Farmakologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Farmakologi

on

  • 3,145 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,145
Views on SlideShare
3,145
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
90
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Farmakologi Presentation Transcript

  • 1. FARMAKOLOGI By: Rani Dewi P, S.Farm,M,Si,Apt
  • 2. Pengertian ...  Farmakologi adalah Ilmu yang mempelajari interaksi antara obat dengan konstituen tubuh hingga timbul suatu efek terapi.  Ruang Lingkup Farmakologi : 1. Farmakokinetika 2. Farmakodinamika 3.Toksikologi 4. interaksi Obat
  • 3. Istilah Penting dalam Farmakologi  Zat aktif : Suatu bahan yang menyebabkan perubahan fungsi biologi di dalam tubuh melalui reaksi kimia  Indikasi : Petunjuk kegunaan obat dalam pengobatan ex : obat paracetamol diindikasikan untuk menurunkan demam/panas, meringankan rasa sakit pada kepala dll
  • 4.  Kontraindikasi : situasi dimana aplikasi obat atau terapi tertentu tidak dianjurkan, karena dapat meningkatkan resiko terhadap pasien  Mekanisme kerja : Efek obat umumnya timbul karena interaksi obat dengan reseptor pada sel suatu organisme  Efek samping : Suatu reaksi yang tidak diharapkan dan berbahaya yang dikaitkan oleh suatu pengobatan
  • 5.  Kerja suatu obat umumnya didasari suatu rangkaian reaksi, yang dibagi dalam tiga fase : 1. fase farmaseutik 2. fase farmakokinetika 3. fase farmakodinamika
  • 6. Fase Farmasetika  Pada fase ini meliputi hancurnya bentuk sediaan obat dan melarutnya bahan obat.  Obat yang melalui fase ini kebayakan bentuk sediaan padat sehingga pada fase ini ditentukan oleh sifat-sifat galenik obat
  • 7. Fase Farmakokinetika  Pada fase ini tersiri dari proses invasi dan evasi  Invasi ialah proses-proses yang berlangsung pada pengambilan suatu bahan obat ke dalam organisme (absorpsi, distribusi)  Evasi (eliminasi) merupakan proses-proses yang menyebabkan penurunan konsentrasi obat dalam organisme (biotrasformasi, ekskresi)
  • 8. Fase Farmakodinamika Pada fase ini merupakan interaksi obat- reseptor dan juga proses-proses yang terlibat dimana akhir dari efek farmakologi terjadi
  • 9. FARMAKOKINETIKA  Farmakokinetik adalal aspek farmakologi yang mencakup nasip obat dalam tubuh yaitu absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi.  Dalam tubuh manusia, obat harus menembus sawar (barrier) sel di berbagai jaringan.  Peristiwa penting dalam proses farmakokinetik ialah transport lintas membran
  • 10. Gambar proses farmakokinetik
  • 11. ABSOBSI  Absorbsi adalah perpindahan obat dari tempat aplikasi (pemberian) ke dalam sirkulasi sistemik (peredarar darah)  Absobsi adalah proses penyerapan obat dari tempat pemberian, menyangkut kelengkapan dan kecepatan proses tersebut
  • 12. Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi obat antara lain : 1. kecepatan disolusi obat 2. ukuran partikel 3. kelarutan dalam lipid atau air 4. ionisasi 5. aliran darah pada tempat absorpsi 6. kecepatan pengosongan lambung 7. motilitas usus 8. pengaruh makanan atau obat lainya 9. cara/rute pemberian
  • 13. DISTRIBUSI  Distribusi obat ke seluruh tubuh terjadi pada saat obat mencapai sirkulasi darah  Distribusi obat dibedakan atas dua fase berdasarkan penyebarannya di dalam tubuh : 1. Fase pertama 2. Fase kedua
  • 14. 1. Fase pertama terjadi segera setelah penyerapan, yaitu ke organ yang perfusinya sangat baik misalnya jantung, hati, ginjal, dan otak 2. Fase Kedua fese distribusi ini jauh lebih luas yaitu mencakup jaringan yang perfusinya tidak begitu baik misalnya otot, kulit dan jaringan lemak
  • 15.  Distribusi obat ke dalam Sistem Saraf Pusat (SSP) dibatasi karena terdapat sawar darah otak (blood brain barrier) yang terdiri dari pembuluh darah kapiler dengan dinding tebal sehingga membatasi pergerakan molekul obat masuk ke dalam jaringan otak.  Sawar (pengahalang) ini juga berindak sebagai membran selektif permeabel yang menjaga SSP
