• Like
Menjalankan bisnis secara islami   m iqbal - forum belajar ekonomi syariah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Menjalankan bisnis secara islami m iqbal - forum belajar ekonomi syariah

  • 3,607 views
Published

“Ku kira coklat, nggak taunya broklat, perutku jadi kacau berat, nggak! Nggak momo lagi”. Demikian sebuah pernyataan yang diperankan oleh seorang anak bertubuh tambun dalam sebuah iklan kudapan coklat …

“Ku kira coklat, nggak taunya broklat, perutku jadi kacau berat, nggak! Nggak momo lagi”. Demikian sebuah pernyataan yang diperankan oleh seorang anak bertubuh tambun dalam sebuah iklan kudapan coklat bermerk “Gery Toya-Toya” produksi Garuda Food, yang ditampilkan dalam iklan di berbagai televisi nasional. Sekilas iklan tersebut biasa saja, namun sesungguhnya memuat pesan yang menyerang pesaingnya bernama ”Momogi” kudapan buatan perusahaan lain. Dilain pihak beberapa iklan di televise menampilkan produk toiletris seperti sabun mandi, atau perawatan kulit, yang secara sengaja mengumbar kulit mulus wanita cantik, atau kita juga disuguhkan oleh iklan obat sekali minum sembuh, padahal proses penyembuhan penyakit tidak sesederhana itu.
Apa yang dibahas di atas merupakan gambaran betapa sebagian orang atau organisasi melakukan berbagai cara untuk menjual produknya baik dengan cara menyerang pesaingnya, mengumbar aurat atau melakukan kebohongan publik. Apakah bisnis merupakan profesi etis? Atau sebaliknya ia menjadi profesi kotor? Kalau profesi kotor penuh tipu menipu, mengapa begitu banyak orang yang menekuninya bahkan bangga dengan itu? Lalu kalau ini profesi kotor betapa mengerikan masyarakat modern ini yang didominasi oleh kegiatan bisnis ini (Sony Keraf:2000). Adakah Islam mempunyai jawaban atau aturan mengenai bagaimana berbisnis?

