MANAJEMEN PEMASARAN                 - CHEPTER 2 - MENyESuAikAN PEMASARAN dENgAN          PEREkoNoMiAN bARu                ...
MENYESUAIKAN PEMASARAN DENGAN PEREKONOMIAN BARUPENGENDALIAN UTAMAN PEREKONOMIAN BARUBanyak kekuatan memainkan peran yang b...
yang mulai menggunakan situs-situs berbelanja untuk memasarkan produk mereka    seperti ebay dan amazone.•   Disintermedia...
secara individual baik yang dipesan dengan kehadiran orang itu, maupun telpon atauonline.Melalui online, perusahaan pada h...
•    Konvergensi Industri        Perusahaan mengakui bahwa peluang terletak pada pertemuan dari dua atau lebih        indu...
Dari pengorganisasian berdasarkan unit produk ke pengorganisasian berdasarkan segmenpelangganPerusahaan yang membuat dua a...
Dari sekedar berfokus pada kartu skor keuangan ke berfokus juga pada kartu skorpemasaranKebanyakan manajer senior akan men...
Dari tidak adanya ukuran kepuasaa pelanggan ke ukuran kepuasan pelanggan secaramendalamBanyak perusahaan yang gagal menguk...
E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan datainternal dan eksternal mereka secara...
E-commerence gilirannya memberikan peluang bagi munculnya e-purchasing dan e-marketing.E-purchasing bearti perusahaan memu...
informasi, 73% mencari produk atau jasa sebelum membelinya, 68% mencari informasi   perjalanan, dan 65% mencari informasi ...
pada situs business-tobusiness (B2B). Situs B2B mengubah hubungan pemasok-pelanggan dengan dampak yang mendalam (lihat Gam...
3. C2C (Consumer to Consumer)      C2C adalah model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat ini. Contoh dari C2C      a...
3. C2B (Consumer to Business)   C2B adalah dimana pelanggan secara individual menawarkan produk atau jasa   ke perusahaan ...
a) Perusahaan Pure-Click   Ada beberapa jenis perusahaan pure-click. Search engines, Internet Service Providers   (ISPs), ...
melalui penasihat, para pelanggan diberitahu bahwa informasi tentang                   kebutuhan mereka akan diteruskan ke...
Menyusun Model Pendapatan dan Model LabaPerusahaan dot.com perlu meiliki model pendapatan dan laba karena investor berhak ...
CARA BERUBAHNYA PRAKTIK PEMASARAN: PEMASARAN RELASIONALPELANGGANPemasaran relasional pelanggan berpendapat bahwa pendorong...
Pada umumnya, perusahaan dapat menggunakan basis data mereka dengan lima cara:   1. Mengidentifikasi calon pelanggan   2. ...
Bab 2 cindy
Bab 2 cindy
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bab 2 cindy

1,960

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,960
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
34
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 2 cindy

  1. 1. MANAJEMEN PEMASARAN - CHEPTER 2 - MENyESuAikAN PEMASARAN dENgAN PEREkoNoMiAN bARu kELoMPok 12 Nama : Dewi Mega Hardi ( 2008120021 ) Reni Kurniati ( 2008120033 ) Cindy Arasma N ( 2008120037 ) Mhd. Thio Adynata ( 2009120042 )iNSTiTuT iLMu SoSiAL dAN iLMu PoLiTik JAkARTA 2011
