Your SlideShare is downloading. ×
tugas kimia periode 3 2013
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

tugas kimia periode 3 2013

832
views

Published on

Published in: Education

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
832
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Unsur-unsur dari periode ketiga adalah aluminium (Al), silikon (Si), fosfor (P), dan sulfur (S). Golongan ini memiliki sifat yang berbeda dengan periode kedua dan keempat. Konfigurasielektrondariunsurperiode ketiga : Al [Ne] 3s2 3px 1 Si [Ne] 3s2 3px 1 3py 1 P [Ne] 3s2 3px 1 3py 1 3pz 1 S [Ne] 3s2 3px 2 3py 1 3pz 1 Sifat-sifat unsur periode ketiga : Unsur Al Si P S Nomor atom 13 14 15 16 Konfigurasi elektron K 2 2 2 2 L 8 8 8 8 M 3 4 5 6 Energi ionisasi (KJ/mol) 578 786 1012 1000
  • 2. 2 Tabel diatas menunjukkan ringkasan beberapa sifat penting dari unsur- unsur periode ketiga. Fakta terpenting yang terdapat pada tabel diatas adalah tingginya titik cair Si dan titik cair P yang relatif rendah. 2. Permasalahan Penjelasan singkat tentang unsur-unsur logam utama periode ketiga Kegunaan unsur-unsur logam utamaperiode ketiga Sifat fisika dan kimia unsur-unsur logam utama periode ketiga Cara mendapatkan unsur-unsur logam utama periode ketiga dari alam Titik cair, °C 660 1410 44 113 Titik didih, °C 2467 2680 280 445 Struktur kristal logam molekul kovalen raksasa Molekul poliatom molekul poliatom Tingkat oksidasi tertinggi +3 +4 +5 +6 Afinitas elektron (KJ/mol) –44 –134 –72 –200 Kelektronegatifan 1,5 1,8 2,1 2,5
  • 3. 3 BAB II PEMBAHASAN A. Kelimpahan Unsur di Alam 1. Alumunium (Al) Al adalah unsur ketiga terbanyak di muka bumi setelah O dan Si. Al ditemukan di bebatuan yang mengandung aluminosilikat (campuran Al, O, dan Si), korundum (Al2O3), kriolit (Na3AlF6), dan bauksit (Al2O3 . xH2O). Mineral yang dapat digunakan sebagai sumber komersial Al hanya bauksit (Al2O3) meskipun jumlahnya melimpah di alam. 2. Silikon (Si) Silikon terdapat di matahari dan bintang-bintang dan merupakan komponen utama satu kelas bahan meteor yang dikenal sebagai aerolites. Ia juga merupakan komponen tektites, gelas alami yang tidak diketahui asalnya. Silikon membentuk 25.7% kerak bumi dalam jumlah berat, dan merupakan unsur terbanyak kedua, setelah oksigen. Silikon tidak ditemukan bebas di alam, tetapi muncul sebagian besar sebagai oksida dan sebagai silikat. Pasir, quartz, batu kristal, amethyst, agate, flint, jasper dan opal adalah beberapa macam bentuk silikon oksida. Granit, hornblende, asbestos, feldspar, tanah liat, mika, dsb merupakan contoh beberapa mineral silikat. Silikon dipersiapkan secara komersil dengan memanaskan silika dan karbon di dalam tungku pemanas listrik, dengan menggunakan elektroda karbon. Beberapa metoda lainnya dapat digunakan untuk
  • 4. 4 mempersiapkan unsur ini. Amorphous silikon dapat dipersiapkan sebagai bubuk cokelat yang dapat dicairkan atau diuapkan. Proses Czochralski biasanya digunakan untuk memproduksi kristal-kristal silikon yang digunakan untuk peralatan semikonduktor. Silikon super murni dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi termal triklorosilan ultra murni dalam atmosfir hidrogen dan dengan proses vacuum float zone. 3. Fosfor (P) Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan). Fosfor ditemukan pada bebatuan fosfat sebagai senyawa fluorapatit Ca5(PO4)3F, hidrosiapatit Ca5(PO4)3(OH), dan klorapatit Ca5(PO4)3Cl. Fosfor diekstraksi dari senyawa fosfat Ca3(PO4)2 melalui metode reduksi. Ca3(PO4)2 dalam batuan fosfat dipanaskan dengan kokas (C) dan pasir SiO2 pada suhu 1.400-1.500°C. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4 . 2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C P4 + 6CaSiO3 + 10CO Fosfor yang dihasilkan dapat memiliki beberapa alotropi, dia antaranya fosfor putih, fosfor merah, dan fosfor hitam. 4. Sulfur (S) Sulfur (S) ditemukan dalam bentuk unsur dan senyawanya. Sebagai unsur, sulfur terdapat di daerah pegunungan vulkanik dan sebagai endapan pada kedalaman ≥ 100m di bawah tanah. Endapan ini kemungkinan terbentuk dari reduksi CaSO4 menjadi unsur S oleh bakteri. Sebagai senyawa, sulfur terdapat dalam senyawa sulfida seperti FeS2, PbS, Cu2S, dan H2S dalam gas alam; dan dalam senyawa sulfat seperti CaSO4 . 2H2O. B. Produk yang Mengandung Unsur 1. Alumunium 1.400-1.500°C
