• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Masa pemerintahan gus dur
 

Masa pemerintahan gus dur

on

  • 21,549 views

 

Statistics

Views

Total Views
21,549
Views on SlideShare
21,543
Embed Views
6

Actions

Likes
1
Downloads
426
Comments
0

1 Embed 6

https://twitter.com 6

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Masa pemerintahan gus dur Masa pemerintahan gus dur Presentation Transcript

    • MASA PEMERINTAHANKH. ABDURRAHMAN WAHID Kelompok 4 : 1. Ilham Isfano Ramadhan 2. Mohamad Ramdan Febriana H. 3. Saroh Indra Dewi 4. Sri Rahayu Nengsih
    • Nama Lengkap: KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)Lahir : Jombang, 7 September 1940Wafat : Jakarta, 30 Desember 2009Agama : IslamIstri : Sinta NuriyahAnak : 4 orang putriPartai Politik : Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)Karier : Ketua Umum PBNU (1984 – 1994) Anggota MPR dari Golkar (1987) Ketua Dewan Penasihat PKB (1998) Presiden Republik Indonesia (1999 – 2001)
    • Abdurrahman Wahid lahir dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengannama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". Kata "Addakhil"tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid", dan kemudian lebih dikenal denganpanggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepadaseorang anak kiai yang berati "abang" atau "mas".Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Wahid lahir dalam keluarga yangsangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalahK.H Hasyim Asyari, pendiri Nadhlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu,K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas padaperempuan Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalisdan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putripendiri Pondok Pesantren Den Anyar Jombang. Saudaranya adalah Salahuddin Wahiddan Lily Wahid. Ia menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri: Alisa,Yenny, Anita, dan Inayah.
    • PENDIDIKANSD KRIS pindah ke SD Mataram PerwariSMP di Pondok Pesantren KrapyakPesantren Tegal RejoPesantren Tambak BerasUniversitas Al - Azhar Kairo, MesirUniversitas Baghdad, Irak
    • Diangkatnya Gus Dur sebagai PresidenMasa pemerintahan K.H. Abdurrahman Wahid atau yang, sering kita sebut dengan GusDur dimulai dari sidang umum MPR yang diselenggarakan pada tanggal 1-21 Oktober1999, Pembacaan pidato pertanggungjawaban Presiden B.J Habibie tersebut ditolak olehsegenap anggota dengan menggunakan voting. Suara yang menolak 355 yang menerima322, absen 9, dan tidak sah 4. Dengan demikian B.J Habibie tidak dapat maju mencalonkandiri menjadi Presiden RI selanjutnya. Akhirnya diadakan Pemilu 1999 dengan hasil PKBmemenangkan 12% suara dengan PDI - P memenangkan 33% suara.Dengan kemenangan partainya, Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihanpresiden pada Sidang Umum MPR. Namun, PDI - P tidak memiliki mayoritas penuh,sehingga membentuk aliansi dengan PKB. Pada Juli, Amien Rais membentuk PorosTengah, koalisi partai-partai Muslim. Poros Tengah mulai menominasikan Gus Dur sebagaikandidat ketiga pada pemilihan presiden dan komitmen PKB terhadap PDI - P mulaiberubah..
    • Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakanAbdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolakpidato pertanggungjawaban Habibie dan ia mundur dari pemilihan presiden. Beberapasaat kemudian, Akbar Tanjung, ketua Golkar dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) menyatakan Golkar akan mendukung Gus Dur. Pada 20 Oktober 1999, MPRkembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudianterpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya313 suaraTidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan, pendukungMegawati mengamuk dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagaiwakil presiden. Setelah meyakinkan Jendral Wiranto untuk tidak ikut serta dalampemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati, Gus Dur punberhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta. Pada 21 Oktober 1999, Megawati ikutserta dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP.