  2. 2. MENYESUAIKAN PEMASARAN DENGAN PEREKONOMIAN BARUPENGENDALIAN UTAMAN PEREKONOMIAN BARUBanyak kekuatan memainkan peran yang besar dalam membetuk kembali perekonomian dunia.Empat pengendali utama yang melandasi perekonomian baru adalah : • Digitalisasi dan konektivitas Di zaman sekarang ini banyak peralatan dan system beroperasi dengan informasi digital, yang mengubah teks, data, suara dan gambar ke dalam arus nol dan satu yang dapat dikombinasikan ke dalam bit dan dikirim kan dari dari peralatan tertentu ke peralatan yang lain melalui konektivitas jaringan . Baik berkabel maupun tanpa kabel. Internet merupakan “jalan rayanya informasi” dapat mengirimkan informasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Kebanyakan bisnis sekarang ini sudah dilakukan melalui jaringan. Jaringan yang menguhubungkan antara orang tertentu dan orang yang lain dan dengan computer induk dalam suatu perusahaan di sebut Intranet, sedangkan jaringan yang menghubungkan perusahaan dengan pemasok dan para distributornya di sebut Extranet. Dan disebut Internet jika jaringan itu menghubungkan pengguna dengan “penyaji informasi “ besar yang mencakup seluruh dunia. M- commerce membuka peluang baru bagi para pelangggan Para konsumen dan pelaku bisnis tidak perlu lagi harus dekat dengan computer untuk mengirim dan menerima informasi. Yang mereka perlukan hanyalah handphone. Sewaktu mereka sedang bepergian mereka dapat terhubung dengan internet untuk mengecek harga saham, cuaca, berita olahraga, berita politik, mengirim atau menerima email , dll. Banyak orang yang melihat masa depan cerah atas apa yang disebut m-commerce ( m, artinya mobile atau bergerak). Pemasar dapat menginformasikan barang-barang yang mereka jual kapan saja dan dimana saja, karena para konsumen dapat mengakses informasi yang pemasar berikan dengan mudah dan cepat. Contoh : banyak perusahaan
  3. 3. yang mulai menggunakan situs-situs berbelanja untuk memasarkan produk mereka seperti ebay dan amazone.• Disintermediasi dan reintermediasi Kapabilitas atau kemampuan teknologi baru telah mengakibatkan ribuan wirausahawan meluncurkan dot-com dengan mengharapkan peluang emas. Sebagai contoh : Compaq telah tidak berdaya karena menjual komputernya melalui computer, sedangkan Dell berkembang pesat karena memilih penjualan melalui online. Pengecer berbasis took (seperti toko buku, took music, dll) mulai meragukan masa depan mereka karena semakin banyak perusahaan yang melakukan pemasaran online lansung. Mereka takut, dan memang demikian, menjadi ter-disintermediasi (terpotong perannya sebagai perantara) oleh e-tailer (perantara pemasaran berbasis elektronik). Walaupun ada perantara mapan yang kehilangan bisnis mereka, perantara baru tetap saja memasok layanan , baik kepada perusahaan maupun kepada konsumen.Reintermediasi terjadi dalam skala besar. Muncullah perantara online seperti mySimon.com, Evenbetter.com, Buycom, dll.• Kustomisasi dan Kustomerisasi Perekonomian baru didukung oleh bisnis informasi. Informasi memiliki keunggulan karena di diferensiasi, dikustomisasi, dan di personalisasi dan disampaikan melalui jaringan kerja dengan kecepatan yang mengagumkan. Karena perusahaan semakin cakap mengumpulkan informasi tentang masing-masing pelanggan individual dan mitra bisnis (pemasok, distributor dan pengecer) karena pabrik mereka dirancang lebih luwes , kemampuan mereka meningkat untuk membuka lebih pribadi tawaran pasar,pesan dan media mereka. Sebagai contoh perusahaan P&G memberi kesempatan seseorang untuk menspesifikasikan kebutuhan apa yang tepat untuk rambut merekan dan P&G pun meramu shampoo unik untuk mereka. Dalam proses itu, kita dapat membedakan anatara kustomisasi dan kustomerisasi . Kustomisasi berarti bahwa perusahaan mampu meproduksi barang yang terdiferensiasi
