120727 tugas kelompok six sigma

4,720 views
4,603 views

Published on

Tugas Kelompok Six Sigma

Oleh:
Ricky Cong NIM 122110111
Tresna Selvia Barus NIM 122110136
Fery Atmaja NIM 1221100045
Rutinaias Haholongan NIM 122110122
Hasanuddin NIM 122110052
Tjhin Siat Fung NIM 122110135
Raymond H. Wiryomartani NIM 122110104

Kelas Pengantar Manajemen Kualitas
Dosen Prof. Ir. Syamsir Abduh, MM, PhD.

Dipresentasikan Jumat, 27 Juli 2012
Gedung D, Lantai 6 - Fatahilah

Program Pasca Sarjana - Magister Manajemen
Universitas Trisakti
Jakarta - 2012

Published in: Business, Technology
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,720
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
300
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

120727 tugas kelompok six sigma

  1. 1. Nilai: Six Sigma Tugas Kelompok Disusun dan Presentasi Oleh NIM 85 Ricky Cong NIM : 122110111 Tresna Selvia Barus NIM : 122110136 Fery Atmaja NIM : 122110045 Rutinaias Haholongan NIM : 122110122 Hasanuddin NIM : 122110052 Tjhin Siat Fung NIM : 122110135 Raymond H. Wiryomartani NIM : 122110104 Pengantar Manajemen KualitasDosen: Prof. Ir. Syamsir Abduh, MM, PhD. Program Pasca Sarjana – Magister Manajemen Universitas Trisakti Jakarta - 2012
  2. 2. Six Sigma Pengantar Manajemen KualitasDosen: Prof. Ir. Syamsir Abduh, MM, PhD. 2012 2
  3. 3. Six Sigma dipresentasikan Jumat, 27 Juli 2012 – Gedung D, Lantai 6 - FatahilahNo. Topik Disusun dan Presentasi Oleh NIM1 Introduction2 Part 1 Ricky Cong NIM : 1221101113 Part 2 Tresna Selvia Barus NIM : 1221101364 Part 3 Fery Atmaja NIM : 1221100455 Part 4 Rutinaias Haholongan NIM : 122110122 Hasanuddin NIM : 1221100526 Part 5 Raymond H. Wiryomartani NIM : 122110104 Tjhin Siat Fung NIM : 122110135 3
  4. 4. Part 1 1. Sejarah Six Sigma2. Konsep Dasar Six Sigma 4
  5. 5. Sejarah Six Sigma Pertama kali digagas oleh perusahaan Motorola pada tahun 1986 sebagai terobosan baru dalam bidang manajemen kualitas Six Sigma berkembang sangat cepat karena kebutuhan dunia industri saat itu yang sedang mengalami masalah pengendalian kualitas
  6. 6. KONSEP DASAR SIX SIGMA Six Sigma Institute menjelaskan bahwa Six sigma berarti pengukuran kualitas untuk mencapai kesempurnaan serta merupakan metodologi untuk mengeliminasi cacat di semua proses mulai dari manufaktur sampai transaksional dan dari produk sampai jasa. Vincent Gaspersz dalam bukunya “Pedoman Implementasi Program Six Sigma” mengutarakan bahwa Six sigma merupakan ukuran target kinerja industri tentang bagaimana baiknya suatu proses transaksi produk antara pemasok (industri) dan pelanggan (pasar). Six sigma juga dapat dipandang sebagai pengendalian proses industri berfokus pada pelanggan, melalui penekanan pada kemampuan proses (process capability).
  7. 7. Contoh Cost of Poor Quality Prevention cost Appraisal cost Litigation Maintenance cost Lost management time cost Lost opportunity Lost assets cost Rerun cost Lost business, goodwill cost Lost credibility cost Project rework cost
  8. 8. Cost of Poor Quality terhadap penjualanCOPQ (Cost of Poor Quality)Tingkat Pencapaian Sigma DPMO COPQ Sebagai Persentase dari Nilai Penjualan1-sigma 691.462 (sangat tidak kompetitif) Tidak dapat dihitung2-sigma 308.538 (rata-rata industri Indonesia) Tidak dapat dihitung3-sigma 66.807 25-40% dari penjualan4-sigma 6.210 (rata-rata industri USA) 15-25% dari penjualan5-sigma 233 (rata-rata industri Jepang) 5-15% dari penjualan6-sigma 3,4 (industri kelas dunia) < 1% dari penjualan
  9. 9. Normal Distribution Curve
  10. 10. Normal Distribution Curve
  11. 11. Perbedaan struktur biaya cost of quality untukperusahaan tradisional dan perusahaan six sigma Prevention Appraisal Failure WasteTraditional business costs Six Sigma business costs
  12. 12. Part 2Aplikasi dan Manfaat Six Sigma 12
  13. 13. DANAMembatasi terjadinya COPQ. (Total Cost of Poor Quality)KUALITASpembangkit hasrat kerja karyawan;unsur yang menanamkan sikap dan kebiasaan yang positif;pencipta gagasan di pasar dan masyarakat;pemikat investorDampaknya bagi KaryawanMeningkatkan moral kerja dan kebanggaan karyawan terhadapperusahaan
  14. 14. Kepuasan Pelangganmembantuperusahaan untuk senantiasa menyempurnakankinerja proses, barang dan jasa yangdihasilkan, agar persepsi pelanggan sama dengan harapannya.Pertumbuhan Bisnis Keunggulan Kompetitif • penghematan biaya operasional yang memungkinkan penetapan harga jual produk lebih bersaing; • memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan secara efektif dan efisien; • memperoleh reputasi di bidang kualitas; • mengembangkan budaya dan kebanggaan berdedikasi pada pelanggan.
