DOKUMEN - I    KURIKULUMSD YPPI-1 SURABAYA
KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahNya, SD YPPI-1 Surabaya ...
DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISILEMBAR PENGESAHANBAB I.  PENDAHULUAN        A. Latar Belakang        B. Tujuan Pengemban...
LEMBAR PENGESAHANSetelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah, maka dengan ini Kurikulum SD YPPI-1 Surabaya disa...
BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang   Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah...
melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar unt...
dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pa...
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung    sepanjang ...
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran      Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelaj...
Profil                   EkspektasiCreative Investigator    - Memiliki dorongan untuk selalu bertanya dan mempertanyakan f...
BAB III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUMA. Struktur Kurikulum   Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran...
SD YPPI-1 menerjemahkan standar kurikulum yang mengacu kepada kurikulum abad 21 dengan mengimplementasikan 4cakupan dan ke...
a. Tematik: kegiatan belajar dipandu oleh tema yang sebelumnya telah disepakati dengan mengacu kepada Tema Besar Abad   21...
b. Ketrampilan Belajar dan BerinovasiKetrampilan belajar dan berinovasi adalah faktor yang membedakan siswa yang siap meng...
mengklairifikasi pandangan yang mengarah ke solusi yang lebih baik2. Komunikasi & Kolaborasi                              ...
3. Kreatifitas & Inovasi                                                   Ekspektasi     3.1 Berpikir secara kreatif     ...
informasi                               (sumber daya)                                             Mengevaluasi informasi d...
d. Ketrampilan Hidup dan KarirLingkungan hidup dan pekerjaan di era ini membutuhkan lebih dari sekedar ketrampilan berpiki...
2.1. Mengelola tujuan dan Waktu      Menentukan tujuan yang riil maupun tidak dengan disertai kriteria                    ...
Menbawa diri dengan rasa hormat dan berperilaku profesional    3.2 Bekerja Secara Efektif dengan   Menghormati perbedaan b...
Berpartisipasi aktif, bertanggung jawab & tepat waktu                                       Membawa diri secara profesiona...
3. Inquiry: SD YPPI-1 mengadopsi model Inquiry dari Kate Murdoch dalam bukunya, Classroom Connections: Strategies for   In...
Siklus Belajar                       Tujuan                              Contoh Aktivitas/PengalamanTuning In:            ...
mengumpulkan informasi yang                                        baruSorting Out:                        -   Menyortir, ...
c. Menarik kesimpulan                       mereka belajar, apa yang              dan ide-ide terkini                     ...
-    Mendukung keseimbangan model assessments, di mana di dalamnya termasuk penilaian kelas formative dan summative yang  ...
4   Matematika                                              8   8   8   8   8   85   Sains                                ...
10       Physical Education (PE)         a. Olah Raga + Taichi + Senam                                          3      3  ...
8. Pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan                                     75 %  B.    Muatan Lokal        1. Bahas...
