MAKALAHPERKEMBANGAN SENI RUPA       BARAT Kelompok   :                -   Novalia Rachmah                -   Raissa D. Agu...
Kelainan/Penyakit pada PernapasanSistem pernapasan dapat mengalami berbagai gangguan, baik karena kelainan sistempernapasa...
• Penyakit TBCPenyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, ataukaya) dan dimana saja....
Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segeraakan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk...
Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbulsesuai dengan organ yang terlibat. Gamba...
PENGOBATAN TBCPengobatan TBC Kriteria I (Tidak pernah terinfeksi, ada riwayat kontak, tidak menderitaTBC) dan II (Terinfek...
masyarakat. Program ini dilakukan dengan cara mengawasi pasien dalam menelan obatsetiap hari,terutama pada fase awal pengo...
1. 2HR/7H2R2 : INH+Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian      INH +Rifampisin setiap hari atau 2 kali se...
OBAT TBCTuberkulosis (TBC) dapat menyerang berbagai organ tubuh tetapi yang akan dibahasadalah obat TBC untuk paru-paru. T...
kekurangan vitamin B6, penyakit pellara, hiperglikemia, asidosis metabolik,ginekomastia, gejala reumatik, gejala mirip Sys...
• ASMAAsma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karenaadanya respon yang berlebih terhadap ran...
alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atauberada dalam cuaca dingin. Stres dan...
Bronkodilator per-oral (ditelan) dan suntikan dapat menjangkau daerah tersebut, tetapimemiliki efek samping dan mula kerja...
leukotrien (bahan kimia yang dibuat oleh tubuh yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala asma).Suatu serangan asma harus m...
•   INFLUENZA    Influenza (flu) adalah suatu infeksi virus yang menyebabkan demam, hidung    meler, sakit kepala, batuk, ...
KOMPLIKASIInfluenza merupakan penyakit serius, tetapi sebagian besar penderita akankembali sehat dalam waktu 7-10 hari.Kom...
Jika segera diberikan pada infeksi influenza A yang belum mengalamikomplikasi, obat rimantadin atau amantadin bisa membant...
• FaringitisVirus adalah penyakit radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus.Gejala KlinisDemam, tidak bergairah, rasa ...
KomplikasiPenyakit ini, jika dibiarkan sampai menjadi berat, dapat menimbulkan radang ginjal(glomerulonefritis akut), dema...
•   Tembakau dan rokok lainnya.[sunting] GejalaGejalanya berupa:   •   batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)  ...
Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisadiberikan aspirin atau acetaminophen; kepada...
Didalam rongga sinus terdapat lapisan yang terdiri dari bulu-bulu halus yang disebut dengan cilia.Fungsi dari cilia ini ad...
•   Berkurangnya indra penciuman    •   Batuk, biasanya akan memburuk saat malam    •   Nafas berbau (halitosis)    •   Sa...
diperlukan pengobatan untuk mengobati infeksi jamur. Tindakan operasi untuk membersihkan &mengeringkan rongga sinus mungki...
•   Kanker-Kanker: contohnya, penyebaran dari kanker paru atau kanker payudara ke       pleura   •   Tumor-Tumor Dari Pleu...
dengan denyut jantung dan tidak berubah dengan pernapasan). Dengan jumlah-jumlahyang besar dari akumulasi cairan pleural, ...
disegel yang dihubungkan ke alat pengisapan dalam rangka untuk menciptakanlingkungan tekanan negatif. Pada kasus-kasus yan...
1. Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau      suatu bahan yang diubah menjadi asam.   ...
DIAGNOSADiagnosis asidosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pengukuran pHdarah yang diambil dari darah arteri (arteri...
Sitem pernafasan
Sitem pernafasan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sitem pernafasan

4,560 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,560
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
148
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sitem pernafasan

  1. 1. MAKALAHPERKEMBANGAN SENI RUPA BARAT Kelompok : - Novalia Rachmah - Raissa D. Agustine - Bella Lerian - Nesha Kristina - Agung agustian - Muhamad iqbal sp - Willy ahmad - Alam riski - Galih indra - Arga - Hapidz SMA NEGERI 3 KOTA SUKABUMI
  2. 2. Kelainan/Penyakit pada PernapasanSistem pernapasan dapat mengalami berbagai gangguan, baik karena kelainan sistempernapasan atau akibat infeksi kuman. Beberapa jenis gangguan antara lain : 1. Asma/sesak napas, penyempitan saluran napas akibat otot polos pembentuk dinding saluran terus berkontraksi, disebabkan alergi atau kekurangan hormon adrenalin. 2. Asfiksi, gangguan pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan akibat tenggelam, pneumonia, keracunan CO. 3. Asidosis, akibat peningkatan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah 4. Wajah adenoid (wajah bodoh), penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa (polip), pembengkakan di tekak (amandel). 5. Pneumonia, radang paru-paru akibat infeksi bakteri Diplococcus pneumonia. 6. Difteri, penyumbatan faring/laring oleh lendir akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae 7. Emfisema, menggelembungnya paru-paru akibat perluasan alveolus berlebihan. 8. Tuberculosis (TBC), penyakit paru-paru akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosa. 9. Peradangan pada sistem pernapasan :  bronchitis, radang bronkhus.  laringitis, radang laring  faringitis, radang faring  pleuritis, radang selaput paru-paru  renitis, radang rongga hidung  sinusitis, radang pada bagian atas rongga hidung
  3. 3. • Penyakit TBCPenyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, ataukaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat jutakasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan olehTBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia.Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%.Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHOpada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.Penyebab Penyakit TBCPenyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakteriumtuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal jugasebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh RobertKoch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebutdiberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagaiKoch Pulmonum (KP). Bakteri Mikobakterium tuberkulosaCara Penularan Penyakit TBCPenyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteriMikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan padaanak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bilasering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak(terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebarmelalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapatmenginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluranpencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuhyang paling sering terkena yaitu paru-paru.
  4. 4. Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segeraakan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melaluiserangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melaluipembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukandinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akanmenjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihatsebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormantsepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yangkurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambahbanyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruanginilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telahmemproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkelberlebih dan positif terinfeksi TBC.Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkandengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belumoptimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah pendudukyang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disampingitu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktoryang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.Gejala Penyakit TBC
  5. 5. Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbulsesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutamapada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.Gejala sistemik/umum • Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. • Penurunan nafsu makan dan berat badan. • Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). • Perasaan tidak enak (malaise), lemah.Gejala khusus • Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak. • Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada. • Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah. • Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahuiadanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak denganpenderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTApositif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.Penegakan DiagnosisApabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perludilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah: o Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya. o Pemeriksaan fisik. o Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak). o Pemeriksaan patologi anatomi (PA). o Rontgen dada (thorax photo). o Uji tuberkulin.
