• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Proposal baru
 

Proposal baru

on

  • 1,105 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,105
Views on SlideShare
1,046
Embed Views
59

Actions

Likes
0
Downloads
21
Comments
0

4 Embeds 59

http://rezarieskyfebriyanti.blogspot.com 53
http://b-inggris.webnode.com 3
http://www.rezarieskyfebriyanti.blogspot.com 2
http://cms.b-inggris.webnode.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Proposal baru Proposal baru Document Transcript

    • IKIP PGRI MADIUN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN Status Terakreditasi: No: 020/BAN-PT/Ak-XIII/S1/X/2010 Jalan Setiabudi No. 86 Telp. (0351) 5204462 Madiun 63118 PROPOSAL PENELITIANNAMA : REZA RIEZKY FEBRIYANTIBIDANG STUDI/MAPEL : MATEMATIKAA. Judul Penelitian PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MATERI LUAS BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS V SDN 01 JOSENAN KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUNB. Latar Belakang Masalah Dalam melaksanakan pembangunan nasional, faktor yang sangat berpengaruh adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas baik segi fisik maupun mentalnya akan sangat mendorong laju pembangunan nasional tersebut. Oleh karena itu usaha-usaha yang mengarah kepada kepentingan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian terpenting dan mutlak dilaksanakan secara seksama dan terpadu dalam segala kehidupan yang meliputi pengetahuan sikap dan ketrampilan. Usaha di atas ditempuh melalui jalur pendidikan baik formal, informal maupun nonformal. Adapun dalam pelaksanaannya diperlukan keterpaduan
    • dari berbagai unsur pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat agardapat berjalan secara terarah dan terpadu. Keterpaduan unsur – unsur tersebutsekaligus untuk penyempurnaan pendidikan. Salah satu bentukpenyempurnaan pendidikan adalah pembenahan kurikulum. Pemberlakuan kurikulum KBK Sekolah Dasar (SD) yang merupakanupaya menyempurnakan kurikulum sebelumnya, dalam arti struktur, tujuandan materi pendidikan yang tercantum di dalamnya adalah merupakan suatuusaha untuk menterjemahkan Tujuan Pendidikan Nasional menjadi programpendidikan yang lebih terperinci dan operasional. Perubahan kurikulumpendidikan ini, akan mempengaruhi kualitas siswa SD yang dihasilkanmelalui proses pembelajaran. Kualitas siswa SD yang diharapkan adalah yang mampumengembangkan tiga aspek (ranah) kemampuan secara serasi, seimbangdengan tujuan pembelajaran. Tiga aspek (ranah) kemampuan tersebut adalahaspek kognitif, aspek psikomotor dan aspek afektif yang meliputi aspekketrampilan karaktek dan aspek ketrampilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, maka diperlukan keterpaduankomponen-komponen proses belajar mengajar seperti: guru, siswa, tujuan,materi, media, metode, maupun lingkungan. Komponen-komponen tersebutmerupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan kenyataannya di lapangan, dalam proses pembelajaransiswa tidak selalu dapat memahami apa yang disampaikan oleh guru. Banyakfaktor yang menghambat proses pembelajaran yaitu faktor psikologis siswa
    • yang meliputi minat, sikap, perhatian, intelegensi, dan pengalaman sertafaktor lingkungan yaitu situasi dan kondisi. Karena banyaknya faktor yang menghambat proses pembelajaran,dalam hal ini proses pembelajaran dapat diatasi dengan menggunakan mediapembelajaran sehingga bahan ajar yang disampaikan guru menjadi jelas danmenarik perhatian siswa tanpa mengurangi konsentrasi penyampaian materisehingga tercapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan dandiharapkan oleh guru yang sudah dirancang dalam Rencana Pelaksanaanpembelajaran (RPP). Salah satu media pembelajaran yang diharapkan dapatmeningkatkan hasil belajar adalah media yang memanfaatkan kemajuanteknologi yaitu computer dalam hal ini salah satunya adalah power point.Media power point dipilih sebagai salah satu media pembelajaran yangdiharapkan dapat menarik minat siswa agar tidak menjadikan matematikasebagai mata pelajaran yang menakutkan. Dengan kemasan yang menarik,dan inovatif siswa akan mengubah pikiran bahwa matematika adalah matapelajaran yang menakutkan. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembanganteknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin danmemajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologiinformasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembanganmatematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang danmatematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depandiperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Dalam duniapendidikan, matematika berperan sebagai bahasa simbolis yang
    • memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. Kegunaanmatematika bukan hanya memberi kemampuan dalam perhitungan kuantitatif,tetapi juga dalam penataan cara berfikir terutama dalam hal pembentukankemampuan menganalisis, membuat sintesis, melakukan evaluasi hinggakemampuan memecahkan masalah. Menurut pengamatan sementara yang dilakukan dalam proses belajarmengajar matematika bersifat monoton, diperoleh pemahaman bahwa dalammengikuti pelajaran siswa selalu dituntut mendengarkan informasi dari guru,sehingga banyak diantara siswa yang merasa bosan. Akhirnya melakukanaktivitas di luar pelajaran matematika seperti mencorat-coret buku,emnggangu temannya, menggambar dan lain sebagainya. Pada umumnya siswa sangat kesulitan dalam mempelajari matematikadikarenakan siswa sangat alergi terhadap materi matematika. Hal inidisebabkan siswa terlebih dahulu merasa ketakutan terhadap matematika,karena siswa belum mengetahui cara-cara mempelajari matematika yanglebih mudah. Selain itu pada umumnya siswa kurang berminat terhadappelajaran matematika karena kemampuan intelegensinya tidak mencukupiuntuk memecahkan sosal-soal matematika. Oleh sebab itu, kebanyakan siswamencari kesibukan atau aktivitas diluar pelajaran. Bahkan kadang kala sukamengganggu siswa lain. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kompensasi atasketidakmampuannya dalam mengikuti pelajaran matematika. Adanya indikasi aktivitas siswa diluar pelajaran matematikamerupakan dampak psikologis dari harapan siswa terhadap pelajaranamtematika. Secara umum, siswa berasumsi bahwa pelajaran ini sulit
    • sehingga menjadi amta pelajaran yang sangat menakutkan bagi siswa yangakhirnya berpengaruh pada interaksi proses belajar mengajar. Siswa tidakmembangun sendiri pengetahuan tentang konsep-konsep matematika, tetapicenderung menghafalkan konsep matematika tanpa tahu makna yangterkandung dalam konsep-konsep tersebut (Catur Supatmono, 2009: 4). Kondisi proses belajar mengajar seperti tersebut di atas sudah barangtentu berdampak pada hasil belajar matematika. Perolehan rata-rata hasilbelajar matematika yang sangat rendah perlu ditindaklanjuti oleh guru kelasdengan memperbaiki proses belajar mengajar. Maka dalam proses belajarmengajar dapat memanfaatkan media power point untuk meningkatkan hasilbelajar matematika. Yudhi Munadi (2008: 148) berpendapat bahwa mediadalam konteks pembelajaran diartikan sebagai bahasa, maka multimediadalam konteks tersebut adalah multibahasa, yakni ada bahasa yang mudahdipahami oleh indera pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba dan lainsebagainya; atau dalam bahasa lain multimedia pembelajaran adalah mediayang mampu melibatkan banyak indera dan organ tubuh selama prosespembelajaran berlangsung. Media power point ini dipilih sebagai salah satu media mengajarmatematika dengan inovasi yang baru. Di dalam tampilan slide media powerpoint ini disajikan bagaimana diperoleh rumus mencari luas bangun datartanpa siswa harus mempraktikkan kegiatan itu sendiri yang memakan banyakwaktu dan sangat tidak efektif dilakukan. Dengan media power point yangmemanfaatkan kecanggihan ilmu pengetahuan khususnya di bidang computeryang sudah tidak asing lagi bagi siswa ini diharapkan ada suatu kertertarikan
    • dari dalam diri siswa untuk memperhatikan materi yang disajikan dan menjadikan matematika menyenangkan untuk dipelajari. Berdasarkan beberapa alasan tersebut di atas, penulis tertarik untuk menyusun tugas akhir yang berjudul “PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MATERI LUAS BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS V SDN 01 JOSENAN KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUN”.C. Fokus Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka focus masalah pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai beriku: “Apakah penggunaan media power point dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dengan materi luas bangun datar pada siswa kelas V SDN 01 Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun?”.D. Pemecahan Masalah Untuk memecahkan masalah rendahnya prestasi belajar siswa kelas V SDN 01 Josenan dalam menghitung luas bangun datar akan dilakukan penanganan dengan penggunan media power point. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1. Guru dengan menggunakan media power point memberikan informasi bagaimana sampai didapatkan rumus mencari luas bangun datar. 2. Siswa diminta melakukan kegiatan percobaan seperti yang disajikan dalam power point.
