Your SlideShare is downloading. ×
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Sistem koloid
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sistem koloid

3,307

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,307
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
55
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. SISTEM KOLOIDPendahuluanDalam kehidupan sehari-hari kita sering bersinggungan dengan sistem koloid sehingga sangat pentinguntuk dikaji. Sebagai contoh, hampir semua bahan pangan mengandung partikel dengan ukuran koloid, sepertiprotein, karbohidrat, dan lemak. Emulsi seperti susu juga termasuk koloid. Dalam bidang farmasi, kebanyakanproduknya juga berupa koloid, misalnya krim, dan salep yang termasuk emulsi. Dalam industri cat, semen, danindustri karet untuk membuat ban semuanya melibatkan sistem koloid. Semua bentuk seperti spray untukserangga, cat, hair spray, dan sebagainya adalah juga koloid. Dalam bidang pertanian, tanah juga dapatdigolongkan sebagai koloid. Jadi sistem koloid sangat berguna bagi kehidupan manusia.PengertianKoloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Larutan memilikisifat homogen dan stabil. Suspensi memiliki sifat heterogen dan labil. Sedangkan koloid memiliki sifatheterogen dan stabil.Perhatikan perbedaan tiga contoh campuran di bawah ini:Campuran antara air dengan sirupCampuran antara air dengan susu.Campuran antara air dengan pasir.Jika kita campurkan air dengan sirup maka sirup akan terdispersi (bercampur) dengan air secarahomogen (bening) Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkan denganpenyaringan biasa maupun penyaringan yang lembut (penyaringan mikro). Secara makroskopis maupunmikroskopis mcampuran ini tampak homogen, tidak dapat dibedakan mana yang air dan mana yang sirup.Campuran seperti inilah yang disebut larutan.Jika kita campurkan susu (misalnya, susu instan) dengan air, ternyata susu “larut” tetapi “larutan” itutidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkandengan penyaringan (hasil penyaringan tetap keruh). Secara makroskopis campuran ini tampak homogen. Akantetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel lemak susu yangtersebar di dalam air. Campuran seperti inilah yang disebut koloid.Jika kita campurkan air dengan pasir maka pasir akan terdispersi (bercampur) dengan air secaraheterogen dan langsung memisah antara air dengan pasir, yang keadaannya pasir akan mengendap di dasar airdan dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa, bahkan dapat dipisahkan dengan cara dituang perlahan-lahan.Secara makroskopis campuran ini sudah tampak hetrogen, dapat dibedakan mana yang air dan mana yang pasir.Campuran seperti inilah yang disebut suspensi.
  • 2. Secara ringkas perbandingan sifat larutan, koloid dan suspensi seperti yang pada Tabel beikut.Sifat Larutan Koloid SuspensiUkuran 1 nm 1-100 nm > 100 nmPengyaringan Filter/membran Filter Tidak dengan filter ataumembranJarak penglihatantampakTidak nampak Tampak denganmikroskop elektronTampak dengan mikroskopcahayaGerakan Molekul Brown Gya beratLintasan cahaya Transparan Kadang tembuscahaya/buramSering kali buram mungkintembus cahayaEfek tyndall Tidak ada AdaJumlah fasa satu dua duaSistem koloid terdiri atas dua fase, yaitu fase terdispersi dengan ukuran tertentu dalam mediumpendispersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi sedangkan sedangkan medium yang digunakanuntuk mendispersikan disebut medium pendispersi. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer(nm) hingga satu mikrometer (µm).Contoh: tepung kanji dimasukkan ke dalam air panas maka akan membentuk sistem dispersi. Di sini air sebagaimedium pendispersi, dan tepung kanji sebagai zat terdispersi.Jadi, koloid tergolong campuran heterogen (dua fase) dan setabil. Zat yang didipersikan disebut faseterdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan zat disebut medium dispersi. Faseterdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium dispersi bersifat kontinu. Pada campuransusu dengan air, fase terdispersi adalah lemak, sedangkan medium dispersinya adalah air.JENIS-JENIS KOLOIDJenis-jenis sistem koloid berdasarkan jenis fasa terdispersi dan medium dispersi seperti yang tertera pada Tabeldi bawah ini.No. Zat terdispersi Medium dispersi Nama Tipe Contoh1. Gas Cairan Busa Krim kocok, busa bir, busa sabun2. Gas Padat Busa padat Batu apung, karet busa3. Cairan Gas Aerosol cair Kabut, awan4. Cairan Cairan Emulsi Mayones, susu5. Cairan Padat Emulsi padat Keju, mentega6. Padat Gas Aerosol Asap, debu di udara7. Padat Cair SolgelPati dalam air, selaiAgar-agar dingin8. Padat Padat Sol padat Intan hitam, kaca rubiDari tabel di atas dapat diketahui bahwa tidak ada koloid yang terbentuk dari campuran antara gas-gas. Hal inidisebabkan campuran gas-gas tercampur secara merata sehingga disebut juga sebagai larutan.Aeresol