  6. 6. PENGOBATAN TBCPengobatan TBC Kriteria I (Tidak pernah terinfeksi, ada riwayat kontak, tidak menderitaTBC) dan II (Terinfeksi TBC/test tuberkulin (+), tetapi tidak menderita TBC (gejala TBCtidak ada, radiologi tidak mendukung dan bakteriologi negatif) memerlukan pencegahandengan pemberian INH 5–10 mg/kgbb/hari. 1. Pencegahan (profilaksis) primer Anak yang kontak erat dengan penderita TBC BTA (+). INH minimal 3 bulan walaupun uji tuberkulin (-). Terapi profilaksis dihentikan bila hasil uji tuberkulin ulang menjadi (-) atau sumber penularan TB aktif sudah tidak ada. 2. Pencegahan (profilaksis) sekunder Anak dengan infeksi TBC yaitu uji tuberkulin (+) tetapi tidak ada gejala sakit TBC. Profilaksis diberikan selama 6-9 bulan.Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu : o Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini. o Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.Dosis obat antituberkulosis (OAT) Obat Dosis harian Dosis 2x/minggu Dosis 3x/minggu (mg/kgbb/hari) (mg/kgbb/hari) (mg/kgbb/hari)INH 5-15 (maks 300 mg) 15-40 (maks. 900 mg) 15-40 (maks. 900 mg)Rifampisin 10-20 (maks. 600 mg) 10-20 (maks. 600 mg) 15-20 (maks. 600 mg)Pirazinamid 15-40 (maks. 2 g) 50-70 (maks. 4 g) 15-30 (maks. 3 g)Etambutol 15-25 (maks. 2,5 g) 50 (maks. 2,5 g) 15-25 (maks. 2,5 g)Streptomisin 15-40 (maks. 1 g) 25-40 (maks. 1,5 g) 25-40 (maks. 1,5 g)Sejak 1995, program Pemberantasan Penyakit TBC di Indonesia mengalami perubahanmanajemen operasional, disesuaikan dengan strategi global yanng direkomendasikan olehWHO. Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti Indonesia – WHO joint Evaluationdan National Tuberkulosis Program in Indonesia pada April 1994. Dalam program ini,prioritas ditujukan pada peningkatan mutu pelayanan dan penggunaan obat yang rasionaluntuk memutuskan rantai penularan serta mencegah meluasnya resistensi kuman TBC di
  7. 7. masyarakat. Program ini dilakukan dengan cara mengawasi pasien dalam menelan obatsetiap hari,terutama pada fase awal pengobatan.Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) pertama kali diperkenalkanpada tahun 1996 dan telah diimplementasikan secara meluas dalam sistem pelayanankesehatan masyarakat. Sampai dengan tahun 2001, 98% dari populasi penduduk dapatmengakses pelayanan DOTS di puskesmas. Strategi ini diartikan sebagai "pengawasanlangsung menelan obat jangka pendek oleh pengawas pengobatan" setiap hari.Indonesia adalah negara high burden, dan sedang memperluas strategi DOTS dengancepat, karenanya baseline drug susceptibility data (DST) akan menjadi alat pemantau danindikator program yang amat penting. Berdasarkan data dari beberapa wilayah,identifikasi dan pengobatan TBC melalui Rumah Sakit mencapai 20-50% dari kasus BTApositif, dan lebih banyak lagi untuk kasus BTA negatif. Jika tidak bekerja sama denganPuskesmas, maka banyak pasien yang didiagnosis oleh RS memiliki risiko tinggi dalamkegagalan pengobatan, dan mungkin menimbulkan kekebalan obat.Akibat kurang baiknya penanganan pengobatan penderita TBC dan lemahnyaimplementasi strategi DOTS. Penderita yang mengidap BTA yang resisten terhadap OATakan menyebarkan infeksi TBC dengan kuman yang bersifat MDR (Multi-drugsResistant). Untuk kasus MDR-TB dibutuhkan obat lain selain obat standard pengobatanTBC yaitu obat fluorokuinolon seperti siprofloksasin, ofloxacin, levofloxacin (hanyasangat disayangkan bahwa obat ini tidak dianjurkan pada anak dalam masapertumbuhan).Pengobatan TBC pada orang dewasa • Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3 Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali dalam seminggu (tahap lanjutan). Diberikan kepada: o Penderita baru TBC paru BTA positif. o Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat. • Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3 Diberikan kepada: o Penderita kambuh. o Penderita gagal terapi. o Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat. • Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3 Diberikan kepada: o Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.Pengobatan TBC pada anakAdapun dosis untuk pengobatan TBC jangka pendek selama 6 atau 9 bulan, yaitu:
  8. 8. 1. 2HR/7H2R2 : INH+Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH +Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH). 2. 2HRZ/4H2R2 : INH+Rifampisin+Pirazinamid: setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH+Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).Pengobatan TBC pada anak-anak jika INH dan rifampisin diberikan bersamaan, dosismaksimal perhari INH 10 mg/kgbb dan rifampisin 15 mg/kgbb.Dosis anak INH dan rifampisin yang diberikan untuk kasus:TB tidak berat INH : 5 mg/kgbb/hari Rifampisin : 10 mg/kgbb/hariTB berat (milier dan meningitis TBC) INH : 10 mg/kgbb/hari Rifampisin : 15 mg/kgbb/hari Dosis prednison : 1-2 mg/kgbb/hari (maks. 60 mg)
  9. 9. OBAT TBCTuberkulosis (TBC) dapat menyerang berbagai organ tubuh tetapi yang akan dibahasadalah obat TBC untuk paru-paru. Tujuan pengobatan TBC ialah memusnahkan basiltuberkulosis dengan cepat dan mencegah kambuh. Idealnya pengobatan dengan obat TBCdapat menghasilkan pemeriksaan sputum negatif baik pada uji dahak maupun biakankuman dan hasil ini tetap negatif selamanya.Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu : • Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini. • Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.Meskipun demikian, pengobatan TBC paru-paru hampir selalu menggunakan tiga obatyaitu INH, rifampisin dan pirazinamid pada bulan pertama selama tidak ada resistensiterhadap satu atau lebih obat TBC primer ini.IsoniazidIsoniazid atau isonikotinil hidrazid yang disingkat dengan INH. Isoniazid secara in vitrobersifat tuberkulostatik (menahan perkembangan bakteri) dan tuberkulosid (membunuhbakteri).Mekanisme kerja isoniazid memiliki efek pada lemak, biosintesis asam nukleat,danglikolisis. Efek utamanya ialah menghambat biosintesis asam mikolat (mycolic acid)yang merupakan unsur penting dinding sel mikobakterium. Isoniazid menghilangkan sifattahan asam dan menurunkan jumlah lemak yang terekstrasi oleh metanol darimikobakterium.Isoniazid mudah diabsorpsi pada pemberian oral maupun parenteral. Kadar puncakdiperoleh dalam waktu 1–2 jam setelah pemberian oral. Di hati, isoniazid mengalamiasetilasi dan pada manusia kecepatan metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor genetikyang secara bermakna mempengaruhi kadar obat dalam plasma. Namun, perbedaan initidak berpengaruh pada efektivitas dan atau toksisitas isoniazidbila obat ini diberikansetiap hari.Efek sampingMual, muntah, anoreksia, letih, malaise, lemah, gangguan saluran pencernaan lain,neuritis perifer, neuritis optikus, reaksi hipersensitivitas, demam, ruam, ikterus, diskrasiadarah, psikosis, kejang, sakit kepala, mengantuk, pusing, mulut kering, gangguan BAK,
