• Like
Metoda Penambangan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Metoda Penambangan

  • 2,176 views
Published

 

Published in Engineering
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,176
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
543
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1.  PENYELIDIKAN UMUM (GENERAL SURVEY)  EKSPLORASI (EXPLORATION)  PENGEMBANGAN TAMBANG (DEVELOPMENT)  PENAMBANGAN (EXPLOITATION)  METODA  PENGOLAHAN/PEMURNIAN (PROCESSING)  PENJUALAN (MARKETING)
  • 2. Penambangan : kegiatan yang dilakukan baik secara sederhana (manual) maupun mekanis yang meliputi penggalian, pemberaian, pemuatan dan pengangkutan bahan galian . METODE PENAMBANGAN DIBAGI MENJADI :  Tambang Terbuka/Tambang Permukaan (Surface Mining)  Tambang Bawah Tanah/Tambang Dalam (Underground Mining)
  • 3. Aktivitas penambangan berhubungan langsung dengan udara luar (atmosfer)  Keadaan tanah penutup  Keadaan endapan bahan tambang  Kondisi hidrogeologi  Fasilitas teknik yang tersedia  Iklim dan cuaca  Kondisi lingkungan
  • 4.  Biaya relatif lebih rendah  Kondisi tempat kerja lebih leluasa & aman  Penggunaan alat-alat berat lebih leluasa  Mining recovery lebih tinggi  Pengamanan, pengaturan & kontrol lebih mudah  Tidak Perlu Ventilasi
  • 5.  Kondisi kerja dipengaruhi iklim & cuaca  Kedalaman penggalian terbatas  stripping ratio  Kerusakan lingkungan  Dibatasi tata guna lahan  Memerlukan lahan untuk tanah penutup
  • 6. PEMILIHAN METODE PENAMBANGAN Penentuan Apakah Tambang Terbuka Atau Tambang Bawah Tanah Berdasarkan Pada Efisiensi Ekonomi Yaitu :  Nilai Endapan Mineral/ Bahan Galian Per Satuan Berat Bahan Galian (A)  Ongkos Produksi/pengambilan Bg Per Satuan Berat Bg (B)  Ongkos Pengupasan Tanah Penutup Per Satuan Berat (C) RUMUS BESR = ( A - B )/C >1 (tambang terbuka) < 1 (tambang bawah tanah)
  • 7. CONTOH PERHITUNGAN APABILA KITA MEMPUNYAI HASIL PERHITUNGAN/PENILAI SEBAGAI BERIKUT : 1. Nilai Endapan Mineral/ Bahan Galian Per Ton = $ 6.80 2. Ongkos Produksi/pengambilan Bg Per Ton = $ 4.30 3. Ongkos Pengupasan Tanah Penutup Per Ton Tanah = $ 0.65 RUMUS BESR ( A - B )/C = (6.80 - 4.30) : 0.65 = 3.85 BISA DENGAN TAMBANG TERBUKA
  • 8. TAMBANG TERBUKA (SURFACE MINING) Secara garis besar dibagi menjadi 4 yaitu : a. Tambang Aluvial /Endapan Sungai Purba/ Placer Contoh : - panning & sluicing - hydraulicking - dredging (kapal keruk) b. Open Pit Contoh : - single bench - multiple bench - strip mining c. Quarrying Tambang untuk bahan galian industri c. Glory Hole (Lubang tikus,/ peralihan dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah)
  • 9. • Detrital mineral • Pada/dekat aliran air • Tidak dalam Placer Mining Placer mining involves excavating loose, or alluvial, deposits such as sand, gravel, silt, or clay. Valuable minerals are separated from the alluvial materials through a system of screens, jigs, and sluices. Placer minerals include metals such as gold, platinum, and tin, and gems such as diamonds and rubies.
