Your SlideShare is downloading. ×
Prosedur Perancangan Portofolio Siswa dan Pelaporan Hasil Belajar
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Prosedur Perancangan Portofolio Siswa dan Pelaporan Hasil Belajar

241
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
241
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PROSEDUR PERANCANGAN PORTOFOLIO SISWA DAN PELAPORAN HASIL BELAJAR 1. Pelaporan hasil belajar siswa Peek A Boo dan Vision School diwujudkan dalam empat mekanisme: a. Two Way Conference (2WC): pertemuan antara Wali Murid dan Guru Kelas untuk membahas perkembangan anak berdasarkan portofolio siswa yang telah disusun sebelumnya oleh Guru Kelas dan siswa. 2WC ini dilakukan untuk jenjang PlayGroup di mana siswa masih belum mandiri dalam menyusun portofolio serta mempresentasikannya kepada orang tua. Komunikasi hanya dibangun antara Wali Murid dan Guru Kelas dan tidak melibatkan siswa secara aktif. Yang dikomunikasikan adalah sejauhmana si anak mengalami kemajuan secara holistik (bukan hanya mengedepankan akademik), terutama untuk Playgroup dan TK di mana penguasaan life skills adalah dasar pertumbuhan anak selanjutnya. Dasar perkembangan itu adalah dari goalsetting yang telah disusun dan disepakati oleh Wali Murid dan Guru Kelas pada 2WC sebelumnya. Bila belum tercapai, maka perlu diulang lagi dengan strategi baru. Bila sudah tercapai, bisa disusun goalsetting baru untuk anak, yang akan ditinjau lagi 6 bulan kemudian pada 2WC berikutnya. 2WC ini dilaksanakan pada bulan September/Oktober dan Maret/April. Atau, Three-Way Conference (3WC) Pertemuan antara Siswa, Wali Murid dan Guru Kelas untuk mendemonstrasikan perkembangan anak berdasarkan portofolio siswa yang telah disusun sebelumnya oleh Guru Kelas dan siswa. 3WC ini dilakukan untuk jenjang Playgroup atau TK di mana siswa dibantu Guru Kelas menyusun portofolio serta mendemonstrasikannya kepada orang tua. Komunikasi dibangun antara Siswa, Wali Murid dan Guru Kelas dengan melibatkan siswa secara aktif mendemonstrasikan kebisaan dan pemahamannya. Demonstrasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan goalsetting yang telah disusun dan disepakati oleh Wali Murid dan Guru Kelas pada 3WC sebelumnya. Bila belum tercapai, maka perlu diulang lagi dengan strategi baru. Bila sudah tercapai, bisa disusun goalsetting baru untuk anak, yang akan ditinjau lagi 6 bulan kemudian pada 3WC berikutnya. 3WC ini dilaksanakan pada bulan September/Oktober dan Maret/April. Penentuan pelaksanaan 2WC atau 3WC terletak pada kesiapan jenjang yang bersangkutan. b. Student-Led Conference (SLC) Pertemuan antara Siswa dan Wali Murid di mana siswa menpresentasikan perkembangannya berdasarkan display karya dan portofolio siswa yang telah disusun sebelumnya oleh Guru Kelas dan siswa. SLC ini dilakukan untuk jenjang SD di mana siswa secara mandiri menyusun display karya dan portofolio serta mempresentasikannya kepada orang tua.