  10. 10. kekurangan vitamin B6, penyakit pellara, hiperglikemia, asidosis metabolik,ginekomastia, gejala reumatik, gejala mirip Systemic Lupus Erythematosus.ResistensiResistensi masih merupakan persoalan dan tantangan. Pengobatan TBC dilakukan denganbeberapa kombinasi obat karena penggunaan obat tunggal akan cepat dan mudah terjadiresistensi. Disamping itu, resistensi terjadi akibat kurangnya kepatuhan pasien dalammeminum obat. Waktu terapi yang cukup lama yaitu antara 6–9 bulan sehingga pasienbanyak yang tidak patuh minum obatselama menjalani terapi.Isoniazid masih merupakan obat yang sangat penting untuk mengobati semua tipe TBC.Efek sampingnya dapat menimbulkan anemia sehingga dianjurkan juga untukmengkonsumsi vitamin penambah darah seperti piridoksin (vitamin B6).TB vit B6 sudah mengandung isoniazid dan vitamin B6 dalam satu sediaan, sehinggapraktis hanya minum sekali saja. TB vit B6 tersedia dalam beberapa kemasan untukmemudahkan bila diberikan kepada pasien anak-anak sesuai dengan dosis yangdiperlukan. TB Vit B6 tersedia dalam bentuk: 1. Tablet Mengandung INH 400 mg dan Vit B6 24 mg per tablet 2. Sirup Mengandung INH 100 mg dan Vit B6 10 mg per 5 ml, yang tersedia dalam 2 kemasan : o Sirup 125 ml o Sirup 250 mlPerhatian: • Obat TBC di minum berdasarkan resep dokter dan harus sesuai dengan dosisnya. • Penghentian penggunaan obat TBC harus dilakukan atas seizin dokter.
  11. 11. • ASMAAsma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karenaadanya respon yang berlebih terhadap rangsangan tertentu dan menyebabkan peradangan,namun penyempitan ini bersifat sementara. Pada penderita asma, penyempitan saluranpernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidakakan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagairangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yangmelapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan danpelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluranudara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harusberusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.Sel-sel tertentu di dalam saluran nafas (terutama sel mast) diduga bertanggungjawabterhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskanbahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: - kontraksi ototpolos - peningkatan pembentukan lendir - perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang merekakenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat didalam rumah atau bulu binatang. Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa
  12. 12. alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atauberada dalam cuaca dingin. Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannyahistamin dan leukotrien. Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udarapenderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkanpenyempitan saluran nafas.Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi pada tiap penderita. Beberapa penderitalebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafasyang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalumengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderitasuatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangisatau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi(mengi, bengek), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderitamenghembuskan nafasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahandengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk. Pada kedua keadaan tersebut,yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk ataurasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisaberlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari. Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketikamelakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala.Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasacemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyakkeringat. Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karenasesaknya sangat hebat. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimanapenderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidurkembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaanoksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Meskipun telahmengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna.Agonis reseptor beta-adrenergik merupakan obat terbaik untuk mengurangi seranganasma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicuoleh olahraga. Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik. Namun, bronkodilator yang yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yangcepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot. Bronkodilator yang hanya bekerjapada reseptor beta2-adrenergik, yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru( misalnya albuterol ) hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya.Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanyaberlangsung selama 4-6 jam. Bronkodilator tersedia dalam bentuk tablet, suntikan atauinhaler (obat yang dihirup) dan sangat efektif. Penghirupan bronkodilator akanmengendapkan obat langsung di dalam saluran udara, sehingga mula kerjanya cepat,tetapi tidak dapat menjangkau saluran udara yang mengalami penyumbatan berat.