7. Kelulusan  Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan ...
BAB IV. KALENDER PENDIDIKANKalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama sa...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kurikulum Baru SD YPPI-1 Surabaya

3,446

Published on

Published in: Education
3 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
3,446
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
3
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kurikulum Baru SD YPPI-1 Surabaya

  1. 1. DOKUMEN - I KURIKULUMSD YPPI-1 SURABAYA
  2. 2. KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahNya, SD YPPI-1 Surabaya telah dapatmenyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan salah satuupaya mengimplementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan menjadi kegiatan pembelajaran yang operasional, siapdilaksanakan oleh sekolah, sesuai dengan karakteristik daerah, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.Kurikulum SD YPPI-1 Surabaya disusun dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkanoleh BSNP dan model-model KTSP yang dihasilkan oleh Pusat Kurikulum. Namun demikian, kami menyadari bahwa kurikulum inimasih belum sempurna. Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan seiring dengan terbitnya standar-standarlainnya, yaitu: standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan,standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang merupakan sumber acuan lainnya dalam menyusun KTSP.KTSP ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2010/2011. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruhstaf sekolah yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk menyusun kurikulum ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikanpetunjuk terhadap segala upaya yang kita lakukan demi untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Surabaya, Kepala SD YPPI-1 Surabaya Rendra Prihandono, S.Sos 2
  3. 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISILEMBAR PENGESAHANBAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Pengembangan KTSP C. Prinsip Pengembangan KTSP D. Pengertian IstilahBAB II. TUJUAN PENDIDIKAN A. Tujuan Pendidikan Dasar B. Visi dan Sekolah C. Misi Sekolah C. Tujuan SekolahBAB III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur dan Muatan Kurikulum B. Muatan Kurikulum 1. Pengaturan Beban Belajar 2. Ketuntasan Belajar 3. Kenaikan Kelas 4. Kelulusan 5. Penentuan kelulusan 6. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan GlobalBAB IV. KALENDER PENDIDIKAN 3
  4. 4. LEMBAR PENGESAHANSetelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah, maka dengan ini Kurikulum SD YPPI-1 Surabaya disahkan untukdiberlakukan mulai tahun pelajaran 2010/2011 Ditetapkan di Surabaya Tanggal ..........Nopember 2010 Menyetujui, Kepala SD YPPI-1 Surabaya Ketua Komite Sekolah Jane Elizabeth, S.H. Rendra Prihandono, S.Sos Mengetahui, Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kota Surabaya (...............................) NIP 4
  5. 5. BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Juga adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang memacu agar hasil pendidikan nasional dapat bersaiang dengan hasil pendidikan negara-negara maju. Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di sekolah. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu 5
  6. 6. melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah. Dengan demikian, daerah dan atau sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan belajar mengajarB. Tujuan Pengembangan KTSP Tujuan Pengembangan KTSP ini untuk memberikan acuan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam megembangkan program-program yang akan dilaksanakan. Selain itu, KTSP disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.C. Prinsip Pengembangan KTSP 1.Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, 6
