Makalah pengaruh pestisida terhadap lingkungan

34,106 views
33,571 views

Published on

2 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
34,106
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
619
Actions
Shares
0
Downloads
498
Comments
2
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah pengaruh pestisida terhadap lingkungan

  1. 1. MAKALAH KIMIA LINGKUNGAN PENGARUH PESTISIDA TERHADAP LINGKUNGAN Disusun oleh : Amar 121111001 JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS SAINS TERAPANINSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA 2013
  2. 2. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zatenergi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan olehkegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkattertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuaidengan peruntukannya Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam(misal gunung meletus, gas beracun akibat penggunaan pestisida).Ilmu lingkungan biasanyamembahas pencemaran yang disebabkan perbuatan manusia yang sulit untuk dicegah,Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari, Yang dapat dilakukan adalah mengurangipencemaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran dan kepedulianmasyarakat terhadap lingkungannyaagar tidak mencemari lingkungan. Dengan meningkatnya pembangunan nasional dan juga terjadinya peningkatanindustrialisasi diperlukan saran-sarana yang mendukung lancarnya proses industrialisasitersebut, yaitu dengan meningkatkan sektor pertanian, kondisi pertanian di Indonesia di masamendatang banyak yang akan diarahkan untuk kepentingan agroindustri. Salah satu bentuknyaakan mengarah pada pola pertanian yang makin monokultur, baik itu pada pertanian daratmaupun akuakultur. Dengan kondisi tersebut, maka berbagai jenis penyakit yang tidak dikenal atau menjadimasalah sebelumnya akan menjadi kendala bagi peningkatan hasil berbagai komoditiagroindustri. Peningkatan sektor pertanian memerlukan berbagai sarana yang mendukung agardapat dicapai hasil yang memuaskan dan terutama dalam hal mencukupi kebutuhan nasionaldalam bidang pangan/sandang dan meningkatkan perekonomian nasional dengan mengeksporhasil ke luar negeri. Sarana-sarana yang mendukung peningkatan hasil di bidang pertanian ini adalah alat-alatpertanian, pupuk, bahan-bahan kimia yang termasuk di dalamnya adalah pestisida.Beberapa
  3. 3. negara berkembang telah mengurangi penggunaan dari bahan-bahan kimia pertanian karenamerupakan salah satu penyebab utama dari pencemaran lingkungan.Pencemaran lingkunganterutama lingkungan pertanian disebabkanoleh penggunaan bahan-bahan kimia pertanian.Telahdapat dibuktikan secara nyata bahwa bahan-bahan kimia pertanian dalam hal ini pestisida,meningkatkan produksi pertanian dan membuat pertanian lebih efisien dan ekonomi. Pencemaran oleh pestisida tidak saja pada lingkungan pertanian namun dapatmembahayakan kehidupan manusia dan hewan dimana residu pestisida terakumulasi padaproduk-produk pertanian dan pada perairan.Bagaimana cara untuk meningkatkan produksipertanian disamping juga menjaga keseimbangan lingkungan agar tidak terjadi pencemaranakibat penggunaan pestisida yang dapat mengganggu stabilitas lingkungan pertanian. Untuk itu perlu diketahui peranan dan pengaruh serta penggunaan yang aman daripestisida dan adanya alternatif lain yang dapat menggantikan peranan pestisida pada lingkunganpertanian dalam mengendalikan hama, penyakit dan gulma.B. Rumusan Masalah1. Apakah yang dimaksud dengan pestisida?2. Bagaimnakah dampak negatif dari penggunaan pestisida?3. Apa saja yang dilakukan masyarakat dalam upaya mengatasi dampak dari penggunaan pestisida terhadap kerusakan lingkungan?C. Tujuan Penulisan1. Untuk mengetahui apa sebenarnya pestisida itu sendiri2. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari penggunaan pestisida3. Untuk menjelaskan bagaimana cara menangani penggunaan pestisida yang benar agar tidak merusak lingkungan.D. Manfaat Penulisan
  4. 4. Sejalan dengan tujuan penulisan makalah tersebut maka ada beberapa kegunaan danmanfaat baik untuk penulis itu sendiri maupun pihak lain, adapun manfaat dan kegunaan daripenulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Kegunaan Teoritis a). Hasil dari penulisan makalah ini dapat digunakan sebagai sumber informasi dan bahan pertimbangan bagi semua pihak atau pembaca. b). Diharapkan bagi masyarakat terutama bagi petani bisa memanfaatkan informasi yang terdapat dalam makalah ini tentang penggunaan pestisida dan dampaknya dapat merusak lingkungan. 2. Kegunaan Praktis a). Mengembangkan dan meningkatkan wawasan bagi penulis seputar bidang yang ditekuni. b). Meningkatkan daya pikir penulis guna pembentukan wacana berpikir secara terhadap gejala teoritis dan empiris yang berkembang dewasa ini.
