Tugas geografi 4
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Tugas geografi 4

  • 1,053 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,053
On Slideshare
1,053
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
13
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. KATA PENGANTARDengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena berkat taufiqdan hidayah-Nya lah penulisan makalah ini dapat diselesaikan.Saya selaku penyusun sadar bahwa penulisan makalah ini masih jauh darikesempurnaan, oleh sebab itu, sayaa selalu mengharapkan kritik dan saran dariAnda demi perbaikan selanjutnya.Terlepas dari semua kekurangan penulisan makalah ini, baik dalam susunandan penulisannya yang salah, penulis memohon maaf dan berharap semogapenulisan makalah ini bermanfaat khususnya kepada saya selaku penulis danumumnya kepada pembaca.Akhirnya, semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nyakepada siapa saja yang mencintai pendidikan. Amin Ya Robbal Alamin.Medan , 2013penulisi
  • 2. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................ iDAFTAR ISI ......................................................................................................... iiBAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1A. Latar Belakang .................................................................................................... 1B. Rumusan Masalah ............................................................................................... 1BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 2A. Pengertian Tanah Longsor .................................................................................. 2B. Jenis – jenis Tanah Longsor ................................................................................ 2C. Gejala Umum Tanah Longsor .............................................................................. 4D. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Tanah Longsor ............................................. 4E. Wilayah Rawan Tanah Longsor ........................................................................... 8F. Tahapan Mitigasi Bencana Tanah Longsor ......................................................... 8G. Tindakan Yang Bisa Dilakukan Selama dan Sesudah Tanah Longsor ................ 9BAB III PENUTUP ............................................................................................ 11A. Kesimpulan ......................................................................................................... 11B. Saran ......................................................................................................... 11Lampiran gambar ............................................................................................................... 12DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ iii
  • 3. iiBAB IPENDAHULUAN2) Latar BelakangIndonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempengEurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia yang bergerak saling menumbuk.Akibat tumbukan antara lempeng itu maka terbentuk daerah penunjamanmemanjang di sebelah Barat Pulau Sumatera, sebelah Selatan Pulau Jawa hinggake Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara, sebelah Utara Kepulauan Maluku, dansebelah Utara Papua. Konsekuensi lain dari tumbukan itu maka terbentuk palungsamudera, lipatan, punggungan dan patahan di busur kepulauan, sebaran gunungapi, dan sebaran sumber gempa bumi. Gunung api yang ada di Indonesia berjumlah129. Angka itu merupakan 13% dari jumlah gunung api aktif dunia. Dengan demikianIndonesia rawan terhadap bencana letusan gunung api dan gempa bumi. Dibeberapa pantai, dengan bentuk pantai sedang hingga curam, jika terjadi gempabumi dengan sumber berada di dasar laut atau samudera dapat menimbulkangelombang Tsunami.Jenis tanah pelapukan yang sering dijumpai di Indonesia adalah hasil letusangunung api. Tanah ini memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikitpasir dan bersifat subur. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap airpada perbukitan/punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensimengakibatkan tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitastinggi. Jika perbukitan tersebut tidak ada tanaman keras berakar kuat dan dalam,maka kawasan tersebut rawan bencana tanah longsor.B. Rumusan MasalahDari latar belakang permasalahan di atas maka saya merumuskan masalah yangperlu ditanggulangi sebagai berikut :1) Faktor apa saja yang menyebabkan bencana tanah longsor ?2) Bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya bencana tanahlongsor ?
  • 4. 1BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Tanah LongsorTanah longsor atau dalam bahasa Inggris disebut Landslide, adalahperpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah,atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Prosesterjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap kedalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampaitanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licindan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.B. Jenis - jenis Tanah LongsorAda 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi,pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Jenislongsoran translasi dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia. Sedangkanlongsoran yang paling banyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahanrombakan.1. Longsoran TranslasiLongsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan padabidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.2. Longsoran RotasiLongsoran rotasi adalah bergerak-nya massa tanah dan batuan pada bidanggelincir berbentuk cekung.