  • 10.  Cara tradisional/manual  Menggunakan alat pendulangan  Pemisahan dengan bantuan aliran air  Sering dilakukan sebagai metoda sampling pada eksplorasi endapan placer  Penambangan emas sekunder (placer) atau intan (Martapura)  Berat jenis mineral berharga > B.D. batuan  Produksinya terbatas
  • 11. Diamond Mining in Indonesia Due to the presence of valuable minerals, especially tin and petroleum, mining is an important industry in Indonesia. Some Indonesians are involved in smallscale forms of mineral extraction, such as traditional diamond mining. Here on the island of Borneo, miners wash gravel excavated from nearby pits and then examine the sifted soil with large, conical containers to locate raw diamonds and gemstones.
  • 12. PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN • • MATERIAL DIAMBIL DARI BEKAS TAMBANG PT. ANTAM BERUPA URAT URAT TIPIS SISA PROSESSING UMUMNYA DIBUANG KE SUNGAI (TANPA BAK PENAMPUNG) • RECOVERY PENGOLAHAN ± 35 - 40 %
  • 13.  Menggunakan semprotan air untuk memisahkan bahan tambang  Menggunakan alat semprot GIANT atau MONITOR  Digunakan pada endapan alluvial, mis. pasir besi, timah sekunder, emas.  Material hasil semprotan dialirkan/ dipompakan ke instalasi pemisah konsentrat.  Syarat utama tersedia cukup banyak air
  • 14. 1. 2. 3. 4. 5. Waste material Sluices Alluvial deposit Sluice channel Pipe line
  • 15. GRAVEL PUMP DAN MONITOR
  • 16.  Menggunakan Kapal Keruk sebagai alat gali  Biasa digunakan untuk penambangan endapan alluvial (timah sekunder)  Bisa dilakukan di laut ataupun di darat, tergantung dari jenis, bentuk dan ukuran kapal keruk.  Pemisahan konsentrat dilakukan di kapal keruk itu sendiri
  • 17. PENAMBANGAN ALUVIAL DENGAN KAPAL KERUK
  • 18. (Open Mine, Open Cut, atau Open Cast) Open-Cut Mining in Australia Mining in the Pilbara region of Western Australia is done by the open-cut method, in which large masses of orebearing rock are broken up and then removed by power shovels and trucks. Mining is one of Australia’s most important industries. The country has large deposits of bauxite, coal, diamonds, gold, iron ore, nickel, uranium, and other minerals.
  • 19. • Penambangan endapan mineral pada setiap jenis batuan • Letak dekat permukaaan tanah • Dimensi horisontalnya besar • Produksi tinggi, biaya rendah • Dilakukan secara berjenjang (benching) • Membentuk cekungan/pit PIT LAYOUT  Penyebaran deposit  Stripping ratio  Kondisi iklim/ cuaca  Kecepatan produksi yang diharapkan  Ketersediaan peralatan
  • 20. Kennecott Copper Mine The Kennecott Copper Mine, located southwest of Salt Lake City, is the largest excavation in the world and the first open-pit copper mine. The mine assists in making Utah the second leading state in copper production.
  • 21. Mining in the Yukon Mining has dominated the Yukon Territory’s economy since gold was discovered there in 1896. With rich mineral deposits located throughout this Canadian province, mining continues to be its principal economic activity. Here, lead and zinc are extracted and loaded onto a truck at the Anvil open-pit mine in Faro, a town in the southeastern Yukon.
  • 22.  Sejenis dengan Open Pit  Untuk endapan bijih yang terdapat pada lereng  Bentuk tambang melingkari bukit/gunung
  • 23. Arizona Copper Mine This openpit copper mine at Morenci is the largest copper mine in Arizona. Large undergroun d and openpit mines in the southern half of the state make Arizona the leader in United States copper production.
  • 24. Open-Cut Copper Mine Utah Metallic copper and copper ores, such as chalcopyrite and bornite, are mined in open-pit mines from deposits near the earth’s surface. Further refining is necessary to separate the copper from impurities such as sulfides, carbonates, iron, and silicates. Copper is used extensively in electrical components because of its high conductivity. Shown here is one of North America’s largest open-pit copper mines, located in Kennecott, Utah.