  7. 7. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.2.Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.3.Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.4.Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.5.Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.6.Belajar sepanjang hayat 7
  8. 8. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. 7.Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).D. Pengertian Istilah 1. Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. 3. Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Contoh silabus terdapat pada lampiran 8
  9. 9. 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang- kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Contoh rencana pelaksanaan pembelajaran SD YPPI-1 Surabaya terdapat pada Lampiran BAB II. TUJUAN PENDIDIKANA. Tujuan Pendidikan Dasar Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.B. Visi Sekolah “Membangun Institusi Pendidikan berkualitas dan menjadi panutan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa membentuk manusia yang bermoral tinggi dan kompeten dalam menghadapi tantangan globalisasi”.C. Misi Sekolah 1. Membantu Pemerintah dalam mencapai tujuan Pendidikan Nasional 2. Menghasilkan SDM yang kompeten dalam bidang masing-masing melalui pendidikan yang berkesinambungan.D. Tujuan Sekolah SD YPPI-1 berusaha membangun karakter anak melalui ekspektasi yang direpresentasikan melalui Profil Siswa SD YPPI-1. Profil siswa ini pun didesain untuk menerjemahkan KTSP dan Kurikulum Abad 21 ke dalam implementasi yang lebih nyata. Adapun profil siswa itu adalah: 9
  10. 10. Profil EkspektasiCreative Investigator - Memiliki dorongan untuk selalu bertanya dan mempertanyakan fenomena di sekitarnya, baik natural, sosial, maupun nilai-nilai yang tercermin dalam sikap dan perilaku - Memiliki dorongan untuk mencari dan menggunakan berbagai cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benaknya serta memiliki motivasi yang tinggi dan konsisten untuk mencari jawaban atau kebenaran atas pertanyaan-pertanyaannyaCritical Thinker - Selalu melihat masalah dari berbagai sisi dan memiliki keterbukaan pikiran untuk menerima kemungkinan-kemungkinan baru dalam pencarian jawaban dan kebenaran suatu masalah - Mendemonstrasikan keluasan berpikir dengan menggunakan berbagai alternatif sebagai bahan pertimbangan dan membuat keputusan berdasarkan prioritas atas suatu masalahSelf-directed Learner - Mampu memotivasi diri sendiri untuk menjalani proses belajar dan meraih tujuan pembelajaran - Mampu mengarahkan diri dan merencanakan proses belajar yang hendak ia alami. Merencanakan berarti merancang sumber belajar yang diperlukan, menentukan waktu belajar, serta merefleksikan hasil yang sedang ia jalani atau yang sudah ia raihEffective Communicator - Mampu mengekspresikan perasaan, pemikiran dan gagasan yang terkait dengan proses belajarnya secara efektik kepada orang lain. - Mampu bekerja dalam desain kolaboratif agar mampu berkomunikasi lebih efisien dan efektif dengan orang lain 10
  11. 11. BAB III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUMA. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran tersebut terbagi dalam lima kelompok, yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika; jasmani, olahraga dan kesehatan. Struktur kurikulum SD YPPI-1 Surabaya meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI. Struktur kurikulum SD YPPI-1 Surabaya disusun berbasis pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), namun dengan kesadaran untuk membangun ketrampilan, pengetahuan dan keahlian untuk sukses bertahan hidup di abad 21,yang referensinya diambil dari Partnership for 21st Century Skills (www.21stcenturyskills.org)., serta membangun konsep belajar dengan referensi dari Kate Murdoch,”The Classroom Connections: Strategies for Integrated Learning” (1998). Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum berdasarkan KTSP inilah yang kemudian dikombinasikan dengan pengembangan kurikulum abad 21, dimana intinya terletak pada implementasi ketrampilan abad 21 yang dipaparkan dalam bagian lanjut dokumen ini. Setiap implementasi ketrampilan abad 21 memerlukan pengembangan pengetahuan mata pelajaran inti dan pemahaman siswa. Kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif harus dibangun di dalam pengetahuan mata pelajaran inti. Di dalam konteks mata pelajaran inti, siswa harus juga mempelajari ketrampilan esensial untuk sukses di jaman ini, seperti berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi dan berkolaborasi. SD YPPI-1 mengkombinasikan keseluruhan desain belajar ini dengan sistem pendukung yang diperlukan, yaitu standar kurikulum, assessment, kegiatan pengajaran, pengembangan keguruan dan lingkungan belajar. Diharapkan, dengan kombinasi ini, siswa akan lebih terlibat dalam proses belajar dan lulus dengan lebih baik untuk bertahan hidup di dalam era ekonomi global sekarang ini. Secara umum, desain kerja kurikulum abad 21 bisa digambarkan sebagai berikut: 11
  12. 12. SD YPPI-1 menerjemahkan standar kurikulum yang mengacu kepada kurikulum abad 21 dengan mengimplementasikan 4cakupan dan kegiatan:a. Tematikb. Learning & Innovation Skills, Information, Media, & Technology Skills, Career & Life Skillsc. Inquiryd. Stand Alone 12
  13. 13. a. Tematik: kegiatan belajar dipandu oleh tema yang sebelumnya telah disepakati dengan mengacu kepada Tema Besar Abad 21, yaitu:• Kesadaran Global- Menggunakan ketrampilan abad 21 untuk memahami dan membahas isu-isu global- Belajar dari dan bekerja secara kolaboratif dengan berbagai pihak yang mewakili budaya, agama, dan gaya hidup yang berbeda dengan semangat saling menghormati dan berdialog secara terbuka dalam konteks personal, pekerjaan dan komunitas.- Memahami bangsa dan budaya lain, termasuk penggunaan bahasa-bahasa selain bahasa Inggris.• Literasi Finansial, Ekonomi, Bisnis, dan Kewirausahaan- Paham bagaimana membuat pilihan ekonomis yang layak secara pribadi- Memahami peran ekonomi dalam masyarakat- Menggunakan ketrampilan kewirausahaan untuk memperkuat produktivitas pekerjaan dan pilihan-pilihan karir• Literasi Berwarganegara- Berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan berwarganegara melalui pengetahuan tentang cara agar selalu sadar informasi dan memahami proses-proses kepemerintahan- Mempraktikkan hak dan kewajiban sebagai warga negara di tingkat lokal, propinsi, nasional, dan global- Memahami implikasi lokal dan global dari keputusan-keputusan bernegara/kepemerintahan• Literasi Hidup Sehat- Menyadari pentingnya pola hidup sehat dan kontribusinya terhadap produktivitas kerja.- Secara sadar mampu membuat pilihan ketika ada kondisi apapun yang akan mengkompromikan pola hidup sehat. 13
  14. 14. b. Ketrampilan Belajar dan BerinovasiKetrampilan belajar dan berinovasi adalah faktor yang membedakan siswa yang siap menghadapi hidup dan lingkungan kerja yangsemakin rumit di abad 21.1. Skill Berpikir Kritis & Memecahkan Masalah Ekspektasi 1.1 Memberikan alasan secara efektif Menggunakan berbagai cara dalam memberikan alasan (induktif, deduktif dsb) 1.2 Menggunakan sistem thinking Menganalisa bagaimana bagian-bagian dari sebuah seting atau hal saling berinteraksi untuk menghasilkan produk/gagasan dalam sebuah sistem yang kompleks. 1.3 Membuat penilaian dan keputusan Menganalisa dan mengevaluasi bukti, argument dan belief Menganalisa dan mengevaluasi sudut pandang yang dapat dijadikan alternatif Mensintesa dan menghubungkan antara informasi dengan argumentasi Interpretasi informasi dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisa yang terbaik Merefleksikan pengalaman dan proses belajar 1.4 Memecahkan masalah Memecahkan berbagai macam masalah yang tidak biasa dengan cara- cara konvensional dan inovatif Mengidentifikasi dan mempertanyakan hal-hal penting agar dapat 14