  • 5. 5 Digunakan dalam konstruksi pesawat, mobil, dan mesin-mesin lannya. Karena sifatnya yang mudah menghantarkan panas dengan tahan karat, Aluminium (Al) banyak digunakan untuk membuat alat-alat masak Digunakan dalam bidang arsitektur dan ornamen-ornamen rumah. Al(OH)3 digunakan sebagai obat maag untuk mengatasi asam lambung. Tawas (K2SO4·Al2(SO4)3·24H2O) digunakan untuk menjernihkan air pada pengolahan air minum. Membuat termit, yaitu campuran serbuk aluminium dengan serbuk besi (III) oksida, digunakan untuk mengelas baja ditempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api. Alumina (Al2O3) untuk industri keramik, gelas, ampelas. Lapisan pembungkus, aluminium foil, kaleng aluminium. 2. Silikon Silikon adalah salah satu unsur yang berguna bagi manusia. Dalam bentuknya sebagai pasir dan tanah liat, dapat digunakan untuk membuat bahan bangunana seperti batu bata. Ia juga berguna sebagai bahan tungku pemanas dan dalam bentuk silikat ia digunakan untuk membuat enamel (tambalan gigi), pot-pot tanah liat, dsb. Silika sebagai pasir merupakan bahan utama gelas. Gelas dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan digunakan sebagai wadah, jendela, insulator, dan aplikasi-aplikasi lainnya. Silikon tetraklorida dapat digunakan sebagai gelas iridize. Silikon super murni dapat didoping dengan boron, galium, fosfor dan arsenik untuk memproduksi silikon yang digunakan untuk transistor, sel-sel solar, penyulingan, dan alat-alat solid-state lainnya, yang digunakan secara ekstensif dalam barang-barang elektronik dan industri antariksa.
  • 6. 6 Hydrogenated amorphous silicone memiliki potensial untuk memproduksi sel-sel murah untuk mengkonversi energi solar ke energi listrik. Silikon sangat penting untuk tanaman dan kehidupan binatang. Diatoms dalam air tawar dan air laut mengekstrasi silika dari air untuk membentuk dinding-dinding sel. Silika ada dalam abu hasil pembakaran tanaman dan tulang belulang manusia. Silikon bahan penting pembuatan baja dan silikon karbida digunakan dalam alat laser untuk memproduksi cahaya koheren dengan panjang gelombang 4560 A. 3. Fosfor Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katode (CRT) dan lampu pendar, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). Fosfor dapat digunakan untuk pembuatan korek api setelah dicampur dengan karbon dan belerang. Digunakan militer sebagai petunjuk menentukan target atau sasaran. Selain di lingkup militer, fosfor putih ternyata digunakan dalam barang konsumsi yang kita gunakan sehari-hari, seperti minuman bersoda dan pasta gigi. Secara luas, fosfor putih dipakai dalam industri untuk membuat asam fosfat atau bahan kimia lain untuk dijadikan pupuk, bahan pengawet makanan, dan zat pembersih. Dalam jumlah kecil, zat ini juga digunakan dalam pestisida dan kembang api. Asam fosfat jenuh, mengandung 70-75% P2O5, yang merupakan bahan penting dalam bidang pertanian tembak. Fosfat juga dipakai dalam pembuatan kaca khusus, seperti yang digunakan dalam lampu sodium. Fosfor penting untuk otot-otot. Tanpa fosfor didalam tubuh, kita tidak dapat mengangkat kening atau menggerakkan jari sekalipun. Fosfor menolong juga dalam memelihara keseimbangan asam basa yang normal di dalam tubuh dan perlu sekali dalam pembentukan gigi yang sehat dan tulang yang kuat.
