M1

4,228 views
4,054 views

Published on

miodul matkul statistk sosial

Published in: Technology, Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,228
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

M1

  1. 1. Modul 1 Statistika Dra. Kusharianingsih Candrawita, M.S. PE N D A HU L UA NP ada pembahasan tentang penggunaan statistika dalam ilmu-ilmu sosial, terlebih dahulu perlu dijelaskan pengertian dari istilah statistika itusendiri. Setelah pemahaman mengenai statistika akan dibahas pemanfaatanstatistika dalam ilmu-ilmu sosial, khususnya dalam penelitian sosial. Padaintinya pembahasan dalam modul pertama ini akan menjawab 3 pertanyaan,yaitu Apa yang dimaksud dengan statistika? Bagaimana cara bekerjanya?Bagaimana para peneliti sosial menggunakan statistika? Setelah Anda mengenal konsep-konsep dasar statistika dan secara garisbesar mengetahui penggunaan statistika dalam penelitian sosial, modul iniakan diakhiri dengan 2 topik pembahasan, yaitu penjelasan mengenai cabangdari statistika (statistika deskriptif dan statistika inferensia) dan penjelasansingkat penggunaan (alas bantu) program komputer SPSS dalam analisisstatistika. Setelah mempelajari modul Anda diharapkan mampu menjelaskanpengertian statistika. Anda diharapkan pula mampu menjelaskan:1. penggunaan statistika;2. pengertian statistika deskriptif;3. pengertian statistika inferensia.
  2. 2. 1.2 Pengantar Statistik Sosial Kegiatan Belajar 1 Pengertian StatistikaI stilah statistika memiliki 2 arti. Pertama, kata statistika (khususnya statistik) dapat diartikan sebagai angka atau data kuantitatif1. Jika diartikansebagai angka, contoh-contoh yang dapat diajukan, antara lain angkakelahiran, angka melek huruf, angka (tingkat) urbanisasi, dan angka produksiperikanan. Pengertian statistika sebagai angka atau kumpulan data yangberwujud angka-angka merupakan pengertian yang lebih dikenal oleh orangawam (pada umumnya). Kedua, kata statistika juga dapat diartikan sebagai suatu bidang studi(field of study)2 atau metode statistik3. Sebagai bidang studi, statistikamenggunakan angka-angka karena itu untuk memahami statistika Anda perlumemiliki pengetahuan dasar tentang ilmu matematika. Sebagai suatu metode,statistika merupakan ilmu atau metode penarikan kesimpulan umumberdasarkan data kuantitatif yang terbatas. Khususnya, istilah statistika dapatpula diartikan sebagai metode untuk mengumpulkan, mengolah, menyajikan,melakukan analisis dan interpretasi data dalam bentuk angka-angka4. Pada Modul 1 Pengantar Statistika ini, istilah statistika diartikan sebagaisuatu bidang studi atau metode statistika, bukan sebagai kumpulan angka.Sebagai suatu bidang studi atau metode, pembahasan statistika dalam modulini akan lebih ditekankan pada penerapannya, di mana statistika merupakansuatu alat bantu bagi ilmu-ilmu sosial, dan bukan mengenai ilmu matematikadari bidang studi tersebut.A. ALASAN MEMPELAJARI STATISTIKA Mengapa statistika perlu dipelajari? Statistika merupakan alat bantu bagiilmu-ilmu sosial. Bagi para peneliti ilmu-ilmu sosial, khususnya yangmenggunakan pendekatan kuantitatif.5 statistika menjadi bagian yang takterelakan dalam proses penelitiannya. Penjelasan tentang bagaimana carabekerjanya statistika dan pemanfaatannya oleh para peneliti sosial akandibahas tersendiri pada bagian lain dalam modul ini.
  3. 3. ISIP4215/MODUL 1 1.3 Pemanfaatan statistika sebagai alat (bantu) adalah satu dari dua alasanuntuk mempelajarinya. Alasan pertama, statistika memberikan pengetahuandan kemampuan kepada seseorang untuk melakukan evaluasi terhadap data.Dengan pengetahuan statistika yang dimiliki, seseorang dapat menerima,meragukan bahkan menolak (kebenaran, keberlakuan) suatu data. Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya kita berhadapan denganstatistika. Contoh yang dapat kita temukan dengan mudah akhir-akhir iniadalah hasil jajak pendapat (Polling) yang disajikan oleh sejumlah mediacetak, baik surat kabar maupun masalah di ibu kota. Beberapa hasil jajakpendapat tersebut melakukan inferensi berdasarkan sampel yang ditarik.7Inferensi yang diperoleh dari hasil jajak pendapat tersebut beberapa ada yangvalid, namun ada pula yang tidak valid.7 Selain masalah validitas ini kita jugaperlu memperhatikan masalah sampel karena terdapat jajak pendapat yangdilakukan dengan jumlah (besar) sampel yang tidak memadai. Untuk dapatmenilai kebenaran atau keberlakuan hasil (data) penelitian singkat itulah kitamemerlukan statistika. Oleh karena statistika dapat dengan mudah digunakanuntuk menyampaikan hasil yang berbeda dengan keadaan sebenarnya jikamereka yang memanfaatkan hasil atau temuan suatu penelitian tidakmemahami statistika. Alasan Kedua, bagi mahasiswa ilmu-ilmu sosial, statistika amatbermanfaat bagi dunia kerja kelak. Bidang pekerjaan yang berkaitan denganilmu-ilmu sosial akan menuntut Anda untuk mampu melakukan hal-hal,seperti membuat interpretasi dari temuan suatu survei atau suatu datastatistik, menerapkan metode-metode analisis statistik dalam menyusuninferensi, memberikan gambaran karakteristik dari unit analisis suatupenelitian (baik individu/perorangan kelompok maupun organisasi) ataumenyusun laporan berdasarkan analisis-analisis statistik. Misalkan, dalamsuatu penelitian tentang "Pengaruh televisi pada penggunaan waktu luanganak di desa transisi", peneliti ingin mengetahui, berdasarkan sampel yangditarik, proporsi dari anak yang keluarganya memiliki televisi. Selanjutnya,peneliti dapat juga melakukan perbandingan karakteristik penggunaan waktuluang anak di antara kelompok anak yang keluarganya memiliki dan yangtidak memiliki televisi di desa tersebut. Dalam analisisnya, peneliti dapatmengetahui apakah perbedaan di antara 2 kelompok anak tersebut merupakanperbedaan sebenarnya atau hanya merupakan suatu kebetulan sebagai akibatadanya variasi random dalam data sampel.