  • 3. Aerosol ada yang berupa aerosol cair dan aerosol padat. Aerosol cair merupakan koloid yang faseterdispersinya zat cair dan medium pendispersinya gas. Contoh aerosol cair hasil industri adalah pembasmiserangga dalam bentuk spray, hair spray, dan parfum. Jika disemprotkan di udara, titik-titik zat cair akantersebar di udara membentuk koloid aerosol. Aerosol cair yang terjadi secara alamiContohnya kabut dan awan.Kabut merupakan titik-titik yang tersebar di udara secara merata. Aerosol padat merupakan koloidyang fase terdispersinya zat padat dan medium pendispersinya gas. Aerosol padat contohnya asap dan debu.Berbagai asap sebenarnya berupa partikelpartikel padat sangat halus yang tersebar di udara. Asap berbahayayang terjadi di rumah atau di ruangan adalah asap obat nyamuk dan asap rokok yang berlebihan. Debu jugamerupakan partikel-partikel padat sangat halus, yang tersebar di udara. Debu dapat berada di rumah karenaterbawa angin dari luar.BusaBusa ada yang berupa buih dan busa padat. Buih atau busa cair merupakan koloid yang faseterdispersinya gas dan medium pendispersinya zat cair. Buih yang paling banyak ditemukan yaitu busa sabun.Contoh lainnya yaitu putih telur yang dikocok. Udara sebagai fase terdispersi dan putih telur sebagai mediumpendispersi.Di bidang industri kosmetik ada bahan untuk pengeras rambut yang berupa busa cair atau foam.Sedangkan di industri makanan contoh bahan berupa busa cair yaitu krem untuk kue tart. Krem ini dikemasdalam tube seperti pasta gigi.Busa padat, fase terdispersinya gas, medium pendispersinya zat padat. Produk busa padat yang banyakdigunakan untuk kemasan barang yang mudah pecah atau rusak adalah styrofoam. Styrofoam salah satu contohdari polimer sintetis.EmulsiEmulsi merupakan koloid yang fase terdispersinya dan medium pendispersinya zat cair, contohnyacampuran minyak dan air. Campuran ini cenderung untuk terpisah sehingga untuk menstabilkan campuranbiasanya ditambahkan emulgator.Bahan yang merupakan emulsi misalnya cat, pasta gigi, kosmetik (cleansing milk, foundation), dansalad dressings. Padasalad dressings untuk menyatukan minyak dan air digunakan emulgator kuning telur.Sabun juga merupakan emulgator untuk menyatukan lemak/minyak pada tubuh dengan air saat membersihkanbadan. Emulsi padat fase terdispersinya zat cair, medium pendispersinya zat padat. Contoh mentega, keju, danjelli.SIFAT-SIFAT KOLOID
  • 4. Berikut beberapa topik yang akan di bahas mengenai sifat-sifat koloid.a) Efek Tyndallb) Gerak Brownc) Muatan Koloidd) Koagulasie) Koloid Pelindungf) Koloid Liofil dan Koloid Liofoba. Gerak brownGerka brown adalah gerak tidak beraturan atau gerak acak atau gerak zig-zag partikel koloid. Hal initerjadi karena adanya benturan tidak teratur daari partikel koloid denga medium pendispersi. Dengan adanyagerak Brown ini maka partikel koloid terhindar dari pengendapan karena terus-menerus bergerak, sehinggakoloid menjadi stabil. Gerak zig-zag partikel koloid disebut gerak Brown, sesuai dengan nama penemunyaRobert Brown seorang ahli biologi berkebangsaan Inggris.Gambar Robert Brown dan gerak brwon.Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikeltersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikelsuatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakangerak brown), sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ).Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akanmenghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segalaarah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang.Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadigerak zigzag atau gerak Brown.Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula,semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapagerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zatpadat (suspensi).