  4. 4. secara individual baik yang dipesan dengan kehadiran orang itu, maupun telpon atauonline.Melalui online, perusahaan pada hakikatnya memberi kesempatan kepadakonsumen untuk merancang barang yang mereka inginkan sendiri. Akibatnya memberikesempatan pada mereka untuk menjadi prosumer, yakni konsumen yang mampumemproduksi-sendiri. Pada hakikatnya perusahaan menyediakan bengkel kerja dimanatiap-tiap individu merancang apa saja yang mereka inginkan.Perusahaan juga memperoleh kemampuan untuk berinteraksi dengan tiap-tiappelanggannya secara pribadi, yakni kemampuan untuk mem-personaliasasikanpesan,layanan, dan relasional. Pelanggan dapat meminta disesuaikan dengankebutuhannya atas produk,layanan, harga dan saluran pengiriman. Kombinasi antarakustomisasi operasi dan kustomisasi pemasaran disebut kustomerisasi. Perusahaandisebut melakukan kustomerisasi bila ia mampu berdialog dengan masing-masingpelanggan individual dan menanggapinya dengan menyesuaikan kebutuhan atasproduk,layanan, dan pesannya secara perorangan satu persatu.Ada beberapa efek negatif dari kustomisasi  Kustomisasi sangat sulit di implementasikan pada roduk rumit seperti mobil  Kustomisasi dapat meningkatkan harga barang melebihi yang bersedia di bayar oleh pelanggan  Sejumlah pelanggan tidak tau apa yang mereka inginkan sampai mereka liat produk actual  Pelanggan tidak dapat membatalkan pesanan ketika perusahaan mulai membuat produk tsb  Produk itu bisa sulit diperbaiki dan memiliki nilai jual kecil.
  5. 5. • Konvergensi Industri Perusahaan mengakui bahwa peluang terletak pada pertemuan dari dua atau lebih industry. Akan tetapi, kapitalisasi(pengambil untung) atas peluang itu dapat menantang, karena perusahaan harus belajar tentang pasar dan pesaing baru serta cara mendapatkan sinergi yang maksimum antar bagian bisnis mereka yang berbeda-beda. Contoh : perusahaan film seperti Kodak, juga merupakan perusahaan kimia, namun mereka beralih ke elektronik untuk mendigitalkan kemampuan mereka membuat gambar.CARA BERUBAHNYA PRAKTIK BISNISPerubahan teknologi dan ekomoni ditanggapi oleh munculnya seperangkat keyakinan dan praktikbaru di pihak perusahaan bisnis. Perhatikan bagaimana pergeseran dari perekonomian lama kebaru.
  6. 6. Dari pengorganisasian berdasarkan unit produk ke pengorganisasian berdasarkan segmenpelangganPerusahaan yang membuat dua atau lebih produk biasanya menugaskan manajer prodik ataudivisi untuk mengelola. Divisi peralatan GE akan menugaskan orang atau unit bisnis yangberbeda untuk mengelola mesin cuci, pengering, dan kulkas. Menambah kelompok pemasaranuntuk kebutuhan sejumlah kelompok yang berbeda, itu berarti terjadi peralihan dari berpusatpada produk ke berpusat pada segmen pelanggan.Dari berpusat pada transaksi yang mampu menghasilkan laba ke berpusat pada nilai masahidup pelangganPerusahan biasanya berfokus pada transaksi dengan tujuan menghasilkan laba. Pada perusahanperokonomian baru menambah focus dengan memperkirakan nilai masa hidup, maksudnyaperusahan tawaran pasar dan harga sehingga mereka menghasilkan laba selama masa hiduppelanggan.
