• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Sji
 

Sji

on

  • 1,361 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,361
Views on SlideShare
1,361
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
21
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Sji Sji Presentation Transcript

      • KONSEP DASAR KERJASAMA PERPUSTAKAAN DAN
      • JARINGAN INFORMMASI
      •  Istilah (Terminologi )
      •  kerjasama perpustakaan (library cooperative)
      •  jaringan perpustakaan (library network)
      •  jaringan informasi (lnformation network)
      • Istilah jaringan dan informasi
      • Jaringan (network), diartikan berbeda-beda dalam berbagai disiplin ilmu
      •  bagi ahli biologi bermakna kumpulan/kelompok sel
      •  bagi para ahli ICT, network/jaringan adalah kelompok, sistem atau rantai yang
      • saling terhubung atau terkait (lihat Webster’s New Word Dictionary)
      • Informasi, adalah juga konsep multidisipliner yang mempunyai arti berbeda
      • dalam berbagai disiplin ilmu.
      • informasi adalah:
      •  segala sesuatu yang menghilangkan ketidak pastian
      •  data yang tersusun rapi dan bermakna
      • dalam konsep teknologi informasi data terdiri dari data numerik, audio, tekstual
      • serta citra atau gambar.
      • Konsep kerjasama adalah sinergi
    • Defenisi Jaringan Informasi
      •  Prof. Dr. Sulistyo-Basuki (Kerjasama dan Jaringan Perpustakaan)
      • Jaringan informasi, adalah suatu sistem terpadu dari badan-badan yang
      • bergerak dalam bidang pengolahan informasi, seperti perpustakaan, pusat
      • dokumentasi, pusat analisis informasi, pusat informasi, dengan tujuan
      • menyediakan pemasukan data yang relevan tanpa memperhatikan bentuk
      • maupun asal data untuk keperluan masyarakat pemakai.
      •  K.E. Miller (RUIN: a network for urban and regional studies libraries)
      • Jaringan informasi, adalah kerjasama yang dilakukan oleh unit-unit
      • perpustakaan/informasi atau unit yang menangani informasi, yang bergabung
      • bersama karena mereka memiliki materi yang sama, berada di wilayah yang
      • sama atau didasarkan kesamaan-kesamaan lainnya, unit-unit tersebut secara
      • bersama memanfaatkan dan mendayagunakan sumber-sumber informasi
      • yang ada pada mereka, termasuk juga memanfaatkan keahlian yang mereka
      • miliki, peralatan teknologi serta hal-hal lainnya yang diperlukan untuk
      • memberi layanan informasi yang efektif.
      • Alasan perpustakaan untuk kerjasama atau bergabung dalam jaringan :
      • Meningkatnya jumlah buku yang diterbitkan setiap tahun, sehingga perpustakaan tidak mampu membeli buku baru untuk kepentingan pembacanya
      • Semakin banyaknya jenis media.
      • Kebutuhan pemakai yang semakin meningkat dan beragam
      • Tuntutan masyarakat untuk memperoleh informasi yang sama baiknya dengan tidak memandang dimana mereka berada
      • Berkembangnya teknologi khususnya teknologi komputer dan telekomunikasi
      • Tuntutan penghematan .
      • Konsorsium Perpustakaan, artinya dua perpustakaan atau lebih bekerja
      • bersama-sama mengerjakan sejumlah proyek, dapat menggunakan teknologi
      • komputer dan telekomunikasi namun dapat pula tidak menggunakannya.
      • Komponen Jaringan informasi :
      • 1. Struktur Organisasi
      • Harus dapat dipertanggungjawabkan dari segi hukum, perencanaan serta pengambilan kebijakan.
      • 2. Rencana Kerjasama
      • Biasanya dirumuskan perencanaan jangka pendek, menengah dan
      • panjang.
      • 3. Simpul (Nodes)
      • Simpul adalah peserta jaringan. Dari berbagai simpul ini dapat
      • dikembangkan spesialisasi koleksi, bentuk jaringan maupun pola
      • kerjasama.
      • 4. Pemakai
      • Pemakai dapat berupa anggota perpustakaan, dapat pula orang
      • yang berada di luar unit tersebut, seperti alumni dan anggota
      • masyarakat lain
      • 5. Tingkat Jasa Peserta
      • Karena simpul terdiri dari berbagai badan/sistim inf. Dengan
      • kemampuan jasa yang berbeda, maka jaringan perlu menentukan
      • jasa apa saja yang ditawarkan oleh masing-masing simpul, untuk
      • siapa, bagaimana bentuknya.