  15. 15. JasaIndustri Manufaktur APLIKASI SIX SIGMA pertambangan Pemerintahan
  16. 16. Aplikasi SIX SIGMA Dalam perusahaanIndustri Manufaktur :• Identifikasi nilai produk manufaktur yang akan di tawarkan berdasarkan perspektif pelanggan• Transpormasikan nilai-nilai persyaratan yang telah disepakati bersama• Melakukan pemetaan produk individual• Menentukan key performance• Desain value stream process map untuk masa mendatang
  17. 17. JASA• Langkah-langkah penerapan six sigma di bidang jasa: 1. Spesifikasi nilai dari jasa (service value) yang diharapkan pelanggan 2. Melakukan Service Value Stream Mapping sepanjang moments of truth 3. Menghilangkan pemborosan yang tidak bernilai tambah 4. Mengorganisasikan agar material, informasi, dan aktivitas-aktivitas dapat berjalan lancar, efektif dan efisien
  18. 18. Perbedaaan Six Sigma pada Industri Manufaktur dan Jasa• Pada industri manufaktur, pada umumnya ukuran yang dilihat adalah dari jumlah produk yang cacat sedangkan dalam industri jasa, proses yang diukur adalah people process karena memang itu adalah yang menjadi komponen utama dari industri jasa.• Intinya, defect dalam industri jasa adalah masalah yang menyebabkan penurunan dalam hal kualitas atau mengakibatkan pelanggan tidak puas.• Misalnya, dalam industri perbankan: lamanya durasi untuk membuka rekening, atau lamanya suatu pinjaman cair, lamanya pemrosesan statement, dan sebagainya.
  19. 19. Pemerintahan• Six Sigma dapat membantu pemerintah dalam menjalankan berbagai pelayanannya terhadap publik, penegakan hukum, serta membantu berbagai departemen dalam bidang keuangan, SDM, memperbaiki proses dan melakukan penghematan.• Selain itu, Six Sigma juga bakal menciptakan culture efisien dan tanggung jawab kepada karyawan pemerintahan.• Untuk menerapkan Six Sigma dalam pemerintahan diperlukan: 1. Komitmen Pemimpin 2. Selaras dengan Strategi dan Visi 3. Fokus pada Penduduk 4. Infrastruktur formal Six Sigma 5. Training 6. Kinerja dan remunerasi
  20. 20. Pertambangan• Proses yang efektif dan efisien,• Memaksimalkan utilisasi operasi, dan• Fokus pada kebututuhan produksi , seperti: • Melakukan modifikasi alat analisa • Melakukan modifikasi teknik • Melakukan modifikasi terminologi
  21. 21. PERTAMBAN JASA GANMANUFACTUR
  22. 22. Part 3 1. Hambatan Six Sigma 2. Fokus Six Sigma3. Faktor Sukses Six Sigma 22
  23. 23. HAMBATAN SIX SIGMA• Six sigma kurang cocok digunakan untuk berinovasi.• Six sigma mengutamakan tentang proses dan biaya, sedangkan inovasi merupakan sesuatu yang baru dan membutuhkan banyak biaya.• Six sigma hanya akan menganalisa data-data yang bersifat kuantitatif, sedangkan data yang bersifat kualitatif harus diubah menjadi data kuantitatif.
  24. 24. FOKUS SIX SIGMA• Ciptakan tujuan yang merupakan breakthrough – Maksudnya adalah menciptakan visi dan tujuan yang challenging bagi organisasi, sehingga tidak hanya menghadirkan perubahan yang kecil melainkan signifikan.