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
3,607
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
184
Comments
0
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MENJALANKAN BISNIS SECARA ISLAMI
  • 2. Menurut Syed Nawab Haidar Naqvi, dalam buku “Etika dan Ilmu Ekonomi: Suatu Sistesis Islami”, beliau memaparkan empat aksioma etika ekonomi , TAUHID KESEIMBANGAN (KEADILAN) KEBEBASAN TANGGUNG JAWAB
  • 3.
    • Hasil penelitian yang dilakukan oleh James Liebig , penulis Merchants of Vision . Dalam penelitian itu, ia mewawancarai tokoh-tokoh bisnis di 14 negara. James Liebig menemukan enam perspektif, yang umum berlaku, sbb:
    • Bertindak sesuai etika ,
    • Mempertinggi keadilan sosial ,
    • Melindungi lingkungan ,
    • Pemberdayaan kreatifitas manusia ,
    • Menentukan visi dan tujuan bisnis yang bersifat sosial dan melibatkan para karyawan dalam membangun dunia bisnis yang lebih baik, menghidupkan sifat kasih sayang dan pelayanan yang baik dalam proses perusahaan,
    • Meninjau ulang pandangan klasik tentang paradigm ilmu ekonomi yang bebas nilai .
  • 4.
    • Sesuai dengan panduan Rasulullah saw.
    Sifat-sifat Rasulullah
  • 5.
    • Kejujuran
    • Tidak melakukan sumpah palsu
    • Tidak melakukan penawaran palsu
    • Tidak menjelekkan bisnis orang lain
    • Tidak melakukan Ihtikar (penimbunan)
    • Benar dalam timbangan
    • Tidak melakukan monopoli
    • Bersih dari riba, maisir dan gharar
    • Produk suci dan halal
    • Tidak melakukan bisnis dalam kondisi eksisnya bahaya
  • 6.
    • Kerja keras
    • Bersemangat
    • Mengharap ridho Allah, akan menjadikan ia senantiasa ikhlas
    • Berdoa
    • Membayar upah karyawan sebelum keringatnya kering.
    • Menyegerakan dalam membayar hutang.
  • 7.
    • Memiliki visi dan misi yang jelas.
    • Belajar dari siapa pun dan dimana pun.
    • Keilmuan, baik yang bersifat umum ataupun yang bersifat khusus seperti yang terkait dengan bidang usaha yang dijalani.
    • Memiliki kemampuan dan proaktif menyiasati peluang.
  • 8.
    • Ramah tamah.
    • Bisnis dengan sukarela dan tanpa paksaan.
    • Melonggarkan hutang.
  • 9.
    • Penawaran dan pengakuan (testimoni) fiktif
    • Iklan yang tidak sesuai dengan kenyataan
    • Eksploitasi wanita
  • 10. Manajemen Bisnis Arahan
      • Manajemen Strategik
    Memiliki Visi dan Misi organisasi bisnis yang mana harus terkait misi penciptaan manusia di dunia.
      • Manajemen Operasi
    Adanya jaminan halal bagi setiap masukan (supply) barang, proses pengolahan, hingga keluaran (output) dengan mengedepankan koridor syar’iah.
      • Manajemen Keuangan
    Adanya jaminan halal bagi setiap input, proses, dan output keuangan
      • Manajemen Pemasaran
    Pemasaran dalam koridor jaminan halal.
      • Manajemen Sumber Daya Insani
    SDI yang professional & berkepribadian Islami. SDI yang handal dalam mengelola bisnis. SDI yang bertanggung jawab kepada diri, majikan dan Allah SWT.
  • 11.
    • Apakah ada peluang usaha seperti yang diinginkan?
    • Apakah lika-liku bisnis yang akan dilakukan telah diketahui benar, baik cara memulainya, membuat, menjual, menyimpan, sampai cara mendapatkan modal usaha?
    • Adakah pesaing dan calon pesaing di lapangan bisnis itu, dan sejauh mana para pesaing itu telah dikenali?
    • Seberapa besarkah pasar yang hendak digarap?
    • Bila bisnis yang akan dikerjakan memerlukan pemasok, sudahkah diketahui benar siapa yang bakal menjadi supplier dan apakah ada supplier potensial lainnya?
    • Seberapa banyak modal sudah di tangan dan bagaimana pula bila memerlukan penambahan modal?
    • Bagaimana cara mendapatkan tenaga kerja yang diperlukan?
    • Apakah sudah dapat ditemukan dan ditentukan lokasi usahanya?
    • Apakah sudah dimengerti seluk beluk peralatan yang diperlukan?
    • Apakah sudah diketahui segala peraturan dan ketentuan yang menyangkut bidang usaha, seperti undang-undang gangguan, ijin usaha, pajak, kutipan resmi, kebersihan, tatakota dan sebagainya?
  • 12.
          • Kegiatan Pemodalan (Equity Financing)
    • Musyarakah (joint venture profit sharing)
    • Mudharabah (trustee profit sharing)
          • Kegiatan Pembiayaan (Debt Financing)
    • Biasa dilakukan dengan teknik jual beli (ba’i)
    • Murabahah
    • Salam
    • Istisna
    • Ijarah
  • 13.
    • KARTU NAMA
      • Membuat kartu nama dan membawanya ke pertemuan-pertemuan yang diikuti.
    • INFORMASI
      • Mencari informasi dari keluarga, saudara, sejawat dan kenalan dekat, atau juga lembaga-lembaga pemerintahan, serta konsultan.
    • RANTAI BERSAMBUNG
      • Dengan cara rantai bersambung, yaitu menggunakan refrensi atau informasi dari seorang pembeli yang merekomendasikan calon pembeli lain.
    • AKTIF
      • Menjadi anggota dari suatu perkumpulan atau organisasi.
  • 14.
    • PROMOSI
      • Memasang iklan atau melakukan promosi.
    • DATANGI TEMPAT YANG TEPAT
      • Mendatangi calon pembeli: di kantor pada saat yang tidak terlalu sibuk; di rumah pada saat yang tidak terlalu banyak terlibat urusan keluarga, atau di tempat lain yang memungkinkan.
    • FORUM
    • Mengikuti pameran, eksebisi dan pertemuan-pertemuan yang memungkinkan bagi publikasi produk anda.
    • DOOR TO DOOR
      • Langsung mengunjungi pengguna akhir, seperti ibu rumah tangga bagi keperluan rumah tangga.
  • 15.
    • Modal hanyalah pelengkap.
      • Dalam berbisnis, modal uang jelas bukanlah segala-segalanya. Keahlian, jaringan, nama baik, penguasan teknologi, pengetahuan mengenai pasar adalah modal yang sama pentingnya dengan uang.
    • Reputasi dulu.
      • Caranya? Bangunlah nama baik, keahlian, kepercayaan, kualitas dan harga diri. Begitu anda dikenal dalam bidang usaha Anda, uang akan datang mengejar anda.
    • Tumbuh dari bawah.
      • Bisnis yang baik tidak pernah tiba-tiba besar. Hampir semua pengusaha sukses, merintis usahanya dari bawah hinga mencapai sukses.
    • Konsentrasi di bidang yang dikuasai
      • Penguasaan bidang menjadi syarat mutlak untuk maju. Belum pernah terdengar kisah sukses pengusaha yang berada dalam bidang yang tidak dikuasainya sama sekali.
    • Anti kerumunan.
      • Bisnis yang diawali dengan mengkopi sukses orang lain dan masuk dalam kerumunan sangat berbahaya. Dalam kerumunan akan sulit bernafas, bahkan sulit keluar dengan mulus. Kemungkinan babak belur sangat besar .
  • 16.
    • Dalam Islam posisi pebisnis pada dasarnya adalah profesi yang terpuji dan mendapat posisi yang tinggi sepanjang ia mengikuti koridor syari’ah. Muamalah dalam bentuk apapun diperbolehkan sepanjang ia tidak melanggar dalil syar’i.
  • 17.  
  • 18.  
  • 19. WALLAHU’ALAM BISHWAB