    • 6. Sistem Komunikasi Antar Simpul Apakah masing-masing simpul dalam sebuah jaringan boleh berhubungan dengan simpul lainnya ataukah harus melalui koordinator. 7. Kode Pesan Yang Baku untuk tercapainya Pembakuan arti. Misalnya didalam pembentukan katalog induk, formulir, dsb. 8. Katalog Induk Terpusat Untuk mengetahui dimana saja dokumen tersimpan diantara simpul. 9. Pedoman dokumen apa saja yang akan disimpan oleh peserta jaringan, serta bagaimana kemutakhirannya. 10. Prosedur evaluasi unjuk kerja jaringan Dari evaluasi ini diharapkan diperoleh masukan dari para pemakai serta penyelenggara yang berguna untuk kajian terhadap jaringan serta perubahan yang mungkin diperlukan 11. Program pelatihan bagi para pemakai dan peserta jaringan
    • Bentuk-bentuk Kerjasama Perpustakaan
      • ■ Kerjasama Pengadaan
      • Dalam kerjasama ini dua perpustakaan atau lebih bersama-sama
      • mengambil keputusan untuk :
      • - melakukan pembelian buku menurut subjek yang telah ditentukan
      • secara bersama-sama, atau
      • - masing-masing perpustakaan sepakat mengadakan buku sesuai
      • dengan bidang subjek masing-masing.
      • Keuntungan kerjasama pengadaan:
      • - Dapat melakukan koordinasi agar koleksi tidak tumpang tindih
      • - Mempermudah pekerjaan agen/tk.buku/penerbit
      • - Lebih mudah mendapatkan rabat yang lebih besar
      • - Menghemat ongkos/biaya pengiriman buku
      • Contoh kerjasama pengadaan:
      • 1. Library of Congress membuat kesepakatan (MoU) dengan 7
      • universitas di A.S. yang mempunyai Pusat Kajian tentang
      • Indonesia, yaitu : Cornell University , Yale Univ., University of Wisconsin ,
      • Northern Illinois Univ., Univ. of Hawaii , Univ. of California dan NLM .
      • 2. National Library of Australia dengan Australian National University
      • (Canberra), UNSW (Sydney), Monash University (Melbourne).
      • 3. UKKP (DirJen Dikti) mengkoordinasikan pembelian buku LN untuk
      • 46 buah PTN di Indonesia.
      • Kerjasama pengadaan berimbas pada adanya spesialisasi subjek
      • diantara perpustakaan peserta. Untuk Dikti dikenal dengan Pusyandi
      • (Pusat Layanan Disiplin Ilmu).
      • Kerjasama pengadaan seringkali meningkat ke penggunaan sarana
      • Informasi dan pada akhirnya dapat bekerjasama lebih erat ke pemilikan
      • dan penggunaan bersama.
      • ■ Kerjasama Pertukaran Publikasi
      • Pertukaran publikasi adalah salah satu bagian penting dalam proses
      • Pengadaan bahan pustaka. Pada perpustakaan yang memiliki struktur
      • Organisasi besar dan mapan, bagian pertukaran merupakan salah satu
      • sub-divisi dari bagian pengadaan.
      • Bahan pustaka yang dipertukarkan meliputi bahan pustaka yang baru
      • dan yang lama.
    • Pertukaran dilakukan dengan metode langsung atau melalui biro pusat. Pada metode langsung, pertukaran dilakukan antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lain yang menjadi mitranya dan biasanya menggunakan dasar keseimbangan 1:1, artinya satu buku ditukar dengan satu buku lain dengan tanpa memandang tebal dan harga buku. Metode kedua adalah Biro Pusat (semacam pasar yang dibentuk oleh pemerintah). Contoh : British National Book Centre di Inggris. Kegiatan pertukaran ini didorong oleh UNESCO yang sejak tahun 1958 telah mengeluarkan konvensi internasional tentang Tukar Menukar Publikasi. Konvensi ini ditujukan terutama kepada negara berkembang agar perpustakaan mereka memanfaatkan jasa tersebut. Didalam majalah Unesco yang berjudul Unesco Journal of Information Science, Librarianship and Archives Studies selalu tersedia bagian khusus daftar buku yang ditawarkan untuk dipertukarkan.
    • ■ Kerjasama Penyusunan dan Pengembangan Katalog Induk
      • Katalog Induk, adalah katalog dari 2 perpustakaan atau lebih yang menjalin kerjasama. Katalog Induk bertujuan untuk mengetahui dimana lokasi sebuah buku diantara anggota jaringan, karena didalamnya selalu tercantum kode nama perpustakaan yang memiliki buku.
