Oil tr

1,766 views
1,596 views

Published on

perminyakan oil trap

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,766
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
23
Actions
Shares
0
Downloads
283
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • AND THIS SLIDE SHOWS THE GAS RESERVES IN INDONESIA. THE TOTAL PROVEN AND POTENTIAL RESERVE IS AROUND 186 TCF. THE BIGGEST GAS RESERVE COME FROM NATUNA (53.6 TCF, HAS HIGH VOLUMES OF ASSOCIATED CO2 GAS), FOLLOWED BY EAST KALIMANTAN (48.2 TCF), SOUTH SUMATRA (24.6 TCF), AND IRIAN JAYA/ PAPUA (24.2 TCF). THIS FIGURE SHOWS INDONESIA GAS RESERVE, COMPARE TO THE AREA OF THE POPULATION’S DENSE, JAVA HAS LIMITED GAS RESERVE. THESE RESERVE ARE PROJECTED TO BE UTILIZED FOR MORE THAN 63 YEARS. GENERALLY SPEAKING THAT INDONESIA’S NATURAL GAS RESERVE EXCEED THE DOMESTIC DEMAND.
  • LADIES AND GENTLEMEN, THIS IS THE LAST STATUS ON INDONESIAN OIL RESERVE. TOTAL PROVEN AND POTENTIAL OIL RESERVE TODAY IS AROUND 8.6 BILLION BARRELS OIL. THE BIGGEST OIL RESERVE OF INDONESIA COME FROM CENTRAL SUMATRA (4.2 BILLION BARRELS), FOLLOWED BY SOUTH SUMATRA (950 MILLION BARRELS), EAST JAVA (870 MILLION BARRELS) AND EAST KALIMANTAN (816 MILLION BARRELS). (STATUS: JANUARY 1, 2005)
  • AND THIS SLIDE SHOWS THE GAS RESERVES IN INDONESIA. THE TOTAL PROVEN AND POTENTIAL RESERVE IS AROUND 186 TCF. THE BIGGEST GAS RESERVE COME FROM NATUNA (53.6 TCF, HAS HIGH VOLUMES OF ASSOCIATED CO2 GAS), FOLLOWED BY EAST KALIMANTAN (48.2 TCF), SOUTH SUMATRA (24.6 TCF), AND IRIAN JAYA/ PAPUA (24.2 TCF). THIS FIGURE SHOWS INDONESIA GAS RESERVE, COMPARE TO THE AREA OF THE POPULATION’S DENSE, JAVA HAS LIMITED GAS RESERVE. THESE RESERVE ARE PROJECTED TO BE UTILIZED FOR MORE THAN 63 YEARS. GENERALLY SPEAKING THAT INDONESIA’S NATURAL GAS RESERVE EXCEED THE DOMESTIC DEMAND.
  • THIS SLIDE SHOWS THE GRAPH OF THE INDONESIAN OIL AND GAS CONDENSATE PRODUCTION DURING YEAR 2000 UP TO 2005. FROM THE GRAPH WE CAN SEE THAT, FROM YEAR 2000 TO YEAR 2005 THE OIL AND CONDENSATE PRODUCTION DECLINES CONSIDERABLY AROUND 25% WITHIN THE PAST SIX YEARS. THE DECLINE ENCOURAGE THE GOVERNMENT TO PURSUE SOME EFFORTS SUCH AS OPENING NEW ACREAGE TO INCREASE EXPLORATION, CONSERVE ENERGY AND ENERGY DIVERSIFICATION.