  • 7. 7 4. Sulfur Belerang dapat digunakan dalam industri kimia yaitu untuk pembuatan asam sulfat (H2SO4) yang diperlukan untuk pembuatan pupuk, penghalusan minyak bahan-bahan kimia berat dan keperluan lain untuk metalurgi. Disamping belerang dimanfaatkan dalam industri cat, industri karet, industri tekstil, industri korek api, bahan peledak, industri ban, pabrik kertas, industri gula yang digunakan dalam proses sulfinasi, industri rayon, film selulosa, ebonit, cairan sulfida, bahan pengawet kayu. C. Kecenderungan Sifat Fisis dan Kimia 1. Alumunium Nomor atom : 13 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 1 Massa Atom relatif : 26,98154 Jari-jari atom : 1,82 Å Titik Didih : 2467 °C Titik Lebur : 660 °C Elektronegatifitas : 1,45 Energi Ionisasi : 577 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 3+ Struktur Atom : Kristal Logam Wujud : Padat Reaksi Al dengan udara : Aluminium adalah logam berwarna putih keperakan. Permukaan logam aluminium dilapisi dengan lapisan oksida yang membantunya melindungi logam agar tahan terhadap udara. Jadi, aluminium tidak bereaksi dengan udara. Jika lapisan oksida rusak, logam aluminium bereaksi untuk menyerang (bertahan). Aluminium akan terbakar dalam
  • 8. 8 oksigen dengan nyala api, membentuk aluminium (III) oksida Al2O3. 4Al (s) + 3O2(l) → 2Al2O3 Reaksi Al dengan air : Aluminium adalah logam berwarna putih keperakan. Permukaan logam aluminium dilapisi dengan lapisan oksida yang membantunya melindungi logam agar tahan terhadap udara. Hal serupa juga terjadi pada reaksi aluminium dengan air. Reaksi Al dengan halogen : Aluminium bereaksi dengan hebat pada unsur –unsur halogen seperti iodin (I2), klorin (Cl2), bromine (Br2), membentuk aluminium halida menjadi aluminium (III) iodida, aluminium (III) bromida, aluminium (III) klorida. 2Al (s) + 3I2(l) → 2Al2I6(s) 2Al (s) + 3Cl2(l) → 2Al2Cl3 2Al (s) + 3Br2(l) → 2Al2Br6 Reaksi Al dengan asam : Logam aluminium larut dengan asam sulfur membentuk larutan yang mengandung ion Al (III) bersama dengan gas hidrogen. 2Al (s) + 3H2SO4(aq) → 2Al3+ (aq) + 2SO4 2- (aq) + 3H2(g) 2Al(s) + 6HCl(aq) → 2Al3+ (aq) + 6Cl- (aq) + 3H2(g) Reaksi Al dengan basa : Aluminium larut dengan natrium hidroksida. 2Al(s) + 2NaOH(aq) + 6H2O → 2Na+ (aq) + 2[Al(OH)4]- + 3H2(g) Sifat oksida logam Al : Aluminium oksida merupakan senyawa amfoter. Artinya dapat bereaksi baik sebagai basa maupun asam. o Reaksidenganair Aluminium oksida tidak dapat bereaksi secara sederhana dengan air seperti natrium oksida dan magnesium oksida, dan tidak larut dalam air. Walaupun
  • 9. 9 masih mengandung ion oksida, tapi terlalu kuat berada dalam kisi padatan untuk bereaksi dengan air. o Reaksidenganasam Aluminium oksida mengandung ion oksida, sehingga dapat bereaksi dengan asam seperti pada natrium atau magnesium oksida. Artinya, sebagai contoh, aluminium oksida akan beraksi dengan asam klorida encer yang panas menghasilkan larutan aluminium klorida. Dalam hal ini (dan sama dalam reaksi dengan asam yang lain), aluminium oksida menunjukkan sisi basa dari sifat amfoternya. o Reaksidenganbasa Aluminium oksida juga dapat menunjukkan sifat asamnya, dapat dilihat dalam reaksi dengan basa seperti larutan natrium