• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
5,169
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
16
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. “Born This Way” Karya : Rendra Fauzi (SMAN 1 MATARAM, NTB) @rendrafauzi6 Hari adalah hari yang indah dan akan selalu indah, itulah kata-kata yang terucap oleh 3orang teman, sahabat, serta saudara ini. Mereka memang selalu mengatakan hal tersebut ketikamereka bertemu maupun akan berpisah. Mereka bertiga merupakan bagian antar hidup masingmasing. Mereka adalah Septia, Yana, dan Adit. Mereka bertiga memang telah bersahabat sejak mereka duduk dibangku Taman Kanak-kanak hingga sekarang, persahabatan yang telah melewati pahit manisnya kehidupan sehingga telahterjalin hubungan yang akrab , sangat akrab , dan selalu akan akrab.Suatu Hari nan Indah “ halo mas bro” sahut septia pada adit “Halo mbak bro” jawab adit “yana dimana ya, lama sekali. Katanya tadi dia mau diantar ke tempat les tapi dia tidakdatang- datang ya?’’ tanya septia “Nah sepertinya dia masih masak mungkin, tau lah dia tiada hari tanpa mengoreng,menumis, merebus, dan yang lainnya!” “ya juga ya , mengapa sy tidak berfikir seperti itu tadi?” kata septi “kalau begitu saya duluan ya. Saya ada latihan basket nih” “ya sdh kalau gitu , saya cari dia kerumahnya saja , kebetulan saya juga ada latihanmenyanyi nih” Septi pun segera berangkat menuju rumah yana . sesampainya disana , ternyata orang yangdia tunggu sedang membersihkan rumah, langsung saja septi berteriak begitu kencangnya. “Yanaaaaaaaaa” sahut septi “ya septi ngapain teriak sih, ada apa?” tanya yana “ada apa ada apa kamu , katanya mau diantar les kemarin tapi kok sekarang belum siap?” “oh iya , saya lupa kasih tahu kamu , saya gak jadi les hari ini soalnya pak burhan adakerjaan lain, hehehe maaf maaf maaf. Ya ya ya” sahut “ya udah deh kalau begitu saya berangkat duluan dah , ada latihan nyanyi ni”
  • 2. “buru-buru banget kamu sep? Masuk bentar dulu yok. Nanti aku buatkan kue kesukaankamu deh.” “lain kali aja yan , udah telat. Takut mama Fit marah , hhhee” Di dalam rumah yana “wah siapa yang masak nih?” tanya papa “yana dong pa, siapa lagi yang bisa masak seenak ini selain dia”jawab kakak “ah kakak mah berlebihan” seru yana malu “wah kalau begini terus bisa buka restoran nih keluarga kita?” kata papa “hahahaha papa bercanda terus, dimakan gih makannanya. Ntar dinign gak enak” seru yana SETELAH MAKAN “ hmmmm benar benar lezat masakanmu dek” ujar kakak “ terima kasih kak” kata yana “kalau begini papa sangat setuju untuk memasukkanmu ke fakultas pariwisata, bagaimanamenurutmu kak ” tanya papa “ setuju sekali pa , biar nanti kalau kita kelaparan tinggal masuk restoran yana” “ya pa, yana juga ingin masuk fakultas itu, berarti papa sama kakak mengizinkan yana masukfakultas itu kan?” tanya yana “pastinya dong” jawab papa dan kakakDi rumah adit “adit ayah ingin berbicara dengan kamu, “ kata ayah adit’ “ya ayah ada apa?” jawab adit “ kamu adalah satu satunya anak laki-laki ayah, ayah ingin kamu meneruskan perushaanayah ini” kata ayahnya “tapi ayah , aku kan tidak bisa berbisnis, aku lebih suka bermain basket dan olahraga” kataadit “ya , tapi hobi itu tidak akan menjanjikan masa depan yang manis bagimu, kamu harusmasuk fakultas ekonomi, belajar berbisnis dan meneruskan perusahaan ayah ini!!” tegas ayahnyaAdit berpikir keras dalam hati