  7. 7. Dari sekedar berfokus pada kartu skor keuangan ke berfokus juga pada kartu skorpemasaranKebanyakan manajer senior akan menilai kinerja perusahaan dengan hasil keuangan. Manajemenpuncak dalam perusahaan perekomonian baru akan mengaji kartu skor pemasaran untukmengetahui apa yang terjadi di pasaran.Dari berfokus pada pemegang saham ke berfokus pada pemercayaManajer puncak malihat misi utamanya adalah menghasilkan laba bagi para pemegang saham.Mereka memberlakukan bisnis sebagai permainan, dimana dengan membayar sedikit akanmemdapatkan untung sebesar – besarnya. Tapi pada menajer dalam perekonomian barumenghargai pentingnya menciptakan kesejahteraan bersama bagi para mitra bisnis danpelanggan.Dari departemen pemasaran melakukan pemasaran ke setiap orang melakukanpemasaranPerusahaan biasanya menetapkan departemen pemasaran yang bertanggung jawab menciptakannilai kepada pelanggan. Sayangnya, kebiasaaan itu membuat departemen lain merasa kurangbertanggung jawab.Dari membangun merek melalui periklanan ke membangun merek melalui kinerjaPada perekonomian lama iklan membantu pengenalan merek, akan tetapi, merek akhirnyadibangun pelanggan dari mulut ke mulutDari berfokus pada mendapatkan pelanggan ke berfokus pada mempertahankanpelangganPada perekomonian lama kebanyakan perusahaan mencari dan menemukan pelanggan baru.Akibatnya, sedikit waktu untuk meyakinkan kepuasan pelanggan yang sudah ada, dengan akibatpelanggan akan labor. Pada perekonomian baru lebih menekankan pada menarik danmempertahankan pelanggan.
  8. 8. Dari tidak adanya ukuran kepuasaa pelanggan ke ukuran kepuasan pelanggan secaramendalamBanyak perusahaan yang gagal mengukur kepuasaan pelanggan. Mereka mengandalkaninformasi anekdot yang tidak andal. Tetapi sekarang semakin banyak perusahaan yangmemprerioritaskan kepuasan pelanggan.Dari janji hebat, bukti kecil ke janji kecil, bukti hebatUntuk mendapatkan pesanan penjual sering berjanji hebat tentang mutu mereka, ini berakibatburuk pada janji tersebut. Pada perekonomian baru kepuasan pelanggan adalah tujuan utama.Perusahaan ini biasanya menjanjikan kecil dengan bukti hebat.Hibrida baruKenyataannya bahwa perekonomian lama dan baru merupakan hibrida sekarang ini. Pasardewasa ini terbentuk oleh konsumen tradisional ( tidak melakukan pembelian secara online ),cyberkonsumers ( melakukan pembelian secara online ) dan konsumen hibrida ( melakukankedua – dua nya )Perusahaan membutuhkan kehadiran konsumen hibrida itu. Tugas perusahaan dewasa ini adalahmemikirkan ulang strategi pemasaran itu. Perusahaaan haruslah menyesuaikan praktik – praktikpemasaran pada kondisi baru.CARA BERUBAHNYA PRAKTIK PEMASARAN : E-BISNISEbisnis menggambarkan penggunaan platform dan alat elektronik untuk menjalankan bisnisperusahaan. Misalnya dengan membangun Website, intranet, ekstranet, dan sebagainya. Ebisnisini membuka peluang bagi perusahaan kecil dan besar untuk berkompetisi di pasar global.Mereka memiliki kesempatan dan peluang yang sama tanpa ada batasan.Contoh : Coba Lihat iklan teks facebook.com & koprol.com, apakah Anda tahu link iklan di sisisebelah kanan facebook.com dan koprol.com tersebut perusahaan kecil atau besar. Anda barutahu setelah melakukan klik terhadap situs tersebut. Inilah yang dimaksud bahwa perusahaankecil dan besar memiliki peluang yang sama untuk dikunjungi hingga akhirnya sukses di duniamaya. Tentu bukan itu saja faktor keberhasilan sebuah website, karena faktor berikutnya justrupada apa yang akan ditawarkan oleh website yang akan dikunjungi oleh pembaca tersebut.
