Your SlideShare is downloading. ×
0
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
01. membangun bisnis syariah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

01. membangun bisnis syariah

604

Published on

BAHAYA RIBA ? Anatara suraga dan neraka DOWNLAOD MP3 http://www.mediafire.com/?onx734103767w0k

BAHAYA RIBA ? Anatara suraga dan neraka DOWNLAOD MP3 http://www.mediafire.com/?onx734103767w0k

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
604
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
24
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ISLAMIC BUSINESS COACHING 1 MEMBANGUN BISNIS SYARI’AH OLEH: H. DWI CONDRO TRIONO, Ph.D
  • 2. MENGAPA BISNIS HARUS DENGAN SYARI’AH?
  • 3. SABDA RASULULLAH SAW:• “Sungguh akan datang kepada manusia itu suatu masa, tidak tersisa seorangpun dari mereka kecuali memakan riba. Dan barang siapa yang tidak memakannya, pasti terkena debunya” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).• “Apabila perbuatan zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti penduduknya telah mengijinkan turunnya adzab dari Allah atas diri mereka” (HR. Al- Hakim)
  • 4. ALLAH SWT BERFIRMAN: (QS. AL-BAQARAH: 275)
  • 5. Orang-orang yang makan (mengambil)riba tidak dapat berdiri melainkan sepertiberdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
  • 6. BAGAIMANA PENJELASAN RASUL?“Pada waktu aku dimi’rajkan ke langit, aku memandangke langit dunia, ternyata di sana terdapat banyak orang yang memiliki perut seperti rumah-rumah yang besar dan telah doyong perut-perut mereka. Merekadilemparkan dan disusun secara bertumpuk di atas jalur yang dilewati oleh para pengikut Fir’aun. Mereka diberdirikan di dekat api neraka setiap pagi dan sore hari. Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, janganlah pernah terjadi hari kiamat”. Aku tanyakan, “Hai Jibril, siapa mereka?” Jawabnya, “Mereka adalah para pemakan riba dari kalangan umatmu yang tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila”.
  • 7. PENJELASAN RASUL SAW:“Pada waktu aku diisra’kan, tatkala kami telahsampai ke langit ke tujuh, aku melihat ke arah atasku, ternyata aku menyaksikan kilat, petir dan badai. Lalu aku mendatangi sekelompok orang yang memiliki perut seperti rumah, di dalamnya banyak terdapat ular berbisa yang dapat terlihat dengan jelas dari luar perut mereka. Aku tanyakan, “Hai Jibril, siapamereka?” Dia menjawab, “Mereka adalah para pemakan riba”.
  • 8. SABDA RASULULLAH SAW:• “Satu dirham yang didapatkan seseorang melalui riba lebih besar tingkat dosanya di sisi Allah daripada tiga puluh enam kali perbuatan zina yang dilakukan seseorang. Sedang riba yang paling parah adalah yang berasal dari harta seorang muslim”• “Satu dirham dari hasil riba yang dimakan oleh seseorang yang mengetahuinya, itu lebih berat ketimbang tiga puluh enam kali perzinaan”.
  • 9. SABDA RASULULLAH SAW:• “Siapa yang memakan satu dirham dari hasil riba, dirinya sama dengan tiga puluh tiga kali berbuat zina. Dan siapa yang dagingnya tumbuh dari harta yang haram, maka neraka lebih pantas untuknya”.• “Di dalam riba itu ada sembilan puluh sembilan pintu dosa. Yang paling ringan darinya adalah seperti seorang anak laki-laki yang menzinahi ibu kandungnya sendiri”.
  • 10. MENGAPA HAL ITU DAPAT TERJADI?                                            keadaan mereka demikian itu,   yang    adalah disebabkan mereka Berkata(berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,
  • 11. APAKAH RIBA ITU?• Makna riba secara bahasa adalah az-ziyadah atau tambahan.• Secara syar’iy, makna riba adalah setiap tambahan atau keuntungan yang diambil terhadap suatu pinjaman sebagai imbalan karena masa menunggu.• Riba jenis ini dalam kitab fiqh biasa disebut dengan istilah riba nasi’ah.
  • 12. PENJELASAN RASUL SAW:•• “Setiap pinjam-meminjam yang yang menghasilkan manfa’at adalah riba”.• “Jika seseorang meminjamkan uang kepada orang lain, janganlah ia menerima hadiah (darinya)” (HR. Bukhari).• “Manfaat yang ditarik dari peminjaman adalah salah satu cabang dari riba” (HR. Baihaqi).
  • 13. PENJELASAN HADITS:• Abu Burdah bin Abi Musa, “Aku datang ke Madinah dan bertemu dengan Abdullah bin Salam, ia berkata, “Kamu hidup di dalam sebuah negeri dimana riba tersebar luas. Karena itu, jika salah seorang berhutang kepadamu dan ia memberikan sekeranjang rumput atau gandum atau jerami, janganlah kamu terima, karena itu adalah riba” (HR. Bukhari).
  • 14. PENJELASAN RASUL SAW:• Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “Jika seseorang dari kamu memberi pinjaman dan peminjam menawarkan kepadanya makanan, janganlah kamu menerimanya; dan jika peminjam menawarkan tunggangan, janganlah ia menerimanya; kecuali apabila sudah terbiasa dengan saling menukar yang demikian” (HR. Baihaqi).
  • 15. BAGAIMANA SEHARUSNYA?                                    padahal Allah Telah menghalalkanjual beli dan mengharamkan riba.
  • 16. BAGAIMANA JIKA SUDAH TERLANJUR MENGAMBIL RIBA?                                                             Orang-orang yang sampai kepadanya  Telah    larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang Telahdiambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah.
  • 17. BAGAIMANA DENGAN YANGMENGULANG-ULANG MENGAMBIL RIBA?                                       Orang yang kembali     (mengambil       riba), Maka     orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
  • 18. BAGAIMANA JIKA TIDAK MENGAMBIL/MEMAKAN RIBA?• “Rasulullah SAW mengutuk orang yang memakan riba, orang yang memberinya, juru tulisnya dan kedua saksinya. Rasulullah SAW menegaskan, “Mereka semua sama” (HR. Muslim).
  • 19. BAGAIMANA CARANYA BERTAUBAT?• “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya” (QS. Al-Baqarah: 279)
  • 20. SELANJUTNYA,BAGAIMANA CARA MEMBANGUN BISNIS SYARI’AH? JANGAN KEMANA-MANA, TETAPLAH BERSAMA KAMI KITA IKUTI SEGMEN SELANJUTNYA... ISLAMIC BUSINESS COACHING 2
  • 21. SEKIAN• WASSALAAMU’ALAIKUM…

×