Rabu, 26 Oktober 2011 | 14:18 WIBKorban Keracunan Bertambah, Pembagian Susu Bupati Dihentikanhttp://www.tempo.co/read/news...
Inilah Penyebab Utama Maraknya KasusKeracunan MakananSelasa, 10 April 2012, 11:44 WIBAntara/Nyoman BudhianaKorban keracuna...
Menurut Euis, masyarakat belum tahu batas aman penyimpanan makanan yang sehat, danbagaimana mengelola hidangan lebih hygie...
SABTU,29 DESEMBER 2012 | 17:15 WIBhttp://www.tempo.co/read/news/2012/05/25/058406124/Keracunan-Kacang-Hijau-6-Balita-Kriti...
Mejayan, Kabupaten Madiun.Dokter anak RSUD Caruban, Ronny AP Tamba, mengatakan pihaknya telah memberikanpertolongan dan pe...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Keracunan

796 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
796
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Keracunan

  1. 1. Rabu, 26 Oktober 2011 | 14:18 WIBKorban Keracunan Bertambah, Pembagian Susu Bupati Dihentikanhttp://www.tempo.co/read/news/2011/10/26/180363398/Korban-Keracunan-Bertambah-Pembagian-Susu-Bupati-Dihentikan. diakses tanggal 29 desember 2012TEMPO.CO, Kediri - Kepolisian Resor Kediri didesak menetapkan tersangka dalam kasuskeracunan susu yang menimpa ratusan siswa sekolah dasar. Hari ini delapan siswa kembaliterkapar setelah mengkonsumsi susu merek Jenius yang diproduksi perusahaan milik BupatiHaryanti Sutrisno.Direktur lembaga swadaya masyarakat Alha-Raka Kediri, Munasir Huda, mengatakan kasuskeracunan susu yang menimpa pelajar SD sudah tak bisa ditolerir. Sejak diberikan kepadapelajar SD sebagai program perbaikan gizi oleh Pemerintah Kediri tahun 2006 silam, susu initelah meracuni ratusan siswa. "Harus ada tersangka dalam peristiwa ini," kata Huda, Rabu, 26Oktober 2011.Pengusutan kasus serupa yang dilakukan kepolisian, menurut Huda, tidak pernah tuntas.Bahkan, hingga saat ini polisi belum pernah mengungkap pihak yang paling bertanggungjawab dalam setiap kasus keracunan. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya intervensiBupati Haryanti dalam penyidikan itu selaku pemilik pabrik susu Jenius. Apalagi pemerintahdaerah juga berkukuh tetap mempertahankan produk tersebut sebagai program perbaikan gizipelajar di pedesaan.Wakil Kepala Kepolisian Resor Kediri Komisaris Muhammad Anwar menegaskan telahmemeriksa sejumlah saksi dalam keracunan itu. Saat ini sisa susu Jenius yang dikonsumsisiswa juga diperiksa di laboratorium forensik Polda Jawa Timur dan laboratorium DinasKesehatan Jatim. "Dari situ akan diketahui penyebab keracunannya," kata Anwar.Untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak, Polres Kediri akan mengirimkan suratkepada produsen susu Jenius agar menghentikan pemberian susu kepada siswa.Sementara korban keracunan susu Jenius terus berjatuhan. Hari ini sebanyak delapan siswaSDN 1 Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, dirawat di puskesmas usai meminum susu Jeniusyang diberikan Pemkab. Mereka adalah siswa kelas VI yang mendapat jatah bantuan susuuntuk perbaikan gizi. "Anak-anak kesakitan setelah meminum susu Jenius," kata KepalaSekolah SDN 1 Kayunan Sujoko.Situasi pabrik susu Jenius di Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem, sendiri tampak terkuncirapat. Seorang pegawai pabrik menolak membuka pintu saat didatangi Tempo pagi tadi."Tidak ada bos," kata pegawai yang mengaku bernama Ronal sambil mengunci gerbang.Kepala Bagian Kesra Pemkab Kediri, Mujahid, menyatakan akan mengevaluasi program inisetelah banyak jatuh korban. Pihaknya masih mempertahankan produsen Jenius sebagairekanan karena hasil pemeriksaan laboratorium masih di bawah ambang. "Kalau hasilevaluasi berbahaya, akan kami hentikan," katanya singkat.HARI TRI WASONO
  2. 2. Inilah Penyebab Utama Maraknya KasusKeracunan MakananSelasa, 10 April 2012, 11:44 WIBAntara/Nyoman BudhianaKorban keracunan (ilustrasi)Berita TerkaitBogor Masuk 10 Besar Kota dan Kabupaten TerbaikRatusan Warga Keracunan, Dinkes Bogor Tetapkan Status KLB220 Warga Keracunan Hidangan Hajatan, Kondisinya Berangsur PulihDinkes: Keracunan Cilebut 170 orangPolisi Selidiki Penyebab Ratusan Warga Cilebut KeracunanREPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menilai masyarakatsetempat masih kurang paham tentang hygiene sanitasi makanan, sehingga sering terjadikasus keracunan makanan di daerah itu.Hal itu dikemukakan Kepala Pemberantasan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan(P3KL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Euis Wulantari, Selasa.Euis mengatakan bahwa kasus keracunan makanan yang menimpa masyarakat hampir setiaptahunnya terjadi di Kabupaten Bogor.Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor pada tahun 2012, kasus keracunansudah dua kali terjadi. Sebelumnya, pada bulan Februari di Parung. Kasus tersebut munculsaat adanya peristiwa hajatan seperti pernikahan, haul, Maulid Nabi, sunatan, dan Lebaran.Kebanyakan kasus terjadi di tengah masyarakat perdesaan yang jauh dari pusat pelayanankesehatan sehingga masih minim informasi tentang kebersihan, sanitasi, dan makanan."Masyarakat masih menggunakan cara-cara lama dalam menyajikan hidangan secara massal.Tidak memperhatikan hygienes bahan makanan, sanitasinya, dan cara mengolah makanantersebut," kata Euis.
  3. 3. Menurut Euis, masyarakat belum tahu batas aman penyimpanan makanan yang sehat, danbagaimana mengelola hidangan lebih hygienis dan cara membersihkan makanan. Peristiwakeracunan makanan hajatan di Kampung Bojong Sempu Desa Cilebut Barat KecamatanSukaraja merupakan salah satu contoh dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnyamemperhatikan hygiene sanitasi makanan."Mereka memasak seadanya tanpa memahami batas-batas waktu makanan ini layak disajikan.Misalnya, masak sudah sejak pagi, enam jam kemudian hidangan baru dibagikan. Tentu inimemicu kuman pada makanan, bila dalam penyajiannya tidak memperhatikan aspek-aspektersebut," katanya.Euis mengatakan pihaknya telah mengirim sampel makanan yang dikonsumsi ratusan wargaKampung Bojong Sempu untuk dikirim ke Balai Teknis Kesehatan Lingkungan Jakarta gunamemastikan keracunan yang dialami warga.Peristiwa keracunan terjadi Minggu (8/4) sebanyak 186 warga di kampung tersebutmengalami mual-mual, muntah, diare, dan demam usai menyantap bingkisan makanan atau"besek" yang disajikan pemilik hajatan di wilayah tersebut.
  4. 4. SABTU,29 DESEMBER 2012 | 17:15 WIBhttp://www.tempo.co/read/news/2012/05/25/058406124/Keracunan-Kacang-Hijau-6-Balita-KritisSedikitnya 50 orang dan Balita di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, keracunan. Keracunan diduga berasal darimakanan olahan dari kacang hijau. Hingga kini 50 korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Caruban, Madiun, 25-5, 2012. Tempo/ISHOMUDDINKeracunan Kacang Hijau, 6 Balita KritisJumat, 25 Mei 2012 | 14:27 WIBTEMPO.CO, Madiun - Sedikitnya 50 orang dan bayi di bawah lima tahun (balita) diKabupaten Madiun, Jawa Timur, keracunan. Keracunan diduga berasal dari makanan olahankacang hijau. Hingga kini 50 korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Caruban, Kabupaten Madiun.Dari 50 pasien itu, 23 di antaranya balita dan 27 lainnya orang dewasa. “Ada enam balitayang kritis dan masih dilakukan pertolongan,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakitdan Upaya Kesehatan (P2UK) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, SoelistyonoWidyantono, saat ditemui di Ruang Perawatan Anak RSUD Caruban, Jumat siang, 25 Mei2012. Sebanyak 27 pasien dewasa rata-rata ibu dari pasien balita.Sulistyono mengatakan, berdasarkan keterangan para pasien, mereka mengalami keracunansetelah menyantap makanan olahan kacang hijau saat kegiatan timbang badan balita di PosPelayanan Terpadu (Posyandu) Desa Lemah Ireng, Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan,Kabupaten Madiun.Juru bicara RSUD Caruban, Trimo, membenarkan jika dari 50 korban keracunan, enam balitadi antaranya kritis. “Salah satunya masih koma,” katanya. Balita yang masih koma itudiketahui bernama Inanta, 2,5 tahun. Adapun lima balita yang juga kritis antara lain Leksa, 3tahun; Rafael, 2 tahun; Yohan, 2 tahun; Arya, 2 tahun; dan Trisa, 1,5 tahun.Enam balita yang kritis ini dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) dan Ruang PerawatanAnak RSUD Caruban. Mereka warga Dusun Lemah Ireng, Desa Kaliabu, Kecamatan
  5. 5. Mejayan, Kabupaten Madiun.Dokter anak RSUD Caruban, Ronny AP Tamba, mengatakan pihaknya telah memberikanpertolongan dan perawatan. “Kami memberikan bantuan oksigen, cairan infus, nutrisi, danmelakukan kumbah lambung untuk membersihkan dari zat penyebab keracunan,” katanya.Para pasien yang parah, menurut dia, mengalami kejang, panas tinggi, muntah, diare, danpusing.Salah satu korban, Purwati, mengatakan ia dan anaknya, Hilmy, 3 tahun, merasakan mual danmuntah setelah menyantap makanan saat timbang badan di Posyandu, Kamis pagi, 24 Mei2012. “Saat itu saya dan anak saya ikut makan kacang hijau dan telur puyuh,” ucapnya.ISHOMUDDIN

×