  • 25.  Sejenis Open Cut Mining  Bahan galian non logam, mis. andesit, granit, batu kapur, marmer, serpih (shale) dll.  Dua jenis quarry : “dimension stone” dan “broken stone”
  • 26.  Salah satu metoda Open Pit Mine  Untuk endapan bahan galian yang luas dan horisontal (bedded deposit)  Paling cocog untuk tambang batubara terbuka  Dilakukan blasting tergantung kondisi overburdennya  Area Mining atau Contour Mining
  • 27. Coal Strip Mine This excavated area, which borders farmland, has been strip mined for coal. Unless the strip mine is filled and revegetated, surface water runoff from the mined area can flush sediments and sulfur-bearing compounds (acid drainage) into nearby streams and rivers, endangering plant and wildlife communities.
  • 28. Coal Auger in Strip Mine After the surface of a hill is stripped, a giant auger drill bores through the sides to get at the rich coal beds underneath the topsoil. The drills may penetrate as far as 30 m (100 ft).
  • 29. BUCKET WHEEL EXCAVATOR German Coal Mining Athough mining makes up only a small part of the German economy, some minerals are still produced in large quantities, especially the type of coal known as lignite. Much of the lignite in Germany is produced in surface, or strip, mines, where machines remove dirt and rock from above the coal deposits. Some of the machines used in German mining are the largest of their kind in the world; so-called shovel wheels, like the one shown here, can do the same amount of work in a day
  • 30.  Jenis surface mining/open pit mining  Pengangkutan melalui terowongan di bawah tempat penambangan  Pemberaian dilakukan dengan peledakan  Hancuran ore turun/jatuh ke terowongan karena gravitasi  Digunakan hampir pada semua jenis deposit yang tidak akan menggumpal/ menyumbat.
  • 31. JENIS-JENIS ALAT PRODUKSI A. ALAT GALI-MUAT  Power shovel  Front-end loader  Backhoe (excavator)  Dragline  Bucket Wheel Excavator (BWE)  Bucket Chain Excavator (BCE) B. ALAT ANGKUT  Truck (rear-, sidedump, articulated)  Train  Belt conveyor  Pipa slurry  Scraper (alat muat sekaligus angkut) C. ALAT BANTU  Bulldozer & Ripper  Grader  Lubrication truck  Water truck  Fuel truck
  • 32. POWER SHOVEL P&H 4100 XPB di Newmonth Batu Hijau Sumbawa
  • 33. HYDRAULIC SHOVEL O&K RH-120 LIEGBHER R-992
  • 34. FRONT-END LOADER
  • 35. BACKHOE Leibherr R995
  • 36. IN-MINE CONVEYOR Shiftable conveyor
  • 37. SCRAPER  Berfungsi sbg alat muat material lepas dan sekaligus mengangkutnya  Ditinjau dari mesin penggeraknya terdapat 4 jenis scraper: (1) conventional single engine, (2) conventional dual engine, (3) elevating single engine, (4) elevating dual engine  Kapasitas bak (bowl): kecil (3/4 – 2 cuyd), sedang (2 – 8 cuyd), besar (8 – 35 cuyd). Untuk stripping o/b batubara mencapai 180 cuyd. (1 cuyd = 0,7646 m³)  Cara efektif untuk scrape conventional dikombinasikan dengan bulldozer (pendorong) atau traktor (penarik)  Cara lain adalah dengan push-pull operation
  • 38. TIPE-TIPE SCRAPER
  • 39. POLA-POLA PENGGALIAN SCRAPER-DOZER B SC SC BACK TRACK LOADING B SC B SC SC CHAIN LOADING B SC a. Back track loading b. Chain loading c. Shuttle loading B SC SC SHUTTLE LOADING SC B
  • 40. BULLDOZER CAT D 10 R  Cat 3412 Diesel Engine  Gross Power: 457 kW = 613 HP  Blade capacity = 22 cum = 26.7 cuyd
  • 41. RIPPER • • • • Menempel pada bagian belakang bulldozer Terdiri dari single atau multi-shank ripper(s) Ripper berfungsi untuk merobek lapisan batuan agar terbentuk fragmentasi Ripper dpt dinaik-turunkan dan dimiringkan kedepan atau kebelakang dari kabin operator untuk mempermudah proses perobekan batuan
  • 42. GRADER CAT 140 H Merupakan salah satu alat bantu, baik pada kegiatan penambangan maupun konstruksi jalan  Pemeliharaan/perataan jalan tambang  Menyebarkan material utk konstruksi jalan  Membuat paritan (drainage) di tepi jalan 
  • 43. WATER TRUCK • Pada musin kemarau jalan tambang berdebu, perlu penyiraman • Desain truck air (water truck) bermacam-macam yg penting semburan air mampu membasahi permukaan jalan secara merata dan tidak terlalu becek agar tdk licin
  • 44. Kaolin Mine Georgia leads the nation in kaolin production. Kaolin is a soft white clay used in the manufacture of china, bricks, and paper, among other things. This is an open pit kaolin mine.
