Your SlideShare is downloading. ×
Chapter ii
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Chapter ii

1,661

Published on

Published in: Business, Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,661
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
33
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN2.1. Sejarah Singkat Perusahaan2.1.1. Sejarah Singkat PT. Arun LNG Mobil Oil Inc telah menemukan sumur pertama cadangan gas alamdisebuah desa kecil bernama Arun di kecamatan Syamtalira pada tahun 1971.Sumur yang merupakan salah satu sumber gas terbesar di dunia ini berlokasi lebihkurang ±30 km disebelah timur Lhokseumawe, NAD. Bertitik tolak padapenemuan tersebut, maka nama desa tersebut diabadikan sebagai nama kilang gasalam cair yang telah dikenal di dunia internasional dan merupakan pabrikpenghasil gas alam cair di dunia, yaitu PT. Arun. LNG. Gas Arun diperkirakan memiliki cadangan gas yang dapat mensuplai 6train plant LNG untuk 20 tahun. Kemampuan ini membuat Pertamina dan MobilOil Indonesia Inc, mulai mengembangkan program produksi, pencairan,pengiriman dan penjualan LNG dari lapangan gas Arun, dan denganmenggunakan sistem perusahaan persero, perusahaan tersebut memiliki sistempembagian saham operasi sebagai berikut:a. Pertamina : 55 %b. Mobil Oil Indonesia : 30 %c. Japan Indonesia LNG Company ( JILCO ) : 15 % Universitas Sumatera Utara
  • 2. Dengan perjanjian semua asset yang dimiliki PT. Arun LNG adalahmerupakan milik Pertamina. Kilang LNG Arun meliputi daerah seluas 271 ha, terletak di daerah BlangLancang–Lhokseumawe dan berjarak 30 km dari ladang gas Arun di Lhoksukon.Ladang gas alam ini terletak di daerah blok B, cadangan gas alam yang berada diArun tersebut terdapat di celah – celah batu kapur pada kedalaman 2.882 mdengan luas area 18,5 x 5 km2, dengan ketebalan kandungan 150 m, sedangkantekanannya sebesar 499 kg/cm2 dengan suhu 177 oC. Cadangan gas alam yangterkandung di dalam reservoir ini diperkirakan sebanyak 18 trilliun ft3, gas alamtersebut akan diproses atau dialirkan pada enam train pencairan gas alam, tetapidengan kondisi kandungan gas alam sekarang ini yang semakin menipis PT ArunLNG hanya mengoprasikan empat train. Dengan luas area 92,5 km2, PT. ArunLNG membagi empat bagian stasiun pengumpul dengan luas masing - masingstasiun pengumpul lebih kurang 6 ha, dengan ditambah fasilitas pengontrol danbangunan lainnya yang disebut dengan Point A. Melalui dua buah train yangdipasang pada stasiun pengumpul ( cluster ) yang dialirkan ke sentral pemipaan,baru kemudian dialirkan ke proses pencairan gas alam pada point B ( LNG Plant ).Setiap train pada setiap cluster terdiri dari :- Fin-fan Collers- Penukar kalor gas ke gas- Tiga tingkat drum pemisah- Dua unit pompa kondensat Universitas Sumatera Utara
  • 3. - Kompresor injeksi ulang ( satu buah pada Cluster 2 dan dua buah pada Cluster 3) dan kapasitas dari setiap cluster itu sendiri adalah 600 MMSCFD (maks 750 MMSCFD) yang akan menghasilkan 556 MMSCFD gas ditambah 37.100 BPD kondensat.2.1.2. Pembangunan Kilang Arun. Kilang Arun berada di daerah seluas 92,5 km2 yang dibagi menjadi empatstasiun pengumpul dengan luas masing – masing 6 ha. Hingga saat ini PT. Arunsudah memiliki enam buah train pencairan gas alam dan sekarang ini tinggalempat train yang beroprasi, dengan produksi 38.000 m3/hari LNG pada 100 %kapasitas design. Namun demikian dengan beberapa modifikasi dari plant site danplant test, kapasitas setiap train menjadi sekitar 115 –117 %. Keenam train inidibangun secara bertahap. Tahapan pembangunan dan awal operasi masing –masing train dibagi menjadi tiga, yaitu :a. Arun Project I. Proyek ini meliputi pembangunan train 1,2 dan 3 yang dibangun olehkontraktor utama Becthel Inc. yang dimulai awal tahun 1974 dan selesai akhirtahun 1978. Pengapalan LNG pertama proyek ini dilakukan tanggal 4 Oktober1978 dengan tujuan Jepang bagian barat.b. Arun Project II. Proyek ini merupakan pengembangan dari Arun Project I yang meliputipembangunan train 4 dan 5 yang dilakukan oleh kontraktor utama ChiyodaChemical Engineering Corp. bekerja sama dengan Mitsubishi Corp dan PT. Purna Universitas Sumatera Utara
  • 4. Bina Indonesia. Proyek mulai dikonstruksi awal bulan Febuari 1982 dan selesaiakhir 1983. Bulan Desember 1983 dilakukan pengapalan pertama ke Jepang dibagian barat.c. Arun Project III. Proyek ini juga pengembangan dari proyek – proyek Arun sebelumnya.Proyek ini membangun train 6 yang dilakukan kontraktor utama JGC Corp, yangdimulai awal November 1984 dan selesai November 1986. Proyek ini merupakanrealisasi kontrak jual dengan Korea Selatan. Tanggal 21 Oktober 1986 dilakukanpengapalan pertama LNG ke Korea Selatan.2.1.3. Orientasi LNG Plant Site. PT. Arun NGL hingga saat ini mempunyai empat buah train pencairan gasalam yang masih aktif, dengan kapasitas produksi 38.000 m3/hari LNG yangdilengkapi unit – unit pemisah gas dan kondensat, pemurnian gas dan kondensat,pemurnian gas, penggudangan dan dibantu oleh unit–unit penunjang lainnya. Pada masing – masing train pencairan gas alam tersebut mengolah 282MMSCFD gas untuk menghasilkan 9.500 m3/hari LNG pada 100 % kapasitasdesain. Namun demikian dengan beberapa modifikasi dari plant site dan planttest, maka masing – masing train mampu beroperasi atau mampu menghasilkanrata – rata pada kapasitas 115 % - 135 %. Dengan luas area pabrik 271 ha, yangdilengkapi dengan dua buah dermaga pemuatan LNG untuk kapasitas kapal 9500DWT pengapalan LNG, serta dermaga tersebut dibuat dengan kedalaman 14 mdari permukaan air laut, pengukuran dilakukan pada saat air laut surut, agar dapat Universitas Sumatera Utara
  • 5. dimasuki oleh kapal LNG ataupun kapal LPG. Sedangkan untuk kondensatdilengkapi dengan dua buah sarana pemuatan yaitu dengan :- Single Point Mooring ( SPM ) untuk kapasitas 40.000 – 280.000 DWT.- Multi Buoy Mooring ( MBM ) untuk kapasitas kapal 30.000 – 100.000 DWT. Minyak bumi dan gas alam adalah sumber daya alam yang bernilaiekonomis tinggi, sangat strategis dan memberikan konstribusi yang sangat pentingdalam kehidupan manusia, apabila dari sudut pandang perekonomian maka akanmeningkatkan income pendapatan negara, apabila dilihat dari sudut pandangsosial maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan yang palingberkembang hingga saat ini adalah perkembangan tekhnologi canggih yangsebagian besar menggunakan energi dari bahan bakar minyak dan gas. Teknologi canggih atau modern mempunyai peranan yang sangat pentingdalam perkembangan suatu industri. Setiap industri tidak dapat menghasilkansuatu produk yang maksimal tanpa didukung dengan peralatan yang canggih.Meskipun setiap industri telah berusaha untuk menghasilkan produk yang baik,akan tetapi tetap saja mempunyai kendala dalam mengoperasikan suatu mesinproduksi, ini dapat terjadi karena faktor alam, faktor bahan yang digunakanmaupun faktor manusia itu sendiri. LNG merupakan alternatif energi yang mempunyai prospek cukup baikdewasa ini, karena hasil dari pembakarannya memiliki efek polusi yang relatifsangat kecil bila dibandingkan dengan bahan bakar lainnya, polusi yang terjaditersebut tentunya kurang menguntungkan, baik bagi kehidupan manusia maupunmakhluk hidup lainnya, yaitu dapat mengganggu kesehatan dan merusak Universitas Sumatera Utara
  • 6. ekosistem lainnya, karena pencemaran lingkungan yang ditimbulkannya, efisiensipembakaran gas cukup tinggi serta mudah di kontrol karena pada gas tidakterdapat fraksi berat. Saat ini Indonesia memiliki 2 kilang LNG, yaitu masing-masing 8 train diBontang Kalimantan yang dikenal dengan PT Badak, dan 6 train di ArunLhokseumawe (Aceh Utara) yang dikenal dengan PT Arun, dan tidak menutupkemungkinan akan ditemukannya lagi reservoir-reservoir gas alam atau reservoirminyak bumi yang baru ditempat-tempat atau daerah-daerah lainnya yangberpotensi diIndonesia, seperti misalnya baru-baru ini telah ditemukannya ladanggas alam di kepulauan Natuna, walaupun sekarang ini pembangunannya masihdalam tahap perencanaan.2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha Kilang Arun pada awal operasinya hanya memproduksi LNG yangmengandung komponen dominan Metana (CH4), Etana (C2H6), Propana (C3H8)dan Butana (C4H10) sedangkan fraksi berat lainnya diolah untuk menghasilkankondensat. Sebagai langkah perluasan produksi dan pengembangan usaha, PT. Arunmelakukan diversifikasi produk dengan memanfaatkan unsur – unsur Propana(C3H8) dan Butan (C4H10) yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggidibandingkan dengan nilai jual kondensat, unsur tersebut dikenal dengan namaLPG yang merupakan hasil penggabungan dari kedua unsur propan dan butan. Universitas Sumatera Utara
