BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat, sehingga
kebudayaan tidak akan p...
berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan, tak
terkecuali di bidang kebudayaan. Tentu saja pengaruh-p...
penemuan baru lebih banyak didominasi oleh negara-negara Barat.
Penemuan-penemuan tersebut dapat kita simak dan saksikan m...
4. Bagaimana cara mengatasi masuknya budaya asing tersebut ?
C. Tujuan Penulisan
Karya tulis ini bertujuan untuk :
1. Meny...
E. Sistematika Penulisan
Pada Bab I, penulis menjabarkan tentang latar belakang masalah,
tujuan penulisan, rumusan masalah...
BAB II
KEBUDAYAAN
A. Definisi Kebudayaan
Kata kebudayaan di setiap negara dan bahasa pasti berbeda. Dalam
berbagai bahasa,...
“Primitve Culture”. Di bukunya tersebut tertulis bahwa kebudayaan adalah
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terka...
kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain
yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Men...
Menurut J.J. Hoenigman, kebudayaan dibedakan menjadi tiga, yaitu :
 Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah k...
Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Ilmu
Antropologi”, kebudayaan dibagi atas 7 unsur, yaitu :
a. baha...
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang
diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya dongeng, cerita ...
Asal kebudayaan daerah di Indonesia masih belum diketahui
secara pasti. Menurut James J. Fox, di Indonesia terdapat sekita...
 Kebudayaan Nasional
Kebudayaan nasional adalah gabungan dari kebudayaan daerah
yang ada di Negara tersebut. Dengan kata ...
• Akibat pemahaman tentang kebudayaan yang hanya sebatas
pengertian seni dan tidak memahami bahwa ilmu pengetahuan
dan tek...
datang dan menyebarkan budaya mereka. Akibatnya, kebudayaan masa itu
bercampur dengan budaya Barat. Setelah kemerdekaan In...
BAB III
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
A. Definisi Perkembangan Kebudayaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (199...
B. Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Perkembangan kebudayaan di Indonesia selalu berkembang mengikuti
zaman. Pada awaln...
diyakini dimiliki oleh manusia purba jenis Homo Soloensis dan Homo
Wajakensis. Sama seperti Budaya Pacitan, masyarakat Bud...
Setelah zaman Neolithicum usai, masyarakat Indonesia zaman dulu
masuk ke zaman Megalithicum atau zaman Batu Besar. Zaman i...
Agama Hindu yang berkembang dari negara asalnya, India. Banyak
masyarakat Indonesia memeluk Agama Hindu. Akibatnya muncul ...
Spanyol datang dari Timur dan sempat menemukan Benua Amerika.
Akhirnya kedua bangsa tersebut bertemu di Kepulauan Maluku. ...
kebudayaan yang khas dan berbeda dengan kebudayaan bangsa lain. Hal ini
disebabkan karena kebudayaan Indonesia bersumber d...
BAB IV
KEBUDAYAAN ASING DAN PENGARUHNYA
A. Definisi Perkembangan Kebudayaan Asing
Kata-kata “Perkembangan Kebudayaan Asing...
dari luar suatu negeri. Dengan demikian perkembangan kebudayaan asing
selalu terjadi seiring dengan berjalannya waktu dan ...
Penyebab lainnya yaitu dari media massa. Televisi, internet, koran,
dan media massa lainnya berperan penting dalam masukny...
pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan
dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya...
• Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir, dan perilaku bangsa-
bangsa yang maju sehingga mampu mendorong masyarakat
untuk...
• Menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa
kepedulian terhadap orang lain. Padahal bangsa indonesia d...
E. Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Dampak Kebudayaan Asing
Usaha–usaha pemerintah yang paling cocok untuk memberantas
keb...
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masyarakat Indonesia memang harus terbuka dengan hal-hal baru dan
tidak menutup diri dengan pe...
DAFTAR PUSTAKA
Geertz, Hildred. 1981. Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia. Jakarta:
Yayasan Ilmu-Ilmu dan FIS UI Sosia...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kartul ridhos + halaman

1,609

Published on

Just simple Kartul a.k.a Karya Tulis

Published in: Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,609
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kartul ridhos + halaman

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat, sehingga kebudayaan tidak akan pernah lepas dari kehidupan masyarakat. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Makhluk yang berbudaya tersebut bisa berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain. Semua benda tersebut ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Indonesia adalah suatu bangsa di dunia yang sangat terkenal akan banyaknya keanekaragaman dan keunikannya. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang mendiami belasan ribu pulau. Masing-masing suku bangsa memiliki keanekaragaman budaya tersendiri. Budaya tersebut memiliki keunikan tersendiri sesuai dengan daerahnya. Di setiap budaya tersebut terdapat nilai-nilai sosial dan seni yang tinggi. Pada kondisi saat ini, kebudayaan mulai ditinggalkan dan bahkan sebagian masyarakat Indonesia malu akan kebudayaannya sebagai jati diri sebuah bangsa. Hal ini mengakibatkan hilangnya keanekaragaman budaya Indonesia secara perlahan-lahan yang tidak terlepas dari pengaruh budaya luar dan karakter mayarakat Indonesia yang suka meniru. Salah satu penyebab masuknya budaya Barat ke Indonesia yaitu karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut 1