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN1. Pengertian Pestisida Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikanperkembangan/pertumbuhan dari hama, penyakit dan gulma. Tanpa menggunakan pestisida akanterjadi penurunan hasil pertanian.Pestisida secara umum digolongkan kepada jenis organismeyangakan dikendalikan populasinya. Insektisida, herbisida, fungsida dannematosida digunakanuntuk mengendalikan hama,gulma, jamur tanaman yang patogen dan nematoda. Jenis pestisida yang lain digunakan untuk mengendalikan hama dari tikus dan siput.Berdasarkan ketahanannya di lingkungan, maka pestisida dapat dikelompokkan atas duagolongan yaitu yang resisten dimana meninggalkan pengaruh terhadap lingkungan dan yangkurang resisten. Pestisida yang termasuk organochlorines termasuk pestisida yang resisten padalingkungan dan meninggalkan residu yang terlalu lama dan dapat terakumulasi dalam jaringanmelalui rantai makanan, contohnya DDT, Cyclodienes, Hexachlorocyclohexane (HCH),endrin.Pestisida kelompok organofosfat adalah pestisida yang mempunyai pengaruh yang efektifsesaat saja dan cepat terdegradasi di tanah, contohnya Disulfoton, Parathion, Diazinon, Azodrin,Gophacide, dan lain-lain. Dalam bidang pertanian pestisida merupakan sarana untuk membunuh jasad pengganggutanaman. Dalam konsep Pengendalian Hama Terpadu, pestisida berperan sebagai salah satukomponen pengendalian, yang mana harus sejalan dengan komponen pengendalian hayati,efisien untuk mengendalikan hama tertentu, mudah terurai dan aman bagi lingkungansekitarnya. Penerapan usaha intensifikasi pertanian yang menerapkan berbagai teknologi, sepertipenggunaan pupuk, varietas unggul, perbaikan pengairan, pola tanam serta usaha pembukaanlahan baru akan membawa perubahan pada ekosistem yang sering kali diikuti dengan timbulnyamasalah serangan jasad penganggu. Cara lain untuk mengatasi jasad penganggu selainmenggunakan pestisida kadang-kadang memerlukan waktu, biaya dan tenaga yang besar danhanya dapat dilakukan pada kondisi tertentu.
  6. 6. Sampai saat ini hanya pestisida yang mampu melawan jasad penganggu dan berperan besardalam menyelamatkan kehilangan hasil Informasi yang terperinci tentang tingkat keracunan,keberadaandalam tanah, jalan pengangkutan yang lebih dominan dari berbagai herbisida,insektisida dan fungisida hendaknya diketahui.Kondisi cuaca penting diperhatikan pada saatpengaplikasian. Di Indonesia, pestisida yang paling dominan banyak digunakan sejak tahun 1950an sampaiakhir tahun 1960an adalah pestisida dari golongan hidrokarbon berklor seperti DDT, endrin,aldrin, dieldrin, heptaklor dan gamma BHC.Penggunaan pestisida-pestisida fosfat organik sepertiparation, OMPA, TEPP pada masa lampau tidak perlu dikhawatirkan, karena walaupun bahan-bahan ini sangat beracun (racun akut), akan tetapi pestisida-pestisida tersebut sangat mudahterurai dan tidak mempunyai efek residu yang menahun.Pada tanah-tanah pertanian yangmenggunakan bahan organik yang tinggi, residu pestisida akan sangat tinggi karena jenis tanahtersebut di atas menyerap senyawa golongan hidrokarbon berklor sehingga persistensinya lebihmantap. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam tanah akan menghambat proses penguapanpestisida. Kelembaban tanah, kelembaban udara, suhu tanah dan porositas tanah merupakansalah satu faktor yang juga menentukan proses penguapan pestisida.Penguapan pestisida terjadibersama-sama dengan proses penguapan air. Residu pestisida yang larut terangkut bersama-sama butiran air keluar dari tanah denganjalan penguapan, akan tetapi masih mungkin jatuh kembali ke tanah bersama debu atau air hujan.Air merupakan medium utama bagi transportasi pestisida.Pestisida dapat menguap karena suhuyang tinggi dan kembali lagi ke tanah melalui air hujan atau pengendapan debu.2. Dampak Pestisida terhadap lingkungan. Peningkatan kegiatan industri pertanian selain meningkatkan produksi pertanian jugamenghasilkan limbah dari kegiatan tersebut.Penggunaan pestisida, disamping bermanfaat untukmeningkatkan produksi pertanian tapi juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkunganpertanian dan juga terhadap kesehatan manusia.