  25. 25. FOKUS SIX SIGMA – Lanjutan• Identifikasi inisiatif dan target proses – Setelah kita punya tujuan-tujuan bisnis yang lebih spesifik, selanjutnya adalah membuat daftar inisiatif six sigma dan proses apa saja yang perlu dilakukan, tentunya yang selaras dengan tujuan- tujuan tersebut.
  26. 26. FOKUS SIX SIGMA – Lanjutan• Mengalokasikan sumber daya – Selain daftar inisiatif ini diperbaiki, maka tim merancang skenario yang bermacam-macam untuk mengimplementasikan inisiatif tersebut, selagi juga memperhatikan kebutuhan pelanggan dan kestabilan proses. – Alokasikan sumber daya dengan baik, sehingga terjadi keseimbangan antara time dan effort yang diberikan, dengan value yang dihasilkan.
  27. 27. FAKTOR SUKSES SIX SIGMA• Ditinjau dari segi Sistem pengoperasian 1. Six sigma membutuhkan Top down drive atau dorongan dan dukungan penuh dari manajemen untuk menggerakan dan memotivasi subordinate-subordinat yang ada dibawahnya. 2. Six sigma membutuhkan partisipasi [harus] dari karyawannya khususnya untuk selalu customer oriented (berorientasi ke pelanggan).
  28. 28. FAKTOR SUKSES SIX SIGMA – Lanjutan• Ditinjau dari segi Sistem pengoperasian – Lanjutan 3. Six sigma sebagai standar umum perusahaan, misalnya mensosialisasikan istilah (terminology) CTQ, Sigma, Cp, Z- level atau istilah statistik lainnya kepada para Operator (karyawan) • Mencantumkan keterangan sigma level untuk setiap proses produksi dalam sebuah papan informasi yang besar dan mudah dilihat oleh siapa saja, dll.
  29. 29. FAKTOR SUKSES SIX SIGMA – Lanjutan• Ditinjau dari segi Metodologi a. Berasal dari voice of customer. b. Seluruh karyawan memerlukan training. c. Membutuhkan case study project, resource information
  30. 30. Part 41. People Power2. Process Power 30
  31. 31. People Power Executive Leader Champion/Sponsor Master Black Belt Black BeltGreen Belt Green Belt Green Belt
  32. 32. PERAN EXECUTIVE LEADER• Executive Leadership setara dengan executive management pada posisi fungsional.• Syarat Executive Leader yaitu harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap setiap project six sigma.• Peran Executive leader adalah: 1. Menetukan tujuan dan target perusahaan. 2. Memilih champion. 3. Meninjau ulang secara keseluruhan tentang kemajuan dari program six sigma. 4. Menentukan visi six sigma dengan jelas sehingga dipahami oleh seluruh karyawan perusahaan
  33. 33. PERAN CHAMPION/SPONSOR• Champion setara dengan Executive vice president, vice president, CEO, pimpinan unit bisnis strategi pada posisi fungsional perusahaan.• Syarat champion yaitu familiar dengan statistik dasar dan lanjut.• Peran champion antara lain: 1. Memilih project-project Six Sigma. 2. Memilih master black belt. 3. Bersama dengan executive leader menentukan visi Six Sigma. 4. Menjamin fungsi-fungsi kunci perusahaan sesuai dengan visi Six Sigma. 5. Merintis jalan untuk mengimplementasikan six sigma ke seluruh perusahaan. 6. Mengembangkan rencana pelatihan yang komperhensif untuk mengimplementasikan Six Sigma.
  34. 34. MASTER BLACK BELT (MBB)• MBB mencurahkan seluruh waktu kerjanya pada proyek-proyek six sigma.• MBB sebaiknya adalah chief engineer atau pimpinan customer service.• Syarat seorang MBB adalah ahli dalam statistik dasar dan lanjut.• Peran MBB antara lain: 1. Memahami peta bisnis perusahaan. 2. Mengkomunikasikan status dan kemajuan proyek Six Sigma. 3. Bekerja bersama champion untuk memilih proyek Six Sigma serta melatih dan mendukung black belt dan green belt. 4. Berperan dalam mengorganisasi orang, merancang eksperimen lintas fungsi, mengatur dan mengkoordinasikan setiap proyek Six Sigma. 5. Memudahkan atau menyediakan fasilitas untuk penyebarluasan praktek- praktek terbaik berdasarkan six sigma ke seluruh organisasi
  35. 35. BLACK BELT(BB)• Black Belt bekerja dibawah MBB dan bekerja full-time pada proyek six sigma.• Kualifikasi BB adalah engineer atau billing administrator.• Syarat BB adalah ahli statistik dasar.• Peran BB antara lain: 1. Memimpin eksekusi proyek Six Sigma di lapangan, karena posisi BB adalah pada level proses. 2. Mendeterminasi alat yang paling efektif untuk menyelesaikan proyek six sigma. 3. Menjamin hasil proyek untuk diperbaiki secara berkelanjutan. 4. Mempertahankan jadwal proyek dan menjaga kemajuan proyek menuju solusi akhir dan hasil-hasil. 5. Mendokumentasikan hasil-hasil dan menciptakan “Storyboard” (peta-peta kemajuan) dari proyek . 6. Mendukung tranformasi dari solusi baru atas proses-proses baru menuju oprasional yang berlangsung terus menerus .