  2. 2. berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali di bidang kebudayaan. Tentu saja pengaruh-pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya (culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mampu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang ditampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya. Generasi muda termasuk mahasiswa dan pelajar di dalamnya, baik disadari atau tidak, memegang amanah dari masyarakat dalam menjaga kelestarian keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Dalam menjaga kelestarian budaya Indonesia tersebut, banyak cara yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan dan batasan-batasan yang ada. Jangan sampai budaya Indonesia dicuri dan diambil oleh bangsa lain secara mudah. Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin lama semakin canggih serta perdagangan bebas yang telah terjadi di dunia khususnya Indonesia telah meracuni bangsa Indonesia terhadap moral akhlak dan tatakrama pergaulan anak remaja. Adat budaya Indonesia yang dulu katanya Indonesia kaya akan budayanya kini terhapus semua oleh kemajuan zaman yang terus berkembang. Salah satu contohnya adalah kesenian Reog Ponorogo yang berasal dari Jawa Timur telah diakui oleh bangsa Malaysia. Itu disebabkan karena rakyat Indonesia sangat kurang peduli akan kebudayaan dan pelestariannya terhadap budaya Indonesia. Perkembangan zaman era Globalisasi sekarang ini sangat pesat dan tak bisa terbendung lagi sehingga membuat masyarakat sering takjub dan kaget dengan segala penemuan-penemuan baru di segala bidang. Penemuan- 2
  3. 3. penemuan baru lebih banyak didominasi oleh negara-negara Barat. Penemuan-penemuan tersebut dapat kita simak dan saksikan melalui layar televisi, koran, internet, majalah, sebuah tontonan berupa video dari handphone, dan sebagainya. Penemuan-penemuan tersebut sering membuat banyak masyarakat Indonesia geleng-geleng kepala. Rakyat Indonesia hanya bisa menikmati dan menggunakan penemuan orang-orang Barat yang belum tentu sesuai dan selaras dengan budaya Indonesia. Penemuan-penemuan baru tersebut memiliki sisi positif dan sisi negatif. Saat rakyat Indonesia menggunakan penemuan-penemuan tersebut yang diambil dari negara- negara Barat, di negara-negara Barat itu sendiri makin maju dan modern diiringi pula dengan bebasnya mereka dalam bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi suatu kebiasaan yang membudaya. Kebiasaan-kebiasaan orang Barat yang telah membudaya tersebut hampir dapat disaksikan oleh masyarakat Indonesia setiap hari melalui media elektronik dan cetak. Celakanya, kebudayaan orang-orang Barat tersebut bersifat negatif dan cenderung merusak serta melanggar norma- norma dan nilai-nilai ketimuran Indonesia sehingga ditonton dan ditiru oleh masyarakat Indonesia terutama para remaja yang menginginkan kebebasan seperti orang-rang Barat. Kebudayan-kebudayaan Barat tersebut dapat dimulai dari pakaian dan mode, musik, film sampai pada pergaulan dengan lawan jenis. B. Rumusan Masalah 1. Apa arti dan macam-macam kebudayaan ? 2. Faktor-faktor apa sajakah penyebab masuknya budaya asing ke Indonesia ? 3. Bagaimana dampak kebudayaan asing yang masuk terhadap kebudayaan daerah yang bertahan ? 3
  4. 4. 4. Bagaimana cara mengatasi masuknya budaya asing tersebut ? C. Tujuan Penulisan Karya tulis ini bertujuan untuk : 1. Menyadarkan masyarakat Indonesia khususnya pemuda dan pemudi penerus bangsa Indonesia akan bahaya yang dapat mengancam bangsa Indonesia dari dalam maupun luar. 2. Mangetahui gejala yang dialami oleh bangsa Indonesia sekarang maupun yang akan datang. 3. Mengetahui cara penanggulangan krisis budaya tersebut. 4. Menambah kewaspadaan masyarakat akan dampak negatif dari masuknya budaya tersebut. 5. Menyaring budaya asing yang masuk oleh masyarakat Indonesia khususnya penerus generasi. 6. Memupuk mental agar tidak mudah terbawa oleh arus negatif. 7. Mengetahui dampak negatif kebudayaan asing untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebudayaan Indonesia di segala bidang. 8. Menjaga ketatabahasaan Indonesia karena pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. D. Metode Penulisan Metode yang digunakan untuk meneliti hal tersebut adalah dengan mencari data-data di perpustakaan dan internet. Selain itu, metode observasi dan wawancara juga digunakan untuk mendukung penulisan karya tulis ini. 4
  5. 5. E. Sistematika Penulisan Pada Bab I, penulis menjabarkan tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, rumusan masalah, metode pegumpulan data, dan sistematika penulisan yang digunakan penulis untuk menyusun karya tulis ini. Pada Bab II, penulis memberikan informasi dan pengertian tentang kebudayaan, macam-macam, dan penyebabnya. Pada Bab III, penulis menguak tentang perkembangan kebudayaan di Indonesia dan faktor-faktor yang mendukung perkembangan kebudayaan tersebut. Pada Bab IV, penulis mengusut tuntas tentang kebudayaan asing yang masuk di Indonesia. Pada Bab V, penulis menarik kesimpulan tentang dampak kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. 5
  6. 6. BAB II KEBUDAYAAN A. Definisi Kebudayaan Kata kebudayaan di setiap negara dan bahasa pasti berbeda. Dalam berbagai bahasa, kata kebudayaan dapat menjadi kata seperti cultuur (Bahasa Belanda), culture (Bahasa Inggris) dan tsaqafah (Bahasa Arab). Semua kata itu sebenarnya berasal dari perkataan Latin yaitu colere yang berarti mengolah, mengerjakan, terutama mengolah tanah, atau bertani. Dari arti ini berkembang arti culture sebagai segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam. Ditinjau dari sudut Bahasa Indonesia, kata kebudayaan berasal dari kata Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Seorang ahli budaya mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi-daya, yang berarti daya dari budi. Karena itu mereka membedakan budaya dari kebudayaan. Dengan demikian budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa, dan karsa tersebut. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, budaya diartikan sebagai pikiran dan akal budi. Budaya juga dapat diartikan sebagai adat istiadat. Adat istiadat sendiri dapat diartikan tata kelakuan yang kekal dan turun-temurun dari generasi satu ke generasi lain sebagai warisan sehingga kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Dalam buku Koentjaraningrat yang berjudul “Pengantar Antropologi”, ahli antropologi, E.B.Taylor, merumuskan definisi tentang kebudayaan secara sistematis dan ilmiah yang ditulis dalam bukunya, yaitu 6