  • THIS SLIDE SHOWS ABOUT THE GAS PRODUCTION AND UTILIZATION IN INDONESIA FROM YEAR 2000 TO 2005. FROM THIS FIGURE WE CAN SEE THAT THE ARE NO SIGNIFICANT CHANGES IN GAS PRODUCTION. FOR THE PAST SIX YEARS, INDONESIA PRODUCES GAS IN AN AVERAGE OF AROUND 8 BSCFD. WITH THE HIGHEST PRODUCTION IN 2003 WHICH IS AROUD 8.6 BSCFD AND THE LOWEST PRODUCTION 2001 WHICH IS AROUND 7.6 BSCFD. INDONESIA’S HIGHEST GAS UTILIZATION IS IN 2003 WHICH IS AROUND 8.2 BSCFD AND THE LOWEST UTILIZATION IS IN 2001 WHICH IS AROUND 7.1 BSCFD
  • Oil tr

    1. 1. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MINYAK DAN GAS BUMIPUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MINYAK DAN GAS BUMI OIL TRAP DISIAPKAN UNTUK PELATIHAN FIELD DEVELOPMENT TRAINING (FDT) - CPI CEPU - OKTOBER 2009
    2. 2. MATERI PENDAHULUAN TEORI TERJADINYA MINYAK BUMI SIFAT SIFAT HIDROKARBON BATUAN INDUK & BATUAN RESERVOIR PENJEBAKAN & AKUMULASI
    3. 3. PENDAHULUAN GEOLOGI MINYAK BUMI ADALAH PENERAPAN ILMU GEOLOGI DALAM MENCARI JEBAKAN MIGAS MINYAK PERTAMA KALI DITEMUKAN DI TIMUR TENGAH TEPAT NYA DI DAERAH MESOPOTAMIA MINYAK DAN GAS BUMI SECARA TEKNIS DISEBUT JUGA HIDROKARBON MINYAK DAN GAS BUMI ADALAH BAHAN BAKAR HABIS PAKAI INDONESIA MEMILIKI 60 CEKUNGAN
    4. 4. CADANGAN GAS BUMI INDONESIA (STATUS : 1 JANUARI 2005) NAD NATUNA 4,488 1,266 53,610 KALIMANTAN TIMURSUMATERA UTARA 48,151 SUMATERA TENGAH 7,754 KALIMANTAN TENGAH PAPUA SULAWESI TENGAH 583 4,132 24,223 MALUKU SUMATERA SELATAN 24,625 68 12 KALIMANTAN SELATAN JAWA BARAT 431 JAWA TENGAH 6,039 SULAWESI SELATAN 10,408 TERBUKTI = 97,256.18 BSCF POTENSIAL = 88,541.69 BSCF CADANGAN GAS BUMI (BSCF) TOTAL = 185,797.87 BSCF
    5. 5. CADANGAN MINYAK BUMI INDONESIA (STATUS : 1 JANUARI 2005) NAD 120.1 NATUNA 400.1 121.5SUMATERA UTARA KALIMANTAN TIMUR 816.5 PAPUA SUMATERA TENGAH 4270,8 SULAWESI TENGAH 145.3 69.1 MALUKU SUMATERA SELATAN 950.8 62.8 99 KALIMANTAN SELATAN JAWA BARAT 15.3 685.9 JAWA TENGAH SULAWESI SELATAN 869.7 TERBUKTI = 4,187.47 MMSTB CADANGAN MINYAK BUMI (MMSTB) POTENSIAL = 4,439.48 MMSTB TOTAL = 8,626.96 MMSTB
