Membimbing anak memilih teman hidup

4,427 views
3,884 views

Published on

Published in: Technology, Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,427
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
506
Actions
Shares
0
Downloads
90
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Membimbing anak memilih teman hidup

  1. 1. L K 3 L a y a n a n K o n s e l i n g K e l u a r g a & K a r I r MEMBIMBING ANAK KITA MEMILIH TEMAN HIDUP Julianto Simanjuntak & Roswitha Ndraha
  2. 2. <ul><li>Jika ada anak remaja 15 tahun hamil dengan pacarnya, apakah Anda setuju dia dinikahkan saja? Alasannya? </li></ul>
  3. 3. FAKTA <ul><li>Kita punya anak ABG </li></ul><ul><li>Mereka punya banyak rahasia </li></ul><ul><li>Kita dan mereka saling tidak mengerti (sering konflik) </li></ul><ul><li>Cowok ABG sering berkunjung ke rumah kita </li></ul>
  4. 4. PERTANYAAN KITA: <ul><li>Apakah anak ABG kita mulai jatuh cinta? Dia masih kelas 6 (SMP) </li></ul><ul><li>Apakah mereka tahu arti cinta sebenarnya? </li></ul><ul><li>Bagaimana menjelaskan pada ABG kita, sebaiknya jangan pacaran dulu, sekolah yang benar, ini cinta monyet, dst…. </li></ul>
  5. 5. Brainstorming <ul><li>Mengapa anak-anak kita makin banyak berpacaran di usia dini ? </li></ul><ul><li>(5 ‘) </li></ul>
  6. 6. Mengapa Anak Remaja Berpacaran ? <ul><li>E ntertainment oriented </li></ul><ul><li>Remaja berpacaran hanya untuk mencari kepuasan, kenikmatan, dan hiburan. Tidak ada pikiran u/ menikah. </li></ul>
  7. 7. Mengapa Remaja Berpacaran ? <ul><li>2. B erpacaran lebih mencari POPULARITAS . Kalau dia dapat yang paling cantik di kelasnya, itu merupakan kebangga a nnya. </li></ul>
  8. 8. Akibatnya : <ul><li>Jadi itu sebabnya “easy come – easy go”. Karena itu cepat sekali dia menyatakan saya suka kamu ya... TERUS JADIAN </li></ul>
  9. 9. P ola Pacaran Remaja Masa Kini <ul><li>B erpacaran tanpa ada ikatan apa-apa. Dengan anak-anak gonta ganti pacar mereka terlatih untuk bercerai kelak dan tidak terlatih jadi ortu . </li></ul>
  10. 10. MITOS-MITOS CINTA <ul><li>Kami saling mencintai </li></ul><ul><li>Kami berbahagia jika berduaan </li></ul><ul><li>Dia dewasa, bisa membimbing saya </li></ul><ul><li>Dia aktif di Korem, ayahnya pendeta </li></ul>
  11. 11. MITOS-MITOS CINTA <ul><li>Pergaulannya luas, temannya banyak </li></ul><ul><li>Karena berteman dengan saya, dia menjadi lebih baik </li></ul>
  12. 12. 4 PINTU <ul><li>PERGAULAN </li></ul><ul><li>PERSAHABATAN </li></ul><ul><li>PACARAN </li></ul><ul><li>PERNIKAHAN </li></ul>
  13. 13. TAHAP-TAHAP PERGAULAN: Ajari anak bergaul <ul><li>Simulasi </li></ul><ul><li>Ngobrol </li></ul><ul><li>Cerita (ngobrol terarah/ bertujuan) </li></ul><ul><li>Berefleksi </li></ul>
  14. 14. TAHAP-TAHAP PERGAULAN: PERSAHABATAN <ul><li>Bimbing anak dalam menetapkan pilihan dengan siapa dia bersahabat. </li></ul><ul><li>I Kor. “pergaulan (sahabat) yang buruk merusak kebiasaan yang baik” </li></ul>
  15. 15. TAHAP-TAHAP PERGAULAN: PERSAHABATAN <ul><li>Berilah nasehat tentang sex dan pacaran pada saat anak belum terlibat secara emosi. Jangan me nunggu sampai dia sudah pacaran, karena dia tidak akan mendengar. </li></ul>
  16. 16. TAHAP-TAHAP PERGAULAN: persahabatan <ul><li>B agi remaja masa kini pacaran itu hanya fun, mereka tidak berpikir untuk menikah. </li></ul><ul><li>Kalau kita katakan , “… belum waktunya untuk pacaran, …” anak kita akan heran. </li></ul>
  17. 17. TAHAP-TAHAP PERGAULAN: persahabatan <ul><li>Jangan memberi kesan, kita anti pacaran. Kita harus berusaha memenangkan pola pikir anak, jangan risau dengan tingkah laku. </li></ul><ul><li>Kalau kita larang, anak akan pacaran di belakang. </li></ul>