  • 7. Sehingga diharapkan dapat menambah hasil devisa negara dan memaksimalkansisa hasil proses produksi di samping produksi utama. Kemudian dilakukan studi dan penelitian terhadap kilang dan komposisigas alam, agar diversifikasi produk yang dilakukan tidak mengganggu mutu danjumlah produksi LNG serta suplai media pendingin untuk kilang. Dengan hasilpenelitian yang positif maka dibuatlah Master Plant, yaitu pembangunan kilangLPG yang disponsori oleh Pertamina dan para investor asing sekaligus konsumenyang berasal dari negara Jepang pada tanggal 15 Juli 1986. Pembangunan kilang LPG dimulai pada tanggal 24 Febuari 1987berdasarkan kontrak yang telah disepakati Pertamina dengan JGC, sebagaikontraktor utama di bawah supervisi PLLP (Pertamina LNG-LPG Project) danpembangunannya tepat berdampingan dengan kilang LNG yang sudah ada.Pembangunan dilakukan dengan 3 tahap, Pembangunan pertama dimulai akhirFebuari 1987 dan selesai bulan Juni 1988. tahap kedua selesai bulan Oktober 1988dan tahap ketiga selesai pada bulan Desember 1988. pengapalan pertama produkLPG dilakukan pada tanggal 2 Agustus 1988 ke negara tujuan Jepang. Sejak tahun1996 LPG tidak diproduksi lagi akibat minimnya pasokan gas dan alasanekonomis lainnya. Universitas Sumatera Utara
  • 8. 2.3. Struktur Organisasi Sistem organisasi PT. Arun pada saat ini masih dalam perubahan yaituproses restrukturisasi organisasi melalui Work Process Reengineering. Pada saatini PT. Arun melaksanakan kegiatan program perubahan terhadap oraganisasiyang lama dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait seperti CambridgeManagement Consulting, konsultan yang ditunjuk PT.Arun, Change ManagementTeam, anggota manajemen PT. Arun (Manager and Superintendent), Task Force. Perubahan yang dilakukan tersebut saat ini memasuki fase pemeliharaan danpemantapan. Sebelum organisasi baru dikembangkan mereka menetapkan prinsip-prinsip pengembangan organisasi baru. Pengembangan organisasi baru tersebutbertujuan untuk penyederhanaan proses kerja. Pimpinan tertinggi organisasi PT. Arun adalah President Director (PD)yang berkantor di Jakarta. Sedangkan PT. Arun plant site dipimpin oleh seorangVice President Director (VPD). VPD PT. Arun melapor kepada PD. VPD PT.Arun membawahi tiga divisi : 1. Production Division (Divisi I) 2. Plant Operation Support Division (Divisi II) 3. Service and Development Division (Divisi III) Dan membawahi tiga bagian yaitu : 1. CIT (Continous Improvement Team) 2. Bagian Public Relations 3. Bagian Finance and Accounting Universitas Sumatera Utara
  • 9. Sementara General Auditor secara struktur organisasi bertanggung jawablangsung ke President Director di Jakarta, tetapi karena General Auditor yangberkantor di plant site maka secara tidak langsung General Auditor tetap secarapelaporan dan pengawasan di bawah Vice President Director (VPD).Bentuk struktur organisasi perusahaan dapat dilihat dalam Gambar 2.1.a. Production Division Tugas utama divisi production adalah mengolah gas alam menjadi gasalam cair (LNG) serta merencanakan produk LNG dan kondensat, menyimpanLNG dan kondensat, mengapalkan ke tujuan serta mencegah terjadinya kerugianperusahaan. Divisi ini membawahi empat bagian yaitu: 1. Bagian LNG/ NSO Process. 2. Bagian Utilities. 3. Bagian Storage / Loading & Shipping. 4. Bagian Fire and Safety Healty Enviromental.b. Plant Operation Support Division Divisi ini mengemban tugas utama untuk pemeliharaan sarana danprasarana kerja yang terkait dengan pemrosesan gas alam menjadi gas alam cair(LNG) dan kehidupan keluarga di perumahan perusahaan (Community). Divisi inimembawahi empat bagian, yaitu: 1. Bagian Maintenance Support. 2. Bagian Plant Area Maintenance. 3. Bagian Technical and Engineering Services. 4. Bagian Supply Chain. Universitas Sumatera Utara
  • 10. c. Service and Development Division Divisi ini mengemban tugas utama untuk memberikan pelayanan dalambidang kepegawaian, fasilitas, sarana dan prasarana kerja. Divisi ini bertugasuntuk mendukung pelaksanaan tugas divisi lain dengan menyediakan sumber dayayang diperlukan. Divisi ini membawahi tiga bagian, yaitu: 1. Bagian HR. 2. Bagian Facilities Service. 3. Bagian Legal Affairs.d. Public Relation Section Bagian ini bertugas menangani hal-hal yang berhubungan dengankepentingan masyarakat. Bagian ini mengkomunikasikan kebijakan dan kegiatanPT. Arun kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik. Bagian ini jugamenangani tamu-tamu perusahaan yang berkunjung ke PT. Arun LNG..e. Finance and Accounting Section Bagian ini bertugas menangani administrasi keuangan perusahaan sepertimembayar invoice, gaji pegawai, bonus dan tunjangan-tunjangan. Seksi ini jugamenangani pembayaran pajak perusahaan dan pegawai. Pajak pegawai dipotonglangsung dari gaji bulanan. Bagian ini juga bertugas membuat laporan keuangansetiap bulan dan pada akhir tahun. Universitas Sumatera Utara
  • 11. f. Continous Improvement Section Continous Improvement Team Section ini melakukan evaluasi terhadapperubahan organisasi dan melakukan pengembangan organisasi perusahaan padamasa yang akan datang. Berdasarkan kriteria atau standart yang telah ditetapkanoleh manajemen puncak untuk masa yang akan datang.g. General Audit Section Bagian ini bertanggung jawab untuk memeriksa aliran keuangan dankewajaran pemakaian setiap asset atau harta benda milik perusahaan yang dipakaiuntuk keperluan proses kilang maupun keperluan administrasi di kantor PT. ArunLNG.2.4. Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawaba. Divisi Production Tugas utama divisi Production adalah untuk mengelola gas alam menjadigas alam cair (LNG) merencanakan produk LNG dan kondensat, menyimpanLNG dan kondensate, pengapalan LNG dan mengekspor kenegara tujuan. Divisiini membawahi lima bagian yaitu :a. Bagian LNG Prosesb. Bagian Utilities and Storage and Loadingc. Bagian NSO and Laboratoryd. Bagian Fire and Environmental Health Servicee. Bagian Marine Universitas Sumatera Utara
  • 12. b. Divisi Plant Operation Support Divisi ini bertanggung jawab melakukan pemeliharaan sarana danprasarana kerja yang terkait dengan pemrosesan gas alam cair (LNG), divisi inimembawahi enam bagian, yaitu :a. Bagian Maintenance Planning and Reability.b. Bagian Plant Area Maintenance.c. Bagian Procurementd. Bagian Information Technologi (IT)e. Bagian Technical and Engineering Servicesf. Bagian Maintenance Shop, meliputi bagian Automotive and Heavy Equipmentc. Divisi Service and Development Divisi ini mempunyai tugas utama untuk memberikan pelayanan dalambidang kepegawaian, fasilitas, sarana dan prasarana kerja. Divisi ini bertugasmendukung pelaksanaan tugas divisi lain dengan menyediakan sumber daya yangdiperlukan. Divisi ini membawahi lima bagian yaitu :1. Bagian Security service.2. Bagian Facilities service.3. Bagian HRD.4. Bagian Medical and Occupation Health (OH)5. Bagian Legal Affairs. Universitas Sumatera Utara
  • 13. d. Bagian Public Relations Bagian ini bertugas menangani hal-hal yang berhubungan dengankepentingan masyarakat, Bagian ini mengkomunikasi kebijakan dan kegiatan PT.Arun LNG kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik. bagian inijuga menangani tamu-tamu perusahaan yang berkunjung ke PT. Arun LNG.e. Bagian Finance and Accounting Bagian ini bertugas menangani Administrasi keuangan perusahaan sepertimembayar invoce, gaji pegawai, bonus, tunjangan-tunjangan. bagian ini jugamenangani pembayaran pajak pegawai perusahaan. Pajak pegawai dipotonglangsung dari gaji bulanan, seksi ini juga membuat laporan keuangan setiap bulandan pada akhir tahun.f. Continous Improvement Section Continous Improvement Team Section ini melakukan evaluasi terhadapperubahan organisasi dan melakukan pengembangan organisasi perusahaan padamasa yang akan datang. Berdasarkan kriteria atau standart yang telah ditetapkanoleh manajemen puncak untuk masa yang akan datang.g. Bagian General Auditor Bagian ini bertanggung jawab dalam pengendalian keuangan didalamperusahaan. serta menunjukkan tiap instalasi peralatan pada proses secara detail. Universitas Sumatera Utara