  15. 15. mengklairifikasi pandangan yang mengarah ke solusi yang lebih baik2. Komunikasi & Kolaborasi Ekspektasi 2.1 Berkomunikasi secara jelas Mengartikulasikan pemikiran dan ide-ide secara lisan, tertulis dan non verbal dalam bentuk dan konteks yang bervariasi Mendengar dan memaknai, pengetahuan, nilai-nilai, sikap dan maksud Menggunakan komunikasi untuk tujuan yang bervariasi (mengifomasikan, menginstruksikan, memotivasi dsb) Memanfaatkan media dan tekhnologi dan tahu bagaimana manfaat dan dampaknya Berkomunikasi secara efektif dalam konteks lingkungan yang berbeda 2.2 Berkolaborasi dengan orang lain Bekerja dengan tim yang berbeda-beda secara efektif dilandasi rasa hormat Berlatih untuk menjadi fleksibel dan mau berkompromi untuk mencapai tujuan bersama Berbagi tanggung jawab untuk kerja kolaborasi dan menghargai kontribusi setiap anggota tim 15
  16. 16. 3. Kreatifitas & Inovasi Ekspektasi 3.1 Berpikir secara kreatif Menggunakan berbagai teknik proses menciptakan, seperti curah pendapat Menemukan ide-ide orisinil yang baru baik secara radikal atau dengan mengembangkan dari suatu yang sudah ada Mengelaborasikan, mempertajam, menganalisa dan mengevaluasi ide mereka sendiri untuk mengoptimalkan usaha kreatifnya. 3.2 Bekerja secara kreatif dengan orang Mengembangkan, menerapkan dan mengkomunikasikan ide baru ke lain orang lain secara efektif Terbuka dan responsif dengan perspektif baru yang berbeda; mengakomodasikan masukan kelompok untuk hasil kerjanya. Memperlihatkan keaslian dan hasil temuan melalui proses kerja dan memahami kerterbatasan dunia riil dalam mengadopsi ide barunya. Memandang kegagalan sebagai peluang untuk belajar, memahami bahwa kreatifitas dan inovasi adalah proses yang panjang, siklus proses dari keberhasilan kecil dan kesalahan yang sering 3.3 Menerapkan hasil inovasi Bertindak berdasarkan ide kreatif dan memberikan kontribusi nyata dan berguna agar inovasi dapat menjadi kenyataanc. Ketrampilan Informasi, Media dan TeknologiSaat ini kita hidup di dalam lingkungan yang dikuasai media dan teknologi. Ditandai dengan akses luar biasa terhadap informasi,perubahan yang sangat cepat dalam alat-alat teknologi, dan kemampuan berkolaborasi serta kontribusi individual dalam skalaapapun. Warga negara dan tenaga kerja yang efektif harus bisa menampilkan ketrampilan berpikir kritis dan fungsional,seperti:1. Skill Informasi Literasi Ekspektasi 1.1 Mengakses dan mengevaluasi Mengakses informasi sesuai dengan secara efisien (waktu) dan efektif 16
  17. 17. informasi (sumber daya) Mengevaluasi informasi dengan mengunakan acuan nilai, fungsi dan dampak serta mempertimbangkan dari sudut pandang standar isi. 1.2 Memakai dan mengelola informasi Menggunakan informasi atau referensi dari berbagai sumber untuk merespon isu atau masalah yang dihadapi Menerapkan standar etika dan isu-isu legal dalam proses mengakses dan menggunakan informasi2. Skill Media Literasi Ekspektasi 2.1 Analisa Media Memahami mengapa dan bagaimana media berita dibuat dan apa tujuannya. Mempelajari: bagaimana cara individu memaknai berita secara berbeda; bagaimana melibatkan dan mengabaikan nilai-nilai dan cara pandang serta bagaimana media dapat mempengarui belief dan perilaku. Menerapkan pemahaman yang penting tentang isu-isu etika dan hukum yang berhubungan dengan akses dan penggunaan media. 2.2 Menciptakan Produk Media Memahami karakteristik dan aturan untuk memanfaatkan alat atau sarana yang tepat untuk menciptakan media. Memahami dan memakai ungkapan-ungkapan yang dapat diterima di lingkungan yang multicultural3. Skill TIK Literasi Ekspektasi 3.1 Memakai tekhnologi secara efektif Menggunakan tekhnologi sebagai alat untuk penelitian, mengatur, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi Menggunakan alat komunikasi dan jejaring sosial digital (Computer, PDA, HP, etc) untuk mengakses, mengelola, mengevaluasi dan menciptakan informasi 17
  18. 18. d. Ketrampilan Hidup dan KarirLingkungan hidup dan pekerjaan di era ini membutuhkan lebih dari sekedar ketrampilan berpikir dan pengetahuan buku.Kemampuan bernavigasi dalam lingkungan hidup dan pekerjaan yang kompleks dalam era informasi yang secara global kompetitifmendorong para siswa kita untuk benar-benar memperhatikan pengembangan ketrampilan menata karir dan kehidupan,yaitu:1. Fleksisibilitas & Adaptasi Ekspektasi 1.1. Adaptasi Pada Perubahan Menjalani peran, tanggung jawab, jadwal dan konteks pekerjaan yang bervariasi Bekerja secara efektif dalam situasi iklim yang ambigu dan perubahan 1.2. Menjadi Fleksibel Mengelola umpan balik secara efektif Mengelola penghargaan, kemunduran dan kritik secara positif Memahami, mengelola perbedaan pandangan dan belief yang seimbang, untuk mencapai solusi yang dapat dikerjakan di lingkungan multicultural2. Inisiatif & Arah Diri Ekspektasi 18
