HAZARD PEKERJAAN PEGAWAIADMINISTRASI
KATA PENGANTARPuji Syukur saya panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atasberkat rahmat dan karuniaNyalah, karya...
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………. 1DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………………… 2...
BAB IV MANAGEMENT RISIKO………………………………………………………………………… 15PERSIAPAN…………………………………………………………………………………………………. 15IDENTIFIKASI BAHA...
A. Latar BelakangPegawai Administrasi adalah komponen penting dalam suatu perusahaan karenakerja pegawai Administrasi adal...
B. Tujuan Penelitian1. Tujuan UmumUntuk mengetahui bagaimana manajemen risiko pada kegiatanAdministrasi suatu BANK di Jala...
C. Manfa’at Penelitian1. Bagi Pekerja1) dapat menjadi referensi bagi para pekerja/Pegawa Administrasi tentangpotensi bahay...
BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Pegawai AdministrasiPegawai Administrasi adalah orang yang bekerja di bidang Administrasi disebua...
B. Undang-undang tentang perlindungan tenaga kerjaUU RI No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerjaUndang-undang No. 3 Tahu...
C. Kebersihan tempat kerja Membersihkan tempat kerja supaya terhindar dari kuman danvirus Semua Peralatan kerja harus be...
F. Pengaturan penerang ruangan dan tempat kerja Jika penerangan alam tidak sesuai untuk mencegah bahaya, alat-alatpeneran...
4) Pengaturan Lain Pengaturan jam kerja dan jam lembur Penerapan shift kerja Umur pekerja Jenis kelamin pekerja Penge...
F. Management Risiko Definisi Manajemen Risiko Manajemen risiko adalah penerapan secara sistematisdari kebijakan manajem...
BAB IIIA. PROSES KEGIATAN1) Persiapan Surat pengantar Proses kegiatan ini dilakukan di Bank BTN syariahdi jalan tuanku t...
BAB IVA. MANAJEMEN RISIKO• Persiapan1)Ruang Lingkup Management Risiko Managemen risiko dilakukan pada aktivitasAdministra...
B. Identifikasi Bahaya Dilakukan melalui inspeksi dan wawancara denganbeberapa pegawai Administrasi. Secara umum, para p...
Jenis Bahaya Risiko KonsekuensiFaktor fisik Tempat Kering Kulit Metabolisme Tubuh Kulit menjadi kering Dehidrasi kare...
Tingkat Keparahan Kemungkinan TerjadiJarang Terjadi(1)Kurang mungkinterjadi (2)Mungkin terjadi(3)Sangat Mungkinterjadi (4)...
D. Evaluasi Risiko Dari tabel analisa semikualitatif ditentukan prioritasrisiko sebagai berikut:NO. HAZARD SKOR TAFSIRAN1....
NO. HAZARD PENGENDALIAN1.  Duduk membungkuk dan mengetik yangterlalu lama Perlu adanya perubahan pada posisiduduk yang b...
BAB VPENUTUPA. Kesimpulan Pegawai Administrasi adalah orang yang bekerja di bidang Administrasi disuatu kantor yang serin...