    • 3. Guru menunjukkan rumus mencari luas bangun datar tanpa melakukan kegiatan percobaan yang telah dilakukan siswa. 4. Siswa dengan bantuan guru melakukan kegiatan menghitung luas bangun datar menggunakan pengamatan dan menggunakan rumus seperti yang ada dalam contoh pada media power point yang sudah sibuat guru.E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “Meningkatkan prestasi belajar matematika dengan materi luas bangun datar dengan menggunakan media power point pada siswa kelas V SDN 01 Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun”.F. Manfaat penelitian 1. Bagi Kepala Sekolah a. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepala sekolah dalam pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa; b. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. 2. Bagi Guru Bgai guru penelitian ini mempunyai manfaat yaitu sebagai masukan guru untuk meningkatkan kualitas atau memperbaiki proses pembelajaran matematika.
    • 3. Bagi Sekolah Hasil penelitian tindakan kelas ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam menggunakan media power point pada kelas-kelas yang lainnya. 4. Bagi Peneliti a. Dapat member sumbangan untuk meningkatkan kualitas kemampuan pembelajaran matematika b. Memberi informasi bagi peneliti mengenai pentingnya penguasaan konsep dalam pembelajaran matematika dan memilih media pembelajarannya agar dapat membawa siswa terampil dalam menyelesaikan sosl-soal matematika.G. Kajian Pustaka 1. Karakteristik siswa kelas V Sekolah Dasar 2. Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar 3. Media Pembelajaran Power Point 4. Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Menyenangkan)H. Hipotesis Tindakan Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “pembelajaran dengan menggunakan media power point dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SDN 01 Josenan Madiun dalam menghitung luas bangun datar”.
    • I. Metode Penelitian Pendekatan dan Rancangan penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang betujuan untuk emningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas, atau memecahkan masalah pembelajaran di kelas/di latar penelitian yang dilakukan secara bersiklus. Model pelaksanaan PTK ini menggunakan model PTK “guru sebagai peneliti” dengan acuan model siklus PTK yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart (1990), dengan digambarkan sebagai berikut: Siklus 1 Planning Revise Action and Reflection Siklus 2____________________________________________ Planning Planning Action and Planning
    • ____________________________________________ dst Pada model siklus di atas tampak bahwa pada setiap siklus terdiri atas: planning-perencaan, acting & observing-tindakan dan pengamatan, reflecting- perefleksian, dan revise plan-perbaikan rencana. Dalam penelitian ini kegiatan-kegiatan dalam siklus PTK dapat dipaparkan sebagai berikut: Siklus 1 Siklus 1 terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, dan perbaikan rencana. Perencanaan Pada tahap perencanaan, peneliti melakukan studi pendahuluan dengan melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran perhitungan luas bangun datar di kelas 5 SDN 01 Josenan Madiun. Peneliti berupaya untuk mengingat kembali berbagai peristiwa pembelajaran yang telah berlangsung selama ini, mewawancarai siswa kelas V SDN 01 Josenan Madiun untuk mengungkapkan kesulitan-kesulitan apa yang dialami dan dirasakan mereka ketika belajar menghitung luas bangun datar, mengungkap perasaan-perasaan siswa yang berkaitan dengan suasana pembelajaran yang dialami dan dirasakan siswa. Di samping itu, peneliti juga melakukan telaah terhadap dokumen-dokumen tentang kemampuan siswa dalam menghitung luas bangun datar berupa dokumen latihan dan penugasan, dokumen hasil tes formatif tentang pengitungan luas bangun datar. Peneliti juga