  18. 18. KALAU REMAJA KITA NAKSIR TEMANNYA <ul><li>Ajari dia mempelajari hal-hal penting: </li></ul><ul><li>1. Bagaimana hubungan temannya dengan orangtuanya </li></ul>
  19. 19. KALAU REMAJA KITA NAKSIR TEMANNYA <ul><li>Ajari dia memperhatikan hal-hal penting: </li></ul><ul><li>2. Bagaimana pergaulannya dengan lawan jenis : Sopan? Murahan? Bebas? </li></ul>
  20. 20. KALAU REMAJA KITA NAKSIR TEMANNYA <ul><li>Ajari dia memperhatikan hal-hal penting: </li></ul><ul><li>3. Bagaimana hubungan dengan teman -teman nya. </li></ul><ul><li>Kenali dengan siapa dia berteman. T eman nya punya pengaruh besar terhadap dia . </li></ul>
  21. 21. KALAU REMAJA KITA NAKSIR TEMANNYA <ul><li>Ajari dia memperhatikan hal-hal penting: </li></ul><ul><li>5. B agaimana disiplin pribadinya dan kebiasaan buruknya yang menggan g gu . </li></ul>
  22. 22. KALAU REMAJA KITA NAKSIR TEMANNYA <ul><li>Ajari dia memperhatikan hal-hal penting: </li></ul><ul><li>6. A pakah si dia orang yang suka bergantung, malas, pesimis , permisif, dominan, dsb . </li></ul>
  23. 23. Ajari anak Anda berpacaran yang benar <ul><li>Jika remaja Anda sedang ngobrol tentang teman-teman mereka yang saling naksir dan pacaran, silakan nimbrung seolah Anda adalah teman mereka sendiri (setara). </li></ul>
  24. 24. Ajari anak Anda berpacaran yang benar <ul><li>Ceritakanlah bagaimana Anda dulu bertemu, belajar mencintai dan pacaran </li></ul>
  25. 25. <ul><li>MEMBIMBING ANAK BERPACARAN </li></ul>
  26. 26. Berilah nasehat pada saat dia belum terlibat secara emosi. Jangan nunggu sampai dia sudah pacaran, karena dia tidak akan mendengar.
  27. 27. Paradigma ortu kalau pacaran untuk menikah, jadi masih jauh, tapi bagi anak-anak pacaran itu hanya fun, mereka tidak berpikir untuk menikah. Kalau kita katakan belum waktunya untuk pacaran, anak kita akan heran. ….
  28. 28. Jangan memberi kesan, kita anti pacaran. Kita harus berusaha bermain bukan di tingkah laku tapi di pola pikir. Kalau kita larang, kita tidak ada anak akan pacaran. Kita tidak bisa awasi anak kita terus.
  29. 29. M embicarakan dan membimbing anak kita menghadapi pacaran dan pernikahan kita perlu memberi contoh Dengan tingkah laku . Telinganya mungkin bisa luput m e ndengar pengajaran kita, tapi matanya tidak akan luput melihat tingkah laku kita.
  30. 30. B erbicara secara verbal, memberi buku2, memberi nasehat b a gaim a na memilih pacar, mengisi acara dalam berpacaran.
  31. 31. BEBERAPA HAL YANG PERLU KITA TANAMKAN: 1. Ba gaimana hubun g an orang yang saya taksir ini dengan Allah. Karna perkawinan bersifat segitiga (Suami –Istri – Allah)
  32. 32. 2. B agaimana hubungan dia dengan sesama manusia Khususnya yang punya otoritas (guru, polisi). Kalau dia tidak taat pada org yang berotoritas, dia tidak bisa tahan lama di satu tempat pekerjaan, waspadailah…
  33. 33. 3. Bagaimana hubungan dia dengan ortu. 4. Bagaimana pergaulannya dengan lawan jenis.
  34. 34. 5. Bagaimana hubungan dengan teman -teman nya. Kenali dengan siapa saja dia berteman. Teman seperti apa akan memberi pengaruh dia seperti apa.
  35. 35. 6. B agaimana disiplin pribadinya, & kebiasaan buruknya yang menggangu . Makin mahir melihat hal-hal ini makin baik keluarga. Tapi umumnya hal-hal ini tidak dilihat.
  36. 36. 7. B agaimana karakternya : A pakah suka bergantung, malas, pesimis. Bahaya jika pria pasif/pesimis/permisif sedangkan wanitanya aktif & dominan, mungkin bisa cocok. Tapi perkawinan ini tidak sehat.
  37. 37. MENGAJARKAN ANAK TENTANG KEGIATAN PACARAN . Ajari anak-anak acara-acara yang bisa dilakukan. Misalnya, ke kelompok remaja/pemuda, baca buku berdua , saling bertukar ketrampilan, ikut kursus bersama.
