Bab 1 kasus
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Bab 1 kasus

on

  • 869 views

 

Statistics

Views

Total Views
869
Views on SlideShare
869
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
12
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Bab 1 kasus Bab 1 kasus Document Transcript

    • 1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangAsuhan keperawatan merupakan titik sentral dalam pelayanan keperawatan,oleh karena itu manajemen asuhan keperawatan yang benar akan meningkatkanmutu pelayanan asuhan keperawatan. Tujuan asuhan keperawatan adalah untukmemandirikan pasien sehingga dapat berfungsi secara optimal. Untuk mencapaikondisi tersebut diperlukan manajemen asuhan keperawatan yang profesional, dansalah satu faktor yang menentukan dalam manajemen tersebut adalah bagaimanaasuhan keperawatan diberikan oleh perawat melalui berbagai pendekatan modelasuhan keperawatan yang diberikan.Penetapan dan keberhasilan model pemberian asuhan keperawatan yangdigunakan di suatu rumah sakit sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranyaadalah bagaimana pemahaman perawat tentang model-model asuhan keperawatantersebut. Salah satu model yang akan di bahas pada kelompok kami yaitu MetodeKeperawatan Modular memiliki kesamaan baik dengan metode keperawatanmaupun metode keperawatan primer (Gillies, 1994). Dalam memberikan asuhankeperawatan dengan menggunakan metode keperawatan modular, satu tim yangterdiri dari dua hingga tiga perawat memiliki tanggung jawab penuh padasekelompok pasien berkisar 8 sampai 12 orang (Magargal, 1987). Hal ini tentu sajadengan suatu persyaratan peralatan yang di butuhkan dalam perawatan cukupmemadai.Adapun salah satu kelebihan dari modular berupa memfasilitasi pelayanankeperawatan yang komprehensif dan holistik dengan pertanggungjawaban yangjelas. Kekurangan nya berupa beban kerja tinggi terutama jika jumlah klien banyaksehingga tugas rutin yang sederhana terlewatkan.Maka dari itu kelompok 3b membahas “Sistem dan Metode Pemberian AskepModular”. Dengan tujuan perawat mampu mengaplikasikan dan memberikan asuhankeperawatan secara langsung.
    • 21.2 Rumusan MasalahBerdasarkan pada latar belakang yang diuraikan di atas, maka permasalahandapat dirumuskan sebagai berikut :1. Bagaimana metode pemberian asuhan keperawatan secara modular dan struktur ?2. Apa metode asuhan keperawatan modular?3. Apa kelebihan dan kekurangan metode suhan keperawatan modular?1.3 Tujuan Penulisan1.3.1 Tujuan UmumSetelah munyusun makalah ini mahasiswa mampu menerapkan pemberianasuhan keperawatan modular kepada pasien.1.3.2 Tujuan Khususa. Mengetahui pengetahuan tentang sistimatika penulisan, kerangka teoritismetode asuhan keperawatan modular.b. Mengetahui cara metode pemberian askep secara modular.1.4 Manfaat PenulisanSesuai dengan latar belakang masalah dan tujuan penulisan yang akan dicapai,maka manfaat yang dapat diharapkan di penelitian ini adalah:1. Bagi KelompokDapat menambah wawasan dan pemahaman tentang metode pemberian askepmodular.2. Bagi Kelompok 3bDapat menambah pengetahuan dan pengertian tentang metode modular.3. Bagi ProfesiDapat memberikan sumbangan ilmu bagi ilmu keperawatan.4. Bagi Institusi PendidikanDigunakan sebagai sumber informasi, khasanah, wacana, kepustakaan sertadapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya.
    • 3BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 PengertianMetode ini adalah suatu variasi dan metode keperawatan primer. Metodekeperawatan modular memiliki kesamaan baik dengan metode keperawatan timaupunmetode keperawatan primer (Gillies, 1994). Metode ini sama dengan metodekeperawatan tim karena baik perawat professional maupun non professional bekerjasama dalam memberikan asuhan keperawatan dibawah kepemimpinan seorangperawat professional.Disamping ini, dikatakan memiliki kesamaan dengan metode keperawatanprimer karena dua atau tiga orang perawat bertanggung jawab atas sekelompok kecilpasien sejak masuk dalam perawatan hingga pulang, bahkan sampai dengan waktufollow up care. Metode modular yaitu metode gabungan antara Metode penugasantim dengan Metode perawatan primer. Metode ini menugaskan sekelompok perawatmerawat pasien dari datang sampai pulang.Pengembangan model modular merupakan pengembangan dari primarynursing yang digunakan dalam keperawatan dengan melibatkan