Pertemuan I Sistem Berkas
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Pertemuan I Sistem Berkas

on

  • 2,470 views

Kontrak Kuliah, Silabus, dan FILE

Kontrak Kuliah, Silabus, dan FILE

Statistics

Views

Total Views
2,470
Views on SlideShare
2,456
Embed Views
14

Actions

Likes
1
Downloads
47
Comments
1

3 Embeds 14

http://rahmatdi99.blogspot.com 5
http://www.rahmatdi99.blogspot.com 5
http://www.rahmatdi99.com 4

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pertemuan I Sistem Berkas Presentation Transcript

  • 1. Kontrak Kuliah, Silabus, dan FILE
  • 2. Kontrak Kuliah Komponen Prosentase Absen*) 10 % Tugas 10 % Quis 10 % UTS 20 % UAS 25 % *) Absen >=70% kehadiran total atau minimal 10 Pertemuan, kurang dari itu dinyatakan tidak Lulus A B C D E 100-80 79-70 69-55 54-40 39-0 Range Nilai Komponen Nilai
  • 3. Silabus 1. Pertemuan I (Sistem File) : Berkas; Klasifikasi File; Model Akses File; Organisasi File; Operasi File; dan Sistem File. 2. Pertemuan II (Media Penyimpanan Berkas): Jenis Media Penyimpanan FIle; Magnetic Tape; Representasi Data; Parity and error control; Sistem Block; Menghitung kapasistas penyimpanan dan waktu akses; Organisasi berkas dan metode akses; Keuntungan dan keterbatasan penggunaan magnetic tape; 3. Pertemuan III (Media Penyimpanan File): Magnetic disk; Karakteristik secara fisik; Representasi data dan pengalamatan; Organisasi berkas dan metode akses; Keuntungan dan keterbatasan penggunaan magnetic disk
  • 4. Silabus 4. Pertemuan IV (Organisasi berkas sequential) : Pembuatan berkas sequential; Retrieval berkas sequential; Update terhadap berkas sequential; Berkas turunan; Penerapan dalam bahasa pemrograman. 5. Pertemuan V (Organisasi berkas relatif I) : Teknik pemetaan langsung; Teknik pencarian tabel; Teknik kalkulasi alamat; Penerapan dalam bahasa pemrograman. 6. Pertemuan VI (Organisasi berkas relatif II) : Pendekatan terhadap collision; Synonim chaining; Bucket addressing; Penerapan dalam bahasa pemrograman
  • 5. Silabus 7. Pertemuan VII (Quiz atau UTS) 8. Pertemuan VIII (Organisasi berkas indek sequential) : Definisi dan aplikasi berkas indek sequential; 9. Pertemuan IX (Organisasi berkas indek sequential) : Prime dan overflow data area; Penerapan dalam bahasa pemrograman; 10. Pertemuan X (Organisasi berkas dengan banyak key) : Organisasi inverter file; Organisasi multi list file; Penerapan dalam bahasa pemrograman. 11. Pertemuan XI (Pengenalan kontrol I/O) : Definisi dan persyaratan kontrol I/O; Direktori berkas dan kontrol informasi; Kontrol peralatan; Manajemen saluran; Manajemen buffer.
  • 6. Silabus 12. Pertemuan XII (Sort dan Merge File) : Natural merge; Balance merge; Polyphase merge; Cascade merge; Penerapan . 13. Pertemuan XIII (Quiz) 14. Pertemuan XIV (UAS)
  • 7. FILE  Berkas;  Klasifikasi File;  Model Akses File;  Organisasi File;  Operasi File; dan  Sistem File.
  • 8. Berkas  File = jenis data yang lebih spesifik = berkas misalnya file gambar ext. gif, tif, bmp, dll.  Record = kumpulan elemen-elemen data yang digabungkan menjadi satu kesatuan.  Field = kumpulan record  Character = merupakan lambang-lambang yang terdiri dari huruf, angka dan simbol yang dibentuk dari susunan bit.
  • 9. Klasifikasi File  1. Master file  Jenis berkas file yang paling penting, berisi data yang relatif tetap.  Contoh : Sistem Rumah Sakit memerlukan file induk tentang catatan pasien, catatan penyakit, disamping file lainnya.  Alasannya : file tentang catatan penyakit yg diderita pasien pada saat terdaftar bersifat tetap dan tidak akan berubah.  Master file terbagi dua :  a. Reference master file (berkas induk penunjuk)  Berisi record yang mungkin tidak berubah atau jarang berubah,  Contoh : data nasabah bank yang berisi nomor rekening, nama, alamat, dan sebagainya.  b. Dynamic master file (berkas induk dinamik)  berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu terteentu atau pada setiap transaksi,  Contoh : data stok barang dalam gudang pada sebuah Perusahaan.
  • 10.  2. Transaction file (Transfer berkas)  Berisi record yang akan memperbaharui atau meng-update (menambah, menghapus, mengubah record) yang ada pada master file.  Contoh : rekaman tentang pelanggan yang sudah membayar tagihan listrik akan membentuk file transaksi, sekali seminggu catatan pada file transaksi digunakan untuk memperhaharui record pada filemaster.  Alasannya : file tersebut memiliki tenggang waktu untuk di-update, berapa banyak listrik yang dipakai dan berapa besar biaya yang harus dibayarkan pengguna.  3. Report file  Berisi data yang dibuat untuk keperluan user yang dapat dicetak atau hanya ditampilkan di layar.  Contoh : data laporan keuangan atau akuntansi sebuah Perusahaan yang harus diketahui bagian-bagian terkait.  Alasannya : orang-orang pada bagian tertentu tersebut (akuntan/manager) harus mengetahui atau bahkan mencetak hasilnya untuk membantu dan mempertanggung jawabkan pekerjaan mereka.
