Rasio Keuangan

1,216 views
1,037 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,216
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
39
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rasio Keuangan

  1. 1. RASIO KEUANGAN
  2. 2. LIKUIDITAS, SOLVABILITAS RENTABILITAS dan aktivitas
  3. 3. Likuiditas: adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yg segera harus dipenuhi.
  4. 4. Suatu perusahaan mempunyai “kekuatan membayar” belum tentu dapat memenuhi segala kewajiban finansialnya .
  5. 5. Likuiditas badan usaha dapat diketahui dengan cara membandingkan jumlah AKTIVA LANCAR dg UTANG LANCAR . Hasil perbandingan tersebut disebut dg “Current Ratio” atau “Working capital Ratio”
  6. 6. Secara umum dapat dikatakan Current Ratio kurang dari 2 : 1 (200 %) dianggap kurang baik. NB: 2 rupiah harta lancar dapat menutupi 1 rupiah utang lancar. Atau tiap Rp.1 hutang lancar dapat dijamin dengan Rp.2 harta/aktiva lancar
  7. 7. Apabila suatu perusahaan menetapkan bahwa “Current Ratio” yg harus dipertahankan adalah 3 : 1 atau 300 %, ini berarti bahwa setiap utang lancar sebesar Rp 1 harus dijamin dengan aktiva lancar Rp 3 atau dijamin dengan “net working capital” Rp 2. Dengan demikian, maka ratio modal kerja dengan utang lancar adalah 2 : 1 (karena modal kerja tak lain adalah kelebihan aktiva lancar di atas utang lancar).
  8. 8. Pertanyaan : Apabila perusahaan suatu saat mempunyai modal kerja neto (net working capital) sebesar Rp 10.000,- Berapakah utang lancar maksimal yg harus dipunyai perusahaan ? Dg asumsi perusahaan tetap mempertahankan current ratio 300 % NWC = CA – CL = 10.000  (1) CA : CL = 3 : 1  (2) CA = 3 CL (2)  (1): 3CL – CL = 10.000  2CL =10.000 CL = 5.000 CA = 15.000
  9. 9. Neraca Harta Lancar Rp 15.000,- Utang Lancar Rp 5.000,Net Working Capital Rp 10.000 Jadi utang lancar maksimal sebesar Rp 5.000,- Current Ratio = 15.000/5.000 x 100 % = 300 % (3 :1)
  10. 10. Jika utang lancar perusahaan tersebut Rp 6.000,- sedangkan modal kerjanya adalah Rp 10.000,Berapakah “Current Ratio” nya DAN “ Working Capital Ratio ” ? CR = ? NWC = CA – CL  CA = NWC + CL CA = 10.000 + 6.000  16.000 CR = 16.000 : 6.000  266,67% WCR = 10.000 : 6.000  166,67%
  11. 11. JAWAB : Neraca Harta Lancar Rp 16.000,- Utang Lancar Rp 6.000,Modal Kerja Rp 10.000,- Current Ratio = 16.000/6.000 x 100 % = 267 %
  12. 12. Untuk mendapatkan kepastian yg lebih besar seringlah kita mengukur tingkat likuiditas suatu perusahaan selain current ratio, dilengkapi dengan menggunakan “Quick ratio” atau “Acid test ratio” sbg alat pengukurnya. Dalam hal ini kita hanya mengambil elemen aktiva lancar yg mempunyai tingkat likuiditas tinggi untuk dibandingkan dg current liabilities. Seperti : Kas, Efek dan piutang elemen persediaan tidak diperhitungkan, karena persediaan merupakan harta lancar yg paling tidak lancar.
  13. 13. Rumus – rumus Ratio Keuangan  RASIO LIKUIDITAS   Current ratio   Cash ratio        100 %. Kas + Efek = --------------------x Hutang Lancar 100 %.     x     Aktiva Lancar = --------------------Hutang Lancar Acid test ratio / Quick Ratio   Aktiva Lancar - Persediaan = ---------------------------------Hutang Lancar Aktiva Lancar - Persediaan Working Capital = ----------------------------------to Total Assets Ratio Total Aktiva x 100 %. x 100 %.
  14. 14. Secara umum dapat dikatakan “ Quick ratio ” atau “ Acid Test Ratio ” kurang dari 1 : 1 atau 100 % dianggap kurang baik.
  15. 15. Tingkat Likuiditas suatu perusahaan dapat dipertinggi dengan jalan sbb :    Dengan utang lancar tertentu, diusahakan untuk menambah aktiva lancar. Dengan aktiva lancar tertentu, diusahakan untuk mengurangi utang lancar. Dengan mengurangi jumlah utang lancar bersama-sama dg mengurangi aktiva lancar , dimana penurunan aktiva lancar harus lebih kecil dari penurunan utang lancar.