  4. 4. 1.4 Pengantar Statistik Sosial Dari pembahasan yang telah diberikan terlihat bahwa kegunaan ataumanfaat statistika cukup beragam. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorangyang berangkat ke tempat kerjanya dapat memperkirakan kapan ia harusberangkat dari rumahnya agar ia tidak terlambat tiba di tempat kerjanya. Jikaselama satu bulan ia berangkat pukul 07.15 dan hanya sekali terlambat makaia akan berusaha berangkat sebelum atau tepat pada waktu-waktu tersebut.Oleh karena terlambat meninggalkan rumah berarti kemungkinan terlambattiba di tempat kerjanya menjadi lebih besar. Contoh lainnya, daripemanfaatan statistika yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalahiklan produk yang ditayangkan di televisi, di mana produk tersebut (misalminuman dari sari rempah-rempah) mengaku dapat bekerja secara efektif(menurunkan berat badan) pada 90% konsumennya. Berkaitan dunia kerja, manfaat atau kegunaan statistika tentu saja tidakterbatas pada lapangan kerja di bidang ilmu-ilmu sosial. Statistika jugadimanfaatkan secara luas baik dalam bidang ilmu alam, biologi maupundunia usaha dan dunia industri. Di bidang ilmu sosial dan ilmu alam, parailmuwan menggunakan statistika setidaknya untuk 3 kepentingan, yaitupengumpulan data (melalui survei atau kegiatan eksperimen). pengujianhipotesis dan pengembangan teori. Di dunia usaha maupun industri, datasampel digunakan untuk kepentingan meramalkan penjualan dan keuntunganmaupun untuk kepentingan pengawasan kualitas produksi.B. PEMANFAATAN STATISTIKA DALAM PENELITIAN SOSIAL Pemanfaatan dalam ilmu-ilmu Sosial. Dari penjelasan mengenai alasanmempelajari statistika kita sudah dapat melihat bahwa statistika merupakanbagian yang tak terpisahkan dari berbagai, bidang ilmu maupun dari duniakerja. Sebelum kita membahas kegunaan statistika. Secara khusus, bagipeneliti sosial terlebih dahulu kita akan membahas secara ringkas kegunaanpenelitian serta prinsip-prinsip dasar penelitian dalam ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu sosial sebagai bidang studi berbeda dalam banyak hal. Salahsatu di antaranya perbedaan pada aspek dari dunia (kenyataan) sosial yangmereka pelajari. Ahli sosiologi, misalnya membahas kenyataan tersebutmulai dari kelompok-kelompok (misalnya kelas sosial), organisasi (misalnyabirokrasi) sampai masyarakat (misalnya masyarakat industri) yang terdapat didalamnya. Walaupun aspek yang menjadi fokus kajian masing-masingbidang ilmu tersebut berbeda, namun pada umumnya para ahli tersebut
  5. 5. ISIP4215/MODUL 1 1.5memiliki kepentingan yang sama, yaitu memahami kehidupan sosial darimanusia dan berusaha mengembangkan pengetahuan (ilmu) tentang haltersebut. Berdasarkan pengetahuan tersebut para ahli berharap dapatmelakukan prediksi. Sebagai bidang ilmu yang berusaha memahami kehidupan sosial, paraahli atau peneliti di bidang tersebut harus berusaha bersikap objektif. Namunhal ini, tidaklah mudah dilakukan dalam kajian bidang ilmu-ilmu sosial.karena kehidupan sosial manusia itu bersifat kompleks dan para ahli ataupeneliti sosial mungkin saja merupakan bagian dari kehidupan sosial yangdipelajarinya. Akibatnya, dapat saja pengetahuan tentang kenyataan sosialyang dimiliki para ahli atau peneliti tersebut mempengaruhi usahapemahamannya. Agar dapat bersikap objektif, sebagai salah satu prinsipdasar (ilmiah) penelitian, seorang peneliti atau para ahli diharapkanmempelajari kehidupan sosial manusia dan segala bentuk perwujudannyaseperti apa adanya, bukan seperti yang diinginkan atau diharapkannya.Prinsip objektif ini memang sulit diterapkan, namun tidaklah mustahil untukdicapai oleh para ahli atau peneliti. Proses dalam Penelitian Ilmu-ilmu Sosial. Usaha memahami kehidupansosial menuntut agar para ahli atau peneliti sampai tingkat tertentumelakukan konseptualisasi8 dan pengukuran9 terhadap kenyataan sosial yangingin dipahaminya. Sebagai contoh, seorang peneliti ingin mengetahui"Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa SLTP dan SMU".Proses untuk memahami kehidupan (gejala) sosial tersebut biasanya diawalidengan sebuah atau beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan beberapaaspek dari gejala sosial yang diteliti tersebut. Misalnya, apakah terdapathubungan antara acara yang ditayangkan stasiun televisi swasta terhadapminat belajar siswa di kedua jenjang sekolah tersebut? Apakah orang tuamemiliki peran dalam mempengaruhi minat belajar siswa tersebut? Hal-halapa lagi yang diperkirakan dapat mempengaruhi minat belajar siswa SLTPDan SMU? Setelah mengajukan sebuah atau serangkaian pertanyaan, penelitimenetapkan, secara spesifik. apa yang ingin ditelitinya, kapan dan di manapenelitian tersebut akan dilakukan serta bagaimana informasi yang relevanatau data dari penelitian tersebut akan dikumpulkan. Jadi, secara singkatpenelitian (ilmiah) merupakan suatu kegiatan yang mutlak dilakukan jikaseseorang (ahli ataupun peneliti) ingin mendapatkan pemahaman yang validdari suatu gejala sosial, di mana penelitian tersebut sedapat mungkindiusahakan bersifat objektif.