  • 45. Giant Coal Bucket Strip miners often use extremely large buckets to level or move land. The buckets have sharp, slanted teeth on the front edge and are dragged along the surface of the ground by powerful machines. This bucket, used in the Big Muskie coal mine in Ohio, is the size of a small house.
  • 46. BUKIT ASAM CONVEYOR TRANSPORTATION AND HOPPER COAL HANDLING SYSTEM ( TANJUNG ENIM ) DUMPMTB PIT GROUP : VEY E OR V XCA A TI BENCH II COAL CONVEYOR N CO BENCH I OUT SIDE DUMP •MTBU - P1 •MTBU - P2 •MTS EXT. •BUKIT KENDI AIR LAYA PIT NG CONVEYOR DISTRIBUTION POINT SPREADER 701 CONVEYOR DUMPING BENCH III CC-11 CC-10 COAL CONVEYOR STOCK PILE II BENCH V STOCK PILE I BENCH IV SPREADER 702 RAIL WAY TLS II COAL CONVEYOR CC-12 TO MINE MOUTH POWER PLANT TLS I BANKO PIT Prepare by : Ekop /Flow-01.ppt STOCK PILE BANKO TLS III
  • 47. FLOW CHART COAL HANDLING FACILITY BANKO BARAT BUKITAsam HOPPER 100 ton HOPPER 100 ton FEEDER BREAKER-02 MAGNETIC SEPARATOR B-CC-03 B-CC-02 FEEDER BREAKER-01 B-CC-01 PRECISION WEIGH SCALE 5000 T 5000 T 5000 T B-CC-04 B-CC-06 B-CC-05 1250 ton TRAIN LOADING STATION III Prepare by: ekop A4-BANKO.ppt
  • 48. LAY OUT OVERLAND CONVEYOR MUARA TIGA BESAR (MTB) BUKITAsam FEEDER BREAKER-02 (850 tph) HOPPER 100 ton FEEDER BREAKER-01 (850 tph) HOPPER 100 ton MAGNETIC SEPARATOR M-CV-02 M-CV-01 PRECISION WEIGH SCALE M-CV-06 COAL SAMPLER 5000 T M-CV-05 5000 T 5000 T M-CV-07 Prepare by : ekop 500 ton M-CV-04 M-CV-03 VIBRATORY FEEDER M-CV-08 TRAIN LOADING STATION II ( 2000 tph ) To CC-10 / STOCK PILE I M-CV-09 HOUL ROAD EXTEND EXISTING CC-10 CONVEYOR UNDER HAUL ROAD A4-MTB.ppt
  • 49. BUKIT Asam LAY OUT DERMAGA BATUBARA - KERTAPATI (PALEMBANG) APRON FEEDER I A&B 2 x 250 tph STOCK PILE ( 20.000 ton ) STACKER ( 600 tph ) BC - 2 FEEDING HOPPER CRUSHER 300 tph APRON FEEDER II A&B 2 x 300 tph VIBRATING SCREEN - 600 tph CV - 02 600 TPH BC - 3 ( 600 tph) STOCK PILE ( 20.000 ton ) BC - 4 ( 600 tph ) BC - 5 ( 600 tph) SHIPLOADER ( 600 tph ) BATU BARA TONGKANG Note : After Upgarding CV - 01 600 TPH
  • 50. Bahan Peledak • Mechanical Explosive • Chemical Explosive • Nuclear Explosive
  • 51. Bahan Peledak Kimia berdasarkan kecepatan reaksinya • Bahan Peledak Kuat (High Explosive) Contoh : Tri Nitro Toluena, Penta Ery-Thritol Nitrat • Bahan Peledak Lemah (Low Explosive) Contoh : Black Powder, Propellant.