      • Katalog Induk yang baik harus memenuhi persyaratan berikut:
      • Dilengkapi dengan direktori perpustakaan peserta
      • Kode Pembakuan istilah yang standard
      • Updating dan penerbitan yang konsisten dan berkelanjutan.
      • Katalog biasanya terdiri dari 3 jenis:
      • 1. Katalog Induk Buku (Union Catalogue)
      • Katalog Induk Buku disusun berdasarkan abjad nama pengarang,
      • disertai dengan tanda lokasi perpustakaan pemilik buku yang
      • bersangkutan.
      • 2. Katalog Induk Majalah/Jurnal (Union List)
      • KIM disusun berdasarkan abjad judul jurnal dan kemudian tanda
      • lokasi perpustakaan pemilik jurnal tsb. Khusus dalam KIM harus dirinci data
      • edisi yang dimiliki/tersedia.
      • 3. Katalog Induk a/v
      • Penyusunannya sama dengan KIM
    • ■ Kerjasama Pelayanan Teknis
      • Pengkatalogan
      • Pengkatalogan terpusat nasional pertama sekali 1968, dipelopori oleh Lybrary of Congress yang memperkenalkan US MARC (United States Machine Readable Catalogue). MARC ini kemudian diadopsi oleh Inggris dengan melakukan modifikasi penyesuaian sesuai keadaan khusus negaranya, sehingga juga dikenal UK MARC pada tahun 1971.
      • Dewasa ini hampir semua negara mengadopsi MARC ini, termasuk Indonesia dgn INDOMarc-nya dan malaysia dgn MALAYMARC-nya.
      • Kalau kita perhatikan tujuan utama pembentukan MARC ini adalah pembakuan/penyeragaman pengkatalogan secara nasional dan internasional (global) yang sangat memudahkan untuk pertukaran data bibliografi.
      • Katalog Dalam Terbitan (KDT) / Cataloguing In Publication (CIP)
      • Meskipun pedoman pengkatalogan telah banyak diterbitkan namun tetap saja ditemukan kondisi-kondisi yang unik/aneh didalam berbagai bahan pustaka sehingga kadang-kadang memungkin tafsiran/analisis yang berbeda bagi masing-masing kataloger, oleh karena itu KDT sangat perlu untuk menyatukan berbagai perbedaan cara pandang kataloger di lapangan. Pada setiap negara Perpustakaan Nasional dianjurkan supaya mencantumkan KDT pada terbitan nasional di negara masing-masing.
    • ISBN (International Standard Book Number)
      • ISBN diberikan oleh Perpustakaan Nasional untuk setiap negara. Pusat ISBN dalam lingkup internasional berada di Paris.
      • Tujuan utama ISBN ialah memberikan nomor yang unik bagi setiap buku sehingga memudahkan pengenalan buku tersebut.
      • ISBN terdiri dari 10-13 angka/bilangan, yang dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu:
      • pengenal kelompok , prefik penerbit , nomor judul , dan angka uji . Setiap kelompok dipisah dengan tanda hyphen (-).
      • Contoh: ISBN 0-8436-1072-7
      • Pengenal Prefix Nomor Angka Uji
      • kelompok penerbit judul
      • 979 458 234 4
      • ISSN (International Standard Serial Number)
      • ISSN merupakan nomor unik bagi terbitan berseri yang terdiri dari 8 angka dengan tanda pemisah (-). Tujuannya adalah untuk membedakan satu majalah dengan majalah lain walaupun judulnya sama
      • Contoh: Info Bank ISSN 0126-7107
      • Economic Review ISSN 0216-7107
    • ■ Kerjasama Penyimpanan
      • Dengan bertambahnya koleksi, perpustakaan makin lama semakin penuh sehingga ruangan tidak mencukupi untuk penyimpanan, oleh karena itu timbul gagasan untuk mengadakan penyimpanan bersama buku yang jarang digunakan. Perpustakaan yang ditunjuk akan menyimpan buku titipan anggota yang lain.
      • Penyimpanan bersama ini dilakukan berdasarkan sukarela atau sistim sewa.
      • Contoh: Mid-West Interlibrary Cooperation di Inggris yang menyimpan buku yang kurang digunakan diantara perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan penyimpan tetap memberikan pelayanan kepada pengguna yang telah melakukan penelusuran koleksi pada perpustakaan anggota pemilik.