  • 14. 2.5. Tenaga Kerja dan Jam Kerja2.5.1. Tenaga Kerja PT. Arun LNG mempunyai visi untuk menjadi perusahaan pengolahanLNG kelas dunia. Untuk menyelaraskan visinya PT. Arun LNG mempekerjakantenaga-tenaga profesional yang telah mengalami seleksi terlebih dahulu. PT.Arun LNG memiliki pegawai sebanyak 603 karyawan dengan 574 orang pekerjadan 29 dalam masa pra-pensiun. Karyawan laki-laki sebanyak 569 orang dankaryawan perempuan sebanyak 34 orang. Pada PT. Arun LNG ini jugamemperkerjakan tenaga asing yang berasal dari Amerika, namun akibat adanyarestrukturisasi maka perusahaan mengandalkan pada pekerja lokal dengan kualitaskerja yang dapat diandalkan .2.5.2. Jam kerja Waktu kerja bagi karyawan diatur di dalam Perjanjian Kerja Bersama(PKB) antara perusahaan PT. Arun LNG dengan Serikat Pekerja PT. Arun LNG(SP-PTA) yang dijabarkan sebagai berikut:1. Jam kerja yang teratur akan ditetapkan dimasing-masing tempat pekerjaan sesuai dengan keperluan operasi setempat. Jam kerja dikantor dan di pabrik meliputi maksimum 8 jam kerja sehari atau maksimum 40 jam seminggu. Jam kerja tersebut tidak termasuk waktu makan siang dan istirahat. Universitas Sumatera Utara
  • 15. 2. Jadwal waktu kerja: a. Plantsite dan di Medan: Senin s/d Kamis : Jam 07.00 – 12.00 Jam 12.00 – 13.15 ( Istirahat) Jam 13.15 – 16.15 Jum’at : Jam 07.00 – 11.45 Jam 11.45– 14.00 ( Istirahat) Jam 14.00 – 17.15 b. Jakarta Senin s/d Kamis : Jam 07.00 – 12.00 Jam 12.00 – 12.30 ( Istirahat) Jam 12.30– 15.30 Jum’at : Jam 07.00 – 12.00 Jam 12.00– 13.30 ( Istirahat) Jam 13.30 – 15.30 c. Karyawan Shift Shift pagi (I) : 07.00 – 15.00 WIB Shift siang (II) : 15.00 – 23.00 WIB Shift malam (III) : 23.00 – 07.00 WIB Universitas Sumatera Utara
  • 16. Istirahat makan diberikan secara bergiliran, setengah jam setelahmasing-masing bekerja selama 4 jam terus-menerus. Dimana penetapan gilirannyadiatur oleh supervisor masing-masing bagian, sehingga dengan demikian prosestetap berlangsung.2.6. Sistem Pengupahan dan FasilitasStrategi penggupahan perusahaan bertujuan untuk memberikan upah yangmenarik guna memacu pekerja untuk bekerja sebagaimana yang diharapkan .Sistem upah diatur disusun secara atraktif dan dengan skala gaji yang dapatmenggambarkan perbandingan upah pekerja golongan terbawah dengan pekerjagolongan tertinggi dalam batas yang wajar. Pembayaran upah dilakukan setiap akhir bulan setelah pekerjamemberikan jasa kepada perusahaan. Adapun besarnya upah yang diberikan adalasebagai berikut:1. Gaji Pokok Jumlah jam kerja x upah (Berdasarkan Golongan) Gaji Pokok  302. Tunjangan Jabatan Tunjangan Jabatan = 6% x Upah Pokok3. Tunjangan Radiasi Keppres No. 48 tahun 1995 Radiologi = 100.000 / bulan Teknisi = 70.000 / bulan Universitas Sumatera Utara
  • 17. 4. Tarif Kerja Lembur Pekerja dengan golongan 7 keatas tidak dibayarkan upah lembur karena tanggung jawab atas jabatannya. - Apabila kerja lembur dilakukan setelah waktu kerja normal Jam Kerja Lembur Pertama = 1,5 x Upah perjam* Jam Kerja Lembur Sesudahnya = 2 x Upah perjam* Upah perjam* = 1 / 173 x Upah Sebulan - Apabila kerja lembur pada hari istirahat mingguan dan atau hari libur resmi: Jam Kerja Lembur Pertama sampai kedelapan = 2 x upah perjam Jam Kerja Lembur kesembilan dan seterusnya = 3 x upah perjamAdapun fasilitas – fasilitas lainnya yang diberikan adalah:a. Fasilitas Istirahat Tahunan - Biaya Istirahat Tahunan Pekerja dengan masa kerja 14 tahun = 125 % x upah pokok Pekerja dengan masa kerja 15 tahun = 175 % x upah pokok - Transportasi Bagi semua pekerja yang lokasi kerjanya di Lhokseumawe disediakan fasilitas pesawat perusahaan p.p atau uang transportasi taxi yang besarnya mendekati tarif taxi (travel) umum. Universitas Sumatera Utara
  • 18. b. Kesehatan Pemeliharaan kesehatan pada rumah sakit baik diperusahaan maupun diluar perusahaan dapat dilihat pada Tabel 2.1. dibawah ini: Tabel 2.1. Fasilitas Kesehatan Golongan Upah Kelas Rumah Sakit 1–6 II 7 keatas I Sumber : Production Division Laboratory, PT. Arun LNG2.7. Proses Produksi2.7.1. Standar Mutu Bahan /Produk LNG adalah singkatan dari Liquified Natural Gas yang artinya adalah gasalam yang dicairkan. Seperti yang diketahui bahwa PT. Arun LNG adalah suatuperusahaan yang mengolah LNG, disamping menghasilkan Kondensat(Condensate) sebagai produk sampingan. Adapun komposisi dari produk kilang gas PT. Arun LNG adalah sebagaiberikut :Liquified Natural Gas (LNG) LNG mempunyai komposisi paling dominan adalah methane (CH4) sertasedikit ethana (C2H6). Typical komposisi LNG yang dihasilkan PT. Arun LNGdapat dilihat pada Tabel 2.2. dibawah ini: Universitas Sumatera Utara
  • 19. Tabel 2.2. Komposisi LNG Komposisi % Mol N2 (Nitrogen) 0,957 CH4 (Metana) 70,747 CO2 (Karbon Dioksida) 22,369 C2H6 (Etana) 3,666 C3H8 (Propana) 1,183 i-C4H10 (Iso-Butana) 0,277 n-C4H10 (Normal-Butana) 0,322 i- C5H12 (Iso-Pentana) 0,149 n-C5H12 (Normal-Pentana) 0,091 nC6+ 0,239 Total 100 Sumber : Production Division Laboratory, PT. Arun LNG Untuk mencairkan gas alam ini dilakukan dengan proses pendinginandengan ekspansi pada temperature yang sangat rendah sekali yang disebut sebagaiCriyogenic Temperature yaitu -160o C pada tekanan atmosfir. Gas alam pada kondisi tersebut diatas akan berubah menjadi cairan denganperbandingan volume 630 : 1, yang artinya apabila 630 cuft gas alam tersebutdicairkan, maka akan mengasilkan 1 cuft gas alam cair. Jadi tujuan pencairan gasalam ini adalah untuk mempertinggi efisiensi penyimpanan dan pengangkutan(transportasi) dari negara penghasil ke negara konsumen.Kondensat Selain menghasilkan LNG, PT Arun LNG juga menghasilkan kondensatsebagai produk samping yang merupakan fraksi-fraksi hidrokarbon berat yangterikut bersama-sama gas alam dari sumber ladang gas Arun. Kondensat yangdiproduksi harus memenuhi persyaratan yang ditentukan yaitu mempunyai RVP13 Psia max, pada temperatur 100oF (37,8 oC) dan SG 0,75 (52 oAPI). Adapun Universitas Sumatera Utara
  • 20. Komposisi kondensat yang diproduksi PT Arun LNG dapat dilihat pada Table 2.3.di bawah ini : Tabel 2.3. Komposisi Kondensat Komposisi % Mol % Volume % Berat C2 (Etana) 0,294 0,190 0,100 C3 (propana) 0,445 0,296 0,223 Total C4 (Butana) 17,223 13,331 11,373 Total C5 (Pentana) 21,997 19,376 18,032 Total C6+ 60,041 66,807 70,271 Total 100 100 100 Sumber : Production Division Laboratory, PT. Arun LNG Produk kondensat umumnya diekspor ke negara-negara seperti : Jepang,Singapura, Amerika, Australia, Perancis dan Selandia Baru. Di negara-negaratersebut, kondensat digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia yangberguna sebagai penghasil polimer, plastik, pelarut dan sebagainya atau dapat jugadiolah kembali pada kilang minyak untuk dijadikan bahan bakar minyak.Liquified Petroleum Gas (LPG) LPG adalah gas dari hasil destilasi Crude Oil yang dicairkan danmerupakan hasil sampingan dari hasil proses fraksinasi minyak bumi, dimanasebelumnya fraksi-fraksi hidrokarbon ringan ini hanya dibakar di flare. Tetapidengan adanya diversifikasi energi, maka gas ini bermanfaat sebagi salah satusumber energi. Universitas Sumatera Utara
  • 21. Adapun secara umum LPG dapat diperoleh dari dua sumber :a. Dari sumber gas alam (Gas Field)b. Dari hasil sampingan kilang minyak (Petroleum Refinery) Khususnya LPG yang dihasilkan oleh kilang Arun tergolong berasal darisumber gas alam. Adapun komposisi LPG yang dihasilkan terdiri atas dua macamyaitu :1. LPG propana dengan typical komposisi : C2 : 2 % max C3 : 96 % min RVP maksimum 200 Psi / 100O F C4 : 2.5 % max2. LPG butana dengan typical komposisi : C3 : 3 % max C4 : 96 % min RVP maksimum 70 Psi / 100o F iC5 :1% Sebenarnya masih ada jenis LPG yang lain, yang disebut dengan LPGMixed, yaitu merupakan campuran LPG propana dan butana dengan komposisitertentu, tetapi jenis ini tidak diproduksi oleh kilang LPG Arun. Saat ini sejaktahun 1996 LPG tidak diproduksi lagi melihat faktor kurangnya ketersediaanbahan baku dan alasan ekonomis lainnya. Universitas Sumatera Utara
  • 22. Bahan Yang Digunakan PT. Arun LNG memproduksi gas alam cair (LNG). Dalam produksi gasalam cair bahan-bahan yang digunakan meliputi tiga bagian, yaitu :2.7.2.1. Bahan Baku Yang dimaksud bahan baku yaitu bahan yang digunakan dalam suatuproduk dimana komponen-komponennya jelas terlihat pada produk tersebut. Padapengolahan gas alam menjadi LNG mempunyai bahan baku utama yaitu gas alamyang berasal dari Point A di Lhoksukon yang dieksplorasi oleh Exxon Mobil dangas alam yang di ambil dari NSO (North Sumatera Offshore) yang diambil darilaut yang dikelola oleh PT. Arun LNG. Adapun komposisi gas dari masing-masing sumber adalah sebagai berikut:a. Gas alam dari Point A Lhoksukon. Tabel 2.4. Komposisi gas alam dari sumur Lhoksukon Komponen Arun (% mol) Heksana plus 0.242 Nitrogen 0.516 Metana 74.233 Carbondioksida 16.932 Etana 5.058 Hidrogen Sulfida 80 ppm Propana 1.702 Iso-Butana 0.398 N-Butana 0.498 Iso-Pentana 0.231 N-Pentana 0.150 Sumber : Production Division Laboratory, PT. Arun LNG Universitas Sumatera Utara