  6. 6. 1.6 Pengantar Statistik Sosial Dalam kaitannya dengan penelitian tentang minat belajar siswa, untukmendapatkan pemahaman yang valid, peneliti akan mengumpulkan datanya(fakta yang ditemukan di lapangan), selanjutnya melakukan analisis10terhadap data tersebut, dan menyusun klasifikasi terhadap data secarasistematis. Dalam penelitian tersebut, peneliti dapat menggambarkan ataumenjelaskan apakah telah terjadi pergeseran peran orang tua dalammempengaruhi minat belajar siswa. Faktor-faktor lain apa saja yang lebihberperan dalam mempengaruhi minat belajar mereka. Sepanjang proses penelitian, seorang peneliti dihadapkan pada duapertanyaan penting. Di awal proses, pertanyaan yang diajukan adalahvariabel-variabel11 penting apa saja yang harus dipelajari? Di akhir proses,pertanyaan yang diajukan adalah penjelasan seperti apa (terhadap gejala yangditeliti) yang dianggap memadai atau memuaskan? Untuk mendapatkanjawaban dari kedua pertanyaan penting tersebut peneliti perlu melakukanpengamatan (penelitian) langsung, yaitu melalui kajian literatur atau studikepustakaan maupun mencari informasi yang relevan tentang gejala yangditeliti dari berbagai sumber (misalnya melalui wawancara terhadap para ahliyang mempelajari gejala yang diteliti). Masih berkaitan dengan usaha memahami kehidupan sosial, pemahamansebagai suatu gejala adalah suatu hal yang tidak mudah dijelaskan. Padadasarnya, seseorang (peneliti) dikatakan memiliki pemahaman terhadap suatugejala jika orang (peneliti) tersebut memiliki fakta (data)12 yang masuk akaldan dapat dihubungkan dengan suatu kerangka teoretis. Dari fakta yangdikaitkan dengan teori yang digunakan sebagai rujukan, peneliti selanjutnyadapat mengembangkan suatu pernyataan yang merupakan penjelasan umum(general explanatory). Pernyataan-pernyataan yang dihasilkan jika dikaitkandengan contoh penelitian di atas, dapat menjelaskan dengan cukup rincitentang gejala minat belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dari usaha memahami kehidupan sosial, selanjutnya seorang penelitibiasanya berusaha melakukan prediksi dengan, misalnya benar-benarmemahami gejala minat belajar siswa (seperti sebagaimana kecenderunganminat belajar yang dimiliki siswa. sejauh mana peran orang tua mengalamipergeseran dalam mempengaruhi minat belajar anaknya serta faktor-faktorapa saja yang turut mempengaruhinya) seorang peneliti diharapkan dapatmelakukan prediksi dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Tingkat akurasidalam prediksi dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu tingkat pengetahuanyang dimiliki peneliti mengenai gejala yang dipelajarinya, jumlah faktor yang
  7. 7. ISIP4215/MODUL 1 1.7diteliti, tingkat spesifikasi (kekhususan) dari kondisi gejala yang diteliti sertajumlah (banyaknya) lokasi (masyarakat) yang diteliti. Usaha melakukan prediksi ini pada dasarnya merupakan suatu prosesdisebarluaskannya atau diterbitkannya hasil penelitian yang membahaskecenderungan minat belajar siswa SLTP dan SMU akan mendorong penelitilain untuk meneliti kecenderungan tersebut di lokasi (lingkungan) yangkarakteristiknya relatif sama, selanjutnya meneliti kembali hal tersebut padalokasi (lingkungan) yang berbeda. Jika kecenderungan yang sama terbuktipada penelitian-penelitian selanjutnya, para peneliti yang mempelajarinyaakan semakin yakin dengan temuan (hasil) penelitian tentang kecenderungantersebut. Dengan berjalannya waktu, pengaruh dari faktor-faktor lain terusdipelajari dan metode-metode pengujian (statistika) baru juga dilakukan.Proses seperti ini terus berlangsung karena mungkin saja kecenderunganyang ditemukan dalam penelitian terdahulu salah diartikan. Dengandemikian, kita perlu selalu menyadari bahwa hasil (temuan) dalam penelitianilmu-ilmu sosial bersifat tentatif. Temuan tersebut selalu dapat mengalamiperubahan atau perbaikan tergantung pada informasi (data) tambahan yangditemukan lebih lanjut. Adanya kondisi temuan seperti ini mendorongtimbulnya pertanyaan: “Kapan seorang peneliti sosial dapat menganggapbahwa pengetahuannya sudah cukup atau memadai?” Jawabannya prediksikarena hal tersebut dapat digunakan sebagai ukuran untuk menguji cukuptidaknya pengetahuan yang dimiliki peneliti untuk suatu gejala. Untuk itu,pertanyaan yang perlu diajukan: “Apakah peneliti telah cukup mempelajarigejala yang ditelitinya (misalnya minat belajar siswa) sehingga ia dapatmenyusun prediksi temuan dari penelitian berikutnya walaupun hasil(temuan) dari penelitian berikutnya walaupun hasil (temuan) dari penelitiantersebut belum diperoleh?” Pembahasan tentang proses dalam penelitian sosial telah memperlihatkanbahwa kemampuan seseorang memahami dan melakukan prediksi suatugejala secara ilmiah13 tergantung pada (kegiatan) penelitian. Suatu kegiatanpenelitian biasanya diawali dengan merencanakan suatu rancangan penelitian(research design)14, yang mencakup identifikasi dari variabel-variabel yangakan diteliti dan menetapkan prosedur yang akan dilalui dalam pengumpulandan analisis data. Jika rancangan penelitian disusun dengan baik dan diikutidengan cermat oleh peneliti maka jawaban atas pertanyaan-pertanyaanpenting yang diajukan dapat ditemukan peneliti. Selanjutnya, rancangan