  9. 9. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan datainternal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakaiuntuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan danmelayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.E-bisnis tidak hanya menyangkut e-commerce saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakansub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnismenggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (Internet Marketing). Sebagai bagiandari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untukmenambah revenu dari perusahaan.E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran,pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atautelevisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer danaelektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistempengumpulan data otomatis.Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain:
  10. 10. E-commerence gilirannya memberikan peluang bagi munculnya e-purchasing dan e-marketing.E-purchasing bearti perusahaan memutuskan untuk membeli barang, jasa, dan informasi dariberbagi pemasok online. E-purchasing yang cerdas sudah membuat perusahaan mampumenghemat jutaan dollar. E-marketing menggambarkan upaya perusahaan untuk memberikaninformasi, berkomunikasi, berpromosi, dan menjual produk dan jasanya melalui internet. Istilahe juga digunakan dalam pengertian-pengertian seperti e-finance, e-learning, dan e-service.Namun seperti hasil observasi oleh seseorang, istilah e akhirnya akan dibuang ketika kebanyakanpraktik bisnis adalah online.E-bussiness dan e-commerce terjadi pada empat ranah (domain) utama internet : 1. B2C (Business to Cunsumer) B2C menjelaskan aktifitas perdagangan seperti melayani pelanggan dengan pelayanan jasa atau produk yang dijual. Ini merupakan suatu kejadian yang sehari-hari dialami seperti membeli suatu buku di toko buku. B2C juga bisa dicontohkan seperti membeli makanan pada warung yang ada di sekitar rumah. Warung sebagai Business atau pedagang eceran dan pembeli sebagai Customer atau pelanggan pada umumnya. Tapi dalam pembahasan ini, semua dalam kontekse - business sehingga segala bentuk perdagangan dilakukan dengan menggunakan media elektronik. Pers populer telah memberikan perhatian yang besar pada situs Web konsumen. Pada tahun 2000, lebih dari 106 juta orang Amerika masuk online, dengan 80% mencari
  11. 11. informasi, 73% mencari produk atau jasa sebelum membelinya, 68% mencari informasi perjalanan, dan 65% mencari informasi tentang film, buku, dan kegiatan waktu luang. Yang paling sering dibeli konsumen secara online (berdasarkan persentase kategori yang dikatakan oleh pembeli telah merka beli secara online) adalah buku (58%), musik (50%), perangkat lunak (44%), tiket (29%), barang pelengkap computer pribadi (28%), pakaian (26%), video (24%), reservasi hotel (20%), mainan (20%), kembang (17%), dan barang elektronik konsumen (12%). Internet palin bermanfaat bagi produk dan jasa ketika pembelanja mencari kenyamanan pemesanan yang lebih besar (misalnya buku dan musik) atau biaya lebih rendah (misalnya, perdagangan saham atau bacaan berita). Juga bermanfaat bila pembeli membutuhkan informasi tentang fitur dan harga produk (misalnya mobil atau komputer). Berikut adalah tiga contoh situs B2C : • Calyx & Corolla (C&C), pengecer kembang • Wine.com, menjual anggur • Homeowners.com, menjual rumah2. B2B (Business to Business) B2B menjelaskan perdagangan antar bisnis seperti pabrik dengan pedagang grosiran, atau antara pedagang grosiran dengan pedagang eceran. Dalam jumlah transaksi, B2B memiliki jumlah transaksi lebih banyak dari jumlah transaksi B2C, karena alasan utamanya adalah untuk rantai pasok maka akan ada banyak transaksi B2B yang melibatkan subkomponen atau bahan mentah yang nantinya akan diolah lagi, dan dari seluruh transaksi hanya ada satu transaksi B2C pada bagian akhir yaitu saat produk dijual pada pelanggan. Itulah yang menyebabkan jumlah transaksi pada B2B lebih banyak daripada B2C. Perkembangan teknologi juga membuat transaksi B2B lebih mudah. Walaupun pers populer memberikan perhatian yang sangat besar pada situs Web business-to-consumer (B2C), namun sebenarnya lebih banyak kegiatan yang dilakukan