  13. 13. Bronkodilator per-oral (ditelan) dan suntikan dapat menjangkau daerah tersebut, tetapimemiliki efek samping dan mula kerjanya cenderung lebih lambat.Jenis bronkodilator yang umum digunakan adalah theophylline. Theophylline biasanyadiberikan per-oral (ditelan); dan tersedia dalam berbagai bentuk. Pada serangan asmayang berat, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Jumlahtheophylline di dalam darah bisa diukur di laboratorium dan harus dipantau secara ketat,karena jumlah yang terlalu sedikit tidak akan memberikan efek, sedangkan jumlah yangterlalu banyak bisa menyebabkan irama jantung abnormal atau kejang. Efek sampingmengkonsumsi theophylline adalah penderita bisa merasakan sedikit mual atau gelisah,namun Kedua efek tersebut biasanya hilang saat tubuh dapat menyesuaikan diri denganobat. Pada dosis yang lebih besar, penderita bisa merasakan denyut jantung yang cepatatau palpitasi (jantung berdebar), insomnia (sulit tidur), agitasi (kecemasan, ketakuatan),muntah, dan kejang.Corticosteroid menghalangi respon peradangan dan sangat efektif dalam mengurangigejala asma. Jika digunakan dalam jangka panjang, secara bertahap corticosteroid akanmenyebabkan berkurangnya kecenderungan terjadinya serangan asma denganmengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan. Tetapi penggunaantablet atau suntikan corticosteroid jangka panjang bisa menyebabkan efek sampingseperti : gangguan proses penyembuhan luka, terhambatnya pertumbuhan anak-anak,hilangnya kalsium dari tulang, perdarahan lambung, katarak prematur, peningkatan kadargula darah, penambahan berat badan, kelainan mental.Tablet atau suntikan corticosteroid bisa digunakan selama 1-2 minggu untuk mengurangiserangan asma yang berat. Untuk penggunaan jangka panjang biasanya diberikan inhalercorticosteroid karena dengan inhaler, obat yang sampai di paru-paru 50 kali lebih banyakdibandingkan obat yang sampai ke bagian tubuh lainnya. Corticosteroid per-oral (ditelan)diberikan untuk jangka panjang hanya jika pengobatan lainnya tidak dapatmengendalikan gejala asma.Cromolin dan nedocromil diduga menghalangi pelepasan bahan peradangan dari sel mastdan menyebabkan berkurangnya kemungkinan pengkerutan saluran udara. Obat inidigunakan untuk mencegah terjadinya serangan, bukan untuk mengobati serangan. Obatini terutama efektif untuk anak-anak dan untuk asma karena olah raga. Obat ini sangataman, tetapi relatif mahal dan harus diminum secara teratur meskipun penderita bebasgejala.Obat antikolinergik (contohnya atropin dan ipratropium bromida) bekerja denganmenghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalambronkus oleh asetilkolin. Lebih jauh lagi, obat ini akan menyebabkan pelebaran saluranudara pada penderita yang sebelumnya telah mengkonsumsi agonis reseptor beta2-adrenergik.Pengubah leukotrien (contohnya montelucas, zafirlucas dan zileuton) merupakan obatterbaru untuk membantu mengendalikan asma. Obat ini mencegah aksi atau pembentukan
  14. 14. leukotrien (bahan kimia yang dibuat oleh tubuh yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala asma).Suatu serangan asma harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk membukasaluran pernafasan. Obat yang digunakan untuk mencegah juga digunakan untukmengobati asma, tetapi dalam dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda.m Penanganan dan Pengobatan Penyakit AsmaPenyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinyaserangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatankepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yangmana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsipdasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan(Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untukmembantu melonggarkan saluran pernafasan.Pada kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah padagejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan, maka timkesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet seperti Aminophylin danPrednisolone. Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untukmenyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka berada yangdapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.
  15. 15. • INFLUENZA Influenza (flu) adalah suatu infeksi virus yang menyebabkan demam, hidung meler, sakit kepala, batuk, tidak enak badan (malaise) dan peradangan pada selaput lendir hidung dan saluran pernafasan. PENYEBAB Virus influenza tipe A atau B. Virus ditularkan melalui air liur terinfeksi yang keluar pada saat penderita batuk atau bersin; atau melalui kontak langsung dengan sekresi (ludah, air liur, ingus) penderita. GEJALA Influenza berbeda dengan common cold. Gejalanya timbul dalam waktu 24-48 jam setelah terinfeksi dan bisa timbul secara tiba-tiba. Kedinginan biasanya merupakan petunjuk awal dari influenza. Pada beberapa hari pertama sering terjadi demam, bisa sampai 38,9-39,4?Celsius. Banyak penderita yang merasa sakit sehingga harus tinggal di tempat tidur; mereka merasakan sakit dan nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di punggung dan tungkai. Sakit kepala seringkali bersifat berat, dengan sakit yang dirasakan di sekeliling dan di belakang mata. Cahaya terang bisa memperburuk sakit kepala. Pada awalnya gejala saluran pernafasan relatif ringan, berupa rasa gatal di tenggorokan, rasa panas di dada, batuk kering dan hidung berair. Kemudian batuk akan menghebat dan berdahak. Kulit teraba hangat dan kemerahan, terutama di daerah wajah. Mulut dan tenggorokan berwarna kemerahan, mata berair dan bagian putihnya mengalami peradangan ringan. Kadang-kadang bisa terjadi mual dan muntah, terutama pada anak-anak. Setelah 2-3 hari sebagian besar gejala akan menghilang dengan segera dan demam biasanya mereda, meskipun kadang demam berlangsung sampai 5 hari. Bronkitis dan batuk bisa menetap sampai 10 hari atau lebih, dan diperlukan waktu 6-8 minggu ntuk terjadinya pemulihan total dari perubahan yang terjadi pada saluran pernafasan.
  16. 16. KOMPLIKASIInfluenza merupakan penyakit serius, tetapi sebagian besar penderita akankembali sehat dalam waktu 7-10 hari.Komplikasi bisa memperberat penyakit ini. Resiko tinggi terjadinya komplikasiditemukan pada penderita yang sangat muda, usia lanjut dan penderita penyakitjantung, paru-paru atau sistem saraf.Kadang influenza menyebabkan peradangan saluran pernafasan yang beratdisertai dahak berdarah (bronkitis hemoragik).Komplikasi yang paling berat adalah pneumonia virus; yang bisa berkembangdengan segera dan menyebabkan kematian dalam waktu 48 jam. Pneumonia viruskemungkinan akan terjadi selama wabah influenza A.Komplikasi lainnya dalah pneumonia bakteri yang terjadi karena adanya ganguandalam kemampuan paru-paru untuk melenyapkan atau mengendalikan bakteri didalam saluran pernafasan.Meskipun sangat jarang terjadi, virus influenza jgua dihubungkan denganperadangan otak (ensefalitis), jantung (miokarditis) atau otot (miositis).Ensefalitis bisa menyebabkan penderita tampak mengantuk, bingung atau bahkanjatuh dalam keadaan koma. Miokarditis bisa menyebabkan murmur jantung ataugagal jantung.Sindroma Reye merupakan komplikasi serius dan bisa berakibat fatal, yang terjaditerutama pada anak-anak selama wabah influenza B.Sindroma Reye terutama terjadi jika anak-anak mendapatkan aspirin atau obatyang mengandung aspirin.DIAGNOSADiagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Beratnya penyakit danadanya demam tinggi membedakan influenza dari common cold.Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pembiakan virus dari sekret penderita.PENGOBATANPengobatan flu yang utama adalah istirahat dan berbaring di tempat tidur, minumbanyak cairan dan menghindari kelelahan. Tirah baring sebaiknya dilakukansegera setelah gejala timbul sampai 24-48 setelah suhu tubuh kembali normal.Untuk penyakit yang berat tetapi tanpa komplikasi, bisa diberikan asetaminofenn,aspirin, ibuprofen atau naproksen.Kepada anak-anak tidak boleh diberikan aspirin karena resiko terjadinyasindroma Reye.Obat lainnya yang biasa diberikan adalah dekongestan hidung dan penghirupanuap.