  16. 16. Dengan Cara :    Menjual Aktiva tetap secara tunai. Adanya setoran modal pemilik berupa kas atau elemen aktiva lancar lainnya. Adanya pinjaman (utang) jangka panjang.
  17. 17. KASUS : Pada akhir tahun 2007 suatu perusahaan mempunyai aktiva lancar sejumlah Rp 600.000.000,- dan utang lancar Rp 200.000.000,a. Apabila perusahaan ingin membeli inventory secara kredit supaya current ratio tidak kurang dari 250 % berapa jumlah inventory yg dapat dibiayai dengan utang lancar ? b. Kalau kita ingin mencapai CR = 400 % berapa jumlah kas yang dapat digunakan untuk membayar utang lancar ?
  18. 18.        Misalkan persediaan yang akan dibeli secara kredit : x  current ratio 250% 600 + x = 2,5 200 + x 1 600 + x = 500 + 2,5x 600 – 500 = 2,5 x – x 1,5 x = 100  x = Rp.66.666.667 Jadi persediaan yang dapat dibeli secara kredit dengan mempertahankan current ratio sebesar 250% adalah Rp.66.666.667,-
  19. 19.        600-x=4 200-x=1 600-x=800-4x -x+4x=800-600 3x=200 X=200/3=Rp 66.666.667 Jadi jml kas yg dapat dibayarkan utk membayar utang lancar dgn rasio
  20. 20. Pembahasan : a. persediaan maximal yg bisa dibeli       Misalkan persediaan/inventory yg akan dibeli = x 600 + x = 2,5  600 + x = 500 + 2,5x 200 + x 1 100 = 1,5 x  x = 100 = 66,67 1,5 Persediaan yg bisa dibeli untuk mempertahankan current ratio 250%, adalah Rp.66.666.667.
  21. 21. Pembahasan : b. kas yang bisa dibayarkan untuk mempertahankan ratio 400%         Misalkan kas yang harus dibayar = x 600 – x = 4 200 – x = 1 600 – x = 800 – 4x -x + 4x = 800 – 600 3x = 200 X = 66,7 Jadi, kas yg bs dibayarkan untuk mencapai current ratio 400 % adalah Rp 66.666.667
  22. 22. JAWAB (a) : Jumlah inventory yang akan dibeli = X 600.000.000 + X 2,5 ----------------------- = ---200.000.000 + X 1 (600.000 + X) : (200.000 + X) = 2,5 : 1 600.000 + X = 500.000 + 2,5 X 100.000 = 1,5 X --------- X = Rp 66.667
  23. 23. JAWAB (b) : Diasumsikan jumlah kas yang dibayarkan = X 600.000.000 – X 4 ------------------------- = ------------200.000.000 – X 1 600.000 – X) : (200.000 – X) = 4 : 1 600.000 - X) = 800.000 – 4 X 3 X = 200.000 X = 66.667
  24. 24. SOLVABILITAS Kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya pada saat perusahaan tersebut dilikuidasi.
  25. 25. Solvabilitas perusahaan dapat diukur dengan cara : Membandingkan jumlah aktiva (total asset) dengan jumlah utang (baik jk pendek maupun jk panjang).
  26. 26. Rumus Solvabilitas     Total Hutang Total Debt to Equity Ratio = ------------------ x 100 %. Modal sendiri   Total Hutang Total Debt to capital Assets = ------------------- x 100 %. Total Aktiva   Hutang Jangka Panjang Long Term Debt to = -------------------------------- x 100 % Equity Ratio Modal Sendiri          
  27. 27. RENTABILITAS /PROFITABILITAS : Rentabilitas /profitabilitas suatu perusahaan menunjukkan suatu perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Rumus : L x 100 % M
  28. 28. RASIO PROFITABILITAS                Laba kotor Gross Profit Margin = ---------------------- x 100 %. Penjualan netto   HPP + Biaya administrasi Operating Ratio = --------------------------------- x 100 %. Penjualan netto   Laba setelah pajak Net Profit Margin = ---------------------------- x 100 %. Penjualan netto   Laba setelah pajak Return On Investment = ----------------------------- x 100 %. Jumlah aktiva
  29. 29. Cara Penilaian RENTABILITAS:   Rentabilitas EKONOMI Rentabilitas Modal Sendiri / USAHA
  30. 30. Rentabilitas Ekonomi: Perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing.