  • 5. Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besarenergi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, makagerak Brown semakin lambat.b. Efek tyndallEfek tindal yaitu efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Efek tyndall ini ditemukan oleh JohnTyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall. Efek Tyndalladalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengancahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid (gambarkanan), cahaya akan dihamburkan.Hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untukdapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehinggahamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.Gambar hamburan cahaya oleh air santan kelapa (koloid) dan larutan gula yang bukan koloidContoh efek tindal dapat dilihat pada kedua contoh berikutGambar penghamburan cahaya oleh sistem koloid (gambar kiri)
  • 6. Contoh efek tindal dalam kehidupan sehari:Jika sinar matahari masuk melalui celah ke dalam ruangan, pada sinar tsb terlihat debu” beterbangan(daerah ini terlihat leih terang).Jika koen liat film di bioskop, trus ada org ngrokok. Keplaken ae wong iku pek… asap rokok ygmengepul ke atas mengakibatkan cahaya proyektor terlihat lebih terang dan gambar pada layar menjadiburam.Sorot lampu mobil pada malam hari yg berkabut terlihat lebih jelas, tetapip jalan kelihatan tidak jelas.c. AdsorpsiAdsorpsi yaitu penyerapan pada permukaan partikel koloid oleh adanya gaya adhesi zat-zat asing.Daya adsorpsi koloid sangat besar karena permukaan partikel koloid yang sangat luas bila dibandingkanpermukaan zat padat dengan jumlah yang sama.Partikel koloid sol tersebut tidak selalu mengadsorpsi ion yang sama. Hal itu tergantung pada muatanyang berlebih dari medium pendispersinya. Misalnya, jika sol AgCl terdapat pada medium pendispersi dengankation Ag+berlebih, maka AgCl akan bermuatan positif. Sedangkan jika AgCl terdapat pada mediumpendispersi dengan anion Cl-berlebih, maka sol AgCl akan bermuatan negatif.Koloid yang berbeda akan mengadsorpsi zat-zat yang berbeda pula. Sifat adsorpsi koloid ini umumnyadigunakan untuk mengadsorpsi/membuang kotoran/warna dan bau, memisahkan campuran, memekatkan bijihtambang, dan proses pemurnian lainnya.Gambar penyerapan suatu zat oleh zat pengadsorbsiContoh : Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. Sedangkan koloid As2S3bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion S2. Perhatikan gambar.
  • 7. Gambar Absorbsi pada permukaan koloidAdsorbsi berbeda dengan absorbsi, absorpsi penyerapan yg terjadi di seluruh bagian. Sifat adsorpsi partikelkoloid dalam kehidupan sehari digunakan pada proses-proses berikut.Penjernihan airPenghilangan kotoran pd proses pembuatan sirupProses menghilangkan bau badanPengguanaan arang aktifd. KoagulasiKoagulasi yaitu penggumpalan partikel koloid yang terjadi karena kerusakan stabilitas sistem koloidatau karena penggabungan partikel yg berbeda muatan sehinggas membentuk partikel koloid yg lebih besar.Koagulasi dapat dilakukan dengan cara mekanik dan kimiawi:Cara mekanik : pemanasan, pendinginan dan pengadukan.Cara kimiawi : penetralan silang atau menghilangkan muatan dan penambahan elektrolit.Contoh proses-proses yang memanfaatkan sifat koagulasi dari koloid :a) Pengolahan karet dari bahan mentahnya ( lateks ) dengan koagulan berupa asam format.b) Proses penjernihan air dengan menambahkan tawas. Tawas aluminium sulfat (mengandung ion Al3+)dapat digunakan untuk menggumpalkan lumpur koloid atau sol tanah liat dalam air (yang bermuatannegatif).c) Jika sol Fe(OH)3 yang bermuatan positif ditambah sol As2S3 yang bermuatan negatif, maka akan terjadikoagulasi.d) Proses terbentuknya delta di muara sungai. Terjadi karena koloid tanah liat dalam air sungai mengalamikoagulasi ketika bercampur dengan elektrolit dalam air laut.