  7. 7. “Primitve Culture”. Di bukunya tersebut tertulis bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Definisi lain dikemukakan oleh R. Linton dalam bukunya yang berjudul “The Cultural Background of Personality”. Di bukunya tersebut dituliskan bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu. Dalam buku Komunikasi Antarbudaya : Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya karangan Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat, Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, 7
  8. 8. kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Arkeolog R. Seokmono, kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan adalah manifestasi dari suatu bangsa. Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. Dari berbagai definisi tersebut, disimpulkan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Perwujudan kebudayaan dapat berupa benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau perilaku dari manusia itu sendiri. Perilaku dan benda-benda tersebut bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain- lain. Semuanya tersebut ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. B. Macam-Macam Kebudayaan Kebudayaan mencakup materi yang sangat luas, sehingga beberapa ahli budaya menggolongkan kebudayaan menjadi beberapa macam. 8
  9. 9. Menurut J.J. Hoenigman, kebudayaan dibedakan menjadi tiga, yaitu :  Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.  Aktivitas (tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas- aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.  Artefak (karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia. 9
  10. 10. Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Ilmu Antropologi”, kebudayaan dibagi atas 7 unsur, yaitu : a. bahasa, b. sistem pengetahuan, c. organisasi sosial, d. sistem peralatan hidup dan teknologi, e. sistem mata pencaharian hidup, f. sistem religi, dan g. kesenian. Unsur-unsur kebudayaan tersebut muncul ke dalam bentuk sistem budaya/adat-istiadat (kompleks budaya, tema budaya, gagasan), sistem sosial (aktivitas sosial, kompleks sosial, pola sosial, tindakan), dan kebudayaan fisik (benda kebudayaan). Kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama, yaitu :  Kebudayaan material Kebudayaan material adalah kebudayaan yang mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Contoh kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi. Kebudayaan material juga mencakup barang- barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.  Kebudayaan nonmaterial 10
  11. 11. Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional. Dapat disimpulkan semuanya bahwa macam-macam kebudayaan beragam dilihat dari faktor penggolongnya. Dari segi asalnya, kebudayaan dibagi menjadi 3 macam, yaitu :  Kebudayaan Daerah Kebudayaan daerah adalah kebudayaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut. Budaya daerah ini muncul saat penduduk suatu daerah telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama sehingga itu menjadi suatu kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk-penduduk yang lain. Budaya daerah mulai terlihat berkembang di Indonesia pada zaman kerajaan-kerajaan terdahulu. Hal itu dapat dilihat dari cara hidup dan interaksi sosial yang dilakukan masing-masing masyarakat kerajaan di Indonesia yang berbeda satu sama lain. Kebudayaan daerah sering diartikan sebagai kebudayaan lokal karena memiliki kesamaan arti. Menurut Hildred Geertz (1981) dalam bukunya “Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia”, di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula. Wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda-beda. Misalnya, wilayah pesisir pantai Jawa yang beriklim tropis hingga wilayah pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua yang bersalju. Perbedaan iklim dan kondisi geografis tersebut berpengaruh terhadap kemajemukan budaya lokal di Indonesia. 11
  12. 12. Asal kebudayaan daerah di Indonesia masih belum diketahui secara pasti. Menurut James J. Fox, di Indonesia terdapat sekitar 250 bahasa daerah, daerah hukum adat, aneka ragam kebiasaan, dan adat istiadat. Namun semua bahasa daerah dan dialek itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama, yaitu bahasa dan budaya Melayu Austronesia. Di antara suku bangsa Indonesia yang banyak jumlahnya itu memiliki dasar persamaan seperti asas dalam bentuk persekutuan masyarakat, asas dalam hukum adat, asas dalam kehidupan sosial, dan asa dalam hak milik tanah. Menurut Soekmono (1998) dalam bukunya berjudul “Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I”, masyarakat awal pada zaman praaksara yang datang pertama kali di Kepulauan Indonesia adalah ras Austroloid sekitar 20.000 tahun yang lalu. Selanjutnya disusul kedatangan ras Melanosoid Negroid sekitar 10.000 tahun yang lalu. Ras yang datang terakhir ke Indonesia adalah ras Melayu Mongoloid sekitar 2.500 tahun yang lalu. Ciri-ciri kebudayaan daerah atau lokal dapat dikenali dalam bentuk kelembagaan sosial yang dimiliki oleh suatu suku bangsa. Kelembagaan sosial memiliki orientasi perilaku sosial ke dalam bentuk yang sangat kuat. Hal itu ditunjukkan dengan orientasi untuk memenuhi kebutuhan anggota lembaga sosial tersebut. Dalam lembaga sosial, hubungan sosial antar anggotanya sangat bersifat pribadi dan didasari oleh loyalitas yang tinggi terhadap pemimpin dan gengsi sosial yang dimiliki. Contoh dari budaya daerah adalah sistem gotong royong di Jawa dan sistem yang berkembang di Bali. Setiap daerah bentuk kebudayaan yang berbeda walaupun memiliki nama kebudayaan yang sama, sebaliknya setiap daerah memiliki nama kebudayaan yang berbeda walaupun memiliki bentuk kebudayaan yang sama. 12