  12. 12. pada situs business-tobusiness (B2B). Situs B2B mengubah hubungan pemasok-pelanggan dengan dampak yang mendalam (lihat Gambar 2.1). Forrester dan Gartner,perusahaan riset besaryang mengkaji online commerce, memperkirakan bahwa B2Bjumlahnya 10 sampai 15 kali lebih besar daripada B2C commerce.Berikut adalah tiga contoh situs B2B : • PlasticsNet.com, industri plastik • SoluMed.com, pembelian peralatan medis bekas • FreeMarkets, jaringan perdagangan online yang menghubungkan lebih dari 150.000 pemasok industri dengan lebih dari 100 perusahaan pembeli di seluruh dunia atas lebih dari 165 kategori barangdan jasa
  13. 13. 3. C2C (Consumer to Consumer) C2C adalah model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat ini. Contoh dari C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti blogspot). C2C terjadi seorang individu melakukan penjualan produk/jasa langsung kepada individu lainnya. C2C adalah dimana transaksi terjadi antar pelanggan dengan menggunakan pihak ketiga (third-party). Contohnya, seorang pelanggan yang menjual sepatu memasang berita di sebuah website lalu pelanggan yang lainnya menawar untuk membelinya. Pihak ketiga tersebut biasanya akan mengenakan biaya di awal atau dengan pembagian komisi. Contoh pihak ketiga C2C: • Amazon.com • eBay, komunitas perdagangan online orang ke orang dengan lebih dari 23 juta pengguna yang terdaftar • Kaskus (pada Forum Jual Beli) • WebMD, jaringan kesehatan online C2C populer dikalangan antar pelajar karena terdapat komunitas besar dan berasal dari daerah yang sama. Lalu mereka mencari alternatif untuk berjualan dan mencari media yang murah untuk menjual barang yaitu dengan menggunakan website pihak ketiga seperti pada contoh. Saluran C2C yang paling menonjol adalah e-mail, yang berfungsi sebagai kantor pos digital. C2 berarti bahwa pengunjung online semakin banyak menciptakan informasi produk, bukan hanya mengkonsumsinya. Mereka bergabung dengan sejumlah kelompok minat Internet untuk berbagi informasi, sehingga “omongan dari web ke web” bergabung dengan “omongan dari mulut ke mulut” sebagai pemberi pengaruh pembelian yang penting. Omongan tentang perusahaanyang baik cepat menyebar; dan omongan tentang perusahaan yang jelek jauh lebih cepat menyebar.
  14. 14. 3. C2B (Consumer to Business) C2B adalah dimana pelanggan secara individual menawarkan produk atau jasa ke perusahaan lalu perusahaan tersebut akan membayarnya. Pelanggan dapat menentukan apa yang mereka ingin dibayar dan perusahaan bisa memutuskan apa akan menerimanya atau tidak. Model bisnis seperti ini adalah kebalikan dari model bisnis tradisional dimana perusahaan menawarkan produk atau jasa ke pelanggan (B2C). kemunculan C2B karena perubahan besar salah satunya karena penurunan biaya, pelanggan secara individual mempunyai akses teknologi yang dulunya hanya tersedia bagi perusahaan besar. Para konsumen juga merasa lebih mudah berkomunikasi dengan perusahaan. Perusahan sering mendorong komunikasi dengan mengajak para calon dan pelanggan supaya mengirimkan pertanyaan,usulan, bahkan keluhan via e-mail. Sejumlah situs bahkan memasukkan tombol call-me – pelanggan mengklik tombol itu dan teleponnya berdering dan munculah petugas pengurus pelanggan yang siap mejawab pertanyaan. Perwakilan atau petugas layanan pelanggan pada dasarnya dapat dengan cepat menanggapi pesan- pesan ini. Namun banyak pedagang online yang merasa bersalah karena terlalu lamban menanggapi surat konsumen. Para pemasar online yang cerdas akan cepat menjawab dengan menyebarkan newsletter, produk khusus atau tawaran promosi berdasarkan riwayat pembelian, pengingat tentang kebutuhan layanan atau pemabruan jaminan, atau pengumuman tentangacara khusus (events). Perusahaan Pure-click versus Perusahaan Brick-and-click Kita dapat membedakan antara perusahaan pure-click, yang meluncurkan situs web tanpa keberadaan sebelumnya sebagai perusahaan, dan perusahaan brick-and-click, perusahaan yang sudah ada sebelumnya yang menambahkan situs online untuk memberikan informasi dan/ atau melakukan e-commerce.
