Proposal E Learning

34,302
-1

Published on

Contoh Proposal E Learning

Published in: Education, Business
9 Comments
23 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
34,302
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
2,554
Comments
9
Likes
23
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Proposal E Learning

  1. 1. SKRIPSI ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI E – LEARNING BERBASIS WEB PADA SMK NEGERI 1 PUNGGING Disusun Oleh : RENDRA KURNIAWAN 06.2009.1.04900 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA 2009
  2. 2. ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI E – LEARNING BERBASIS WEB PADA SMK NEGERI 1 PUNGGING SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk gelar kesarjanaan pada Jurusan Teknik Informatika Jenjang Pendidikan Strata - 1 Oleh : Rendra Kurniawan 06.2009.1.04900 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA 2009 ANALISIS DAN PERANCANGAN ii
  3. 3. APLIKASI E – LEARNING BERBASIS WEB PADA SMK NEGERI 1 PUNGGING Rendra Kurniawan ( 06.2009.1.04900 ) Abstrak Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisis sistem dan merancang aplikasi E-Learning berbasis web pada SMK Negeri 1 Pungging agar dapat membantu dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan dapat membantu masalah yang dihadapi guru dan siswa di luar jam pelajaran, seperti kurangnya waktu komunikasi antara guru dan siswa, pencarian informasi mengenai materi yang diajarkan, dan tentunya untuk memudahkan guru dalam pemberian materi kepada siswa. Hasil yang dicapai adalah ketersediaan aplikasi pendukung kegiatan belajar mengajar yang dapat diperoleh tanpa terikat waktu dan tempat. Kesimpulan dengan adanya E-Learning berbasis web ini adalah memudahkan komunikasi guru dan siswa, pemberian materi, kemudahan pemberian tugas dan pengumpulan tugas, serta memudahkan penginformasian nilai. KATA PENGANTAR iii
  4. 4. Dengan mengucapkan puji syukur yang sebesarnya-besarnya kehadirat Allah SWT berkat dan rahmat yang dilimpahkan Nya. Karena akhirnya dapat menyelesaikan skripsi yang menjadi satu persyaratan kelulusan di Intitut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Selama dalam proses penulisan skripsi ini, saya menemui banyak halangan, maka dalam kesempatan yang berharga ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Guru Pembimbing, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pungging, Rektor dan Dekan ITATS, Ketua Jurusan Teknik Informatika, keluarga dan sahabat saya yang telah membimbing dan membantu secara langsung maupun tidak langsung sehingga saya dapat meyelesaikan skripsi ini dengan baik. Saya sadar bahwa dalam penulisan skripsi ini terdapat kekurangan, baik isi maupun bentuknya. Oleh karena itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya bila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Skripsi ini murni dari hasil survey yang dilakukan penulis pada SMK Negeri 1 Pungging. Harapan saya begitu besar, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membacanya. Tidak lupa saya menunggu kritik dan saran yang dapat menyempurnakan penulisan skripsi ini. Surabaya, 25 Oktober 2009 Penulis DAFTAR ISI iv
  5. 5. Halaman Judul Luar ………………………………………………… i Halaman Judul Dalam ……………………………………………….... ii Abstrak ………………………………………………………………… iii Kata Pengantar ………………………………………………………… iv Daftar Isi ………………………………………………………………… v BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ………………………………………… 1 1.2 Rumusan Masalah ………………………………………… 2 1.3 Batasan Maslah ………………………………………… 2 1.4 Manfaat & Tujuan ………………………………………… 3 1.5 Metodologi ………………………………………………… 3 BAB II LANDASAN TEORI & PERANCANGAN 2.1 Pengertian Sistem ………………………………………… 4 2.2 Konsep Analisis & Perancangan ………………………… 4 2.3 Internet ………………………………………………… 4 2.4 E Learning ………………………………………………… 6 2.5 Basis Data ………………………………………………… 7 2.6 UML ………………………………………………………… 8 2.7 Teori Khusus ………………………………………………… 8 2.8 Kebutuhan Perangkat Keras ………………………… 11 2.9 Kebutuhan Perangkat Lunak ………………………… 12 2.10 Perancangan Sistem ………………………………… 13 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ………………………………………………… 14 3.2 Saran ………………………………………………………… 14 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………… 15 BAB I PENDAHULUAN v
