• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
PYP Exhibition sebagai PBL
 

PYP Exhibition sebagai PBL

on

  • 1,149 views

The Primary Years Programme (PYP) exhibition represents a significant event in the life of a PYP school and students, synthesizing the essential elements of the PYP and sharing them with the whole ...

The Primary Years Programme (PYP) exhibition represents a significant event in the life of a PYP school and students, synthesizing the essential elements of the PYP and sharing them with the whole school community. As the culminating experience it is an opportunity for students to exhibit the attributes of the International Baccalaureate (IB) learner profile that have been developing through their engagement with the PYP.

Statistics

Views

Total Views
1,149
Views on SlideShare
1,148
Embed Views
1

Actions

Likes
1
Downloads
0
Comments
0

1 Embed 1

https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • Kondisidulu:Pendekatan teacher centered sudah dianggap tradisional dan perlu diubah (Ching & Gallow, 2000). Ini karena pendekatan teacher centered di mana proses pembelajaran berpusat pada pendidik dengan penekanan pada peliputan dan penyebaran materi, sementara pembelajar sudah kurang aktif, sudah tidak memadai untuk tuntutan era pengetahuan ini. membiarkan pembelajar pasif, pendekatan yang terpusat pada pendidik sulit untuk memungkinkan pembelajar mengembangkan kecakapan berpikir, kecakapan interpersonal, dan kecakapan beradaptasi dengan baik. Tidak banyak yang mereka dapatkan bila partisipasi mereka minim dalam proses pembelajaran. Padahal berbagai kecakapan inilah yang nantinya mereka butuhkan saat menjalani kehidupan dewasa mereka.M. Taufiq Amir, Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning (Jakarta: Kencana Media Group, 2010), hlm. 3-4.
  • Merupakan suatu proses pendidikan yang holistikdanbertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/ konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.Merupakankonsepbelajar yang membantu guru mengkaitkanantaramateri yang diajarkannyadengansituasidunianyatadanmendorongpebelajarmembuathubunganantaramateri yang diajarkannyadenganpenerapannyadalamkehidupanmerekasebagaianggotakeluargadanmasyarakat.
  • Oakey (1998) mempertegaskonsepdankarakteristik project-based learning denganmembedakannyadengan problem based learning yang seringkalisalingdipertukarkandalampenggunaanistilahini. Istilah project-based learning dan problem-based larningmasing-masingdigunakanuntukmenyatakanstrategipembelajaran. Kemiripankonsepkeduapendekatanpembelajaranitu, danpenggunaansingkatan yang sama, PBL, menghasilkankerancuandidalamleteraturdanpenelitian (lihatjuga Thomas, 2000), meskipunsebenarnyadiantarakeduanyaberbeda.Project-based learning dan problem-based learning memilikibeberapakesamaankarakteristik. Keduanyaadalahstrategipembelajaran yang dimaksudkanuntukmelibatkanpebelajardidalamtugas-tugasotentikdandunianyata agar dapatmemperluasbelajarmereka. Pebelajardiberitugasproyekatau problem yang open-ended denganlebihdarisatupendekatanataujawaban, yang mensimulasikansituasiprofesional. Keduapendekataninijugadidefinisikansebagai student-centered, danmenempatkanperanan guru sebagaifasilitator. Pebelajardilibatkandalam project- atau problem- based learning yang secaraumumbekerjadidalamkelompoksecarakolaboratif, dandidorongmencariberbagaisumberinformasi yang berhubungandenganproyekatau problem yang dikerjakan.
  • Penilaianotentikmerupakanpenilaianlangsungdanukuranlangsung (Mueller, 2006:1). Ketikamelakukanpenilaian, banyakkegiatan yang akanlebihjelasapabiladinilailangsung, umpamanyakemampuanberargumentasiatau  berdebat, keterampilanmenggunakankomputerdanketerampilanmelaksanakanpercobaan. Begitu pula menilaisikapatauperilakusiswaterhadapsesuatuataupadasaatmelakukansesuatu. Dalamhal-haltertentumungkinsajaadatugas-tugas yang tidakdapatdikerjakandidalamkelas, sehinggatugas-tugastersebutharusdikerjakandiluar jam pelajaranbahkandiluarsekolah. Bagaimanamenilaipembelajaransepertiitu? Cara bagaimanakitadapatmenilaihasilbelajarserupaitu? Orang-orangbiasanyamenyebutkanpembelajaransemacamitupembelajaranberbasisproyekatau project-based learning  (Wiggins, 2005:2).