  • 3. “aku perlu waktu untuk menjawabnya yah” kata dit sambil meninggalkan ruanganSementara di waktu yang hampir sama di rumah septi, kedua orang tuanya masih duduk di kursitamu “assalamualikum” kata septi “walikum salam, hah akhirnya kamu pulang ndo” kata ibu septi “ya septi , kamu ini pergi kemana saja sih! Jam segini baru pulang.” kata bapak septi “aku latihan menyanyi seperti biasa bapak” jawab septi “menyanyi-nyanyi terus kamu ini. Apa kamu hidup hanya untuk bernyanyi?” seru bapak “tidak pak” jawab septi“ ya ndo, bok kamu seharusnya mulai memikrkan untuk masuk fakultas apa nantinya” seru ibu“ya bu, septi sudah memutuskan untuk masuk fakultas seni” jawab septi“ apaaaaaaaaaaaaaa?” kaget kedua orangtuanya“ kamu tidak akan bapak izinkan masuk fakultas seni, mau jadi apa kamu nanti?” tegas bapak“ tapi septi sudah mendapatkan beasiswa di fakultas seni. Tidak mungkin septi buang beasiswa itubegitu saja” tegas septi“walaupun begitu ndo, kamu tidak boleh masuk fakultas seni, kamu harus jadi pengacara sepertibapak, ingat itu tradisi keluarga”kata ibu“bu septi memang senang untuk membela orang , apalagi membela yang tidak bersalah , tapi jiwasepti adalah menyanyi, “ kata septi“ turut lah kata- kata orang tua mu ini ndo, kamu sebaiknya memikirkannya kembali”“baik bu, akan septi coba pikirkan lagi” kata septi Pada suatu hari ke tiga sahabat ini berkumpul di tempat kesukaan mereka,namun kali inimereka tampak tak begitu ceria seperti hari biasanya, terlihat wajah septi dan adit murung , laluyana memulai pembicaraan“ ya Tuhan kalian berdua ini lesu sekali seperti ayam kurang makan saja” kata yana“ya ni , saya lagi mikir berat tentang sesuatu” kata septi“ saya juga” kata adit“kalian mikirin apa,mikirin UN kita besok ya, sudahlah kalau masalah Un kita jangan terlalu pikirkan.Lagi pula kita kan sudah berusaha dengan belajar serta diiringi dengan doa, jadi tinggal pasrahkansaja pada Tuhan” kata yana memberikan solusi yang bertemakan UN. walaupun sebenarnya dia tidaktahu apa yang kedua sahabatnya ini pikirkan.
  • 4. “ Bukan masalah UN yana” kata adit“lah terus maslah apa?” tanya yana kembali“ ini tentang masa depan,” kata septi“Masa depan” tanya yana bingung.“i ya masa depan! tadi malam saya mendapat tugas dari orang tua untuk melanjutkan perusahaanbisnis nya, beliau menyuruh saya untuk masuk jurusan ekonomi , dan tidak mengizinkan saya untukmengambil jurusan olahraga basket” kata adit“ benar, saya juga diperintahkan oleh ibu untuk masuk fakultas hukum, untuk menjadi pengacara.Tapi aku igin masuk fakultas seni” kata septi“lah kalian lantas mau? Bukan kah kalian sudah punya cita-cita dari kecil. Adit , bukannya kamu inginmenjadi pemain basket kelas NBA, lalu septi bukannya kamu ingin menjadi penyanyi terkenal, hahkenapa kalian berubah pikiran seperti ini sekarang?” tanya yana dengan nada tegas“ aku juga berpikr seperti itu, tapi aku juga punya masa depan yang harus aku gapai, aku memangcinta menyanyi , aku memang cinta lagu, nada, dan musik. tapi aku juga harus ingat kalau akumembutuhkan pekerjaan yang menjanjikan untuk masa depan ku nanti” seru septi“betul kata septi yan, kita tidak bisa berkembang dengan bakat hanya seperti ini, kita tidak akan jadisukses, kita tidak bisa berhasil kalau hanya bekerja dengan bakat kita ini” tegas adit“ jadi kalian pikir dengan bakat kita ini, kita hanya akan jadi pengangguran atau orang yang takberguna? lantas untuk apa kalian meluangkan waktu kalian selama ini untuk berlatih menyanyi danbermain basket, untuk apa hah?” tanya yana dengan keras“itu bukan bakat yana, itu hanya sekedar HOBI yang kita lakukan, bukan untuk menjadi pekerjaan.mungkin ini waktunya untuk kita harus berpikir kalau kita sudah dewasa, kita akan membutuhkanuang, pekerjaan, dan pastinya masa depan yang menjanjikan , jadi kita harus tinggalkan hobi kita ini”seru adit“ aku akan mendukung jika memang ini keputusan kalian berdua, tapi aku juga akan membuktikanbahwa kemampuan kita ini bukan Hobi yang hanya bersifat sementara , namun merupakananugerah dari Tuhan yang diberikan khusus bagi kita, kita yang terpilih” ucap yana mengakhiriperbincangan.Waktu ujian telah Usai , sekarang tiab waktunya pengumuman :“ anak –anak ku sekalian, terima kasih atas perjuangan kalian selam 3 tahun ini untuk belajar denganrajin di sekolah ini” sambut pak Kepsek“ya pak” sahut semua anak“ujian memang telah usai anak anak , tapi perjuangan kalian belum berakhir, kalian masihmemerlukan perjuangan serta usaha terutama untuk masa depan kalian” seru pak kepsek
