• Like
Model dan pendekatan dalam analisis kebijakan publik (public policy)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Model dan pendekatan dalam analisis kebijakan publik (public policy)

  • 12,062 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
12,062
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
244
Comments
0
Likes
4

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. LL MODEL DAN PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Prepared by : Raja Abumanshur Matridi Unit of Public Administration Email: matridi_aeksalo@yahoo.com Public Policy | Executive Class, Plato room
  • 2. MODEL DALAM ANALISA KEBIJAKAN PUBLIK Beberapa manfaat penggunaan model dalam mengkaji kebijakan publik: Kebijakan publik merupakan proses yang kompleks Sifat alamiah manusia yang tidak mampu memahami realitas yang kompleks tanpa menyederhanakan terlebih dahulu, maka peran model dalam menjelaskan kebijakan publik akan semakin berguna. Winarno, 2012 Kriteria model dalam mengkaji kebijakan publik (Thomas R. Dye): Model tidak boleh terlalu sederhana namun juga tidak boleh kompleks Model seharusnya mengarahkan perhatian pada apa yang signifikan mengenai kebijakan publik Model yang baik seharusnya berhubungan dengan dunia nyata dan menjembatani pemahaman yang lebih besar pada situasi atau kebijakan yang spesifik Model harus mengkomunikasikan sesuatu yang bermakna dengan cara yang tepat Model mengarahkan penyelidikan dan penelitian kebijakan publik model menyarankan penjelasan bagi kebijakan publik
  • 3. MODEL DALAM ANALISA KEBIJAKAN PUBLIK Kebijakan yang baik menurut Lester dan Stewart (Winarno, 2012) Model Elitis Titik tumpu perhatian pada elit politik Model Pluralis mempercayai pada peran subsistem-subsistem yang berada dalam demokrasi
  • 4. MODEL DALAM ANALISA KEBIJAKAN PUBLIK Elite dan Pluralis Model Thomas R. Dye dan Harmon Ziegler (Winarno, 2012) Model Elitis 1. Masyarakat terbagi dalam suatu kelompok kecil yang mempunyai kekuasaan (power) dan massa yang tidak mempunyai kekuasaan. 2. Kelompok kecil yang memerintah itu bukan tipe massa yang dipengaruhi 3. Perpindahan dari kedudukan non-elite sangat pelan dan berkeseimbangan untuk memelihara stabilitas dan menghindari revolusi 4. Elit memberikan konsensus pada nilai-nilai dasar sistem sosial dan pemeliharaan sistem 5. Kebijakan publik tidak merefleksikan tuntutan-tuntutan massa, tetapi nilai-nilai elit yang berlaku 6. Para elit secara relatif memperoleh pengaruh langsung yang kecil dari massa yang apatis. Sebaliknya para elit mempengaruhi massa yang lebih besar.
  • 5. MODEL DALAM ANALISA KEBIJAKAN PUBLIK Elite dan Pluralis Model Thomas R. Dye dan Harmon Ziegler (Winarno, 2012) Model Pluralis 1. Kekuasaan merupakan atribut individu dalam hubungannya dengan individu-individu yang lain dalam proses pembuatan keputusan 2. Hubungan-hubungan kekuasaan tidak perlu tetap berlangsung 3. Tidak ada perbedaan yang tetap antara “Elit” dan “Massa” 4. Kepemimpinan bersifat cair dan mempunyai mobilitas yang tinggi, kekayaan merupakan aset dalam politik tetapi hanya merupakan salah satu dari sekian banyak aset politik yang ada 5. Terdapat banyak pusat kekuasaan diantara komunitas 6. Kompetisi dapat dianggap berada diantara pemimpin
  • 6. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Winarno, 2012 1. Pendekatan Kelompok 2. Pendekatan Proses Fungsional 3. Pendekatan Kelembagaan (institusional) 4. Pendekatan Peran serta Warganegara 5. Pendekatan Psikologis 6. Pendekatan Proses 7. Pendekatan Subtantif 8. Pendekatan Logical-Positivist 9. Pendekatan Ekonometrik 10. Pendekatan Fenomologik (Postpositivist) 11. Pendekatan Partisipatori 12. Pendekatan Ideologik 13. Pendekatan Historis/Sejarah
  • 7. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Winarno, 2012 Pendekatan Kelompok secara garis besar, pendekatan ini menyatakan bahwa pembentukan kebijakan pada dasarnya merupakan hasil dari perjuangan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Pendekatan Proses Fungsional Memusatkan perhatian kepada berbagai kegiatan fungsional yang terjadi dalam proses kebijakan ● Inteligensi ● Rekomendasi ● Preskripsi ● Permohonan (invocation) ● Aplikasi ● Penilaian ● Terminasi
  • 8. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Winarno, 2012 Pendekatan Kelembagaan (institusionalisme) suatu kebijakan tidak menjadi suatu kebijakan publik sebelum kebijakan itu ditetapkan dan dilaksanakan oleh suatu lembaga pemerintah. Tiga Karakteristik yang berbeda dari kebijakan publik : • Pertama, pemerintah memberi legitimasi kepada kebijakan-kebijakan • Kedua, kebijakan-kebijakan pemerintah membutuhkan universalitas Pendekatan Peran serta Warganegara Teori peran serta warganegara didasarkan pada harapan-harapan yang tinggi tentang kualitas warganegara dan keinginan mereka untuk terlibat dalam kehidupan politik. Membutuhkan warganegara yang memiliki struktur-struktur kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai dan fungsi demokrasi.