  8. 8. 1.8 Pengantar Statistik Sosialpenelitian tersebut berfungsi sebagai pembatas dari kegiatan penelitian yangdilakukan. Berikut ini adalah penjelasan ringkas dari suatu kegiatan yang umumnyadilaksanakan dalam suatu penelitian sosial (penelitian kuantitatif). Bagianpertama dari kegiatan penelitian disebut dengan tahap persiapan. Mengawalikegiatannya, seorang peneliti biasanya memiliki suatu hipotesis atau dugaanyang bersifat ilmiah mengenai suatu kecenderungan. pola maupun hubungan-hubungan yang ada dari suatu gejala sosial. Hipotesis atau dugaan tersebutmencakup variabel-variabel yang ingin diteliti. Kegiatan selanjutnya,melakukan identifikasi (merumuskan batasan lagi) populasi penelitian sertamenetapkan jenis instrumen pengumpulan data yang akan digunakan. Jikapeneliti akan melakukan pengumpulan datanya melalui wawancara tatapmuka perorangan (face-to-face interview) maka instrumen yang dikembang-kannya adalah pedoman wawancara atau yang dikenal dengan kuesioner(daftar pertanyaan). Instrumen penelitian ini tentu akan berbeda jikapengumpulan datanya dilakukan dengan mengedarkan (mengirimkan melaluipos) daftar pertanyaan kepada para responden (self-administered study). Bagian kedua dari suatu kegiatan penelitian dikenal dengan pengolahandata. Data yang dikumpulkan peneliti dapat merupakan data primer maupundata sekunder.15 Jawaban responden yang tercatat dalam kuesioner (daftarpertanyaan) adalah salah satu contoh data primer. Data yang diperoleh dariinstitusi atau lembaga lain, misalnya kepolisian ataupun data sensus dari BPSmerupakan contoh dari data sekunder. Dalam tahap pengolahan data, penelitimelakukan klasifikasi (pengelompokan). Proses ini mensyaratkan adanyasuatu bentuk kuantifikasi. Hal ini diperlukan karena data yang telahdikumpulkan harus disusun dalam bentuk (cara) tertentu16 sehingga dari datayang telah disederhanakan tersebut peneliti dapat melihat adanyakecenderungan, pola atau hubungan-hubungan. Selanjutnya, setelah melakukan klasifikasi (penyederhanaan) data,peneliti melakukan analisis terhadap datanya. Pada kegiatan analisis inilahstatistika akan memainkan peranan penting. Berdasarkan (karakteristik) data,peneliti menetapkan cara-cara perhitungan yang sesuai sehingga berdasarkandata (informasi) yang ada peneliti dapat menyusun kesimpulan atau membuatgeneralisasi.17 Dari penjelasan mengenai proses dalam penelitian sosial, terlihat jelasbahwa statistika (sebagai alat bantu) adalah bagian yang tak terpisahkan dariilmu-ilmu sosial. Peranan statistika tidak terbatas pada tahapan analisis data
  9. 9. ISIP4215/MODUL 1 1.9saja, tetapi juga digunakan dalam tahapan persiapan (penyusunan rancanganpenelitian) dan tahapan pengumpulan data. Tanpa alat bantu statistika,kegiatan penelitian, termasuk di dalamnya kegiatan pengumpulan datamenjadi amat, sulit bahkan mustahil dilakukan. Untuk itu, pada bagianberikut ini akan dibahas bagaimana para peneliti sosial memanfaatkanstatistika sebagai alat bantu. Pemanfaatan statistika oleh peneliti sosial dalam kegiatan penelitiandapat digunakan untuk 4 keperluan. Pertama, statistika digunakan untukmenyusun, meringkas atau menyederhanakan data. Data yang diperoleh darisuatu penelitian survei dengan topik tertentu (misalnya gaya hidup kelompokprofesional di perkotaan) biasanya tidak hanya besar dalam jumlah(respondennya)-nya, tetapi juga mencakup banyak informasi. Terhadap datayang diperoleh tersebut, peneliti memerlukan cara untuk menyusun danmenyederhanakannya agar kegiatan penelitian tersebut dapat dilanjutkan. Kedua, statistika digunakan untuk membantu peneliti dalam merancang(merencanakan) kegiatan survei atau eksperimen yang dapat memperkecilbiaya untuk mendapatkan informasi dalam jumlah tertentu. Kegunaanstatistika yang kedua ini berkaitan dengan metodologi dan inferensi(penarikan kesimpulan) secara statistika. Dalam kondisi ini, banyak waktuyang dicurahkan untuk membahas pengambilan keputusan dalam teknikpenarikan sampel atau sampling dan penarikan kesimpulan (inferensi). Padapengambilan keputusan yang pertama, peneliti perlu menetapkan jumlah datayang diperlukan dan bagaimana memperolehnya, sedangkan pada pengambil-an keputusan kedua, peneliti menetapkan bagaimana inferensi (penarikankesimpulan) tersebut dibuat. Penarikan sampel terhadap data maupun dalamkegiatan survei atau eksperimen akan menghasilkan informasi, namun padasaat yang sama memiliki konsekuensi biaya. Untuk menyesuaikan biaya,kualitas dan kuantitas informasi yang diperoleh dari suatu penelitian. penelitidapat melakukan perubahan -sampai pada tingkat tertentu- pada prosedurkegiatan penelitiannya. Perubahan yang mungkin dilakukan adalah padabagaimana cara data (responden) dipilih dan berapa banyak informasi yangakan dikumpulkan dari setiap sumber. Modifikasi sederhana dalam pemilihandata (responden) sering kali dapat menghemat biaya dalam prosedurpenarikan sampel. Pengetahuan yang dimiliki tentang statistika dan teknik-teknik dalam statistika dapat membantunya dalam pengambilan keputusanmengenai teknik penarikan sampel.