  • 11.  4. Work file  Merupakan file sementara dalam sistem.  Suatu work file merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain. Biasanya file ini dibuat pada waktu proses sortir.  Contoh : saat penyortiran bang berlangsung, saat itu juga file dibuat dan diproses.  Alasannya : agar diketahui barang yang layak jual ataupun yang tidak dikarenakan rusak/kesalahan pabrik.  5. Program file  Berisi instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain/pada memori utama.  Instruksi tersebut dapat ditulis dalam bahasa tingkat tinggi (COBOL, FORTRAN, BASIC, dll), bahasa assembler dan bahasa mesin.  Contoh : digunakannya sebuah bahasa pemrograman PASCAL untuk mengolah data nilai setiap siswa pada sebuah sekolah  Alasannya : untuk mengurangi kekeliruan atau kesalahan dalam perhitungannya.
  • 12.  6. Text file  Berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah text editor program. Text file hanya dapat diproses dengan text editor.  Contoh : penggunaan text file sebagai basis data pada website untuk menanggulangi webhosting gratis yang tidak mendukung DBMS.  Alasannya : untuk mengatasi masalah penyimpanan data pada webhosting yang bersifat gratis yang diolah dengan mesin program.  7. Dump file  Digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatat tentang kegiatan peng-updatean, sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan.  Contoh : membuat salinan dari seluruh data dalam perusahaan tersebut (back-up)  Alasannya : agar data yang telah dibuat dalam perusahaan tersebut tidak hilang begitu saja.  8. Library file  Digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program utilitas atau program lainnya.  Contoh : penyimpanan program aplikasi myob untuk pembuatan laporan akuntansi  Alasannya : simple saja, agar program yang ingin digunakan lebih mudah ditemukan/digunakan. Karena dalam satu perusahaan tidak hanya menggunakan satu aplikasi program.
  • 13.  9. History file  Merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan transaction file. File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga file ini terus berkembang, sesuai dengan kegiatan yang terjadi.  Contoh : laporan akhir tahun perusahaan, seperti rangkuman seluruh data dalam perusahaan untuk disimpan.  Alasannya : agar perusahaan tersebut dapat melakukan evaluasi kerja dan laporan pada tiap tahunnya.
  • 14. Model Akses File  Ada 3 model akses yang mmungkin oleh sebuah program terhadap file, yaitu:  1. Input File  File yang hanya dapat dibaca dengan program. Contoh:  a. Transaction file merupakan input file untuk meng-update program.  b. Program file dari source code merupakan input file untuk program compiler.  2. Output File  File yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program / file yang dibuat dengan program. Contoh :  a. Report file merupakan output dari program yang meng-update master file.  b. Program file yang berupa object code merupakan output file dari program compiler  3. Input / Output File  File yang dapat dibaca dari dan ditulis selama eksekusi program. Contoh:  a. Master File (Berkas Induk)  b. Work File dengan sort program (Berkas Kerja)
  • 15. Organisasi File  Adalah Suatu teknik atau cara yang digunakan untuk menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file.  Ada 4 teknik dasar organisasi file, yaitu:  Sequential, teknik yang mengorganisasi file secara berurutan.  Relative, teknik mengorganisasi file yang tidak berubah.  Indexed Sequential, teknik mengorganisasi file yang berurut pada kondisi tertentu.  Multi-key, teknik organisasi file yang memiliki banyak kunci.
  • 16.  Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesan nya, yaitu:  a. Direct Access, suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada. Contoh : Magnetic Disk  b. Sequential Access, suatu cara oengaksesan record yang didahului pengaksesan record-record di depannya. Contoh : Magnetic Disk  Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file:  a. Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan  b. Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses  c. Respontime yang diperlukan
  • 17.  Cara memilih organisasi tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu:  1. Model Penggunaannya Ada 2 cara:  a. Batch , suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok. Contoh, file ada klo didukung file lain, file nilai, ada dosen, mahasiswa dll.  b. Interactive, suatu proses yang dilakukan secara satu per satu, yaitu record demi record. Contoh, pencarian ipk mahasiswa yg lebih dari 3