  38. 38. Orangtua sebaiknya saling mengenal dengan orangtua pacar anak kita. Sehingga oran g tua bisa bekerja sama supaya anak2nya bisa maju.
  39. 39. Remaja melakukan hubungan seksual bergantung pada 3 aspek <ul><li>1. waktu </li></ul><ul><li>2. tempat </li></ul><ul><li>3. acara. </li></ul>
  40. 40. <ul><li>Waktu : </li></ul><ul><li>Kalau mulai pacaran dari jam 5 / 6, kalau baru satu jam, keintimannya satu poin, pacaran 2 jam naik ke poin 2, pacaran lebih lama lagi tambah dekat Tidak mungkin dari jam 7-10 pegangan tangan terus. </li></ul>
  41. 41. <ul><li>2. Tempat </li></ul><ul><li>Kalau tempat pacaran terbuka, & ada oran g lain , tidak bisa naik sampai tinggi. Tetapi kalau pacaran di villa, tempat gelap, cepat naiknya. </li></ul>
  42. 42. <ul><li>3. acara </li></ul><ul><li>Kalau acaranya nonton VCD, tentang percintaan, tidak ada orang lain, dengan waktu yang lama …waspada. . Karena itu lebih baik kita jangan mengijinkan mereka pacaran lebih dari 3 jam. </li></ul>
  43. 43. <ul><li>K eterbalikan pola relasi wanita dan lelaki. </li></ul><ul><li>Kalau lelaki pasti fisik dulu. Setelah fisik baru emosi. </li></ul><ul><li>Wanita emosi dulu baru fisik . </li></ul>
  44. 44. <ul><li>Laki-laki, demi mendapatkan seks, dia menyatakan cintanya habis-habisan . </li></ul><ul><li>Sedangkan wanita demi mendapatkan cinta bisa memberikan seks. (jangan tanki cintanya KOSONG) </li></ul>
  45. 45. <ul><li>W anita, relasi dekat, batin merasa terlindungi & terpuaskan, dia akan berikan fisiknya. Laki-laki, fisik, terangs a ng, pingin, ya lakukan. </li></ul>
  46. 46. <ul><li>Pola rangsangan yang berbeda pria-wanita : </li></ul><ul><ul><li>L aki-laki terangsang lewat mata dan tangan. Kalau tangan dia dibiarkan untuk mengelus maka dia akan terangsang. </li></ul></ul><ul><ul><li>Wanita, lewat telinga. Maka bisnis pornografi umumnya cocok untuk laki-laki . </li></ul></ul>
  47. 47. <ul><li>K alau dalam pacaran, wanita memakai pakaian yang ketat, seksi, maka memaksa lelaki untuk berkonsentrasi pada fisik. </li></ul>
  48. 48. <ul><li>Kalau sampai terjadi hubungan tubuh, umumnya hubungan tersebut putus. ( Baca di II Sam. 13:1-17. ) </li></ul><ul><li>B ukan hanya putus, tapi berubah dalam trust dan respek. </li></ul>
  49. 49. <ul><li>B iasanya hubungan diluar nikah dilakukan dengan was-was, deg-degan, cari tempat yang tersembunyi. Tidak seperti suami istri yang dengan santai menikmati seks sebagai anugerah Tuhan. </li></ul>
  50. 50. <ul><li>M ereka melakukan dengan tergesa-gesa, sangat cepat, mungkin hanya 5 menit. K erena begitu cepat, mereka tidak merasa nikmat, dan akhirnya berpikir o, ternyata cuma begini …. . </li></ul>
  51. 51. <ul><li>Lalu Si Pria bisa berpikir bahwa pacarnya ini tidak beres. Artinya, kalau saya kawin dengan dia, cuma segitu aja yang dia kasih pada saya. Sehingga dia akan merasa, bahwa perempuan ini murahan. </li></ul>
  52. 52. <ul><li>S etelah terjadi hubungan, kepercayaan si pria akan hancur dan berpikir, gampang ya kamu, mungkin kamu sudah terbiasa . D ia tidak akan percaya kalau si gadis mengatakan bahwa ini yang pertama kali . </li></ul>
  53. 53. <ul><li>Yang kedua, wanita pada saat menyerahkan tubuhnya, itu sudah melibatkan atau melewati tahap emosi, terikat sekali sama laki-laki, jadi begitu putus, akan sangat menyakitkan bagi si gadis. </li></ul>
  54. 54. <ul><li>Kalau si wanita sudah berhubungan badan dan dia kemudian menikah dengan orang lain , kesulitannya adalah apakah akan memberi tahu atau tidak pada pasangannya bahwa dia sudah ditiduri oleh orang lain. </li></ul>
  55. 55. <ul><li>Kalau diberi tahu, takut ditinggal, kalaupun sudah menikah dan akhirnya dikasih tahu atau ketahuan, juga takut akan ditinggal. Jadi akan menjadi kesulitan seumur hidup </li></ul>

×