  13. 13.  Kebudayaan Nasional Kebudayaan nasional adalah gabungan dari kebudayaan daerah yang ada di Negara tersebut. Dengan kata lain kebudayaan nasional berakar dari kebudayaan daerah. Kebudayaan Nasional Indonesia secara hakiki terdiri dari semua budaya yang terdapat dalam wilayah Republik Indonesia. Tanpa budaya-budaya itu tak ada kebudayaan nasional. Itu tidak berarti kebudayaan nasional sekadar penjumlahan semua budaya lokal di seantero Nusantara. Kebudayan nasional merupakan realitas, karena kesatuan nasional merupakan realitas. Kebudayaan nasional akan mantap apabila di satu pihak budaya-budaya Nusantara asli tetap mantap, dan di lain pihak kehidupan nasional dapat dihayati sebagai bermakna oleh seluruh warga masyarakat Indonesia (Suseno; 1992). Bila dicermati pandangan masyarakat Indonesia tentang kebudayaan Indonesia, ada dua kelompok pandangan mengenai kebudayaan nasional.  Kelompok pertama yang mengatakan kebudayaan Nasional Indonesia belum jelas, yang ada baru unsur pendukungnya yaitu kebudayaan etnik dan kebudayaan asing. Kebudayaan Indonesia itu sendiri sedang dalam proses pencarian.  Kelompok kedua yang mengatakan kebudayaan Nasional Indonesia sudah ada. Pendukung kelompok ini antara lain adalah Sastrosupono. Adanya pandangan yang mengatakan Kebudayaan Nasional Indonesia belum ada atau sedang dalam proses mencari, boleh jadi akibat dari : • Tidak jelasnya konsep kebudayaan yang dianut dan dipahami. 13
  14. 14. • Akibat pemahaman tentang kebudayaan yang hanya sebatas pengertian seni dan tidak memahami bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah produk manusia yang tergolong sebagai kebudayaan.  Kebudayaan Asing Kebudayaan asing adalah kebudayaan yang berasal dari luar negeri suatu negara. Ciri-ciri kebudayaan asing yaitu memiliki karakteristik kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan daerah. Kebudayaan asing dapat berakulturasi dengan kebudayaan daerah sehingga membentuk kebudayaan yang baru. C. Penyebab Munculnya Kebudayaan Kebudayaan sudah ada semenjak manusia pertama menginjak kakinya di Bumi. Kemudian seiring dengan perkembangan waktu, kebudayaan mengalami perkembangan. Kebudayaan pada zaman prasejarah di Indonesia misalnya, telah mengalami perkembangan cukup lama dan akhirnya membentuk kebudayaan yang baru. Contoh kebudayaan pada zaman prasejarah adalah kebudayaan pada zaman batu. Pada zaman tersebut, manusia memiliki kebudayaan memuja roh nenek moyang. Manusia zaman tersebut membangun alat-alat dari batu sebagai pemujaan. Setelah itu, berkembanglah zaman perunggu karena alat-alatnya terbuat dari perunggu. Pada zaman sejarah, kebudayaan pun perkembang. Zaman tersebut berkembang budaya Agama Hindu dan Buddha. Berkembangnya budaya tersebut mengakibatkan banyak masyarakat setempat beragama Hindu dan Buddha. Kebudayaan yang muncul diantaranya tari dan hal budaya lainnya. Lalu, Agama Islam datang dan masuk ke dalam Indonesia dan berkembanglah budaya bercorak Agama Islam. Lalu, bangsa Barat seperti Belanda, Inggris, Portugis, dan Spanyol 14
  15. 15. datang dan menyebarkan budaya mereka. Akibatnya, kebudayaan masa itu bercampur dengan budaya Barat. Setelah kemerdekaan Indonesia, kebudayaan Indonesia berkembang menjadi kebudayaan yang beragam dan memiliki corak yang khas. Dapat disimpulkan bahwa kebudayaan tidak muncul sendiri tanpa ada proses, tetapi kebudayaan muncul sebagai kebudayaan yang baru karena proses difusi, akulturasi, dan asimilasi. Difusi adalah proses menyebarnya unsur kebudayaan dari satu kelompok ke kelompok lain. Akulturasi adalah proses pencampuran budaya asing tanpa menghilangkan karakteristik budaya asal. Asimilasi adalah proses perubahan kebudayaan secara total karena tercampurnya dengan kebudayaan lain sehingga karakteristik budaya asal hilang. 15
  16. 16. BAB III PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA A. Definisi Perkembangan Kebudayaan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), "perkembangan" adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata "berkembang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian, kata "berkembang" meliputi aspek yang bersifat konkret dan abstrak. Dalam Dictionary of Psychology (1972) dan The Penguin Dictionary of Psychology (1988), arti perkembangan pada prinsipnya adalah tahapan- tahapan perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam diri organisme-organisme tersebut. Kata “perkembangan kebudayaan” dapat diartikan sebagai perihal berkembang tentang sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Dengan demikian perkembangan kebudayaan selalu terjadi seiring dengan perkembangan waktu. Perkembangan kebudayaan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar sebuah kebudayaan waktu itu. Kebudayaan suatu bangsa dapat berubah, berganti, beradaptasi, atau berakulturasi menghasilkan kebudayaan baru. Selain itu, perkembangan kebudayaan erat kaitannya dengan perkembangan akal dan tingkah laku manusia. Dengan demikian, manusia adalah faktor utama terjadinya perkembangan kebudayaan. 16