  10. 10. 1.10 Pengantar Statistik Sosial Ketiga, dengan pengetahuan mengenai statistika peneliti dapatmenetapkan metode yang terbaik dalam penarikan kesimpulan (inferensi)sesuai dengan teknik penarikan sampel tertentu. Metode inferensi dalamsuatu kegiatan penelitian survei atau eksperimen terdiri dari duakemungkinan, yaitu peneliti melakukan prediksi atau membuat keputusantentang beberapa karakteristik dari populasi atau universe yang menjadi pusatperhatian peneliti. Metode inferensi dalam ilmu-ilmu sosial bervariasi, untukitu pilihan metode inferensi harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kegunaan statistika yang terakhir adalah dalam mengukur baik tidaknya(goodness) dari sebuah inferensi (penarikan kesimpulan). Selain membantupeneliti untuk menggambarkan data, sumbangan utama statistika lainnyaadalah dalam melakukan evaluasi terhadap baik tidaknya suatu inferensi.Hampir setiap orang dapat merancang suatu metode inferensi, namun seringkali kita sulit menentukan sejauh mana inferensi tersebut reliabel (baik).Selanjutnya, peneliti juga perlu menyadari bahwa ia memiliki kemungkinanuntuk menarik kesimpulan yang keliru dalam penelitiannya yang bertujuanmembuat keputusan berdasarkan data sampel tentang suatu karakteristik darisebuah populasi atau universe. LAT IH A N Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! Jelaskanlah hubungan antara statistika dengan penelitian sosial!Petunjuk Jawaban Latihan1) Pahamilah pengertian statistika dan penelitian sosial.2) Pahamilah kegunaan statistika pada penelitian sosial.3) Diskusikanlah pemahaman Anda dengan teman Anda agar mendapatkan pengertian yang tepat.
  11. 11. ISIP4215/MODUL 1 1.11 R A NG KU M AN Statistika merupakan ilmu penarikan kesimpulan umum berdasarkan data kuantitatif terbatas. Sebagai suatu alat bantu statistika memberikan pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan evaluasi. Selain itu, dalam dunia kerja statistika banyak dimanfaatkan. Statistika digunakan oleh peneliti sosial untuk: 1. menyusun data, meringkas, dan menyederhanakan data; 2. merencanakan kegiatan survei atau eksperimen yang dapat memperkecil biaya untuk memperoleh informasi dalam jumlah tertentu; 3. menetapkan metode yang terbaik dalam penarikan kesimpulan (inferensi); 4. melakukan evaluasi terhadap baik tidaknya suatu inferensi. TE S F OR M AT IF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!1) Untuk memahami statistika diperlukan pengetahuan dasar .... A. komputer B. matematika C. metode penelitian D. metode analisis2) Statistika digunakan oleh ilmuwan sosial untuk .... A. penentuan batasan populasi B. pengembangan teori C. menentukan variabel D. merencanakan penelitian3) Setelah kuesioner disampaikan kepada responden peneliti akan memasuki bagian selanjutnya dari suatu penelitian yang disebut dengan .... A. pengolahan data B. interpretasi data C. penarikan kesimpulan D. penarikan sampel
  12. 12. 1.12 Pengantar Statistik Sosial4) Statistika berperanan penting pada saat melakukan terhadap data yang dikumpulkan .... A. penyederhanaan data B. analisis data C. interpretasi data D. pengumpulan data5) Bagi ilmu sosial statistika sosial diartikan sebagai …. A. metode statistik B. kumpulan angka C. ilmu matematika D data kuantitatif Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yangterdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaanAnda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = × 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapatmeneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yangbelum dikuasai.
  13. 13. ISIP4215/MODUL 1 1.13 Kegiatan Belajar 2Statistika Deskriptif, Statistika Inferensia, dan Penggunaan KomputerP ada pembahasan kegunaan statistika, khususnya dalam ilmu-ilmu sosial, kita perlu lebih dahulu memahami 2 cabang dari statistika, yaitustatistika deskriptif (descriptive statistics) dan statistika inferensia (inferentialstatistics). Kedua statistika tersebut akan dibahas pada bagian awal KegiatanBelajar 2 pada bagian akhir akan dibahas mengenai penggunaan komputerdalam membantu peneliti ilmu-ilmu sosial melakukan analisis terhadap dataA. STATISTIKA DESKRIPTIF DAN STATISTIKA INFERENSIAL Statistika deskriptif dalam penelitian ilmu-ilmu sosial memiliki tigakegunaan, yaitu pertama, statistika deskriptif memungkinkan penelitimenyajikan ataupun menggambarkan datanya dengan teknik grafik maupunteknik numerik. Kedua, statistika deskriptif memungkinkan penelitimengukur dua karakteristik dari setiap respondennya dan selanjutnyameneliti hubungan di antara kedua karakteristik (variabel) tersebut.Selanjutnya, peneliti juga dapat membandingkan dua kelompok yang berbedaberdasarkan karakteristik yang sama (misalnya perbandingan rata-rata umurdari ibu-ibu peserta program KB di daerah perkotaan dan daerah pedesaan disuatu provinsi). Ketiga, Statistika deskriptif memegang peranan pentingdalam persiapan analisis data. Analisis ini dilakukan sebelum penelitimenerapkan statistika inferensia terhadap data penelitiannya. Istilah lain yangdigunakan untuk tahap persiapan ini adalah exploratory data analysis. Statistika inferensial memiliki 4 karakteristik, yaitu pengamatan secaraacak, teknik (cara) penarikan sampel (sampling), data dalam bentuk angka(numerical data), dan tujuan umum inferensia (common inferentialobjektive). Untuk memudahkan penjelasan mengenai keempat karakteristik tersebutkita akan menggunakan kasus berikut ini sebagai contoh. Misalkan, seorangpeneliti ingin melakukan pendugaan/estimasi tentang proporsi (dari) pencarikerja di Jawa Barat yang berasal dari sekolah negeri. Peneliti tersebutberhasil mendapatkan data dari pencari kerja di Jawa Barat pada tahun 1990.