  • 52. Bahan Peledak Industri (komersial) • Black Powder (campuran arang,belerang dan pothasium nitrat) 8C + 3S + 10 KNO3 -- 3K2SO4 + 2K2CO3 + 6 CO2 + 5 N2. • Dinamit, Termasuk peledak kuat dengan bahan dasar Nitro Glycerin (NG), Berdasarkan komposisinya: Straight Dynamit (NG 20-67%, NaNO3 59-23%), Gelatine Dynamit (campuran NG + NC), Amonia Gelatine Dynamit (BG + Amonium Nitrat)
  • 53. Bahan Peledak Industri (komersial) • Permisive Explosive Komposisi Gelatine Dynamite ditambah Sodium Chloride NaCL • Blasting Agent bahan kimia yang apabila belum dicampur belum mempunyai daya ledak, tetapi setelah dicampur mempunyai daya ledak yang kuat. Contoh ANFO 3NH4NO3+2CH2 CO2+3N2 + 7H2O • Slurry/Watergel Explosive/Emulsion: Jenis ini tidak peka terhadap gesekan api atau rangsangan mekanislainnya. Terdiri dari campuran AN atau SN dengan Combustile fuel dan gelling agent.
  • 54. GAS HASIL PELEDAKAN • Bahan Peledak dapat menghasilkan dua jenis gas yang berbeda sifatnya yaitu: Smoke, tidak berbahaya terdiri dari uap atau asap putih. Fume, Cukup bebahaya karena beracun (CO,NO atau NO2) berwarna Kuning.
  • 55. PENYEBAB TERJADINYA FUME • Yang diledakan tidak mempunyai keseimbangan oksigen • Telah dalam keadaan rusak karena lama atau penyimpanan tidak benar • Penyalaan tidak sempurna.
  • 56. Blasting Agent
  • 57. Letak deposit jauh di bawah permukaan tanah Aktivitas kerja tidak berhubungan langsung dengan udara luar  Karakteristik spatial ore body  Sifat dan kondisi ore dan contry rock  Kondisi hidrogeologi  Faktor ekonomis (grade, nilai dan distribusi mineral)  Biaya eksploitasi  Kondisi lingkungan
  • 58.  Tidak dipengaruhi keadaan iklim dan cuaca  Kerusakan lingkungan dan tataguna lahan relatif kecil  Produksi yang dihasilkan relatif lebih bersih karena batuan samping tidak terikutkan  Tidak memerlukan lahan bukaan yang luas
  • 59.  Biaya operasional lebih besar  Alat-alat besar tidak bisa leluasa dipergunakan  Kondisi kerja lebih membahayakan  Pengamanan, pengaturan dan kontrol lebih rumit  Perolehan tambang lebih kecil, krn lingkup kerja & peralatan terbatas.