hidroksida. Berbagai aluminat dapat terbentuk – senyawa dimana aluminium ditemukan dalam ion negatif. Hal ini mungkin karena aluminium memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan kovalen dengan oksigen. Pada contoh natrium, perbedaan elektronegativitas antara natrium dan oksigen terlalu besar untuk membentuk ikatan selain ikatan ionik. Tetapi elektronegativitas meningkat dalam satu periode – sehingga perbedaan elektronegativitas antara aluminium dan oksigen lebih kecil. Hal ini menyebabkan terbentuknya ikatan kovalen diantara keduanya. Dengan larutan natrium hidroksida pekat yang panas aluminium oksida bereaksi menghasilkan larutan natrium tetrahidroksoaluminat yang tidak berwarna. 2. Silikon Nomor atom : 14
  • 10. 10 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 2 Massa Atom relatif : 28,0855 Jari-jari atom : 1,46 Å Titik Didih : 2355 °C Titik Lebur : 1410 °C Elektronegatifitas : 1,74 Energi Ionisasi : 787 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 4+ Struktur Atom : Kristal Kovalen raksasa Wujud : Padat Reaksi Si dengan udara : Silikon akan terbakar dalam oksigen jika dipanaskan cukup kuat. Dihasilkan silikon dioksida. Reaksi Si dengan air : Bila silikon dipanaskan dengan oksigen akan membentuk oksida SiO3, sehingga apabila oksida ini bereaksi dengan air membentuk dua asam yaitu asam ortosilikat (H4SiO4) dan asam metasilikat (H2SiO3). Senyawa ini tidak larut dalam air tetapi bereaksi dengan basa. H4SiO4(l) + 4NaOH(l) → Na4SiO4(l) + H2O(l) Reaksi Si dengan halogen : Pada suhu tinggi, silikon dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrida, dan dengan halogen membentuk halida, seperti: Si(s) + 2H2 → SiH4 Si(s) + 2Cl2 → SiCl4 Reaksi Si dengan asam : Kebanyakan asam (kecuali asam nitrat dan asam hidrofluorat) tidak bereaksi dengan silikon. Reaksi Si dengan basa :
  • 11. 11 Jari-jari silikon lebih besar dari karbon, sehingga tidak dapat membentuk ikatan π (rangkap dua atau tiga) sesamanya, hanya ikatan tunggal (σ). Karena itu silikon tidak reaktif pada suhu kamar dan tidak bereaksi dengan asam, tetapi dapat bereaksi dengan basa kuat seperti NaOH. Si(s) + 4OH- (aq) → SiO4(aq) + 2H2(g) Sifat oksidator/reduktor Si : Silikon merupakan reduktor yang lemah sehingga dapat bereaksi dengan oksidator kuat, misalnya klor dan oksigen. 3. Fosfor Nomor atom : 15 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 3 Massa Atom relatif : 30,97376 Jari-jari atom : 1,23 Å Titik Didih : 280 °C Titik Lebur : 44 °C Elektronegatifitas : 2,05 Energi Ionisasi : 1060 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 5+ Struktur Atom : molekul Poliatom Wujud : Padat Reaksi P dengan udara : Fosfor putih secara spontan menangkap api di udara, terbakar dengan nyala putih dan menghasilkan asap putih campuran fosfor (III) oksida dan fosfor (V) oksida. Proporsinya bergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Dengan oksigen berlebih, produk yang dihasilkan hampir semuanya berupa fosfor (V) oksida. Untuk fosfor (III) oksida:
  • 12. 12 Untuk fosfor (V) oksida: Reaksi P dengan air : Fosfor (V) Oksida merupakan senyawa kovalen. Senyawa ini dapat bereaksi dengan air membentuk asam fosfat. Asam fosfat merupakan salah satu contoh larutan asam lemah dengan pH berkisar antara 2 hingga 4. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : P4O10(s) + 6 H2O(l) ——> 4 H3PO4(aq) Reaksi P dengan halogen : Fosfor (III) Klorida merupakan cairan mudah menguap tidak berwarna yang dihasilkan saat Fosfor bereaksi dengan gas klor tanpa pemanasan. Saat jumlah gas klor yang digunakan berlebih, senyawa ini dapat bereaksi kembali dengan gas klor berlebih membentuk senyawa Fosfor (V) Klorida, suatu padatan berwarna kuning. P4(s) + 6 Cl2(g) ——> 4 PCl3(l) Saat jumlah gas klor yang digunakan berlebih, akan terjadi reaksi berikut : PCl3(l) + Cl2(g) ——> PCl5(s) Sifat oksidator/reduktor P : Fosfor selain sebagai reduktor lemah juga merupakan oksidator lemah sehingga dapat bereaksi dengan reduktor kuat. 4. Sulfur Nomor atom : 16 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 4 Massa Atom relatif : 32,066 Jari-jari atom : 1,09 Å Titik Didih : 445 °C
  • 13. 13 Titik Lebur : 119 °C Elektronegatifitas : 2,45 Energi Ionisasi : 1000 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 6+ Struktur Atom : molekul poliatom Wujud : Padat Reaksi S dengan udara : Padatan belerang mudah terbakar di udara saat dipanaskan dan akan menghasilkan gas belerang dioksida (SO2). Oksida ini dapat direaksikan lebih lanjut dengan gas oksigen berlebih yang dikatalisis oleh vanadium pentaoksida (V2O5) untuk menghasilkan gas belerang trioksida (SO3). S(s) + O2(g) ——>SO2(g) 2 SO2(g) + O2(g) ——> 2SO3(g) Reaksi S dengan air : Belerang dioksida dan belerang trioksida mempunyai struktur molekul kovalen sederhana. Masing-masing dapat bereaksi dengan air membentuk larutan asam. SO2(g) + H2O(l) ——> H2SO3(aq) SO3(g) + H2O(l) ——> H2SO4(aq) Reaksi S dengan halogen : Jika aliran klor dilewatkan di atas sulfur yang dipanaskan, akan bereaksi menghasilkan cairan berwarna jingga dengan bau tak sedap, disulfur diklorida, S2Cl2. Reaksi S dengan basa : Oksida nonlogam (di sebelah kanan tabel periodik) memiliki struktur molekul kovalen sederhana dan bereaksi dengan air menghasilkan larutan asam. Oksida nonlogam merupakan oksida asam, yang dapat bereaksi dengan basa membentuk garam.
  • 14. 14 SO3(g) + MgO(s) ——> MgSO4(s) Sifat oksidator/reduktor S : Belerang dapat mengoksidasi hampir semua logam, misalnya dengan besi terjadi reaksi sebagai berikut: Fe(s) + S(s) → FeS(s) Belerang dapat mengoksidasi air menjadi gas oksigen. S(s) + 2H2O(l) → 2H2S(aq) + O2(g) D. Manfaat, Dampak, dan Proses Pembuatan Unsur-Unsur dan Senyawa- Senyawanya Dalam Kehidupan Sehari-Hari 1. Alumunium a. Manfaat Aluminium merupakan logam yang ringan, kuat, dan tahan korosi, sehingga banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga, bingkai jendela, sampai kerangka bangunan. Pelapis kemasan biskuit, cokelat, dan rokok. Campuran logam 90% Al dan 10% Mg (magnalium) bersifat kuat dan ringan, hanya digunakan pada pembuatan pesawat terbang. Campuran 20% Al, 50% Fe, 20% Ni, dan 10% Co dapat digunakan sebagai magnet yang sangat kuat. Tawas (KAl(SO4)), digunakan untuk penjernih air dan zat anti keringat. Al(OH)3 digunakan untuk menetralkan asam lambung yang berlebihan. Thermit (campuran Al dan Fe2O3) digunakan untuk mengelas logam. Aluminium sulfat digunakan pada pewarnaan tekstil.