  14. 14. 1.14 Pengantar Statistik SosialData dari 291.66418 pencari kerja yang dimilikinya memuat informasi yangcukup lengkap mengenai karakteristik pencari kerja tersebut, namun datamengenai asal sekolah tersebut tidak tercakup di dalamnya. Untuk menelitisatu per satu pencari kerja tersebut tentu tidaklah efisien dari segi waktumaupun biaya. Sebagai alternatifnya peneliti dapat menggunakan cara yanglebih sederhana dan lebih efisien, yaitu memilih secara random, misalnya2500 pencari kerja dari daftar yang ada. Peneliti tersebut selanjutnya dapatmenghitung proporsi pencari kerja yang berasal dari sekolah negeriberdasarkan informasi yang ada pada sampelnya. Hasil perhitungan tersebut,selanjutnya digunakan peneliti untuk menduga proporsi dari pencari kerja diJawa Barat (populasinya. berjumlah 291.664 orang) yang memilikikarakteristik sama. Dengan bantuan (teknik) statistika, proporsi yangdiperoleh dari data sampel (misalnya 2500 pencari kerja) akan mendekatiproporsi yang ada di tingkat populasi (291.664 pencari kerja). Selain itupeneliti juga dapat menentukan seberapa besar pendugaan tersebut berbeda(menyimpang) dari proporsi sebenarnya, yaitu pencari kerja yang berasal darisekolah negeri di antara seluruh pencari kerja di Jawa Barat yang berjumlah291.664 orang tersebut. Karakteristik pertama dalam statistika inferensia adalah pengamatansecara acak (random observation) berarti bahwa pengamatan ataupengukuran yang dilakukan tidak dapat diprediksi dengan tingkat kepastiantertentu sebelumnya. Artinya, hasil dari pengamatan (pengukuran) yangdilakukan cenderung bervariasi secara acak. Pada contoh di atas, seorangpeneliti tidak dapat menentukan bahwa seorang pencari kerja yang terpilihsecara random dari daftar yang tersedia berasal dari sekolah negeri ataubukan. Karakteristik kedua dari karakteristik inferensia berhubungan denganteknik penarikan sampel (sampling)19. Pada contoh di atas terlihat bahwapemilihan 2500 pencari kerja sebagai sampel dilakukan secara acak daridaftar yang tersedia. Daftar tersebut memuat seluruh pencari kerja di JawaBarat pada tahun 1990, yang berjumlah 291.664. Karakteristik ketiga dari statistik inferensia berhubungan dengan datadalam bentuk angka (numerical data). Maksudnya, dari sampel yang terpilihsecara random, peneliti akan mengumpulkan data. Data yang terkumpultersebut merupakan pengukuran (dari karakteristik) setiap elemen20 yangterpilih ke dalam sampel. Dari contoh di atas, terlihat bahwa penelitimengumpulkan data (informasi tentang asal sekolah) dari setiap elemen yang
  15. 15. ISIP4215/MODUL 1 1.15terpilih secara acak ke dalam sampel (pencari kerja di Jawa Barat tahun1990). Peneliti selanjutnya melakukan pengamatan terhadap sampel parapencari kerja tersebut. Hasil pengamatan terhadap asal sekolah para pencarikerja tersebut bersifat kualitatif, yaitu peneliti memisahkan para pencari kerjatersebut pada kelompok yang berasal dari sekolah negeri dan kelompok yangbukan berasal dari sekolah negeri. Terhadap hasil pengamatan yang bersifatkualitatif ini peneliti dapat melakukan pengukuran (secara kuantitatif), yaitudengan memberikan simbol angka untuk masing-masing kategori kualitatiftersebut sehingga para pencari kerja yang berasal dari sekolah negeri adalahkelompok yang diberi simbol (angka) 1, sedangkan mereka yang bukanberasal dari sekolah negeri adalah kelompok yang diberi simbol (angka) 0. Karakteristik keempat dari masalah statistika inferensia adalah tujuan(umum) dari statistika inferensia. Maksud dilakukannya penarikan sampelsecara random adalah untuk mendapatkan informasi dari sebagian elemen(unsur) populasi21 yang menjadi perhatian peneliti untuk selanjutnya penelitimelakukan penarikan kesimpulan (inferensi) mengenai keseluruhan populasi.Pada contoh mengenai pendugaan (estimasi) proporsi pencari kerja di JawaBarat yang berasal dari sekolah negeri, populasi yang menjadi perhatianpeneliti adalah sekumpulan simbol (angka) 0 dan simbol (angka) 1 yangmewakili karakteristik asal sekolah para pencari kerja tersebut. Selanjutnya,tujuan dari penarikan sampel adalah untuk menduga proporsi dari pencarikerja yang berasal dari sekolah negeri, yaitu proporsi dari simbol (angka) 1 ditingkat populasi (seluruh pencari kerja di Jawa Barat pada tahun 1990). Perlu dicatat bahwa suatu populasi atau universe22 adalah sekumpulanpengukuran (kuantitatif) atau skor (angka). Catatan lainnya bahwa suatupopulasi tidaklah selalu sesuatu yang nyata, tetapi dapat juga merupakansesuatu yang dibayangkan (imaginary) oleh peneliti.B. PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM ILMU-ILMU SOSIAL Pada bagian terdahulu disebutkan bahwa statistika merupakan alat bantuyang tidak dapat diabaikan dalam ilmu-ilmu sosial. Selain digunakan untukmembantu peneliti dalam menggambarkan data, statistika juga amatdiperlukan pada tahap analisis data. Saat ini untuk keperluan analisis datasecara statistik, peneliti dapat memanfaatkan program atau sistem programkomputer yang tersedia. Program komputer tersebut sangat membantupeneliti karena peneliti tidak perlu lagi melakukan perhitungan-perhitungan
