Teori kontingensi rere

6,016 views
5,736 views

Published on

Published in: Education
2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,016
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
103
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teori kontingensi rere

  1. 1. Teori Kontingensi (Contigensy Theory)Teori-teori kontingensi berasumsi bahwa berbagai pola perilaku pemimpin (atau ciri)dibutuhkan dalam berbagai situasi bagi efektivitas kepemimpinan. Teori Path-Goal tentangkepemimpinan meneliti bagaimana empat aspek perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasanserta motivasi pengikut. Pada umumnya pemimpin memotivasi para pengikut denganmempengaruhi persepsi mereka tentang konsekuensi yang mungkin dari berbagai upaya. Bilapara pengikut percaya bahwa hasil-hasil dapat diperoleh dengan usaha yang serius dan bahwausaha yang demikian akan berhasil, maka kemungkinan akan melakukan usaha tersebut.Aspek-aspek situasi seperti sifat tugas, lingkungan kerja dan karakteristik pengikutmenentukan tingkat keberhasilan dari jenis perilaku kepemimpinan untuk memperbaikikepuasan dan usaha para pengikut.LPC Contingency Model dari Fiedler berhubungan dengan pengaruh yang melunakkan daritiga variabel situasional pada hubungan antara suatu ciri pemimpin (LPC) dan kinerjapengikut. Menurut model ini, para pemimpin yang berskor LPC tinggi adalah lebih efektifuntuk situasi-situasi yang secara moderat menguntungkan, sedangkan para pemimpin denganskor LPC rendah akan lebih menguntungkan baik pada situasi yang menguntungkan maupuntidak menguntungkan. Leader Member Exchange Theory menjelaskan bagaimana parapemimpin mengembangkan hubungan pertukaran dalam situasi yang berbeda denganberbagai pengikut. Hersey and Blanchard Situasional Theory lebih memusatkan perhatiannyapada para pengikut. Teori ini menekankan pada perilaku pemimpin dalam melaksanakantugas kepemimpinannya dan hubungan pemimpin pengikut.Leader Participation Model menggambarkan bagaimana perilaku pemimpin dalam prosespengambilan keputusan dikaitkan dengan variabel situasi. Model ini menganalisis berbagaijenis situasi yang mungkin dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan tugaskepemimpinannya. Penekanannya pada perilaku kepemimpinan seseorang yang bersifatfleksibel sesuai dengan keadaan yang dihadapinya. • Teori Kontingensi Fiedler 1. Pemimpin akan mementingkan tugas bila hubungan dengan bawahan baik, tugas berpola dan memiliki wibawa kuat ataupun lemah. 2. Pemimpin juga akan mementingkan tugas bila hubungannya baik, wibawanya kuat namun tugas tidak berpola. Demikian pula bila hubungannya tidak baik, tugas tidak berpola dan wibawanya pun lemah. 3. Pemimpin hendaknya mementingkan hubungan bila hubungan dengan bawahan tidak baik, tugas berpola dan memiliki wibawa kuat ataupun lemah. 4. Pemimpin juga harus mementingkan hubungan bila hubungannya tidak baik, tugasnya tidak berpola, namun wibawanya kuat. Demikian pula bila pemimpin mempunyai hubungan yang baik namun tugasnya tidak berpola dan wibawanya pun lemah. • Teori kontingensi fidler dapat diilustrasikan dalam gambar sebagai berikut : •
  2. 2. KONDISI HUBUNGAN TUGAS WIBAWA GAYA KEPEMIMPINANI Baik Berpola Kuat Mementingkan tugasII Baik Berpola Lemah Mementingkan tugasIII Baik T.Berpola Kuat Mementingkan tugasIV Baik T.Berpola Lemah Mementingkan hub.V T.Baik Berpola Kuat Mementingkan hub.VI T.Baik Berpola Lemah Mementingkan hub.VII T.Baik T.Berpola Kuat Mementingkan hub.VIII T.Baik T.Berpola Lemah Mementingkan tugas

×