  • 5. 23. Pergerakan BlokPergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidanggelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.4. Runtuhan BatuRuntuhan batu terjadi ketika sejum-lah besar batuan atau material lainbergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yangterjal hingga meng-gantung terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang jatuhdapat menyebabkan kerusakan yang parah.5. Rayapan TanahRayapan Tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenistanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapatdikenali. Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisamenyebabkan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah.
  • 6. 36. Aliran Bahan RombakanJenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air.Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, danjenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapairatusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter seperti didaerah aliran sungai di sekitar gunung api. Aliran tanah ini dapat menelan korbancukup banyak.
  • 7. C. Gejala Umum Tanah LongsorGejala-gejala umum yang biasanya timbul sebelum terjadinya bencana tanahlongsor adalah : Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. Biasanya terjadi setelah hujan Munculnya mata air baru secara tiba-tiba Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhanD. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Tanah LongsorPada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebihbesar daripada gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatanbatuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi olehbesarnya sudut lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.1. HujanAncaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karenameningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang panjang akanmenyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakandan merekahnya tanah permukaan.Ketika hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak sehingga tanahdengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yangtinggi biasanya sering terjadi, sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuhdalam waktu singkat.Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melaluitanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng,sehingga menimbulkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan di permukaannya,tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhanjuga akan berfungsi mengikat tanah.4
  • 8. 2. Lereng terjalLereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lerengyang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujunglerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.3. Tanah yang kurang padat dan tebalJenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat denganketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 220. Tanah jenis ini memilikipotensi untuk terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan. Selain itu tanah inisangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek terkena air danpecah ketika hawa terlalu panas.4. Batuan yang kurang kuatBatuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dancampuran antara kerikil, pasir, dan lempung umumnya kurang kuat. Batuan tersebutakan mudah menjadi tanah bila mengalami proses pelapukan dan umumnya rentanterhadap tanah longsor bila terdapat pada lereng yang terjal.5. Jenis tata lahanTanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan,dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnyakurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek danjenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerahperladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembusbidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama.6. GetaranGetaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaranmesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah,badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.
  • 9. 57. Susut muka air danau atau bendunganAkibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lerengmenjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran danpenurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.8. Adanya beban tambahanAdanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dankendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama disekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinyapenurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.9. Pengikisan/erosiPengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibatpenggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.10. Adanya material timbunan pada tebingUntuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnyadilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan padalembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada dibawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudiandiikuti dengan retakan tanah.11. Bekas longsoran lamaLongsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapanmaterial gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudahterjadi patahan kulit bumi. Bekas longsoran lama memilki ciri : Adanya tebing terjal yang panjang melengkung membentuk tapal kuda Umumnya dijumpai mata air, pepohonan yang relatif tebal karena tanahnya gemburdan subur Daerah badan longsor bagian atas umumnya relatif landai Dijumpai longsoran kecil terutama pada tebing lembah6