  • 60. LUBANG MASUK TAMBANG BAWAH TANAH
  • 61. TAMBANG BAWAH TANAH
  • 62. PENGANGKUTAN MATERIAL
  • 63. PERALATAN PENAMBANGAN BAWAH TANAH
  • 64. PERALATAN PENAMBANGAN BAWAH TANAH
  • 65. PERALATAN PENAMBANGAN BAWAH TANAH
  • 66. SIDE DUMP LOADER
  • 67. ROAD HEADER
  • 68. DRUM SEARER
  • 69. Surface production Pillar Horizontal Sub Level I Stope Sub Level II Ore pass Haulage drift Ore Body Ore pass Communication raise, manway Under Dvlop Underground Prod. Ventilation shaft Auxiliary Level Main shaft Main Level I Main Level II Pump Station Ore bin Diamond Drilling Water Basin Foot Wall Drift Exploration Winze Exploration Hanging Wall Skip Skip Filling Station Sump
  • 70. Underground Mine Shaft
  • 71. I. SELF SUPPORTING Open Stope Mining OPENINGS : Pillared Open Stoped II. ARTIFICIAL SUPPORTING : Shrinkage Stoping Cut and Fill Stull Stoping Square-set Stoping III. CAVING METHOD Longwall Mining Caving Top Slicing *) K. Sweet : Mining 1
  • 72. ISOLATED OPEN STOPE MINING (GOPHERING) Tanpa penyanggaan Batuan keras dan kompak Bentuk endapan tidak teratur Ukuran endapan kecil Kadar bijih tinggi dan berharga mahal
  • 73. Endapan bijih berbentuk urat, tebal 1-20 mtr Kemiringan + 300 Ore & batuan samping keras dan kuat Batas ore & batuan samping jelas Penyebaran grade merata
  • 74. Pillar dari ore Grade & ketebalan ore relatif rata Kemiringan relatif datar Biasa dilakukan untuk batubara bawah tanah Perolehan tambang 50-75%
  • 75. Syarat Penggunaan Metode Penambangan Batubara Sistem Ruang Dan Pilar Kondisi alam yang memungkinkan naiknya efisiensi metode ini adalah sebagai berikut : • Kemiringan lapisan batubara yang landai dengan kemiringan rata- rata di bawah 10o. • Atap dan lantai lapisan Batubara berkondisi baik. • Gas yang timbul sedikit. • Jarang ada sesar dan lapisan Batubaranya stabil. • Cadangan Batubara yang banyak dan diharapkan mempunyai tebal lapisan sekitar 1,0~3,0 m.
  • 76. Keunggulan Metode Penambangan Batubara Sistem Ruang Dan Pilar: (1) Lingkup penyesuaian terhadap kondisi alam penambangan lebih luas dibanding dengan sistem lorong panjang yang dimekanisasi. (2) Hingga batas-batas tertentu, dapat menyesuaikan terhadap variasi kemiringan (kecuali lapisan yang sangat curam), tebal tipisnya lapisan Batubara, keberadadaan sesar serta sifat dan kondisi lantai dan atap. (3) Mampu mengPenambangan zona yang tersisa oleh Penambangan sistem lorong panjang, misalnya karena ada sesar. (4) Dapat melakukan penambangan suatu zona yang berkaitan dengan perlindungan berbagai fasilitas tambang bawah tanah dan permukaan, seperti perlindungan bangunan terhadap amblesan. (5) Selain itu, efektif untuk menaikkan perolehan sebisanya, pada blok yang tidak cocok diPenambangan semua, misalnya Penambangan bagian dangkal di bawah dasar laut. (6) Investasi awal yang relatif kecil.
  • 77. Kelemahan Metode Penambangan Batubara Sistem Ruang Dan Pilar (1) Perolehan Penambangan Batubara yang sangat buruk. (Disebut sekitar 50% ~ 75%) (2) Bila dibandingkan dengan metode Penambangan Batubara sistem lorong panjang, sering terjadi kecelakaan, seperti ambrukan. (3) Ada keterbatasan Penambangan bagian dalam, yang antara lain disebabkan oleh peningkatan tekanan batuan. (Dikatakan batasnya sekitar 500m di bawah permukaan bumi) (4) Karena banyak Batubara yang disisakan, akan meninggalkan masalah keamanan untuk penerapan di lapisan Batubara yang mudah mengalami swabakar.
  • 78. Penambangan ke arah atas Dilakukan peledakan Endapan bijih berbentuk vein, lebar dan kemiringan > 500 Ore & batuan samping tidak mudah runtuh Penyebaran grade agak homogen
  • 79. Bentuk endapan bijih vein, tebal 1-6 mtr, kemiringan sekitar 450 Endapan bijih masif, sedang batuan samping bisa lunak/kurang kompak Endapan bijih bernilai tinggi Penambangan ke arah atas Bekas galian diisi dengan waste/tailing
  • 80. (Mechanized Cut and Fill Stoping)
  • 81. Deep Mine Shaft An Idaho miner operates a jack-leg drill more than 1500 m (5000 feet) below the surface. Miners in the Lucky Friday mine face the same dangers encountered in all deep shafts: potential buildup of hazardous gases, explosive coal dust, and possible roof collapse. Good ventilation systems, rockdusting with limestone, and extensive steel reinforcement are used to lower the possibility of these accidents.