  6. 6. 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang dikenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke bentuk digital, baik secara isi dan sistemnya. Saat ini konsep e-Learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-Learning di lembaga pendidikan maupun industri. Sebagai sekolah menengah kejuruan terbaik di Mojokerto, SMKN 1 Pungging berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Teknologi Informasi. Selama ini semua proses pembelajaran di SMKN 1 Pungging masih bersifat konvensional, dengan kata lain bahwa proses belajar mengajar antara siswa dengan guru hanya dapat dilakukan dengan syarat terjadinya pertemuan antara siswa dengan guru di dalam kelas. Jika pertemuan antara siswa dengan guru tidak terjadi maka secara otomatis proses pembelajaran pun tidak dapat dilaksanakan. Selain itu proses transfer ilmu pengetahuan hampir sepenuhnya dilakukan di dalam kelas yang menyebabkan transfer ilmu pengetahuan bisa terlambat jika pertemuan tidak terjadi. Keadaan seperti ini sangat jelas dapat menghambat proses pembelajaran di SMKN 1 Pungging yang dapat berakibat berkurangnya pemahaman siswa terhadap suatu materi pelajaran. Di sisi lain SMKN 1 Pungging belum mempunyai suatu sarana untuk mengelola dan memudahkan dalam penyebaran artikel, makalah, maupun ilmu pengetahuan lain khususnya di bidang TI yang ditujukan untuk memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat umum. Maka perlu dibuat suatu aplikasi e- Learning berbasis web yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja sehingga mendukung proses pendidikan di SMKN 1 Pungging serta mempermudah dalam penyebaran ilmu pengetahuan kepada masyarakat umum. E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung pengembangan kegiatan belajar mengajar dengan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Dengan e-Learning vi
  7. 7. memungkinkan terjadinya proses pendidikan tanpa melalui tatap muka langsung dan pengembangan ilmu pengetahuan kepada siswa bisa dilakukan dengan mudah. 1.2 Rumusan Masalah Melihat latar belakang masalah tersebut, serta membaca dokumentasi dan referensi seputar pembuatan, penerapan dan pengembangan aplikasi e-Learning, maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan sebagai berikut: a. Bagaimana merancang suatu aplikasi e - Learning di SMKN 1 Pungging berbasis web menggunakan perangkat lunak Macromedia Dreamweaver 8 ? b. Bagaimana menerapkan aplikasi e-Learning di SMKN 1 Pungging sehingga mampu mendukung kegiatan belajar mengajar ? 1.3 Batasan Masalah Penulisan Skripsi ini hanya membatasi beberapa permasalahan, yaitu : a. Aplikasi e-Learning menggunakan metode Asynchronous Learning. b. Perancangan aplikasi e-Learning menggunakan software Macromedia Dreamweaver 8. c. Instalasi software pendukung yaitu XAMPP yang meliputi Apache, database MySql, PHP MyAdmin dan FileZilla. d. Implementasi e-Learning di SMKN 1 Pungging berbasis web sehingga dapat mendukung kegiatan belajar mengajar di Lingkungan SMKN 1 Pungging, meliputi pengolahan data sebagai berikut : 1) User (Administrator, Guru, Siswa dan Guest). 2) Materi Pelajaran (Upload dan Download). 3) Info, Forum. 4) Kuis / Ujian. 1.4 Tujuan & Manfaat 1. Tujuan vii
  8. 8. Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk merancang aplikasi E- learning yang berbasiskan web pada SMKN 1 Pungging untuk meminimalisir kesulitan para siswa, dan guru dalam KBM. 2. Manfaat 1. Dapat memudahkan para siswa untuk memperoleh materi. 2. Memudahkan para guru untuk dapat mendistribusikan materi 3. Memudahkan pihak sekolah memberikan suatu pengumuman. 1.5 Metodologi Metode yang akan dalam penulisan skripsi ini meliputi dua bagian yaitu metode analisis dan metode perancangan. 