      • ■ Kerjasama Pemberian Jasa Informasi
      • - Silang Layan (Resource Sharing), yaitu masing-masing perpustakaan
      • memberikan jasa kepada perpustakaan lain, baik bantuan penelusuran
      • maupun pengiriman fotokopi dokumen (document delivery).
      • - Pinjam Antar Perpustakaan (Interlibrary loan), perpustakaan tertentu
      • meminjamkan buku kepada perpustakaan lain.
    • ■ Kerjasama Penyediaan Fasilitas
      • Masing-masing perpustakaan peserta menyediakan fasilitas kepada anggota dari perpustakaan lainnya baik dengan hak penuh ataupun terbatas.
      • ■ Kerjasama Antar Pustakawan
      • Kerjasama semacam ini sering disebut kerjasama profesi karena melibatkan tenaga satu profesi, yaitu pustakawan. Bentuk kerjasama ialah penerbitan buku panduan untuk pustakawan yang berisi pedoman kerja, etika profesi sebagai tenaga profesional. Bentuk lain adalah pertemuan berkala sesama pustakawan dalam membahas berbagai masalah bersama.
      • Contoh : IPI, CONSAL, IFLA, dsb.
      • ■ Kerjasama Pendidikan dan pelatihan
      • Perpustakaan perlu bekerjasama dalam bidang diklat karena pustakawan dapat bekerja lebih efisien dan efektif dengan cara memaksimalkan sumber daya yang ada, saling tukar menukar informasi, keahlian dan pengalaman.
      • Kerjasama ini bisa dilakukan secara formal yaitu pertemuan ilmiah, training, dll.
      • Dan informal yaitu tatap muka, telefon, surat (mail), ataupun berbincang-bincang untuk saling tukar menukar keahlian dan pengalaman.
    • Pembentukan Jaringan dan Sarana Penyediaan sarana Pembakuan Format surat Struktur Jaringan Tipe Jaringan Memenuhi persyaratan Persiapan Kesepakatan tertulis Jaringan
    • Sarana Kerjasama Perpustakaan
      • Setiap bentuk kerjasama perpustakaan memerlukan sarana. Sarana
      • tersebut dapat berupa kesepakatan peserta baik tertulis maupun tidak
      • tertulis, termasuk berbagai perlengkapan yang diperlukan .
      • Persiapan kerjasama
      • ■ Kesepakatan Tertulis/Tidak Tertulis
      • Persetujuan/penandatanganan, contoh: Library Acquisition Project yang di-
      • tandatangani oleh Lib. of Congress dengan 7 perpustakan perguruan tinggi
      • di A.S. Bila persetujuan ditandatangani tercipta akibat hukum berupa hak
      • dan kewajiban.
      • Khusus perpustakaan di Indonesia, otonomi perpustakaan sangat kurang
      • karena itu persetujuan pimpinan lembaga induk sangat penting.
      • Persyaratan:
      • ■ Perpustakaan memiliki koleksi
      • Koleksi harus terorganisir dengan rapi, temubalik lancar, updating secara
      • konsisten, dan terjamin pertumbuhan koleksi yang dinamis.
      • ■ Koleksi tersebut terbuka untuk pemakai luar
      • Harus dijamin secara nyata bahwa koleksi selalu tersedia dan siap untuk di
      • gunakan perpustakaan peserta (simpul) dan diwujudkan dalam kebijakan anggaran
      • pengadaan koleksi.
    • ■ Memiliki Anggaran Tetap (rutin ) Anggaran yang vital adalah untuk pengembangan koleksi perpustakaan, dan penyediaan sarana administrasi, komunikasi, pengiriman dokumen, dll. Bila dilihat dalam berbagai direktori perpustakaan di Indonesia ternyata sampai saat ini sebagian perpustakaan belum memiliki anggaran rutin yang memadai.
      • ■ Tersedia Petugas yang mengelola perpustakaan
      • Sebaiknya harus ditentukan kwalifikasi petugas khusus untuk pengelolaan
      • jaringan apakah berdasarkan latar belakang pendidikan atau berdarakan
      • pengalaman kerja (kesenioran). Syarat ini penting karena kalau sudah
      • sepakat untuk ikut kerjasama maka harus ada petugas atau pustakawan
      • yang bertanggung jawab atas kerjasama tersebut.