  16. 16. 1.16 Pengantar Statistik Sosialyang sulit dan rumit dalam kegiatan analisis datanya. Dalam pemanfaatanprogram komputer tersebut, peneliti hanya perlu mempelajari tujuan utamadan asumsi-asumsi dari ukuran (teknik) statistik tertentu. Selanjutnya,program komputer tersebut akan melakukan komputasi dan (bahkan)interpretasi terhadap hasil pengolahan data tersebut. Program komputer yang paling dikenal dalam analisis data statistikuntuk ilmu-ilmu sosial adalah SPSS, Data-Text. SAS, dan BMD. SPSS atauStatistical Package for the Social Sciences secara khusus amat bermanfaatbagi sosiologi sebagai salah satu cabang ilmu sosial. Masing-masing programkomputer ini telah menyediakan dan menyimpan program analisis datanya didalam piranti lunak (software) komputernya sehingga peneliti tidak perlu lagimenyusun atau menulis program untuk melakukan analisis datanya secarastatistik. LAT IH A N Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! Carilah suatu penelitian yang pernah dilakukan oleh ilmuwan sosial, kemudian analisislah bagaimana statistika inferensia digunakan?Petunjuk Jawaban Latihan1) Pahamilah karakteristik statistika inferensia.2) Gunakanlah karakteristik tersebut untuk menganalisis penggunaan statistika inferensia dalam penelitian yang Anda temukan.3) Diskusikanlah hasil analisis tersebut dengan teman-teman Anda. R A NG KU M AN Sebagai peneliti sosial, kita memerlukan kedua cabang statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensia. Teknik statistika deskriptif memungkinkan peneliti untuk menggambarkan satu atau lebih karakteristik dari suatu kelompok atau melakukan perbandingan antarkelompok jika peneliti memiliki data dari variabel yang menjadi perhatiannya. Teknik statistik inferensia digunakan jika peneliti memiliki
  17. 17. ISIP4215/MODUL 1 1.17 data yang diperoleh dari sampel (random) dan bermaksud menyusun inferensi (menarik kesimpulan) tentang suatu populasi atau universe dari mana sampel tersebut dipilih (ditarik). Alat bantu yang dapat digunakan peneliti saat ia melakukan analisis data dengan teknik-teknik statistika, yaitu program (paket) piranti lunak (software) statistika. Setiap paket tersebut menyediakan seluruh instruksi yang diperlukan peneliti untuk melakukan analisis data. Program (paket) komputer tersebut hanya merupakan alat bantu, di mana Anda tetap perlu memahami statistika secara memadai. Sebagai peneliti sosial, kita memerlukan kedua cabang statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensia. Teknik statistika deskriptif memungkinkan peneliti untuk menggambarkan satu atau lebih karakteristik dari suatu kelompok atau melakukan perbandingan antarkelompok jika peneliti memiliki data dari variabel yang menjadi perhatiannya. Teknik statistik inferensia digunakan jika peneliti memiliki data yang diperoleh dari sampel (random) dan bermaksud menyusun inferensi (menarik kesimpulan) tentang suatu populasi atau universe dari mana sampel tersebut dipilih (ditarik). Alat bantu yang dapat digunakan peneliti saat ia melakukan analisis data dengan teknik-teknik statistika, yaitu program (paket) piranti lunak (software) statistika. Setiap paket tersebut menyediakan seluruh instruksi yang diperlukan peneliti untuk melakukan analisis data. Program (paket) komputer tersebut hanya merupakan alat bantu di mana Anda tetap perlu memahami statistika secara memadai. TE S F OR M AT IF 2 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!1) Salah satu karakteristik dari statistika inferensia adalah .... A. penyajian data dengan teknik grafik B. pengukuran dengan dua karakteristik dari setiap responden C. memegang peranan dalam persiapan analisis data D. menggunakan teknik penarikan sampel2) Salah satu kegunaan dari statistika deskriptif adalah .... A. membandingkan dua kelompok yang berbeda berdasarkan karak- teristik yang sama B. melakukan pengamatan secara acak C. menghasilkan data berbentuk angka D. bertujuan untuk menarik kesimpulan mengenai populasi
  18. 18. 1.18 Pengantar Statistik Sosial3) Penarikan kesimpulan mengenai populasi merupakan karakteristik dari statistika .... A. deskriptif B. inferensia C. parametrik D evaluatif4) Tujuan umum dari statistika inferensia adalah menarik kesimpulan mengenai .... A. populasi berdasarkan data sampel B. populasi berdasarkan data populasi C. sampel berdasarkan data sampel D sampel berdasarkan data populasi5) Seorang peneliti hanya mewawancara 100 kepala keluarga dari 500 kepala keluarga yang ada. Hal ini memperlihatkan bahwa peneliti menggunakan …. A. teknik statistika B. teknik penarikan sampel C. alat ukur yang dapat diprediksi D. data yang berbentuk angka Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yangterdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaanAnda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = × 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapatmeneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yangbelum dikuasai.
  19. 19. ISIP4215/MODUL 1 1.19 Kunci Jawaban Tes FormatifTes Formatif 11) B. Pengetahuan dasar matematika diperlukan dalam memahami statistika.2) B. Salah satu penggunaan statistika oleh ilmuwan sosial adalah berkaitan dengan pengembangan ilmu.3) A. Setelah kuesioner diserahkan kepada responden maka peneliti akan memasuki tahapan selanjutnya dalam penelitian yang disebut dengan pengolahan data.4) B. Peranan penting statistika pada penelitian adalah pada saat melakukan analisis data.5) A. Statistika dalam ilmu sosial dipelajari sebagai metode statistik.Tes Formatif 21) D. Salah satu karakteristik dari statistika inferensia adalah menggunakan teknik penarikan sampel.2) A. Salah satu kegunaan dari statistika deskriptif adalah membanding- kan 2 kelompok yang berbeda berdasarkan karakteristik yang sama.3) B. Penarikan kesimpulan mengenai populasi merupakan karakteristik dari statistika inferensia.4) A. Tujuan umum dari statistika inferensia adalah menarik kesimpulan mengenai populasi yang didasarkan pada data sampel.5) B. Pada penelitian tersebut peneliti menggunakan sampel berjumlah 100. Dengan demikian, karakteristik yang terlihat adalah teknik penarikan sampel.