  • 15. 15 b. Dampak Aluminium merupakan logam yang stabil sehingga kaleng atau pembungkus aluminium yang sudah tidak di gunakan dapat mencemari lingkungan. Umumnya aluminium di peroleh melalui proses elektrolisis, dalam proses ini dihasilkan uap asam fluorida yang dapat menimbulkan kelumpuhan dan kematian. c. Proses pembuatan unsur Proses ekstraksi Al yang paling ekonomis adalah proses Hall- Héroult, yakni proses ekstraksi Al dari bauksit yang menggunakan metode elektrolisis. Pengolahan alumunium oksida dari bauksit didasarkan pada sifat amfoter dari oksida alumunium tersebut. Pengotor utamanya biasanya terdiri atas SiO2, Fe2O3, dan TiO2. Tahapan ekstraksi Al dari bauksit: Bauksit dihancurkan dan Al2O3 dipisahkan dari zat pengotor lainnya dalam bauksit dengan melarutkannya dalam NaOH pekat. Campuran ini dipanaskan dalam tangki bertekanan dan menghasilkan NaAl(OH)4. Al2O3(s) + 2NaOH(aq) + 3H2O 2NaAl(OH)4(aq) Tidak seperti NaAl(OH)4 yang larut dalam air, kebanyakan zat pengotor tidak larut termasuk besi (III) oksida, sehingga produk reaksi perlu disaring. NaAl(OH)4 diencerkan dengan air, atau gas CO2 dilewatkan melalui larutan NaAl(OH)4 untuk mendapatkan endapan Al(OH)3. NaAl(OH)4(aq)Al(OH)3(s) + NaOH(aq) panas, tekanan Natrium aluminat
  • 16. 16 Selanjutnya produk reaksi disaring untuk memperoleh Al(OH)3 yang kemudian dipanaskan untuk mendapatkan bubuk Al2O3. 2Al(OH)3(s)Al2O3(s) + 3H2O(g) Al2O3 kemudian dilarutkan dalam lelehan kriolit (Na3AlF6) dimana Al2O3 terdisosiasi menjadi Al3+ dan O2- . Campuran ini dimasukkan ke dalam sel elektrolisis dimana reaksi elektrolisis berikut terjadi: Katode (grafit): Al3+ + 3eˉ Al(l) Anode (grafit) : 2O2- O2(g) + 4eˉ Sel : 4Al3 + 6O2- 4Al(l) + 3O2(g) Lelehan Al yang terbentuk pada katode membentuk lapisan di dasar sel dan diambil secara berkala. Jadi, selama elektrolisis, anode terus-menerus dihabiskan. Untuk memproduksi 1 kg alumunium, rata- rata dihabiskan 0,44 kg anode karbon. 2. Silikon a. Manfaat Penggunaan terpenting silikon murni adalah dalam aloi aluminium-silikon, sering disebut aloi ringan, untuk menghasilkan cetakan untuk industri otomotif (ini mewakili kira-kira 55% dari penggunaan silikonmurni sedunia). Silikon murni juga digunakan untuk menghasilkansilikon ultra murni bagi penggunaan elektronik dan fotovoltaik, seperti: semikonduktor, fotonik, LCD. Silikon dioksida atau silika dalam bentuk pasir dan tanah liat merupakan bahan untuk membuat semen. +
  • 17. 17 Silika merupakan bahan dasar pembuatan kaca, dengan beraneka jenis bentuk yang menarik. Silikon – oksigen merupakan senyawa yang lentur, mengandung ikatansilikon –oksigen dan silikon-karbon, ia digunakan secara meluas dalam aplikasi seperti implantasi organ tubuh bagian luar. b. Dampak Di masyarakat, kata silikon bukan lagi hal yang tabu terutama di bidang kecantikan. Penggunaan silikon khususnya yang cair sudah di larang oleh pemerintah sejak tahun 1970. Namun hingga kini masih saja terjadi penyalahgunaan penyuntikan untuk tujuan mempercantik bagian tubuh tertentu para wanita. Hal ini di lakukan karena kurangnya pengetahuan terhadap silikon itu sendiri. Penyuntikan silikon cair tidak mengakibatkan kematian, tetapi dapat mengakibatkan kerusakan jaringan yang bersifat permanen. Kerusakan tersebut terjadi karena silikon cair yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh seperti sifat cairan umumnya akan mencari tempat yang rendah. Sebagian silikon mungkin berkumpul di tempat- tempat tertentu sehingga membentuk benjolan. c. Proses pembuatan unsur Silikon dibuat dengan mereduksi kuarsa (quartz) atau sering disebut juga dengan silika ataupun silikon dioksida dengan kokas (C). Proses reduksi ini dilangsungkan di dalam tungku listrik pada suhu 3000 °C. Reaksi yang terjadi adalah: SiO2(l) + 2C(s)→ Si(l) + 2CO2 Silikon yang diperoleh kemudian didinginkan sehingga diperoleh padatan silikon. Namun silikon yang diperoleh dengan cara ini belum dalam keadaan murni.
