Struktur ahli waris

4,800 views

Published on

jkl

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,800
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
148
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Struktur ahli waris

  1. 1.  Secara bahasa berasal dari kata arab yaitu bentuk mashdar (infinitif) dari kata waritsa-yaritsu-irtsan- miiraatsan  Yang artinya: berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain', atau dari suatu kaum kepada kaum lain.  Secara istilah warisan berarti suatu peninggalan yang berupa harta benda yang dimiliki oleh seseorang setelah pewaris meninggal dunia.
  2. 2.  Hak waris secara fardh (yang telah ditentukan bagiannya).  Hak waris secara 'ashabah (kedekatan kekerabatan dari pihak ayah).  Hak waris secara tambahan.  waris secara pertalian rahim. 
  3. 3.  Q.S. An-Nisa’ ayat 11  Q.S. An-Nisa’ ayat 12  Q.S. An-Nisa’ ayat 176  Q.S. An-Ahzab ayat 40  Q.S. An-Ahzab ayat 4 - 5
  4. 4.  Berikut adalah rukun waris 1. Pewaris, yakni orang yang meninggal dunia, dan ahli warisnya berhak untuk mewarisi 2. Ahli waris, yaitu mereka yang berhak untuk menguasai atau menerima harta peninggalan pewaris dikarenakan adanya ikatan kekerabatan (nasab) atau ikatan pernikahan, atau lainnya. 3. Harta warisan, yaitu segala jenis benda atau kepemilikan yang ditinggalkan pewaris, baik berupa uang, tanah, dan sebagainya.
  5. 5. a) Meninggalnya seseorang (pewaris) baik secara hakiki maupun secara hukum (misalnya dianggap telah meninggal). b) Adanya ahli waris yang hidup secara hakiki pada waktu pewaris meninggal dunia. c) Seluruh ahli waris diketahui secara pasti, termasuk jumlah bagian masing-masing.
  6. 6.  Nasab  Wala’ (Loyalitas budak yang telah dimerdekakan kepada orang yang memerdekakannya):  Nikah
  7. 7.  Dzu fardlin  ‘Ashabah
  8. 8.  adalah artinya yang mempunyai pembagian tertentu. Pembagian tertentu menurut alquran ada enam:  a. 1/2 (setengah)  b. 1/4 (seperempat)  c. 1/8 (seperdelapan)  d. 1/3 (sepertiga)  e. 2/3 (dua pertiga)  f. 1/6 (seperenam)
  9. 9.  Menurut bahasa, kata ’ashabah adalah bentuk jama’ dari kata ’aashib,  (kata ’ashabah) yang berarti anak-anak laki-laki seorang dan kerabatnya dari ayahnya.  Menurut kajian faraidh di sini ialah orang- orang yang mendapat alokasi sisa dari harta warisan setelah ashabul furudh (orang-orang yang berhak mendapat bagian) mengambil bagiannya masing-masing
  10. 10. 1. Ashabah binafsih, yaitu orang-orang yang menjadi ‘ashabah dengan sendirinya 2. Ashabah bighairih, ya’ni orang-orang yang jadi ‘ashabah disebabkan ada orang lain: Mereka adalah anak perempuan, cucu perempuan, saudara perempuan seibu sebapak, dan saudara perempuan sebapak 3. Ashabah ma’aghairih, yaitu orang-orang yang jadi ‘ashabah bersama orang lain
  11. 11.  Lihat di slide selanjutnya
  12. 12. suami istri mayit ibu ayah kakek kakek nenek Saudara seayah Anak pr Anak lk Cucu pr Cucu lk Saudara kandung Saudara seibu Saudara k lk Saudari kandung pr Anak lk saudara k Saudara a lk Saudara a pr Anak laki saudara a Saudara 1 lk Saudara 1 pr Paman k Anak pamanlk Paman seayah Anak lk paman
  13. 13.  Terima kasih atas perhatianya  Wassalamu a’laikum

×