1. Metode Analisis a. Pengamatan : melakukan pengawasan terhadap kegiatan sekolah yang berhubungan dengan pembuatan aplikasi E-learning. b. Wawancara : melakukan tanya jawab, meminta keterangan atau pendapat mengenai aplikasi E-learning kepada warga sekolah. c. Kuesioner : membuat alat riset atau survey yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis. d. d. Studi Pustaka : melakukan penelitian melalui buku-buku yang memuat berbagai macam materi tentang aplikasi E-learning. 2. Metode Perancangan menggunakan metode perancangan berbasis object oriented melalui tahapan : a. Pembuatan Unified Modelling Language (UML) b. Pembuatan rancangan basis data c. Pembuatan rancangan layar. BAB II LANDASAN TEORI DAN PERANCANGAN 2.1 Pengertian Sistem viii
  9. 9. Pengertian sistem sudah umum dan biasa dipakai dalam kehidupan sehari- hari, misalnya sistem pengajaran, sistem komputer, sistem tata surya, dan masih banyak lagi. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengartikan sistem sebagai suatu wadah yang menampung beberapa elemen yang saling berinteraksi didalamnya. 2.2 Konsep Analisis & Perancangan 2.2.1 Analisis Sistem Menurut Laudon dan kawan-kawan (1998, p400-401) analisis sistem adalah suatu proses analisa terhadap masalah yang akan diselesaikan oleh sebuah organisasi dengan menggunakan sistem informasi, yang terdiri dari pendefinisian masalah dan identifikasi spesifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh solusi dari sistem 2.2.2 Perancangan Sistem Menurut Alter (1999, p383) perancangan sistem adalah bagian dari perencanaan bisnis yang berhubungan dengan penyebaran sumber daya sistem informasi perusahaan yang mencakup manusia, perangkat keras dan perangkat lunak. 2.3 Internet Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer ix
  10. 10. yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet. 2.3.2 Peranan Sistus Web Sebelumnya penyebaran informasi lebih banyak dilakukan melalui media cetak (surat kabar, majalah, buku, atau brosur). Proses ini dapat memakan waktu cukup lama, bahkan hingga berhari-hari. Belum lagi ditambah dengan waktu pengiriman yang sangat tergantung pada lokasi yang dituju. Kehadiran web menjadikan internet mengalami banyak sekali perubahan. Dengan menggunakan format HTML (Hypertext Markup Language), sebuah dokumen dapat memuat teks dan gambar sekaligus. Bahkan dengan perkembangan HTML, dokumen dalam bentuk multimedia (perpaduan grafik, animasi, suara, dan video) mampu ditampilkan. Internet tidak hanya tempat orang berkomunikasi, tetapi juga menjadi tempat orang mendapatkan berita, informasi, dan pengetahuan. Di negara yang maju, ada yang menggunakan internet sebagai sambungan untuk video. Dengan demikian, informasi yang tersedia di internet akan menjadi daya tarik bagi semua orang. x
  11. 11. 2.3.3 Web Server Suatu aplikasi yang jalan pada suatu situs web dan bertanggung jawab untuk merespon permintaan file dari web browser. Dalam melakukan permintaan suatu halaman pada suatu situs web, browser melakukan koneksi ke suatu server dengan protokol HTTP. Server akan menanggapi koneksi tersebut dengan mengirimkan isi file yang diminta dan memutuskan koneksi tersebut. Web Browser kemudian memformat informasi yang didapat dari server. Pada bagian server, browser yang berbeda dapat melakukan koneksi pada server yang sama untuk memperoleh informasi yang sama. Dalam memberikan halaman yang diminta web server dapat melakukan kerja sama dengan server lain seperti Aplikasi Server. 2.3.4 Web Browser Software yang dijalankan pada komputer pengguna (client) yang meminta informasi dari server web dan menampilkannya sesuai dengan file data itu sendiri. Tugas utama dari web browser adalah mendapatkan dokumen dari web lalu memformat dokumen tersebut bagi pengguna. Untuk mendapatkan halaman tersebut, harus diberikan alamat dari dokumen tersebut. 2.4 Electronic Learning Sistem Pembelajaran Elektronik atau E - Pembelajaran (Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. 2.4.1 Plus Minus E-Learning Seperti Sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah xi