PYP Exhibition sebagai PBL PYP Exhibition sebagai PBL Presentation Transcript

  • PBL:PROBLEM BASED LEARNING (Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah) &PROJECT BASED LEARNING (Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek) Oleh: Poppy Ardhyani Guru Kelas IV SD Bogor Raya © Februari 2012
  • Kondisi Pembelajaran Kondisi sekarang Kondisi dulu  Teacher centered  Learner centered• Pengetahuan dipindahkan dari • Pembelajar membangun pengetahuannya pengajar ke pembelajar • Pembelajar terlibat secara aktif• Pembelajar menerima informasi • Belajar dan penilaian adalah hal yang secara pasif sangat terkait • Budaya belajar adalah kooperatif,• Belajar dan penilaian adalah yang kolaboratif, dan saling mendukung terpisah • Penekanan pada penguasaan dan• Penekanan pada pengetahuan di luar penggunaan pengetahuan yang konteks aplikasinya merefleksikan isu baru dan lama, serta• Pengajar perannya sebagai pemberi menyelesaikan masalah konteks informasi dan penilai kehidupan nyata • Pengajar sebagai pendorong dan pemberi• Fokus pada satu bidang disiplin ilmu fasilitas pembelajaran • Pengajar dan pembelajar mengevaluasi pembelajaran bersama-sama • Pendekatan pada integrasi antar disiplin
  • • Kondisi pembelajaran teacher centered  membuat siswa menjadi pasif.• Kondisi pembelajaran student centered  membuat siswa menjadi lebih aktif karena berkesempatan untuk belajar secara kontekstual.• Keaktifan siswa bisa dalam bentuk: kemampuan berargumentasi atau berdebat, keterampilan menggunakan komputer, dan keterampilan melaksanakan percobaan.
  • Orientasi Baru Pendidikan di Indonesia sejak Tahun 2000 Pendidikan Kurikulum dan Pendidikan berorientasi Pembelajaran pembelajaran berbasis luas kecakapan berbasis berbasis (broad-based hidup (life produksi. kompetensi. education). skills).Menjadikan lembaga pendidikan sebagai:• Lembaga pendidikan kecakapan hidup.• Pendidikan yang bertujuan mencapai kompetensi (pembelajaran berbasis kompetensi).• Proses pembelajaran yang otentik dan kontekstual (pembelajaran berbasis kontekstual) yang dapat menghasilkan produk bernilai dan bermakna bagi siswa. (Depdiknas, 2002, 2003)
  • PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING & LEARNING) • Membantu guru mengaitkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata. CTL • Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. • Problem Based LearningContoh CTL • Project Based Learning
  • PBL = Problem Based Learning• John Dewey. Belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dan respon, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberikan masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik (Trianto, 2009: 91).
  • • Prof. Howard Barrows dan Kelson Problem based larning (PBL adalah kurikulum dan proses pembelajaran). Dalam kurikulumnya, dirancang masalah-masalah yang menuntut pembelajar mendapatkan pengetahuan yang penting, membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Proses pendekatannya menggunakan pendekatan yang sistemik untuk memecahkan masalah atau menghadapi tantangan yang nanti diperlukan dalam karier dan kehidupan sehari-hari.
  • • Dutch (1994)• PBL merupakan metode instruksional yang menantang pembelajar agar “belajar untuk belajar”, bekerja sama dalam kelompok untuk mencari solusi bagi masalah yang nyata. Masalah ini digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan serta kemampuan analisis pembelajar dan inisiatif atas materi pelajaran. PBL mempersiapkan pembelajar untuk berpikir kritis dan analitis, dan untuk mencari serta menggunakan sumber pelajaran yang sesuai.