  • 23. b. Gas alam dari NSO Tabel 2.5. Komposisi gas alam dari NSO Komponen NSO (% mol) Heksana plus 0.119 Nitrogen 0.959 Metana 69.870 Carbondioksida 25.004 Etana 2.903 Hidrogen Sulfida 0.039 Propana 0.719 Iso-Butana 0.125 N-Butana 0.125 Iso-Pentana 0.084 N-Pentana 0.054 Sumber : Production Division Laboratory, PT. Arun LNG2.7.2.2. Bahan Tambahan Yang dimaksud dengan bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkandalam pembuatan suatu produk dimana komponennya merupakan bagian dariproduk akhir fungsinya meningkatkan mutu produk. Pada pengolahan gas LNGini bahan tambahan yang digunakan sebagai additive boleh dikatakan tidak adakarena produk gas yang diharapkan benar-benar diasumsikan murni dari zat-zatyang tidak diperlukan sesuai dengan standar komposisi yang telah ditentukan. Universitas Sumatera Utara
  • 24. 2.7.2.3. Bahan Penolong Yang dimaksud dengan bahan penolong yaitu bahan yang ditambahkandalam produk yang berguna dalam rangka memeperlancar proses produksi bahanini bukan merupakan bagian dari produk akhir. Bahan penolong digunakan dalampengolahan gas oleh PT. Arun LNG antara lain:a. Karbon Aktif Merkuri dalam jumlah kecil bereaksi dengan sulfur dan membentuk mercuri sulfide yang diardsorbsi kedalam karbon aktif. Fungsi dari senyawa ini adalah untuk memisahkan mercuri yang menyebabkan terjadinya korosi dalam tubing dan dalam pipa alumunium.b. Pottasium Carbonate (KCO3) Fungsi untuk menyerap CO2 dan H2S yang terdapat dalam feed gas.c. Larutan DEA(DiEthanolAmine) Fungsi untuk menyerap CO2 dan H20 kurang dari 100 ppmd. Pottasium Methafanadate Fungsi mencegah korosi pada lapisan bajae. Sea Water (air laut) Fungsi : mendinginkan propana dan semua semua aliran panas dari mesin- mesin exchanger terhadap LNG.f. Chlorine. Fungsi : untuk mencegah masuknya kotoran-kotoran laut, seperti ganggang laut dsb, dari sea water intake yang digunakan dalam proses pendinginan. Universitas Sumatera Utara
  • 25. 2.8. Uraian Proses Cadangan gas diladang gas Arun terbukti memasok enam train LNG,dimana ladang gas Arun memiliki empat kelompok daerah produksi (cluster).Adapun proses pengolahan gas adalah sebagi berikut :A. Stasiun Pengumpul (Cluster) di Point A Pada setiap cluster terdapat dua buah train pemisah dimana gas alam dapatdipisahkan menjadi gas dan kondensat. Kondensat dan gas dari tiap clusrer inidialirkan ke sentral pemipaan. Kemudian kondensat dan gas ini dialirkan kepabrik pencairan gas alam (Point B). Setiap train di tiap cluster memiliki beberapaperlengkapan, seperti ; fin fan cooler, heat exchanger, 3 tingkat drum pemisah, 2unit pompa kondensat dan reinjection compressor. Kapasitas setiap cluster adalah600 MMSCFD (max 750 MMSCFD), yang menghasilkan 556 MMSCFD gasditambah dengan 37.100 barrel per hari kondesat. Gas dari reservoir akan mampu mengalir ke kepala sumur (well head)yang disebut christmas tree dengan tekanan 499 kg/cm2 dan temperatur 177Ksedangkan sebelum mencapai xmas tree, tekanan gas tersebut turun menjadi 254kg/cm2 dan suhu 150 oC. Setelah melalui xmas tree tekanan dan temperatur akanturun menjadi 240 kg/cm2 dan temperatur 143 oC. gas pada kondisi tersebut,sebelum dialirkan ke satu unit fin fan cooler untuk proses pendinginan terlebihdahulu dilewatkan pada sebuah kontrol valve yang berfungsi mengekspansi gassehingga tekanannya menjadi 141 kg/cm2 selanjutnya diikuti dengan penurunantemperatur menjadi 132o C. setelah melalui fin - fan temperaturnya turun menjadi54 oC. Universitas Sumatera Utara
  • 26. Outlet fin-fan kemudian dialirkan lagi ke bagian tube dari suatu heatexchanger, untuk memanaskan gas yang keluar dari drum pemisah tingkatpertama, sekaligus untuk mendinginkan gas itu sendiri menjadi sekitar 48o Cdengan tekanan konstan 141 kg/cm2. Selanjutnya gas melalui sebuah proseskontrol valve untuk mengatur tekanan dalam separator. Setelah melalui kontrolvalve tersebut, tekanan dan temperatur turun lagi menjadi 82 kg dan temperatur 25o C. Pada kondisi operasi tersebut, fraksi berat yang telah mencapai titik embunnyaakan berubah menjadi cairan, sedangkan fraksi yang belum mencapai titikembunnya akan tetap sebagai gas. Dengan demikian telah terjadi pemisahansecara kasar antara fraksi ringan dan fraksi berat (gas dan kondensat). Gas yangtelah tepisah dari fraksi berat akan mengalir dari puncak drum pemisah tingkatpertama dari gas to gas exchanger untuk proses pemanasan sampai suhu 47 oC.Pada umumnya gas sampai suhu 47 oC inilah yang dialirkan ke pipeline kontroldengan menggunakan pipa 30 inch. Pipeline kontrol adalah manifold untukmenerima produksi dari tiap cluster dan mengalirkannya ke point B. Sebagian gasyang keluar dari gas to gas exchanger (250 MMSCFD max perkompressorinjection) diinjeksikan ke pinggiran reservoir untuk mempercepat habisnya fraksihidrokarbon berat yang terkandung dalam reservoir. Kondensat pada drumpemisah tingkat pertama, akan turun ke drum pemisah tingkat kedua dan akandihisap oleh pompa sentrifugal 8 tingkat (canbarrel pump) guna menaikkantekanan sampai mencapai 94 kg/cm2, untuk dialirkan ke pipeline kontrol denganmenggunakan pipa 12 inch yang berfungsi sebagai manifold untuk menerimaproduksi dari tiap cluster dan dialirkan ke Point B. Universitas Sumatera Utara
  • 27. Air yang telah terpisah dari kondensat akan turun ke drum pemisah tingkattiga, dan kemudian dialirkan ke tempat penampungan untuk proses pemurnian.Sedangkan gas dan kondesat dialirkan ke Point B dengan pemipaan terpisah,yaitu:1. Gas dialirkan melalui pipa 42 inch2. Kondensat dialirkan melalui pipa 20 inch.B. Proses Pengolahan Gas Alam Proses pengolahan gas alam yang dioperasikan pada kilang Arun terdiridari dua proses, yaitu :Proses I, dilakukan pemisahan antara gas dan kondensat.Proses II dan III, dilakukan pembersihan dari impuritis, hidrokarbon berat dan pencairan gas alam.1. Proses I Proses I ini dibagi dalam beberapa unit, yaitu:- unit inlet facilities ( unit 15, 16, 17, 18, dan 19)- unit pemisahan gas dan kondensat (unit 20 A)- unit penstabilan kondensat unit 20B- unit feed booster compressor/kompresi ulang (unit 25)- unit refrigerant preparation (unit 50)a. Inlet facilities Pengiriman gas dan kondensat dari ladang gas di Lhoksukon ke Point Bdilakukan terpisah, tujuannya untuk mencegah terjadinya pengendapan kondensatdalam pipa yang berada di daerah rendah. Setelah gas sampai di point B , sebagian Universitas Sumatera Utara
  • 28. kecil dikirim ke PIM dan AAF untuk pembuatan pupuk, PT. KKA dan PT.Humpuss Aromatic.b. Pemisahan gas dan kondensat Unit ini terdiri dari empat buah drum pemisah (first stage flash drum),yang beroperasi secara paralel, berfungsi untuk memisahkan gas yang akandialirkan ke unit pemurnian gas di proses II. Pemisahan disini berlangsung padatekanan tinggi yaitu pada 54,5 kg/cm2. Sebelum gas dan kondensat masuk kedalam drum pemisah, terlebih dahulu digabungkan menjadi satu pipa barukemudian dimasukkan ke bagian puncak drum melalui dua saluran pemasukan.Campuran gas dan kondensat yang masuk ke dalam drum diarahkan ke splashbuffle, agar kondensat terpercik menjadi butiran halus, sehingga fraksi ringanlebih mudah terlepas dari ikatan fraksi berat dan juga agar kandungan emulsidapat pecah. Seterusnya baik gas maupun kondensat akan mengalir melaluidemister pad. Demister pad berfungsi untuk menangkap butiran cairan (kabut)yang terbawa oleh aliran gas, dan juga untuk menyaring lumpur dan memecahkanemulsi, sedangkan gas akan keluar dari puncak tengah drum setelah melalui misteliminator, yaitu sebagai alat yang berfungsi sebagai perangkap kabut. Gas yang keluar dari puncak setiap drum akan dikumpulkan pada sebuahpipa 36 inch dan dialirkan ke unit pencairan gas alam diproses II dan III.Kondensat dari drum A dan B akan mengalir ke satu pemipaan sedangkan drum Cdan D dengan pemipaan tersendiri akan dialirkan ke effluent degassing out, yaitutempat pemisahan senyawa asam dan gas dari kandungan air dan airnya di drainke sewer. Universitas Sumatera Utara
  • 29. c. Proses penstabilan kondensat Kondensat dari stage flash drum dimasukkan ke second stage flash drum.Di second stage flash drum ini terjadi pemisahan gas yang prinsipnya samadengan pada first stage flash drum, hanya tekanan operasinya lebih rendah. Gasyang telah terpisah tersebut dari kompresor dialirkan ke feed boostercompressor (unit 25) dan di teruskan ke proses II dan proses III. Sedangkan kondensat mengalir melalui bagian dasar drum dan selanjutnyadialirkan ke menara stabilizer (C-2001) yang menggunakan sieve tray, tapisebelumnya masuk ke stabilizer feed/bottom exchanger. Disini sebagiankondensat menguap sehingga umpan yang masuk ke kolom terdiri dari dua aliran.Akibat gaya gravitasi, gas naik ke puncak kolom sedangkan cairan turun ke dasarkolom. Cairan yang berada tray II dilewatkan melalui stabilizer side reboileruntuk menguapkan fraksi ringan yang terbawa bersama cairan dari side reboilercairan dan uap dikembalikan lagi ke stabilizer. Uap akan mengalir ke atas dansisanya berupa cairan ditarik sebagai kondensat stabil. Sebelum disimpan,kondensat stabil yang berada pada dasar kolom diturunkan temperaturnya menjadi38oC dimana stabilizer berfungsi untuk menurunkan produk gas yang mendidih.Untuk itu kondensat didinginkan berturut-turut di stabilizer side reboiler ke dasarpenukar kalor, pada fin fan cooler serta yang terakhir didinginkan pada pendinginair laut sehingga temperatur kondensat menjadi 38 oC. Proses selanjutnya, kondensat dingin yang telah stabil ini dialirkan ketangki kondensat (f-2101) dimana hidrokarbon yang masih tersisa dibuang keatmosfer. Pada tangki ini kondensat digabung dengan aliran hidrokarbon yang Universitas Sumatera Utara