  • 18.  2. Model Operasi File  Menurut operasi file ada 4 cara:  a. Creation  Membuat struktur file lebih dahulu, menentukan banyak record baru, kemudian record- record dimuat ke dalam file tersebut.  Membuat file dengan cara merekam record demi record.  b. Update (Mutakhir)  Untuk menjaga file tetap up to date.  Insert / add, modification, deletion.  c. Retrieval  - Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi.  - Inquiry, volume data rendah, model proses interactive.  - Report Generation, volume data tinngi, model proses batch.  - File retrieval terbagi 2, yaitu:  - Comprehensive Retrieval, mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file. Contoh : display all, list (nama,alamat,..)  - Selective Retrieval, mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu. Contoh: *list for gaji = 100000, *list nama,npm for angkatan = 93
  • 19.  d. Maintenance  · Perubahan yang dibuat terhadap file dengna tujuan memperbaiki penampilan program dalam mengakses file tersebut.  · Restructuring, perubahan struktur file. Misalnya panjang field diubah, penambahan field baru, panjang record dirubah.  · Reorganization, perubahan organisasi file dari oganisasi yang satu menjadi organisasi file yang lain. Misalnya, dari organisasi file sequential menjadi indeks sequential, dari direct menjadi sequential.
  • 20. Operasi File  Tahapan Operasi File: 1. Membuka/mengaktifkan file 2. Melaksanakan proses file 3. Menutup file  Membuka/mengaktifkan File  Sebelum file dapat diakses (dibaca atau ditulisi), mula-mula file haruslah diaktifkan terlebih dahulu. Untuk keperluan ini fungsi yang digunakan yaitu fopen() contoh: FILE *fopen( char *namfile, char *mode);  Namafile berupa nama dari file yg diaktifkan  Mode jenis operasi yg dilakukan terhadap file  Prototipe ada pada file stdio.h
  • 21.  Jenis operasi  r = menyatakan file yg hanya akan dibaca  w = menyatakan file baru diciptakan, selanjutnya operasi akan dilakukan perekaman data.  A = untuk membuka file yg sudah ada di dalam disk, operasi dilakukan penambahan data  r+ = membuka file yg sudah ada dan operasi yg akan dilakukan pembacaan dan penulisan  w+ = membuka file untuk pembacaan dan penulisan dan jika sudah ada file, isinya akan terhapus.  a+ = membuka file dengan operasi yg dapat dilakukan berupa rekaman maupun pembacaan, jika file sudah ada, isi tidak akan terhapus.
  • 22.  Menutup file  Apabila file tidak diproses lagi, maka file tersebut perlu ditutup. Menggunakan perintah fclose()  Contoh : int fclose(FILE *pf) //untuk menutup satu file  sedangkan untuk menutup semua file yang sedang terbuka menggunakan fcloseall() contoh : int fcloseall(void);  Operasi Penyimpanan dan Pembacaan File per karakter  Fungsi fputc()  Sebuah karakter dapat disimpan/dituliskan ke dalam file dengan menggunakan fungsi tersebut. Deklarasi umum:  Int fputc(char kar, FILE *ptr_file);
  • 23.  Fungsi fgetc()  Digunakan untuk melihat isi file yang dibuat, protipe dari fungsi ini adalah stdio.h  Int fgetc(FILE *ptr_file);
  • 24. Sistem File  Atribut File  Nama, informasi disimpan dalam bentuk yang dapat dibaca manusia  Tipe, diperlukan sistem yang mendukung tipe yang berbeda.  Lokasi, pointer ke lokasi file pada perangkat.  Ukuran, ukuran file saat ini.  Proteksi, mengontrol siapa yang dapat membaca, menulis dan mengeksekusi.  Waktu, tanggal dan identifikasi user, data untuk monitoring proteksi, sekuriti.  Membuat file (create)  Menulis file (write)  Membaca file (read)  Reposisi dalam file (file seek)  Menghapus file (delete)  Memotong file (truncate)  Open(Fi) mencari struktur direktori untuk entry Fi dan memindahkan isi entry ke memori.  Close (Fi) memindahkan isi entry Fi di memori ke struktur direktori pada disk.  Operasi tambahan yang biasanya dilakukan terhadap file adalah :  Menambah (append) informasi baru pada akhir file yang sudah ada  Mengubah nama (rename) file yang sudah ada  Membuat duplikasi (copy) file
  • 25.  Beberapa informasi yang berkaitan dg pembukaan file yaitu  Pointer file.  Jumlah file yang dibuka.  Lokasi file pada disk.
  • 26. Tipe File
  • 27.  UNIX menggunakan magic number yang disimpan pada awal file untuk  mengindikasikan tipe file berupa program executable, batch file (shell script), file  postscript dan lain-lain. Tidak semua file mempunyai magic number, sehingga  informasi tipe tidak dapat digambarkan. UNIX tidak menyimpan nama dari program  pembuatnya. UNIX juga mengijinkan nama extension dari file tersembunyi, sehingga  user dapat menentukan tipe file sendiri dan tidak tergantung pada sistem operasi.