  • 8. e) Asap atau debu pabrik dapat digumpalkan dengan alat koagulasi listrik ( pesawat Cottrel ). Metode inidikembangkan oleh Frederick Cottrel ( 1877 - 1948 ).f) Proses yang dilakukan oleh ion Al3+atau Fe3+pada penetralan partikel albuminoid yang terdapatdalam darah, mengakibatkan terjadinya koagulasi sehingga dapat menutupi luka.Pengolahan Air BersihPengolahan air bersih didasarkan pada sifat-sifat koloid, yaitu koagulasi dan adsorpsi. Air sungai atauair sumur yang keruh mengandung lumpur yang merupakan partikel koloid. Selain itu terdapat pula zat-zatwarna, zat pencemar, seperti limbah detergen, dan pestisida. Bahan-bahan yang diperlukan untuk pengolahan airadalah tawas biasanya aluminium sulfat, pasir, klorin atau kaporit, kapur tohor, dan karbon aktif. Tawas bergunauntuk menggumpalkan lumpur agar lebih mudah disaring. Tawas juga membentuk koloid Al(OH)3 yang dapatmengadsorpsi zat-zat warna atau zat-zat pencemar, seperti detergen dan pestisida.Apabila tingkat kekeruhan air yang diolah terlalu tinggi, maka digunakan karbon aktif di sampingtawas. Pasir berfungsi sebagai penyaring. Klorin atau kaporit berfungsi sebagai pembasmi hama (desinfektan),sedangkan kapur tohor berguna untuk menaikkan pH, yaitu untuk menetralkan keasaman yang terjadi karenapenggunaan tawas.Pengolahan air bersih di kota-kota besar pada prinsipnya sama dengan pengolahan air sederhana yangdijelaskan di atas. Mula-mula air sungai dipompakan ke dalam bak prasedimentasi. Di sini lumpur dibiarkanmengendap karena pengaruh gravitasi. Lumpur dibuang dengan pompa, sedangkan air selanjutnya dialirkan kedalam bak ventury. Pada tahap ini dicampurkan tawas dan gas klorin (preklorinasi).Pada air baku yang kekeruhan dan pencemarannya tinggi, perlu dibubuhkan karbon aktif yang bergunauntuk menghilangkan bau, warna, rasa, dan zat organik yang terkandung dalam air baku. Dari bak ventury, airbaku yang telah dicampur dengan bahan-bahan kimia dialirkan ke dalam accelator. Di dalam bak accelator initerjadi proses koagulasi, lumpur dan kotoran lain menggumpal membentuk flok-flok yang akan mengalamisedimentasi secara gravitasi. Selanjutnya, air yang sudah setengah bersih dialirkan ke dalam bak saringan pasir.Pada saringan ini, sisa-sisa flok akan tertahan. Dari bak pasir diperoleh air yang sudah hampir bersih.Air yang sudah cukup bersih ini ditampung dalam bak lain yang disebut siphon, di mana ditambahkankapur untuk menaikkan pH dan gas klorin (postklorinasi) untuk mematikan hama. Dari bak siphon, air yangsudah memenuhi standar air bersih selanjutnya dialirkan ke dalam reservoar, kemudian ke konsumen.ElektroforesisPeristiwa elektroforesis adalah peristiwa mengalirnya partikel-partikel koloid menuju elektroda,bergeraknya partikel koloid ke dalam satu elektroda menunjukkan bahwa partikel-partikel koloid bermuatanlistrik. Gejala ini dapat diamati dengan menggunakan alat sel elektroforesis seperti pada gambar.
  • 9. Gambar sel elektrolisisDispersi koloid dimasukkan ke dalam tabung U kemudian dicelupkan elektroda pada mulut tabung.Apabila kawat dihubungkan dengan sumber arus listrik searah dan arus listrik mengalir lewat elektroda positifdan negatif maka partikel koloid akan bergerak ke salah satu elektroda. Partikel dispersi koloid yang bermuatannegatif akan bergerak menuju elektroda bermuatan negatif.Dengan menggunakan sel elektroforesis dapat ditentukan muatan dari partikel koloid. Elektroforesisdapat dipakai untuk memisahkan protein-protein dalam larutan. Muatan pada protein berbeda-beda, tergantungpH. Dengan membuat pH larutan tertentu (misalnya dalam larutan penyangga), pemisahan molekul-molekulprotein yang berlainan jenis terjadi.e. Koloid PelindungKoloid pelindung adalah koloid yang bersifat melindungi koloid lain agar tidak mengalami koagulasisehingga koloid menjadi lebih stabil. Koloid pelindung akan membentuk lapisan di sekeliling partikel koloidyang lain. Lapisan ini akan melindungi muatan koloid tersebut sehingga partikel koloid tidak mudah mengendapatau terpisah dari medium pendispersinya.Contohnya:Pada pembuatan es krim digunakan gelatin untuk mencegah pembentukan kristal besar es atau gula.Zat-zat pengemulsi ( sabun dan deterjen ).Butiran-butiran halus air dalam margarin distabilkan dengan lesitin.Partikel-partikel karbon dalam tinta dilindungi dengan larutan gom.Warna-warna dalam cat distabilkan dengan oksida logam dengan menambahkan minyak silikon.Pada industri susu, kasein digunakan untuk melindungi partikel-partikel minyak atau lemak dalammedium cair.f. Koloid Liofil dan Koloid LiofobBerdasarkan sifat adsorpsi dari partikel koloid terhadap medium pendispersinya, dikenal dua macamkoloid yaitu: koloid liofil dan koloid liofob