- Massofa.wordpress.com
Tugas plh
Tugas plh
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas plh

363 views
258 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
363
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas plh

  1. 1. HAZARD PEKERJAAN PEGAWAIADMINISTRASI
  2. 2. KATA PENGANTARPuji Syukur saya panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atasberkat rahmat dan karuniaNyalah, karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik,tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhitugas Pendidikan Lingkungan Hidup, pada semester II, di tahun ajaran 2013/2014,dengan judul Penelitian terhadap hazard Pegawai Administrasi. Disamping itu penulisjuga berharap karya tulis ini mampu memberikan kontribusi dalam menunjangpengetahuan para siswa khususnya dan pihak lain pada umumnya.Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang manajemenrisiko dama pembangunan yang saya sajikan berdasarkan pengamatan secaralangsung pada hari Jum’at, tanggal 25 Januari 2013. Makalah ini di susun olehpenyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupunyang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dariTuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.Saya sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran,penulisan karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, saya sangatmengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiahyang lebih baik lagi di masa yang akan datang.Pekanbaru, 2 Februari 2011PenyusunRandi Aulia Ramadhan
  3. 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………. 1DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………………… 2BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………………….3LATAR BELAKANG……………………………………………………………………………………………. 3TUJUAN PENELITIAN……………………………………………………………………………………….. 3MANFAAT PENELITIAN……………………………………………………………………………………. 4BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................................. 5Pegawai Administrasi………………………………………………………………………………………… 5UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGAN TENAGA KERJA…………………….. 6BEBERAPA FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM ADMINISTRASI …..6
  4. 4. BAB IV MANAGEMENT RISIKO………………………………………………………………………… 15PERSIAPAN…………………………………………………………………………………………………. 15IDENTIFIKASI BAHAYA……………………………………………………………………………….. 15ANALISA RISIKO………………………………………………………………………………………….16EVALUASI RISIKO………………………………………………………………………………………..18PENGENDALIAN RISIKO……………………………………………………………………………… 19BAB V PENUTUPKESIMPILAN………………………………………………………………………………………………. 20SARAN-SARAN…………………………………………………………………………………………..20
  5. 5. A. Latar BelakangPegawai Administrasi adalah komponen penting dalam suatu perusahaan karenakerja pegawai Administrasi adalah untuk mengatur jalannya kelancaran suatuperusahaan dalam melakuka penerimaan atau pencarian informasi pada suatuproduk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.Saya ingin membuat hazard tentang pegawai Administrasi karena menurutsaya walau bekerja dalam suatu tempat yang memiliki pendingin ruangan yangselalu dibersihkan dan diberi fasilitas yang bagus, namun pasti memiliki resikodalam pekerjaannya tersebut. Resiko dalam pekerjaan sebagai pegawaiAdministrasi bisa dikatakan lumayan banyak.Jadi dengan saya menulis hazard profesi sebagai pegawai Administrasi kita dapatmengetahui dampak atau resiko yang bisa disebabkan dari pekerjaan tersebut
  6. 6. B. Tujuan Penelitian1. Tujuan UmumUntuk mengetahui bagaimana manajemen risiko pada kegiatanAdministrasi suatu BANK di Jalan Tuanku Tambusai2. Tujuan Khusus1) untuk mengetahui persiapan dalam manajemen risiko pada kegiatanAdministrasi2) untuk mengetahui identifikasi dalam manajemen risiko pada kegiatanAdministrasi3) untuk mengetahui analisa risiko dalam manajemen resiko padaAdministrasi4) untuk mengetahui evaluasi risiko dalam manajemen risiko padakegiatan Administrasi5) untuk mengetahui pengendalian risiko dalam manajemen risiko padakegiatan Administrasi
  7. 7. C. Manfa’at Penelitian1. Bagi Pekerja1) dapat menjadi referensi bagi para pekerja/Pegawa Administrasi tentangpotensi bahaya kecelakaan kerja yang bisa didapat dari rutinitas bekerja sehari-hari2) dapat mengerti betapa pentingnya pendidikan K3 sertamelaksanakannya sesuai prosedur kerja dan peraturan perundang-undangan3) dapat meminimalisir risiko terburuk dalam kegiatan sebuah proyekpembangunan4) dapat mengetahui pengendalian risiko guna untuk mengurangi bahayakecelakaan kerja2. Bagi Penulis1) menambah pengetahuan tentang manajemen risiko dalam kegiatan Administrasidi sebuan BANK di jalan Tuanku Tambusai
  8. 8. BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Pegawai AdministrasiPegawai Administrasi adalah orang yang bekerja di bidang Administrasi disebuah BANK dengan sering menggunakan jari-jarinya untuk mengetik dan.Situasi dalam lokasi pelaksanaan pekerjaan Administrasi, mencerminkankarakter yang ulet dan kegiatannya terlihat sangat kompleks sulit dilaksanakansehingga dibutuhkan otak yang jernih dari pegawai yang melaksanakannya.Menjadi seorang Pegawai Administrasi bukan lah hal yang mudah, disampingOtak yang pandai fisik juga harus diperhatikan dalam keselamatan kerja.Seorang Pegawai Administrasi memiliki tanggung jawab yang sama dalamkegiatan Administrasinya yang bias menyebabkan kecelakaan kerja. Kecelakaankerja adalah kejadian yang tidak dikehendaki, terjadi pada waktu melakukaanpekerjaan dan menimbulkan akibat kerugian personil, harta benda atau kedua-duanya. .Penyebab kecelakaan kerja itu sendiri bukan hanya akibat kelalaianpegawai Administrasi tetapi juga dari manajernya.Bisa disebabkan kurangnyapendidikan akan K3 sehingga mereka bekerja tanpa mempedulikan bahayayang mungkin terjadi selama proses pekerjaan berlangsung. Meski merekamengerti betapa pentingnya K3 dalam pekerjaan namun mereka tidakmempredulikannya. Hal inilah yang banyak menyebabkan kecelakaan kerja.