  19. 19. 2.1. Mengelola tujuan dan Waktu Menentukan tujuan yang riil maupun tidak dengan disertai kriteria kesuksesan Membuat keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang Mengelola waktu dan beban kerja secara efektif 2.2 Bekerja Secara Mandiri Memonitor, menetapkan, memprioritaskan dan menyelesaikan pekerjaan tanpa campur tangan langsung dari pihak lain 2.3 Menjadi Pembelajar Mandiri Menjalani sesuatu melampaui bidang atau kurikulumnya untuk mengekplorasi dan mengembangkan belajarnya dan perluang untuk mencapai keahlian Menunjukan inisiatif untuk mengembangkan tingkat kecakapan ke arah profesionalisme Menunjukan komitmen untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat Merefleksikan pengalaman sebelumnya untuk menjadi bahan pertimbagan perkembangan masa depan.3. Interaksi Sosial Ekspektasi 3.1 Berinteraksi dengan Orang Lain Menentukan waktu yang tepat untuk mendengarkan dan berbicara 19
  20. 20. Menbawa diri dengan rasa hormat dan berperilaku profesional 3.2 Bekerja Secara Efektif dengan Menghormati perbedaan budaya dan bekerja secara efektif dengan Berbagai Tim orang dari latar belakang sosial dan budaya yang berbeda Berpikiran terbuka dengan ide dan nilai yang berbeda. Memperhatikan perbedaan kultur dan sosial untuk menciptakan ide baru serta meningkatkan inovasi dan kualitas kerja4. Produktivitas dan Akuntabilitas Ekspektasi 4.1 Mengelola Proyek Menetapkan dan memenuhi target, walaupun dengan hambatan dan tekanan Memprioritaskan, merencanakan dan mengelola kerja untuk mencapai hasil yang dikehendaki 4.2 Menghasilkan Menunjukan perilaku (seperti dibawah) untuk menghasilkan nilai tambah yang berhubungan dengan hasil yang berkualitas tinggi. Bekerja secara etik dan positif Mengelola waktu dan proyek secara positif Multikerja (Multitask) 20
  21. 21. Berpartisipasi aktif, bertanggung jawab & tepat waktu Membawa diri secara profesional dengan etis yang tepat Berkolaborasi secara efektif dengan tim Menghormati dan menghargai keberagaman tim Mempertanggungjawabkan hasil5. Kepemimpinan & Tanggung Jawab Ekspektasi 5.1 Memimpin dan Membantu Sesama Menggunakan skil interpersonal dan problem solving untuk mempengaruhi dan membantu orang lain agar dapat mencapai target Memanfaatkan kekuatan orang lain untuk mencapai target bersama Memberikan inspirasi pada orang lain untuk menunjukan keteladanan dan keberbagian Menunjukan integritas dan perilaku etis dalam menggunakan pengaruh dan kekuatan 5.2 Bertanggungjawab Pada Sesama Berperilaku tanggung jawab demi komunitas yang lebih besar 21
  22. 22. 3. Inquiry: SD YPPI-1 mengadopsi model Inquiry dari Kate Murdoch dalam bukunya, Classroom Connections: Strategies for Integrated Learning. Tahap-tahap yang dipaparkan Kate dalam bukunya ini diimplementasikan secara nyata di SD YPPI-1 sebagai Siklus Belajar SD YPPI-1, sebagaimana gambar di samping: Siklus belajar di atas harus diimplementasikan secara visual dan bisa diidentifikasi bukti- buktinya agar segenap civitas sekolah termasuk para wali murid bisa memahami secara kongkrit bagaimana visi sekolah terjabarkan sampai ke tingkat yang paling kecil yaitu kegiatan belajar di kelas. Siklus belajar ini bisa dijabarkan sebagai berikut: 22