  • 18. 18 Agar diperoleh silikon dalam bentuk murni diawali dengan mereaksikan padatan silikon yang diperoleh melalui cara di atas direaksikan dengan gas klorin (Cl2), sesuai reaksi berikut: Si(s) + Cl2(g)→ SiCl4(g) Gas SiCl4 ini mememiliki titik didih 58 °C. Uap yang terbentuk kemudian dilewatkan melalui sebuah tabung panas berisi gas H2 atau Mg sehingga terbentuk Si, berikut reaksinya: SiCl4(g) + 2H2(g) → Si(s) + 4HCl(g) SiCl4(g) + 2Mg(s) → Si(s) + 4MgCl2(g) Produk reaksi dicuci dengan air panas untuk memperoleh Si. Si dimurnikan dengan alat zone refining. Di dalam alat ini, batangan Si dilewatkan secara perlahan melalui alat pemanas. Pada zona pemanasan, batangan Si tersebut akan meleleh. Karena zat pengotor lebih mudah larut dalam lelehan dibanding dalam padatan Si, maka pengotor tersebut akan berkumpul di dalam lelehan Si. Daerah lelehan yang tidak murni telah sampai ke ujung, maka ujung ini akan dibiarkan membentuk padatan sebelum dipotong. 3. Fosfor a. Manfaat Dalam beberapa tahun terakhir, asam fosfor yang mengandung 70% – 75% P2O5, telah menjadi bahan penting pertanian dan berbagai produksi tani lainnya. Permintaan untuk pupuk secara global telah meningkatkan produksi fosfat yang banyak karena manfaatnya yang baik untuk perkebunan. Fosfor juga digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya. Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk
  • 19. 19 menjaga korosi pipa-pipa. Fosfor juga merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang. b. Dampak Menyebabkan eutrofikasi jika unsur ini terlalu banyak terdapat di air. Fosfor putih bisa mengakibatkan layar asap kimia yg dpt membakar kulit hingga ke tulang. Salah satu penyalahgunaan fosfor yaitu digunakan sebagai bom. Fosfor yang diaplikasikan sebagai bom yaitu fosfor putih yang diberi nama samaran ―Willy Pete‖ Peningkatan kadar fosfat dalam air laut, akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi (blooming) fitoplankton yang akhirnya dapat menyebabkan kematian ikan secara massal. c. Proses pembuatan unsur Fosfor diekstraksi dari senyawa fosfat Ca3(PO4)2 melalui metode reduksi. Ca3(PO4)2 dalam batuan fosfat dipanaskan dengan kokas (C) dan pasir SiO2 pada suhu 1.400-1.500°C. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4. 2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C P4 + 6CaSiO3 + 10CO Fosfor yang dihasilkan dapat memiliki beberapa alotropi, dia antaranya fosfor putih, fosfor merah, dan fosfor hitam. 4. Sulfur a. Manfaat Belerang dioksida (SO2) digunakan sebagai fungisida (anti jamur), fumiga (anti serangga), dan dalam jumlah yang sangat kecil digunakan sebagai pengawet makanan. 1.400-1.500°C
  • 20. 20 Natrium tiosulfat pentahidrat (Na2S2O3·5H2O) digunakan dalam proses pencucian film. Senyawa ini dikenal dengan merk hipo. Asam sulfat (H2SO4) dipakai sebagai pelarut, pengisi aki, pembuatan garam sulfat, pembuatan pupuk, pengolahan minyak, dan pewarnaan tekstil. b. Dampak Apabila asam sulfat dan asam sulfit turun ke bumi bersama- sama dengan jatuhnya hujan, terjadilah acid rain atau hujan asam. c. Proses pembuatan i. Proses Frasch Tiga buah pipa yang konsentris ditanamkan ke dalam endapan belerang. Air lewat panas (165°C) dan dibawah tekanan dimasukkan ke dalam terluar, dan oleh suhu yang setinggi ini belerang menjadi mencair. Kemudian udara di bawah tekanan ditiupkan melalui pipa paling dalam. Keadaan ini memaksa belerang cair ke permukaan melalui pipa tengah. Melalui cara ini didapatkan belerang dengan tingkat kemurnian 99% . ii. Proses Claus Hidrogen sulfida diekstrak dari gas alam dengan cara penggelembungan gas melalui etanolamin, HOCH2CH2NH2 suatu pelarut basa organik. Proses Claus sangat mengurangi pencemaran dari pembakaran gas alam dan minyak bumi. Berikut adalah reaksi yang terjadi dalam pembuatan belerang dengan proses Claus: H2S(g) + O2(g) →SO2(g) + H2O(g)