  9. 9. B. Undang-undang tentang perlindungan tenaga kerjaUU RI No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerjaUndang-undang No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja(JAMSOSTEK)Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: Per.05/Men/1996 mengenai sistemmanajemen K3 Beberapa Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam PekerjaanAdministrasi1) Keadaan tempat di mana Pegawai Administrasi bekerja Kursi dan Meja Komputer Menggunakan kursi yang memiliki busa didalam tempat duduknya Antara meja dan Pegawai harus diberi jarakB. Keadaan tempat kerja bagi pegawai Administrasi dan pegawalainnya Ventilasi udara harus diberi penyaring untuk menyaring debu yangdibawa udara Penerangan didalam tempat kerja harus sesuai untuk mata pegawai Harus menyediakan air minum bersih untuk pegawai supayapegawai tersebut dapat minum untuk mengisi tenaga pegawai Pemberian fasilitas yang nyaman kepada pegawai di tempat kerjasupaya dapat menjalankan kerja dengan baik
  10. 10. C. Kebersihan tempat kerja Membersihkan tempat kerja supaya terhindar dari kuman danvirus Semua Peralatan kerja harus bersih dari bakteri-bakteri Penggunaan dispenser di tempat kerja harus diperhatikanjuga kebersihannya Membersihkan dapur khusus Office Boy yang bisamenyebabkan penyebaran virus dan bakteriD. Pembuangan kotoran limbah diatur perletakannya agar tidakmenggangu kesehatanE. Pengaturan sirkulasi udara Ditempat kerja yang tertutup, harus dibuat ventilasi yangsesuai untuk mendapat udara segar Jika perlu untuk mencegah bahaya terhadap kesehatan dariudara yang dikotori oleh debu, gas-gas atau dari sebab-sebablain; harus ditambahkan dengan penyaring di ventilasi untukpembuangan udara kotor Jika secara teknis tidak mungkin bisa menghilangkan debu,gas yang berbahaya, tenaga kerja harus disediakan alatpelindung diri untuk mencegah bahaya-bahaya tersebut diatas
  11. 11. F. Pengaturan penerang ruangan dan tempat kerja Jika penerangan alam tidak sesuai untuk mencegah bahaya, alat-alatpenerangan buatan yang cocok dan sesuai harus diadakan di seluruh tempatkerja, termasuk pada gang-gang Lampu-lampu harus aman dan terang Lampu-lampu harus dijaga oleh petugas-petugas bila perlu mencegah apabilalampu mati/pecah2) Peralatan kerja Peralatan kerja harus lengkap, yaitu: Komputer yang digunakan untuk pekerja dipastikan hanya untuk satu orangdigunakaannya Kursi yang digunakan harus berbusa tempat duduknya dan memiliki per Pengaturan cahay komputer harus pas disaat bekerja Alat yang digunakan untuk Administrasi harus dipastikan kebersihannya Semua alat yang berhubungan dengan pegawai administrasi harus berlaku padasatu tangan saja3) Fisik Pekerja Stamina pekerja Kondisi emosi pekerja yang labil Pola fikir pekerja yang biasanya kurang memperhatikan keselamatan kerja Motivasi dalam bekerja Pengetahuan pekerja tentang standar K3, penggunakan fasilitas kerja, danberbagai hal dalam pekerjaan konstruksi