  23. 23. Siklus Belajar Tujuan Contoh Aktivitas/PengalamanTuning In: - Mengikutsertakan siswa dalam 1. Mengajukan pertanyaana. Pengetahuan yang telah dimiliki topik (brainstorming)b. Persiapan untuk mencari tahu - Mencari tahu apa yang menjadi 2. Membuat daftar pengalaman keyakinan siswa (pemahaman 3. Narasumber yang keliru) 4. Merencanakan riset - Memberi kesempatan siswa 5. Game simulasi berbagi apa yang mereka 6. Penggunaan multimedia ketahui atau keyakinan (menonton film yang terkait topik) masing-masing 7. Mengembangkan hipotesis dan - Membantu perencanaan unit prediksi guruFinding Out: - Membawa siswa ke tahap yang 1. Ekskursi/Outinga. Pengalaman langsung lebih dari apa yang telah 2. Narasumberb. Berbagi pengalaman mereka ketahui 3. Pengalaman diri sendiri/orang - Menantang ide, keyakinan dan lain/teman/orang tua nilai-nilai yang dianut siswa 4. Film/video - Memampukan siswa 5. Buku/Ensiklopedia menggunakan ketrampilan 6. Survey yang dimilikinya (contoh: 7. Websites berfikir, berkomunikasi, 8. Pertunjukan langsung bekerja sama, ketrampilan riset) dan pengetahuan dalam 23
  24. 24. mengumpulkan informasi yang baruSorting Out: - Menyortir, mengorganisir dan Mengorganisir data untuk:a. Penggodokan mempresentasian informasi 1. Membuat grafikb. Pengalaman yang dibagikan sampingan dari unit yang 2. Mengelompokkan dan melabeli sedang dibahas 3. Membuat klarifikasi nilai yang - Memberikan kesempatan bagi dianutnya siswa menggunakan gaya 4. Simulasi komputer belajarnya dalam 5. Konstruksi mendemonstrasikan 6. Bermain peran pembelajarannya 7. Representasi secara artistik (pengetahuan, ketrampilan dan 8. Produksi video nilai-nilai)Going Further: - Menambah dan memperluas 1. Meninjau ulang pertanyaan-a. Memperluas unit unit bila memungkinkan pertanyaan terdahulub. Aktivitas-aktivitas/pengalaman - Memberikan kesempatan 2. Kontrak kerja yang berhubungan kepada siswa melakukan 3. Proyek riset mini bersifat investigasi sesuai bidang yang individual atau kelompok ia minati 4. Tugas-tugas sentra - Menggunakan gaya belajar 5. Pameran pilihannya 6. Proyek komunitas - Mengemukakan perspektif lain atau dimensi yang berbeda dari topic yang sedang dibahasReflection: - Memberikan kesempatan bagi 1. Penilaian pribadi, oleh rekan, dana. Berfikir tentang unit siswa memikirkan tentang kelompokb. Mencari hubungan yang ada pembelajarannya, bagaimana 2. Membandingkan ide-ide tuning in 24
  25. 25. c. Menarik kesimpulan mereka belajar, apa yang dan ide-ide terkini mereka pelajari dan mengapa 3. Membuat tulisan - Mengidentifikasi perubahan penggeneralisasian dalam ketrampilan, 4. Jurnal (visual dan tertulis) pengetahuan dan nilai-nilai yang dianut - Menarik kesimpulan dan hubungan dari beberapa ideAction: - Mengidentifikasi apa yang telah 1. Mempublikasikan temuan misalnyaMengambil tindakan dipelajari siswa dan implikasi melalui newsletter atas apapun tindakan (action) 2. Menghubungi organisasi yang yang diambil oleh siswa berhubungan - Memungkinkan siswa 3. Membuat suatu rancangan kerja membuat pilihan dan 4. Pertunjukan bagi umum mengaplikasikan ide-ide (performance) mereka - Menghubungkan apa yang telah mereka pelajari dengan situasi sebenarnya.4. Stand Alone: mata pelajaran lain yang tidak bisa terintegrasikan ke dalam tema akan berjalan sendiri sesuai KTSP. Cara belajar dan assessment tetap sesuai dengan standar kurikulum SD YPPI-1. Rencana pengajaran dan pembelajaran stand alone ini terpetakan dalam silabus dan rencana pengajaran/RPP.2. Pola Assessment 25
  26. 26. - Mendukung keseimbangan model assessments, di mana di dalamnya termasuk penilaian kelas formative dan summative yang efektif. Wujud dari penilaian fomative bisa berupa: anecdotal records, quiz, penilaian observasional dan tugas terstruktur lainnya. Sedangkan penilaian kelas summative difokuskan kepada project based-assessment, dengan menggunakan rubrik penilaian sebagai acuan penilaian. Mata pelajaran Stand Alone juga mengacu kepada mainstream pola penilaian kelas ini, meskipun untuk kepentingan UASBN maka ujian tulis tetap diakomodasi penggunaannya, asalkan tetap berpijak pada kualitas soal yang memancing untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking). - Menekankan pada masukan (feedback) yang berguna bagi performa siswa yang tergambarkan dalam pembelajaran sehari- hari yang diwujudkan dalam deskripsi perkembangan siswa. Deskripsi perkembangan siswa ini akan memberikan informasi kepada orang tua mengenai proses yang dialami sang anak di sekolah dan bagaimana si anak ini mengalami dan menjalani proses tersebut. Penekanannya bukan pada pencapaian tetapi lebih kepada perbaikan diri secara sistematis dengan kesadaran reflektif yang tinggi. - Mengembangkan portofolio karya siswa yang mendemonstrasikan penguasaan ketrampilan abad 21 dalam jenjang ekspektasi yang tinggi.B. Struktur & Muatan Kurikulum SD YPPI 1 ALOKASI WAKTU NO KOMPONEN KELAS 1 2 3 4 5 6 1 Agama 2 2 2 2 2 2 2 PPKN/Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 6 6 6 6 7 7 26
