SEMINAR  INTERNASIONAL SMEREC 1-3 desember  2008 Selanggor, malaysia 1.Sutayanti , 2  Yustina , 3.Rian Vebrianto Hasil Bel...
PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Pendidikan Nasional Manusia yang beriman dan bertakwa serta berilmu Keterampilan Pengeta...
Konstruktivisme Hasil   Belajar Subject matter  oriented only   SMPN 7 Pengalaman Nyata Kurang Pemahaman
Perumusan Masalah Bagaimanakah Hasil Belajar  Siswa dalam pembelajaran  IPA  Biologi di SMPN  7  Pekanbaru dengan pendekat...
METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Di SMP Negeri  7  Pekanbaru dimulai dari bulan Maret hingga Mei 2008.  Desai...
Instrumen Penelitian  Test a. Pre Test b.Post Test Lembar Observasi Sebagai  pedoman da lam mengamati  keterampilan proses...
Prosedur penelitian 1 Uji homogenitas Berdasarkan skor pre test  ,yang telah ditabulasikan dikedua kelompok, dengan men g ...
Pelaksanaan Postest Postest diberikan apabila s eluruh  materi pelajaran selesai diberikan Pengumpulan  Data  Data hasil b...
X  100 % Peningkatan = 75% - 100%  = Baik sekali 65% - 74 %  = Baik 55% - 64 %  = Cukup < 54 %  = Kurang = Rata-rata Pre t...
2.  Hasil Belajar ditinjau dari ranah Psikomotor ( Keterampilan Proses Sains ) Keterangan: P = Angka persentase F = Frekue...
3. Hasil Belajar Komulatif Hasil belajar Komulatif merupakan penjumlahan ranah kognitif, afektif dan psikomotor (Dimyati, ...
3.7.2. Analisis secara Statistik  t =  1. Uji Homogenitas (Jackson, 2003) Keterangan : X 1  = rata - rata kelas eksperimen...
2.menghitung perbedaan peningkatan hasil belajar (Arikunto, 2002) Keterangan M = Nilai rata-rata hasil perkelas N = Banyak...
HASIL DAN PEMBAHaSAN   Deskripsi Pelaksanaan penelitian   Tahap persiapan   Uji Homogenitas Xmaks  Xmin  KELAS  Nilai sd T...
<ul><li>4.1.3 Tahap Pelaksanaan </li></ul><ul><li>Perbedaan di kelas Kontrol dan di kelas Eksperimen </li></ul>Per te muan...
4 Metode Ceramah, Diskusi kelompok,  Ceramah plus tanya jawab dan tugas(CPTT), diskusi kelompok , Eksperimen Sumber Buku t...
<ul><li>Integrasi pendekatan konstruktivisme dengan keterampilan proses </li></ul><ul><li>Konstruktivisme: Keterampilan Pr...
Hasil Belajar  ditinjau dari ranah Kognitif   Grafik 1. Perbandingan Nilai rerata pre test dan post test pada Kelas Kontro...
Tabel 3. Nilai Rerata Keterampilan Proses di kelas Kontrol dan di kelas  Eksperimen berdasarkan Kategori. Hasil Belajar  d...
Hasil Belajar Kumulatif Tabel 5. Perbandingan Hasil Belajar Kumulatif pada kelas kontrol  dan kelas Eksperimen Kelas Ranah...
Uji  Regresi antara Kelas Kontrol   dengan  kelas  Eksperimen   Tabel  4 . Hasil Post tes Kelas Ekperimen dan Kelas Kontro...
Kesimpulan 1. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar dinjau dari ranah...
 
 
 
 
Terimakasih WASSALAM
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Jurnal sutayanti- rian vebrianto.(Hasil Belajar Siswa dalam pembelajaran IPA biologi di SMP Negeri 7 Pekanbaru dengan menggunakan pendekatan konstrukstivisme )

2,655 views
2,472 views

Published on

Hasil Belajar Siswa dalam pembelajaran IPA biologi di SMP Negeri 7 Pekanbaru dengan menggunakan pendekatan konstrukstivisme

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,655
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
596
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal sutayanti- rian vebrianto.(Hasil Belajar Siswa dalam pembelajaran IPA biologi di SMP Negeri 7 Pekanbaru dengan menggunakan pendekatan konstrukstivisme )