  • 30. lebih berat, kemudian dari unit 50 dikirim ke tangki penyimpanan kondensat. Gasyang mencapai puncak stabilizer dikondensasikan oleh fin fan cooler laludialirkan ke over head accumulator (D-2004). Cairan yang terbentuk dialirkankembali ke kolom sebagai refluks. Sementara gas yang tidak terkondensasibergabung dengan gas dari second stage flash drum dan dikirim ke feed boostercompressor (k-2501) untuk dinaikkan tekanannya sehingga sama dengan tekanangas dari first stage flash drum. Kemudian gas dengan tekanan 56 kg/cm2 inidikirim ke unit pemurnian gas untuk diproses lebih lanjut.d. Feed booster compressor (unit 25) Gas yang berasal dari 20B masuk ke unit 25 dan akan dinaikkantekanannya agar dapat bergabung dengan gas yang berasal dari unit 20A yangbertekanan lebih tinggi yaitu dari 15 kg/cm2 menjadi 57kg/cm2. Gas yangmengalir dari unit 20B tersebut akan masuk ke D-2501 di bagian tengahnya.Dimana di dalam D-2501 ini diharapkan fraksi berat yang mungkin terkandungdalam gas ini akan terkondensasi.Kemudian gas dari D-2501 dialirkan kedua arah yaitu menuju kompressor K-2501dan K-2501B. Setelah gas dimampatkan dalam kedua kompressor tersebut yangbertekanan sedikit lebih besar daripada tekanan yang berasal dari unit 20A,sehingga dapat masuk ke aliran gas tersebut, maka gas yang berasal dari dischargecompressor tersebut mengalir bersama-sama dengan gas dari unit 20A menujuunit pemurnian gas di unit 30. Universitas Sumatera Utara
  • 31. Bila jumlah gas yang masuk ke dalam kompresor tersebut kurang, makasebagian dari discharge dialirkan kembali ke section drum D-2501 melaui fin fancooler 2501 A/B untuk pendinginan.e. Refrigerant preparation Unit ini terdiri dari unit 51 dan 52 yang merupakan 2 unit fraksinasi yangsama. Dalam hal ini unit 51 dan 52 berfungsi untuk memisahkan bahan-bahanyang diperoleh dari scrubb tower bottom train 1 sampai train 6. Masing-masingunit mempunyai 3 buah kolom, yaitu :1. De-Ethanizer column2. De- Propanizer columnDe- Butanizer column Kolom-kolom tersebut dilengkapi dengan tray jenis sieve, down comer,sebagai media penunjang untuk proses destilasi. Disamping itu juga dilengkapidengan sarana-sarana penunjang lainnya, seperti steam reboiler, pompa refluks,dan lain-lain. Sistem pendingin untuk mengkondensasi produksi hasil puncakpropana danbutana dengan menggunakan satu unit fin - fan, sedangkan untukmengkondensasi hasil puncak ethane dipakai sistem refrigerasi. Refrigerasi disini adalah dengan memakai propana sebagai pendingin yang disirkulasikan didalam loop tertutup. Untuk mendukung terjadinya siklus yang diharapkan darirefrigeran tersebut, maka sistem ini ditunjang oleh satu unit compressor cooler,dan condensor, drum accumulator, evaporator dan section drum untukcompressor. Universitas Sumatera Utara
  • 32. Adapun feed yang diolah di unit ini berasal dari bottom scrubb tower padaproses II dan Proses III. Setiap unit mampu mengolah feed dari tigatrain(15.000 BPSD).1) De-etahnizer system Feed dari bottom scrub tower setelah melalui tahap pendingin danpengontrol tekanan 34 kg/cm2, dialirkan ke de-ethanizer column dan dimasukkanke tray dan tekanannya dikontrol pada 31kg/cm2 sedangkan temperatur keluar darishell side reboiler di set 145 oC, serta temperatur di top column dijaga sekitar-9o C. Dengan demikian diharapkan seluruh etana (C2H6) dengan pemanasan yangcukup tinggi dari bawah akan menguap. Tetapi semakin banyak tray yang dilaluiuap ini akan mengakibatkan semakin turunnya temperatur, sehingga denganadanya penyiraman refluks seluruh fraksi yang lebih berat dari etana akanmengkondensasi kembali. Hanya etana dan fraksi yang lebih ringan akan keluarsebagai over head product. Over head product ini selanjutnya akan mengalir ke etahanizer sub cooler(E-5X03), dimana akan terjadi pengkondensasian. Namun karena temperaturpaling rendah yang dapat dicapai pada sub cooler -36oC, maka tidak seluruhoverhead product dikondensasikan. Metana (CH4) tidak dapat dikondensasikansetelah ditampung dalam reflux accumulator D-5X02, yang digunakan untukmengatur tekanan sebesar 31 kg/cm2. kelebihan metana tersebut kemudiandialirkan melalui PV-5X03. Cairan yang keluar dari E-5X02 dan akandimanfaatkan sesuai dengan prioritasnya, yaitu sebagai refluks. MCR (MultiComponent Refrigerant) make-up dan reinjeksi. Universitas Sumatera Utara
  • 33. Adapun batas komposisi dari cairan yang ada pada refluks accumulatorD-5X02 tersebut adalah sebagai berikut :- CH4 : 22,63%- CO2 : 0.000%- C2H6 : 77,365 %- C3H8 : 0,005% Level di bottom C-5X01 dikontrol 60% secara normal, dan kelebihan levelini akan dialirkan ke kolom de-propanizer. Bahan yang dialirkan ke kolom inisudah terbebas dari kandungan C2H6 dan yang lebih ringan.2) De-Propanizer Feed yang akan diolah dalam kolom ini adalah yang berasal dari bottomde-ethanizer. Feed ini dialirkan ke de-propanizer tray nomor 20. setelah masuk kedalam de-propanizer column. Feed ini mula-mula akan di flash, karena tekanandalam menara dikontrol 18 kg/cm2. Cairan yang tidak menguap akan turun kedasar menara, melalui downcomer. Dari bottom ini, sebagian cairan hidrokarbondialirkan ke de-propanizer reboiler untuk mengambil sejumlah panas yangdiperlukan untuk menguapkan fraksi C3 yang ada, dimana temperaturnya dijagakira-kira 138 oC. Fraksi C3 dan sebagian C4 dengan temperatur 138 oC akam menguap, danmengalir ke atas melalui tray yang bertingkat-tingkat (sieve tray) sampai kebagian puncak. Ke dalam bagian ini, dialirkan sejumlah refluks untuk menjagatemperatur tetap konstan yaitu 53 o C. Universitas Sumatera Utara
  • 34. Over head product atau gas yang keluar dari puncak menara dialirkan kerefluks accumulator melalui dua jalan, yaitu :- lewat fin - fan agar seluruh C3 dapat mencair- By pass atau tanpa melalui fin - fan untuk menjaga tekanan di reflux accumulator tetap 17 kg/cm2. Semua liquid yang dihasilkan pada fin - fan akan ditampung di reflukxaccumulator drum. Komposisi dari liquid tersebut adalah sebagai berikut :- C1 : 0,001%- C2 : 0,003%- C3 : 99,994%- i-C4 : 0,002% Sedangkan prioritas pengaliran dari liquid ini adalah sebagai berikut :- Refluks- Storage tank D-6201 (persediaan MCR)- Reinjeksi ke proses II dan proses III, sebagai HHV control.- Storage tank LPG 64 Dengan kondisi operasi yang baik, akan diperoleh hasil puncak yangmurni, yaitu 99,9 % propana. Kondisi operasi di dalam kolom diatur sebagaiberikut :- Tekanan : 17,2 kg/cm2- Temperatur top : 53 OC- Temperatur outlet reboiler : 135 OC Universitas Sumatera Utara
  • 35. 3) De-Butanizer Feed untuk de-butanizer berasal dari outlet de-propanizer bottom, yangdialirkan ke tray nomor 15. Di dalam kolom ini, feed akan menguap karenatekanan diatur sekitar 6 kg/cm2.Sedangkan hidrokarbon yang tidak dapat menguapakan turun ke tray selanjutnya sampai ke bagian bottom. Dari bottom ini sebagiancairan dialirkan ke sebuah reboiler untuk mengambil sejumlah panas dari steamyang dialirkan ke bagian tube side, dimana temperatur outletnya dikontrol kira-kira 103 oC dengan mengatur flow dari steam. Fraksi yang paling ringan pada feed ini (butana paling berat) akan keluardari puncak menara dalam bentuk gas. Sebagian gas ini akan mengalir melalui fansistem. Diharapkan setelah melewati pendingin, seluruh butana akan berubah fasadari gas ke cair. Cairan tersebut ditampung di reflux accumulator drum untukbutana. Sebagian kecil dari gas over head product butana akan mengalir tanpamelalui fin - fan menuju reflux accumulator untuk mengatur tekanan sebesar 5,6kg/cm2. Komposisi yang baik dari cairan hidrokarbon pada reflux accumulatoradalah sebagai berikut :- Propana : 0,015 %- I – butana : 33,207 %- n- Butana : 66,689 %- I – Pentana : 0,090% Universitas Sumatera Utara
