Your SlideShare is downloading. ×
Proses kejadian manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Proses kejadian manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi

21,316
views

Published on


0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
21,316
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
150
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Tugas Agama Islam
  • 2. Proses Kejadian Manusia dan Tugasnya Sebagai Khalifah di Muka Bumi
  • 3. A. Proses Kejadian Manusia Manusia dalam pandangan Islam tediri atas dua unsur, yaitu jasmani dan rohani. Jasmani manusia bersifat materi yang berasal dari unsur-unsur sari pati tanah. Sedangkan roh manusia merupakan substansi immateri, yang keberadaannya dia alam baqa nanti merupakan rahasia Allah SWT. Proses kejadian manusia telah dijelaskan dalam Al Qur’anul Karim dan Hadits Rasulullah SAW. Tentang proses kejadian manusia, Allah SWT telah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Mukminun ayat 12 – 14 yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudain airmani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS Al Mukminun : 12-14).
  • 4. Tentang proses kejadian manusia ini juga dapat dilihatdalam pada QS As Sajadah ayat 7 – 9, yang artinya:7. yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. 8)kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yanghina. 9) kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamupendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekalibersyukur. (QS As Sajadah : 7 – 9) Dalam hadits Rasulullah SAW tentang kejadian manusia,beliau bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap kaliandikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya 40 hari sebagainutfah, kemudain sebagai alaqah seperti itu pula (40 hari), lalusebagai mudgah seperti itu, kemudian diutus malaikat kepadanya,lalu malaikat itu meniupkan ruh kedalam tubuhnya.” (Hadits yangdiriwayatkan oleh Bukhari r.a dan muslim) Ketika masih berbentuk janin sampai umur empat bulan,embrio manusia belum mempunyai ruh, karena baru ditiupkanke janin itu setelah berumur 4 bulan (4 x 30 hari). Oleh karenaitu, yang menghidupkan tubuh manusia itu bukan roh, tetapikehidupan itu sendiri sudah ada semenjak manusia dalambentuk nutfah. Roh yang bersifat immateri mempunyai duadaya, yaitu daya pikir yang disebut dengan akal yang berpusatdiotak, serta daya rasa yang disebut kalbu yang berpusat didada. Keduanya merupakan substansi dai roh manusia.
  • 5. B. Tugas Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi Ketika memerankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi,Maksudnya, manusia diciptakan oleh Allah agar memakmurkan kehidupan dibumi sesuai dengan petunjukNya. Petunjuk yang dimaksud adalah agama(Islam)., ada dua peranan penting yang diamanahkan dan dilaksanakanmanusia sampai hari kiamat. Pertama, memakmurkan bumi (al ‘imarah).Kedua, memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang dari pihakmanapun (ar ri’ayah).1. Memakmurkan Bumi Manusia mempunyai kewajiban kolektif yang dibebankan Allah SWT.Manusia harus mengeksplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Maka sepatutnyalah hasil eksplorasi itu dapatdinikmati secara adil dan merata, dengan tetap menjaga kekayaan agar tidakpunah. Sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan eksplorasi itu.
  • 6. 2. Memelihara Bumi Melihara bumi dalam arti luastermasuk juga memelihara akidahdan akhlak manusianya sebagai SDM(sumber daya manusia). Memeliharadari kebiasaan jahiliyah, yaitumerusak dan menghancurkan alamdemi kepentingan sesaat.Karena sumber daya manusia yangrusak akan sangata potensial merusakalam.Oleh karena itu, hal semacamitu perlu dihindari.
  • 7. Allah memerintahkan umat nabi Muhammad SAW untuk memelihara bumi darikerusakan, karena sesungguhnya manusia lebih banyak yang membangkang dibanding yangbenar-benar berbuat shaleh sehingga manusia akan cenderung untuk berbuat kerusakan,Allah brfirman dalam surat Al Isra ayat 4 yang artinya: dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akanmembuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengankesombongan yang besar“. (QS Al Isra : 4) Sebagai seorang muslim dan hamba Allah yang taat tentu kita akan menjalankanfungsi sebagai khalifah dimuka bumi dengan tidak melakukan pengrusakan terhadap Alamyang diciptakan oleh Allah SWT karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orangyang berbuat kerusakan. Sallah berfirman dalam surat Al Qashash ayat 77 yang artinya: dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeriakhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlahkamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yangberbuat kerusakan. (QS AL Qashash : 7)

×