  17. 17. Jika segera diberikan pada infeksi influenza A yang belum mengalamikomplikasi, obat rimantadin atau amantadin bisa membantu mengurangi lama danberatnya demam serta gejala pernafasan.Ribavirin (dalam bentuk obat hirup atau tablet) mampu memperpendek lamanyademam dan mempengaruhi kemampuan virus untuk berkembangbiak, tetapipemakaiannya masih bersifat eksperimental. Ribavirin bisa diberikan untukmeringankan gejala pneumonia virus.Infeksi bakteri sekunder diobati dengan antibiotik.Pneumonia bakteri karena pneumokokus, bisa dicegah dengan memberikan vaksinyang mengandung pneumokokus. Tetapi vaksin ini tidak diberikan kepadaseseorang yang telah menderita influenza.PENCEGAHANSeseorang yang pernah terkana virus influenza, akan membentuk antibodi yangmelindunginya terhadap infeksi ulang oleh virus tertentu.Tetapi cara terbaik untuk mencegah terjadinya influenza adalah vaksinasi yangdilakukan setiap tahun.Vaksin influenza mengandung virus influenza yang tidak aktif (dimatikan) ataupartikel-partikel virus.Suatu vaksin bisa bersifat monovalen (1 spesies) atau polivalen (biasanya 3spesies).Suatu vaksin monovalen bisa diberikan dalam dosis tinggi untuk melawan suatujenis virus yang baru, sedangkan suatu vaksin polivalen menambah pertahananterhadap lebih dari satu jenis virus.Amantadin atau rimantadin merupakan 2 obat anti-virus yang bisa melindungiterhadap influenza A saja.Obat ini digunakan selama wabah influenza A untuk melindungi orang-orangyang kontak dengan penderita dan orang yang memiliki resiko tinggi-yang belummenerima vaksinasi.Pemakaian obat bisa dihentikan dalam waktu 2-3 minggu setelah menjalanivaksinasi. Jika tidak dapat dilakukan vaksinasi, maka obat diberikan selamaterjadi wabah, biasanya selama 6-8 minggu.Oba ini bisa menyebabkan gelisah, sulit tidur dan efek samping lainnya, terutamapada usia lanjut dan pada penderita kelainan otak atau ginjal.
  18. 18. • FaringitisVirus adalah penyakit radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus.Gejala KlinisDemam, tidak bergairah, rasa nyeri di kepala, mual Bisa disertai dengan suara serak,batuk dan radang pada hidung (Rhinitis). Penyakit ini dapat berlangsung selama1-2 hariatau dalam hal-hal tertentu dapat menetap sampai seminggu lamanya.PengobatanKarena penyebabnya adalah virus maka tidak diperlukan antibiotika, cukup diberikanobat-obat yang dapat menghilangkan gejala-gejala itu.Faringitis StreptokokusKalau pada Faringitis Virus penyebabnya adalah virus, maka Faringitis Streptokokusadalah penyakit radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptokokus,khususnya streptokokus ß hemolitikus group A.Gejala KlinisPenyakit ini cenderung akut dengan disertai demam yang tinggi, sakit kepala, rasa nyeridi perut dan muntah-muntah. Tenggorokan terasa nyeri, amandel menjadi berwarnamerah dan membengkak. Pada anak yang sudah lebih besar, akan terlihat adanya lapisanseperti krim di atas amandel (eksudat) yang tidak mengeluarkan darah bila disentuh.Kelenjar getah bening di leher sering membengkak dan terasa nyeri bila ditekan. Berbedadengan faringitis virus, penderita faringitis streptokokus tidak mengalami rhinitis, suaraserak atau batuk.
  19. 19. KomplikasiPenyakit ini, jika dibiarkan sampai menjadi berat, dapat menimbulkan radang ginjal(glomerulonefritis akut), demam rematik akut, otitis media (radang telinga bagiantengah), sinusitis, abses peritonsila dan abses retropharynx (radang di sekitar amandelatau bagian belakang tenggorokan yang dapat menimbulkan nanah).PengobatanPenisilin G merupakan antibiotika yang dipilih untuk mengatasi faringitis streptokokus.Respon dapat diharapkan dalam waktu 4-36 jam. Pengobatan diberikan selama palingsedikit 10-14 hari jika dapat dipastikan bahwa penyebabnya adalah streptokokus ßhemolitikus grup A. Hal ini adalah untuk mengurangi insiden demam rematik. Untukmenurunkan panas dan menghilangkan rasa sakit dapat diberikan parasetamol atauaspirin. Sebaiknya makan makanan yang lunak. • Bronkitisadalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapipada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung ataupenyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius. [sunting] PenyebabBronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupaibakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia)Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-parudan saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari: • Sinusitis kronis • Bronkiektasis • Alergi • Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh: • Berbagai jenis debu • Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin • Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
  20. 20. • Tembakau dan rokok lainnya.[sunting] GejalaGejalanya berupa: • batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan) • sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan • sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu) • bengek • lelah • pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan • wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan • pipi tampak kemerahan • sakit kepala • gangguan penglihatan.Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler,lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidakberdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih ataukuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadidemam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi nafas mengi,terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia.[sunting] DiagnosaDiagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir. Padapemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyipernafasan yang abnormal.Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: • Tes fungsi paru-paru • Gas darah arteri • Rontgen dada. •Pengobatan