    • Masa Awal Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid Kabinet pertama Gus Dur, Kabinet Persatuan Nasional adalah kabinet koalisi yang meliputi anggotaberbagai partai politik: PDI-P, PKB, Golkar, PPP, PAN, dan Partai Keadilan (PK), non-partisan dan TNI jugaada dalam kabinet tersebut. Wahid kemudian mulai melakukan dua reformasi pemerintahan. Reformasi pertamaadalah membubarkan Departemen Penerangan, senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media.Reformasi kedua adalah membubarkan Departemen Sosial yang korup. Pada November 1999, Wahid mengunjungi negara-negara anggota ASEAN, Jepang, Amerika Serikat,Qatar, Kuwait, dan Yordania. Setelah itu, pada bulan Desember, ia mengunjungi Republik Rakyat Cina. Setelah satu bulan berada dalam Kabinet Persatuan Nasional, Menteri Menteri Koordinator PengentasanKemiskinan (Menko Taskin) Hamzah Haz mengumumkan pengunduran dirinya pada bulan November. Munculdugaan bahwa pengunduran dirinya diakibatkan karena Gus Dur menuduh beberapa anggota kabinet melakukankorupsi selama ia masih berada di Amerika Serikat. Beberapa menduga bahwa pengunduran diri Hamzah Hazdiakibatkan karena ketidaksenangannya atas pendekatan Gus Dur dengan Israel. Rencana Gus Dur adalah memberikan Aceh referendum. Namun referendum ini menentukan otonomi danbukan kemerdekaan seperti referendum Timor Timur. Gus Dur juga ingin mengadopsi pendekatan yang lebihlembut terhadap Aceh dengan mengurangi jumlah personel militer di Negeri Serambi Mekkah tersebut. Pada 30Desember, Gus Dur mengunjungi Jayapura di provinsi Irian Jaya. Selama kunjungannya, Abdurrahman Wahidberhasil meyakinkan pemimpin-pemimpin Papua bahwa ia mendorong penggunaan nama Papua.
    • Pada Januari 2000, Gus Dur melakukan perjalanan ke luar negeri lainnya ke Swiss untuk menghadiriForum Ekonomi Dunia dan mengunjungi Arab Saudi dalam perjalanan pulang menuju Indonesia.Pada Februari, Wahid melakukan perjalanan luar negeri ke Eropa lainnya dengan mengunjungiInggris, Prancis, Belanda, Jerman, dan Italia. Dalam perjalanan pulang dari Eropa, Gus Dur jugamengunjungi India, Korea Selatan, Thailand, dan Brunei Darussalam. Pada bulan Maret, Gus Durmengunjungi Timor Leste. Di bulan April, Wahid mengunjungi Afrika Selatan dalam perjalananmenuju Kuba untuk menghadiri pertemuan G-77, sebelum kembali melewati Kota Meksiko danHong Kong. Pada bulan Juni, Wahid sekali lagi mengunjungi Amerika, Jepang, dan Prancis denganIran, Pakistan, dan Mesir sebagai tambahan baru ke dalam daftar negara-negara yang dikunjunginya,Pada Maret 2000, pemerintahan Gus Dur mulai melakukan negosiasi dengan Gerakan AcehMerdeka (GAM). Dua bulan kemudian, pemerintah menandatangani nota kesepahaman denganGAM hingga awal tahun 2001, saat kedua penandatanganan akan melanggar persetujuan. Gus Durjuga mengusulkan agar TAP MPRS Nomor XXIX/MPR/1966 yang melarang Marxisme -Leninisme dicabut.Ia juga berusaha membuka hubungan dengan Israel, yang menyebabkan kemarahan pada kelompokMuslim Indonesia. Isu ini diangkat dalam pidato Ribbhi Awad, duta besar Palestina untuk Indonesia,kepada parlemen Palestina tahun 2000. Isu lain yang muncul adalah keanggotaan Gus Dur padaYayasan Shimon Peres. Baik Gus Dur dan menteri luar negerinya Alwi Shihab menentangpenggambaran Presiden Indonesia yang tidak tepat, dan Alwi meminta agar Awad, duta besarPalestina untuk Indonesia, diganti.
    • Kebijakan – Kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid Mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua Menjadikan Tahun Baru Imlek menjadi hari libur nasional Pencabutan Larangan penggunaan huruf Tiong Hoa Meliburkan kegiatan sekolah selama bulan Ramadhan Melakukan negoisasi dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Melakukan beberapa kunjungan ke Luar Negeri Membubarkan Kementerian yang terlibat korupsi Memberikan Aceh referendum Otonomi Ingin mereformasi militer
    • Kebijakan – Kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid yang Kontroversial Pencopotan beberapa menteri yang tidak menurutinya dan tidak sejalan dengannya seperti : Jusuf Kalla (Menag Perindustrian dan Perdagangan) ; Laksamana Sukardi (Menteri BUMN) ; Wiranto (Menkopolkam) ; Yusril Ihza Mahendra (Menkum HAM) ; Susilo Bambang Yudhoyono (Menkopolsoskam) dan lain – lain, sehingga merenggangkan hubungan dengan Golkar dan PPP. Berusaha membuka hubungan dengan Israel. Menghapus TAP MPRS yang melarang Marxisme- Leninisme Mengizinkan bendera bintang kejora berkibar di Papua Barat asalkan berada di bawah bendera Indonesia Mengeluarkan Dekrit Presiden untuk membekukan DPR/MPR