tenaga professionaldan non professional. Model modular mirip dengan model keperawatan tim, karenatenaga profesional dan non profesional bekerjasama dalam memberikan asuhankeperawatan kepada beberapa pasien dengan arahan kepemimpinan perawatprofesional.Model modular mirip juga dengan model primer, karena tiap 2-3 perawatbertanggung jawab terhadap asuhan beberapa pasien sesuai dengan beban kasus,sejak pasien masuk, pulang dan setelah pulang serta asuhan lanjutan kembali kerumah sakit. Agar model ini efektif maka Kepala Ruangan secara seksamamenyusun tenaga profesional dan non profesionaln serta bertanggung jawab supayakedua tenaga tersebut saling mengisi dalam kemampuan, kepribadian, terutamakepemimpinan.
    • 42.2 Struktur Metode Askep ModularDalam memberikan asuhan keperawatan dengan menggunakan metodekeperawatan modular, satu tim yang terdiri dari dua hingga tiga perawat memilikitanggung jawab penuh pada sekelompok pasien berkisar 8 sampai 12 orang(Magargal, 1987). Hal ini tentu saja dengan suatu persyaratan peralatan yang dibutuhkan dalam perawatan cukup memadai.Sekalipun dalam memberikan asuhan keperawatan dengan menggunakanmetode ini dilakukan oleh dua hingga tiga perawat, tanggung jawab paling besartetap ada pada perawat professional. Perawat professional memiliki kewajiban untukmemimbing dan melatih non professional. Apabila perawat professional sebagaiketua tim dalam keperawatan modular ini tidak masuk, tugas dan tanggung jawabdapat digantikan oleh perawat professional lainnya yang berperan sebagai ketua tim.Peran perawat kepala ruangan (nurse unit manager) diarahkan dalam halmembuat jadwal dinas dengan mempertimbangkan kecocokan anggota dalambekerja sama, dan berperan sebagai fasilitator, pembimbing secara motivator.2.3 Kelebihan & KekuranganAdapun kelebuhan dari metode modular yaitu : Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang komprehensif dan holistikdengan pertanggungjawaban yang jelas. Memungkinkan pencapaian proses keperawatan. Konflik atau perbedaan pendapat antar staf daapt ditekan melalui rapattim,cara ini efektif untuk belajar. Memberi kepuasan anggota tim dalam hubungan interpersonal. Memungkinkan menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda-beda dengan aman dan efektif. Produktif karena kerjasama, komunikasi dan moral Model praktek keperawatan profesional dapat dilakukan atauditerapkan. Memberikan kepuasan kerja bagi perawat. Memberikan kepuasan bagi klien dan keluarga yang menerima asuhankeperawatan. Lebih mencerminkan otonomi Menurunkan dana perawatan
    • 5Kekurangan dari metode modular yaitu : Beban kerja tinggi terutama jika jumlah klien banyak sehingga tugasrutin yang sederhana terlewatkan. Pendelegasian perawatan klien hanya sebagian selama perawatpenanggungjawab klien bertugas Hanya dapat dilakukan oleh perawat profesional Biaya relatif lebih tinggi dibandingkan metode lain karena lebihbanyak menggunakan perawat profesional. Perawat harus mampu mengimbangi kemajuan teknologikesehatan/kedokteran Perawat anggota dapat merasa kehilangan kewenangan Masalah komunikasi
    • 6BAB IIIKASUS3.1 KasusPada kamis, 28 maret 2013 ada 13 pasien masuk ke IGD dengan waktu yangberbeda dan penyakit yang berbeda pula. Saat itu pasien dikirim ke ruang bedah.Pasien 1 : mengalami fraktur femur (novitasari)Pasien 2 : mengalami hydronefrosis (deni noviyana)Pasien 3 : mengalami CKS (an susanti)Pasien 4 : mengalami Ca.Mamae (sumarni)Pasien 5 : mengalami hydrocepalus (merry eliyana)Pasien 6 : mengalami luka bakar (safitri)Pasien 7 : mengalami apendiksitis (riza wardati)Pasien 8 : mengalami apendiksitis (nopita wulandari)Pasien 9 : mengalami luka bakar eks.bawah (tomi ardiyan)Pasien 10 : mengalami CKR (dewi setiorini)Pasien 11 : mengalami fraktur tibia (uswatun zulfa)Pasien 12 : mengalami Ca.mamae (radna vilusa)Pasien 13 : mengalami hydrocepalus (rina purdaningsih)Perawat 1 : suwatiPerawat 2 : rika susantiPerawat 3 : budi supratmanPerawat 4 : riyalitaOp,PP, & pembaca naskah : mega nopridawatiDokumentasi: laura puspa sariRoleplay 1Pukul 13.30 WIB perawat shif pagi melakukan operan pada perawat shif siang denganmemberitahukan jumlah pasien yang masuk saat hari itu beserta penyakitnya. Sejalan denganmelakukan operan, perawat shif siang mengecek kondisi pasien nya masing- masing. Jumlahpasien yang baru masuk ada 13 pasien.Rika : kak lita, riwayat pasien baru masuk sudah di buat belum ya sama yang shif pagi?Lita : sudah ada ni kak, tapi belum banyak data yang di isi.Budi : yukk kita lakukan pengkajian sama pasien nya saja.