    • mendeskripsikan kembali hasil pengamatan terhadap proses pembelajaranyang berlangsung selama ini, merefleksi media-media pembelajrannya,keaktifan siswa ketika belajar, kemampuan kreativitas siswa, dll. Studi pendahuluan tersebut menghasilkan masalah-masalah proses danhasil pembelajaran tentang pernghitungan luas bangun datar di kelas 5 SDN01 Josenan Madiun. Dalam proses pembelajaran, peneliti merasakan adanyamasalah dalam hal: penerapan media pembelajaran dalam penghitungan luasbangun datar yang kurang tepat, keaktifan siswa yang rendah, kurangnyakreatifitas siswa, suasana pembelajaran yang kurang menyenangkan, danrendahnya kemampuan siswa dalam menghitung luas bangun datar. Berangkat dari masalah di atas, maka pada tahap perencanaan inipeneliti melakukan: (1) Pembuatan desain pembelajaran yang berupaRencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), (2) Penyiapan alat peraga berupaebnda-benda konkrit, penyiapan soal untuk penjajagan kemampuan awalsiswa, (3) Penyiapan Lembar Kegiatan Siswa (LKS), (4) Penyusunanperangkat uji kompetensi siswa yang berkaitan dengan kemampuanmenghitung luas bangun datar, dan (5) Menyiapkan instrument untukpengumpulan data berupa pedoman pengamatan-rubrik pengamatan,pedoman observasi untuk siswa, pedoman wawancara, dan pedomandokumentasi.Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Pada tahap ini peneliti mempraktikan pembelajaran sesuai desainpembelajaran (RPP) yang telah disusun seperti di atas dan sebagaimanaterlampir, merekam: berbagai peristiwa pembelajaran yang sesuai dengan
    • focus masalah yaitu: membuat catatan hasil pengamatan terhadap proses danhasil pembelajran, keaktifan dan kretifitas siswa yang tampak, danmendokumentasikan hasil-hasil latihan dan penugasan siswa,mendokumentasikan hasil-hasil tes formatif, dan memfoto berbagai peristiwayang emnjadi focus penelitian ini.Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan di atas, kemudian peneliti melakukanrefleksi atas proses dan hasil pembelajaran yang dicapai pada proses tindakanini. Refleksi yang dimaksud adalah melakukan berfikir ulang terhadap apayang sudah dilakukan, apa yang belum dilakukan, apa yang sudah dicapai,apa yang belum dicapai, masalah apa saja yang belum terpecahkan, danmenentukan tindakan apa lagi yang perlu dilakukan untuk meningkatkankualitas proses dan hasil pembelajran yang akan dilanjutkan(diimplementasikan) pada siklus 2.Siklus 2 Seperti pada halnya pada siklus 1. Pada siklus 2 ini mencakupkegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, refleksi, danperbaikan rencana. Kegiatan pada setiap tahapan pada siklus 2 ini akan disesuaikandengan masalah-masalah proses dan hasil pembelajaran yang terjadi padasiklus 1, apa yang belum dicapai pada siklus 1 akan dilanjutkan dan diatasipada siklus 2, sehingga pada rancangan penelitian ini peneliti belum bisa
    • mendeskripsikan kegiatan-kegiatan dan perbaikan-perbaikan apa saja yangakan dilakukan pada siklus 2 ini.Siklus 3 Jika pada siklus 2 indikator keberhasilan penelitian belum dicapai,maka sangat dimungkinkan dilanjutkan pada siklus 3. Kegiatan pada setiaptahap siklus pada siklus 3 sangat tergantung pada hasil siklus 2, dan tidakdapat dideskripsikan pada saat rancangan penelitian ini disusun. Indikatorkeberhasilan penelitian yang belum tercapai pada siklus 2 akan dilanjutkanpada siklus 3.Latar dan Subjek penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas V SDN 01 Josenan Madiun, dengansubjek siswa kelas 5 sebnyak 29 orang yang terdiri dari 16 siswa perempuandan 13 siswa laki-laki.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiriatas: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik observasi digunakan untuk mengamati gejala-gejala yangtampak dalam proses pembelajaran tentang kesungguhan siswa ketikamengikuti pelajaran, keseringan siswa bertanya, kemauan dan kemampuansiswa menanggapi pertanyaan teman sekelasnya, keterlibatan siswa berfikir,