  17. 17. B. Perkembangan Kebudayaan di Indonesia Perkembangan kebudayaan di Indonesia selalu berkembang mengikuti zaman. Pada awalnya, Indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang terdahulu. Hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk Indonesia sendiri. Kebudayaan Indonesia dimulai dari zaman prasejarah. yang masih sangat sederhana. Manusia hidup berkelompok dan membentuk suatu kebudayaan. Pada masa ini, kebudayaan masyarakat Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu kebudayaan zaman batu dan kebudayaan zaman logam. Perkembangan budaya pada zaman batu dimulai dari zaman Palaeolithicum atau zaman Batu Tua. Pada masa ini, banyak masyarakat yang hidup sebagai pengembara, pemburu, pencari ikan, dan pengumpul bahan makanan seperti buah-buahan, ubi, keladi, atau bahan makanan lainnya. Dalam mempertahankan hidup, mereka berani beradaptasi dengan alam dan lingkungan dan bekerja sangat ulet. Ciri-cirinya adalah batu yang dihasilkan terasa kasar, tidak diasah, masyarakatnya belum bertempat tinggal, dan masih tergantung pada alam. Hasil budaya ini adalah : 1. Budaya Pacitan Budaya ini ditandai dengan adanya penemuan sebuah alat dari batu yang berwujud kapak genggam tanpa tangkai. Penggunaannya dengan cara digenggam dengan tangan. Bentuknya kasar. Benda ini awalnya ditemukan di Pacitan. Para peneliti menyimpulkan bahwa benda ini adalah milik manusia purba jenis Pithecanthropus Erectus. Alat-alat lainnya yang sejenis dapat ditemukan di Jawa dan Sumatera. 2. Budaya Ngandong Di daerah Ngandong, Ngawi, Jawa Timur, ditemukan alat-alat dari tulang, kapak genggam, dan ujung tombak dari gigi. Alat ini berfungsi sebagai pertanian dan perikanan. Pemilik dari alat ini 17
  18. 18. diyakini dimiliki oleh manusia purba jenis Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Sama seperti Budaya Pacitan, masyarakat Budaya Ngandong sering berpindah tempat tergantung keadaan alam sekitar. Setelah kebudayaan pada zaman Palaeolithicum, masyarakat Indonesia beralih ke zaman Mesolithicum atau zaman Batu Tengah. Di zaman ini masyarakat Indonesia mempunyai kebudayaan berburu dan menangkap ikan seperti zaman Palaeolithicum. Pada zaman Palaeolithicum banyak masyarakat Indonesia mempunyai rumah yang tidak tetap, sedangkan pada zaman Mesolithicum banyak masyarakat Indonesia mempunyai rumah tetap. Bekas-bekas kebudayaannya adalah : 1. Kyokkenmoddinger (Sampah Dapur) Suatu corak yang paling menarik dan istimewa dari zaman Mesolithicum yaitu Kyokkenmoddinger. Kyokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark yang berarti sampah dapur. Hal ini dapat ditemui di sepanjang pantai Sumatera Timur. 2. Abris Sous Roche Abris Sous Roche adalah sebuah gua tempat tinggal berupa ceruk-ceruk yang ada pada batu karang. Tempat ini dulu sebagai tempat tinggal. Di sini tidak ditemukan kapak Sumatera seperti ciri- ciri Mesolithicum, tetapi di sini terdapat alat dari tulang dan batu. Lalu, masyarakat Indonesia masa prasejarah masuk ke zaman baru, yaitu zaman Neolithicum atau zaman Batu Muda. Di zaman ini dihasilkan banyak hasil budaya yang indah. Beberapa contohnya adalah kapak persegi, kapak lonjong, alat serpih, gerabah, dan perhiasan. Di zaman ini juga masyarakat Indonesia pada zaman dahulu memiliki tempat tinggal yang tetap seperti gua dan mulai memproduksi makanan sendiri. Banyak masyarakat zaman ini mengenal hidup bermasyarakat, bergotong royong, dan pembagian kerja. 18
  19. 19. Setelah zaman Neolithicum usai, masyarakat Indonesia zaman dulu masuk ke zaman Megalithicum atau zaman Batu Besar. Zaman ini juga berkembang pada saat zaman Logam berlangsung. Dikatakan zaman Batu Besar karena batu yang dihasilkan pada zaman ini besar dan berat sehingga butuh manusia yang cukup banyak untuk membawa batu-batu tersebut ke tempat yang diinginkan. Hasil-hasil dari zaman ini contohnya Menhir, Dolmen, Punden Berundak, Sarcophagus atau keranda, Waruga, Kubur Peti Batu, dan Arca Batu. Setelah zaman Megalithicum terlewati, masyarakat Indonesia zaman dahulu masuk ke zaman Tembaga. Karena sumber yang mendukung keberadaan budaya ini tak cukup, banyak para ahli yang menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia zaman dahulu langsung masuk ke zaman Perunggu. Pada zaman Perunggu, banyak masyarakat Indonesia membuat alat-alat dari perunggu. Contoh-contoh alat tersebut adalah Nekara, Bejana Perunggu, Moko, Kapak Perunggu, Arca Perunggu, dan Perhiasan Perunggu. Teknik untuk membuatnya ada dua, yaitu teknik bivolve dan teknik acire perdue. Bivolve adalah reknik pembuatan perunggu dengan menggunakan dua cetakan yang dapat dibuka dan ditutup, sedangkan acire perdue adalah teknik pembuatan perunggu dengan membuat benda tiruan dari lilin. Setelah zaman Perunggu, masyarakat Indonesia zaman dahulu masuk ke zaman Besi. Pada zaman tersebut tidak banyak bukti yang menunjukkan penemuan alat dari besi karena besi tidak bertahan lama. Selain kebudayaan material seperti di atas, masyarakat Indonesia juga menghasilkan kebudayaan rohani. Beberapa contohnya adalah di bidang astronomi, pertanian, pelayaran, sosial, kesenian seperti batik dan wayang, perdagangan, dan industri. Setelah perkembangan kebudayaan prasejarah Indonesia dari zaman batu sampai zaman logam, masyarakat Indonesia masuk ke zaman Kerajaan Hindu. Kebudayaan yang berkembang pada saat ini adalah kebudayaan 19