  7. 7. - Pestisida dan Pencemaran Udara Pestisida berkontribusi sebagai polutan udara. Pestisida kimiawi yang tersuspensi kedalam udara yang akan dibawa oleh angin ke seluruh penjuru mampu menjadi kontaminan yangberbahaya terhadap lingkungan. Kecepatan angin merupakan salah satu faktor pendukungpendispersian polutan udaram termasuk pestisida.Pestisida umumnyabersifat volatil. Hal inilahyang merupakan jalan bagi zat ini untuk terdipsersi ke dalam udara. Faktor lain yang amatmendukung adalah faktor cuaca seperti angin, suhu lingkungan, dan kelembaban udara. - Pestisida dan Pencemaran Air dan Tanah Beberapa senyawa kimia penyusun pestisida adalah kontaminan tanah yang persistendalam arti bahwa sifat pencemarannya akan berlangsung dalam jangka waktu yang lamabertahan di dalam tanah. Penggunaan pestisida menurunkan biodiversitas di dalamtanah.Degradasi dan penyerapan adalah dua faktor yang sangat mempengaruhi sifat persistenpestisida dalam tanah. Pestisida bergerak dari lahan pertanian menuju aliran sungai dan danau yang dibawa olehhujan atau penguapan, tertinggal, atau larut pada aliran permukaan, terdapat pada lapisan tanahdan larut bersama dengan aliran air tanah. Penumpahan yang tidak disengaja atau membuang bahan bahan kimia yang berlebihanpada permukaan air akan meningkatkan konsentrasi pestisida di air. Kualitas air dipengaruhi olehpestisida berhubungan dengan keberadaan dan tingkat keracunannya, dimana kemampuannyauntuk diangkut adalah fungsi dari kelarutannya dan kemampuan diserap oleh partikel-partikeltanah. Fiksasi nitrogen dibutuhkan di dalam pertumbuhan tanaman.Insektisida seperti DDT,methyl parathion, dan pentachlorophenol telah menunjukkan pengaruh terhadap sinyal kimiarhizobium yang berperan dalam pengikatan nitrogen di dalam tanah. Reduksi terhadap sinyaltersebut akan mengurangi fiksasi nitrogen sehingga berpengaruh pada menurunnya hasil panenbila dibandingkan dengan tanah berkualitas tanpa polutan pestisida, dimana fiksasi nitrogenberlangsung normal.
  8. 8. - Pestisida Terhadap Hewan Pestisida kimiawi memiliki dampak yang sangat besar terhadap keberadaan biota.Hewanmengalami keracunan akibat adanya residu pestisida tertinggal pada tanaman yang disemprotdengan pestisida. Hewan yang berada di sekitar tanaman apabila berinteraksi dengan tanamantersebut dari dekat maka akan mengalami keracunan yang tidak dikehendaki. Hal yang cukupmengkhawatirkan adalah masuknya residu pestisida ke dalam rantai makanan, contohnya ketikaseekor burung memakan serangga yang telah terkena pestisida. Denga sendirinya burung tersebutakan mengalami keracunan. Beberapa pestisida dapat mengalami bioakumulasi secara permanenatau sementara pada tubuh organisme. Hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup beberapahewan yang gagal dalam mempertahankan dirinya dari keracunan secara bertahap. - Pestisida Terhadap Manusia Pestisida masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan yakni dengan menghirupaerosol, debu, atau uap yang mengandung pestisida.Masuknya pestisida juga dapat melaluikonsumsi bahan makanan dan air yang telah tercemar kimia pestisida, atau dengan kontaklangsung dengan bagian terluar (kulit) yang mengakibatka iritasi serius. Tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh pestisida bergantung kepada tingkat toksisitaskimiawi penyusun pestisida tersebut.Umumnya, anak-anak lebih sensistif terhadap polutandaripada orang dewasa. Bahaya yang diakibatkannya antara lain : iritasi kulit, kanker, perubahangenetik atau mutasi, bayi lahir cacat, gangguan pada peredaran darah dan saraf, gangguan padasistem reproduksi, CAIDS (Chemically Acquired Deficiency Syndrom), bahkan koma dan ataukematian langsung dapat terjadi. Pestisida yang paling banyak menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancamkesehatan manusia adalah pestisida golongan organoklorin yang bersifat resisten. Tingkatkerusakan yang disebabkan oleh senyawa organoklorin lebih tinggi dibandingkan senyawa lain,karena senyawa ini peka terhadap sinar matahari dan tidak mudah terurai.3. Upaya Penanggulangan Pencemaran Pestisida Pencemaran dari residu pestisida sangat membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan,sehingga pelu adanya pengendalian dan pembatasan dari penggunaan pestisida tersebut serta