  • 36. Seluruh cairan hidrokarbon yang ditampung pada reflux accumulator iniakan dialirkan sesuai dengan prioritasnya, yaitu :a. Sebagai refluksb. Reinjeksi ke MHE (Maint Heat Exchanger) proses II dan proses III, sebagai NHV control.c. Ke storage tank LPG unit 64. Adapun kondisi operasi dalam kolom ini diatur sebagai berikut :- Tekanan operasi : 6 kg/cm2- Temperatur top : 57 oC- Temperatur outlet reboiler : 110 oC Dengan kondisi demikian, maka hasil puncaknya akan menjadi murni,yaitu 99,0 % iso butana dan normal butana. Produksi bottom-nya akan dialirkanke suatu peralatan pendingin (E-5X01) yang menggunakan air laut sebagai mediapendingin. Kemudian dialirkan bersama-sama kelebihan butana ke produksikondensat unit 20B. Adapun media pendingin pada exchanger yang ada di unit 50 ini dipakaipropana dalam suatu sistem tertutup. Sistem refrigerasi yang digunakan adalah :a) Penguapan cairan pendingin akan memerlukan kalori yang akan diambil dari fluida yang akan didinginkan.b) Titik didih media pendingin akan turun, bila tekanan diturunkan, sehingga pertukaran panas terjadi pada suhu yang rendah.c) Waktu pengembunan kembali uap media pendingin akan melepaskan sejumlah kalori yang diambil dari media pendingin terserbut. Universitas Sumatera Utara
  • 37. d) Titik embun dapat diturunkan dengan menaikkan tekanan. Dengan demikian air laut dapat dimanfaatkan untuk mengkondensasi gas-gas C3. Propana liquid setelah mendinginkan E-5X03, E-5X11 dan E-5X04berubah menjadi uap dan dimasukkan ke D-5X01 yang bertekanan 15,8 Psia.Sebagian gas akan mengkondensasi sedangkan yang tidak terkondensasi akandialirkan ke K-5X01 untuk dikompres. Kemudian gas ini didingikan olehexchanger E-5105 A dan B dimasukkan ke D-5X04 yang bertekanan 202 Psiadan suhu 105oC. Kemudian gas tersebut masuk ke D-5X01 dan mengalamiekspansi dengan menurunkan tekanannya yang cukup besar sehungga suhunyaakan menurun. Akibatnya propana akan mengkondensasi dan dialirkan kembali keexchanger-exchanger untuk digunakan sebagai pendingin kembali.2. Proses II dan III Tugas dari proses II dan III ini merupakan proses pemurnian gas / Gastreating unit (unit 30) dan proses pencairan gas / Liquefaction unit (unit 40).a. Proses Pemurnian Gas (unit 30) Gas alam yang terpisah dari kondensat harus dibersihkan terlebih dahuludari senyawa-senyawa yang tidak diinginkan. Hal ini dilakukan sebelum gasdicairkan. Senyawa-senyawa tersebut seperti karbon dioksida (CO2), hidrogensulfida (H2S) dan merkuri ( Hg) dan air karena dapat mengganggu dan merusakperalatan pada proses pencairan. Karbondioksida dan hidrogen sulfida dipisahkan dalam sebuah unit yangmengandung potassium karbonat dan dietanol amina (DEA). Apabila CO2 danH2S tidak dihilangkan maka akan menyebabkan penyumbatan pada pipa-pipa Universitas Sumatera Utara
  • 38. karena senyawa ini sangat mudah membeku pada suhu rendah dan bersifatkorosif. Merkuri dapat merusak peralatan-peralatan yang terbuat dari aluminiumyang digunakan di pabrik yang beroperasi pada suhu rendah. Pemisahan merkuriini dilakukan dengan penyerapan di dalam merkuri absorber. Alat ini terdiri daribed karbon yang diaktifkan oleh belerang sebagai media penyerap. Feed gas dari puncak feed gas knock out drum dipanaskan terlebih dahuludi feed/lean carbonate exchanger, kemudian di kirim ke merkuri bed (D-3X07A/B), dimana merkuri yang ada pada feed gas diserap oleh carbon aktif yangmengandung sulfur dan membentuk merkuri sulfida. Feed gas yang meninggalkankolom merkuri bed dipanaskan lebih lanjut sebelum dimasukkan ke bagian bawahcarbonet absorber column (C-3X01). Pada kolom ini 97% CO2 dan H2S diserapoleh larutan karbonat yang mengalir berlawanan arah dengan feed gas. Carbonate absorber ini merupakan kolom berisi pall rings yangmemberikan permukaan kontak yang lebih luas antara larutan karbonat dan gas.Larutan karbonat panas dari carbonat regenerator column (C-3X03) dialirkan kecarbonate absorber dalam dua aliran, yaitu 75% masuk ke dalam bagian tengahkolom sedangkan 25% didinginkan dahulu di feed/lean carbonat exchangersebelum dimasukkan ke bagian atas kolom. Reaksi yang terjadi: Carbonate absorber K2CO3 + CO2 + H2O  2KHCO3 K2CO3 + H2S  KHS + KHCO3 Universitas Sumatera Utara
  • 39. Carbonate regenerator 2KHCO3  K2CO3 + H2O + CO2 KHCO3 + KHS + H2O  K2CO3 + H2S + H2O Larutan karbonat yang kaya dengan CO2 dan H2S sesampai di dasar kolompenyerap dialirkan ke carbonate regenerator untuk diregenerasi. Disini hampirsemua CO2 dan H2S dilepaskan dari larutan karbonat dan keluar melalui puncakkolom, sementara cairan karbonat turun ke bagian bawah kolom. Larutan iniselanjutnya diuapkan di carbonat reboiler regenerator (E-3X06). Dimana uapyang terbentuk dikembalikan ke kolom, begitu juga cairan yang tidak menguap.Cairan ini merupakan lean carbonate solution yang dikirim kembali ke carbonateabsorber. Feed gas yang keluar dari atas carbonater absorber didinginkan di fin -fan cooler, sebelum dimasukkan ke DEA absorber (C-3X02). Di sini gas mengalirke atas kolom dan kontak dengan larutan DEA yang turun dari atas kolomsehingga CO2 dan H2S yang masih tersisa pada feed gas menjadi kurang dari100 ppm. Adapun reaksi yang terjadi pada DEA absorber adalah : 2(C2H4OH)2NH + CO2 + H2O   (C2H4OH)2NH2 2CO3 DEA DEA carbonate  (C2H4OH)2NH 2CO3 + H2O + CO2  2 (C2H4OH)2NH2 HCO3 DEA carbonate DEA bicarbonate Universitas Sumatera Utara
  • 40. Dalam reaksi dengan H2S 2(C2H4OH)2NH + H2S  2 (C2H4OH)2NH2 2S DEA  (C2H4OH)2NH2 2S + H2S  2 (C2H4OH)2NH2 HS DEA sulfida DEA Hidrogen sulfida Dalam DEA regenerator tejadi reaksi : 2(C2H4OH)2NH2HCO3  2CO2 + 2H2O + 2(C2H4OH)2NH 2(C2H4OH)2NH2HS  2H2S + 2(C2H4OH)2NH Sementara larutan DEA yang kaya dengan CO2 dan H2S terkumpul didasar kolom, gas yang keluar dari puncak DEA absorber didinginkan oleh fin - fancooler. Kemudian gas ini dimasukkan ke dalam wash tower (C-3X05) yangbertindak sebagai pemisah dan mencegah terbawanya larutan DEA ke dalamaliran gas. Produk bawah wash tower dipompa kembali ke puncak menara untukdisirkulasi, sementara gas murni dari menara pencuci ini dikirim ke unit 40 untukproses selanjutnya. Larutan DEA dari dasar absorber dipanaskan dahulu dilean/rich exchanger (E-3X04), sebelum dikirim ke DEA regenerator columnuntuk diregenerasi. Pada kolom ini CO2 dan H2S terlepas dari larutan DEA dankeluar melalui bagian atas kolom sebagai overhead vapour. Larutan DEAregenerator turun ke bagian bawah kolom dialirkan ke DEA regenerator reboiler(E-3X-02) untuk dipanaskan. Uap yang terbentuk dikembalikan ke kolomsedangkan cairan yang berlebih juga dikembalikan ke dasar kolom, seterusnya Universitas Sumatera Utara
  • 41. dipompa ke puncak DEA absorber untuk menyerap CO2 dan H2S yang terdapatpada feed gas. Overhead dari DEA regenerator reboiler dialirkan kembali ke kolomcarbonate regerator dan selanjutnya dibuang ke atmosfer bersama-sama denganCO2 dan H2S dari kolom carbonate regenerator. Gas yang keluar dari regeneratorcolumn didinginkan di fin - fan cooler kemudian dialirkan ke carbonateregenerator accumulator, dimana CO2 dan H2S yang terpisah dibuang keatmosfir.b. Sistem pencairan gas (unit 40) Gas umpan yang keluar dari sistem pemurnian yang telah bebas dariimpuritis, masuk proses pencairan meliputi Bagian yaitu :- Bagian pengeringan (dehydration section)- Bagian pemisahan (scrubbing section)- Bagian pendinginan dan pencairan (refrigerant dan liquefaction section)(i) Bagian pengeringan (Dehydration Section) Seksi ini berfungsi untuk memisahkan uap air yang terbawa masuk kedalam bagian pemisahan dan pencairan karena dapat menimbulkan penyumbatanpipa-pipa aliran gas-gas pada unit-unit yang beroperasi dengan temperatur rendah.Selain itu mengakibatkan pecahya tubing-tubing di dalam main heat exchanger(MHE). Proses adsorbsi berlangsung di dalam feed vapor driers yang terdiri daridua drum drier (A dan B) yang dipasang secara paralel dan beroperasi masing-masing selama 8 jam secara bergantian. Dalam keadaan operasi normal jika pada Universitas Sumatera Utara
  • 42. 8 jam pertama drier A dalam keadaan drying maka drier pada saat yang samadiregenerasikan untuk mengaktifkan kembali molsieve yang telah menyerap airselama 8 jam. Sebelumnya uap air dalam gas keluar dari feed vapour drier(V-4X01 A/B) dan dianalisa oleh AR-4X04 jika gas umpan masih mengandungair lebih besar dari 0,5 ppm, maka gas belum dapat dialirkan ke scrubbing section.Namun bila kandungan air keluaran drier telah mengizinkan, gas dialiran keE-4X09 untuk didinginkan oleh propana cair sehingga –7 oC. Setelah pendinginangas masuk ke scrubb tower.(ii) Bagian pemisahan (Scrubbing Section) Fungsi seksi ini adalah untuk memisahkan hidrokarbon berat yang terdapatdalam gas umpan yang dapat menyebabkan penyumbatan tube-tube dalam MHEyang beroperasi pada temperatur rendah. Feed gas dari seksi pengeringan terdiri dari campuran hidrokarbon yangmempunyai titik didih yang berbeda, maka dalam scrubb tower ini dipakai prinsipdistilasi. Feed gas mula-mula didinginkan dalam feed medium propana exchangersebelum masuk ke scrubb tower, sehingga hidrokarbon berat akan terkondensasidan mengalir ke bottom tower. Selanjutnya feed gas dialirkan ke dalam scrubbtower reboiler untuk menguapkan fraksi-fraksi ringan dengan media pemanassteam. Cairan hidokarbon untuk menguapkan fraksi-fraksi ringan dengan mediapemanas steam. Cairan hidrokarbon berat akan tertinggal dalam bottom towerdan dialirkan ke refrigerant preparation unit untuk memperoleh etana danpropana yang dibutuhkan dalam proses pencairan. Sedangkan fraksi ringan dankomposisi dominan metana keluar dari puncak tower didinginkan dengan propana Universitas Sumatera Utara