  36. 36. 8 Kualitas Black Belt1. Kemampuan teknis yang cakap Seorang Black Belt tidak harus seorang lulusan teknik atau jurusan statistik, namun dia memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dan merubah data menjadi informasi yang bisa dipahami oleh dirinya dan tim. Dia juga memiliki kemampuan menganalisa data menjadi suatu knowledge untuk menentukan strategi perbaikan apa yang dipilih. Tanpa kemampuan seperti itu seorang Black Belt akan terjebak dalam hal yang sifatnya akademis dan teoritis.2. Mampu melihat dari menara. Seorang Black Belt paham benar apa yang dia lakukan. Dia memiliki pengetahuan bisnis yang bagus dan mampu melihat hubungan dari proyek-proyek yang dikerjakan dengan hasil yang diinginkan oleh organisasi. Dia mampu menjabarkan bagaimana visi perusahaan diturunkan dari visi ke strategi sampai ke key performance indicator dan penentuan proyek yang dijalankan untuk memenuhi KPI tersebut3. Orientasi pada Hasil. Penentuan kualitas seorang Black Belt adalah tangible dan terukur, bukan subyektif. Meskipun dia pandai berkomunikasi, berkoordinasi, disukai oleh tim dan manajemen namun proyek- proyeknya kerap gagal, maka dia bukan Black belt yang organisasi anda harapkan.
  37. 37. 8 Kualitas Black Belt - lanjutan4. Mampu mengelola proyek. Six Sigma artinya mengerjakan suatu proyek dalam jangka waktu tertentu. Black Belt harus memahami apa yang menjadi requirement, ruang lingkup, sumber daya, batasan waktu, dan perspektif varians. Memahami dasar pengelolaan proyek atau berpengalaman dalam menjalankan suatu proyek adalah kemampuan yang penting untuk dimiliki.5. Pemain Tim. Sebagaimana seorang playmaker dalam sepakbola. Black Belt adalah pengatur serangan dan pertahanan sekaligus. Black Belt harus mempunyai kemampuan dalam memimpin sebuah tim, menjadi bagian di dalamnya, dan paham dinamika serta pengelolaan konflik6. Menerjemahkan keinginan pelanggan. Black Belt mengerti bagaimana berkomunikasi dengan pelanggan dan mendapatkan kebutuhan pelanggan yang paling kritikal. Setelah itu Black Belt mampu menerjemahkan kebutuhan kritikal pelanggan itu menjadi sesuatu yang terukur.
  38. 38. 8 Kualitas Black Belt - lanjutan7.Kemampuan komunikasi. Hasil yang berkualitas didapatkan dari penerimaan yng baik akan ide perbaikan yang diusulkan. Penerimaan yang baik oleh seluruh stakeholder ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi dalam “menjual” ide tersebut. Black Belt harus dapat memahami bagaimana dia berkomunikasi dengan berbagai level dalam organisasi. Cara berkomunikasi dan teknik presentasi kepada manajemen tentu berbeda dengan berkomunikasi dengan shop floor.8.Passion untuk selalu menjadi lebih baik. Kesempurnaan adalah proses, bukan akhir. Baginya selalu ada cara atau sistem yang lebih baik dari yang berjalan saat ini. Seorang Black Belt adalah seorang self-motivated, pembelajar, dan terus meng-upgrade diri
  39. 39. GREEN BELT (GB)• Green Belt bekerja part time pada proyek-proyek six sigma, bekerja dibawah BB.• Keterlibatan Green Belt adalah tergantung pada masalah yang terpilih untuk menjadi proyek Six Sigma.• Syarat GB adalah familiar dengan statistik dasar.• Peran GB antara lain: 1. Berpatisipasi dengan tim dalam proyek BB. 2. Membantu penyebaran keberhasilan teknik-teknik six sigma. 3. Melakukan perbaikan skala kecil di area kerjanya. 4. Melanjutkan mempelajari dan mempraktekan metode-metode dan alat-alat Six Sigma setelah proyek six sigma berakhir.