  • 2. Komunikasi lanjutan dibangun antara Wali Murid dan Guru Kelas setelah siswa secara aktif mempresentasikan kebisaan dan pemahamannya. Komunikasi lanjutan tersebut berfokus pada pembahasan goalsetting yang telah disusun dan disepakati oleh Siswa, Wali Murid dan Guru Kelas pada SLC sebelumnya. Bila belum tercapai, maka perlu diulang lagi dengan strategi baru. Bila sudah tercapai, bisa disusun goalsetting baru, yang akan ditinjau lagi 6 bulan kemudian pada SLC berikutnya. SLC ini dilaksanakan pada bulan September/Oktober dan Maret/April. c. Report Distribution Pembagian rapor kepada Wali Murid pada bulan Desember dan Juni. Rapor disusun sebagai pelaporan hasil belajar final pada semester berjalan oleh Guru Kelas. Diharapkan agar rapor tersebut menggambarkan secara holistik seluruh aspek pribadi siswa dari sisi kognitif, psikomotorik dan afektif. Komunikasi lanjutan bisa dibangun dengan Guru Kelas terutama untuk mengembangkan strategi-strategi alternatif untuk lebih mengembangkan potensi anak. Goalsetting pada portofolio 3 bulan sebelumnya menjadi dasar perbincangan tersebut. 2. Portofolio siswa adalah kumpulan dari karya, lembar kerja, dan dokumentasi apapun dalam 2 atau 3 dimensi yang menggambarkan sisi terbaik siswa, kemajuan siswa dan kepuasan belajar siswa selama pertengahan semester ganjil atau genap. 3. Portofolio BUKAN kompilasi karya siswa dan worksheet semata. Harus ada pemilihan mana yang menggambarkan kemajuan siswa, setidaknya ada dua yang dibandingkan. Atau, kalau tidak ada yang bisa dibandingkan maka pilih yang menunjukkan sisi positif siswa. Ini bukan menyembunyikan sisi negatif siswa, karena akan nada pembahasan tentang sisi negatif siswa dalam komunikasi antara wali santri dengan guru kelas. Bahkan, tidak harus semua indikator belajar itu ditampilkan. Tampilkan yang sudah dikuasai siswa saja. Yang belum dikuasai siswa dijadikan topik bahasan antara Wali Murid dan Guru Kelas untuk dicarikan strategi mengatasinya. Oleh karena itu, penilaian siswa di kelas seharusnya bersifat ongoing assessment, dimana siswa diberikan kesempatan beberapa kali untuk melakukan kegiatan belajar tersebut sementara guru siap mengobservasi dengan parameter yang sudah disiapkan sebelumnya. Ini untuk memastikan bahwa perkembangan anak tercatat dengan runtut dan baik serta jelas sekuensnya. 4. Untuk jenjang Playgroup, Guru Kelas masih berperan sentral dalam menyusun dan mempersiapkan portofolio siswa, mengingat kemandirian siswa belum terbentuk maksimal. Untuk jenjang TK, Guru Kelas diminta mulai melibatkan siswa dalam penyusunan dan penyiapan portofolio. Derajat keterlibatan siswa dalam penyusunan portofolio diharapkan bisa dimaksimalkan menjadi nilai tambah dalam proses 3WC. Untuk jenjang SD, Guru Kelas melibatkan siswa semaksimal mungkin dalam penyusunan dan penyiapan portofolio. Derajat keterlibatan siswa dalam penyusunan portofolio diharapkan bisa memaksimalkan presentasinya dalam proses SLC.
  • 3. 5. Elemen yang harus ada dalam portofolio adalah: A. Lembar Pertama a. Theme b. Strengths c. Areas Need to Improve (Student’s Weaknesses) d. Additional Information (Student’s Weaknesses) e. Parents Expectation (Goalsetting) f. Parents Will (Commitment) g. Teacher Will (Commitment) h. Goals (Goalsetting) B. Lembar Kedua a. Learning Outcome/Goals b. Learning Experience/Activities c. Description of the lesson d. Student Comment (Like/Dislike) e. Teacher Comment f. Karya siswa dan/atau lembar kerja siswa (worksheet) 6. Peran Guru Kelas dalam Two Ways Conference: a. Menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk portofolio siswa. b. Membuat dan mengirimkan undangan kepada Wali Murid. c. Mempersiapkan setting ruangan untuk conference dengan visi memberikan suasana nyaman berkomunikasi d. Membangun awal komunikasi dalam conference dengan sikap tubuh yang welcome dan mendinginkan hati. e. Menuntun Wali Murid dalam membaca portofolio dan memberikan informasi seluas-luasnya terhadap item yang sedang dijadikan bahan pembicaraan. f. Menjawab dan merespons pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari Wali Murid dengan visi memberikan pencerahan. g. Membantu Wali Murid memecahkan masalah yang dihadapi siswa dengan memberikan strategi- strategi alternatif yang bisa diaplikasikan di rumah untuk menunjang proses belajarnya di sekolah. h. Menuntun Wali Murid untuk mengikatkan komitmen dalam membantu siswa berkembang di rumah sebagai bagian perkembangan proses belajarnya di sekolah. Ini dilakukan dengan secara bersama-sama menyusun goalsetting yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa. 7. Peran Guru Kelas dalam Three Ways Conference: Menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk portofolio siswa. Membuat dan mengirimkan undangan kepada Wali Murid. Mempersiapkan setting ruangan untuk conference dengan visi memberikan suasana nyaman berkomunikasi.