  • Sintaks Pembelajaran Berdasarkan Masalah Tahap Peranan Guru Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik Tahap I yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi Orientasi siswa pada masalah atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilih. Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan Tahap II mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan Mengorganisasi siswa untuk belajar masalah tersebut Tahap III Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang Membimbing penyelidikan individual sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan maupun kelompok penjelasan dan pemecahan masalah. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan Tahap IV karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model sertaMengembangkan dan menyajikan hasil karya membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. Tahap V Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi Menganalisis dan mengevaluasi proses terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka pemecahan masalah gunakan.
  • PBL = Project Based Learning• Project-based learning is a comprehensive instructional approach to engage students in sustained, cooperative investigation (Bransford & Stein, 1993).• Praktek keterampilan abad 21 (seperti: kolaborasi, komunikasi, & berpikir kritis), dan membuat produk asli berkualitas tinggi yang lalu dipresentasikan).• Pembelajaran berbasis proyek lebih mengutamakan otonomi, pilihan, waktu kerja yang tidak bersifat rigid, dan tanggung jawab pembelajar daripada proyek tradisional dan pembelajaran tradisional.• Pembelajaran berbasis proyek juga merupakan pendekatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang realistik, dan berfokus pada belajar memecahkan masalah-masalah yang terjadi di dunia nyata.
  • ProsesPembelajaran Berdasarkan Proyek
  • Tahap Kegiatan Siswa mendefinisikan tujuan dari pembuatan produk akhir. Proyek Tahap I besar dimulai dengan perencanaan untuk hasil akhir. Belajar untuk Mendefinisikan merancang terlibat, membuat standar yang berfokus pada proyek- tujuan akhir proyek yang membantu siswa mengembangkan pengetahuan yang mendalam dan keterampilan penting. Tahap II Pertanyaan yang terarah adalah inti dari proyek yang efektif. Siswa Merumuskan belajar menulis pertanyaan ini yang memicu minat dan mendorong pertanyaan yang siswa melalui proyek. terarah Penilaian dalam PBL yang bertujuan mengukur pengetahuan konten Tahap III dan keterampilan seperti kerjasama, komunikasi, pemecahan masalah, Merencanakan dan kerja sama tim. Hasil proyek dicocokkan dengan strategi penilaian penilaian dan rubrik. Siswa menganalisa kebutuhan instruksional, memilih kegiatan, Tahap IV memperkirakan waktu dan sumber daya, mempersiapkan tugas-tugasMemetakan proyek penting dalam perencanaan proyek agar berhasil. Tahap V Manajemen proyek yang efektif mengajarkan siswa untuk mengelolaMengelola proses dan bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri.
  • Perbedaan Problem dengan Project Based Learning Problem Based Learning Project Based Learning• Siswa lebih didorong dalam • Siswa lebih didorong pada kegiatan yang memerlukan kegiatan desain: perumusan masalah, merumuskan pekerjaan, pengumpulan data, dan merancang (designing), analisis data, atau lebih mengkalkulasi, menitikberatkan proses melaksanakan pekerjaan, inquiri dan riset dibanding dan mengevaluasi hasil, produk akhir dalam fokus untuk mengendalikan proses pembelajarannya. produk akhir.