  40. 40. 8 KUALITAS GREEN BELT1. Pemimpin dan Pemain Tim yang hebat. Seorang GB harus memiliki kemampuan untuk memimpin, bekerja dengan tim, menjadi bagian dari tim dan memahami dinamika tim (team stages). Agar dapat memimpin tim secara efektif, seorang GB harus memiliki interpersonal skill yang bagus. Kemampuan persuasif, mudah bergaul dan memotivasi orang lain adalah kemampuan yang harus2. Passion (semangat). Seorang GB harus mampu memotivasi diri sendiri, memiliki inisiatif dan kepribadian yang dapat dipercaya dan berintegritas tinggi. Semangat yang tinggi akan membantu GB untuk terus maju dan produktif. Passion juga memberi ketabahan untuk tetap bertahan dalam masa-masa sulit dalam perjalanan proyek3. Mempunyai pengetahuan tentang proses. Seorang GB adalah orang yang paham tentang proses yang adawilayahnya. Dia memahami definisi “cacat” yang dihasilkan oleh proses.4. Manajemen Proyek. Seorang GB harus memiliki kemampuan dalam mengelola sebuah proyek dari menerjemahkan kebutuhan bisnis, ruang lingkup kerja, pemanfaatan sumber daya, waktu, dan variasi perspektif.
  41. 41. 8 KUALITAS GREEN BELT - Lanjutan5. Kemampuan Teknis. Seorang GB tidak harus berlatar belakang teknik atau ahli statistik, namun seorang GB dituntut untuk memiliki kemampuan mengumpulkan dan menganalisa data untuk menentukan strategi perbaikan. Seorang GB memang tidak perlu tahu semua tool statistik, namun GB harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan analisa data, memvalidasi sistem pengukuran dan meminta bantuan BB.6. Advokat bagi pelanggan. Seorang GB memahami peran penting dari pelanggan (baik internal ataupun eksternal). GB paham bahwa pelanggan adalah hakim tertinggi penentu dari kualitas produk dan jasa yang dibuat. Memahami dengan tepat kemauan pelanggan dan mampu mengkomunikasikan dalam bahasa proses adalah kualifikasi yang wajib dipunyai seorang GB.7. Berorientasi pada hasil. GB tahu apa yang dikerjakannya selalu didasarkan pada hasil yang nyata untuk perusahaannya.8. Dapat dipercaya dan berintegritas. Selalu berbicara dengan data dan fakta.
  42. 42. Process Power: DMAIC—Five Step Process DefineControl Measure Improve Analyze
  43. 43. Process Power: DMAIC—Five Step Process1. Define (Menentukan): Jelas mengidentifikasi masalah – Fokus pada proses yang menciptakan masalah bukan pada hasilnya. – Tujuan: • Tentukan tujuan proyek dan ruang lingkup. • Tentukan siapa pelanggan, apa kebutuhan mereka adalah untuk produk dan / atau jasa, dan apa harapan mereka. • Mendefinisikan proses untuk ditingkatkan dengan memetakan aliran proses. • Tentukan batas-batas proyek - awal dan akhir dari proses. – Output: • Sebuah pernyataan yang jelas dari perbaikan yang dimaksud dan bagaimana hal itu akan diukur. • Sebuah peta tinggi tingkat proses. • Daftar apa yang penting bagi pelanggan.
  44. 44. Process Power: DMAIC—Five Step Process2. Measure: kemampuan terhadap proses, benchmark, – Fokus terhadap CTQ (critical to quality) – Tujuan: • Fokus upaya perbaikan dengan mengumpulkan informasi tentang situasi saat ini. – Output: • Mengembangkan rencana pengumpulan data untuk proses - data yang titik-titik masalah lokasi atau kejadian. • Sebuah pernyataan yang lebih fokus masalah. • Mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk menentukan jenis cacat dan metrik. • Bandingkan dengan hasil survei pelanggan untuk menentukan kekurangan.
  45. 45. Process Power: DMAIC—Five Step Process3. Analyze: Proses hasil, apa yang akan dibandingkan dengan apa yang dilakukan pesaing – Tujuan: • Menganalisis data yang dikumpulkan dan peta proses untuk menentukan akar penyebab cacat dan kesempatan untuk perbaikan. • Mengidentifikasi kesenjangan antara kinerja saat ini dan kinerja gawang. • Memprioritaskan kesempatan untuk memperbaiki. • Mengidentifikasi sumber-sumber variasi. – Output: • Sebuah teori yang telah diuji dan dikonfirmasi.
  46. 46. Process Power: DMAIC—Five Step Process4. Improve (Meningkatkan): menerapkan perubahan – Jadilah kreatif untuk menemukan cara baru untuk melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih efisien, atau lebih cepat – Tujuan: • Mengembangkan, mencoba dan menerapkan solusi yang membahas akar penyebab. – Output: • Identifikasi direncanakan, tindakan yang harus diuji menghilangkan atau mengurangi dampak dari akar penyebab diidentifikasi.