  • 4. Melatih siswa dalam mendemonstrasikan kebisaannya berbasis portofolionya. Sebelum melatih, Guru Kelas harus menuntun siswa memilih mana indikator yang akan didemonstrasikan dengan cara memilih karya atau lembar kerjanya. Demonstrasi berarti bukan hanya menjelaskan, tetapi kalau perlu, mempraktikkan. Membangun awal conference dengan pembukaan yang hangat, memberikan arahan awal kepada Wali Murid tentang apa yang diharapkan dari conference, serta yang terpenting adalah menjelaskan peran siswa sebagai demonstrator. Menuntun siswa dalam mendemonstrasikan kebisaannya berbasis portofolionya. Memberikan informasi seluas-luasnya kepada Wali Murid terhadap item yang sedang dijadikan bahan demonstrasi, bila dirasa masih perlu dieksplorasi lagi, untuk mencegah kebingungan atau pertanyaan tak terjawab Wali Murid. Menjawab dan merespons pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari Wali Murid dengan visi memberikan pencerahan. Membantu Wali Murid memecahkan masalah yang dihadapi siswa dengan memberikan strategi- strategi alternatif yang bisa diaplikasikan di rumah untuk menunjang proses belajarnya di sekolah. Menuntun Wali Murid untuk mengikatkan komitmen dalam membantu siswa berkembang di rumah sebagai bagian perkembangan proses belajarnya di sekolah. Ini dilakukan dengan secara bersama- sama menyusun goalsetting yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa. 8. Peran Guru Kelas dalam Student-Led Conference: a) Menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk portofolio siswa. b) Membuat dan mengirimkan undangan kepada Wali Murid. c) Membuat dan mengirimkan daftar pertanyaan penuntun SLC kepada Wali Murid untuk dipelajari di rumah. d) Mempersiapkan setting ruangan untuk conference dengan visi memberikan suasana nyaman berkomunikasi. e) Melatih siswa dalam menuntun orang tuanya menjelaskan display dan portofolio yang menjadi bahan SLC. f) Membangun awal conference dengan pembukaan yang hangat, memberikan arahan awal kepada Wali Murid tentang apa yang diharapkan dari conference, serta yang terpenting adalah menjelaskan peran siswa sebagai presenter. g) Memonitor siswa saat mempresentasikan display dan portofolionya. Guru Kelas tidak ikut campur kecuali siswa mengalami kebuntuan komunikasi. Disarankan untuk memberi dulu kesempatan pada siswa untuk melanjutkan komunikasinya sampai maksimal. Bila masih buntu, barulah bantuan diberikan. Yang perlu dicatat, bantuan pun tidak boleh sampai mengambil alih peran siswa sebagai presenter. h) Memberikan informasi seluas-luasnya kepada Wali Murid terhadap item yang sedang dijadikan bahan presentasi pasca SLC, bila dirasa masih perlu dieksplorasi lagi, untuk mencegah kebingungan atau pertanyaan tak terjawab Wali Murid. i) Menjawab dan merespons pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari Wali Murid dengan visi memberikan pencerahan. j) Membantu Wali Murid memecahkan masalah yang dihadapi siswa dengan memberikan strategi- strategi alternatif yang bisa diaplikasikan di rumah untuk menunjang proses belajarnya di sekolah.
  • 5. k) Menuntun Wali Murid untuk mengikatkan komitmen dalam membantu siswa berkembang di rumah sebagai bagian perkembangan proses belajarnya di sekolah. Ini dilakukan dengan secara bersama-sama menyusun goalsetting yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa. 9. Peran Guru Kelas dalam Report Distribution: a) Menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk raport siswa. b) Membuat dan mengirimkan undangan kepada Wali Murid. c) Mempersiapkan setting ruangan untuk pembagian raport dengan visi memberikan suasana nyaman berkomunikasi d) Membangun awal komunikasi dalam pembagian raport dengan sikap tubuh yang welcome dan mendinginkan hati. e) Menuntun Wali Murid dalam membaca raport dan memberikan informasi seluas-luasnya terhadap item yang sedang dijadikan bahan pembicaraan. f) Menjawab dan merespons pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari Wali Murid dengan visi memberikan pencerahan. g) Membantu Wali Murid memecahkan masalah yang dihadapi siswa dengan memberikan strategi- strategi alternatif yang bisa diaplikasikan di rumah untuk menunjang proses belajarnya di sekolah. h) Menuntun Wali Murid untuk mengikatkan komitmen dalam membantu siswa berkembang di rumah sebagai bagian perkembangan proses belajarnya di sekolah. 10. Portofolio boleh dibawa pulang untuk ditelaah lagi oleh Wali Murid, tapi harus segera dikembalikan karena Guru Kelas membutuhkannya sebagai dokumen penuntun dalam melaksanakan proses belajar di kelas. 11. Karena terbatasnya waktu, rentang waktu conference dan/atau report distribution harus dibatasi sebagai berikut: a. Playgroup (Two Ways Conference) : 20 menit @ anak b. TK (Three Ways Conference) : 30 menit @ anak c. SD (Student Led Conference) : 45 menit @ anak d. Report Distribution : 20 menit @ anak 12. Guru harus bisa mematuhi rentang waktu itu agar penggunaan waktu kerja lebih efisien. 13.