Language Policy Vision School 2013

170 views
129 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
170
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Language Policy Vision School 2013

  1. 1. Language Policy Vision School 1. Untuk meningkatkan atmosfir bilingual guna mendukung penguatan kompetensi siswa dalam berbahasa Inggris, maka seluruh Guru dan Staf sangat diharapkan untuk berinteraksi dalam Bahasa Inggris dalam kapasitas kemampuan terbaiknya masing-masing di seluruh area sekolah, terutama sekali di dalam kelas. To improve the bilingual atmosphere to support the strengthening of student competence in English language, all teachers and staff are expected to interact in English in their best capacity of each school in all areas, particularly in the classroom. 2. Bahasa Inggris juga adalah bahasa akademik dalam karya siswa atau hasil akademik lainnya termasuk ujian tulis, kecuali untuk mata ajaran Bahasa Indonesia, Agama, PKN, Bahasa Daerah, dan Mandarin. English is also the language in the academic work of the student or other academic results including written test, except for Bahasa Indonesia, Religion, PKN, Bahasa Jawa, and Mandarin. 3. Dalam komunikasi verbal dengan Wali Murid, penggunaan Bahasa Indonesia diutamakan, namun diusahakan semaksimal mungkin diberi attachment Bahasa Inggris (terjemahannya). Yang menjadi prioritas adalah keselarasan pemaknaan Wali Murid terhadap niatan Sekolah. In verbal communication with Parents, the use of Indonesian precedence, butas much as possible the attachments of English translation is attached. The priority is Parents understand the intention of the School. 4. Dalam mengkomunikasikan hasil belajar siswa kepada Wali Murid, poin nomor 3 berlaku. In communicating to the student learning outcomes Guardians, point number 3 applies. 5. Guru dan Staf masih diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks pribadi tapi tidak di hadapan anak didik. Bila terpaksa harus berbahasa Indonesia karena takut ada kesalahpahaman, maka lakukan di ruang tertutup dan hindari keberadaan anak didik.
  2. 2. Teachers and staff are still allowed to use Indonesian in a personal context but not in the presence of students. When forced to speak Indonesian for fear of misunderstanding, then do in a confined space and avoid the presence of students. 6. Konteks yang sama berlaku di dalam interaksi dalam pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat internal sekolah. Gunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan bahasa Indonesia sebagai exit language untuk menghindari kesalahpahaman. The same applies in the context of the interaction in meetings or internal school meetings. Use English as the language of instruction and Indonesian as the language to avoid misunderstandings exit. 7. Bila di dalam kelas, ada anak didik yang sangat kurang penguasaan Bahasa Inggrisnya dan masih cenderung berinteraksi dalam Bahasa Indonesia, maka Guru harus tetap menjawab atau merespons anak tersebut dalam Bahasa Inggris (dengan bantuan gesture untuk menjelaskan maksud dari komunikasi tersebut). Bila masih sangat tidak bisa, dan ada kekhawatiran kesalahpahaman maka Bahasa Indonesia sebagai exit language diperbolehkan. When in the classroom, there are students that mastery of English is very less and still tend to interact in Indonesian, then the teacher must still answer or respond to the child in English (with the help of gestures to explain the purpose of the communication). If still cannot, and there are fears of misunderstanding the Indonesian language as the exit is allowed. 8. Guru dan Staf wajib mengikuti pengembangan Bahasa Inggris yang sudah disediakan Sekolah untuk meningkatkan kompetensi agar bisa dipraktekkan dan diimplementasikan di Sekolah sehari-hari. Teachers and staff are required to follow the development of English language school that has been provided to improve the competencies to be practiced and implemented in school everyday.

×