  • 5. “ya pak”“dan akhirnya sekarang bapak akan mengumumkan bahwa semua anak kelas 3 lulus ujian “ seru pakkepsek“ horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee” sorak semua anak.Setelah kelulusan , mereka ber3 berkumpul“horeeee” sorak mereka bertiga“akhirnya kita sekarang lulus SMA ya kawan” seru adit“ya. tidak terasa waktu sudah bergulir begitu cepat” kata yana“dan sekrang kita harus berpisah” kata septi“jadi kalian akan menuruti keinginan orang tua kalian? “ tanya yana“ya” jawab adit dan septi“ baiklah kalau seperti begitu, aku akan tetap mendukung kalian, karena kita sahabat serta saudara”kata yanaAkhirnya ketiga sahabat ini harus berpisah untuk sementara, adit akan pergi ke yogjarta untukmenempuh studinya, septi akan ke jakarta, dan yana akan tetap untuk tinggal disini untuk memulaiperjuangan baru.4 tahun kemudianYana yang sudah menyelesaikan kuliahnya kini mencoba untuk memulai usaha baru sebagaipembuat kue, ia membuka sebuah kedai kecil sebagai awal usahanya.Ayo silahkan dipilih kuenya, mari mari ” seru yanaSetelah seharian berdagang baru ada beberapa kuenya yg terjual, yana agak sedih dengan hasilpenjualannya hari ini. ia memutuskan untuk berhenti berjualan untuk hari ini, ia sadar bahwa ia akanmerugi kali ini. tapi ia harus tetap semangat dan tidak boleh putus asa.dalam perjalanan pulang , ia mampir disebuah toko bahan-bahan kue untuk membeli bahan kueuntuk esok hari.“mas ada tepung, telur, backing powder, sama coklatnya” tanya yana“ada mbak” jawab pedagang yang ternyata adalah teman SMAnya dulu. tono“lho tono?”tanya yana“yana?” seru tono“hey ternyata sekarang kamu menjadi pedagang di toko?” tanya tono“ya yana, saya membuka usaha kecil-kecilan untuk memenuh kebuuhan, ya lumayanlah untukmakan sehri-hari” jawab tono, “lantas kamu sekarang jadi apa?” tanya tono
  • 6. “saya hampir sama denganmu , membuka usaha kedai kue, tapi saya baru mulai dan hasilnya untuksaat ini belum terlalu bagus, mungkin kue ku tidak enak” seru yana“hahaha pasti kamu bercanda. perasaan kue mu dulu sangat enak bahkan sering dijadikan makananjika ada acara sekolah, hmmm mungkin bukan masalah kuemu tapi mungkin ada yang salah dengancaramu berdagang?” seru tonoSetelah berbincang bincang, yana pun diberikan beberapa trik-trik dalam berdagang yang unik ,namun tetap sopan dan baik. Akhirnya yana mencoba untuk menerapkan usulan dari tono tadi.Mari bu mari di beli kuenya ada rasa coklat, stoberi, dan madu (kasi yang unik)Setelah seharian berdagang semua kue jualan yana terjual, yana sangat bersyukur atas yangdidapatkannya hari ini.setelah membereskan kedainya ia memutuskan untuk mencari tono, untukmengucapkan terima kasih. Semenjak hari itu hubungan antara yana dan tono semakin dekat,hubungan yang awalnya hanya sebatas teman biasa , lama-lama berubah menjadi cinta.Ditempat yang berbeda septi telah berhasil meraih gelar sarjana hukumnya, ia sekarang bekerjasebagi salah satu pengacara di Jakarta“yang Mulia , seharusnya terdakwa ini tidak dinyatakn bersalah karena bukti yang diberikan tidakbenar adanya” kata septi“ baiklah jadi sidang memutuskan bahwa terdakwa tidak bersalah” kata hakim mengakhiri sidang.