  12. 12. 4) Pengaturan Lain Pengaturan jam kerja dan jam lembur Penerapan shift kerja Umur pekerja Jenis kelamin pekerja Pengelolaan tempat tinggal di dalam proyekD. Pedoman untuk pekerja Pedoman yang dapat digunakan pekerja untukmengurangi kecelakaan dan gangguan kesehatan dalampelaksanaan pekerjaan dalam kegiatan Administrasi Permasalahan pribadi dihilangkan pada saat memasukilingkungan kerja Tidak melakukan bila kondisi kesehatan kurangmendukung Taat pada aturan yang telah ditetapkan Memahami program keselamatan dan kecelakaan kerja Memahami lingkup kerja yang diberikan
  13. 13. F. Management Risiko Definisi Manajemen Risiko Manajemen risiko adalah penerapan secara sistematisdari kebijakan manajemen, prosedur dan aktivitas dalamkegiatan identifikasi bahaya, analisa, penilaian, penanganandan pemantauan serta review risiko. Tujuan Management Risiko Meminimalkan kerugian dan meningkatkan produktifitas Memotong mata rantai kejadian kerugian sehingga efeknyatidak terjadi Mencegah terjadinya kerugian berupa cidera dan penyakitakibat kerja atau hubungan kerja Tahapan Management Risiko Persiapan Identifikasi bahaya Analisa risiko Evaluasi risiko Pengendalian risiko
  14. 14. BAB IIIA. PROSES KEGIATAN1) Persiapan Surat pengantar Proses kegiatan ini dilakukan di Bank BTN syariahdi jalan tuanku tambusai Pekanbaru, Riau. Prosespenelitian dilakukan selama 1 (satu) hari pada tanggal1 Februari 2013. Penelitian tersebut diawali dengan kesepakatanuntuk pengambilan data serta permohonan izin untukpengambilan foto tanpa mengganggu pekerjaan daripegawai administrasi tersebut. Menyiapkan alata) alat yang dibutuhkan: kamera untukpengambilan foto, buku tulis untuk mencatat data yangyang didapat, alat tulis dan perlengkapan lainnya
  15. 15. BAB IVA. MANAJEMEN RISIKO• Persiapan1)Ruang Lingkup Management Risiko Managemen risiko dilakukan pada aktivitasAdministrasi di Bank BTN syariah di jalan tuankutambusai2)Personil Yang Terlibat Personal inti/ yang dinilai risikonya: Pegawai Administrasi berjumlah 5 orang3)Standar penentuan Kriteria Risiko Penentuan Risiko diambil berdasarkan persentasiangka kejadian ataupun angka prediksi kejadianfrekuensi tertinggi yang sering terjadi serta tingkatkeparahan kejadian melalui analisa managementrisiko.
  16. 16. B. Identifikasi Bahaya Dilakukan melalui inspeksi dan wawancara denganbeberapa pegawai Administrasi. Secara umum, para pegawai Administrasi kebanyakanmengabaikan persyaratan dan peraturan-peraturan dalambekerja sehingga menyebabkan kecelakaan kerja. Menurut pengamatan penulis di lapangan, para pegawaiAdministras belum mengerti bahkan tidak mengerti betapapentingnya pendidikan K3 serta melaksanakaannya sesuaiprosedur kerja dan perarturan perundang-undangan. Parapegawai Administrasi tidak melakukan aktivitas kerjaandengan memikirkan efek sampingnya kepada mereka yangbisa menyebabkan kesehatan pada diri mereka sendiri. Sistem pengendalian K3 tidak hanya memperhitungkan aspekketeknikan, namun juga harus membangun aspek moral,karakter dan sikap pikir pekerja untuk bekerja denganselamat. Oleh karena itu, K3 konstuksi menjadi tanggungjawab semua pihak yang terkait langsung dalam proyekpembangunan.