  • PenilaianProblem dan Project Based Learning Melibatkan pembelajaran Membangun secara langsung. keterkaitan dan Performa yang kerjasama serta dituntut dalam menanamkan dunia kerja atau tingkat berpikir kenyataan yang lebih tinggi sesungguhnya Pendekatan konstruktivistik dalam belajar Authentic assessment (Penilaian Otentik)
  • PROFIL SD B0GOR RAYA• Profil sekolah: nasional plus, anggota PYP – IBO (Primary Years Program – International Baccalaureate Organization) yang mengimplementasikan pembelajaran berbasis INKUIRI dengan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran (ciri-ciri CTL).• Kelas V menerapkan PBL sebagai tugas akhir yang merupakan kewajiban dari PYP, yang disebut dengan PYP Exhibition (memakan waktu 3 bulan lebih untuk mempersiapkannya).• Kelas VI mengikuti UN sebagai syarat kelulusan SD (sudah lepas dari PYP)  disibukkan untuk persiapan UN.
  • PBL (PROJECT BASED LEARNING) di SD BOGOR RAYA (PYP EXHIBITION) Tahap Kegiatan Tahap I Siswa kelas V merumuskan tujuan proyek mereka dengan cara brainstorming. Proyek dikaitkan dengan Mendefinisikan minat mereka. Jumlah anak dalam kelompok tergantung berapa anak dalam 1 kelas yang minatnya sama, contoh: kelompok “Teknologi”, ada 4 anggota. tujuan akhir Tahap II Siswa belajar menguraikan tujuan akhir mereka itu melalui pertanyaan-pertanyaan terarah menuju Merumuskan pertanyaan penyelidikan dari berbagai konsep (inkuiri). yang terarah Tahap III Tim guru berdiskusi menentukan penilaian untuk mengukur pengetahuan konten dan keterampilan Merencanakan seperti kerjasama, komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja sama tim. Instrumen lalu disosialisasikan dengan siswa agar pembelajaran mereka selalu berlandaskan kriteria sukses penilaian itu. penilaian Siswa dengan pengawasan mentor guru dan orang tua siswa, mulai menganalisa kebutuhan instruksional, memilih kegiatan, memperkirakan waktu dan sumber daya, mempersiapkan tugas-tugas Tahap IV penting dalam perencanaan proyek agar berhasil. Kegiatannya: mencari resources, nara sumber, lokasi kunjungan, menyusun metode ilmiah, mengeluarkan survei, mengolah data menjadi grafik &Memetakan proyek menyimpulkan hasilnya, mengadakan bazar untuk mencari dana penelitian, membuat laporan dalam Bhs Indonesia & Bhs. Inggris (semua pelajaran & keahlian di kelas V dikerahkan untuk menyelesaikannya). Mewujudkan apa yang diusahakan pada tahap IV dalam bentuk aksi, bisa berupa: drama, tari, hasil karya 3 dimensi, filem, puisi, karya lagu, iklan, kampanye, menciptakan resep makanan baru berbasis bahan Tahap V tradisional Indonesia, atau bahkan tindakan nyata dalam masyarakat, seperti: pengumpulan dana untuk adopsi orangutan, pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat untuk diserahkan kepada pabrikMengelola proses biodiesel, peluncuran sukarelawan untuk membacakan dongeng bagi siswa TK. Semuanya atas inisiatif siswa setelah melalui proses penelitian siswa kelas V SD.
  • KESIMPULAN• PBL adalah suatu pendekatan yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan yang esensial dari materi pelajaran. Pembelajaran ini dirancang untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi pada kejadian yang sebenarnya.• “Pendidikan bukanlah tujuan kita. Pendidikan harus mempersiapkan pembelajar untuk hidup” (Edward de Bono).• Dengan demikian, PBL punya peluang untuk membangun kecakapan hidup (life skills) pembelajar; pembelajar terbiasa mengatur dirinya sendiri (self directed), berpikir metakognitif (reflektif dengan pikiran dan tindakannya), berkomunikasi dan berbagai kecakapan terkait, dan ini perlu dimulai sejak siswa masih di tingkat SD.