  • 43. liquid pada kondenser sebelum dimasukkan dalam separator. Akibat pendinginanmaka propana dan etana yang terikut akan terkondensasi dan cairan ini sebagiandikembalikan ke scrubb tower sebagai refluks dan sebagain lagi digunakan untukfeed LPG, selama masih memenuhi spesifikasi. Feed gas yang keluar dari topseparator dialirkan ke separation unit di LPG untuk mengambil propana, yangakan menjadi bahan untuk mendapatkan propana dan butana LPG. Kemudianresidu gas yang mengandung 97% metana dialirkan ke unit pencairan (MHE) jugauntuk keperluan penambahan komposisi MCR, jika perlu diambil disini.(iii) Bagian pendinginan dan pencairan (refrigerant and liquefaction section) Fungsi dari unit ini adalah untuk mencairkan dan menurunkan tekanan gasumpan sistem pendinginan pada unit dilakukan secara dua tahap yaitu :a. Pendinginan pertama menggunakan propana refrigerant, dimana propana juga digunakan untuk mendinginkan MCR (Multi Component Refrigerant) sebagai bahan pendingin selanjutnya danb. Pendinginan terakhir dengan menggunakan MCR, dimana gas alam didinginkan hingga –163 oC dan sehingga terjadi perubahan fasa dari gas menjadi cair.c. Komposisi dari MCR adalah sebagai berikut : - Nitrogen  2 % mol - Metana  40 % mol - Etana  49 % mol - Propana  9 % mol Universitas Sumatera Utara
  • 44. 2.9. Mesin Dan Peralatan2.9.1. Mesin Produksi1. Feed Vapour Dryers V 4101A/B Fungsi : Memisahkan air dari feed gas. Detail-detail : Tekanan - Disain 56.25 Kg/Cm2 - Operasionil 51.67 Kg/Cm2 Temperatur - Disain 3420C s/d 4.4 0C - Operasionil (Dehydration) 210C (Reactivation) 3300C Diameter bagian luar - 11,6”(3505 mm) Tinggi (tangent to tangent) - 11”(3353 mm) Isolasi - 31/2” (90 mm)2. Dryer After Filter V 4102 Fungsi : Memisahkan zat-zat padat dan debu molecular sieves dari dry natural gas feed ke scrub tower Detail-detail : Tekanan - Disain 56.3 Kg/Cm2 - Operasionil 49.2 Kg/Cm2 (Beda tertinggi) - Disain 4.5 Kg/Cm2 - Operasional 1.05 Kg/Cm2 Universitas Sumatera Utara
  • 45. Temperatur - Disain 40C s/d 660C - Operasionil 210C s/d 230C Diameter bagian luar - 3, 81/4 “(1123 mm) Tinggi (tangent to tangent) - 3,8” (1118 mm) Isolasi - 31/2” (90 mm) Filter - Tipe 1 AGB-4218-107393. Scrub Tower C 4101 Fungsi : Memisahkan hidrokarbon-hidrokarbon berat dari gas alam sebelum mengalir ke bagian Liquefaction. Detail-detail : Tekanan - Disain 56.25 Kg/Cm2 - Operasionil 48.29 Kg/Cm2 Temperatur - Disain -370C s/d 1770C - Operasionil atas -9.40C bawah 600C s/d 650C Diameter bagian luar - atas 9”(2743 mm) - bawah 3, 6” (1067 mm) Tinggi (tangent to tangent) 54, 6” (16612 mm) Isolasi - Atas 3” (76 mm) Proteksi Dingin - Tengah 2” (50 mm) Proteksi Dingin - Bawah 11/2” (38 mm) Universitas Sumatera Utara
  • 46. Main Exchanger E 4118 Fungsi : Mendinginkan dan mencairkan gas alam ke temperatur cryogenic. Ini memungkinkan LNG untuk disimpan dan dikapalkan, pada tekanan sedikit di atas atmosfir, dengan penguapan yang minimal. Detail-detail : Tekanan - Shell side Disain 4.23 Kg/Cm2 maks. Operasionil 2.3 Kg/Cm2 - Feed Tube Side Disain 56.25 Kg/Cm2 maks. Operasionil 47.03 Kg/Cm2 Temperatur - Shell Side Disain atas -1500C Disain bawah -330C - Feed Tube Side Disain atas dan bawah -320C s/d –1480C Tinggi keseluruhan (puncak ke dasar) 111,13/4” (33877 mm) Tinggi bagian atas (tangent to tangent) 36,9” (11201 mm) Diameter bagian atas 5,83/4” (1746 mm) Tinggi bagian bawah (tangent to tangent) 50,8 3/4” (15462 mm) Diameter luar bagian bawah 13,8 3/4” (4185 mm) Universitas Sumatera Utara
  • 47. Kompressor-kompressor Propane Compressor Karbon dioksida 4101 Fungsi : Mengkompressi uap-uap propane dari propane refrigeration system. Uap-uap diterima dalam tiga tingkat inlet terpisah dan dikompressikan ke satu outlet discharge gabungan. Detail – detail : Tekanan - First Stage Suction 0.36 Kg/Cm2 - Second Stage Suction 2.66 Kg/Cm2 0 Temperatur - First Stage Suction -34 C 0 - Second Stage Suction -7 C 0 - Disain Maksimum 177 C Kecepatan - Rata-rata 4670 rpm - Maksimum kontinyu 4904 rpm - Kritis pertama 2303 rpm - Kritis kedua 6071 rpm - Maksimum 21.2 Kg/Cm22.9.2. Peralatan1. Drums Carbonate Regenerator OverHead Accumulator D 3104 Fungsi : Memisahkan uap acid gas dan cairan yang terkondensasi dari produk overhead daripada carbonate regenerator. Detail-detail : Tekanan - Disain 1.76 Kg/Cm2 Universitas Sumatera Utara
  • 48. - Operasionil 0.6 Kg/Cm2 Temperatur - Disain 1770C - Operasionil 51.80C Diameter bagian dalam - 11, 6” (3505 mm) Tinggi (tangent to tangent) - 9,6” (2896 mm) Isolasi - Tidak ada2. Pompa Pompa Lean Carbonate Tegangan Tinggi G 3101 A/B/C Fungsi : Mensirkulasikan lean carbonate panas dari carbonate regenerator C 3103 ke carbonate absorber C 3101. Pompa-pompa mengambil suction dari saluran discharge pompa-pompa booster G 3107A/B/C. Detail-detail : Pompa - Pabrik pembuat UNITED - Kapasitas Rata-rata 950 M3/jam Normal 864 M3/jam Minimum 522 M3/jam - Tekanan Suction 5.46 Kg/Cm2 Discharge 61.79 Kg/Cm2 - Temperatur Disain 1490C Operasi normal 1180C Motor - Pabrik pembuat MITSUBISHI - Daya rata-rata 2200 Kw - Volts / Phase / Cycles 4000/3/50 Hz Universitas Sumatera Utara
  • 49. - Rpm 30003. Filters a. Filter Carbonate V 3101 Fungsi : Memisahkan zat-zat padat dari larutan lean carbonate. Detail-detail : Tekanan - Disain 15.75 Kg/Cm2 - Operasionil 11.0 Kg/Cm2 Temperatur - Disai 1770 C - Operasionil 1220 C Diameter bagian luar - 1,8” Tinggi (tangent to tangent) - 3’10”(1171mm) b. Filter DEA V 3102 Fungsi : Memisahkan zat-zat padat dari larutan DEA. Detail-detail : Tekanan - Disain 79.4 Kg/Cm2 - Operasionil 61.5 Kg/Cm2 Temperatur - Disain1 500 C - Operasionil 1750 C - Tipe Depth type cartridge - Bahan Nylon - Jumlah 12 - Daya serap partikel 5 mikron Universitas Sumatera Utara
  • 50. 4. Sump Pembuatan Larutan a. Carbonate Sumps F 3101 dan V 6301 Fungsi F 3101: Menerima buangan dari sistem unit. Fungsi V 6301: Dimana larutan potassium karbonat dibuat sesuai dengan kadar yang diperlukan. Detail-detail : Lebar 8’2” 11’6” Panjang 19’6” 27’11” Kedalaman 9’0” 9’0” Temperatur disain 1490 C Maksimum 1490 Maks b. DEA Sumps Flexyble Manufacturing System 3103 dan V 6302 Fungsi F 3103: Menerima kelebihan larutan dan buangan dari sistem unit. Fungsi V 6302 : Dimana larutan DEA dibuat sesuai dengan kadar yang diperlukan. Sump ini terletak di bagian utilities (unit 63) Detail-detail : F 3101 V 6301 Lebar 4’1” 5’11” Panjang 8’2” 11’6” Kedalaman 9’0” 9’0” Temperatur disain 51.70 C Maksimum 51.70 Maks Universitas Sumatera Utara
  • 51. 2.10. Automotive Dalam persediaan material yang ada merupakan material yang sifatnyasering digunakan, seperti saringan udara, saringan minyak, dll. Untukmendapatkan material yang sifatnya seringdigunakan maka PT. Arun melakukanpembelian material yang sebelumnya dilakukan tender terlebih dahulu. Seiring dengan mulai menipisnya persediaan bahan baku LNG yangmengakibatkan terhentinya 2 train, juga membuat seluruh departemen sangantkritis dalam menangani Budget yang diberikan oleh Produsen. Begiti juga padabagian automotive, alat yang sudah rusak atau sudah tua dan memerlukanperawatan yang kritis juga dituntun untuk melakukan pemeliaharaan denganefisiensi. Dengan observasi kelapangan maka penulis melihat bahwa PT. Arun tidakkonsisten dengan komitmen yang telah dibuat, misalnya dengan timbulnya suatuprioritas terhadap lamanya proses pemesanan. Misalnya untuk bagian automotiveyang merupakan bagian pabrik seperti alat transportasi. Adapun peralatan- peralatan yang termasuk bagian Automotive adalahsebagai berikut:1. Mercedes benz2. Toyota3. Mitsubishi4. Dithatshu5. Honda6. Chevrolet Universitas Sumatera Utara