  9. 9. mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh residu pestisida.Kebijakan global pembatasanpenggunaan pestisida sintetik yang mengarah pada pemasyarakatan teknologi bersih (cleantechnology) yaitu pembatasan penggunaan pestisida sintetik untuk penanganan produk-produkpertanian terutama komoditi andalan untuk eksport.Dalam hal ini berbagai upaya dilakukanuntuk mengatasi dampak negatif pestisida dan mencegah pencemaran lebih berlanjut lagi.3.1.Peraturan dan Pengarahan Kepada Para Pengguna Peraturan dan cara-cara penggunaan pestisida dan pengarahan kepada para penggunaperlu dilakukan, karena banyak dari pada pengguna yang tidak mengetahui bahaya dan dampaknegatif pestisida terutama bila digunakan pada konsentrasi yang tinggi, waktu penggunaan danjenis pestisida yang digunakan. Kesalahan dalam pemakaian dan pengguna pestisida akanmenyebabkan pembuangan residu pestisida yang tinggi pada lingkungan pertanian sehingga akanmenganggu keseimbangan lingkungan dan mungkin organisme yang akan dikendalikan menjadiresisten dan bertambah jumlah populasinya. Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnyakekayaan alam hayati, dan supaya pestisida dapat digunakan efektif, maka peredaran,penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan .Pemerintah No.7 Tahun1973,Standar keamanan untuk pengaplikasian pestisida dan pengarahan untuk penggunaan yangaman dari pestisida, seperti cara pelarutan, jumlah (konsentrasi), frekuensi dan periode dariaplikasi, ditentukan oleh aturan untuk meyakinkan bahwa tingkat residu tidak melebihi daristandar yang telah ditetapkan. Keamanan dari produk-produk pertanian dapat dijamin bila bahan-bahan kimia pertaniandiaplikasikan berdasarkan standar keamanan untuk pengaplikasian pestisida,Mengarakan kursus-kursus kepada para pengguna pada penggunaan yang aman dari pestisida, dengan penggunaanyang bijaksana dari pestisida yang akan menghasilkan perbaikan dalam produksi dan kualitaspertanian tanpa meninggalkan dampak negatif pada lingkungan. Kursus kursus ini dapatdiadakan oleh organisasi industri-industri bahan-bahan kimia pertanian.Setiap kemasan daribahan-bahan kimia pertanian harus lengkapi/menggunakan keterangan perlindungan bagikeamanan pengguna.
  10. 10. Jenis dan tingkat perlindungan berbeda tergantung pada tingkat keracunan dari masing-masing bahan kimia pertanian. Penyimpanan yang tepat dari bahan-bahan kimia pertanian danketerangan mengenai pelepasan dari bahan kimia pertanian ke lingkungan termasuk tingkat yangdapat meracuni dan digambarkan pada label dari kemasan tersebut. Dengan memperhatikanketerangan-keterangan ini, keamanan para pengguna, keamanan dari pangan, keamanan darikonsumen pangan dan keamanan lingkungan dapat diwujudkan.3.2.Penelitian yang Mendukung Kepada Usaha Pelestarian Lingkungan Kebijakan global pembatasan penggunaan pestisida sintetik, dapat menjadi kendala didalam meningkatkan eksport komoditi pertanian, disamping juga semakin ketatnya peraturanmengenai keamanan lingkungan serta banyaknya kelemahan dalam pemakaian bahan kimia danantibiotika untuk proteksi pertanian (tanaman dan hewan) Salah satu usaha dalam mengatasi limbah yang disebabkan perkembangan teknologi danpeningkatan proses industrialisasi yaitu dengan cara menerapkan teknologi yang sejalan denganproses-proses alamiah dengan adanya siklus-siklus tertutup tanpa membebani lingkungan. Ekoteknologi merupakan salah satu cara untuk mengatasi problem lingkungan yaituteknologi yang memerlukan energi yang kecil dan menghasilkan buangan sekecil mungkin (yangmampu diterima oleh lingkungan) atau bahkan tanpa buangan sama sekali. Beberapa contohproduk pestisida masa depan yang ramah lingkungan adalah daya mobilitas di tanah yangrendah, aktivitas unit yang tinggi, jangka waktu yang pendek, tidak menguap, mudahdidekomposisi oleh mikroorganisme tanah, tingkat keracunan yang rendah pada hewan, perairandan kehidupan di sekitarnya dan tingkat kerusakan produk yang rendah yang tidakmembahayakan lingkungan. Penelitian pada pengendalian hama yang ramah lingkungan yaitu melalui rekayasagenetik dengan membuat tanaman-tanaman yang resisten terhadap hama melalui pengetahuanbioteknologi. Penelitian juga dilakukan pada perumusan bahan-bahan kimia yang ditujukanuntuk memperbaiki keamanan dan lebih mengefektifkan kegunaan dari bahan-bahan kimiapertanian.
