Strategi marketing dalam mengembangkan potensi pasar
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Strategi marketing dalam mengembangkan potensi pasar

on

  • 10,141 views

Presentasi ini dipresentasikan di Kantor Pusat PT Pos Indonesia. Bapak Herman Muchtar berbicara selaku Ketua Indonesia Marketing Association (IMA) West Java Chapter

Presentasi ini dipresentasikan di Kantor Pusat PT Pos Indonesia. Bapak Herman Muchtar berbicara selaku Ketua Indonesia Marketing Association (IMA) West Java Chapter

Statistics

Views

Total Views
10,141
Views on SlideShare
10,091
Embed Views
50

Actions

Likes
2
Downloads
239
Comments
2

3 Embeds 50

http://www.slideshare.net 46
http://www.slideee.com 3
http://webcache.googleusercontent.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Strategi marketing dalam mengembangkan potensi pasar Presentation Transcript

  • 1.  
  • 2. CURRICULUM VITAE Nama : Herman Muchtar Alamat : Jl Cihampelas 179 Bandung No telp/fax : 62-22-2033069/ 62-22-2037281 E-mail : hermanmuchtar@gmail.com TTL : Kerinci-Jambi, 4 juli 1951 Pendidikan : Institut Teknologi Tekstil Bandung Perusahaan : - Kincai Group -Kincai Collection (garment) -Cihampelas Hotel I dan II -Pondok Kincai -Cihampelas Rental Car - PT . Trimitra Jaya Perkasa (Distributor Semen Padang) ORGANISASI 1982 – 1984: Ketua Umum LEMKARI (Lembaga Karate-do Indonesia) Jawa Barat 1984 – 1999: Ketua Harian LEMKARI (Lembaga Karate-do Indonesia) Jawa Barat (3 periode) 1984 – 2002: Ketua I Bidang Pembinaan FORKI Jawa Barat (4 periode) Pelatih/manajer kontingen PON Jawa Barat pada PON XI, XII, XIII, XIV, XV 1987 – 1991: Ketua Himpi Kota Bandung 1984 – 1991: Kepala Seksi Industri Kecil Kadin Kodya Bandung 1991 – 1996: Wakil Ketua ASEPHI Jawa Barat 1996 – 2005: Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah Kota Bandung ( 2 periode ) 1998 – 2006: Ketua Badan Penyelenggara Promosi Keterkaitan Usaha (BPPKU) Kota Bandung ( 2 periode ) 1999 – 2003: Ketua Himpunan Masyarakat Pengrajin Indonesia (HIMPI) Jawa Barat 2001 – 2004: Ketua I Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat 2002 – 2006: Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Jawa Barat 2003 – 2006 : Ketua I Pengurus Pusat Himpunan Masyarakat Perajin Indonesia (HIMPI) 2002 – 2005: Ketua I Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (LEMKARI) / Anggota Dewan Guru PB LEMKARI (Dan V) 2001 – 2009: Ketua I Pengurus Pusat Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) ( 2 periode ) 2004 – 2008: Ketua Dewan Pengembangan Ekonomi Kota Bandung 2006 – 2010: Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Bandung 2006 – 2009: Ketua I Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional Indonesia / Anggota Dewan Guru 2006 – 2010: Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga FKA ESQ Korwil Jawa Barat 2006 – 2009: President Indonesian Marketing Association (IMA) Jawa Barat 2005 – 2010: Wakil Ketua Lembaga Hubungan Eksterna Pimpinan Wilayah Muhammaddiyah Jawa Barat 2005 – 2010: Tim Eksistensi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Muhammaddiyah Jawa Barat
  • 3. “ STRATEGI MARKETING DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI PASAR ” Oleh : Herman Muchtar Presiden IMA Chapter Jabar
  • 4. POTENSI
    • Jaringan usaha keseluruh pelosok Indonesia
    • Jumlah karyawan yang cukup besar
    • Fasilitas dan infrastruktur sudah tersedia
  • 5. PERMASALAHAN
    • Market :
    • Kesulitan mendapat pasar jasa titipan
    • Technology :
    • Perkembangan IT yang semakin meningkat
    • Human Resource :
    • Kualitas SDM yang tidak mampu bersaing dengan SDM swasta
    • Management :
    • Keputusan manajemen yang sering ragu dalam pengambilan keputusan
    • Image :
    • Citra PT. Pos Indonesia yang makin menurun
    • Dikarenakan hal-hal sebagai berikut :
        • Turunnya kualitas pelayanan
        • Misalnya, Personalia pelayanan yang diragukan oleh konsumen
        • Proses pelayanan yang tidak adaptif dengan kebutuhan pasar Swasta lebih agresif (seperti: DHL, X-Trans, dll)
  • 6. SOLUSI
    • Harus mampu merubah pola pikir birokrat oriented ke bisnis oriented
    • Harus ada keberanian gebrakan dari pimpinan
    • Mampu membangun jaringan (Relationship)
    • Harus Kreatif, Inovatif, dan Efisie n
    • Integrasi pelaksanaan ”Bauran pemasaran Jasa” Layanan Pos (7P- Service marketing mix )
  • 7. 7 P
    • Product (produk) :
    • Memberikan manfaat yang lebih besar daripada pesaing
    • Price (harga) :
    • Sesuai dengan segmen pasar yang dilayani
    • Place (Saluran distribusi) :
    • a) Harus lebih agresif menggunakan agen-agen / tenaga-tenaga
    • formal untuk mencari peluang pasar,
    • b) Optimalisasi kantor pelayanan PT. Pos
    • Promotion (promosi) :
    • Promosi Produk lebih agresif melalui pendekatan Business-to-
    • Business
    • People (sumber daya manusia/pegawai) :
    • Kualitas SDM PT Pos di bidang pelayanan harus memahami
    • keinginan pasar (costumer oriented)
    • Process (proses) :
    • a) Melakukan pelayanan yang pro-aktif (jemput bola),
    • b) Lebih mudah diakses oleh konsumen
    • Physical evidence (fasilitas) :
    • Merevitalisasi fasilitas yang perlu ditingkatkan kualitasnya.
  • 8. SEKIAN TERIMA KASIH &