    6. 6. INDONESIA TERTIARY BASIN MAP Status : July, 2003 North Sumatra W Natuna E Natuna Tarakan Sibolga N Sulawesi Central Sumatra N Halmahera Ketungau E Halmahera Melawi Kutei Gorontalo S Obi S Halmahera Salawati Biak Waropen Banggai Sula S Obi Lariang South Sumatera Pembuangan S Sula Jayapura Asem-Asem Kepala Burung Bintuni Waipoga Salabangka Buru W Bengkulu S Seram Biliton Manui Buru W Weber Sunda S. Makasar Bone Akimeugah Pati Buton NE Jawa Sea Weber NW Jawa Spermonde Aru N.E. Jawa Wetar Tanimbar Sahul Flores0 250 500 South Jawa Kilometers Timor Lombok-Bali Sawu Production field Development Basin field Exploration field Not Developed
    7. 7. TEORI TERJADINYA MINYAK DAN GAS BUMIDUA TEORI TERBENTUKNYA MINYAK DAN GAS BUMI :1. TEORI ANORGANIK : A. TEORI ALKALI PANAS DENGAN CO2 B. TEORI KARBIDA PANAS DAN AIR C. TEORI EMANASI VULKANIK D. HIPOTESA KIMIA E. HIPOTESA ASAL KOSMIK2. TEORI ORGANIK : A. MINYAK BUMI MENGANDUNG ZAT PORFIRIN YAITU ZAT YG MENYERUPAI HAEMOGLOBIN YANG TERDAPAT DI DALAM DARAH. B. MINYAK BUMI DAPAT MEMUTAR BIDANG POLARISASI, KARENA ADANYA ZAT LEMAK / KELESTEROL C. SUSUNAN HIDROKARBON MAYORITAS UNSUR H & C D. BANYAK DIJUMPAI PADA BATUAN SEDIMEN KAYA ORGANIK
    8. 8. TEORI ALKALI PANAS DENGAN CO2Logam alkali (dalam contoh ini Ca) didalambumi yang bertemperatur tinggi bereaksidengan CO2 dan air dapat membentuk C6 H6(benzene). Ca + H2O H2 + Ca O 5 Ca + 2 CO2 Ca C2 + 4 Ca O Ca C2 + H2O C 2 H2 + Ca O 3 C2 H2 C6 H6 (benzene)
    9. 9. TEORI KABIDA PANAS DENGAN AIRDidalam kerak bumi terdapat senyawasenyawa karbida, seperti karbida besi. Karbida besi tersebut akan bereaksidengan air sehingga akan membentuk senyawa hidrokarbon (Gas Asetelin).
    10. 10. TEORI EMANASI VULKANIK TEORI INI BERMULA DARI GUNUNG LUMPUR(MUD VULKANO) YANG SERING DITEMUI DI LAPANGANMINYAK / DIJUMPAINYA MINYAK PADA BATUAN BEKU SEBAGAI CONTOH ADALAH DI MEXICO
    11. 11. HIPOTESA KIMIADI KERAK BUMI TERDAPAT AIR, GRAFIT DAN SULFIDA BESI (PENGHANTAR LISTRIK). AKIBAT DARI REAKSI, H TERLEPAS DARIAIR + GRAFIT TERBENTUK HIDROKARBON
    12. 12. HIPOTESA ASAL KOSMIKHIPOTESA INI DASARNYA SPEKULASI, BAHWADALAM ATSMOSFIR PLANET TERDAPATHIDROKARBON TERUTAMA METHAN, JUGADENGAN DIKETEMUKANNYA HIDROKARBONPADA BENDA BENDA METEORIT.
    13. 13. TEORI ORGANIK► MINYAK BUMI MENGANDUNG ZAT PORFIRIN YAITU ZAT YANG MENYERUPAI HAEMOGLOBIN YANG TERDAPAT DIDALAM DARAH.► MINYAK BUMI MEMUTAR BIDANG POLARISASI, KARENA ADANYA ZAT KOLESTEROL/LEMAK► SUSUNAN HIDROKARBON TERDIRI ATAS MAYORITAS UNSUR H DAN C YANG JUGA BANYAK DIJUMPAI PADA ZAT ORGANIK YANG TERDIRI DARI C,H, DAN O► BANYAK DIJUMPAINYA HIDROKARBON/MINYAK BUMI PADA BATUAN SEDIMEN YANG KAYA AKAN ZAT ORGANIK.