  21. 21. Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisadiberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikanacetaminophen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnyaadalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi)dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru. Kepada penderita dewasadiberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycindiberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae. Kepadapenderita anak-anak diberikan amoxicillin. Jika penyebabnya virus, tidak diberikanantibiotik.Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat berat, maka dilakukanpemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukanpenggantian antibiotik. • SINUTISR asa sakit di bagian dahi, pipi, hidung atau daerah diantara mata terkadang dibarengidengan demam, sakit kepala, sakit gigi atau bahkan menurunnya kepekaan indra penciuman kitamerupakan salah satu gejala sinusitis. Terkadang karena gejala yang kita rasakan tidak spesifik,kita salah mengartikan gejala-gejala tersebut dengan penyakit lain sehingga membuat penyakitsinusitis yang diderita berkembang tanpa diobati. Untuk lebih mengenal lagi tentang penyakitsinusitis & pengobatannya, berikut uraiannya.Sinusitis adalah penyakit yang terjadi di daerah sinus. Sinus sendiri adalah rongga udara yangterdapat di area wajah yang terhubung dengan hidung. Fungsi dari rongga sinus sendiri adalahuntuk menjaga kelembapan hidung & menjaga pertukaran udara di daerah hidung. Rongga sinussendiri terdiri dari 4 jenis, yaitu : • Sinus Frontal, terletak di atas mata dibagian tengah dari masing-masing alis • Sinus Maxillary, terletak diantara tulang pipi, tepat disamping hidung • Sinus Ethmoid, terletak diantara mata, tepat di belakang tulang hidung • Sinus Sphenoid, terletak dibelakang sinus ethmoid & dibelakang mata
  22. 22. Didalam rongga sinus terdapat lapisan yang terdiri dari bulu-bulu halus yang disebut dengan cilia.Fungsi dari cilia ini adalah untuk mendorong lendir yang di produksi didalam sinus menuju kesaluran pernafasan. Gerakan cilia mendorong lendir ini berguna untuk membersihkan salurannafas dari kotoran ataupun organisme yang mungkin ada. Ketika lapisan rongga sinus inimembengkak maka cairan lendir yang ada tidak dapat bergerak keluar & terperangkap di dalamrongga sinus.Jadi sinusitis terjadi apabila terdapat peradangan didaerah lapisan rongga sinus yangmenyebabkan lendir terperangkap di rongga sinus & menjadi tempat tumbuhnya bakteri.Sinusitis sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : • Sinusitis akut : gejala dirasakan selama 2-8 minggu • Sinusitis kronis : biasanya gejala dirasakan lebih dari 8 mingguSinusitis akut dapat disebabkan oleh kerusakan lapisan rongga sinus akibat infeksi atau tindakanbedah. Sedangkan sinusitis kronis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.Sinusitis dapat terjadi akibat dari beberapa faktor dibawah ini : • Bulu-bulu halus didalam rongga sinus (cilia) tidak bekerja secara maksimal akibat kondisi medis tertentu • Flu & alergi menyebabkan lendir diproduksi secara berlebih atau menutupi rongga sinus • Adanya kelainan pada sekat rongga hidung, kelainan tulang hidung ataupun polip pada hidung dapat menutupi rongga sinus Selain hal tersebut diatas, apapun yang dapat menyebabkan bengkak pada lapisan rongga sinus ataupun menahan cilia untuk mendorong lendir dapat menyebabkan sinusitis. Hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan pada suhu & tekanan udara. Alergi, penggunaan penyemprot hidung secara berlebihan, merokok, berenang atau menyelam dapat meningkatkan resiko terkena sinusitis. Ketika sinusitis terjadi karena infeksi bakteri ataupun virus, maka akan terjadi infeksi pada rongga sinus. Kadangkala infeksi sinus terjadi setelah kita mengalami flu. Virus flu tersebut akan menyerang lapisan rongga sinus, menyebabkan lapisan sinus bengkak & rongga sinus menjadi mengecil. Tubuh bereaksi terhadap virus tersebut denganmemproduksi lebih banyak lendir. Tetapi karena rongga sinus mengecil maka lendir terperangkapdidalam rongga sinus & menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Bakeri tersebutlah yangmenyebabkan terjadinya infeksi sinus.Gejala dari sinusitis adalah : • Rasa sakit atau adanya tekanan di daerah dahi, pipi, hidung & diantara mata • Sakit kepala • Demam • Hidung mampet
  23. 23. • Berkurangnya indra penciuman • Batuk, biasanya akan memburuk saat malam • Nafas berbau (halitosis) • Sakit gigiSelain gejala tersebut diatas, salah satu gejala sinusitis akut pada orang dewasa adalah adanyaflu yang tidak membaik atau memburuk setelah 5-7 hari. Gejala pada sinusitis kronis samaseperti diatas tetapi cenderung terlihat lebih ringan & bertahan selama lebih dari 8 minggu.Gejala sinusitis pada anak-anak meliputi : • Timbul flu atau penyakit pernafasan yang makin memburuk • Demam tinggi disertai dengan adanya lendir pernafasan yang berwarna gelap • Adanya lendir pernafasan dengan atau tanpa adanya flu yang hadir lebih dari 10 hari & tidak membaikUntuk penetapan diagnosa sinusitis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan berikut : • Mencari tanda adanya polip di hidung • Menyinari rongga sinus dengan cahaya (transiluminasi) untuk melihat adanya peradangan • Mengetuk rongga sinus untuk melihat adanya infeksi • Melihat kedalam rongga sinus melalui pemeriksaan fiberoptik (disebut juga dengan endoscopy atau rhinoscopy) dapat juga digunakan untuk mendiagnosa sinusitis. Hal ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis THT. • Bila perlu CT scan dapat juga dilakukan untuk mendiagnosa adanya sinusitis. • Apabila sinusitis diduga terkait karena tumor atau infeksi jamur, maka MRI terhadap rongga sinus dapat dilakukan.Jika anak anda menderita sinusitis kronis atau yang berulang (sering kambuh) maka tes-tesberikut perlu juga dilakukan : • Tes alergi • Tes HIV atau tes untuk melihat rendahnya fungsi imun • Tes untuk melihat fungsi cilia • Cytology hidung • Cystic fibrosisPengobatan yang biasa dilakukan untuk sinusitis meliputi : • Suntikan anti alergi • Menghindari pencetus alergi • Semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid untuk membantu mengurangi bengkak di rongga sinus, terutama karena adanya polip ataupun karena alergiSinusitis akut sebaiknya diberikan pengobatan selama 10-14 hari, sedangkan sinusitis kronissebaiknya diberi pengobatan untuk 3-4 minggu. Bagi beberapa penderita sinusitis kronis mungkin