  20. 20. 1.20 Pengantar Statistik Sosial Catatan1Anto Dajan. (1995). Pengantar Metode Statistik Jilid I. Jakarta: LP3S.2Ott.. et.al. (1992). Statistics A Tool for the Social Sciences. 5thed. Belmont, California: Duxburypress.3Op.cit.4Batasan pengertian ini diberikan oleh Croxton dan Cowden. dikutip dalam Anto Dajan. Op.cit.5Istilah lain untuk pendekatan (paradigma) kuantitatif adalah traditional, positivist, experimental (empiricist) paradigm (lihat John. W. Creswell. (1994). Research Design Quantitative and Qualitative Approaches. : Thousand Oaks: Sage Publication.6Inferensi tersebut ditandai, antara lain dengan adanya perkiraan tingkat kesalahan penarikan sampel (sampling error) yang dicantumkan pada laporan hasil jajak pendapat (polling).7Hasil jajak pendapat yang tidak valid, misalnya jika hasil penelitian terhadap mahasiswa FISIP UI dianggap mewakili pendapat pemuda Indonesia. Ini berarti dengan sampel penelitian yang lebih terbatas karakteristiknya (mahasiswa FISIP UI), peneliti memberlakukan hasil penelitiannya pada populasi yang karakteristiknya lebih luas (Pemuda Indonesia).8Istilah konseptualisasi diartikan sebagai suatu proses dalam memberikan arti untuk suatu konsep, di mana arti atau batasan tersebut diberikan dalam bentuk definisi teoretis atau pengertian yang abstrak. Bedakan istilah konseptualisasi dari operasionalisasi. Operasionalisasi berarti suatu proses mengembangkan definisi operasional untuk suatu konsep (lihat W. Lawrence Neuman. Social Research Methods Qualitative and Quantitative Aprroaches. 3rd .ed. Boston: Allyn and Bacon. 1997).
  21. 21. ISIP4215/MODUL 1 1.219Istilah pengukuran (measurement) dalam penelitian kuantitatif, mengacu pada usaha mengembangkan definisi yang jelas. tajam (dari suatu konsep) dan mengembangkan suatu alat ukur (dalam bentuk alat, prosedur maupun instrumen) yang akan menghasilkan temuan yang akurat dan cermat (ibid).10 Istilah analisis data diartikan sebagai mencoba (melakukan) berbagai prosedur dan pengujian statistik terhadap data. Analisis terhadap data dilakukan karena 2 alasan. Pertama, berhubungan dengan pengujian terhadap hipotesis penelitian atau jawaban terhadap pertanyaan penelitian. Kedua, berhubungan dengan penyajian temuan penelitian kepada pembaca dalam bentuk yang sederhana, mudah dipahami dan meyakinkan (lihat Kenneth D. Bailey. (1994). Methods of Social Research. 4th ed. New York: The Free Press.11 Istilah variabel dapat diartikan sebagai (hasil) pengamatan terhadap suatu gejala yang dapat bervariasi pada setiap percobaan yang dilakukan (lihat Ott.. op.cit.) atau suatu konsep yang memiliki serangkaian (variasi) nilai (kategori) atau jumlah (lihat Neuman. op.cit.).12 Istilah data lebih luas artinya dari fakta. Data diartikan sebagai sesuatu yang diketahui atau dianggap (anggapan). dapat merupakan sesuatu yang telah terjadi, akan tetapi belum diketahui atau dapat juga sesuatu yang tidak akan terjadi (lihat J. Supranto. (1982). Statistik untuk Pimpinan & Usahawan. Jakarta: Penerbit Erlangga).13 Pemahaman atau pengetahuan mengenai dunia (kenyataan) sosial dapat diperoleh dari sumber lain, selain penelitian. Sumber tersebut, antara lain authority, tradition, commonsense, media myths dan I personal experience (lihat Neuman, Op.cit.).14 Rancangan penelitian dapat dikelompokkan ke dalam 4 jenis, yaitu true experimental, quasi experimental, non-experimenatl, dan historical (lihat Natalia L. Sproull. (1998). Handbook of Research Methods aguide for practitioners and students in the social sciences. Metuchen, N.J.: The Screcrow Press).
  22. 22. 1.22 Pengantar Statistik Sosial15 Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti, langsung dari responden penelitiannya. Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, yaitu diolah dan disajikan oleh pihak lain (lihat Supramono dan Sugiarto. (1993). Statistika. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset).16 Proses ini biasa disebut sebagai reduksi data (data reduction), yang umumnya terdiri dari pemberian kode terhadap data (coding the data). Hal ini dilakukan agar data dapat dianalisis dengan menggunakan komputer (lihat Kenneth D. Bailey. Op.cit.).17 Istilah lain untuk generalisasi adalah empirical generalization. Istilah ini diartikan sebagai suatu pernyataan mengenai hubungan yang ada di antara gejala yang diteliti, di mana pernyataan tersebut disusun dengan pertama kali mengamati adanya hubungan tersebut pada satu atau beberapa kasus (kegiatan) penelitian dan kemudian melakukan generalisasi dengan mengatakan bahwa hubungan tersebut berlaku di(hampir) semua kasus (kegiatan penelitian) ( lihat Kenneth D. Bailey, op.cit.).18 Biro Pusat Statistik. Jawa Barat dalam Angka, 1990 (diolah).19 Istilah sampling perlu dibedakan dari sampel (sample). Istilah sampling berhubungan dengan teknik (cara), proses penarikan sampel, sedangkan istilah kedua, sampel (sample) berhubungan dengan hasil dari teknik (proses) penarikan sampel yang dilakukan peneliti.20 Istilah elemen atau sampling element diartikan sebagai tujuan akhir dari (proses) penarikan sampel. Cakupan sampling element dapat sama, tetapi dapat juga lebih sempit dari sampling unit (lihat Kenneth D. Bailey.op.cit.)21 Istilah populasi di sini harus dibedakan dari istilah populasi pada umumnya yang sering kali diartikan sebagai sekumpulan orang atau penduduk.22 Istilah universe dan populasi pada sumber bacaan lain dibedakan artinya. Kembali Ke Daftar isi

×