  12. 12. mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan pengajar maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan- bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents writer", designer e-learning dan pemrogram komputer. Dengan adanya e-learning para pengajar akan lebih mudah : 1. Melakukan pemutakhiran bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan. 2. Melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e- learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. 2.5 Basis Data Sistem basis data merupakan penyimpanan informasi yang terorganisasi secara komputerisasi sehingga memudahkan pemakai dalam pengolahannya dan penggunaannya (Subekti, 1997, p1). Pada saa ini sistem basis data sudah dikembangkan pada mesin - mesin komputer kecil sampai komputer yang lebih besar seperti mainframe. Tujuan dari hal tersebut secara keseluruhan adalah untuk melakukan perawatan informasi dan menyajikannya kapan saja dibutuhkan oleh pengguna. xii
  13. 13. 2.6 Unified Modelling Language ( UML ) Menurut Grady Booch(1998,p13), UML adalah bahasa standard untuk software blueprints. UML digunakan untuk menggambarkan, menspesifikasikan, merancang, dan dokumentasi dari artfacts of a software-intensive system. Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, menggambarkan, dan membangun sistem perangkat lunak seperti halnya pada business modelling dan sistem lainnya. 2.7 Teori Khusus Yang Berhubungan 2.7.1 HTML ( Hyper Text Markup Language ) HTML merupakan kepanjangan dari Hyper Text Markup Language adalah suatu bahasa yang digunakan untuk membuat halaman- halaman hypertext (hypertext page) pada internet. Dengan konsep hypertext ini, untuk membaca suatu dokumen anda tidak harus melakukannya secara urut, baris demi baris, atau halaman demi halaman. Tetapi anda tidak dapat dengan mudah melompat dari satu topik ke topic lainnya yang anda sukai, seperti halnya jika anda melakukan pada online Help dari suatu aplikasi Windows. HTML dirancang untuk digunakan tanpa tergantung pada suatu platform tertentu (platform independent). 2.7.2 PHP ( Hypertext Preproccessor ) PHP diciptakan oleh Rasmus Lerdorf, seorang pemrogram C yang handal. Semula PHP hanya digunakan untuk mencatat jumlah pengunjung pada homepagenya. Rasmus adalah seorang pendukung open source. Karena itulah ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Setelah mempelajari YACC dan GNU Bison, Rasmus menambah kemampuan PHP 1.0 dan menerbitkan PHP 2.0. PHP mudah dibuat dan cepat dijalankan, PHP dapat berjalan dalam web server yang berbeda dan dalam sistem operasi yang berbeda pula. PHP dapat berjalan di sistem operasi UNIX, Windows 98, Windows XP, Windows NT, dan Macintosh. xiii
  14. 14. 2.7.2.1Sejarah PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode sumber tersebut dan menamakannya PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dari PHP/FI adalah Personal Home Page/Form Interpreter. Dengan pelepasan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter sudah diimplementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan. Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend, menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0. Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi. Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Versi ini adalah versi mutakhir dari PHP. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Dalam versi ini juga dikenalkan model pemrograman berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah pemrograman berorientasi objek. xiv
  15. 15. 2.7.2.2 Pengertian Menurut Luke Welling dan Laura Thomson(2001,p1), PHP adalah server-side scripting language yang didesain secara spesifik untuk web. Dalam page HTML, dapat dimasukkan code PHP yang akan dieksekusi setiap kali halaman dikunjungi. PHP code diterjemahkan di web-server dan dirubah menjadi HTML atau output lain yang akan dilihat oleh pengunjung halaman. PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah phpBB dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain. 2.7.2.3 Kelebihan  PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.  Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan konfigurasi yang relatif mudah.  Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.  Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime xv