  • 52. 2.11. Heavy Equipment Alat berat merupakan faktor penting di dalam PT. Arun, terutama proyek-proyek kontruksi dengan skala yang besar. Tujuannya penggunaan alat-alat berattersebut untuk memudahkan manusia dalam mengerjakannya sehingga hasil yangdiharapkan tercapai dengan mudah pada waktu yang relatif lebih singkat. Pada saat suatu proyek akan dimulai, kontraktor akan memilih alat beratyang digunakan di proyek tersebut. Pemilihan alat berat yang akan dipakaimerupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat beratyang dipilih haruslah tepat sehingga proyek berjalan lancar. Adapun peralatan- peralatan yang termasuk Heavy Equipment adalahsebagai berikut: 1. Buldozer Dozer merupakan traktor yang dipasangkan Blade di bagian depannya. Blade berfungsi untuk mendorong atau memotong material yang ada didepannya. Seperti pemindahan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m, pembuatan jalan baru dan menyebarkan material. Gambar 2.2. Buldozer Universitas Sumatera Utara
  • 53. 2. Crane Crane merupakan alat pengangkat yang biasa digunakan di dalam proyekkontruksi. Cara kerja adalah dengan mengakat mateial yang akan dipindahkan,memindahkan secara horizontal, kemudian menurunkan material di tempatyang didinginkan. Gambar 2.3. Crane3. Excavator Excavator merupakan alat penggali yang mempunyai alat penggeraknyadan badan mesin sehingga alat berat tersebut dapat melakukan gerakanmemutar walaupun tidak ada gerakan pada alat penggerak. Pemilhan alattergantung dari kemampuan alat tersebut pada suatu kondisi lapangan tertentu. Universitas Sumatera Utara
  • 54. Gambar 2.4. Excavator4. Scraper Scraper adalah alat berat yang berfungsi untuk mengangkut danmenaburkan tanah hasil pengerukan secara berlapis. Scraper dapat digunakansebagai alat pengangkut untuk jarak yang relatif jauh pada tanah datar denganalat penggerak roda ban.5. Loader Loader adalah alat yang umumnya dipakai didalam proyek konstruksiuntuk pekerjaan pemuatan material hasil penggalian ke dalam truk ataumembuat timbunan material. Universitas Sumatera Utara
  • 55. 2.12. Kegiatan Pemeliharaan di Bagian Automotif dan Heavy Equipment Tujuan maintenance di PT. Arun LNG untuk menjaga performance semuaperalatan secara optimal, karena PT. Arun LNG harus memenuhi target produksisetiap tahunnya berdasarkan kontrak pembelian LNG yang jumlah, waktu,kualitas dan safety-nya harus sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.sehingga maintenance merupakan fungsi yang menjaga agar kualitas produk LNGtetap terjaga. Bagian dari maintenance di PT. Arun LNG adalah:7. Welding Shop, yaitu bagian pemeliharaan yang bertugas untuk berbagai macam pengelasan.8. Mechanical Shop, yaitu bagian pemeliharaan yang bertugas untuk berbagai macam bentuk pembubutan peralatan pabrik.9. Instrument & Electrical Shop, yaitu bagian pemeliharaan yang bertugas untuk merawat segala jenis peralatan yang berkaitan dengan instrument dan electrical pabrik.10. Harbour Facility Maintenance, yaitu bagian pemeliharaan yang bertugas untuk pemeliharaan segala jenis peralatan yang berada di sekitar pelabuhan kapal PT. Arun LNG.11. Automotive & Heavy Equipment, yaitu bagian pemeliharaan yang bertugas untuk merawat segala jenis kendaraan untuk pabrik, mulai dari kendaraan yang memiliki kapasitas kecil sampai kendaraan yang memiliki kapasitas yang besar. Universitas Sumatera Utara
  • 56. Bagian Automotif dan Heavy Equipment (disingkat Auto dan HE)merupakan salah satu bagian dari departemen pemeliharaan. Auto dan HEdipimpin oleh kepala bagian. Fungsi dari Auto dan HE adalah memberi servispemeliharaan dan perbaikan peralatan-peralatan (equipment) sesuai denganrancangan aslinya. Pemeliharaan dan perbaikan dilaksanakan sesuai denganprogram dan check list dari peralatan. Program tersebut berupa preventivemaintenance yang dilaksanakan berdasarkan jadwal bulanan. Tujuan daridiadakan preventive maintenance yaitu untuk melaksanakan pemeliharaan tepatpada waktunya dengan persiapan dan jumlah waktu yang direncanakan sehinggamengurangi waktu kerusakan peralatan dan menurunkan biaya yang disebabkanperalatan tidak siap pakai atau kehilangan produksi. Pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan dilakukan oleh pihak ketiga,yaitu kontraktor-kontraktor lokal seperti: 1. PT. Meta Epsi Engineering 2. PT. Bintang Cosmos 3. PT. Trakindo Utama 4. PT. Batam Teknik 5. CV. Varia Motor Sedangkan Auto dan HE melaksanakan pengawasan, pemeriksaan danmengevaluasikan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ke tiga tersebut.Untuk meningkatkan operasional bengkel, Auto dan HE di bagi kepada tigabagian yaitu: Universitas Sumatera Utara
  • 57. 1. Perancangan dan Administrasi 2. Heavy Equipment 3. Light Vehicle Perencaan dan administrasi adalah begian yang merencanakan programkerja kebutuhan spare part atau material dan hal-hal yang menyangkut aktivitasbengkel serta mengendalikan anggaran bengkel. Heavy Equipment adalah mengawasi dan mencatat pelaksanaan preventivemaintenance yang dilakukan meliputi preventive maintenance. Light Vehicle berfungsi melaksanakan pekerjaan rutin yang telahdirencanakan oleh bagian perencanaan dan administrasi seperti preventivemaintenance dan repair. Bagian Auto dan HE selaku operator yang ada sangat dituntun untukmelakukan perawatan terhadap barang-barang Auto dan HE. Hal ini bergunauntuk mendeteksi didini apa yang sedang terjadi terhadap bagian Auto dan HEyang dimiliki PT. Arun LNG. Jadi operator bukan hanya dituntun dalam handalpengoperasikan bagian Auto dan HE tetapi juga mengerti secara menyeluruhtentang spesifikasi alat Auto dan He yang dioperasikan. Sehingga jika ditemukankerusakan, bagian Auto dan He dapat melaporkan kepada bagian Shop untukdilakukan suatu tindak lanjut perbaikan. Universitas Sumatera Utara
  • 58. 2.13. Prosedur Pembelian Material Di PT. Arun LNG, pada bagian Automotive dan Heavy Equipment, padaproses pembelian bertugas membeli bermacam-macam material dan jasa. Prosespengadaan material Request Production merupakan prosedur yang selam inidigunakan untuk memenuhi pemesanan akan peralatan yang dibutuhkan dalampemeliharaan (maintenance) perbaikan (repair). Prosedur material Requestdimulai dari dilakukan pesanan sampai material yang diterima, dan memerlukanwaktu yang relatif panjang, biaya persediaan dan tingkat persediaan relatif besar. Untuk memenuhi kebutuhan material bagian purchasing (pembelian)bertanggung jawab untuk mengadakan pembelian material baik untuk pembelianluar negeri maupun untuk pembelian dalam negeri. Tanggung jawab tersebutmeliputi pembelian bahan peralatan (spare part) bagi perusahaan. Bagian pembelian melaksanakan pembelian bila adanya permintaanpembelian. Bagian yang membutuhkan material membuat permohonanpermintaan dengan menggunakan Formulir Materail Request dan mengajukan kebagian pembelian. Permintaan pembelian tersebut selanjutnya diproses olehbagian pembelian seperti pada Gambar 2.5. Universitas Sumatera Utara
  • 59. Gambar 2.5. Formulir Material Request Bagian pembelian mengadakan kontrak pembelian dengan penjual(vendor) yang berlaku untuk satu periode pembelian dan nilai tertentu. Setelahmendapatkan sekelompok pemasok, pembeli dapat mengadakan tawar menawar.Proses tawar menawar digunakan pembeli dengan menggunakan formulir RequestFor Quatation (RFO) kepada penjual seperti pada Gambar 2.6. dibawah ini: Gambar 2.6. Formulir Request For Quatation Universitas Sumatera Utara
  • 60. Biasanya perusahaan mempersiapkan formulir Purchasing Order.Formulir ini bermanfaat untuk komunikasi internal maupun eksternal. Bagianpembelian menerbitkan Purchasing Order untuk vendor yang dipilih. SalinanPurchasing Order dikirimkan ke bagian pembukuan. Seperti pada Gambar 2.7.dibawah ini: Gambar 2.7.Formulir Purchasing Order Apabila bagian Automotive dan Heavy Equipment memerlukan materialyang telah dipesan ke vendor yang dipilih, maka bagian Automotive dan HeavyEquipment memberitahukan ke bagian pembelian untuk segera menghubungipenjual untuk mengirimkan material yang dibutuhkan. Apabila material yangdipesan telah diterima, terlebih dahulu diperiksa oleh bagian penerimaandigudang. Untuk menyelesaikan laporan penerimaan yang tersedia pada laporanpenerimaan maka disiapkan Formulir Receiving Report. Seperti pada Gambar 2.8. Universitas Sumatera Utara
  • 61. Gambar 2.8. Formulir Receiving Report Bagian penerimaan digudang melaporkan hasil pemeriksaan atasmaterialyang diterima ke bagian pembelian, bagian pembukuan dan bagianAutomotive dan Heavy Equipment. Selanjutnya bagian Automotive dan HeavyEquipment sudah dapat menggunakan material tersebut. Bagian pembukuan akanmembayar pembelian tersebut bila datang tagihan dari penjual (vendor)..Adapun prosedur pembelian material dapat dilihat seperti pada Gambar 2.9. Gambar 2.9. Prosedur Pemesanan Material Universitas Sumatera Utara
  • 62. Gambar 2.2. Proses Pengolahan Gas Alam Universitas Sumatera Utara

×