    14. 14. SYARAT TERBENTUKNYA MINYAK BUMI• SUPPLY ZAT ORGANIK YANG MELIMPAH• PROSES SEDIMENTASI CEPAT• KONDISI LINGKUNGAN REDUKSI, SEHINGGA KEHADIRAN O 2 PRAKTIS TIDAK ADA• ENDAPAN KLATIS HALUS• DIDAPAT REAGEN/BAKTERI YG MENYEBABKAN BAHAN ORGANIK BERUBAH MENJADI HC
    15. 15. SIFAT HIDROCARBON SIFAT SIFAT HC DIBEDAKAN MENJADI 2 MACAM 1. SIFAT KIMIA 2. SIFAT FISIK
    16. 16. SIFAT KIMIA MINYAK BUMI SECARA KIMIA KOMPOSISI MINYAK DAN GAS BUMI DIDOMINASI OLEH UNSUR H DAN C SENYAWA LAINNYA YANG TIDAK DOMINAN SEPERTI NITROGEN, SULFUR, OKSIGEN SERTA SENYAWA LOGAM LAIINYA.
    17. 17. CHEMICAL COMPOSITION OF TYPICALPETROLEUM ELEMENT CRUDE OIL ASPHAL NATURAL GAS % WEIGHT % WEIGHT % WEIGHTCARBON 82.2 – 87.1 80 - 85 65 - 80HYDROGEN 11.7 – 14.7 8.5 - 11 1 - 25SULFUR 0.1 – 5.5 2-8 TRACE – 0.2NITROGEN 0.1 – 1.5 0-2 1 – 15OXYGEN 0.1 – 4.5 --- ---
    18. 18. SIFAT FISIK MINYAK BUMI• BERAT JENIS (SPECIFIC GRAFITY) STANDARD DUNIA MENGGUNAKAN 0 API 141,5 0 API = - 131,5 BJ
    19. 19. • VISCOSITAS (KEKENTALAN) MENENTUKAN KEMAMPUAN MINYAK UNTUK DAPAT MENGALIR SIFAT INI MENENTUKAN JUMLAH ATAU PRODUKSI MIGAS BUMI GAS YANG TERLARUT DLM MINYAK DAPAT MENURUNKAN VISKOSITAS• WARNA SEBETULNYA SENYAWA HC TIDAK BERWARNA, KARENA ADANYA CAMPURAN SENYAWA LAIN SEHINGGA MEMPENGARUHI WARNA DARI MINYAK. MINYAK YANG MEMPUNYAI SG BESAR UMUMNYA BERWARNA HIJAU KEHITAMAN, SEDANGKAN MINYAK RINGAN BERWARNA COKLAT KEHITAMAN.• BAU MINYAK DAN GAS BUMI ADA YANG BERBAU SEDAP DAN ADA YANG TIDAK. ADANYA BELERANG ATAU NITROGEN MEMBERI BAU TIDAK SEDAP. KATA AROMATIK DIAMBIL DARI “AROMA” YANG ARTINYA BAU BAUAN YANG SEDAP
    20. 20. BATUAN INDUK• UMUMNYA BERWARNA GELAP, MERUPAKAN KLASTIK HALUS DAN KAYA AKAN ZAT ORGANIK.• KWALIFIKASI BATUAN INDUK – Khalifeh & Louis (1935) Memperbandingkan Carbon (C) atom ganjil dan Carbon (C) atom Genap mendekati 1 (satu), maka merupakan source rock yang baik, dan sebaliknya apabila perbandingannya jauh dari 1(satu) maka bukan merupakan source rock yang baik. – Phillipi (1957) Batuan mengandung 50 ppm HC pribumi, potensi jelek Batuan mengandung 5000 ppm HC pribumi potensi baik
    21. 21. • LEMIGAS DIDASARKAN PADA KANDUNGAN TOC (TOTAL ORGANIC CONTENT) DENGAN KWALIFIKASI SEBAGAI BERIKUT : TOC < 0.5 % : BUKAN BATUAN INDUK TOC 0.5 – 1 % : KWALITAS RENDAH TOC 1 – 2 % : KWALITAS BAIK TOC 2 – 4 % : SANGAT POTENSIAL TOC > 4 % : ISTIMEWA
    22. 22. CONTOH BATUAN SEDIMEN &TOC NAMA BATUAN KOMPOSISI TOC (%) BATU PASIR 0.09 BATU NAPAL 0,12 BATU LEMPUNG 2,5 HITAM
    23. 23. MIGRASIDIBEDAKAN MENJADI 2 MACAM• MIGRASI PRIMER PERPINDAHAN HC DARI BATUAN INDUK KE BATUAN RESERVOIR
    24. 24. • MIGRASI SKUNDER PERPINDAHAN HC DARI RESERVOIR KE PERANGKAP/AKUMULASI.