  47. 47. Process Power: DMAIC—Five Step Process5. Control: Kunci keberhasilan dalam menerapkan langkah-langkah untuk menjaga variabel dalam batas-batas operasi baru – Tujuan: • Mengontrol perbaikan untuk menjaga proses pada program baru. • Gunakan data untuk mengevaluasi baik solusi dan rencana. • Mencegah kembali menjadi "cara lama“. • Mempertahankan keuntungan dengan standarisasi proses. • Garis besar langkah-langkah selanjutnya untuk perbaikan yang sedang berlangsung. – Output: • Sebelum dan setelah analisis. • Pemantauan yang efektif dari sistem ini adalah di tempat. • Pengembangan, dokumentasi dan pelaksanaan rencana pemantauan. • Melembagakan perbaikan melalui modifikasi sistem dan struktur (staf, pelatihan, insentif).
  48. 48. Korporasi Yang Menerapkan Six Sigma GENERAL ELECTRIC MOTOROLA ALLIED SIGNAL SONY POLAROID
  49. 49. Spesifik Sejarah kesuksesan General Electrik• 1995 Operasi margin 13,5%• 1998 Operasi margin 16,7%• Hasil: bonus $ 600million• "Inisiatif yang paling penting GE telah melakukan model six sigma“ - Jack Welch, CEO General Electric
  50. 50. Part 5Study Kasus 50
  51. 51. Aplikasi dan keberhasilan Program Six Sigma Six Sigma ResultsCompany Annual SavingsGeneral Electric $ 2.0 + billionJP Morgan $ 1.5 billionTexas Intruments $ 600 millionHoneywell $ 600 millionJohnson & Johnson $ 500 million
  52. 52. Bank of America (BofA)
  53. 53. Six Sigma @ Bank of America• Bank of America telah menerapkan program Six Sigma untuk Credit risk assesment reduction, fraud prevention, customer satisfaction improvement.• Six Sigma dari Bank of America telah berhasil memberikan manfaat lebih dari US$ 2 milliar, dan meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 25%.• Berikut ini beberapa informasi yang berkaitan dengan keberhasilan, penerapan Six Sigma pada Bank of America.
  54. 54. Six Sigma @ Bank of America• Bank of America mulai menggunakan Six Sigma mulai tahun 2001 sebagai inisiatif Corporate yang didukung oleh CEO Ken Lewis.• Model penyebarannya adalah campuran antara Perekrutan External dan Training Internal.• Ketiga program pertama perkenalkan semua karyawan tidak percaya (skeptis).• Resistansi memudar setelah CEO (Lewis) dan “Letnan-letnan” terbaiknya memperoleh Green Belt.
  55. 55. Six Sigma @ Bank of America• Sekarang BOA (Bank of America) telah mensertifikasi 3.000 Green Belt dan Black Belt.• BOA telah mencapai US$ 2 billion dalam cost saving dan tambahan revenue.
  56. 56. Three Point Plan• Rencana ini menyerukan perusahaan untuk fokus upaya, agar memungkinkan kualitas tinggi dan memberikan output yang terbaik.• Berfokus pada customer: – Dengan mengreorganisasi berdasarkan segmen pelanggan. – Menyeleraskan perusahaan dari atas sampai bawah. – Mengkaitkan rencana penilaian kinerja dengan tujuan strategis perusahaan.
  57. 57. Three Point Plan• Mengembangkan keunggulan bisnis dengan menerapkan suara pelanggan untuk mengidentifikasikan dan merancang beberapa proses bisnis.• Dibantu dengan tenaga kerja yang mampu mempekerjakan lebih dari 225 external Six Sigma Master Black Belts and Black belts menggunakan six sigma di seluruh bisnisnya, menghilangkan limbah dan variasi / kesalahan dalam proses inti dan mendorong pertumbuhan pendapatan dengan memperluas Six Sigma ke dalam lingkungan penjualan.
  58. 58. ResultsDalam dua tahun pertama kualitas BOA telah mencapai hasil sebagai berikut :• CEO dan Team executive memberikan kontribusi US$ 75 juta dalam manfaat produktivitas Six Sigma tahunan.• Kepuasan pelanggan meningkat 20% dan pelanggan rumah tangga bertambah sebanyak 2.3 juta.
  59. 59. Results• 1,3 juta pelanggan rumah tangga mengalami penurunan masalah sebanyak 29%.• Nilai saham meningkat sebesar 52%.• BOA memiliki sepuluh triwulan pendapatan dari peningkatan per saham - naik 29% sejak tahun 2002.• 2002 : BOA dinamakan Best Bank in the US and Euromoney’s World’s most improved Bank.