  27. 27. 4 Matematika 8 8 8 8 8 85 Sains 2 2 4 4 4 56 IPS 2 2 4 4 4 57 Ketrampilan dan Seni (Ketrampilan plus satu dari a-g) a. Seni Suara dan Musik 2 2 2 2 2 2 b. Seni Lukis 2 2 2 2 2 2 c. Seni Tari 2 2 2 2 f. Sport Dance 2 2 g. Catur 2 2 h. Ketrampilan 2 2 2 2 2 28 Muatan Lokal a. Bahasa Mandarin 2 2 2 2 2 2 b. Bahasa Daerah 1 1 19 Muatan Keunggulan Global a. Bahasa Inggris 4 6 6 6 5 5 b. Komputer/Teknologi Informasi 2 2 2 2 2 2 c. Robotika 2 2 2 2 2 2 27
  28. 28. 10 Physical Education (PE) a. Olah Raga + Taichi + Senam 3 3 3 4 4 411 Pengembangan Diri a. Renang 2 b. Silent Reading 1 1 1 c. Exploring and Enrichment Session 4 4 5 7 7 7 Jumlah 45 45 50 55 55 554. Ketuntasan Belajar Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. STANDAR KETUNTASAN BELAJAR SD YPPI-1 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2010 – 2011 NO KOMPONEN KETUNTASAN BELAJAR A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 70 % 2. Pendidikan kewarganegaraan dan kepribadian 65 % 3. Bahasa Indonesia 70 % 4. Matematika 60 % 5. Ilmu Pengetahuan Alam 65 % 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 65 % 7. Seni Budaya dan ketrampilan 70 % 28
  29. 29. 8. Pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan 75 % B. Muatan Lokal 1. Bahasa Inggris 70 % 2. Bahasa Daerah 60 % C. Muatan Keunggulan Global: - Robotika6. Kenaikan Kelas Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria dan penentuan kenaikan kelas adalah sebagai berikut. a. Kriteria kenaikan kelas 1) Nilai rapor diambil dari nilai pengamatan, nilai harian, nilai tugas/PR, nilai tes tengah semester dan nilai tes akhir semester dijumlahkan untuk mencari nilai rata-rata setiap siswa dalam satu mata pelajaran, yang sesuai dengan standart ketuntasan belajar (SKB) di SD YPPI-1 Surabaya. 2) Memiliki rapor di kelasnya masing-masing. b. Penentuan kenaikan kelas 1) Penentuan siswa yang naik kelas dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan SKB, sikap/penilaian/budi pekerti dan kehadiran siswa yang bersangkutan. 2) Siswa yang dinyatakan naik kelas, rapornya dituliskan naik ke kelas ... 3) Siswa yang tidak naik kelas harus mengulang di kelasnya. 29
  30. 30. 7. Kelulusan Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan; c. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan d. Lulus Ujian Nasional Kriteria dan Penentuan kelulusan a. Kriteria kelulusan Hasil ujian dituangkan ke dalam blangko daftar nilai ujian. Hasil ujian dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan sekolah untuk penentuan kelulusan dengan kriteria sebagai berikut : 1) Memiliki rapor kelas VI. 2) Telah mengikuti ujian sekolah dan memiliki nilai untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, minimal nilai masing- masing mata pelajaran 6,00 a. Penentuan kelulusan 1) Penentuan siswa yang lulus dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat dewan guru dengan mempertimbangkan nilai rapor, nilai ujian sekolah, sikap/prilaku/ budi pekerti siswa yang bersangkutan dan memenuhi kriteria kelulusan. 2) Siswa yang dinyatakan lulus diberi ijazah, dan rapor sampai dengan semester 2 kelas VI Sekolah Dasar. 3) Siswa yang tidak lulus tidak memperoleh ijazah dan mengulang di kelas terakhir. 30
  31. 31. BAB IV. KALENDER PENDIDIKANKalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalenderpendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Kalenderpendidikan YPPI dibuat secara sentral sehingga setiap tahun akan berubah menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah YPPI. 31

×