9. tcp ip

646 views
437 views

Published on

Published in: Devices & Hardware
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
646
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
28
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

9. tcp ip

  1. 1. Penjelasan tentang protokol Pengertian TCP/IP Penjelasan Perbedaan Layer TCP/IP dan OSI Pengalamatan TCP/IP Pengenalan kelas IP Installasi protokol
  2. 2. Protocol  Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
  3. 3. Jenis-Jenis Protokol  TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
  4. 4. Pengertian Protocol TCP/IP  TCP/IP protokol adalah jaringan dengan teknologi “packet switching” yang berasal dari proyek DARPA (Development of Defence Advanced Research Project Agency) di tahun 1970-an yang dikenal dengan nama ARPANET.  TCP/IP adalah protokol yang tersedia pada NT 4.0 dengan layanan aplikasi berorientasi internet dan intranet dan TCP/IP sendiri sebenarnya merupakan suite dari gabungan beberapa protokol.  Di dalamnya terdapat protokol TCP, IP, SMTP, POP, dan sebagainya.  Protocol TCP (Transmission Control Protocol) melakukan transmisi data per segment, artimya paket data dipecah dalam jumlah yang sesuai dengan besaran paket, kemudian dikirim satu per satu sampai dengan selesai.  Agar pengiriman data sampai dengan baik maka pada setiap paket pengiriman TCP akan meyertakan nomor seri (sequence number).  Komputer tujuan yang menerima paket tersebut harus mengirim balik sebuah sinyal acknowledge dalam satu periode yang ditentukan.  Bila pada waktunya komputer tujuan belum juga memberikan acknowledge-nya maka akan terjadi “time-out” yang menandakan pengiriman paket gagal dan harus diulang kembali.  Model protocol disebut sebagai connection oriented protocol dimana terdapat TCP port yang merupakan pintu masuk data gram dan paket data, yaitu mulai port data 0 sampai dengan 65.536.
  5. 5. Pengalamatan TCP/IP  Internet Protocol (IP) menggunakan IP Address sebagai identitas. Pengiriman data akan dibungkus dalam paket dengan label berupa IP Address si pengirim dan IP address penerima.  Apabila penerima melihat paket pengiriman paket tersebut dengan identitas Ip Address yang sesuai, maka data gram tersebut akan diambil dan disalurkan ke TCP melalui port dimana aplikasi sedang menunggunya.  IP address terbagi 2 bagian yaitu:  Network ID (identitas jaringan)  Host ID (identitas komputer)  Penulisan IP address terbagi atas 4 angka yang masing-masing mempunyai nilai maksimum 255 (maksimum dari 8 bit).  Kemudian IP address dirancang dalam beberapa class yang didefinisikan sebagai berikut:
  6. 6. Pengalamatan TCP/IP  Class A:  Network id Host id (24 bit)  0xxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx  Class B:  Network id Host id (16 bit)  10xxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx  Class A:  Network id Host id (8 bit)  110xxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
  7. 7. Pengalamatan TCP/IP Class Antara Jumlah Jaringan Jumlah Host per Jaringan A 1 s/d 126 126 16.777.214 B 128 s/d 191 16.384 65.534 C 192 s/d 223 2.097.152.254
  8. 8. Pengalamatan TCP/IP  Dengan demikian untuk menentukan class A, B, atau C cukup dilihat dari angka 8 bit pertamanya yaitu:  10.123.7.15 adalah Class A  190.24.43.20 adalah Class B  202.159.23.10 adalah Class C  Untuk IP address yang legal (public) akan diberikan oleh NIC (Network Information Center) dimana setiap orang dapat memintanya melalui ISP (Internet Service Provider)