  60. 60. DuPont Company Overview• DuPont berdiri tahun 1802 - bahan peledak (explosive)• Tahun 1900-an -> bidang chemicals, materials, dan energy• Tahun 1990-an DuPont memerlukan transformasi baru. Mengapa? – DuPont sudah mencapai plateu. Performance-nya mandek – Bisnis chemical dan material tidak lagi menjadi mesin penggerak perusahaan
  61. 61. DuPont Company Overview• Bisnis DuPont terbagi menjadi 5 major market segmet: – Agriculture and Nutrition (with annual revenues of $ 5.5 billion) – Coatings and Color (with annual revenues of $ 5.5 billion) – Performance Materials (with annual revenues of $ 5.4 billion) – Safety and Protection (with annual revenues of $ 4.1 billion) – Electronics and Communications (with annual revenues of $ 2.9 billion)
  62. 62. DuPont Company Overview• Major Markets: – Automotives industry – Electronics industry – Agriculture industry – Construction industry – Aerospace industry
  63. 63. DuPont Company Overview Dupont1 Multinational Corporation2 $ 27 Billion Revenue3 18 major business4 Beroperasi di 70 negara5 Lebih dari 60,000 karyawan6 135 manufacturing and production facilities7 75 Research Labs
  64. 64. 2010 Rank Fortune 2000Rank Company Revenues Profit Assets1 Wall-Mart Stores $ 408 Billions $ 14.3 Billions $ 193 Billions2 Shell $ 285 Billions $ 12.5 Billions $ 345 Billions3 Exxon $ 284 Billions $ 19.3 Billions $ 349 Billions296 DuPont $ 27.3 Billions $ 1.75 Billions $ 48.5 Billions500 Dai Nippon Printing $ 17 Billions $ 0.25 Billions835 Telkom $ 4.3 Billions $ 0.80 Billions $ 6.3 Billions1149 BCA $ 1.6 Billions $ 0.37 Billions $ 15.3 Billions1202 BRI $ 1.86 Billions $ 0.39 Billions $ 12.4 Billions1425 Mandiri $ 2.4 Billions $ 0.06 Billions $ 26.6 Billions
  65. 65. Previous Failed ProgramsNo. When Program Why Failed1 Akhir 1980-an Team-building approach -Team berubah -Manajemen berubah - Membentuk ikatan yang kuat -Ikatan antar anggota antar anggota tim team merenggang -Program dilupakan2 Awal 1990-an Fibers Business mengikuti Malcolm -Du Pont tidak Baldrige National Quality Award mendapatkan Award, maka program tersebut - Penunjukan Baldrige leader ditinggalkan - Karyawan dipilih untuk memimpin 7 performance area -Inisiatiif tersebut yang akan dievaluasi untuk hanya terbatas pada kompetisi tersebut bisnis dan fungsi - Benchmark performance tertentu dalam - Identifikasi kelemahan perusahaan - Melakukukan Regular management review -Kriteria pemeriksaan terbatas
  66. 66. Previous Failed ProgramsNo. When Program Why Failed3 1990-an Continuous Improvement Program -Review menjadi semakin jarang dan - Menjaga improvement yang program menghilang sudah dicapai dengan menggunakan ukuran MBNQA -Project individu dari tiap dept. yang berkaitan dengan continuous improvement gagal mendapat hasil yang significant
  67. 67. What is the new initiative? Six Sigma• Semua program memiliki keunggulan masing- masing namun tidak yang menghubungkan antara kualitas dari masing-masing bisnis DuPont dengan bottom line result.• Six Sigma berbeda karena langsung mempengaruhi profitability perusahaan.
  68. 68. Penerapan Six Sigma• Apakah perusahaan memiliki knowledge dan pengalaman untuk secara efektif mengimplementasikan Six Sigma?• Apakah mereka memiliki tipe atau karakter orang dan jumlah orang untuk menjadi Champions, Black Belts dan Green Belts?• Bila tidak : Diperlukan katalist dari luar, yaitu Six Sigma consultant.