  20. 20. Agama Hindu yang berkembang dari negara asalnya, India. Banyak masyarakat Indonesia memeluk Agama Hindu. Akibatnya muncul banyak kerajaan Hindu yang tersebar di Indonesia bagian Barat, contohnya Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Singasari, Majapahit, dan sebagainya. Kurang lebih 4 abad setelah itu, pedagang Buddha datang dan menyebarkan Agama Buddha. Pada waktu tersebut muncul kerajaan Buddha yang terkenal, yaitu Kerajaan Sriwijaya. Setelah runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, muncullah Kerajaan Demak dan menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa. Penyebaran ini juga dilakukan oleh para Wali Sanga. Selain itu karena syarat masuknya mudah, banyak masyarakat waktu itu memeluk Agama Islam. Berkembanglah kebudayaan yang bercorak Islam. Dengan tujuan mempersatukan Indonesia di bawah naungan Islam, para Wali Sanga membuat sebuah kebudayaan yang berakulturasi dengan kebudayaan Hindu. Selain itu, para Wali Sanga gencar untuk mempropagandakan Islam, sehingga banyak masyarakat yang memeluk Islam. Akhirnya Islam berkembang dengan pesat dan kebudayaan Islam menyebar. Tidak hanya itu, Kerajaan Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia menyebarkan ajaran agama Islam hingga sampai negeri Malaka. Kerajaan-kerajaan selanjutnya yang menyebarkan Agama Islam adalah Kerajaan Makasar, Ternate dan Tidore, Banjar, Banten, Mataram Islam, dan sebagainya. Bersamaan dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam, datanglah Bangsa Barat yang mencoba mencari rempah-rempah untuk dijual kembali di negara mereka. Pertama, Bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Indonesia. Mereka datang dengan tujuan mencari rempah-rempah dan membuktikan bahwa dunia itu adalah bola, tidak seperti ajaran gereja waktu itu yang mengatakan dunia itu datar dan diujungnya ada jurang menuju neraka. Bangsa Portugis datang dari Barat dan sebelum sampai Maluku, mereka sempat singgah ke Malaka dan menguasai daerah tersebut. Bangsa 20
  21. 21. Spanyol datang dari Timur dan sempat menemukan Benua Amerika. Akhirnya kedua bangsa tersebut bertemu di Kepulauan Maluku. Mereka mengadakan aliansi dengan Kerajaan Ternate dan Tidore waktu itu. Pengaruh dari kebudayaan Bangsa Portugis dan Spanyol tidak dapat dirasakan karena jalur yang dilewati kedua bangsa tersebut tidak melewati pusat perdagangan di Jawa. Selain itu, mereka hanya singgah untuk beberapa waktu, tidak menetap seperti Bangsa Belanda. Setelah itu, datanglah Bangsa Belanda. Bangsa tersebut lalu menguasai Jakarta, yang mana waktu itu bernama Sunda Kelapa. Berkembanglah kebudayaan bercorak Belanda. Setelah Indonesia dikuasai Belanda secara sepenuhnya, budaya di Indonesia kebanyakan adalah budaya Bangsa Belanda. Dari segi bangunan, bahasa, kesenian, dan lain-lain semuanya mengadopsi dari budaya bangsa tersebut. Saat Jepang menyerang Indonesia, Jepang menanamkan kebudayaan Timurnya sehingga kebudayaan Indonesia beralih menjadi kebudayaan berbau Jepang. Kebudayaan Jepang cepat berkembang karena serupa dengan kebudayaan asli Bangsa Indonesia. Setelah Indonesia merdeka dari penjajah pada bulan Agustus 1945, kebudayaan Indonesia berkembang menjadi kebudayaan asli Indonesia yang bercampur dengan kebudayaan daerah dan bekas kebudayaan penjajah. Seiring dengan perkembangan waktu dan adanya globalisasi, kebudayaan Indonesia menjadi beragam dan mempunyai khas tersendiri pada kebudayaannya. C. Dampak Perkembangan Kebudayaan di Indonesia Perjalanan perkembangan kebudayaan Indonesia dari masa prasejarah sampai merdeka memiliki kenangan tersendiri. Beberapa peninggalan kebudayaan tersebut beradaptasi sehingga menimbulkan kebudayaan baru dari masa lalu. Walaupun sebagian besar kebudayaan Indonesia berasal dari masa lalu, kebudayaan Indonesia terus berkembang dan akhirnya menjadi 21
  22. 22. kebudayaan yang khas dan berbeda dengan kebudayaan bangsa lain. Hal ini disebabkan karena kebudayaan Indonesia bersumber dari kebudayaan Daerah dan kebudayaan masa lalu. Kebudayaan tersebut dilestarikan dan akhirnya berubah bentuk menjadi kebudayaan andalan Indonesia. Dampak dari perkembangan kebudayaan Indonesia dapat dilihat dari segi manapun. Semua masyarakat Indonesia dapat menikmati dampak positif maupun negatif dari perkembangan kebudayaan Indonesia. Dari pandangan pemerintah, kebudayaan Indonesia yang terus berkembang berdampak pada pemasukan devisa negara dan bahan promosi negara. Semakin banyak kebudayaan Indonesia yang berkembang, turis mancanegara akan terpikat dan akhirnya mereka rela untuk mengeluarkan biaya hanya untuk melihat kebudayaan Indonesia. Dari penilaian ahli budaya dan beberapa pakar budaya, kebudayaan Indonesia yang terus berkembang dapat dinilai dari dua sisi, yaitu sisi positif dan negatif. Sisi positifnya yaitu dengan adanya perkembangan kebudayaan Indonesia ahli budaya berharap kebudayaan Indonesia makin kaya dan menjadi sebuah ikon bangsa Indonesia. Dari sisi negatifnya, adanya kebudayaan asing atau kebudayaan baru yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia atau adat istiadat Indonesia dapat menyebabkan kerusakan moral dan akhlak bangsa Indonesia. Masyarakat sebagai penikmat dampak perkembangan kebudayaan Indonesia dituntut untuk tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia. Masyarakat juga dituntut untuk mengembangkan kebudayaan Indonesia sehingga kebudayaan Indonesia menjadi bermacam- macam dan Indonesia menjadi kaya akan budaya. 22
  23. 23. BAB IV KEBUDAYAAN ASING DAN PENGARUHNYA A. Definisi Perkembangan Kebudayaan Asing Kata-kata “Perkembangan Kebudayaan Asing” terdiri dari 3 kata, yaitu “perkembangan”, “kebudayaan”, dan “asing”. Kata-kata tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), "perkembangan" adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata "berkembang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian, kata "berkembang" tidak saja meliputi aspek yang berarti abstrak seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek yang bersifat konkret. Menurut simpulan dari beberapa ahli, “kebudayaan” adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Kebudayaan itu bersifat abstrak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), kata “asing” berarti aneh atau tidak biasa. Bisa juga diartikan sebagai belum biasa atau kaku. Selain itu, kata “asing” dapat berarti datang dari luar negeri, daerah, atau lingkungan, tersendiri, terpisah, terpencil, berlainan, atau berbeda. Dari ketiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa “perkembangan budaya asing” adalah sebagai perihal berkembang tentang sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak dan kebudayaan tersebut datang 23