  • 10. Koloid liofil yaitu koloid yang ”senang cairan” (bahasa Yunani : liyo = cairan; philia = senang). Partikelkoloid akan mengadsorpsi molekul cairan, sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid itu.Contoh koloid liofil adalah kanji, protein, dan agar-agar.Ciri-cirinya Sol Liofil1) Dapat dibuat langsung dengan mencampurkan fase terdispersi dengan medium terdispersinya2) Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan3) Partikel-partikel sol liofil mengadsorpsi medium pendispersinya. Terdapat proses solvasi/ hidrasi,yaitu terbentuknya lapisan medium pendispersi yang teradsorpsi di sekeliling partikel sehinggamenyebabkan partikel sol liofil tidak saling bergabung4) Viskositas sol liofil > viskositas medium pendispersi5) Tidak mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit6) Reversibel, artinya fase terdispersi sol liofil dapat dipisahkan dengan koagulasi, kemudian dapatdiubah kembali menjadi sol dengan penambahan medium pendispersinya.7) Memberikan efek Tyndall yang lemah8) Dapat bermigrasi ke anode, katode, atau tidak bermigrasi sama sekali.Koloid liofob yaitu koloid yang ”benci cairan” (phobia = benci). Partikel koloid tidak mengadsorpsimolekul cairan. Contoh koloid liofob adalah sol sulfida dan sol logam.Ciri-ciri Sol Liofob1) Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya2) Memiliki muatan positif atau negative3) Partikel-partikel sol liofob tidak mengadsorpsi medium pendispersinya. Muatan partikel diperolehdari adsorpsi partikel-partikel ion yang bermuatan listrik4) Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi5) Mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan6) Irreversibel artinya sol liofob yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol7) Memberikan efek Tyndall yang jelas8) Akan bergerak ke anode atau katode, tergantung jenis muatan partikelKESTABILAN SISTEM KOLOIDKoloid gas dan kebanyakan koloid cairan tidak mengendap dalam waktu yang sangat lama. Hal inimenunjukan koloid stabil. Kestabilan koloid ini disebabkan karena adanya gerak Brown. Meskipun telah sampaike dasar wadah, partikel koloid dapat naik kembali dan terus bergerak dalam mediumnya. Penyebab lainnyakarena umumnya partikel koloid mengadsorpsi ion. Partikel koloid yang sama akan mengadsorpsi ion-ion yang
  • 11. sejenis, sehingga partikel-partikel koloid itu saling tolak-menolak karena pengaruh ion sejenis yang telahdiadsorpsi.Partikel koloid sebenarnya tidak bermuatan listrik (netral). Peristiwa elektroforesis dapat digunakanuntuk mengetahui jenis muatan ion yang diadsorpsi koloid. Jika koloid mengumpul pada elektroda negatif,berarti koloid telah mengadsorpsi ion positip, dan sebaliknya.Kestabilan koloid dapat juga disebabkan adanya adsorpsi molekul atau koloid yang lain (koloidprotektif/pelindung). Misalnya gelatin sebagai penstabil es krim. Emulsi dapat terbentuk karena adanya koloidlain (emulgator/pengemulsi) sebagai pengadsorpsi. Misalnya sabun sebagai pengemulsi minyak/lemak dan air.Pengemulsi yang lain misalnya kasein dalam susu, dan kuning telur dalam pembuatan mayones. Jikapartikel-partikel koloid saling bergabung dan terkumpul menjadi partikel yang semakin besar, maka koloid akanterkoagulasi (menggumpal) dan akhirnya akan mengendap.Secara kimia koagulasi partikel koloid dapat terjadi karena ion-ion yang telah diadsorpsi partikel koloiddilucuti atau dinetralkan. Misalnya dengan cara elektrolisis atau dicampurkan elektrolit/ion yang muatannyaberlawanan. Cara lain yaitu dicapur dengan koloid lain yang telah mengadsorpsi ion yang muatannyaberlawanan. Ion-ion itu akan saling tarik menarik dengan membawa serta partikel koloid yangmengadsorpsinya. Secara fisika koagulasi koloid dapat terjadi karena pemanasan atau pendinginan. Misalnyatelur atau santan kelapa dapat menggumpal jika dipanaskan. Es lilin bisa menjadi keras karena didinginkan.PEMBUATAN SISTEM KOLOIDTerdapat dua cara pembuatan koloid yaitu cara kondensasi dan cara dispersi.1. Cara Kondensasi Reaksi dekomposisi rangkap.Misalnya:1. koloid As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang.As2O3(aq) + 3H2S(g) → As2O3 (koloid) + 3H2O(l)Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S22. sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer. Reaksinya:AgNO3(ag) + HCl(aq) → AgCl (koloid) + HNO3(aq) Reaksi redoks. Misalnya: sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya denganmelarutkan AuCl3 dalam pereduksi organik formaldehida HCOH. Reaksi yang terjadi:2AuCl (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) → 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq)Sedangkan sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirinyagas H2S. Reaksi kimia yang terjadi:2H2S(g) + SO2(aq) → 3S(s) + 2H2O