  • 10.  Dijumpai tebing-tebing relatif terjal yang merupakan bekas longsoran kecil padalongsoran lama Dijumpai alur lembah dan pada tebingnya dijumpai retakan dan longsoran kecil. Longsoran lama ini cukup luas.12. Adanya bidang diskontinuitas (bidang tidak sinambung)Bidang tidak sinambung ini memiliki cirri : Bidang perlapisan batuan Bidang kontak antara tanah penutup dengan batuan dasar Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidakmelewatkan air (kedap air). Bidang kontak antara tanah yang lembek dengan tanah yang padat Bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagaibidang luncuran tanah longsor.13. Penggundulan hutanTanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimanapengikatan air tanah sangat kurang.14. Daerah pembuangan sampahPenggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalamjumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah denganguyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir SampahLeuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal.7
  • 11. E. Wilayah Rawan Tanah LongsorSetidaknya terdapat 918 lokasi rawan longsor di Indonesia. Setiap tahunnyakerugian yang ditanggung akibat bencana tanah longsor sekitar Rp 800 miliar,sedangkan jiwa yang terancam sekitar 1 juta.Daerah yang memiliki rawan longsor : Jawa Tengah 327 Lokasi Jawa Barat 276 Lokasi Sumatera Barat 100 Lokasi Sumatera Utara 53 Lokasi Yogyakarta 30 Lokasi Kalimantan Barat 23 Lokasi Sisanya tersebar di NTT, Riau, Kalimantan Timur, Bali, dan Jawa Timur.F. Tahapan Mitigasi Bencana Tanah Longsor PemetaanMenyajikan informasi visual tentang tingkat kerawanan bencana alam geologidi suatu wilayah, sebagai masukan kepada masyarakat dan atau pemerintahkabupaten/kota dan provinsi sebagai data dasar untuk melakukan pembangunanwilayah agar terhindar dari bencana. PenyelidikanMempelajari penyebab dan dampak dari suatu bencana sehingga dapatdigunakan dalam perencanaan penanggulangan bencana dan rencanapengembangan wilayah. PemeriksaanMelakukan penyelidikan pada saat dan setelah terjadi bencana, sehinggadapat diketahui penyebab dan cara penanggulangannya.8
  • 12.  PemantauanPemantauan dilakukan di daerah rawan bencana, pada daerah strategissecara ekonomi dan jasa, agar diketahui secara dini tingkat bahaya, oleh penggunadan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah tersebut. SosialisasiMemberikan pemahaman kepada Pemerintah Provinsi /Kabupaten /Kota atauMasyarakat umum, tentang bencana alam tanah longsor dan akibat yangditimbulkannnya. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara antara lain,mengirimkan poster, booklet, dan leaflet atau dapat juga secara langsung kepadamasyarakat dan aparat pemerintah Pemeriksaan bencana longsorBertujuan mempelajari penyebab, proses terjadinya, kondisi bencana dan tatacara penanggulangan bencana di suatu daerah yang terlanda bencana tanahlongsor.G. Tindakan Yang Bisa Dilakukan Selama dan Sesudah Tanah Longsor1. Tanggap DaruratYang harus dilakukan dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan danpertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah. Ada beberapa halyang harus diperhatikan, antara lain : Kondisi medan Kondisi bencana Peralatan Informasi bencana9
  • 13. 2. RehabilitasiUpaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi,dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga perkembangan tanah longsor danteknik pengendaliannya supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuanrelokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan.3. RekonstruksiPenguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidakmenjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanahlongsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalurtanah longsor hampir 100%.10
  • 14. BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanTanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan,bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah ataukeluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor adalah air yang meresap ke dalamtanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanahkedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dantanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia,lempeng Pasifik, dan lempeng Australia yang bergerak saling menumbuk.Konsekuensi dari tumbukan itu maka terbentuk palung samudera, lipatan,punggungan dan patahan di busur kepulauan, sebaran gunung api, dan sebaransumber gempa bumi.B. SaranAda beberapa tindakan perlindungan dan perbaikan yang bisa ditambah untuktempat-tempat hunian, antara lain : Perbaikan drainase tanah (menambah materi-materi yang bisa menyerap). Modifikasi lereng (pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan) Vegetasi kembali lereng-lereng. Beton-beton yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan lokasi hunian.Selain itu ada hal-hal yang harus diketahui untuk menghindari bencana tanahlongsor adalah : Jangan mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng bagian atas di dekatpemukiman Buatlah terasering (sengkedan) [ada lereng yang terjal bila membangunpermukiman Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalamtanah melalui retakan.11
  • 15. LAMPIRAN GAMBAR12
  • 16. 13
  • 17. DAFTAR PUSTAKAWikipedia. 2007. Tanah Longsor. http://id.wikipedia.org/wiki/tanah_longsor. diakses Maret2008.Bachri, Moch. 2006. Geologi Lingkungan. Malang : CV. Aksara.Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 2005. Pengenalan Gerakan Tanah.Jakarta : Mancamedia.iii