  1. 1. SEMINAR INTERNASIONAL SMEREC 1-3 desember 2008 Selanggor, malaysia 1.Sutayanti , 2 Yustina , 3.Rian Vebrianto Hasil Belajar Siswa dalam pembelajaran IPA biologi di SMP Negeri 7 Pekanbaru dengan menggunakan pendekatan konstrukstivisme
  2. 2. PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Pendidikan Nasional Manusia yang beriman dan bertakwa serta berilmu Keterampilan Pengetahua n Kreatif Pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa KTSP Kurikulum Diknas, 200 6
  3. 3. Konstruktivisme Hasil Belajar Subject matter oriented only SMPN 7 Pengalaman Nyata Kurang Pemahaman
  4. 4. Perumusan Masalah Bagaimanakah Hasil Belajar Siswa dalam pembelajaran IPA Biologi di SMPN 7 Pekanbaru dengan pendekatan Konstruktivisme ? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Biologi di SMPN 7 Pekanbaru dengan pendekatan Konstruktivisme Manfaat Penelitian Memberikan informasi mengena i penerapan Pendekatan Konstruktivisme dalam meningkatkan Hasil belajar agar siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran IPA biologi.  
  5. 5. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Di SMP Negeri 7 Pekanbaru dimulai dari bulan Maret hingga Mei 2008. Desain Penelitian Bersifat ekperiment semu ( Q ua s i Experiment) dengan menggunakan desain pre test dan post test. Pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivisme Teknik Pengambilan Sampel Sampel ditentukan secara purposive Kelompok Acak Pretest Perlakuan Postest Eksperimen(E) R 01 X 02 Kontrol (K) R 01 - 02
  6. 6. Instrumen Penelitian Test a. Pre Test b.Post Test Lembar Observasi Sebagai pedoman da lam mengamati keterampilan proses yang diteliti Parameter Penelitian: 1. Ranah kognitif, dan 2. Ranah psikomotor (keterampilan proses siswa).
  7. 7. Prosedur penelitian 1 Uji homogenitas Berdasarkan skor pre test ,yang telah ditabulasikan dikedua kelompok, dengan men g gunakan uji T Persiapan perangkat pembelajaran Silabus, RPP, LKS, media, buku paket, alat dan bahan yang diperlukan Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan pendekatan konstruktivisme kelas kontrol digunakan pendekatan konvensional atau pendekatan yang biasanya digunakan Pelaksanaan penelitian dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan
  8. 8. Pelaksanaan Postest Postest diberikan apabila s eluruh materi pelajaran selesai diberikan Pengumpulan Data Data hasil belajar diperoleh dari hasil perbandingan pre test dengan post test Data Tentang Keterampilan Proses diperoleh melalui LO (lembar Observasi ) dan LKS Analisa Data Analisis Data Secara Deskriptif <ul><li>Hasil Belajar ditinjau dari ranah kognitif </li></ul>Data yang diperoleh dari hasil pre test dan post test dijumlahkan , dibandingkan dan diperoleh persentase. Perbandingan hasil pre test dan post test diinterpretasikan sebagai hasil belajar
  9. 9. X 100 % Peningkatan = 75% - 100% = Baik sekali 65% - 74 % = Baik 55% - 64 % = Cukup < 54 % = Kurang = Rata-rata Pre test = = Rata-rata Post test = = Skor tes X Frekuensi (Arikunto, 2002)
  10. 10. 2. Hasil Belajar ditinjau dari ranah Psikomotor ( Keterampilan Proses Sains ) Keterangan: P = Angka persentase F = Frekuensi keterampilan proses sains N = Jumlah Skor maksimal Selanjutnya hasil penghitungan dikelompokan sebagai berikut : 75% - 100% = Baik sekali 65% - 74 % = Baik 55% - 64 % = Cukup < 54 % = Kurang (Sukardi , 2007) P = X 100 %
  11. 11. 3. Hasil Belajar Komulatif Hasil belajar Komulatif merupakan penjumlahan ranah kognitif, afektif dan psikomotor (Dimyati, 2002). Dalam penelitian ini untuk mengukur hasil belajar Komulatif digunakan rumus : Hasil Belajar = 50% Ranah Kognitif + 50% Ranah Psikomotor (Keterampilan Proses). Dengan katagori sebagai berikut: 75% - 100% = Baik sekali 65% - 74 % = Baik 55% - 64 % = Cukup < 54 % = Kurang
  12. 12. 3.7.2. Analisis secara Statistik t = 1. Uji Homogenitas (Jackson, 2003) Keterangan : X 1 = rata - rata kelas eksperimen X 2 = rata-rata kelas kontrol S 1 2 = Simpangan baku kelas ekperimen S 2 2 = simpangan baku kelas kontrol = jumlah siswa kelas eksperimen = jumlah siwa kelas kontrol Jika, T hitung < T tabel = Homogen
  13. 13. 2.menghitung perbedaan peningkatan hasil belajar (Arikunto, 2002) Keterangan M = Nilai rata-rata hasil perkelas N = Banyaknya Subjek X = Deviasi setiap skor X 2 dan X 1 Y = Deviasi setiap skor Y 2 dan Y 1, Jika, T hitung < T tabel = Tidak signifikan T hitung T tabel = Signifikan T hitung > T tabel = Sangat Signifikan