    • ■ Model dan Paradigma Kerjasama
      • 1. Klasifikasi berdasarkan Tujuan
      • ■ Pendayagunaan bersama informasi bibliografis semacam cantuman
      • pengkatalogan
      • ■ Pendayagunaan pinjam antar perpustakaan
      • ■ Pengembangan koleksi bersama
      • ■ Pengembangan katalog induk
      • ■ Layanan Pengiriman Dokumen (Document Deliveri Service)
      • 2. Kategori berdasarkan jenis perpustakaan
      • ■ Tipe Tunggal
      • yaitu jaringan yang hanya melibatkan satu jenis perpustakaan saja, misalnya
      • perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, dll.
      • ■ Tipe Ganda
      • yaitu jaringan yang mencakup lebih dari satu jenis perpustakaan, misalnya
      • perpustakaan umum, perpustakaan khusus, dan perpustakaan perguruan
      • tinggi.
      • 3. Berdasarkan Geografi
      • Jaringan perpustakaan berdasarkan geografis dapat dibagi menjadi tipe
      • tunggal atau tipe ganda dan dapat pula dibatasi pada kota, kabupaten,
      • provinsi ataupun kawasan yang lebih luas (beberapa provinsi).
      • Contoh: kerjasama perpustakaan PTN Barat dan PTN Timur.
      • 4. Jaringan Komersial versus Nirlaba
      • Badan komersial adalah badan pengelola informasi yang bertujuan mencari
      • keuntungan. Contoh: Elsevier, Proquest, EBSCO, Amazon, dll.
      • Badan Nirlaba, adalah badan pengelola informasi yang hanya menyelengga-
      • rakan pemberian jasa tanpa bertujuan mencari keuntungan. Misalnya :
      • perpustakaan, arsip, pusat dokumentasi, dll.
      • Kedua jenis badan ini dapat bergabung membentuk jaringan, misalnya yang
      • tergabung pada OCLC.
    • ■ Pengaturan Struktur Jaringan
      • Struktur jaringan digunakan untuk mengkoordinasi antar aktivitas perpustakaan anggota,dan antar perpustakaan anggota dengan koordinator.
      • Perpustakaan peserta harus memiliki prosedur dan proses yang mengatur aktivitas mereka, membatasi aktivitas yang tidak diinginkan, harus jelas siapa yang bertanggungjawab secara hukum dan finansial atas produk,
      • Struktur jaringan dapat dilihat dari:
      • 1. Apakah ada koordinator atau tidak (terpimpin dan non terpimpin)
      • Pada beberapa buku istilah koordinator diganti dengan markas besar
      • dan kantor pusat .
    • 2. Struktur dilihat dari pemusatan wewenang
      • a. Jaringan terpusat total c. terpusat terbagi
      • b. desentralisasi total d. jaringan khirarkhis.
      Jar. Terpusat Total Jar. Terpusat Terbagi Vocal Point (Pst. Referal) Jar. Disentralisasi Total Jar. Khirarkhis
    • The LAB Structure
    • SARANA KERJASAMA
      • Sarana utama dalam kerjasama/jaringan adalah:
      • ■ Bibliografi
      • ■ Indeks/Abstrak
      • ■ Direktori
      • ■ Katalog Induk
      • Sarana tersebut digunakan untuk alat identifikasi/verifikasi dan pengetahuan
      • lokasi.
      • Bibliografi
      • Bibliografi (Yunani : biblios = buku, graphos = daftar), adalah daftar sistematis
      • buku yang pernah diterbitkan. Kegunaan bibliografi adalah untuk mengetahui
      • buku apa yang pernah ada.
      • Selain bibliografi sarana referen lainnya yang juga memberikan informasi tentang buku, adalah: katalog, katalog induk, accession list, book review.
      • Sifat informasi bibliografi : enumerative, selektif, current, retrospective.
      • Sistem penyusunan/penyajian bibliografi: Subjek, Kelas, Pengarang, Judul, Kamus
      • Pembatasan ruang lingkup: Subjek, geografi, periode waktu
      • Uraian Deskripsi Bibliografi : sederhana, menengah, lengkap, anotasi.