  15. 15. a) Perusahaan Pure-Click Ada beberapa jenis perusahaan pure-click. Search engines, Internet Service Providers (ISPs), situs komersial, situs transaksi, situs isi informasi, dan situs penyedia kemampan berinternet (enabler sites). Berikut adalah dua contoh situs Perusahaan Pure-Click : • Webvan,bisnis online Perusahaan makanan yang mengirimkan makanan dengan cara diposkan atau diantar. Tujuan Webvan’s adalah untuk menemukan kembali bisnis toko bahan makanan dan untuk memperluas batasan-batasan pengiriman di rumah. Untuk menemukan kwalitas pelayanannya, Webvan harus menyimpan jumlah bahan secara besar untuk persediaan, banyak dari yang sudah disimpan mudah menjadi rusak. • Earthlink.com, merupakan ISP yang menjual waktu koneksi Internet dan e- mail dengan memungut jasa (fee) $20 per bulanb) Perusahaan Brick-And-Click C&B adalah suatu strategi yang dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan internet (clicks) dan toko sebagaimana penjualan tradisional (bricks). Perusahaan brick and click, artinya perusahaan yang melakukan transaksi di dua channel (offline dan online). Kedua adalah perusahaan pure play, artinya perusahaan yang benar-benar melakukan transaksi hanya di dunia maya. Berikut adalah dua contoh tentang cara perusahaan memecahkan konflik : • Liberty Mutual, menanyai pelanggan onlinenya apakah mereka lebih suka membeli secara langsung atau melalui penasehat keuangan. Dalam kasus
  16. 16. melalui penasihat, para pelanggan diberitahu bahwa informasi tentang kebutuhan mereka akan diteruskan ke penasihat. • J.C.Penny mengunakan situs webnya untuk menawarkan kupon online yang dapat di cetak dan didapatkan di took-tokonya. Bahan J.C.Penny menjual beberapa tawaran online yang tidak akan mampu menghasilkan laba jika dijual melaluui took-tokonya. Contoh : webvan Perusahaan makanan yang mengirimkan makanan dengan cara diposkan atau diantar. Tujuan Webvan’s adalah untuk menemukan kembali bisnis toko bahan makanan dan untuk memperluas batasan-batasan pengiriman di rumah. Untuk menemukan kwalitas pelayanannya, Webvan harus menyimpan jumlah bahan secara besar untuk persediaan, banyak dari yang sudah disimpan mudah menjadi rusakCARA BERUBAHNYA PRAKTIK PEMASARAN: “MENDIRIKAN SITUS WEB”Merancang Situs Web yang MenarikTantangan dalam merancang situs adalah bagaimana mengolah tampilan sebuah situs menjadimenarik perhatian pengguna internet dan membuatnya berkeinginan untuk mengunjungi situstersebut kembali. Rayport dan Jaworski mengemukakan bahwa situs web yang efektifmenonjolkan 7 (tujuh) unsur rancangan yang mereka sebut 7Cs: • Context (konteks): Tata letak dan desain • Content (isi): Teks, gambar, suara dan video yang termuat dalam situs • Community (komunitas): Cara situs membuat mampu berkomunikasi pengguna ke pengguna.
  17. 17. Menyusun Model Pendapatan dan Model LabaPerusahaan dot.com perlu meiliki model pendapatan dan laba karena investor berhak mengetahuicara perusahaan dot.com mendapatkan laba. Arus pendapatan perusahaan dot.com bisa berasaldari beberapa sumber: • Penghasilan iklan • Penghasilan pensponsoran • Penghasilan aliansi Menawarkan kepada mitra bisnis untuk mengiklankan produk mereka secara gratis dengan ketentuan agar mereka bisa menanggung biaya pendirian situs web. • Penghasilan dari keanggotaan dan berlangganan Situs web dapat menagih uang jasa berlangganan untuk mendapatkan password pengguna situs. • Penghasilan profil Situs web yang berhasil mengakumulasi profil-profil kelompok sasaran yang dibidik dapat menjual profil-profil itu jika mereka mendapatkan ijin penjualan. • Penghasilan dari penjualan produk dan jasa • Komisi dan uang jasa transaksi Pendiri situs berhak memperoleh uang jasa (fee) dari setiap transaksi yang berhasil setelah penjual mengiklankan produknya. • Riset/informasi pasar Perusahaan dapat meminta bayaran atas informasi atau data pasar khusus. • Penghasilan rujukan Perusahaan dapat memperoleh pendapatan dengan merujuk pelanggan ke yang lain.