  69. 69. Pengorbanan bagi Perusahaan• Elemen capital dalam membentuk Six Sigma serta cost yang harus diantisipati adalah : – Fee untuk konsultan – Pembelian dan instalasi sistem informasi – Menggaji full – time Champions dan Black Belts – Kehilangan produktifitas ketika karyawan harus ikut training – Pengeluaran cost untuk eksekusi ribuan proyek• Total Cost untuk Du Pont : $ 20 juta
  70. 70. ChronologyPeriode Uraian SigmaBefore six Dupont Total Cost of Poor Quality Sekitar 3 sigmasigma = 20 -30 % dari revenueSaat Cost of Implementing Six Sigma -penerapan = $ 20 million1999 Q1 Pilot Project Six Sigma di Specialty Chemicals started -Revenues $ 1.5 Billions -Target $ 80 million savings (5% dari revenues)1999 Q2 40 Black Belts selesai ditraining dan memulai project1999 Q4 Total saving $ 35 million (target awal $ 25 million) 2.3% of Revenue 17.7% COPQ 4 Sigma2000 Q4 Total saving $ 100 million (target awal $ 80 million) 6.7% of Revenue 13.3% COPQ 5 sigma
  71. 71. Cost of Poor Quality terhadap RevenueCOPQ (Cost of Poor Quality)Tingkat Pencapaian Sigma DPMO COPQ Sebagai Persentase dari Nilai Penjualan1-sigma 691.462 (sangat tidak kompetitif) Tidak dapat dihitung2-sigma 308.538 (rata-rata industri Indonesia) Tidak dapat dihitung3-sigma 66.807 25-40% dari penjualan4-sigma 6.210 (rata-rata industri USA) 15-25% dari penjualan5-sigma 233 (rata-rata industri Jepang) 5-15% dari penjualan6-sigma 3,4 (industri kelas dunia) < 1% dari penjualan
  72. 72. Tugas dari DuPont executive team• Mengkaitkan porsi tiap-tiap corporate leader dengan kompensasi sesuai dengan pencapaian target finansial Six Sigma.• Mengidentifikasi dan melatih Six Sigma Champions.• Menentukan target finansial Six Sigma yang agresive untuk tiap bisnis unit.• Memberlakukan Six Sigma management review sistem.
  73. 73. Contoh• Unit-unit bisnis DuPont menggunakan merek PC yang berbeda dengan kapasitas dan kemampuan melebihi yang dibutuhkan.• Team Project membuat standardisasi untuk kebutuhan diseluruh 18 unit bisnis.• Menentukan pembelian PC hanya dilakukan saat up grade cycle saja dan hanya sesuai kebutuhan• Project ini menghemat $ 4.5 juta hanya untuk bisnis unit di USA.
  74. 74. Contoh Perhitungan• Total Karyawan = 1000 org• 1 minggu  4 orang sakit (0.4% dari total karyawan)• 1 bulan  128 jam kerja loss• 200 MT / hari x USD 3500 / MT = revenue USD 700,000 / hari = USD 87.5 / jam / org• Loss = 128 x 87.5 = Loss USD 11,200 / bln = Loss USD 134,400 / thn
  75. 75. Contoh PerhitunganNo Loss DPMO Sigma1 128 jam kerja loss / bln = 4 org sakit / minggu 800 DPMO 4.652 37.28 jam kerja loss / bln =5 org sakit / bulan 233 DPMO 53 0.48 jam kerja loss / bln = 1 org sakit / dua tahun 3 DPMO 6
  76. 76. Conclusion Strength WeaknessTerbukti Berhasil (Proven Success) Memerlukan Partisipasi Total- Six Sigma telah terbukti secara statistik - Six Sigma dapat menjadi sulitmeningkatkan sales, nilai saham, dan diterapkan.pertumbuhan karyawan pada perusahaan - Penerapan Six Sigma memerlukan totalyang sukses mengimplementasikan Six cooperation dari seluruh anggotaSigma tersebut. perusahaan.- Contoh: DuPont, GE - Karena metode yang spesifik untuk memperbaiki komunikasi, kontrol inventori, dan pengukuran performa customer service, maka bila tidak seluruh anggota perusahaan mendukung, tidak akan sukses. -Dalam perusahaan besar, membuat seluruh karyawan berjalan ke arah yang sama bukan tugas yang mudah.
  77. 77. Conclusion 2 Strength WeaknessImprovement to Customer Value Complicated (rumit)- Menjalankan model Six Sigma - Model six sigma memerlukan jumlahmeningkatkan nilai kepada customer data statistik yang banyak dan significant,dengan memperbaiki job satisfaction bagi mulai dari pengumpulan data sampaikaryawan. Perbaikan job satisfaction akan dengan analisa data.membuat karyawan lebih berfokus pada - Proses ini rumit dan memakan waktu.men-deliver produk terbaik dan jasa - Perusahaan kecil biasanya melihat hal initerbaik mereka. sebagai sesuatu yang terlalu rumit untuk- Job satisfaction yang meningkat karena dijalani dalam jangka panjang dan akhirmodel six sigma berfokus pada perbaikan menyerah menggunakan six sigmakomunikasi dan team work untuk sebagai bisnis model mereka.meningkatkan business workflow.
  78. 78. THE END 79

×