  • 82. Penyanggaan secara teratur antara footwall & hanging wall Struktur ore deposit dan batuan samping lemah Bentuk deposit tidak teratur, tebal < 3.6 meter Biaya tinggi untuk personel dan material
  • 83. Populer digunakan untuk penambangan batubara bawah tanah Menggunakan serangkaian dongkrak hidraulik (“jack”) untuk menyangga atap tambang (panjang rangkaian bisa mencapai 180 mtr) Penggalian memakai mesin pemotong dengan memotong2 batubara 50-75 cm Jack secara otomatis bergerak maju, sementara atap di belakangnya dibiarkan runtuh Batubara ditranspor dengan belt conveyor Produksi bisa 4-5 kali lebih besar dari room & pillar Tidak bisa diterapkan jika lapisan batuan di atasnya bisa mengalami penurunan (subsidence)
  • 84. Metode Penambangan Batubara Sistem Lorong Panjang Metode Penambangan Batubara sistem lorong panjang (dikenal dengan sebutan longwall mining) adalah metode Penambangan Batubara yang digunakan secara luas pada Penambangan Batubara bawah tanah, karena dapat diharapkan jumlah produksi yang besar dari 1 permuka kerja.
  • 85. HEAD GATE DIGUNAKAN UNTUK INTAKE AIRWAY DAN TEROWONGAN TRANSPORTASI BATUBARA, SEDANGKAN TAIL GATE DIGUNAKAN UNTUK RETURN AIRWAY DAN TRANSPORTASI MESIN SERTA BAHAN
  • 86. (1) Perolehannya tinggi, karena menambang sebagian besar Batubara. (2) Permuka kerja dapat dipusatkan, karena dapat berproduksi besar di satu permuka kerja. (3) Pada umumnya, apabila kemiringannya landai, mekanisasi Penambangan Batubara, pengangkutan dan penyanggaan menjadi mudah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi Penambangan Batubara. (4) Karena dapat memusatkan permuka kerja, panjang lorong yang dirawat terhadap jumlah produksi Batubara menjadi pendek. (5) Menguntungkan dari segi keamanan, karena ventilasinya mudah dan swabakar yang timbul juga sedikit. (6) Karena dapat memanfaatkan tekanan batuan, pemotongan Batubara menjadi mudah. (7) Apabila terjadi hal-hal seperti ambrukan permuka kerja dan
  • 87. PENAMBANGAN BATUBARA
  • 88. Penambangan dilakukan dengan cara meruntuhkan endapan bijih Tipe endapan bijih masif, menyebar secara horisontal, cukup berkadar rendah Penurunan permukaan tanah dapat ditolerir
  • 89. Sebagai pengembangan dari open pit Penambangan ke atas dari setiap sub level, dimulai dari bagian atas Endapan bijih lemah sedang batuan samping dapat pecah jadi bongkahbongkah Tebal endapan bijih > 3 mtr
  • 90. Sub level Caping
  • 91. Penambangan dengan cara diruntuhkan blok per blok Digunakan untuk endapan bijih masif, kadar rendah dan tersebar, berukuran luas secara mendatar, dan strukturnya lemah (mudah runtuh) Produksinya tinggi, biaya rendah tapi recovery akan turun jika bijih terkontaminasi (dilution) oleh batuan samping
  • 92. Penambangan mulai dari atas le arah bawah Pada bukaan sebelumnya disangga dg kayu Setelah bukaan berikutnya, penyangga diledakkan dan overburden runtuh Digunkan pada endapan bijih masif, berlapis tebal atau vein Endapan bijih dan batuan samping lemah dan mudah runtuh