  24. 24. dari luar suatu negeri. Dengan demikian perkembangan kebudayaan asing selalu terjadi seiring dengan berjalannya waktu dan berasal dari luar negeri. Perkembangan kebudayaan asing dipengaruhi oleh lingkungan sekitar sebuah kebudayaan dan era Globalisasi. Kebudayaan suatu bangsa dapat berubah, berganti, beradaptasi, atau berakulturasi menghasilkan kebudayaan baru karena perkembangan kebudayaan asing. Selain itu, perkembangan kebudayaan asing erat kaitannya dengan globalisasi. Semuanya menjadi mendunia dan semua masyarakat secara tidak sadar ikut menikmati dampak perkembangan budaya tersebut. B. Penyebab Masuknya Kebudayaan Asing di Indonesia Penyebab masuknya kebudayaan asing disebabkan oleh banyak cara. Beberapa diantaranya yaitu melalui perantara turis mancanegara, duta besar, media massa, globalisasi, dan sebagainya. Masyarakat Indonesia menerima kebudayaan asing yang dibawa oleh beberapa perantara dan sebagian masyarakat Indonesia terutama remaja mengadopsi kebudayaan tersebut sehingga mereka menciptakan budaya khas mereka sendiri. Beberapa ahli membagi cara masuk kebudayaan asing sehingga tercipta dua penetrasi kebudayaan, yaitu : 1. Penetrasi Pasifique Penetrasi Pasifique adalah penetrasi suatu unsur kebudayaan asing dengan tidak sengaja masuk ke dalam kebudayaan penerima tanpa melalui paksaan atau dilakukan dengan cara damai. Salah satu contohnya adalah datangnya turis dan membawa kebudayaan mereka. 2. Penetrasi Violente Penetrasi Violente adalah penetrasi suatu unsur kebudayaan asing melalui cara paksaan. Misalnya peperangan atau penjajahan. Contoh tersebut dapat merusak kebudayaan penerima secara perlahan bahkan dapat menghilangkannya. 24
  25. 25. Penyebab lainnya yaitu dari media massa. Televisi, internet, koran, dan media massa lainnya berperan penting dalam masuknya kebudayaan asing. Salah satu contoh saat masyarakat menonton televisi yang berbau kebudayaan asing seperti film Korea, film Amerika Serikat, dan lain-lain. Masyarakat sebagai penonton akan merasa ternyata seperti itu kebudayaan Indonesia. Beberapa dari mereka akan menirukan atau menerapkan kebudayaan itu dalam kehidupan mereka. Salah satu masyarakat yang berperan dalam contoh ini adalah anak-anak remaja dan usia dini. Anak- anak remaja disuguhkan dengan film-film action atau romance budaya asing. Karena film yang mereka tonton menarik, sebagian dari mereka menirukannya dan menjadikannya kebudayaan baru mereka. Jika mereka mempunyai kerabat dekat, mungkin saja mereka akan terpengaruh oleh kebudayaan yang dibawakan itu. Contoh lain yang telah menjadi sorotan adalah budaya K-Pop atau Korean Pop. Budaya ini telah menjamur di kalangan remaja. Anak-anak usia dini, bagian masyarakat termuda setelah balita, merupakan salah satu contoh peniru kebudayaan asing terbanyak. Hal ini disebabkan karena anak-anak usia dini belum mengerti apa-apa tentang apa yang mereka tonton dan apa yang telah mereka lakukan. Jika beberapa orang tua tidak dapat mendidik anak-anak tersebut, besar kemungkinan banyak anak-anak usia dini tidak mengerti kebudayaan asal mereka sendiri. Penyebab masuknya kebudayaan asing karena disebabkan oleh globalisasi. Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut 25
  26. 26. pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya ,hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara, terjadinya erosi nilai-nilai budaya, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme,hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong,kehilangan kepercayaan diri, dan gaya hidup kebarat-baratan. Dari uraian tentang globalisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa globalisasi memegang peranan penting dalam perkembangan budaya dan masuknya kebudayaan asing ke negara Indonesia. Media massa seperti yang telah diulas di atas merupakan salah satu bagian dari globalisasi. C. Dampak Kebudayaan Asing di Indonesia Dampak yang ditimbulkan oleh kebudayaan asing sangat banyak. Dampak tersebut dapat berupa dampak positif maupun negatif. Beberapa dampak yang dapat terjadi yaitu : 1. Dampak positif perubahan sosial budaya Masuknya kebudayaan asing menimbulkan dampak-dampak positif seperti : • Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendorong masyarakat untuk maju. • Berubahnya nilai dan sikap masyarakat menjadi rasional. • Adanya kemudahan dalam memperlihatkan, mempromosikan, dan memperkenalkan kebudayaan negeri sendiri ke luar negeri. • Kehidupan masyarakat mengalami perkembangan. 26
  27. 27. • Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir, dan perilaku bangsa- bangsa yang maju sehingga mampu mendorong masyarakat untuk maju. • Terjadinya akulturasi budaya yang mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yang unik. • Menambah wawasan masyarakat tentang kebudayaan yang terjadi di dunia. 2. Dampak negatif perubahan sosial budaya Masuknya kebudayaan asing juga dapat menimbulkan dampak- dampak negatif seperti : • Pola hidup konsumtif muncul dan meningkat karena adanya promosi yang gencar di media massa. • Persaingan hidup yang makin keras dan ketat menyebabkan nilai-nilai kemanusiaan mengalami pergerseran. • Kesenjangan sosial muncul karena perubahan hanya dinikmati oleh sekelompok tertentu masyarakat. • Gaya hidup masyarakat yang kebarat-baratan karena menganggap nilai budaya barat lebih maju dan modern. • Adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dengan kebudayaan dari luar. • Tidak adanya generasi yang melestarikan kebudayaan Daerah. • Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau asing. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karena perilakunya banyak meniru budaya barat. 27