“wah anda benar-benar hebat, anda dapat menyelesaikan kasus rumit ini hanya dalam beberapa kalisidang saja. anda patut di acungi jempol” kata salah seorang“terima kasih” jawab septisepti memang sekarng menjadi pengacara handal seperti yang diharapkan oleh kedua orangtuanya,namun ada yang hilang dalam diri septi sekarang ini, ada bagian dari dirinya yang ia sembunyikansehingga membuatnya terasa seperti menjadi orang lain.Hal ini lebih terlihat lagi ketika ia sedang beristirahat sejenak disuatu cafe. Disaat septi sedangmenikmati tetes demi tetes minumannya , tiba-tiba saja matanya tertuju pada seorang wanita cantikyang duduk dengan manisnya sambil melanutun kan satu lagu yang mengingatkannya pada masalalu. Septi pun terdiam. Hatinya berdetak , pikirannya melayang-layang , jiwanya yang dulu hilangseperti kembali. Ia merasa lebih bahagia dari hari biasanya , yang hanya penuh dengan laporan,kasus, serta dakwaan. Namun sekarang ia mersa sedih, ia menyesal dengan keputusannya dahulu, iamenyesal untuk tidak mengikuti omongan sahabtanya Yana, tapi semua ini telah terlambat, iasekarang hanya bisa berkata“seandainya aku bisa mengulang waktu!!!”setelah selesai minum di restoran , ia lalu memutuskan untuk mengambil cuti.“aku harus pulang, aku harus menenangkan diri, Yana tunggu aku” ungkapnya dalam hati.Di Komplekssore ini , adit sengaja pulang dengan hanya berjalan kaki. Adit sekarang menjadi seorang bos diperusahaan besar. Adit memang sukses menjadi bos , tapi ia sama seperti septi merasa hampa,seperti bukan dirinya sendiri. Kali ini ia pulang berjalan kaki , mobil yang biasa ia pakai sedang
  • 7. diperbaiki. Ia berjalan selangkah-demi langkah , hingga ia terhenti kan oleh sebuah bola basket yangjatuh di kakinya.“om tolong lempar bola basketnya dong” teriak salah seorang anakAdit terdiam , ia melihat sebuah bola yang sangat menggambarkan dirinya, ia melihat masa lalunyayang indah. Setelah terdiam beberapa detik ia mengambil bola basket tersebut kemudianmelemparnya dan bola basket itu tepat masuk kedalam ring. semua anak-anak itu berteriak hebohmelihat kecakapan adit melempar bola.Adit pun merasa sangat nyaman, ia seperti kembali menjadi dirinya. lalu ia teringat kata kata Yana , ia menyesal sekali, lalu ia juga mengambil keputusan untuk kembali bertemu dengan sahabtsahabatnya.“ aku akan kembali, tunggu aku kawan” ucap adit dalam hati dengan ucapn yang sama seperti Septi.Di Lombokhari ini teras begitu berbeda , entah apa yang sedang Yana pikirkan , mengapa iya sangat ingin pergiketempat dimana ia biasanya berkumpul bersama sahabt-sahabatnya. Temapat mereka berbagicanda , tawa . disana mereka tertawa bersama , bahakan menangis bersama. hari ini ia merasabegitu dekat dengan sahabat-sahabatnya , padahal yang Yana tahu sahabat-sahabatnya sedangsibuk bekerja disebrang pulau.Akhirnya yana pun memutuskan untuk pergi ketempat itu.Sesampainya disana , yana langsung duduk dikursi tempat mereka biasa duduk. Disana yana terdiam, merenung , dan teringat akan sahabat-sahabatnya.Ketika yana menutup mata sambil menarik nafas dalam-dalam , hatinya merasa tenang dan damai.Dan ketika iya membuka matanya , ternyata dua orang sahabat yang sangat iya sayangi berdiri tegapdihapan yana sambil tersenyum dengan manisnya.“hay koki kecil , kami rindu dengan masakan mu” kata septi sambil tersenyum lebar“ha? Aku sedang tidak mimpi kan?” tanya yana“iya yan kamu tidak mimpi kok. Kami rindu kebersamaan kita dahulu. Menangis bersama dantertawa bersama” kata adit.Akhirnya merek pun duduk bertiga di kursi kenangan , sambil bercerita tentang kehidupan yangsudah mereka jalani.Adit dan septi menyesal tidak mendengarkan kata-kata yana dahulu. Karena , mereka jenuh dengansemua pekerjaan yang mereka lakukan. Mereka merasa ini bukan lah diri mereka.“aku , menyesal yan. Aku memang mendpatkan pekerjaan yang menjanjikan tapi aku tidak bahagia.Aku rindu bernyanyi yan , aku rindu nada , rindu musik , dan rindu semua not-not balok yang biasamenjadi santapanku” ungkap septi sambil menangis,
  • 8. “aku juga yan. Aku rindu lapangan , bola basket , ring basket , dan tiupan peluit pelatihku” ungkapadit.“lantas , apa yang harus aku lakuan kawan??” tanya yana.Mereka pun diam sejenak , akhirnya yana pun mengeluarkan suara.“kawan , waktu tak dapat diputar kembali. Hidup pun hanya sekali , jadi nikmatilh hidup mu. Jdilahdirimu sendiri karena YOU’RE BORN THIS WAY.”