  17. 17. Jenis Bahaya Risiko KonsekuensiFaktor fisik Tempat Kering Kulit Metabolisme Tubuh Kulit menjadi kering Dehidrasi karena tidak banyakbergerakFaktor Biologis Bakteri Virus Infeksi  Gatal-gatal pada tubuh danmenimbulkan penyakitFaktor ergonomic Duduk terlalu lama Sering Mengetik Mengetik sambil membungkuk Otot Tegang Tulang Pegal-pegal Jari kram Menyebabkan sakit punggungFaktor Psikososial Jam kerja yang lama/ istirahatkurang. Stress Tidak fokus dalam bekerjaFaktor kimia Debu yang berasal dari tempat kerja  Sistem pernafasan  ISPAA. Analisa Risiko Daftar kemungkinan dan konsekuensi dari bahayapekerjaan proyek pembangunan
  18. 18. Tingkat Keparahan Kemungkinan TerjadiJarang Terjadi(1)Kurang mungkinterjadi (2)Mungkin terjadi(3)Sangat Mungkinterjadi (4)Hampir Pasti terjadi(5)(1)Tidak ada pengaruh(2)Pengaruh sangatringan Dehidrasi yangbisa disebabkantidak adanya airditempat kerja(6) Tempat kering jam kerja yangterlalulama/kurangistirahat(8)(3)Pengaruh ringan debu yangberasal daritempat kerja(12) Sering mengetiktanpa henti Mengetik sambilmembungkuk(15)(4)Pengaruh serius virus bakteri jamur(8) Seringmendengarditelepon bisamengurangipendengaran(12) Sering melihatlayar monitor Tempat kering(20)2. Bentuk analisa semikualitatif
  19. 19. D. Evaluasi Risiko Dari tabel analisa semikualitatif ditentukan prioritasrisiko sebagai berikut:NO. HAZARD SKOR TAFSIRAN1.  Sering Melihat LayarMonitor Komputer Tempat yang kering20  Hampir pasti terjadi pengaruh Serius2.  Sering mengetik tanpa henti Mengetik sambilmembungkuk15  Hampir mungkin terjadi Pengaruh ringan3.  Sering mendengar diteleponbisa mengurangipendengaran debu yang berasal daritempat kerja12  Mungkin terjadi Pengaruh serius4.  Jam kerja terlalulama/kurang istirahat Tempat kering8  Sangat mungkin terjadi Pengaruh sangat ringan5.  Virus Jamur bakteri8  kurang mungkin terjadi pengaruh serius
  20. 20. NO. HAZARD PENGENDALIAN1.  Duduk membungkuk dan mengetik yangterlalu lama Perlu adanya perubahan pada posisiduduk yang benar dan mengistirahatkanjari untuk waktu yang agak sebentar2.  Sering Melihat Layar Monitor Komputer  untuk jarak antara duduk dengankomputer tidak terlalu dekat danmengurangi resolusi cahaya padakomputer untuk mengurangi resikowalaupun sering melihat layar monitor3.  Debu yang berasal dari tempat kerja  Menggunakan penghisap debu untukmembersihkan debu ditempat kerja4.  Pekerja wajib menggunakan alatpenlindung seperti sarung tangan, sepatuboot, tali, dan tangga yang sesuai standaryang telah ditentukan.5.  Jam kerja yang terlalu lama  Diperlukan waktu istirahat yangsebanding dengan jam kerja Menggunakan topi dan banyak minum airputih agar tidak kekurangan ion tubuh6.  Virus Jamur Bakteri Membersihkan tempat kerja denganmenggunakan sabun khusus penghilangkuman bakteri dan virus7.  Tempat kering  Usahakan agar tidak mengatur pendinginruangan dengan suhu yang dinginE. Pengendalian Resiko
  21. 21. BAB VPENUTUPA. Kesimpulan Pegawai Administrasi adalah orang yang bekerja di bidang Administrasi disuatu kantor yang sering mengandalkan mata serta jarinya untukmelaksanakan tugasnya sebagai pegawai Administrasi Pada kenyataanya, kebanyakan pegawai Administrasi kurang memahamiresiko yang bisa didapat dari pekerjaann yaB. Saran-saran Sebaiknya penyedia Jasa berkewajiban untuk mengusahakan agar tempatkerja, peralatan,lingkungan kerja dan tata cara kerja diatur sedemikian rupasehingga tenaga kerjaterlindungi dari resiko kecelakaan. Sebaiknya Penyedia Jasa menjamin bahwa mesin-mesin peralatan,kendaraan atau alat-alat lain yang akan digunakan atau dibutuhkan sesuaidengan peraturan keselamatankerja, selanjutnya barang-barang tersebutharus dapat dipergunakan secara aman Alat-alat PPPK atau kotak obat-obatan yang memadai, harus disediakan ditempat kerja dan dijaga agar tidak dikotori oleh debu, kelembaban udara dan lain-lain Sebaiknya diberikan penyuluhan kepada para pekerja/kuli bangunantentang betapa pentingnya pendidikan K3 serta melaksanakaannya sesuaiprosedur kerja dan perarturan perundang-undangan
  22. 22. - Massofa.wordpress.com

×