  9. 9. Alamat Broadcast  Sebuah address khusus didefinisikan dalam TCP/IP sebagai alamat broadcast yaitu alamat yang dapat dikirim ke semua jaringan sebagai upaya broadcasting.  Broadcasting IP diperlukan untuk:  Memberikan informasi kepada jaringan bahwa layanan tertentu ada  Mencari informasi di jaringan  Dan setiap jaringan TCP/IP memerlukan nilai subnet yang dikenal sebagai subnet mask atau address mask.  Nilai subnet mask memisahkan network id dengan host id seperti di bawah ini: Class Subnet Mask A 255.0.0.0 B 255.255.0.0 C 255.255.255.0
  10. 10. Alamat Broadcast  Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan private (local) atau public (umum).  Untuk jaringan umum berarti harus mentransmisikan paket data melalui sebuah router sehingga diperlukan address mask untuk menyaring (filter) IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.
  11. 11. Mengecek Kinerja Protocol TCP/IP  Untuk melakukan testing protocol dapat dengan melakukan instruksi IPCONFIG.  Perintah IPCONFIG digunakan untuk melihat indikasi pada configurasi IP yang terpasang pada komputer, seperti beberapa informasi penting host name, ptimary DNS jaringan, physical address dan sebagainya.  Harus diingat bahwa perintah ini dapat dijalankan dengan baik apabila telah terpasang network interface card di komputer anda karena IPCONFIG menampilkan informasi berdasarkan network card yang terpasang.  Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik dapat dipergunakan dengan menggunakan perintah PING misal: PING LOCALHOST.  Jika kita melihat ada pesan reply from IP (127.0.0.1) besarnya beberapa byte dan waktunya beberapa detik (time) menandakan bahwa perintahuntuk menghubungkan ke localhost dapat berjalan dan diterima dengan baik namun seandainya jika dalam melakukan ping tersebut dilakukan untuk no IP yang tidak dikenal atau komputer tujuan sedang tidak nyala maka akan dikeluarkan pesan Request Time Out yang berarti NO IP tidak dikenal dalam jaringan tersebut atau Destination Unreachable.  TTL adalah time to live, yaitu batasan waktu agar paket data tersebut tidak mengambang di jaringan karena tujuan komputer tidak ditemukan.
  12. 12. NetBIOS via TCP/IP  Protokol NetBOS merupakan protocol yang berada pada lapisan session layer yang diimplementasikan melalui software protocol seperti NetBEUI atau NBT (NetBIOS over TCP/IP).  Aplikasi akan mengakses jaringan melalui NetBIOS API (Application Programming Interface) untuk berinteraksi dengan I/O dan control dengan lapisan di bawahnya (dalam hal ini adalah TCP/IP).  NetBIOS memberikan layanan antara lain:  Registrasi nama mesin jaringan dan verifikasi,  Membangun hubungan dan terminasi (pemutusan), dan;  Connection oriented & connectionless session data transfer.  NetBIOS menggunakan 16 byte address untuk mengidentifikasikan komputer dan resource lainnya di jaringan.  Nama diberikan secara tunggal (unique) kepada spesifik proses komputer atau pada sekelompok komputer (group) dengan maksimum karakter yang dapat digunakan untuk nama NetBIOS adalah 15 karakter.  Dengan satu komputer atau sekaligus mengirim informasi pada banyak komputer.  Untuk bisa melihat nama NetBIOS pada komputer dapat dilakukan dengan instruksi NBTSTAT.  Aktifitas NetBIOS adalah melakukan 3 hal yaitu registrasi nama, mencari nama (discovery) dan melepas nama (release).  Pada saat NetBIOS melakukan inisialisasi di atas TCP/IP maka NetBIOS akan meregistrasi namanya ke komputer lain dengan menggunakan name registration request (via broadcast atau NetBIOS name server).  Ilustrasi resolusi kinerja dari NetBIOS adalah pada saat broadcast maka NetBIOS cache akan diperiksa, bila ditemukan stop namun bila tidak ditemukan maka host akan melakukan broadcast di jaringan local sebanyak 3 kali percobaan dan jika gagal juga maka akan keluar pesan error sebagai tanda bahwa nama komputer tidak diketemukan (sebagai backup

×