    • Peristiwa skandal yang terjadi Muncul pula dua skandal pada tahun 2000, yaitu skandal Buloggate danBruneigate. Pada bulan Mei, Badan Urusan Logistik (BULOG) melaporkan bahwa $4juta menghilang dari persediaan kas Bulog. Tukang pijit pribadi Gus Dur mengklaimbahwa ia dikirim oleh Gus Dur ke Bulog untuk mengambil uang. Meskipun uangberhasil dikembalikan, musuh Gus Dur menuduhnya terlibat dalam skandal ini.Skandal ini disebut skandal Buloggate. Pada waktu yang sama, Gus Dur juga dituduhmenyimpan uang $2 juta untuk dirinya sendiri. Uang itu merupakan sumbangan dariSultan Brunei untuk membantu di Aceh. Namun, Gus Dur gagal mempertanggungjawabkan dana tersebut. Skandal ini disebut skandal Bruneigate.
    • Berakhirnya Masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman WahidPada akhir tahun 2000, terdapat banyak elit politik yang kecewa denganAbdurrahman Wahid. Orang yang paling menunjukkan kekecewaannya adalahAmien. Ia menyatakan kecewa mendukung Gus Dur sebagai presiden tahunlalu. Amien juga berusaha mengumpulkan oposisi dengan meyakinkanMegawati dan Gus Dur untuk merenggangkan otot politik mereka. Megawatimelindungi Gus Dur, sementara Akbar menunggu pemilihan umum legislatiftahun 2004. Pada akhir November, 151 anggota DPR menandatangani petisiyang meminta pemakzulan Gus Dur. Anggota DPR merasa kurang puasdengan kinerja dari Presiden yang seenaknya sendiri mengangkat dan mencopotpejabat negara tanpa pertimbangan DPR.
    • Puncak kekecewaan DPR dibuktikan dengan dikeluarkannya memorandum I untuk presidenpada tanggal 1 Februari 2001. Namun beliau tidak hadir dalam sidang tersebut. Karena DPRdianggap sebagai Taman Kanak-Kanak (TK). Kemudian DPR kesal dan kembali mengeluarkanmemorandum II pada tanggal 30 April 2001. Namun hal ini tidak jauh beda denganmemorandum sebelumnya. Akhirnya Presiden datang tetapi tidak untuk berniat untukmelakukan sidang tersebut (hanya sekedar datang lalu pulang). Akhirnya pada 20 Juli, AmienRais menyatakan bahwa Sidang Istimewa MPR akan dimajukan pada 23 Juli. TNI menurunkan40.000 tentara di Jakarta dan juga menurunkan tank yang menunjuk ke arah Istana Negarasebagai bentuk penunjukan kekuatan. Di lain pihak pimpinan partai politik lima besarpemenang pemilu minus PKB mulai mendekati dan mendorong Wapres Megawati untukmenjadi presiden. Oleh karena itu Gus Dur menengarai adanya persengkokolan oleh para elitpolitik untuk menjatuhkannya. Akhirnya presiden mengeluarkan dekrit presiden meski tidakmendapatkan dukungan yang penuh dari kabinetnya. Dekrit presiden tanggal 23 Juli 2001sebagai perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR yang berisi :1. Membekukan MPR dan DPR RI2. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan menyusun badan – badan untukmenyelenggarakan Pemilu dalam waktu satu tahun3. Membekukan partai GolkarAmien Rais selaku Ketua MPR menolak secara tegas dekrit tersebut, dan ternyata dekrittersebut hanya didukung oleh NU dan PKB. Namun hal ini juga tidak mendapat dukungan dariTNI dan Polri.
    • Namun dekrit tersebut tidak memperolehdukungan dan pada 23 Juli, MPR secara resmimemakzulkan Gus Dur dan menggantikannyadengan Megawati Soekarno Putri. AbdurrahmanWahid terus bersikeras bahwa ia adalah presiden dantetap tinggal di Istana Negara selama beberapa hari,namun akhirnya pada tanggal 25 Juli ia pergi keAmerika Serikat karena masalah kesehatan. Dalam Sidang Istimewa MPR tanggal 23 Juli2001, MPR memilih Megawati Soekarno Putrisebagai Presiden RI menggantikan Presiden K.HAbdurrahman Wahid dan Hamzah Haz sebagaiWapres RI, maka berakhirlah kekuasaan PresidenK.H Abdurrahman Wahid.
    • Kelebihan dan Kekurangan Pemerintahan Presiden Abdurrahman WahidKelebihan• Presiden Abdurrahman Wahid menghargai adanya perbedaan• Iklim politik yang demokratis• Lebih memerhatikan kaum minoritasKekurangan• Presiden Abdurrahman Wahid memerintah seenaknya sendiri, jika ada yang tidak sejalan dengannya maka akan langsung di copot jabatannya “gitu aja kok repot”• Banyak kebijakannya yang menimbulkan kritik• Memberikan peluang kepada separatis• Tak punya basis politik yang kuat di Parlemen
    • SELESAITerima Kasih atas Perhatiannya, Mohonmaaf apabila ada kesalahan kata maupun ucapan selama kami presentasi.