    25. 25. BATUAN RESERVOIR• BATUAN YANG MEMPUNYAI KEMAMPUAN MENAMPUNG DAN MENYIMPAN FLUIDA• SYARAT SYARATNYA − Mempunyai rongga (pori-pori) − Mempunyai kelulusan (permeable) − Mempunyai penutup (cap rock) − Mempunyai perangkap/jebakan, sehingga minyak tidak lari Keterangan : Abu Abu : Butiran/Fragmen Hijau : Air Hitam : Minyak
    26. 26. • POROSITAS Perbandingan rongga dalam batuan terhadap volume batuan tersebut. Porositas dapat dirumuskan sebagai berikut : Volume pori pori Porositas (φ) = x 100 % Volume Bulk Batuan
    27. 27. CARA MENENTUKAN BESARANPOROSITAS :  DI LABORATORIUM  PERKIRAAN SECARA MIKROSKOPIS  SONIC LOG, DENSITY LOG DAN NEUTRON LOG
    28. 28. TINGKATAN POROSITAS SEMIKUANTITATIF :  0–5% : DAPAT DIABAIKAN  5 – 10 % : BURUK / POOR  10 – 15 % : CUKUP / MEDIUM  15 – 20 % : BAIK / GOOD  > 20 % : SANGAT BAIK / VERY GOOD
    29. 29. PERMIABILITASAdalah kemampuan batuan tersebut untuk membiarkanfluida mengalir, melalui pori pori yang saling berhubungantampa menyebabkan kerusakan atau membawa partikelmedia yang dilaluinyaSKALA KUANTITATIF PERMIABILITAS : < 5 mD : Tight/Ketat 5 – 10 mD : Fair/Cukup 10 – 100 mD : Good/Baik 100 – 1000 m D : Very good / Baik sekali.
    30. 30. Batuan berfungsi sebagai reservoir : oBatu pasir Kwarsa ( 90 % Min. Kw) Batu Pasir oBatu Pasir Greywake ( Min. Kw & Felspart) oBatu Pasir Arkose ( Min. Plg, H, Mica ) oTerumbu (Reef) Batu Gamping o Gamping Klastik
    31. 31. FAKTOR FAKTOR RESERVOIR MEMPUNYAINILAI EKONOMIS : Tebal Lapisan Reservoir Penyebaran Batuan Reservoir Porositas dan Permiabilitas Efektif Tutupan ( Clousure)
    32. 32. GAS, MINYAK DAN AIR DALAM RESERVOIR : GAS OIL WATER
    33. 33. JEBAKAN/PERANGKAPTEMPAT TERTUTUP, DALAM ARTI DIBATASIOLEH PENGHALANG YANG MEMAKSAGERAKAN HIDROKARBON TERHENTI DANKEMUDIAN TERKUMPUL (AKUMULASI) DIBEDAKAN MENJADI BEBERAPA MACAM : •PERANGKAP STRUKTUR •PERANGKAP STRATIGRAFI •PERANGKAP KOMBINASI
    34. 34. PERANGKAP STRUKTUR
    35. 35. PERANGKAP STRUKTUR
    36. 36. PERANGKAP STRUKTURPERANGKAP STRATIGRAFI
    37. 37. PERANGKAP STRUKTUR & STRATIGRAFI
    38. 38. BEBERAPA MACAM TIPE PERANGKAP MIGAS

    ×