  • 12.  Reaksi hidrolisis. Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Misalanya: sol Fe(OH)3 dapat dibuat denganhidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam airmendidih.FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3 (koloid) + 3HCl(aq)(Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+).Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih.AlCl3(aq) + 3H2O(l) → Al(OH)3 (koloid) + 3HCl(aq) Reaksi pergantian pelarutCara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arutsetelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. Misalnya: untuk membuat sol belerang yang sukar larutdalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belarang harusterlebih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebutditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Sehingga belerang akan menggumpal menjadipertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.Sebaliknya, kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol, mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalamair, kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloidkalsium asetat.2. Cara Dispersi Cara MekanikCara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untukdapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebutpenggilingan koloid, yang biasa digunakan dalam: Industri makanan untuk membuat jus buah, selai, krim, es krim,dsb. Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi, semir sepatu, deterjen, dsb. Industri kimia untuk membuat pelumas padat, cat dan zat pewarna. Industri-industri lainnya seperti industri plastik, farmasi, tekstil, dan kertas. Cara PeptisasiCara peptisasi adalah pembuatan koloid/sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatuendapan/proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemecah tersebutdapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu. Contoh: Agar-agar dipeptisasi oleh air, karet oleh bensin Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S, endapan Al(OH)3 oleh AlCl3 Sol Fe(OH)3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH)3 yang baru terbentuk dengansedikit FeCl3. Sol Fe(OH)3 kemudian dikelilingi Fe+3sehingga bermuatan positif
  • 13.  Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem koloid.Contohnya: gelatin dalam air. Cara Busur BredigCara busur Bredig ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam, sperti Ag, Au, dan Pt. Dalamcara ini, logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. Kemudiankedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya salingberdekatan. Kemudian, kedua elektrode akan diberi loncatan listrik, seperti gambar.Gambar Cara busur listrik BredigPanas yang timbul akan menyebabkan logam menguap, uapnya kemudian akan terkondensasi dalammedium pendispersi dingin, sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid. Karena logamdiubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam, maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi.PEMURNIAN KOLOID1) DialisisDialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis. Yaitudengan mengalirkan cairan yang tercampur dengan koloid melalui membran semipermeabel yang berfungsisebagai penyaring. Membran semipermeabel ini dapat dilewati cairan tetapi tidak dapat dilewati koloid,sehingga koloid dan cairan akan berpisah.Salah satu pemanfaatan proses dialysis adalah alat pencuci darah (Haemodialisis). Pada proses inidarah kotor dari pasien dilewatkan dalam pipa-pipa yang terbuat dari membran semipermeable. Pipasemipermeable ini dialiri cairan yang berfungsi sebagai pencuci (biasanya plasma darah), ion-ion dalam darahkotor akan terbawa aliran plasma darah.2) Penyaring Ultra
  • 14. Partikel-partikel kolid tidak dapat disaring biasa seperti kertas saring, karena pori-pori kertas saring terlalubesar dibandingkan ukuran partikel-partikel tersebut. Tetapi, bila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosaseperti selofan, maka ukuran pori-pori kertas akan sering berkurang. Kertas saring yang dimodifikasi tersebutdisebut penyaring ultra.Proses pemurnian dengan menggunakan penyaring ultra ini termasuk lambat, jadi tekanan harus dinaikkanuntuk mempercepat proses ini. Terakhir, partikel-pertikel koloid akan teringgal di kertas saring. Partikel-partikelkolid akan dapat dipisahkan berdasarkan ukurannya, dengan menggunakan penyaring ultra bertahap.

×