusus untuk Pembiayaan Investasi a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Pembiayaan Investasi Sektor Industri Pembiayaan Investasi Sektor Perkebunan PerhutananPembiayaan Modal Kerja Pembiayaan Investasi Sektor Peternakan Pembiayaan Investasi Sektor Perikanan Pembiayaan Investasi Jasa Angkutan Darat Pembiayaan Investasi Jasa Angkutan Laut-Udara-Sungai dan Penyeberangan Pembiayaan Investasi Hotel, Apartemen, Real Estate, dan Ruko Personal Loan Pembiayaan Pemilikan Rumah (KPR) Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB)
  • 12. C. Sumber dan Cara Memeroleh Informasi 1. 2. 3. Sumber Informasi Cara Memeroleh Informasi Aspek Teknis
  • 13. D. Feasibility Study 1. Pengertian Feasibility study adalah hasil studi yang menggambarkan keadaan dan prospek suatu proyek, baik dari segi teknis maupun ekonomis.
  • 14. 2. Kegunaan feasibility study Feasibility study sebagai salah satu alat yang dapat membantu bank dalam pelaksanaan pemberian pembiayaannya, antara lain: a. Dapat digunakan untuk bahan pengawasan, mengingat bahwa keperluan feasibility study tidak saja pada saat pengajuan pembiayaan, tetapi juga pada waktu pembiayaan sedang berjalan. b. Dapat memudahkan dan memperlancar proses analisis pembiayaan, karena data yang diperlukan bank cukup terpenuhi dan dapat dipertanggungjawabkan (reliable).
  • 15. 3. Pembiayaan yang memerlukan feasibility study Keperluan akan feasibility study diatur sebagai berikut: a. Untuk setiap permohonan pembiayaan investasi dalam jumlah tertentu, di samping nasabah harus menyampaikan project proposal, juga harus menyampaikan feasibility study yang disusun/dibuat oleh konsultan. b. Feasibility study tidak saja diminta pada saat pengajuan pembiayaan baru, tetapi juga untuk pembiayaan-pembiayaan yang sedang berjalan sepanjang bank menilai bahwa suatu proyek yang telah mendapat pembiayaan perlu feasibility study. Biaya penyusunan/pembuatan feasibility study ditanggung oleh nasabah. 
  • 16. 4. Aspek-aspek yang Perlu Diperhatikan dalam feasibility study a. b. c. d. Aspek Aspek Aspek Aspek Yuridis Organisasi/Manajemen Ekonomi Makro Teknis
  • 17. E. Laporan Akuntan  Laporan akuntan adalah suatu laporan hasil audit atas laporan keuangan perusahaan.
  • 18. 1. Kegunaan laporan akuntan Memenuhi keperluan:  Memberikan informasi keuangan secara kuantitatif mengenai suatu perusahaan, untuk keperluan pemakai dalam mengambil keputusan.  Menyajikan informasi yang dapat dipercaya tentang posisi keuangan dan perubahan kekayaan bersih perusahaan.  Menyajikan informasi keuangan yang dapat membantu para pemakai dalam menaksir kemampuan perolehan laba perusahaan.  Menyajikan informasi lainnya yang dapat diperlukan mengenai perubahan dalam harta dan kewajiban serta mengungkapkan informasi lain yang sesuai dengan keperluan para pemakai.
  • 19. 2. Laporan akuntan berguna untuk melihat:         Kemampuan self financing. Penggunaan pembiayaan. Ada tidaknya pinjaman dari pihak ketiga di luar pembiayaan bank. Seluruh harta kekayaan nasabah. Hutang piutang nasabah kepada pihak ketiga. Keadaan likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas. Perkembangan usaha. Kebenaran mengenai aset perusahaan dalam hubungannya dengan barang agunan.
  • 20. 3. Pembiayaan yang Memerlukan Laporan Akuntan   Permohonan pembiayaan eksploitasi di atas jumlah tertentu harus dilengkapi dengan neraca dan rugi/laba yang diaudit oleh akuntan publik. Selama jangka waktu pembiayaan, harus ada laporan akuntan tahunan, dan jika mungkin laporan tengah tahunan. Permohonan pembiayaan investasi baru di atas jumlah tertentu harus dilengkapi dengan neraca dan rugi/laba yang diaudit oleh akuntan publik. Di samping itu, selama jangka waktu pembiayaan, harus ada pula laporan akuntan tahunan, dan jika mungkin laporan tengah tahunan.
  • 21.  Laporan Akuntan dimaksud tidak berlaku bagi proyek-proyek pemerintah yang belum berstatus Badan Hukum, dan untuk itu dapat diminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Laporan akuntan harus disusun oleh salah satu kantor akuntan publik yang memiliki izin usaha dan bonafiditasnya cukup terjamin, serta termuat dalam buku daftar kantor akuntan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
  • 22. penggunaan akuntan didasarkan kepada petunjuk bank dan pelaksanaannya sbb: Penunjukan akuntan yang akan mengadakan pemeriksaan dilakukan oleh bank (bisa atas usul pemohon).  Penandatangan perjanjian sebagai suatu Terms of Reference oleh bank, pemohon, dan akuntan. 
  • 23. 4. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam laporan akuntan a. b. c. d. e. Bentuk laporan akuntan Pernyataan dan pendapat akuntan Nama dan kedudukan penyusun laporan Jenis pemeriksaan Biaya akuntan (Accountant Fee); dibebankan kepada nasabah
  • 24. F. Prinsip Kehati-hatian   Prinsip kehati-hatian bagi bank (prudential regulations) bertujuan untuk meningkatkan kesehatan bank. Ketentuan ini meliputi Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Open Position (NOP), Loan to Deposit Ratio (LDR), Batas Maksimum Pemberian Pembiayaan (BMPK), dan lain-lain sebagai kebutuhan. Setiap pemberian pembiayaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan berpengaruh terhadap ketentuan dimaksud. Oleh karena itu, sebelum pemberian pembiayaan disetujui, perlu dilakukan evaluasi terhadap ketentuan tersebut.
  • 25. Uraian mengenai ketentuan tersebut di atas adalah sebagai berikut 1. 2. 3. 4. Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Capital Adequacy Ratio (CAR) Net Open Position (NOP)/Posisi Devisa Neto (PDN) Financial Deposit Ratio (FDR)