      • Jenis-jenis Bibliografi:
      • Bibliografi Umum
      • Bibliografi Subjek
      • Bibliografi Lokal, Nasional, Regional, Universal
      • Bibliografi Beranotasi
      • Bibliografi dari Bibliografi (Bibliography of Bibliography)
      • Katalog:
      • Katalog Perpustakaan X
      • Katalog Induk
      • Katalog Nasional
      • Katalog Penerbit
      • Accession List (Daftar Perolehan Baru)
      • Book Review
    • Bibliografi Nasional Setiap negara menerbitkan bibliografi nasionalnya masing-masing. Hal ini sesuai dengan rekomendasi PBB/Unesco yang menganjurkan setiap negara mempunyai Perpustakaan Nasional. Penerbitan bibliografi nasional Indonesia (BNI) didasarkan pada : UU no.4 tahun 1990, tentang Serah Simpan Karya Cetak & Rekam, PP no. 23 tahun 1999 tentang pelaksanaan UU no. 4/1990 tsb, dan Keppres no. 50 tahun 1997. Mekanisme Pengawasan Bibliografi ( bibliographic control ) di Indonesia, adalah sbb.: setiap pengarang/penerbit diwajibkan menyerahkan karyanya ke Perpustakaan Nasional, dan kemudian Perp. Nas. dalam periode waktu tertentu (3 bln) harus mempublikasikan semua karya yang diterima melalui penerbitan BNI (Bibliografi Nasional Indonesia).
    • KERJASAMA PERPUSTAKAAN & JARINGAN INFORMASI INTERNASIONAL
      • Latar Belakang :
      • ■ Semakin meningkat tuntutan pemakai untuk memperoleh informasi yang
      • tidak terbatas pada suatu negara
      • ■ Terbentuknya badan internasional UNO (PBB) setelah perang dunia II, yang
      • semakin mendorong peningkatan kerjasama negara.
      • Sifat kerjasama:
      • ■ Formal, yaitu kerjasama antar lembaga, negara
      • ■ Informal, bersifat perorangan dan organisasi
      • Ruang Lingkup (jangkauan) kerjasama:
      • ■ Bilateral : 2 negara
      • ■ Multilateral : lebih dari 2 negara, regional dan global (internasional)
      • Tujuan kerjasama internasional:
      • 1. Memberikan tanggapan yang lebih memuaskan akan kebutuhan informasi
      • bagi pemakai di seluruh dunia
      • 2. Memanfaatkan semaksimal mungkin akumulasi pengetahuan untuk
      • kemajuan manusia
      • 3. Memperbaiki produktivitas sistem informasi yang telah ada dengan
      • menarik pemakai
      • 4. Untuk meningkatkan kemampuan sistem informasi serta menekan biaya
      • pengolahan informasi
      • 5. Menggalang keharmonisan dan integrasi berbagai sistem informasi untuk
      • mencapai tujuan bersama
    • Perpustakaan dan Pusat Dokumentasi yang dikelola oleh PBB dan badan bawahannya
      • 1. The United Nations Library
      • Perpustakaan PBB di New York diberi nama Dag Hammarsjkuld Library
      • Perpustakaan ini mengutamakan koleksi tentang PBB baik dalam bahasa
      • Inggris maupun bahasa lainnya. Perpustakaan PBB lainnya berada di Genewa
      • (Swiss) yang bergerak dalam bidang sosial dan narkotik.
      • 2. The Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP)
      • Berada di Bangkok, merupakan clearing house untuk bidang demografi,
      • pertanian, pengangkutan dan perdagangan.
      • 3. The Economic Commission for Latin America (ECLA)
      • Berada di Santiago (Chili), bergerak dalam informasi mengenai kawasan
      • Amerika Latin dan zona ekonomi.
      • 4. The Economic Commission for Africa (ECA)
      • Berpusat di Addis Ababa (Afrika Selatan), menyimpan informasi mengenai
      • perkembangan di Afrika serta memiliki perpustakaan yang sangat kaya akan
      • data mengenai negara-negara di benua Afrika.
      • 5. The United Nations Disaster Relief Co-ordination Office (UNSRO)
      • Berlokasi di Genewa, merupakan perpustakaan dan bank data tentang bencana alam.
      • 6. The United Nations Industrial Development Organization (UNIDO)
      • Berada di Wina, memiliki seksi informasi yang bergerak dalam bidang informasi industri. Badan ini memiliki perpustakaan dan pusat dokumentasi, kegiatannya meliputi simpan dan temubalik informasi industri, menjawab pertanyaan industri, serta penyebaran informasi induatri terpilih, menerbitkan indeks dan abstrak bidang industri.
      • 7. The United Nations Environment Programme (UNEP)
      • Berpusat di Nairobi (Kenya), memiliki perpustakaan dan bank data lingkungan hidup, juga mendaftar produksi racun kimia yang berbahaya dan masih dapat digunakan di berbagai negara, khususnya negara berkembang.
      • 8. The United Nations Development Programme (UNDP)
      • Berada di New York, menyusun jasa referal internasional bagi badan-badan PBB dan program negara berkembang mengenai kerjasama teknik.