    • 7Suwati : yaa, Cuma kan ni pasien nya banyak, sementara kita hanya 4orang yang jaga. Jadikita bagi- bagi pasien saja kak, gimana kalian setuju gag??Rika : setuju! jadi biar tidak terbengkalai pasien yang lainnya.Roleplay2Setelah mereka membagi tugas nya masing- masing maka perawat langsung mengambiltindakan untuk melakukan pengkajian pada pasien yang telah ditentukan.Budi : (melakukan kunjungan pada pasien1, 2 dan 3)Budi : siang ibu , ass. Gimana kabarnya bu hari ini??Novitasari : masih seperti kemarin dek.Budi : apa yang ibu rasakan saat ini?Novitasari : pedih dek di paha ibu, kadang terasa panas, apa lagi kalau malem,sakit sekali rasanya.Budi : ya bu,, nanti biar kita kasi obat penghilang nyeri nya.Biar ibu nyaman dengan kondisi ibu seperti ini.Saya tensi dulu ya ibu nya.Roleplay3Perawat budi melakukan kunjungan pada pasien selanjut nya dengan kondisi perawat yangberbeda. Seiring dengan visit ke pasien lainnya perawat yang lain juga melakukan kunjungan.Perawat suwati melakukan kunjungan pada pasien 4,5 dan 6.Suwati : selamat siang ibu, siapa namanya bu??Sumarni: nama saya sumarni, biasa di panggil yuni.Suwati : gimana dengan payudara ibu? Msih terasa sakit??Sumarni : terkadang sakit ni dek, nyut nyutan rasanya. Semakin lama semakinbengkak ni dek. Jadi gimana ni dek?Suwati : ya bu, nanti kita biopsi ya, dan hasilnya bisa kita kabari kalau sudah keluar.Sumarni : ya dek, makasi ya !Begitupun selanjutnya suwati melakukan pengkajian pada pasien lainnya.Roleplay3Riyalita melakukan visit kepada pasien 7,8,dan 9.Riyalita : ass. dek, perkenalkan kk perawat hari ini yng merawat adek namakk, riyalita.Siapa nama adek?
    • 8Riza : nama kami riza kk.Riyalita : riza apa yang dirasakan sayang?Riza : sakit perut kak.Riyalita : ehmm ya nanti kk kasi obat ya buat ngilangi sakit perut nya riza.riza mau makan?Riza : dag nafsu makan kakRiyalita : riza harus sering makan ya walaupun yang dimakan sedikit.Kk permisi dulu ya kalau riza perlu apa apa , bisa suruh ibu nyapanggil kk ya. Permisi ibu Perawat riyalita melakukan pengkajian pada pasien yang lain.Roleplay4Perawat rika melakukan pengkajian pada pasien 10, 11, 12 dan 13.Rika : selamat siang ibu, saya disini perawat rika yang akan merawat ibu beberapahari ini. Nama ibu siapa?Dewi : siang dek, nama saya dewiRika : ibu dewi kepala nya kena apa?Dewi : kemarin saya jatuh dari motor, tapi saya pakek helm , Cuma kok masih sakitya??Rika : kepala ibu kebentur sama benda keras, jadi ada benjolan, dan dahi ibu jugaada lecet nya.Nanti kita lakukan perawatan lukanya ya bu.Dewi : ya dek, makasi ya Begitu rika selesai melakukan pengkajian kepada pasien dewi , maka rika melakukan visit kepasien selanjutnya.Ke 4 perawat tersebut melakukan pengkajian dan visit kepada pasien nya masing- masinghingga pasien nya pulih dan di perbolehkan pulang ke rumah. Perawatan yang dilakukanmasing- masing perawat merupakan segala kebutuhan pasien yang mendasar bagi pasien.Perawatan yang dilakukan dari mulai pasien datang hingga pasien pulang. Pasien pulangdengan selang beberapa hari yang berbeda.
    • 9BAB IVPENUTUP4.1 KesimpulanModel modular merupakan gabungan dari model tim dan primary model.Metode ini menugaskan sekelompok perawat merawat pasien dari datang sampaipulang. Keuntungan dan Kerugian sama dengan gabungan antara metode tim danmetode perawat primer. Semua metode diatas dapat digunakan sesuai dengan situasidan kondisi ruangan. Jumlah staf yang ada harus berimbang sesuai dengan yangtelah dibahas pembicaraan yang sebelumnya.4.2 SaranPenulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan pada makalah ini. Olehkarena itu, penulis mengharapkan sekali kritik yang membangun bagi makalah ini,sebagai rujukan dalam memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapatbermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
    • 10Daftar PustakaLokakarya Kepala Bangsal Keperawatan, pusat pengembangan Keperawatan Corulus,Jakarta, 1993Modul kuliah Manajemen Keperawatan, dengan judul “Metode Penugasan” oleh IbuSumijatun (2008)Naskah .Lengkap Kursus Manajemen Keperawatan Rumah pasca kongres persi 1990, IkatanRumah Sakit Jakarta Metropolltan.