  • 16. BIOTRANSFORMASI  Biotransformasi atau metabolisme obat ialah proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi dalam tubuh dan dikatalis oleh enzim  Pada proses ini molekul obat diubah menjadi lebih polar atau mudah larut dalm air (hidrofilik) sehingga lebih mudah diekskresikan melalui ginjal  Obat akan menjdi inaktif sehingga biotransformasi berperan dalam mengakhiri kerja obat
  • 17. EKSKRESI  Obat yang di keluarkan dari tubuh berbagai organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi  Ekskresi obat melalui : 1. Ginjal 2. Empedu atau usus 3. Paru-paru
  • 18. Ekskresi Melalui Gijnal  Ginjal merupakan organ ekskresi yang terpenting  Ekskresi di ginjal merupakan resultante dari 3 proses, yakni : 1. Filtrasi di glomerolus 2. Reabsorbsi tubulus 3. Sekresi tubulus
  • 19. Ekskresi melalui empedu atau usus  Senyawa obat yang di ekskresikan dengan empedu yaitu senyawa yang memiliki bobot molekul lebih dari 500 dan metabolit yang dikeluarkan bersama menuju usus  Senyawa dengan bobot molekul 300 lebih baik diekskresikan dalam ginjal  Contoh obat : Ampisilin, Rimfampisin, tetrasiklin
  • 20.  dalam usus, konjugat yang disekskresikan melalui empedu sebagian diuraikan lagi dan sebagaian besar direabsorbsi.  Ekskresi senyawa obat melalu usus jarang terjadi  Jika ekskresi terjadi, disebabkan oleh absorbsi yang kurang sempurna atauekresi melalui empedu tanpa reabsorbsi
  • 21. Ekresi melalui paru-paru  Selain sebagai alat pernafasan paru-paru juga berfungsi sebagai alat pengeluaran  Zat yang di keluarkan oleh paru-paru adalah karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O)
  • 22. FARMAKODINAMIKA  Farmakodinamik adalah cabang ilmu yang mempelajari efek biokimiawi dan fisiolagi obat serta mekanisme kerjanya.
  • 23. Mekanisme Kerja Obat  Efek obat umumnya timbul karena interaksi obat dengan reseptor pada sel suatu organisme  Adanya interaksi obat dan reseptor mencetus perubahan biokimiawi dan fisiologi yang merupakan respon khas dari obat  Reseptor obat merupakan komponen makromolekul fungsional yang mencakup 2 komponen penting
  • 24.  Pertama, obat dapat mengubah kecepatan kegiatan faal tubuh  Kedua, obat tidak menimbulkan suatu fungsi baru tetapi hanya memodulasi fungsi yang sudah ada.
  • 25. Reseptor Obat  Reseptor dibagian ekternal memiliki beberapa tempat ikatan, dari beberapa tempat tersebut ada yang merupakan “site active” obat. Sementara tempat lain dapat merupakan pendukung aktivitas bila ditempati oleh molekul sesuai  Dikenal adanya agonis, agonis alosterik, agonis parsial, antagonis kompetitif, antagonis non kompetitif, antagonis non kompetitif dan antagonis alosterik
  • 26. Agonis  Suatu senyawa (obat/senyawa lain) yang dapat terikat pada reseptor pada “site active” dan menghasilkan sinyal yang sama dengan ligan atau senyawa endogen  Sinyal yang timbul dapat lebih dari satu sinyal yang nantinya akan merubah hantaran ionik dan kemudian mengaktifkan enzim  Kekuatan sinyal yang ditimbulkan tergantung dari total reseptor yang berhasil ditempati oleh senyawa obat tersebut
  • 27. Alosterik Aktivator  Suatu senyawa yang terikat pada”site” lain pada reseptor yang sama dan memberikan efek yang memperkuat sinyal yang diberikan oleh agonis  Ada istilah agonis parsial yang pada intinya adalah senyawa agonis yang memiliki sebagian molekul yang sesuai dengan struktur dari “site active” reseptor, bagian selebihnya tidak sesuai dengan struktur reseptor atau sesuai dengan “site” lain dari reseptor tersebut
  • 28. Antagonis Kompetitif  Suatu senyawa yang dapat terikat pada “site active” reseptor dan bertindak sebagai kompetitor terhadap senyawa endogen atau kompetitor agonis  Senyawa antagonis umumnya memblok sinyal yang diberikan oleh agonis  Karena sifatnya kompetitif sehingga jumlah yang lebih tinggi yang akan menang dalam persaingan ini
  • 29. Antagonis Alosterik  Sering dikenal dengan antagonis non kompetitif  Senyawa ini dapat terikat di “site” lain dari reseptor dan hasil ikatanya akan memberikan penguatan efek bloking yang diberikan oleh antagonis kompetitif