  16. 16. melalui console serta juga dapat menjalankan perintah- perintah system. 2.7.2.4 Kekurangan Selain berbagai kemudahan, PHP memiliki beberapa masalah atau kekurangan. Pertama, dari segi bahasa ia bukanlah bahasa yang ideal untuk pengembangan berskala besar. Kekurangan utama adalah tidak adanya namespace. Namespace merupakan sebuah cara untuk mengelompokkan nama variabel atau fungsi dalam susunan hirarkis 2.7.3 MySQL MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL. MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. 2.8 Kebutuhan Perangkat Keras Pada aplikasi E-learning yang saya buat, dibutuhkan berbagai perangkat xvi
  17. 17. keras yang memadai agar aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik. Untuk dapat menjalankannya, perangkat keras yang dibutuhkan oleh server adalah sebagai berikut : 1. Pentium 4, Memori 1GB 2. Harddisk 25GB, VGA card 512MB onboard 3. Koneksi internet Untuk client, spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan website aplikasi E-learning tidak butuh secanggih perangkat keras yang dibutuhkan server karena client tidak menjalankan aplikasi yang berat. Perangkat keras yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Pentium 3, 600MHz, Memori 128MB 2. Harddisk 20GB, VGA card 128MB onboard 3. Koneksi internet 2.9 Kebutuhan Perangkat Lunak Untuk menjalankan website aplikasi E-learning dibutuhkan spesifikasi minimum piranti lunak untuk dapat menjalankannya, antara lain : 1. Server : a. OS ( Windows / Linux ) b. Tools Editor ( Macromedia Dreamweaver, Photoshop, dll ) c. Web Server ( Appserv ) d. Browser ( Mozilla Fireox, Internet Explorer ) 2. Client : a. OS ( Windows / Linux ) b. Web Server ( Appserv ) c. Browser ( Mozilla Fireox, Internet Explorer ) 2.10 Perancangan Sistem xvii
  18. 18. Gambar 1.1 Perancangan E – Learning Berbasis Web Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Bulan No Kegiatan Okt Nov Des Jan 1 Pengumpulan Data Perancangan dan Pembuatan Algorithma 2 Pemrograman 3 Uji Aplikasi 4 Analisa BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan Kesimpulan dengan adanya E-Learning berbasis web ini adalah xviii
  19. 19. memudahkan komunikasi guru dan siswa, pemberian materi, kemudahan pemberian tugas dan pengumpulan tugas, serta memudahkan penginformasian nilai. E-Learning memungkinkan kita dapat belajar di luar atau jam sekolah, memberi suasana yang berbeda karena belajar tidak di dalam kelas dan dengan satu fasilitas website sehingga akan terasa lebih menyenangkan. 3.2 Saran Aplikasi e-learning pada SMKN 1 Pungging masih dapat dikembangkan lagi. Dibawah ini adalah beberapa saran untuk pengembangan aplikasi e-learning SMKN 1 Pungging, yaitu : 1. Aplikasi e-learning ini memerlukan maintenance secara rutin agar aplikasi ini dapat selalu mengikuti perkembangan kurikulum pembelajaran yang selalu berubah-ubah. Seperti format pemberian nilai dan distribusi materi pelajaran. 2. Aplikasi e-learning ini juga masih dapat ditambahkan dengan fitur-fitur multimedia yang berhubungan dengan kebutuhan pembelajaran dan sekolah. 3. Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, sistem keamanan aplikasi ini juga harus selalu ditingkatkan agar kerahasiaan data-data SMKN 1 Pungging tetap terjaga. DAFTAR PUSTAKA Annonymous, http://id.wikipedia.org www.kaskus.us. www.moodle.org/forum. xix
  20. 20. Satria Wahono, Romi. 2003. Pengantar e-Learning dan Pengembangannya. www.ilmukomputer.com. Rahardja, B. 2001. Internet untuk Pendidikan. http://budi.insan.co.id/internet- pendidikan.doc. Effendi, Empy, SE., MBA, dan Hartono Zhuang, ST., MBA. 2008. e-Learning Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi. Koran, Jaya Kumar C. 2001. Aplikasi E-learning dalam Pengajaran dan Pembelajaran di Sekolah-Sekolah Malaysia. http://www.tutor.com.my/tutor/pix/2001/0716/DuniaPendidikan/Kertas_K erja/kk_01.PDF. xx

×