  28. 28. • Menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain. Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dengan gotong royong. D. Upaya Mengatasi Dampak Negatif Kebudayaan Asing Banyak kerugian dan kerusakan moral bangsa Indonesia akibat dampak negatif yang ditimbulkan dari pengaruh kebudayaan asing. Pengaruh kebudayaan asing sangatlah kuat sehingga masyarakat Indonesia tidak dapat menahan atau menjaga diri dari pengaruh tersebut. Walaupun demikian, masih ada cara untuk mencegah dan mengatasi dampak negatif kebudayaan asing. Beberapa diantaranya adalah :  Kesadaran diri, hal pertama yang menjadi hal yang paling utama. Karena dengan semakin banyaknya hal asing yang masuk dan mendarah daging di tanah air menyebabkan langkanya budaya sendiri.  Promosi. Mempromosikan keragaman budaya nusantara kepada remaja masa kini akan membuat mereka lebih memilih dan percaya diri dengan kekayaan budaya mereka.  Membudayakan tradisi dibutuhkan kesadaran setiap individu terhadap nilai-nilai nasionalisme yang ada di Indonesia. Adapun langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif budaya asing terhadap nilai-nilai nasionalisme antara lain yaitu : a. Menumbuhkan semangat cinta produk dalam negeri. b. Mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya. c. Melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya. d. Selektif terhadap pengaruh globalisasi pada semua bidang.  Melestarikan budaya yang telah ada dan terus melestarikannya seiring dengan perkembangan zaman. 28
  29. 29. E. Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Dampak Kebudayaan Asing Usaha–usaha pemerintah yang paling cocok untuk memberantas kebudayaan asing yang negatif yang masuk ke Indonesia yaitu dengan cara memfilter setiap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Sebelum masyarakat mencontoh kebudayaan tersebut, pemerintah harus menyaringnya terlebih dulu yang dapat diambil baik dan buruknya dari kebudayaan tersebut. Usaha–usaha pemerintah untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif dari kebudayaan tersebut yaitu dengan cara memberikan pengarahan kepada masyarakat agar lebih mempertebal keimanan dan ketakwaan dalam diri masing–masing individu. Usaha–usaha lain pemerintah untuk memberantas segala bentuk pornoaksi dan pornografi yaitu dengan cara mengesahkan RUU APP di Indonesia agar bagi pelanggar dapat dikenakan sanksi tegas dari pemerintah. Dengan adanya kemajuaan teknologi yang canggih, berbagai cara dapat dilakukan oleh oknum–oknum tertentu untuk merusak kepribadian bangsa Indonesia dengan cara membiarkan masuk dan berkembang kebudayaan asing yang bertolak belakang dengan kebudayaan asli Indonesia. Hal ini dapat merusak moralitas generasi penerus bangsa. Pemerintah berinisiatif untuk mengeluarkan rancangan undang–undang anti pornoaksi dan pornografi (RUU APP). Undang-undang ini bertujuan untuk mengurangi sekaligus memberantas kebudayaan asing yang telah memengaruhi kebudayaan Indonesia yang bertolak belakang dengan kebudayaan asing dengan merusak moral generasi para pemuda penerus bangsa Indonesia. Rencana ini mendapat tanggapan pro dan kontra dari masyarakat khususnya hal yang berkaitan dengan entertainment. Karena sebagian besar warga Indonesia beragama Islam, maka Undang-Undang ini siap untuk disahkan. Sayangnya beberapa orang tidak setuju dengan pengesahan Undang-Undang tersebut sehingga pengesahannya ditunda. 29
  30. 30. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Masyarakat Indonesia memang harus terbuka dengan hal-hal baru dan tidak menutup diri dengan perubahan dari segala macam aspek kehidupan. Namun, masyarakat Indonesia harus pintar dalam menyaring segala informasi yang masuk yang berkaitan dengan kebudayaan. Informasi tersebut kemudian diadaptasi dengan kebudayaan Daerah yang ada agar segala informasi yang masuk bermanfaat dan tidak menimbulkan pengaruh- pengaruh buruk yang merugikan bagi kelangsungan dan kemajuan bangsa Indonesia. Kebudayaan Daerah dapat terus ada dan kebudayaan Asing dapat menjadi sumber kebudayaan Indonesia yang baru dan beradaptasi dengan kebudayaan Daerah sehingga kebudayaan Indonesia menjadi lebih banyak. B. Saran Masyarakat Indonesia seharusnya lebih menerima dan memanfaatkan kekayaan kebudayaan Indonesia serta tidak mudah terpengaruh oleh masuknya kebudayaan asing yang dapat membawa dampak negatif pada generasi muda yang akan datang. Generasi muda harusnya bisa memfilterisasi masuknya budaya asing sehingga dapat mengambil sisi positif dari masuknya kebudayaan asing tersebut. Dengan demikian, generasi muda dapat tetap dengan angket Negara Indonesia yang memiliki moral. 30
  31. 31. DAFTAR PUSTAKA Geertz, Hildred. 1981. Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia. Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu dan FIS UI Sosial. Koentjaraningrat. 1974. Pengantar Antropologi. Jakarta: Aksara Baru. Linton, Ralph. 1945. The Cultural Background of Personality. London: D. Appleton-Century Company, Inc. Mulyana, Deddy dkk. 1998. Komunikasi Antarbudaya : Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nurseno. 2004. Kompetensi Dasar Sosiologi. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Poerwadarminta, W.J.S. 1984. Kamus Dasar Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Soekmono, R. 1985. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1. Yogyakarta: Kanisus. Sugono, Dendy dkk. 2003. Kamus Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Wahyuni, Sri dkk. 2005. Manusia dan Masyarakat. Jakarta: Ganeca Exact. Warsito, dkk. 1990. Sejarah Nasional Indonesia dan Dunia. Surabaya: Bina Siswa. 31

×