  31. 31.  Contoh : Perusahaan X bekerja dengan modal sebesar Rp.200.000.000,yang terdiri dari Hutang Rp.100.000.000,- dengan bunga 10%/thn, dan modal sendiri sebesar Rp.100.000.000,-. Keuntungan yang berasal dari operasi perusahaan selama setahun sebesar Rp.40.000.000,Diminta : Rentabilitas Ekonomi ? Pembahasan : Laba 40.000 RE = ------- x 100% = ----------- x 100% = 20% Modal 200.000 * Laba yang diperhitungkan dalam RE adalah LABA USAHA.
  32. 32. Rentabilitas USAHA: Perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri .
  33. 33.          Contoh : Perusahaan X bekerja dengan modal sebesar Rp.200.000.000,- yang terdiri dari Hutang Rp.100.000.000,- dengan bunga 10%/thn, dan modal sendiri sebesar Rp.100.000.000,-. Keuntungan yang berasal dari operasi perusahaan selama setahun sebesar Rp.40.000.000,Diminta : Rentabilitas Usaha? Pembahasan : Laba operasi/usaha Rp.40.000.000,Bunga hutang 10% (RP.10.000.000,Laba sebelum Pajak (Earning Before Income Tax/EBIT) Rp.30.000.000,Pajak 25% Rp. 7.500.000,Laba setelah pajak (Earning After Tax/EAT) Rp.22.500.000,EAT 22.500.000 RU = ------------------- X 100% = ----------------- X 100% = 22,5% Modal Sendiri 100.000.000
  34. 34. RASIO AKTIVITAS  Menunjukkan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan sumberdaya untuk memperoleh pendapatan.
  35. 35. RASIO AKTIVITAS                        Total Assets Turn Over   Penjualan Netto = ------------------------Total aktiva x 1 kali. Penjualan kredit Receivable Turnover = -------------------------x 1 kali. Piutang rata-rata   Piutang rata 2 x 360 Average Collection = ----------------------------x 1 hari. Periode Penjualan Kredit   Harga Pokok Penjualan Inventory Turnover = ----------------------------x 1 kali. Inventory rata-rata   Inventory rata 2 x 360 Average day’s = -----------------------------x 1 hari. Inventory Harga Pokok Penjualan   Penjualan neto Working Capital = ------------------------------------- x 1 kali. Turnover Aktiva Lancar - Hutang Lancar
  36. 36. Bagaimana meningkatkan RENTABILITAS ?
  37. 37. Untuk meningkatkan RENTABILITAS , harus diketahui dulu faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi/rendahnya rentabilitas ekonomi / EARNING POWER.
  38. 38. Tinggi dan rendahnya EARNING POWER ditentukan oleh dua faktor:   PROFIT MARGIN, yaitu perbandingan antara “net operating income” dengan “net sales” perbandingan dinyatakan dalam persentase. TURNOVER OF OPERATING ASSETS (tingkat perputaran aktiva usaha), yaitu kecepatan berputarnya operating assets dalam suatu periode tertentu. Turnover tersebut dapat ditentukan dengan membagi “NET SALES” dengan “OPERATING ASSETS”.
  39. 39. Net Operating Income Profit Margin = ------------------------------------- x 100 % Net Sales
  40. 40. Net Sales Turnover of Operating Assets = -----------------------operating assets
  41. 41. Contoh : Suatu perusahaan selama setahun mempunyai net sales sebesar Rp 80.000.000,- Jumlah modal atau kekayaan digunakan di dalam Perusahaan tersebut sebesar Rp 40.000.000,-. Selama setahun dihasilkan Laba usaha (net operating income) sebesar Rp 4.000.000,Ditanya : 1. Profit margin. 2. Turnover of Operating Assets .
  42. 42. Pembahasan         Net Operating Income Profit Margin = ------------------------------------- x 100 % Net Sales 4.000.000 = ---------------- x 100 %  PM = 5% 80.000.000 Net Sales Turnover of Operating Assets = -----------------------operating assets 80.000.000 = ------------------  TOA = 2 x 40.000.000
  43. 43. Rentabilitas Modal Sendiri: adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri disatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dilain pihak. Atau dengan kata lain Rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan. Laba yang diperhitungkan untuk menghasilkan Rentabilitas Ekonomi adalah LABA setelah dikurangi bunga modal asing dan pajak.
  44. 44.         RASIO LIKUIDITAS Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financialnya dalam jangka pendek tepat pada waktunya. RASIO AKTIVITAS Menunjukkan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan sumberdaya untuk memperoleh pendapatan. RASIO LEVERAGE (RASIO SOLVABILITAS) Menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang. RASIO PROFITABILITAS Untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba.

×