      • 9. The United Nations Institute for Training and Research (UNITAR)
      • Berada di New York, memiliki perpustakaan dengan koleksi utama hubungan internasional, perkembangan ekonomi dan sosial serta bidang penelitian PBB lainnya.
      • 10. The International Labour Organization (ILO)
      • Berada di Jenewa, melayani informasi khusus dalam bidang pendidikan khusus dan penempatan kerja kaum tuna netra, gerakan koperasi, keselamatan kerja, masalah sosial dan perburuhan, latihan ketrampilan, latihan khusus untuk kaum cacat badan, peraturan perburuhan dan buruh wanita.
      • 11. The United Nations Food and Agriculture Organization (FAO)
      • Berada di Roma, memiliki pusat dokumentasi mengenai pedesaan, pupuk, genetika, statistika pertanian, keracunan makanan, populasi pedesaan, sumberdaya kehutanan, perairan, perikanan, kontaminasi organisme air tawar.
      • 12. The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO)
      • Berpusat di Paris, memiliki perpustakaan, sistem dokumentasi terkomputer bagi dokumen Unesco serta badan bawahannya, sistem dokumentasi untuk ilmu sosial dan kemanusiaan, sistem referal bagi data yang berkaitan dengan lingkungan kelautan dan sebuah sistem informasi untuk pendidikan yang dikelola oleh International Bureau of Education (IBE) di Jenewa.
      • 13. The World Health Organization (WHO)
      • Berpusat di Jenewa, memiliki perpustakaan dan sistem informasi mengenai (a) teknologi tepat guna dalam bidang kesehatan (2) penelitian mengenai filariasis dan penyakit parasit lainnya (3) kontra-indikasi dalam bidang pengobatan, dan (4) direktori mengenai lembaga kesehatan di Afrika.
      • 14. The International Civil Aviation Organization (ICAO)
      • Berpusat di Montreal (Canada), memiliki bank data mengenai fasilitas pelabuhan udara, statistika angkutan udara, peralatan komunikasi dan navigasi dan pemasok peralatan.
      • 15. The International Atomic Energy Agency (IAEA)
      • Berpusat di Wina (Austria), memiliki perpustakaan dan sistem informasi mengenai data tentang neutron, reaksi nuklir, dapat melayani permintaan mengenai pengukuran dan evaluasi data nuklir.
      • 16. The International Telecommunication Union (ITU)
      • Berpusat di Jenewa, usahanya bergerak dalam bidang terbitan direktori dan pengembangan bank data mengenai stasiun transmisi, standar radio internasional, frekuensi pemancar radio, stasiun pantai, stasiun kapal, undang-undang siaran, layanan telegram dan telefon, stasiun telegram internasional.
      • 17. The General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)
      • Berpusat di Jenewa, memiliki perpustakaan dan bank data bea dan perdagangan internasional dari negara berkembang.
      • 18. The World Intellectual Property Organization (WIPO)
      • Berpusat di Jenewa, memiliki sistem informasi paten dunia (INPADOC) yang melibatkan 49 pusat nasional dan regional. Menerbitkan pangkalan data bibliografi yang terindeks, baik dalam bentuk buletin maupun pita magnetik. WIPO juga melayani penelusuran retrospektif, jasa kesiagaan informasi dan jasa tanya jawab.
      • 19. The World Meteorological Organization (WMO)
      • Berpusat di Jenewa, mengembangkan sistem desentralisasi guna mengumpulkan dan mengolah data meteorologis, dikenal dengan nama World Meteorological Watch. Sistem ini merupakan jaringan kerja stasiun cuaca, pusat pengumpulan data dan pusat telekomunikasi yang memungkinkan setiap negara memperoleh akses ke data meteorologis.
    • 2. Kegiatan Organisasi Regional
      • 1. The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)
      • Berpusat di Paris, dibentuk pada tahun 1961. Anggotanya meliputi negara Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, Belanda, Italya, Jerman, serta negara industri lain di luar Eropa seperti Jepang, Amerika Serikat, Canada dan Australia.
      • Pada organisasi ini terbentuk sistem dokumentasi internasional semi terpusat yang disebut International Road Research Documentation (IRRD).
      • 2. The Council for Mutual Economic Assistance (CMEA)
      • Merupakan kerjasama ekonomi pada negara blok komunis, dibentuk pada tahun 1949. Negara-negara anggota adalah Bulgaria, Czekoslowakia, Hongaria, Jerman Timur, Polandia dan negara-negara eks Uni Soviet, dan negara lain seperti Cuba, Vietnam, Mongolia.