  11. 11. 3.3.Pengendalian Hayati/Biologi Peningkatan pembangunan pertanian diarahkan pada sistem pertanian berkelanjutan,dimana makna dari “berkelanjutan” adalah mengelola sumber daya yang ada sehingga dapatdigunakan secara berkesinambungan serta meminimalisasi dampak negatif yang timbul.Denganadanya pertanian berkelanjutan, maka penggunaan pestisida dapat secara teliti dan bertanggungjawab. Dalam pertanian berkelanjutan, petani harus belajar dan meninggalkan metode produksiyang memakai banyak bahan kimia. Memakai cara rotasi tanam, menanam kacangan dan rumputuntuk mengisi persediaan, merawat tanah dengan pupuk dan kompos, serta mendaur ulang bahanorganik. Pendekatan ini akan melindungi tanah dan mencegah pencemaran dan pencucianpupuk/bahan kimia dari tanah ke aliran sungai. Dengan semakin ketatnya peraturan pemakaian bahan kimia, pengendalian hayati ataubiokontrol merupakan salah satu strategi untuk mengatasi dampak pencemaran lingkungan akibatpemakaian bahan kimia untuk proteksi pertanian.Pengendalian suatu penyakit melalui biokontrolmembutuhkan pengetahuan yang rinci mengenai interaksi patogen inang dan antara patogendengan mikroba-mikroba sekitarnya. Pengetahuan ini sangat penting karena prinsip biokontrol adalah pengendalian dan bukanpemberantasan patogen.Keberhasilan suatu biokontrol ditentukan oleh kemampuan hidup agenbiokontrol tersebut dalam lingkungannya.Salah satu agensia pengendalian hayati yang efektifyaitu jamur Trichoderma spp yang mempu menangkal pengaruh negatif jamur patogen padatanaman kedelai (tanaman inang). Species Trichoderma harzianum dan Trichoderma viridaedapat mengendalikan aktifitas jamur pathogen Rhizoctonia solanii yang memberikan pengaruhpositif terhadap kemampuan berkecambah biji kedelai dan pertumbuhan biomassa tanaman
  12. 12. PENUTUPA. Kesimpulan Dari hasil pembahasan makalah diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut;1. Pestisida adalah bahan-bahan kimia yang tidak terlepas dari penggunaannya untuk mengendalikan hama dab jasad pengganggu lainnya.Pestisida tidak saja membawa dampak positif pada peningkatan produk pertanian tetapi juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan di sekitarnya2. Pengarahan dan penggunaan lebih tepat kepada para penggunaan dalam hal pemberian dosis,waktu aplikasi,cara kerja yang aman,akan mengurangi ketidakefisienan penggunaan pestisida pada lingkungan dan mengurangi sekecil mungkin pencemaran yang terjadi3. Dimasa yang akan datang diharapkan penggunaan pestisida akan berkurang dan lebih selektif dan dikung oleh adanya penemuan-penemuan baru yang lebih efektif dalam mengatasi gangguan dari jasad pengganggu ini.B. Saran Diharapkan kepada para pembaca agar lebih mencari informasi yang lebih banyak danlebih akurat lagi seputar pestisida yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem, karenainformasi yang disampaikan dalam makalah ini hanya terbatas mengingat keterbatasan bahandari penulis.

×