  18. 18. CARA BERUBAHNYA PRAKTIK PEMASARAN: PEMASARAN RELASIONALPELANGGANPemasaran relasional pelanggan berpendapat bahwa pendorong utama kemampuan perusahaanmenghasilkan laba adalah nilai agregat basis pelanggan perusahaan.Strategi perusahaan untuk memperoleh, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan: • Mengurangi tingkat penyeberangan pelanggan ke perusahaan lain • Meningkatkan lamanya relasional pelanggan • Meninggikan potensi pertumbuhan masing-masing pelanggan melalui “pangsa dompet (share of wallet)”, penjualan silang, dan penjualan kelas produk diatasnya (upselling). • Membuat pelanggan berlaba rendah menjadi lebih mampu menghasilkan laba atau memutuskan hubungan kerja dengan mereka • Memfokuskan usaha yang tidak seimbang pada pelanggan yang bernilai tinggi.Basis Data Pelanggan dan Pemasaran Berbasis DataBasis data pelanggan adalah kumpulan terorganisir atas informasi menyeluruh tentang masing-masing pelanggan atau calon pelanggan yang terbaru, dapat diakses dan dapat diambil tindakanuntuk tujuan pemasaran.Pemasaran berbasis data adalah proses membentuk, mempertahankan dan menggunakan basisdata pelanggan dan basis data lain (produk, pemasok, pedagang perantara) untuk tujuanmengontak, melakukan transaksi dan menjalin relasi.Gudang Data dan Penggalian DataData (pembelian pelanggan, layanan permintaan informasi oleh pelanggan, pertanyaan online,kartu rabat yang dikirim lewat pos) dikumpulkan oleh pusat kontak perusahaan dandiorganisasikan kedalam gudang data (data warehouse).Melalui penggalian data (data mining), para ahli statistik pemasaran dapat meringkas informasiyang bermanfaat tentang individu, tren, dan segmen dari tumpukan banyak data.
  19. 19. Pada umumnya, perusahaan dapat menggunakan basis data mereka dengan lima cara: 1. Mengidentifikasi calon pelanggan 2. Memutuskan pelanggan mana yang seharusnya menerima tawaran khusus 3. Memperdalam kesetiaan pelanggan 4. Mengaktifkan kembali pembelian pelanggan 5. Mencegah kesalahan pelanggan yang serius.Sisi Negatif Pemasaran Berbasis DataTiga masalah yang dapat menghambat penggunaan CRM secara efektif oleh perusahaan: 1. Mendirikan dan menyelenggarakan basis data pelanggan memerlukan investasi besar dalam perangkat keras komputer, perangkat lunak basis data, program analisis, tautan komunikasi, dan personalia yang terampil. Sulit untuk mengumpulkan data yang tepat, khususnya menangkap semua kesempatan interaksi perusahaan dengan masing-masing pelanggan. Mendirikan basis data pelanggan tidak akan bermanfaat dalam kasus berikut: a. produk merupakan pembelian sekali seumur hidup b. pelanggan yang tidak setia terhadap satu merk produk c. penjualan unit sangat kecil d. biaya pengumpulan informasi terlalu tinggi. 2. Kesulitan untuk membuat setiap orang dalam perusahaan menjasi berorientasi pelanggan dan menggunakan informasi yang tersedia. 3. Tidak semua pelanggan menginginkan relasi dengan perusahaan dan mereka mungkin marah bila mengetahui bahwa perusahaan telah mengumpulkan begitu banyak informasi pribadi tentang mereka

×