  24. 24. diperlukan pengobatan untuk mengobati infeksi jamur. Tindakan operasi untuk membersihkan &mengeringkan rongga sinus mungkin diperlukan terutama bagi pasien yang mengalamiperadangan yang berulang.Pemberian antibiotika biasanya tidak diperlukan untuk mengobati sinusitis akut, karena biasanyainfeksi akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi antibiotika dapat diberikan apabila terjadi hal-halberikut ini : • Anak dengan kondisi pilek biasanya disertai dengan batuk yang tidak kunjung membaik setelah 2-3 minggu • Demam dengan suhu tubuh lebih dari 39°C • Adanya bengkak yang parah di area sekitar mata • Sakit kepala atau sakit di daerah wajahJadi apabila anda merasakan gejala-gejala seperti flu tetapi tidak kunjung sembuh atau seringterjadi kembali. Jangan anggap remeh gejala tersebut, karena bisa saja hal itu merupakanpertanda adanya penyakit sinusitis. • Pleurisy (Pleuritis)Definisi PleurisyPleurisy adalah peradangan dari lapisan sekeliling paru-paru (pleura). Ada dua pleura:satu yang melindungi paru (diistilahkan visceral pleura) dan yang lain melindungidinding bagian dalam dari dada (parietal pleura). Dua lapisan-lapisan ini dilumasi olehcairan pleural.Pleurisy seringkali dihubungkan dengan akumulasi dari cairan ekstra dalam ruang antaradua lapisan dari pleura. Cairan ini dirujuk sebagai pleural effusion. Pleurisy juga dirujuksebagai pleuritis.Serat-serat nyeri dari paru berlokasi pada pleura. Ketika jaringan ini meradang, ituberakibat pada nyeri yang tajam pada dada yang memburuk dengan napas, atau pleurisy.Gejala-gejala lain dari pleurisy dapat termasuk batuk, kepekaan dada, dan sesak napas.Penyebab PleurisyPleurisy dapat disebabkan oleh apa saja dari kondisi-kondisi berikut: • Infeksi-Infeksi: bakteri-bakteri (termasuk yang menyebabkan tuberculosis), jamur-jamnur, parasit-parasit, atau virus-virus • Kimia-Kimia Yang Terhisap Atau Senyawa-Senyawa Beracun: paparan pada beberapa agen-agen perbersih seperti ammonia • Penyakit-Penyakit Vaskular Kolagen: lupus, rheumatoid arthritis
  25. 25. • Kanker-Kanker: contohnya, penyebaran dari kanker paru atau kanker payudara ke pleura • Tumor-Tumor Dari Pleura: mesothelioma atau sarcoma • Kemacetan: gagal jantung • Pulmonary embolism: bekuan darah didalam pembuluh-pembuluh darah ke paru- paru. Bekuan-bekuan ini adakalanya dengan parah mengurangi darah dan oksigen ke bagian-bagian dari paru dan dapat berakibat pada kematian pada bagian itu dari jaringan paru (diistilahkan lung infarction). Ini juga dapat menyebabkan pleurisy. • Rintangan dari Kanal-Kanal Limfa: sebagai akibat dari tumor-tumor paru yang berlokasi secara central • Trauma: patah-patahan rusuk atau iritasi dari tabung-tabung dada yang digunakan untuk mengalirkan udara atau cairan dari rongga pleural pada dada • Obat-Obat Tertentu: obat-obat yang dapat menyebabkan sindrom-sindrom seperti lupus (seperti Hydralazine, Procan, Dilantin, dan lain-lainnya) • Proses-proses Perut: seperti pankreatitis, sirosis hati • Lung infarction: kematian jaringan paru yang disebabkan oleh kekurangan oksigen dari suplai darah yang burukGejala-Gejala Pleurisy • Nyeri pada dada yang diperburuk oleh bernapas • Sesak Napas • Perasaan "ditikam"Gejala yang paling umum dari pleurisy adalah nyeri yang umumnya diperburuk olehpenghisapan (menarik napas). Meskipun paru-paru sendiri tidak mengandung syaraf-syaraf nyeri apa saja, pleura mengandung berlimpah-limpah ujung-ujung syaraf. Ketikacairan ekstra berakumulasi dalam ruang antara lapisan-lapisan dari pleura, nyeri biasanyadalam bentuk pleurisy yang kurang parah. Dengan jumlah-jumlah akumulasi cairan yangsangat besar, ekspansi dari paru-paru dapat dibatasi, dan sesak napas dapat memburuk.Mendiagnosa PleurisyNyeri dari pleurisy adalah sangat khusus. Nyerinya di dada dan biasanya tajam dandiperburuk oleh bernapas. Bagaimanapun, nyerinya dapat dikacaukan dengan nyeri dari: • Peradangan sekitar jantung (pericarditis) • Serangan jantung (myocardial infarction) • Kebocoran udara didalam dada (pneumothorax)Untuk membuat diagnosis dari pleurisy, dokter memeriksa dada pada area nyeri danseringkali dapat mendegar (dengan stethoscope) friksi (gesekan) yang dihasilkan olehgosokan dari dua lapisan pleura yang meradang dengan setaip pernapasan. Bunyi yangdihasilkan oleh suara ini diistilahkan sebagai pleural friction rub. (Berlawanandengannya, friksi dari gosokan yang terdengar dengan pericarditis adalah serempak
  26. 26. dengan denyut jantung dan tidak berubah dengan pernapasan). Dengan jumlah-jumlahyang besar dari akumulasi cairan pleural, disana mungkin ada suara-suara pernapasanyang berkurang (suara-suara pernapasan yang kurang didengar melalui stethoscope) dandada bunyinya tumpul ketika dokter mengetuk diatasnya (ketumpulan atas ketukan).X-ray dada pada posisi tegak lurus dan ketika berbaring pada sisi adalah alat yang akuratdalam mendiagnosa jumlah-jumlah yang kecil dari cairan dalam ruang pleural. Adalahmungkin untuk memperkirakan jumlah dari cairan ynag terkumpul dengan penemuan-penemuan pada x-ray. (Adakalaya, sebanyak 4-5 liter cairan dapat berakumulasi didalamruang pleural).Ultrasound adalah juga metode yang sensitif untuk mendeteksi kehadiran cairan pleural.CT scan dapat sangat bermanfaat dalam mendeteksi kantong-kantong yang terjebak daricairan pleural serta dalam menentukan sifat dari jaringan-jaringan yang mengelilingiarea.Pengangkatan cairan pleural dengan suntikan (penyedotan) adalah penting dalammendiagnosa penyebab dari pleurisy. Warna, konsistensi, dan kejernihan dari cairandianalisa dalam laboratorium. Analisa cairan didefinisikan sebagai "exudate" (tinggidalam protein, rendah dalam gula, tinggi dalam enzim LDH, dan tinggi dalam jumlah selputih; karakteristik dari proses peradangan) atau "transudate" (mengandung tingkat-tingkat yang normal dari kimia-kimia tubuh ini). Penyebab-penyebab dari cairan exudatetermasuk infeksi-infeksi (seperti pneumonia), kanker, tuberculosis, dan penyakit-penyakitcollagen (seperti rheumatoid arthritis danlupus). Penyebab-penyebab dari cairantransudate adalah gagal jantung kongesti dan penyakit-penyakit hati dan ginjal.Pulmonary emboli dapat menyebabkan salah satu dari transudates atau exudates padaruang pleural.Cairan juga dapat diuji untuk kehadiran dari organisme-organisme infeksius dan sel-sel kanker. Pada beberapa kasus-kasus, potongan kecil dari pleura mungkin diangkat untukstMerawat PleurisyExternal splinting dari dinding dada dan obat nyeri dapat mengurangi nyeri dari pleurisy.Perawatan dari penyakit yang mendasarinya, tentu saja, akhirnya membebaskan pleurisy.Contohnya, jika kondisi jantung, paru, atau ginjal hadir, ia dirawat. Pengangkatan cairandari rongga dada (thoracentesis) dapat menghilangkan nyeri dan sesak napas.Adakalanya pengangkatan cairan dapat membuat pleurisy memburuk sementara karenasekarang dua permukaan pleural yang meradang dapat menggosok secara langsung padasatu sama lainnya dengan setaip pernapasan.Jika cairan pleural menunjukan tanda-tanda infeksi, perawatan yang tepat melibatkanantibiotik-antibiotik dan pengaliran dari cairan. Jika ada nanah didalam ruang pleural,tabung pengaliran dada harus dimasukan. Prosedur ini melibatkan penempatan tabungdidalam dada dibawah pembiusan total. Tabung kemudian disambungkan ke ruang yang