  • 9. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Winarno, 2012 Pendekatan Psikologis pendekatan ini diberikan pada hubungan antarpribadi dan faktorfaktor kejiwaan yang memengaruhi tingkah laku orang-orang yang terlibat dalam proses pelaksanaan kebijakan. Pendekatan Proses Untuk mengidentifikasi tahap-tahap dalam proses kebijakan publik dan kemudian menganalisis determinan-determinan dari masing-masing tahapan tersebut Pendekatan Substantif Spesialisasi bidang yang dimiliki oleh para pakar
  • 10. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Winarno, 2012 Pendekatan Logical-Positivist (Behaviour Approach / Scientific Approach) Menganjurkan penggunaan teori-teori yang berasal dari penelitian deduktif. Model-model, pengujian hipotesis, hard data, metode kompasi, dan analisis statistik yang ketat. Makna Scientific dalam konteks ini: 1. Mengklarifikasikan konsep-konsep kunci yang digunakan dalam analisis kebijakan 2. Bekerja dari teori eksplisit tentang prilaku kebijakan, dan menguji teori dengan hipotesis-hipotesis 3. Menggunakan Hard data mengembangkan langkah-langkah yang baik terhadap berbagai fenomena, dan secara ideal, menyelidiki bermacammacam penjelasan melewati waktu.
  • 11. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Winarno, 2012 Pendekatan Ekonometrik (The Public Choice Approach) Sifat alami manusia yang diasumsikan “rasional” atau dimotivasi oleh pencapaian secara pribadi murni. Secara esensial mengintegrasikan wawasan umum tentang riset kebijakan publik dengan metode-metode keuangan publik. Pendekatan Fenomolgik (Postpositivist) Para analis perlu mengadopsi suatu respek bagi penggunaan intuisi yang sehat secara tertib, yang dirinya dilahirkan dari pengalaman yang tidak bisa direduksi ke model, hipotesis, kuantitatifikasi dan hard data”. Secara metodologik, para analis memperlakukan setiap potongan dari fenomena sosial sebagai suatu peristiwa yang unik, dengan indeks etnografi indeks kualitatif menjadi yang paling penting.
  • 12. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Winarno, 2012 Pendekatan Partispatori Policy science of Democracy (Harold Laswell) yang bermaksud bahwa populasi dari para warganegara yang dipengaruhi terlibat dalam perumusan dan implementasi kebijakan publik melalui serangkaian dialog yang tidak berkesinambungan Pendekatan Normatif dan Preskriptif Analis perlu mendefinisikan tugasnya sebagai analis kebijakan sama seperti mendefinisikan “end state” dalam arti bahwa preskripsi ini bisa diinginkan dan bisa dicapai.
  • 13. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK Winarno, 2012 Pendekatan Ideologik 1. Visi yang dibatasi (the constained vision) suatu gambaran manusia egosentrik dengan keterbatasan moral 3. Visi yang tidak dibatasi (the unconstained vision) suatu pandangan tentang sifat manusia dimana pemahaman dan disposisi manusia adalah mampu untuk memperoleh keuntungankeuntungan sosial. Pendekatan hsitoris/sejarah Evolusi kebijakan publik melintasi waktu Pertentangan terhadap pendekatan ini: 1. Pembuatan kebijakan cenderung mengikuti pola siklus atau pola Zig-zag 2. Menyarankan suatu penjelasan evolusioner
  • 14. STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang Program Studi Ilmu Pemerintahan Executive Class, Plato Room ~ Thank You ~