  14. 14. HASIL DAN PEMBAHaSAN Deskripsi Pelaksanaan penelitian Tahap persiapan Uji Homogenitas Xmaks Xmin KELAS Nilai sd T-Test α0,05 Keterangan Kontrol 39 3,53 4,50 1,75 O,3 Thitung= 0, 07 Ttabel =1,671 Thitung < Ttabel (Homogen) eksperimen 39 3,54 4,75 2,5 2,56
  15. 15. <ul><li>4.1.3 Tahap Pelaksanaan </li></ul><ul><li>Perbedaan di kelas Kontrol dan di kelas Eksperimen </li></ul>Per te muan K BM Kelas Kontrol Eksperimen 1 Metode Ceramah, Diskusi kelompok Ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT), dan praktik lapangan. Media - Lingkungan sekitar Sumber LKS,buku teks LKS, buku teks Interaktif Dua arah (guru-siswa-guru) Tiga arah (guru-siswa-siswa-guru) 2 Metode Ceramah, Ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT), dan pemecahan masalah. Media - Slide, Infocus, dan Gambar Sumber LKS, Buku teks LKS, Buku teks Interaktif Satu arah (guru-siswa) Tiga arah (guru-siswa-siswa-guru) 3 Metode Ceramah, diskusi kelompok, Ceramah plus tanya jawab dan tugas(CPTT), diskusi kelompok , pemecahan masalah. Media - Slide, Infocus, dan Gambar Sumber tugas, buku teks LKS, Buku teks Interaktif Dua arah (guru-siswa-guru) Tiga arah (guru-siswa-siswa-guru)
  16. 16. 4 Metode Ceramah, Diskusi kelompok, Ceramah plus tanya jawab dan tugas(CPTT), diskusi kelompok , Eksperimen Sumber Buku teks LKS, Buku teks Media: Alat bahan - - - Slide dan infokus Alat:gelas,ember, pengaduk Bahan: air, berbagai bahan pencemaran, anak ikan Interaktif Dua arah (guru-siswa-murid) Tiga arah (guru-siswa-siswa-guru)
  17. 17. <ul><li>Integrasi pendekatan konstruktivisme dengan keterampilan proses </li></ul><ul><li>Konstruktivisme: Keterampilan Proses sains: </li></ul><ul><li>Orientasi Observ asi/mengamati </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Pencetusan ide Memprediksi </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Penstrukturan ide Mengumpulkan data </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Penggunaan ide Komunikasi </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Refleksi inferensi /Kesimpulan </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Gambar. 1.Diagram Pemetaan Keterkaiatan Fase-fase Konstruktivisme dengan Keterampilan proses. </li></ul>
  18. 18. Hasil Belajar ditinjau dari ranah Kognitif Grafik 1. Perbandingan Nilai rerata pre test dan post test pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
  19. 19. Tabel 3. Nilai Rerata Keterampilan Proses di kelas Kontrol dan di kelas Eksperimen berdasarkan Kategori. Hasil Belajar ditinjau dari ranah Psikomotor (keterampilan Proses) Keterampilan Proses Kelas Kontrol Eksperimen Nilai Kategori Nilai Kategori Mengamati 73,4% Baik 88,9% Baik sekali Memprediksi 59,1% Cukup 79,1% Baik sekali Mengumpulkan data 64,8% Cukup 88,0% Baik sekali Komunikasi 56,1% Cukup 82,6% Baik sekali Inferensi 49,5% Kurang 85,9% Baik sekali
  20. 20. Hasil Belajar Kumulatif Tabel 5. Perbandingan Hasil Belajar Kumulatif pada kelas kontrol dan kelas Eksperimen Kelas Ranah Kognitif Keterampilan Proses Hasil Belajar Keterangan Kontrol 50,3 60,6 55,5 Cukup Eksperimen 64,4 84,9 74,6 Baik
  21. 21. Uji Regresi antara Kelas Kontrol dengan kelas Eksperimen Tabel 4 . Hasil Post tes Kelas Ekperimen dan Kelas Kontrol KELAS N Nilai T-Test α 0,05 dan 0,10 Keterangan X mak X min Kontrol 3 9 5, 03 7,25 3,25 T hitung= 19 ,1 7 T tabel 0,05 = 1,67 T tabel 0,10 = 2,39 T hitung > T tabel (Perlakuan berpengaruh si g nifikan) Eksperimen 36 6,44 8,25 4,75
  22. 22. Kesimpulan 1. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar dinjau dari ranah kognitif dan ranah psikomotor yang meningkat secara signifikan.. 2 . Kelebihan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme diantaranya: ( a ) Dapat m enggunakan metode dan media yang bervariasi, serta memiliki fase-fase yang jelas dan terarah sehingga memudahkan pemahaman dan tidak menjenuhkan proses pembelajaran. ( b ) Aktifitas pembelajaran yang dinamis dan b erpusat pada siswa, karena semua siswa berpeluang untuk mencetuskan, mengaplikasikan p engetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya, sehingga terjalinnya interaksi yang baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa lainnya dalam kelompok belajar, dan siswa dengan guru dalam menjawab berbagai pertanyaan (interaktif yang bersifat tiga arah), ( c ) Pembelajaran yang menyenangkan karena semua pendapat siswa dihargai guru maupun oleh temannya, sehingga siswa tidak terbebani dengan pertanyaan-pertanyaan guru maupun pertanyaan dari siswa lainnya, ( d ) Meningkatkan keterampilan proses sains, dengan terciptanya pembelajaran siswa aktif yang menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa.
  23. 27. Terimakasih WASSALAM

×