    • berbicara, mendengarkan, mengamati, dan melakukan tugas-tugas dalamproses pembelajaran. Teknik observasi juga dilakukan untuk emngamati danmerekam ucapan-ucapan siswa ketika bertanya, menjawab, mendebat,menanggapi, menganalisis dan berargumentasi dalam proses pembelajaran. Teknik wawancara digunakan untuk wawancara dengan siswa tentangkesan-kesan dan pengungkapan perasaan siswa ketika belajar menghitungluas bangun datar dengan menggunakan power point. Ungkapan rasa senangsiswa dilakukan dengan teknik wawancara. Wawancara juga digunakan untukmengungkap perasaan siswa tentang kesulitan-kesulitan siswa ketika belajarmenghitung luas bangun datar dengan bantuan media power point. Teknik dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan datatentang proses pembelajaran yang menggambarkan langkah-langkahpembelajaran menggunakan media power point yang digunakan guru selamaproses pembelajaran. Data focus masalah tentang keaktifan, kreatifitas, danrasa senang siswa dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Dokumen yangdimaksud dalam penelitian ini mencakup dokumentasi foto dan dokumentasifortofolio siswa. Peristiwa-peristiwa yang tampak dan sesuai focus masalahini: misalnya ketika siswa menunjukkan acungan jari, ketika bertepuk tanganyang menggambarkan suasana menyenangkan, ketika mereka asyik bekerjasecara kelompok, dan lainnya, akan didokumentasikan. Teknik lainnya adalah tes. Tes digunakan untuk mengumpulkan datatentang kemampuan siswa mengerjakan soal-soal tes untuk menghitung luasbangun datar.
    • Instrumen Penelitian Yang menjadi instrument penelitian ini pada dasarnya adalah penelitisendiri. Peneliti menjadi instrument penelitian karena dalam prosespengumpulan data itulah peneliti akan melakukan adaptasi secara aktif sesuaidengan keadaan yang dihadapi peneliti ketika berhadapan dengan subjekpenelitian. Peneliti dapat saja mengubah pertanyaan, memperdalampertanyaan dan emnggambarkan pertanyaan dari pedoman wawancara yangtelah disusun kalau memang adaptasi tersebut dipandang perlu dilakukan.Peneliti akan emngumpulkan data yang berupa dokumen sesuai pedomandokumentasi dan sangat mungkin juga menambah daftar dokumen yang akandikumpulkan pada saat itu juga ketika melakukan proses dokumentasi. Meskipun peneliti berperan sebagai instrument penelitian yang dapatmelakukan adaptasi aktif terhadap keadaan subjek dan focus penelitian,namun untuk menjaga focus masalah penelitian maka peneliti jugamenggunakan instrumen penelitian yang berupa: pedoman-pedoman:observasi, wawancara, dokumentasi, dan soal tes.Teknik Analisis Data Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara deskriptif, baikdeskriptif kuantitatif maupun deskriptif kualitatif. Data yang akan dianalisissecara deskriptif adalah data tentang keaktifan siswa yang dikumpulkanmelalui “cek list” pada rubric pengamatan keaktifan siswa dan data tentangkemampuan menghitung luas bangun datar yang dinyatakan dengan nilai(score) yang dicapai siswa atas penilaian latihan dan penugasan menghitung
    • luas bangun datar dan hasil tes kemampuan siswa menghitung luas bangun datar. Data kualitatif berupa catatan pengamatan, dokumen portofolio siswa, dokumen foto, dan rekaman wawancara akan dianalisis dengan analisis kualiitatif dengan tahapan: pemaparan data, penyederhanaan data, pengelompokan data sesuai focus masalah, dan pemaknaan. Dalam proses analisis data, untuk memperoleh data yang ebnar-benar dapat dipercaya kebenarannya maka peneliti akan melakukan membercheck (pengecekan anggota/subjek penelitian), trianggulasi-check and recheck dari segi sumber data/subjek dan metode, perpanjangan pengamatan, dan pelacakan data secara mendalam, dst.J. Daftar Pustaka