  • 21. 21 Ini dapat digunakan secara langsung untuk pembuatan asam sulfat atau dikonversi lagi menjadi unsur belerang melalui reaksi dengan H2S. Berikut reaksinya : SO2(g) + H2O(g) → 3S(l) + 2H2O(l) Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pennsylvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.Belerang dengan kemurnian 99.999% sudah tersedia secara komersial. Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
  • 22. 22 BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Unsur-unsur dari logam utama periode ketiga adalah : natrium (Na), magnesium (Mg), alumunium (Al), silikon (Si), fosfor (P), dan sulfur (S). 2. Unsur-unsur dari logam utama periode ketiga umumnya dapat bereaksi dengan udara, air, asam, unsur-unsur halogen membentuk senyawa. 3. Unsur-unsur dari logam utama periode ketiga di alam tidak ditemukan dalam bentuk unsur melainkan dalam bentuk senyawanya. Oleh karena itu, diperlukan beberapa proses yang digunakan untuk dapat mengisolasi unsur tersebut dari senyawanya. 4. Unsur-unsur dari logam utama periode ketiga dan senyawanya memiliki kegunaan masing-masing dalam kehidupan sehari-hari dan dalam industri. Saran
  • 23. 23 DAFTAR PUSTAKA Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/07/sifat-sifat-unsur- kimia-percobaan-praktikum.html#ixzz2bLlbVgyb http://education.jlab.org/itselemental/ele013.html http://education.jlab.org/itselemental/ele014.html http://education.jlab.org/itselemental/ele015.html http://education.jlab.org/itselemental/ele016.html http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/silikon/ Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/07/sifat-sifat-unsur- kimia-percobaan-praktikum.html#ixzz2bMEGUBRD Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/07/sifat-sifat-unsur- kimia-percobaan-praktikum.html#ixzz2bMFBrRaF Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/07/sifat-sifat-unsur- kimia-percobaan-praktikum.html#ixzz2bMFUJ15l Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/07/sifat-sifat-unsur- kimia-percobaan-praktikum.html#ixzz2bMIQkjU4 http://rizalfreestyler.wordpress.com/2010/09/04/makalah-kimia/ http://humanosinalma.wordpress.com/2012/11/06/makalah-unsur-periode- 3/ http://aboutche-mistry.blogspot.com/2012/09/kimia-unsur.html http://chemwiki.ucdavis.edu/Wikitexts/xTextbook_Maps/General_Chemis try_Textbooks/Petrucci_10th_edition http://duniakimiaku.blogspot.com/2009/06/silikon.html http://chemistry35.blogspot.com/2011/09/unsurunsur-dalam-kehidupan- sehari-hari.html
  • 24. 24 LAMPIRAN 1. Alumunium Bentuk struktur atom Bentuk alami Contoh produk ← penggunaan alumunium sebagai komponen alat elektronik
  • 25. 25 2. Silikon Bentuk struktur atom ← penggunaan alumunium sebagai alat memasak ← penggunaan alumunium sebagai wadah minuman berkarbonasi ← penggunaan alumunium sebagai wadah makanan ← penggunaan alumunium sebagai pembungkus ← unsur Si memiliki struktur kovalen raksasa
  • 26. 26 Bentuk alami Contoh produk ↑ penggunaan silikon sebagai sel fotovoltaik ← penggunaan silikon sebagai implant ← penggunaan silikon sebagai komponen elektronik semikonduktor
  • 27. 27 3. Fosfor Bentuk struktur senyawa (P4) Bentuk alami Contoh produk ← penggunaan fosfor sebagai mainan berpendar (glow in the dark) ← penggunaan fosfor sebagai komponen jam ← penggunaan fosfor sebagai bom asap
  • 28. 28 4. Sulfur Bentuk struktur (S8) Bentuk alami Contoh produk ← penggunaan fosfor sebagai korek api ← salah satu pemandian air panas bersulfur
  • 29. 29 CURRICULUM VITAE Nama : RAIHAN RAHAJENG Jenis Kelamin : Perempuan Tempat, tanggal lahir : Semarang, 8 Oktober 1996 Alamat : Jl. Beringin Raya III D1 No. 5 Ngaliyan, Semarang E-mail : raihan_yasaya@yahoo.com Pendidikan Pendidikan Formal : SD Nasima (2002-2008) : SMP Negeri 1 Semarang (2008-2011) Pendidikan Terakhir : SMA Taruna Nusantara Curriculum vitae ini dibuat oleh penulis sesuai dengan kenyataan. Semarang, 12 Agustus 2013 Penulis, RAIHAN RAHAJENG