      • Dalam bidang informasi dibentuk International Centre for Scientific and Technical Information di Moskow , yang bertujuan mendorong terbentuknya sistem informasi terpadu yang menghubungkan negara anggota, memacu penelitian dan pengembangan dibidang informasi, menyediakan bantuan bagi unit informasi yang ada di negara anggota serta membantu pelatihan spesialis informasi.
      • 3. The European Community
      • Negara anggota Masyarakat Ekonomi Eropa bekerjasama melalui komisi informasi dan dokumentasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan komisi ini diarahkan pada pembentukan EURONET, sebuah jaringan kerja terkomputer bagi transmisi data yang akan mengaitkan seluruh pangkalan data yang ada di Eropa dengan cara terpasang.
      • 4. The European Space Agency
      • Mendirikan Space Documentation Service (SDS) di Frascati (Italy), merupakan sistem desentralisasi yang mengolah data yang dihasilkan oleh badan-badan lain. SDS menggunakan sistem RECON hingga memungkinkan unit pemakai untuk menelusur atas dasar waktu nyata.
      • 5. The Commonwealth Secretariat
      • Disamping bergerak dalam bidang kerjasama ilmu pengetahuan dan pendidikan juga bergerak dalam bidang penyebaran informasi. Salah satu sumbangan nyata ialah pembentukan Commonwealth Agricultural Bureaux (CAB), yang merupakan jaringan kerja berbagai pusat informasi menghususkan diri dalam berbagai aspek pertanian.
      • 6. The Agency for Cultural and Technical Co-operation (ACCT)
      • Merupakan kerjasama teknik bagi negara yang berbahasa Prancis, dimana anggotanya adalah negara-negara bekas jajahan Prancis ditambah dengan Prancis.
      • 7. The Organization of American States
      • Merupakan organisasi negara-negara di benua Amerika. Dalam bidang informasi melancarkan 2 program utama, yaitu informasi bidang industridan teknik, dan program kedua adalah bidang pendidikan tenaga pustakawan, dokumentasi dan Arsip.
      • 8. The Pan-American Health Organization
      • Bekerjasama dengan pemerintah Brazil membentuk perpustakaan kedokteran regional yang disebut BIREME. Jaringan informasi kedokteran ini mencakup unit informasi kesehatan yang ada di Argentina, Brazil, Chili, Peru, Uruguay, dan Venezuela.
      • 9. The Industrial Development Center for Arab States (IDCAS)
      • 10. CONSAL (Conference South East Librarian)
    • 3. Badan Nasional Kegiatan Internasional
      • Badan nasional yang memiliki kegiatan internasional lebih ditujukan kepada kegiatan negara berkembang, terutama dalam bentuk pemberian bea siswa, penyediaan tenaga konsultan dan pembentukan unit informasi.
      • The International Development Research Centre (IDRC)
      • Pusatnya berada di Canada, memiliki Division of Information Science. Cenderung untuk memperkuat dan memodernkan sumber nasional dan regional yang telah ada. IDRC juga giat dalam pembentukan sistem informasi internasional bagi masalah sosial dan ekonomi, yang dikenal dengan nama DEVSIS, dengan harapan mampu membangun pangkalan data bibliografi dengan luaran terdesentralisasikan.
      • 4. Organisasi Internasional Non Pemerintah
      • Badan yang tergabung dalam kelompok ini umumnya melakukan kerjasama tukar menukar dan promosi informasi pada tingkat internasional. Umumnya organisasi ini didorong oleh berbagai assosiasi nasional yang bekerjasama dengan badan serupa dari negara lain dalam bidang terbitan bersama, kontrak kerja, transfer informasi serta promosi informasi.
      • 1. International Council of Scientific Unions (ICSU)
      • Organisasi ini bertujuan memajukan kegiatan ilmu pengetahuan, didalamnya
      • tercakup 19 sub-disiplin ilmu, seperti: astronomi, geofisika, kimia, biologi,
      • matematika, geografi, gizi, dll. ICSU beranggotakan 64 anggota nasional (dewan
      • ilmu pengetahuan, akademi ilmu pengetahuan, ikatan nasional ilmuan), 12
      • organisasi ilmiah dan 2 assosiasi nasional.
      • 2. The World Association of Industrial and Technological Research Organization
      • and The World Federation of Engineering Organizations.
      • 3. The Society for International Development
      • 4. The International Organization for Standarization (ISO)
      • 5. The International Council on Reprography
      • 6. The International Federation for Information Processing (IFIP)
      • 7. The International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA)
      • 8. The International Federation for Documentation and Information (FID)
      • 9. The International Council on Archives (ICA)