  27. 27. disegel yang dihubungkan ke alat pengisapan dalam rangka untuk menciptakanlingkungan tekanan negatif. Pada kasus-kasus yang berat, dimana ada jumlah-jumlahyang besar dari nanah dan jaringan parut (adhesions), ada keperluan untuk"decortication". Prosedur ini melibatkan pemeriksaan ruang pleural dibawah pembiusandengan scope khusus (thoracoscope). Melalui alat seperti pipa, jaringan parut, nanah,dan puing-puing dapat diangkat. Adakalanya, prosedur operasi terbuka (thoracotomy)diperlukan untuk kasus-kasus yang menyulitkan.Pada kasus-kasus dari pleural effusion yang berakibat dari kanker, cairan seringkaliberakumulasi kembali. Pada tatacara ini, prosedur yang disebut pleurodesis digunakan.Prosedur ini memerlukan menanamkan iritan, seperti bleomycin, tetracycline, ataubedak talc, didalam ruang antara lapisan-lapisan pleural dalam rangka menciptakanperadangan. Peradangan ini, pada gilirannya, akan melekatkan dua pleura bersama ketikaluka parut berkembang. Prosedur ini dengan demikian melenyapkan ruang antara pleuradan mencegah akumulasi kembali dari cairan.Pencegahan PleurisyPleurisy dapat dicegah, tergantung pada penyebabnya. Contohnya, intervensi dini dalammerawat pneumonia mungkin mencegah akumulasi dari cairan pleural. Pada kasus daripenyakit jantung, paru, atau ginjal, manajemen dari penyakit yang mendasarinya dapatmembantu mencegah akumulasi cairan.udi mikroskopik (dibiopsi) jika ada kecurigaan dari tuberculosis (TB) atau kanker.Asidosis Metabolik DEFINISIAsidosis Metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai denganrendahnya kadar bikarbonat dalam darah.Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH, darah akan benar-benarmenjadi asam.Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepatsebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan caramenurunkan jumlah karbon dioksida.Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan caramengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.Tetapi kedua mekanisme tersebut bisa terlampaui jika tubuh terus menerus menghasilkanterlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan keadaan koma.PENYEBABPenyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama:
  28. 28. 1. Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam. Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun. Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol). Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik. 2. Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme. Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit; salah satu diantaranya adalah diabetes melitus tipe I. Jika diabetes tidak terkendali dengan baik, tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton. Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut, dimana asam laktat dibentuk dari metabolisme gula. 3. Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya. Bahkan jumlah asam yang normalpun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal. Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis, yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam.Penyebab utama dari asidois metabolik:P Gagal ginjal Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal) Ketoasidosis diabetikum Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat) Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis salisilat, metanol, paraldehid,asetazolamid atau amonium kloridaa Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui saluran pencernaankarena diare, ileostomi atau kolostomi.GEJALAAsidosis metabolik ringan bisa tidak menimbulkan gejala, namunbiasanya penderita merasakan mual, muntah dan kelelahan.Pernafasan menjadi lebih dalam atau sedikit lebih cepat, namunkebanyakan penderita tidak memperhatikan hal ini.Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakankelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalamikebingungan.Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun,menyebabkan syok, koma dan kematian.
  29. 29. DIAGNOSADiagnosis asidosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pengukuran pHdarah yang diambil dari darah arteri (arteri radialis di pergelangantangan).Darah arteri digunakan sebagai contoh karena darah vena tidak akuratuntuk mengukur pH darah.Untuk mengetahui penyebabnya, dilakukan pengukuran kadar karbondioksida dan bikarbonat dalam darah.Mungkin diperlukan pemeriksaan tambahan untuk membantumenentukan penyebabnya.Misalnya kadar gula darah yang tinggi dan adanya keton dalam urinbiasanya menunjukkan suatu diabetes yang tak terkendali.Adanya bahan toksik dalam darah menunjukkan bahwa asidosismetabolik yang terjadi disebabkan oleh keracunan atau overdosis.Kadang-kadang dilakukan pemeriksaan air kemih secara mikroskopis danpengukuran pH air kemih.PENGOBATANPengobatan asidosis metabolik tergantung kepada penyebabnya.Sebagai contoh, diabetes dikendalikan dengan insulin atau keracunandiatasi dengan membuang bahan racun tersebut dari dalam darah.Kadang-kadang perlu dilakukan dialisa untuk mengobati overdosis ataukeracunan yang berat.Asidosis metabolik juga bisa diobati secara langsung.Bila terjadi asidosis ringan, yang diperlukan hanya cairan intravena danpengobatan terhadap penyebabnya.Bila terjadi asidosis berat, diberikan bikarbonat mungkin secaraintravena; tetapi bikarbonat hanya memberikan kesembuhan sementaradan dapat membahayakan.

×